Refleksi Akhir Tahun, HTI Gelar Aksi Bashiroh di Landmark Cilegon

CILEGON (Jurnalislam.com) – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Cilegon melakukan aksi Bashiroh Refleksi tahun 2015 dengan tema, "Indonesia Makin Liberal Makin Terjajah" di Landmark Kota Cilegon, Ahad (20/12/2015).

“Kami melakukan aksi Bashiroh Refleksi tahun 2015 dengan tema : Indonesia makin liberal makin terjajah,” kata Wawang Abu Ghozi, korlap aksi kepada Jurnalislam di tempat aksi.

Wawang menjelaskan,dalam acara aksi hari ini ada 5 poin yang disampaikan kepada masyarakat, salah satunya tentang sistem asurans Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang dinilai telah menyengsarakan masyarakat.

“Asuransi BPJS adalah sistem kapitalis, harusnya kesehatan rakyat ditanggung oleh pemerintah bukan pada rakyat,” tegasnya.

Wawang juga menyinggung pemborosan biaya pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak dan melihat adanya potensi tindakan korupsi oleh pihak yang terlibat dalam pilkada tersebut.

“Pilkada serentak di 269 tempat menghabiskan dana 60 Triliun, 30% lebih mahal dari pilkada pilkada sebelumnya. Kami melihat ini berpotensi untuk menjadi lahan korupsi baru,” ujarnya.

Ditanya tentang kinerja pemerintah pada tahun 2015, HTI menilai, pada tahun 2015 pemerintah hanya peduli akan pembangunan infrastruktur dan tidak memikirkan aspek aspek lain.

"Kalau ukurannya materi dan infrastruktur mungkin iya, tetapi tidak dengan banyak aspek yang ada di Negeri ini,” tegasnya.

Indonesia Harus Membantu Umat Muslim Rohingya

Dalam aksi itu, Wawang juga menyingung umat Islam Rohingya. Wawang menilai kepedulian umat Islam Indonesia terhadap penderitaan Muslim Rohignya masih kurang.

“Belum banyak masyarakat yang tahu tentang apa dan siapa muslim Rohingya. Memang ada sebagian Muslim yang peduli dengan Muslim Rohingya seperti yang di Aceh, termasuk HTI Aceh juga membantu bantuan sosial,” terang Wawang.

Wawang menambahkan, seharusnya Indonesia membantu Muslim Rohingya yang saat ini diperangi oleh ekstrimis Budha.

“Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia harus berperan aktif dalam menyelamatkan mereka, dan kami mengharapkan bantuan dari pemerintah sebagai bagian dari negeri muslim yang ada di dunia, bukan cuek bebek bukan diam saja, sibuk dengan dagangan-dagangan politik di MKD,” cetusnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.