Jelang PK Ustadz Abu, Pintu Masuk Wilayah Cilacap Diperketat

CILACAP (Jurnalislam.com) – Menjelang sidang peninjauan kembali (PK) perdana ustadz Abu Bakar Ba'asyir di PN Cilacap pada Selasa (12/1/2016) pekan depan, sejumlah pintu masuk ke wilayah Kabupaten Cilacap hingga pintu masuk Pulau Nusakambangan dijaga ketat aparat kepolisian.

Bahkan polisi memeriksa identitas warga yang masuk ke wilayah Cilacap. Warga yang bergerombol di titik rawan hingga warga yang akan masuk ke wilayah Nusakambangan makin diperketat.

Kepala Kepolisian Resor Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya SIK, MH, melalui Kasubbag Humas AKP Bintaro Wasono SH. Mengatakan, peningkatan pengamanan dengan pengerahan semua unit seperti dari Satuan Lalu Lintas, Reskrim dan Satuan Sabhara dilakukan menjelang sampai pasca sidang PK Ba'asyir.

"Semua potensi dari unit, Sabhara, Unit Resere Kriminal, Unit Lalu Lintas kita kerahkan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, menjelang, saat hingga pasca persidangan," kata Bintaro sebagaimana dilansir Pikiran Rakyat Online.

Kegiatan pengamanan dilakukan sejak Sabtu (9/1/2016) antara lain, dengan menggelar kegiatan patroli pada jam rawan, apalagi kegiatan tersebut lebih intensifkan.

Dengan mengerahkan Unit Crime Solver Satuan Reskrim yang terdiri dari 8 anggota bersenjata V2 untuk Patroli dengan sepeda motor trail, khususnya di wilayah rawan di Cilacap.

"Patroli di wilayah rawan tindak kriminal. Diantaranya meminimalisasi terjadinya curat, curas dan curanmor," tambahnya.

Tidak hanya itu tim juga mendatangi dan melakukan pemeriksaan identitas orang maupun kendaraan di tempat tongkrongan anak anak muda. Kegiatan tersebut dilakukan setiap hari dan waktunya selalu berubah ubah.

Satuan Samapta Bhayangkara dengan Unit Patroli Kota melakukan patroli pada jam rawan kejahatan terutama malam hari.

Sedangkan Satuan Lalulintas melalui Unit Turjawali juga melaksanakan penegakan hukum dan penyekatan di jalan masuk Kota Cilacap yaitu di Maos – Sampang.

"Fokus utamanya adalah merazia kendaraan yang membawa sajam atau benda yang membahayakan," ujar Bintaro .

Dermaga Wijayapura, sebagai pintu masuk pulau Nusakambangan juga terus ditingkatkan baik pihak kepolisian maupun petugas lapas melakukan pemeriksaan terhadap pembesuk.

"Setiap pembesuk atau tamu yang berkunjung ke Nusakambangan kita periksa, dengan menggeledah badan dan pakaian, jika perempuan maka yang melakukan Polisi Wanita (Polwan)," tegasnya.

Pemeriksaan barang bawaan juga lebih diperketat antisipasi seperti narkoba, senjata tajam ataupun barang yang membahayakan dilarang agar jangan sampai masuk lapas.

Pihaknya berharap kegiatan intensitas peningkatan pengamalan menjelang sidang PK tidak membuat masyarakat khawatir.

Apalagi sidang peninjauan kembali (PK) yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Cilacap, terkait memeriksa bukti baru bukan untuk memutuskan vonis ustad Abu Bakar Ba'asyir.

Sebelumnya pada Jumat (8/1/2016) dilakukan gladi pengawalan dan pengawalan kedatangan Ba'asyir mulai penjemputan di LP Batu Nusakambangan, Dermaga Wijayapura, jalan menuju kantor Pengadilan Negeri, pengamanan selama sidang sampai pasca putusan sidang PK, hingga pengamanan kembalinya Ba'asyir dari PN sampai ke LP Batu.

Reporter: Aryo Jipang | Editor: Ally | Jurnalislam

Jelang Sidang PK Perdana Ustadz ABB, TPM Siapkan Alat Bukti Baru

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Tim Pengacara Muslim (TPM), Ahmad Michdan mengatakan, pihaknya telah menerima undangan sidang peninjauaan kembali (PK) perdana ustadz Abu Bakar Ba'asyir dari Pengadilan Negeri (PN) Cilacap. Baik kepada Tim pengacara maupun kepada Abu Bakar Baasyir selaku pemohon yang diharuskan hadir dalam sidang nanti. Sidang PK akan digelar di Pengadilan Negeri Cilacap pada Selasa (12/1/2016) pekan depan.

"Kami Tim kuasa hukum juga sudah memberikan surat pemberitahuan dan minta difasilitasi, surat itu kita sampaikan ke Dirjen (Lapas), Kanwil Menkum HAM Jawa Tengah dan ke Kalapas (Nusa Kambangan). Insya Allah Ustadz kalau tidak ada halangan akan hadir," kata Achmad Michdan dalam di Kantor Hukum Mahendradatta, Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (9/1/2016).

TPM juga telah menyiapkan alat bukti baru dalam sidang PK ini, salah satunya dengan menghadirkan saksi-saksi. "Saksi di Nusakambangan ada tiga, satu di Pasirputih terus di LP Batu dan Kembang Kuning," ujarnya.

Achmad Michdan menegaskan ada dua alasan PK diajukan, pertama karena pertimbangan hukum yang diajukan oleh majelis ditingkat kasasi, kedua karena adanya alat bukti baru yang dianggap bisa mengubah putusan.

"Kenapa kami tidak sepakat dengan putusan Mahkamah Agung, karena dalam fakta persidangan Ustadz Abu Bakar Baasyir itu tidak merupakan tokoh dalam perkara pelatihan militer yang dituduhkan sebagai kegiatan terorisme di Aceh," ujarnya.

"Hanya ada memang pengakuan, Ustadz Abu ada menghimpun dana infaq besarnya tidak seperti awal kasus ini muncul yang katanya mengirimkan Rp 2 miliar, itu tidak terbukti. Dalam perkara ini hanya Rp 50 juta, itu sebetulnya diperuntukkan untuk infaq dana kemanusiaan yang dikirimkan ke Palestina, tapi disalahgunakan alirannya jadi ke sana (Aceh)," sambungnya.

Michdan berharap putusan akhir PK ini hanya sebatas melanggar undang-undang darurat, yaitu pelanggaran orang sipil menggunakan senjata api bukan perkara terorisme. Sebab lanjutnya, kalau tindak pidana terorisme harus ada plannya terhadap gerakan terorisme.

"Kedua, bahwa peranan Ustadz Abu itu bukan peranan orang nomor satu atau intelectual crime. Hanya ada, kalau dianggap keterlibatan dalam konteks menyalurkan dana, dia juga tidak menyalurkan dana, kan itu tidak bisa disalahkan," ungkapnya.

Reporter: Zul | Editor: Ally | Jurnalislam

Almumtaz Terus Gencarkan Dakwah Hadang Syiah

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) terus menggencarkan upaya membentengi umat dari bahaya aliran sesat Syiah.

"Kami akan terus melakukan dakwah tentang bahayanya paham sesat syiah, dengan metode dakwah seperti ini contohnya melalui pemutaran film tentang kesesatan syiah kepada masyarakat,” kata juru bicara Almumtaz, Abu Hazmi usai memberi materi dalam kajian muda-muda Masjid At Taqwa di Kampung Cioray, Leuwianyar, Kota Tasikmalaya, Jumat (8/1/2016) malam.

Abu Hazmi mengapresiasi antusiasme pemuda dan tokoh setempat yang mengundang Almumtaz untuk memaparkan ajaran dan kesesatan Syiah.

"Para pemuda dan tokoh-tokohnya sangat kompak dan mendukung terhadap dakwah anti Syiah ini. Justru mereka yang meminta diadakan kajian tentang bahayanya faham aliran sesat syiah ini," ujarnya.

Ketua RW setempat, Ajat mengatakan pihaknya selalu mengontrol berbagai aktifitas keagamaan warganya sebagai upaya mencegah masuknya aliran sesat termasuk Syiah.

"Jadi untuk menjaga diri lingkungan masyarakat jangan sampai tergelincir dengan aliran sesat seperti Syiah,” tuturnya.

Reporter: HBQ | Editor: Ally | Jurnalislam

Keterpurukan Politik dan Ekonomi Umat Islam Karena Mengabaikan Lima Sunnah Ini

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Ridwan menilai keterpurukan Islam di dalam politik dan ekonomi disebabkan umat Islam meninggalkan lima sunnah Rasulullah SAW.

"Ada lima sunnah besar yang diabaikan umat Islam, sehingga terpuruknya Umat Islam baik dalam politik dan ekonomi," kata Kyai Cholil dalam acara Diskusi dan Refleksi atas Perjalanan Politik Kaum Muslimin Indonesia di Aula DPP Partai Bulan Bintang, Jakarta Selatan, Sabtu (9/1/2016) siang.

Pertama, Muhammad bin Abdullah bin Muthalib adalah seorang kepala negara, kepala pemerintahan dan seorang panglima perang. Sejarah mencatat 60 peperangan dalam 10 tahun selama periode Madinah dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW.

“Jadi kalau ulama pewaris nabi, bukan ulama yang bukan hanya memimpin shalat, mimpin dzikir, mimpin shalawat, imam maulid. Tidak! Ulama seharusnya mewarisi keimaman Rasulullah SAW sebagai Imamud Daulah," terangnya.

Kedua, umat Islam tidak mempunyai negara. Padahal, Rasulullah SAW sendiri telah menjadikan Madinah sebagai pusat pemerintahan Islam saat itu. "Berarti madinah adalah negara Islam, negara Islam yang beribu Kota di Madinah,” lanjutnya.

Ketiga, umat Islam tidak menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan, pemerintahan, pergerakan dan pembinaan umat.

"Komando jihad dari situ, terima tamu disitu. Nabi Muhammad tidak pernah bikin kantor, bikin istana. Kepemimpinan umat Islam menyatu dengan masjid. Sekarang masjid sudah direduksi Masjid hanya dijadikan tempat shalat," tegasnya.

Keempat, umat Islam jauh dari Al Qur’an. “Quran dijadikan huda lil mutaqin (petunjuk bagi orang-orang bertaqwa) panduan dalam berpolitik, panduan dalam berdakwah, karena politik bagian dari dakwah," ujarnya.

Terakhir, umat Islam meninggalkan jihad. Kyai Cholil menjelaskan bahwa jihad itu ibadah yang derajatnya lebih tinggi dibanding shalat.

“Shalat itu rukun islam ke dua, shalat itu tiang agama, tapi jihad lebih tinggi derajatnya dibanding shalat," terang Pendiri sekaligus Deklarator Partai Bulan Bintang itu.

"Oleh karena itu umat Islam Indonesia terlepas partainya apa wajib kembali kepada lima sunnah ini," pungkasnya.

Reporter: Irfan | Editor: Ally | Jurnalislam

Amerika Rilis Keterlibatan Warganya dalam Serangan Ganda pada Pangkalan Militer AS di Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)The US Department of Justice merilis Muhamad Mahmoud Al Farekh, warga negara Amerika, yang membantu Al Qaeda membunuh orang sebangsanya dalam serangan istisyhad ganda di sebuah pangkalan militer AS di Afghanistan timur.

Seperti yang dilansir The Long War Journal, Kamis (07/01/2016), mengatakan Farekh adalah bagian dari pasukan paramiliter al Qaeda yang berbasis di Afghanistan dan Pakistan yang melawan sebagai unit individu serta memberikan pelatihan dan dukungan untuk unit Taliban.

Kemarin, Departemen Kehakiman mendakwa Farekh dengan sembilan tindak pidana yang berbeda, termasuk konspirasi untuk membunuh pasukan Amerika, penggunaan bahan peledak, dan konspirasi menggunakan senjata pemusnah massal. Tuduhan terkait dengan serangan istisyhad ganda di provinsi Khost, Afghanistan timur yang berlangsung pada 19 Januari 2014.

Seperti yang dinyatakan dalam surat dakwaan, Farekh membantu menyusun sebuah VBIED atau kendaraan yang penuh alat peledak improvisasi, yang akan diledakkan oleh seorang pembom istisyhad, yang digunakan dalam serangan Januari 2009 di Khost. Salah satu VBIEDs diledakkan di  pangkalan militer AS, dan yang lainnya tampaknya gagal meledak.

Departemen Kehakiman awalnya mendakwa Farekh dengan tuduhan memberikan dukungan material kepada al Qaeda di April 2015 setelah ia ditangkap oleh pasukan Pakistan dan dipindahkan ke tahanan AS. Farekh yang juga dikenal sebagai Abdullah al Shami dan Saif al Shami, dikatakan masuk dalam daftar pembunuhan (Kill list) oleh pemerintah AS," menurut The Washington Post.

Dalam dokumen pendukung asli yang dituduhkan kepada Farekh, pemerintah mencatat bahwa ia lahir di Texas, dan keluarganya pindah ke Yordania pada usia muda. Dia dan dua co-konspirator, yang diidentifikasi sebagai Ferid Imam, dari Kanada bergabung dengan al Qaeda di Pakistan setelah menonton video As Sahab dan mendengarkan para Ulama  al Qaeda, termasuk Syeikh Anwar al Awlaki.

Keterlibatan Farekh dalam serangan Khost adalah bukti lebih lanjut hubungan kerja yang erat antara Taliban dan al Qaeda di Afghanistan yang berlanjut hingga hari ini. Serangan istisyhad Januari 2009 tersebut pada awalnya diduga dieksekusi oleh Jaringan Haqqani, subkelompok Taliban yang kuat yang berbasis di Afghanistan timur dan di lembaga suku Pakistan Waziristan Utara. Tim Farekh ini tidak akan mampu untuk mengeksekusi serangan di Khost tanpa dukungan dari Jaringan Haqqani.

Farekh adalah seorang operator di Lashkar al Zil, atau Shadow Army, satuan paramiliter al Qaeda yang mendukung pasukan di Afghanistan dan Pakistan dan juga pelatih militer komprehensif dalam unit Taliban di kedua negara. Pelatih ini memberikan instruksi untuk memerangi pasukan asing dan sekutunya melalui perlawanan lokal, serta memberikan pengetahuan, keahlian, dana, dan sumber daya untuk melakukan serangan lokal dan internasional. Departemen Keuangan AS mengkonfirmasi adanya "brigade paramiliter" al Qaeda dalam penunjukan salah satu kelompok pembuat bom.

Tuduhan asli terhadap Farekh memberikan informasi lebih lanjut tentang program pelatihan al Qaeda dan Shadow Army. Al Qaeda memiliki "basis kursus pelatihan militer di FATA," atau Wilayah Kesukuan Federal Pakistan. Menurut saksi anggota al Qaeda yang menghadiri kamp, ​​"Tentu saja melibatkan tiga area instruksi yang terpisah, yaitu: pelatihan senjata dasar, pelatihan bahan peledak dan pelatihan senjata proyektil. Setiap area instruksi akan diajarkan oleh pelatih dalam kelas; setiap kelas berlangsung antara satu sampai tiga minggu. "

Ferid Imam, salah satu co-konspirator Farekh, menjadi pelatih dalam program pelatihan militer al-Qaeda setelah memasuki Pakistan. Al Qaeda memberi rekrutan baru instruksi rinci mengenai senjata dan pelatihan.

Al Qaeda diketahui mengoperasikan kamp di Afghanistan dan Pakistan saat ini. Faksi jihad ini mengoperasikan dua kamp pelatihan di distrik Shorabak di provinsi Kandahar, salah satunya berukuran 30 mil persegi. Al Qaeda pada bulan Oktober juga mengoperasikan kamp-kamp di Baramcha dan Baghran di provinsi Helmand.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Iran Telah Mengeksekusi Mati 1000 orang Sepanjang 2015

RIYADH (Jurnalislam.com) – Seiring aksi protes Iran atas eksekusi yang dilakukan Saudi beberapa hari lalu, ternyata sepanjang 2015 Iran telah mengeksekusi lebih dari 1000 orang.

Sebagaimana dilansir ArabNews, pengawas HAM Amnesty Internasional yang berbasis di London melaporkan bahwa, sepanjang 2015 Iran telah mengeksekusi lebih dari 1.000 orang, Jum’at (8/1/2016).

“Iran telah mengeksekusi sekitar 700 orang dalam enam bulan pertama tahun 2015, rata-rata tiga orang setiap hari dan jumlah eksekusi mungkin di atas 1.000 orang pada akhir tahun,” kata laporan tersebut.

Dalam hal ini, Iran kerap kali memancung etnis agama minoritas karena dianggap “malawan agama Syiah”. Pada tahun 2014 pemerintah Teheran juga telah mengeksekusi mati 743 orang.

Wakil direktur Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), Boumedouha membeberkan, pada setengah tahun pertama Iran telah melakukan eksekusi massal secara mengejutkan.

“Korban eksekusi Iran sangat mengejutkan. Untuk semester pertama 2015 menggambarkan hal menakutkan dari sebuah negara yang melaksanakan perencanaan hukuman pembunuhan massal,” katanya.

Bahkan, dia menyebut bahwa pengadilan di Iran secara terang-terangan tidak adil dalam melaksanakan tugasnya.

“Ini menimbulkan kekhawatiran tambahan di negara seperti Iran, dimana pengadilan yang terang-terangan tidak adil,” jelasnya.

Iran juga dikabarkan kerap kali mengirim ulama dan aktivis Sunni menuju tiang gantungan, seperti halnya Shahram Ahadi dan adiknya Bahram Ahmadi yang dieksekusi bersama lima ulama Sunni lainnya.

Namun, Iran sendiri menolak banyaknya angka korban yang telah mereka eksekusi. “Setiap tahun pemerintah Iran tidak banyak mengakui banyaknya eksekusi yang telah dilakukan dan jumlah nyata dari orang-orang yang dikirim ke tiang gantungan jauh melebihi hitungan resmi,” kata website Amnesty.

Bahkan, pengawas HAM menyebutkan, dalam hal eksekusi per kapita, Iran, dengan populasi sekitar 77 juta, memiliki tingkat tertinggi atas tindak eksekusi di dunia.

Sebelumnya, pemerintah Iran sendiri mengecam tindakan Saudi yang telah mengeksekusi ulama Syiah. Namun apa jadinya bila Teheran sendiri sering kali mengeksekusi kalangan minoritas Sunni di Iran.

Ally | Jurnalislam

Tangkap Anak di Bawah Umur, ISAC Adukan Densus 88 ke DPR & Komnas HAM

SOLO (Jurnalislam.com) – The Islamic Study And Action Center (ISAC) melayangkan surat pengaduan menyusul penangkapan dua anak di bawah umur yang dicurigai terlibat jaringan teroris oleh Densus 88 beberapa waktu lalu.

Dua terduga teroris itu yakni Andika Bagus Setyawan warga Kelurahan Semanggi, Solo, dan Nur Prakoso alias Hamzah warga Kelurahan Bumi, Laweyan, Solo

Sekertaris ISAC Endro Sudarsono mengatakan, dalam surat pengaduan yang ditujukan pada Ketua DPR, Ketua Komisi III DPR, Ketua Komnas HAM, Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia, Kapolri, ISAC mengadukan adanya tindak pidana pelanggaran HAM yang dilakukan Densus.

"Andika ini masih duduk di MAN kelas 2. Dari keterangan bapaknya yang sudah menjenguk, Andika ini dituduh terlibat dalam jaringan Iban," papar Endro dalam konferensi pers di Masjid Baitusalam Solo, Jumat (8/1/2015).

Sedangkan Hamzah, ungkap Endro, tidak terlibat dalam jaringan teroris di bawah Iban, namun dianggap melindungi Andika dari kejaran Densus 88. "Hamzah dari informasi yang kami terima, dia ditangkap Densus karena dianggap melindungi Andika dari kejaran Densus," papar Endro.

Keduannya ditangkap Densus 88 pada Selasa 29 Desember 2015 di sekitar Hotel Paragon. Baru sehari setelah itu, orangtua Andika menerima tiga surat sekaligus yaitu surat penangkapan, surat pemberitahuan penangkapan, dan surat penahanan di ruang Reskrim Mapolres Solo.

Keluarga baru bisa menjenguk Andika pada 31 Desember dengan didampingi anggota reskrim dari unit PPA. "Saat menjenguk itu lah orangtua Andika melihat mulai dari kaki hingga kepala Andika lebam-lebam," terangnya.

Tak hanya itu, 10 jari Andika menegang seperti dalam posisi mencakar. Kemudian baju dan celananya penuh dengan kotoran. "Saat diajak Salat Magrib jamaah, Andika sulit berdiri tegak dan sulit berjalan. Tak hanya Andika, Hamzah pun mengalami kondisi serupa. Bahkan saat Hamzah mendatangi keluarga Andika, bukan dengan posisi berdiri tapi merangkak," pungkasnya.

Ally | Jurnalislam

Arab Saudi Tidak Mau Perang dengan Iran?

RIYADH (Jurnalislam.com) – Wakil Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan perang antara negaranya dan Iran akan menjadi awal dari bencana, dan Riyadh tidak akan mengizinkannya, majalah Inggris The Economist melaporkan pada hari Kamis, lansir Al Arabiya News Channel pada hari Jumat (08/01/2016).

"Ini adalah sesuatu yang kita tidak akan terjadi sama sekali, dan siapa pun yang mendorong ke arah itu adalah seseorang yang tidak waras," itu seperti dikutip dalam sebuah wawancara. "Ini akan berdampak sangat kuat pada seluruh dunia. Pasti kita tidak akan membiarkan hal seperti itu."

Arab Saudi juga khawatir masalah dengan Iran akan meningkat lebih lanjut dan mereka tidak mengambil keputusan untuk menarik misi diplomatik mereka untuk Teheran dan Mashhad.

"Sebaliknya, kita kuatir bahwa mereka akan lebih meningkatkan serangan. Bayangkan jika ada diplomat Saudi, atau salah satu dari keluarga atau anak-anak mereka diserang di Iran. Posisi Iran kemudian akan jauh lebih sulit," bin Salman mengatakan kepada The Economist.

Komentar Salman dibuat selama percakapan lima jam dengan The Economist, dan merupakan wawancara pertamanya yang on-the-record.

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Dituduh Teroris, Dua Pengungsi Asal Timur Tengah Ditangkap di AS

SAKRAMENTO (Jurnalislam.com) – Dua pria asal Timur Tengah, yang ke Amerika Serikat sebagai pengungsi, ditangkap atas dakwaan terorisme di California dan Texas karena mendukung kelompok keras, kata pejabat AS pada Kamis (7/1/2016).

Penangkapan kedua orang tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian perkara serupa dalam kampanye AS melawan ektrimisme. Tak seorang pun didakwa bersekongkol melakukan serangan atas AS. Satu orang didakwa mendukung kelompok IS di luar negeri dan keduanya didakwa memberikan informasi salah mengenai hubungan mereka dengan yang dilukiskan sebagai kelompok teroris internasional.

Sejauh ini lebih dari 75 penangkapan warga AS telah dipublikasikan. Mereka diduga telah menjadi radikal sejak 2014. Kedua pria tersebut, yang ditangkap di Sacramento dan Houston, tidak terlibat dalam suatu persekongkolan tunggal, tetapi mereka mungkin melakukan kontak satu sama lain, kata seorang sumber yang dekat dengan dua kasus itu.

Kedua pria itu adalah warga Palestina yang dilahirkan di Irak. Pria yang ditangkap di Houston ialah Omar Faraj Saeed Al-Hardan, masuk ke AS sebagai pengungsi Irak pada November 2009, menurut sebuah dokumen.

Di Sacramento, Departemen Kehakiman AS mengatakan Aws Mohammed Younis Al-Jayab, 23, masuk ke AS pada 2012 sebagai pengungsi dari Suriah. Dan Patrick, seorang pejabat dari Texas, menyebut penangkapan di Houston itu sebagai alasan mengapa Texas berusaha menghalangi program untuk memukimkan kembali pengungsi Suriah.

"Inilah alasan apa yang kami sampaikan berulang-ulang kepada pemerintahan Obama bisa terjadi dan mengapa kami tidak meminta pengungsi datang ke Texas. Ada masalah serius mengenai orang-orang ini, sebagaimana terbukti oleh kejadian-kejadian hari ini," kata Patrick dalam pernyataan.

Pemimpin Republik menyeru Presiden Barack Obama, asal Demokrat, untuk mengambil langkah hati-hati mengizinkan masuk para pengungsi dari Suriah untuk ditampung di AS. Lebih 30 gubernur memperingatkan risiko terhadap keamanan nasional.

Obama mengatakan tahun lalu bahwa AS akan mengambil 10.000 pengungsi Suriah pada 1 Oktober 2016. Sebagian besar dari 75 kasus untuk kegiatan itu diinspirasi oleh ISIS yang melibatkan anak-anak muda yang diduga berusaha mendukung kelompok militan tersebut.

Ally | Jurnalislam

Militer Irak Klaim Juru Bicara IS Terluka dalam Serangan Udara di Anbar

IRAK (Jurnalislam.com) – Juru bicara Islamic State (IS)  Abu Muhammad al-Adnani terluka dalam serangan udara di bagian barat Anbar Provinsi Irak, Operasi Komando Gabungan Irak mengatakan Kamis, lansir World Bulletin Jumat (08/01/2016).

Adnani, Jubir IS dari Abu Bakr al-Baghdadi, kehilangan banyak darah dalam serangan itu beberapa hari yang lalu sebelum dipindahkan ke Mosul, ibukota IS di Irak, katanya.

Koalisi operasi  mengklaim telah menewaskan lebih dari 100 pasukan IS di sekitar Bharwana pekan ini dengan serangan udara yang ditujukan untuk membantu pasukan darat Irak menggempur pasukan IS di dekat kota Haditha.

Adnani telah menjadi jubir untuk IS sejak ia mengklaim pada Juni 2014 bahwa mereka mendirikan kekhalifahan sendiri yang mencakup sejumlah wilayah Irak dan Suriah.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam