Amerika Rilis Keterlibatan Warganya dalam Serangan Ganda pada Pangkalan Militer AS di Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)The US Department of Justice merilis Muhamad Mahmoud Al Farekh, warga negara Amerika, yang membantu Al Qaeda membunuh orang sebangsanya dalam serangan istisyhad ganda di sebuah pangkalan militer AS di Afghanistan timur.

Seperti yang dilansir The Long War Journal, Kamis (07/01/2016), mengatakan Farekh adalah bagian dari pasukan paramiliter al Qaeda yang berbasis di Afghanistan dan Pakistan yang melawan sebagai unit individu serta memberikan pelatihan dan dukungan untuk unit Taliban.

Kemarin, Departemen Kehakiman mendakwa Farekh dengan sembilan tindak pidana yang berbeda, termasuk konspirasi untuk membunuh pasukan Amerika, penggunaan bahan peledak, dan konspirasi menggunakan senjata pemusnah massal. Tuduhan terkait dengan serangan istisyhad ganda di provinsi Khost, Afghanistan timur yang berlangsung pada 19 Januari 2014.

Seperti yang dinyatakan dalam surat dakwaan, Farekh membantu menyusun sebuah VBIED atau kendaraan yang penuh alat peledak improvisasi, yang akan diledakkan oleh seorang pembom istisyhad, yang digunakan dalam serangan Januari 2009 di Khost. Salah satu VBIEDs diledakkan di  pangkalan militer AS, dan yang lainnya tampaknya gagal meledak.

Departemen Kehakiman awalnya mendakwa Farekh dengan tuduhan memberikan dukungan material kepada al Qaeda di April 2015 setelah ia ditangkap oleh pasukan Pakistan dan dipindahkan ke tahanan AS. Farekh yang juga dikenal sebagai Abdullah al Shami dan Saif al Shami, dikatakan masuk dalam daftar pembunuhan (Kill list) oleh pemerintah AS," menurut The Washington Post.

Dalam dokumen pendukung asli yang dituduhkan kepada Farekh, pemerintah mencatat bahwa ia lahir di Texas, dan keluarganya pindah ke Yordania pada usia muda. Dia dan dua co-konspirator, yang diidentifikasi sebagai Ferid Imam, dari Kanada bergabung dengan al Qaeda di Pakistan setelah menonton video As Sahab dan mendengarkan para Ulama  al Qaeda, termasuk Syeikh Anwar al Awlaki.

Keterlibatan Farekh dalam serangan Khost adalah bukti lebih lanjut hubungan kerja yang erat antara Taliban dan al Qaeda di Afghanistan yang berlanjut hingga hari ini. Serangan istisyhad Januari 2009 tersebut pada awalnya diduga dieksekusi oleh Jaringan Haqqani, subkelompok Taliban yang kuat yang berbasis di Afghanistan timur dan di lembaga suku Pakistan Waziristan Utara. Tim Farekh ini tidak akan mampu untuk mengeksekusi serangan di Khost tanpa dukungan dari Jaringan Haqqani.

Farekh adalah seorang operator di Lashkar al Zil, atau Shadow Army, satuan paramiliter al Qaeda yang mendukung pasukan di Afghanistan dan Pakistan dan juga pelatih militer komprehensif dalam unit Taliban di kedua negara. Pelatih ini memberikan instruksi untuk memerangi pasukan asing dan sekutunya melalui perlawanan lokal, serta memberikan pengetahuan, keahlian, dana, dan sumber daya untuk melakukan serangan lokal dan internasional. Departemen Keuangan AS mengkonfirmasi adanya "brigade paramiliter" al Qaeda dalam penunjukan salah satu kelompok pembuat bom.

Tuduhan asli terhadap Farekh memberikan informasi lebih lanjut tentang program pelatihan al Qaeda dan Shadow Army. Al Qaeda memiliki "basis kursus pelatihan militer di FATA," atau Wilayah Kesukuan Federal Pakistan. Menurut saksi anggota al Qaeda yang menghadiri kamp, ​​"Tentu saja melibatkan tiga area instruksi yang terpisah, yaitu: pelatihan senjata dasar, pelatihan bahan peledak dan pelatihan senjata proyektil. Setiap area instruksi akan diajarkan oleh pelatih dalam kelas; setiap kelas berlangsung antara satu sampai tiga minggu. "

Ferid Imam, salah satu co-konspirator Farekh, menjadi pelatih dalam program pelatihan militer al-Qaeda setelah memasuki Pakistan. Al Qaeda memberi rekrutan baru instruksi rinci mengenai senjata dan pelatihan.

Al Qaeda diketahui mengoperasikan kamp di Afghanistan dan Pakistan saat ini. Faksi jihad ini mengoperasikan dua kamp pelatihan di distrik Shorabak di provinsi Kandahar, salah satunya berukuran 30 mil persegi. Al Qaeda pada bulan Oktober juga mengoperasikan kamp-kamp di Baramcha dan Baghran di provinsi Helmand.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X