Habib Rizieq Kembali Sampaikan Klarifikasi Soal Sampurasun

PURWAKARTA (Jurnalislam.com) – Dalam Tabligh Akbar di Purwakarta, Sabtu (19/12/2015) lalu, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab kembali mengklarifikasi pernyataannya soal campur racun. Menurutnya, masyarakat salah paham atas pernyataannya itu karena publik tidak melihat isi ceramahnya secara keseluruhan. 

Pernyataan Habib Rizieq itu diketahui publik setelah tersebar media sosial. Namun dari dua jam ceramahnya saat itu, hanya 40 detik video yang diunggah.

"Ceramah saya di Purwakarta sebelumnya selama dua jam, kemudian dipotong jadi 40 detik, dimasukan ke youtube, lalu tersebarlah opini Habib Rizieq menghina adat Sunda," jelas Habib dalam tabligh akbar yang dihadiri ribuan warga Purwakarta itu.

"Puluhan ribu orang sunda mendengar ceramah saya ketika itu, ratusan ulama sunda juga ikut hadir mendengar ceramah saya, saya hanya katakan bahwa assalamualaikum tidak boleh diganti dengan selamat pagi, selamat siang, atau malam. begitu juga tidak boleh diganti dengan sampurasun," sambungnya.

Habib menjelaskan, sampurasun maknanya baik, sampura dari kata hampura artinya mohon maaf, sun artinya saya, sampurasun artinya saya mohon maaf. " Itu bagus, tetapi jangan dipakai untuk mengganti assalamualaikum, itu yang kita tolak," terangnya.

Jika assalamualaikum diganti jadi sampurasun atau kota tasbeh diganti jadi kota patung, kota santri jadi kota berhala, kota Islam jadi kota hindu, menurut Habib itu sama dengan Dedi bukan sedang memasyarakatkan sampurasun. Tetapi, dia ingin meracuni akidah umat Islam Purwakarta.

"Sampurasun milik kita, campur racun milik Dedi. jadi jangan dibalik," cetusnya.

"Kalau saya ngomong seperti itu saya menghina adat Sunda tidak?" tanya Habib kepada jamaah saat itu. Jamaah pun terdiam.

Habib menilai, justru Dedi lah yang telah menghina adat Sunda karena pada kenyataannya Dedi ingin menggantikan budaya Sunda dengan budaya Hindu.

Irfan | Suara Islam Online | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.