Forum Umat Islam Bima Adakan Diklat Pendidikan Pelatihan Da’i dan Khotib Se-Kota Bima

BIMA (Jurnalislam.com) – Forum Umat islam (FUI) Bima mengadakan diklat pendidikan pelatihan Da’i dan Khotib Se-Kota Bima yang bertempat di kantor DMI-Masjid Agung Al-Muwahiddin Kota Bima pada hari Sabtu (18/2/2023). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu bertema Membentuk Da’i Wastahiyah, Bijak dan Tangguh Dalam Menjawab Tantangan Zaman.

Adapun materi pendidikan dari diklat tersebut adalah Fiqih Khutbah, Fiqih Ikhtilaf, Retorika Dakwah, Akhlak Da’i, Bahasa Arab, Tahsinul Qur’an, Selayang pandang FUI Bima, Fiqih Keorganisasian, Problematika Dakwah dan keumatan.

“Mudah mudahan dengan adanya kegiatan diklat pendidikan pelatihan dai dan khotib ini dapat menghasilkan dai dai yang berkualitas yang siap melayani ummat dan bersama ummat,” kata Ketua MUI Kota Bima TGH Abidin H. Idris, S.Pd dalam sambutannya.

Adapun materi diklat tersebut diantaranya, Fiqih Khutbah, Fiqih Ikhtilaf, Retorika Dakwah, Akhlak Da’i, Bahasa Arab, Tahsinul Qur’an, Selayang pandang FUI Bima, Fiqih Keorganisasian, Problematika Dakwah dan keumatan.

Kontributor: Pramudia Bagus

Sambut Ramadan 1444 H, FMDKI Siapkan 55 Titik Kajian Ilmiah Muslimah se-Indonesia. Daftar Sekarang Juga!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) kembali akan adakan Kajian Ramadhan Ilmiah Muslimah (KARIMAH) bertajuk “Ramadhan, The Real Healing (Meraih Ketenangan Jiwa dengan Spirit Takwa)”.

Kegiatan ini akan berlangsung pada 5 Maret hingga 19 Maret 2023 dengan menargetkan Mahasiswa Muslimah di berbagai kampus dan daerah se-Indonesia.

Sinta Kasim selaku panitia pelaksana mengungkapkan, bahwa KARIMAH tahun ini akan dilaksanakan di 55 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Di antaranya pulau Sumatera meliputi daerah Bengkulu, Jambi dan Aceh, pulau Kalimantan dari Tarakan, serta Nusa Tenggara Barat yaitu kota Bima.

“KARIMAH juga akan berlangsung di daerah Jawa yang meliputi DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bandung, Bogor, dan Banten,” terangnya.

Alumni Pascasarjana Universitas Islam Negeri Alauddin tersebut menuturkan, selain dari pulau Jawa, KARIMAH juga akan terlaksana di pulau Sulawesi, antara lain Gorontalo, Sultra meliputi Kendari di dua lokasi kampus, serta Baubau dan Kolaka. Adapun Sulbar terdiri dari kabupaten Mamuju, Polman, dan Majene.

Lebih lanjut, Sinta sapaan akrabnya menambahkan, KARIMAH juga akan dilaksanakan di daerah Sulawesi lainnya yakni Sulteng yaitu Palu, Tolitoli, dan Banggai.

“Sedangkan Sulsel akan diadakan 31 titik, antara lain Makassar dengan 8 kampus, Takalar, Jeneponto, Sinjai, Bulukumba, Luwu Timur, Parepare, Maros, Barru, Palopo, Wajo, Soppeng, Bone, Sidrap, Pangkep, Gowa, dan Pinrang,” jelasnya.

Terkait dengan tujuan utama dilaksanakannya KARIMAH, Ilma Auliya selaku Ketua Umum FMDKI mengatakan, KARIMAH bisa menjadi rumah bagi para muslimah untuk memantapkan bekal dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

“FMDKI selalu berharap, kegiatan KARIMAH bisa menjadi rumah bagi para Muslimah yang telah memendam rindu bertemu Ramadan dan FMDKI adalah keluarga. Di KARIMAH ini kita akan bersama belajar, mempersiapkan diri dan memantapkan bekal dalam menjalankan ibadah-ibadah di bulan Ramadan,” ujarnya.

Alumni Universitas Hasanuddin itu juga menyampaikan bahwa tema “Ramadhan, The Real Healing (Meraih Ketenangan Jiwa dengan Spirit Takwa)” ini sengaja diangkat karena maraknya isu kesehatan mental menjangkit anak muda, khususnya mahasiswi yang disebabkan lautan informasi dari sosial media dan tren FOMO (Fear of Missing Out).

Ilma, sapaan akrabnya kembali berharap agar KARIMAH kali ini dapat mengantarkan mahasiswi meraih ketenangan jiwa sehingga semangat melakukan ketaatan kepada-Nya.

“Diharapkan KARIMAH kali ini dapat mengantarkan mahasiswi kembali meraih ketenangan jiwa & kesehatan mental dengan semangat dalam melakukan ketaatan kepada Allah khususnya pada bulan Ramadhan,” ungkapnya ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Sebagaimana diketahui, KARIMAH 1444 H ini telah memasuki satu dekade yang pelaksana awalnya di lakukan pada tahun 2014.

Bagi muslimah yang ingin mendaftarkan diri dapat menghubungi panitia pelaksana di http://wa.me/+6282347853032 atau melalui Instagram @fmdkipusat.

Reporter: Rika Arianti DM

Aksi Mengecam Pembakaran Al-Quran Juga Digelar Ribuan Umat Islam Banten

SERANG (Jurnalislam.com) – Kemarahan atas protes pembakaran Al-quran hampir terjadi di seluruh kota di Indonesia. Protes umat Islam tersebut menuntut pelaku pembakaran Al-Qur’an Rasmus Paludan untuk segera diadili.

Aksi umat Islam mengecam pembakaran Al-Qur’an juga digelar di Alun-Alun Barat Kota Serang, Provinsi Banten, Jumat (03/02/2023). Aksi yang diinisiasi oleh Forum Persaudaraan Umat Islam Banten(FPUIB) ini dihadiri oleh para Kiyai, Alim Ulama, Santri dan para tokoh masyarakat di Banten.

“Aksi Paludan yang membakar Al Qur’an adalah bentuk Islamophobia dan pelecehan agama karena menista kitab suci agama Islam. Kami mewakili seluruh Umat Islam di Banten mengecam apa yang telah dilakukan Paludan,dan aksi yang diselenggarakan ini sebagai bentuk rasa peduli kami terhadap Al-Quran,”kata Sutanto Sekretaris FPUIB saat diwawancarai oleh Jurnalislam.com

Aksi yang berjalan damai tersebut diisi dengan orasi oleh para alim Ulama dan aktivis Banten. Salah satunya disampaikan oleh Agus Surahmat, SH dari Jamaah Ansharu Syariah Banten.

“Ketika hati kita diam saja melihat Al-Quran dibakar maka kita harus khawatir Allah akan membutakan dan mengutuk kita dalam membela kitab suci ini, Banten sebagai garda terdepan umat Islam, kota para santri, harus menjunjung tinggi dan menjaga nilai-nilai Islam agar tidak terjadi hal serupa,” tegasnya.

Setelah berorasi, massa menyampaikan pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ketua Dewan Penasehat FPUIB, KH Enting Ali Abdul Karim.

Berikut isis Pernyataan Sikap FPUIB:

Pertama, Meminta kepada Negara-negara yang bergabung pada konferensi Islam untuk mencetak Al-Quran sebanyak-banyaknya dan disebarkan ke seluruh pelosok Eropa agar mengenal Islam langsung dari sumbernya dan mengirim juru dakwah Islam untuk mengajarkan nilai-nilai adab kepada masyarakar Eropa.

Kedua, Menyerukan kepada PBB khususnya yang menangani Agama dan kebudayaan agar pro aktif menangani persoalan Islamophobiayang terjadu di Eropa agar Masyarakat Eropa menjunjung kemanusiaan, kesetaraan, toleransi dan Inklusifitas.

Ketiga, menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk menjadi pelopor dalam pergaulan Internasional untuk bersuara dengan keras bahwa pembakaran dan pendiskriditan umat Islam minoritas di Eropa harus dihapuskan.

Keempat, Meminta kepada Umat Islam diseluruh Dunia untuk memuliakan Al-Quran dengan cara membaca, mempelajari dan mengamalkannya dalam sendi kehidupan.

Kelima, Menyerukan kepada seluruh umat Islam dimanapun berada agar bangkit melawan sikap anti Islam sebagai panggilan Iman demi memuliakan Al-Quran sebagai pedoman kaum Muslimin.

Reporter: M Dian

Besok, Aksi Bela Al-Qur’an Digelar di Alun-alun Kota Serang

SERUAN AKSI BELA AL QUR’AN

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ
يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS Muhammad: 7).

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُه

Ayyuhal ikhwah, ketahuilah bahwa aksi pembakaran kitab suci Al Quran yg dilakukan oleh politisi Swedia, Rasmus Paludan merupakan aksi Islamofobia dan penistaan terhadap Agama Islam.

Mari rapatkan barisan & ukhuwah Islamiyah dalam acara “AKSI BELA AL QURAN”.

Hari/Tgl :
Jum’at, 03 Februari 2023
Jam :
13.00 WIB – selesai
Tempat :
Alun-Alun Barat Kota Serang Banten

Demikian seruan ini kami sampaikan, terima kasih atas kehadirannya dan jazakumullaahu khoiron katsira.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

HIMBAUAN
▪ Dilarang membawa senjata tajam & barang terlarang apapun bentuknya
▪ Menjaga akhlaqul karimah
▪Mengikuti aturan & arahan korlap
▪️Tidak Anarkis
▪️Aksi Damai

Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB)

Contact Person:
Abu Nurul Aqilla
(087772326079)

 

Belum Berhenti, Aksi Umat Islam Memprotes Pembakaran Al-Qur’an Juga Digelar di Semarang

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Aksi umat Islam mengecam pembakaran Al-Qur’an juga digelar di Jalan Pahlawan Semarang pada Ahad (29/1/2023). Aksi yang digagas oleh Forum Umat Islam Semarang (FUIS) ini menyampaikan tuntutan senada dengan aksi-aksi umat Islam di daerah lainnya.

“Umat Islam yang memiliki keimanan akan timbul pembelaannya, maka kami dari Forum Umat Islam Semarang mengadakan aksi damai untuk bela Alquran,” katanya Koordinator aksi, Agus Triyanto dalam orasinya.

“Di dunia ini kita membela Al-Quran, kita memperjuangkan Al-Quran, Insya Allah Al-Quran akan pada hari kiamat kelak untuk menolong kita,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Jamaah Ansharu Syariah Semarang, Ustadz Danang mengatakan, aksi protes tersebut sebagai bentuk pembelannya kepada Al-Qur’an. 

“Disini kita berdiri menjaga Agama Allah, persaksikan kami disini untuk menjaga agama kami, semoga kelak menjadi hujjah di hadapanMU Ya Rabb,” tegasnya.

“Bukan penghafal Aquran ketika mereka diam melihat hafalan Al-Qurannya dilecehkan dan dihina dihadapannya,” sambung Danang.

Ia juga menyampaikan, pelecehan terhadap agama akhir-akhir ini disebabkan umat Islam telah disibukkan dengan urusan duniawi. 

“Kaum muslimin disibukkan urusan dunia, bukakan hidayah atas mereka ya Rabb, karena larut terhadap dunia, sehingga hari ini islam dilecehkan,” ucapnya

Salah satu orator juga menyampaikan pesannya dengan berbahasa Inggris. Ia menyampaikan agar para islamifobis berhenti menterorisasi Al-Qur’an.

“If you don’t want us, if you don’t want the muslims, if you don’t our people to be terrorist , so do not terrorize our Qur’an, do not terrorize the muslims,” ucapnya.

“To Allah Subhanahu Wa Ta’ala for giving any guidance to the people insulting His verses. But if they do not repent, hopefully Allah Subhanahu Wa Ta’ala destroys and gives them worthy revenge,” tambahnya.

Aksi yang dihadiri oleh perwakilan ormas Islam dari berbagai kota di Jawa Tengah itu juga diisi dengan aksi teatrikal menginjak dan membakar foto Rasmus Paludan.

Massa Aksi Bela Al-Qur’an Solo Serukan Boykot Produk Swedia

SOLO (Jurnalislam.com) – Koordinator Dewan Ri’asah Tanfidziyah Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mendesak Presiden Jokowi untuk mengambil sikap tegas terhadap Pemerintahan Swedia pasca kasus pembakaran Al-Qur’an yang dilakukan oleh Rasmus Paludan.

“Mendesak Pemerintah Indonesia untuk memanggil Duta Besar Swedia dan menyampaikan kecaman atas terjadinya pembakaran Al Qur’an,” katanya pada Jum’at, (27/1/2023).

“Bila perlu memulangkan Duta Besar Swedia untuk Indonesia ke negara asalnya serta meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memutus hubungan diplomatik dengan negara Swedia,” imbuhnya.

Ia juga menghimbau kepada umat Islam untuk melakukan aksi boikot produk dari Swedia, hal tersebut dinilainya sebagai bentuk pembelaan terhadap Al Quran.

“Mengajak seluruh masyarakat internasional khususnya Muslimin di dunia untuk memboikot produk negara Swedia,” pungkasnya.

Aksi Bela Al-Qur’an Juga Digelar di Solo, Massa Tuntut Rasmus Paludan Diadili

SOLO (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam Soloraya menggelar aksi bela Al-Quran di Bundaran Gladak, Solo pada Jum’at (27/1/2023). Dalam aksi tersebut, massa menuntut pembakar Al-Qur’an Rasmus Paludan diadili.

“Mengutuk keras perbuatan Rasmus Paludan yang telah membakar Al Qur’an di Swedia,” kata Koordinator Dewan Ri’asah Tanfidziyah DSKS, Ustaz Syihabuddin Al Hafidz dalam rilis yang diterima jurnalislam.com.

“Mendesak Pemerintah Swedia meminta maaf kepada umat Islam serta segera mengambil langkah tegas dan tuntas atas perbuatan warganya yang dinilai telah melakukan penodaan terhadap agama Islam dan melanggar HAM tentang kebebasan beragama,” imbuhnya.

Selain itu, Ustaz Syihab juga mendesak Dewan PBB untuk ikut mengambil sikap yang tegas terhadap kasus tersebut sebagai bentuk upaya melawan Islamphobia khususnya di Eropa.

“Meminta PBB ikut peduli dan bertindak nyata terhadap Pemerintah Swedia. Resolusi PBB 15 Maret 2022 telah menegaskan dunia harus bertempur melawan Islamofobia,” paparnya.

Dalam aksi bela Al-Quran kali ini, massa juga melakukan aksi teatrikal dengan membakar foto Rasmus Paludan. Dalam kesempatan tersebut, ulama sepuh pendiri Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Ustaz Abu Bakar Ba’asyir juga turut memberikan orasi.

Protes Pembakaran Al-Quran, Ribuan Umat Islam Tasikmalaya Singgung PBB Soal Hari Memerangi Islamofobia

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam Tasikmalaya yang tergabung dalam Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) berunjuk rasa damai di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat (27/01/2023). Unjuk rasa bertajuk Tasik Usik – Aksi Bela Al-Quran itu sebagai bentuk kecaman atas pembakaran mushaf Al-Quran oleh politisi Swedia Rasmus Paludan beberapa waktu lalu.

Dalam aksinya, Ketua Almumtaz Hilmi Afwan menegaskan, pihaknya mengutuk keras tindakan penghinaan tersebut dan menuntut pemerintah Swedia untuk bertindak tegas.

Ia menilai, pemerintah Swedia tidak mengambil langkah preventif dan kuratif atas perilaku warganya yang menyerang Islam dan umat Islam.

“Mendesak Pemerintah Swedia agar mengambil langkah tegas dan tuntas atas perbuatan warganya yang telah melanggar HAM tentang kebebasan beragama,” tegas Hilmi.

Pihaknya juga mendesak PBB untuk bertindak terhadap Pemerintah Swedia. Hilmi menukil Resolusi PBB tanggal 15 Maret 2022 yang menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia.

Selain itu, Almumtaz juga mendesak pemerintah Indonesia untuk memanggil Duta Besar Swedia dan mengambil sikap tegas.

“Bila perlu mem-persona non grata-kan Dubes Swedia,” tegasnya.

Hilmi juga mengajak umat Islam untuk terus menyuarakan aspirasi ketersinggungan atas penistaan ini.

“Almumtaz berharap umat manusia akan lebih tertarik untuk mempelajari Al-Qur’an. Khusus unt0uk umat Islam, ALMUMTAZ mengimbau agar lebih banyak mempelajari dan mengenal keindahan serta kesempurnaan Al-Quran untuk menanamkan keimanan yang mantap terhadap Al-Qur’an sehingga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

 

 

Hadiri Mukerda XIV Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba, Ketua Tim Penggerak PKK Beri Apresiasi dan Dukungan

BULUKUMBA (Jurnalislam.com) – Musyawarah kerja daerah (Mukerda) XlV Muslimah Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Bulukumba terlaksana di Aula SMKN 1 Bulukumba, Sabtu (21/1/23).

Kegiatan ini diagendakan selama dua hari, yakni Sabtu-Ahad, 21-22 Januari 2023 di gedung yang sama. Mengangkat tema, “Mengokohkan Soliditas dan Semangat Kolaborasi dalam Mengatasi Persoalan Ummat dan Bangsa”.

Dokumentasi Mukerda XIV MWD Bulukumba
Dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Bulukumba H. Ira Kasuara Hasyim, S.E sekaligus membuka acara secara resmi.

Dalam Sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Bulukumba memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba.

“Kami selaku Ketua Tim Penggerak PKK Bulukumba memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Muslimah DPD Wahdah Islamiyah atas perannya dalam bidang pendidikan dan sosial, serta dakwahnya yang menanamkan akidah Islamiyah berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah,” ungkapnya.

Selain itu, H. Ira Kasuara mengaku selalu siap menunggu undangan dari Muslimah Wahdah Islamiyah.

“Insyaa Allah kita saling membantu, ya, Bu. Semoga Muslimah Wahdah ini bisa berkolaborasi dengan pemerintah. Kami selalu siap menunggu undangan, kalau ada pengajian misalnya. Jangan selalu undangan buka sambutan saja, Bu,” tuturnya yang disambut riuh oleh peserta.

Lebih lanjut, lulusan sarjana ekonomi itu menaruh harap bahwa semoga dengan terlaksananya Mukerda XIV ini, program kerja yang disusun bisa terlaksana sebagaimana mestinya, agar kehadiran Muslimah Wahdah Islamiyah dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat khususnya perempuan atau muslimah.

Melalui Zoom meeting, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba Ustadz Jusman, S.Pd., M.M berpesan jangan pernah ada kata mundur dalam kepengurusan dakwah.

“Ketahuilah wahai para ummahat wa akhwat sekalian yang sudah diberikan nikmat menjadi pengurus-pengurus dakwah, jangan pernah ada kata mundur, jangan pernah ada kata lelah,” ucapnya.

Selain itu, Ustadz Jusman juga mengungkapkan bahwa di pundak para pengurus dakwah, tidak sembarang amanah yang dititipkan.

“Di pundak-pundak kita tidak sembarang amanah yang disimpan di situ. Lihat ketua MWD kita, maa syaa Allah amanah. Padahal kita saksikan bersama bagaimana ujian yang dipikulnya sangat berat,” katanya.

Ketua Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba Ustadzah Nurmi Nurdin ketika memberi sambutan menaruh harap kepada seluruh pengurus bahwa hanya ajal yang bisa memisahkan dari dakwah.

“Dakwah tidak akan berhenti, hanya ajallah yang bisa memisahkan kita dengan dakwah. Sebagaimana dalam QS. Ar-Rad ayat 17, ‘Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi’,” pesan Ummu Fauzan sapaan akrabnya.

Hadir pula perwakilan Muslimah Wahdah Islamiyah Wilayah (MWW) Ustadzah Megawati Abdul Kadir, S.Pd menyatakan hal yang paling mendesak untuk dilakukan bakda Mukerda.

“Kami berharap kepada pengurus Muslimah Wahdah Daerah dan Kecamatan untuk break down segera, utamanya kerja sama dengan pemerintah yang sudah kita MoU-kan secara nasional. Sehingga kunjungan ke instansi, silaturahim dan kolaborasi dapat kita lakukan secepatnya,” harapnya.

(Humas MWD Bulukumba).

Sambut Ramadhan, IPMI Luncurkan Gerakan Khatam Qur’an Serentak di Berbagai Sekolah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menjelang bulan suci Ramadhan, Ikatan Pelajar Muslimah Indonesia (IPMI) melaksanakan agenda launching #gerakankhatamquran secara serentak (Jum’at, 13/01/23) yang tersebar di 2 IPMI Wilayah dan 28 IPMI Daerah.

Gerakan tersebut merupakan rangkaian menuju kegiatan Kajian Eksklusif Muslimah Menyambut Ramadhan (KEMAH) Ramadhan yang rencananya digelar pada bulan Februari mendatang.

Melalui pesan singkat, Iffah Karimah selaku Penanggung Jawab dalam keterangannya mengatakan bahwa IPMI ingin menfasilitasi pelajar muslimah untuk bisa lebih baik dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan, salah satunya dengan memaksimalkan ibadah tilawah Al-Qur’an.

“Kami (IPMI) ingin membuka kesempatan dan ruang lebih luas kepada teman-teman pelajar muslimah agar bisa beribadah lebih baik dan istiqamah dari tahun-tahun sebelumnya khususnya pada ibadah tilawah Al-Qur’an.” Ungkapnya

Iffah menambahkan bahwa Gerakan Khatam Qur’an ini untuk melatih peserta mempersiapkan diri sebelum Ramadhan dengan target khatam tilawah Al-Qur’an selama sebulan.

“#gerakankhatamquran ini untuk melatih dan menyiapkan diri 1-2 bulan sebelum ramadhan, dengan target teman-teman pelajar muslimah bisa khatam tilawah Al-Qur’an dalam 1 bulan insyaAllah” Imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua IPMI Pusat, drg. Nurul Fitri, MARS turut menyampaikan harapannya agar gerakan ini dapat mencetak pelajar yang menyambut Ramadhan dengan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Harapannya gerakan ini mampu melahirkan pelajar-pelajar yang menyambut ramadhan dengan kecintaan terhadap alqur’an. Mempersiapkan diri untuk menyelesaikan khatam qur’an agar di bulan ramadhan bisa lebih mantap dlm mengkhatamkan Qur’an” Jelasnya

Adapun pelaksanaan kegiatan akan berlansung pada tanggal 14 s.d 28 Februari 2023 secara online melalui grup Daurah Khatam Qur’an, dimana peserta akan melaporkan tilawahnya setiap hari dengan metode yang lebih fleksibel dan adaptif menyesuaikan pada kemampuan pelajar muslimah.

Selain itu mereka juga akan mendapatkan konten motivasi harian dan apresiasi berupa reward bagi yang berhasil mencapai target khatamnya, dan sejumlah agenda lain yang diharapkan mampu mengingatkan dan mendukung para peserta atas komitmen yang telah dimulai.

Laporan: Rezky Hidayanti