Swedia Desak PBB Selidiki “Extrajudicial killings” Israel atas Warga Palestina

SWEDIA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Swedia pada hari Selasa (12/01/2016) menyerukan PBB untuk menyelidiki  dengan klaim bahwa pasukan Israel telah melakukan pembunuhan semena-mena di luar hukum dalam bentrokan dengan warga Palestina, lansir World Bulletin, Rabu.

"Sangat penting adanya  investigasi yang menyeluruh dan terpercaya dalam pembunuhan ini untuk mengklarifikasi dan mempertahankan tanggung jawab," Margot Wallstrom mengatakan kepada  anggota parlemen.

Serangan harian oleh tentara Israel telah berlangsung selama tiga setengah bulan terakhir dan telah menewaskan 24 orang. Setidaknya 140 warga Palestina tewas oleh tentara Israel sejak pertengahan September.

Wallstrom mengatakan bahwa bahwa komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia, serta kelompok-kelompok hak asasi manusia, telah meningkatkan kekhawatiran tentang terjadinya "pembunuhan di luar hukum" oleh Israel.

Hubungan Swedia dengan Israel Swedia menegang saat Israel mengklaim sebagai sebuah negara di Palestina tahun 2014, dan komentar Walstrom terhadap konflik Israel-Palestina menimbulkan kemarahan para pejabat Zionis.

Wallstrom seperti dikutip oleh kantor berita TT mengatakan ia, "…menolak setiap upaya untuk menggambarkan Swedia, pemerintah atau saya sebagai musuh Israel, dan Palestina negara yang memiliki hak untuk hidup."
 

Deddy | World Bulletin | AP | Jurnalislam

Iran Bebaskan 10 Angkatan Laut AS yang Ditahan di Teluk

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Pengawal Revolusi Iran (Revolutionary Guards) pada Rabu (13/01/2016) mengumumkan pembebasan 10 pasukan Angkatan Laut AS yang ditahan satu hari sebelumnya, World Bulletin melaporkan, Rabu.

"Keputusan untuk membebaskan para pelaut itu diambil setelah mereka menegaskan bahwa mereka tidak berniat memasuki perairan Iran," IRNA, kantor berita semi-resmi Iran, mengutip pernyataan Garda Revolusi.

Dua kapal angkatan laut kecil AS dihentikan dan ditahan oleh pasukan Iran pada Selasa, dalam perjalanan dari Kuwait ke Bahrain, menurut Pentagon.

"Tidak ada indikasi bahwa para pelaut dirugikan selama penahanan singkat mereka," kata pernyataan Pentagon Rabu.

"Para pelaut berangkat dari Pulau Farsi pada pukul 08:43 (GMT), dengan dua Kapal Riverine Command (RCB) yang mereka operasikan ketika mereka kehilangan kontak dengan Angkatan Laut AS."

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Sepanjang 2015, Pesawat Tempur AS Jatuhkan 23.144 Bom di Negara-negara Muslim

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Council of Foreign Relations, sebuah thinktank berbasis di New York, memperkirakan bahwa 23.144 bom telah dijatuhkan oleh AS di negara-negara mayoritas Muslim sepanjang tahun 2015, World Bulletin melaporkan, Rabu (13/01/2016).

Grafik, yang disediakan oleh thinktank yang secara umum pro-AS, menempatkan secara mencolok berapa banyak kerusakan yang telah AS timbulkan di negara-negara lain.

Beberapa pihak mungkin berpikir bahwa bom-bom tersebut dapat dibenarkan, dan beberapa pihak lain mungkin berpikir sebaliknya, namun grafik itu adalah ilustrasi tumpul mengenai berapa banyak kerusakan berat dan korban yang diderita dunia Muslim sepanjang tahun 2015 oleh AS yang kemungkinan jauh lebih besar .


Sekitar 77 persen serangan udara AS menargetkan Irak dan Suriah. Bagaimanapun aturan AS yang memiliki prinsip "bunuh semua musuh dengan serangan udara".

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Warga Kratonan Tolak Pendirian RS Siloam

SOLO (Jurnalislam.com) – Puluhan warga kelurahan Kratonan, Kecamatan Serengan yang menamakan diri Komunitas Warga Kratonan bersama ormas Islam Surakarta melakukan aksi penolakan rencana pembangunan Rumah Sakit internasional yang dikelola PT Siloam International Hospitals Tbk di Jl. Honggowongso No.139 Sidokare, Tipes, Surakarta, Rabu(13/01/2016).

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Warga Menolak Siloam Apapun Alasannya" di area yang rencananya akan dibangun komplek Siloam itu.

Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono dalam pernyatannya menyampaikan beberapa poin keberatan warga adalah dampak lingkungan pasca pendirian rumah sakit bertaraf internasional di dekat kawasan padat penduduk.

“Dalam rencana pembangunan akan dibangun 30 lantai berada dilingkungan yang sangat padat penduduk, padat pemukiman, disamping ada penolakan warga juga rencana tersebut pasti menyisakan persoalan limbah yang akan mencemari tanah, udara, air, dan suara,” kata Endro.

“Kasihan nanti anak cucu kami kalau pembangunan tetap dilanjutkan,” kata ketua RT 005/RW 004 Kelurahan Kratonan, Ali Afandi mengamini.

Ali juga mengatakan, selama ini pihaknya belum pernah diajak rempug terkait pembangunan rumah sakit itu. Hal senada dikatakan warga Kratonan lainnya bernama Rofi'i.

"Permasalahan ijin ini, warga belum diberitahu. Untuk itu kalau ada bapak-bapak ini dari dewan tolong dikaji ulang, karena dampak bagi kami sangat merugikan," jelas Rofi'i.

Beberapa ormas Islam yang bergabung diantaranya; Laskar Umat Islam Surakarta(LUIS), Jama'ah Anshorusy Syari'ah, Forum Ukhuwah Islamiyah(FUI) Sangkrah, Arimatea Surakarta, Komunitas Masjidku Makmur(KMM), Al Ishlah Surakarta dan Forum Komunikasi Aktifis Masjid (FKAM).

Reporter: Dyo | Editor: Ally Jurnalislam

FPI Depok Tolak Kedatangan Dedi Mulyadi ke UI

DEPOK (Jurnalislam.com) – Front Pembela Islamm (FPI) kembali melakukan aksi penolakan terhadap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Kali ini massa FPI menolak kehadiran Dedi di Kampus Universitas Indonesia, Rabu (13/1/2016).

Puluhan massa berdemo didepan pintu masuk menuju Kampus UI, tak hanya berorasi, massa dari FPI ini juga membentangkan sejumlah spanduk kecaman terkait kedatangan Dedi.

"Kita sudah banyak yang tahu Dedi mengadu domba syariat dan adat. Itu bukan hal baru, sudah memecah belah persatuan umat. Apa yang mau kita ambil dari tokoh ini," kata Ketua DPW FPI Depok, Agus Rahmad, seperti yang dilansir vivanews.

Dia menegaskan, sebaiknya Dedi tidak hadir di Kota Depok apalagi di UI sebagai pembicara dalam sebuah seminar. Jika bersikukuh, FPI mendesak Dedi untuk lebih dulu berdialog dengan perwakilan FPI di kota ini.

"Semakin lama maka jumlah massa akan semakin banyak. Kami sarankan pihak UI segera ambil keputusan, tolak Dedi sekarang juga," ujarnya.

Aksi penolakan ini merupakan akumulasi dari sejumlah peristiwa sebelumnya. Puncaknya ketika terjadi bentrokan antara FPI dengan sekelompok massa di Purwakarta. Aksi ini mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian.

Sekitar 750 personel melakukan penjagaan di sekitar kampus UI Depok. Selain di Depok, penolakan Bupati Purwakarta ini juga ditolak disebagian daerah seperti Jakarta, Bogor, Tasikmalaya.

Reporter: Irfan | Editor: Ally | Jurnalislam

Jaksa Minta Waktu Dua Pekan Untuk Tanggapi Memori PK Ustadz ABB

CILACAP (Jurnalislam.com) – Sidang peninjauan kembali (PK) ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang digelar di Pengadilan Negeri Cilacap, Selasa (12/1/2016) kembali ditangguhkan. Dalam persidangan itu Ustadz Abu membacakan memori PK.

Isinya, pengasuh pondok pesantren Al Mukmin Ngruki itu menegaskan vonis hukum yang diterimanya merupakan kezaliman. Sebab, dirinya bukan merupakan aktor intelektual dalam kasus pelatihan militer di Aceh sebagaimana yang dituduhkan. Peran ustadz Abu di dalam kasus tersebut sangatlah kecil akan tetapi, beliau divonis dengan hukuman terberat yaitu 15 tahun penjara.

“Demi Allah karena latihan fisik ini aturan Allah maka saya hanya bisa membantu. Namun peranan saya paling kecil (dalam pelatihan Aceh, red), maka jelas ini merupakan kezaliman karena menangani kasus saya bukan dengan hukum tapi rekayasa politik. Saya membantu latihan senjata Aceh karena untuk membantu kaum muslimin, maka berarti saya mengamalkan syariat,” tegasnya.

Namun, paparan memori PK yang dibacakan ustadz Abu itu tidak langsung ditanggapi oleh jaksa penuntut. Jaksa meminta waktu dua pekan untuk menyusun tanggapan. Persidangan akan kembali digelar pada 26 Januari 2016 mendatang dengan agenda mendengarkan tanggapan jaksa serta keterangan saksi dari pemohon PK.

Reporter: Aryo Jipang | Editor: Ally | Jurnalislam

Bachtiar Nasir: Metro TV Jangan Ikut Menghembuskan Kebencian Terhadap Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengecam Metro TV atas tuduhannya kepada Wahdah Islamiyah sebagai organisasi teroris.

UBN menilai, tindakan Metro TV yang secara serampangan menuduh Wahdah Islamiyah sebagai organisasi teror itu merupakan bentuk kebodohan Metro TV dalam mengambil data. Seakan-akan Metro TV tidak mengenal proses jurnalisme yang sesungguhnya.

Ia meminta, agar Metro TV tidak ikut menghembuskan kebencian terhadap Islam dan umat Islam atas nama terorisme.

“Janganlah ikut menghembuskan kebencian terhadap Islam dan umat Islam atas nama terorisme,” tegasnya dalam konferensi pers Wahdah Islamiyah di Jakarta, Senin (11/1/2016).

Menurutnya, keislaman yang dibawa Wahdah Islamiyah bukan sekedar tidak mengandung unsur terorisme. Akan tetapi lebih dari itu seharusnya Indonesia bangga dengan adanya Wahdah Islamiyah dan sosok KH Zaitun Rasmin.

“Dan untuk itu tuntutan wahdah menjadi rasional dan saya mendukung tuntutan itu,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, sejumlah tokoh nasional turut hadir memberikan dukungan kepada Wahdah Islamiyah. Diantaranya, Wakil Ketua MPR-RI Hidayat Nur Wahid, ustadz Yusuf Mansur, dll.

Reporter: Zul | Editor: Ally | Jurnalislam

Tuding Wahdah Islamiyah Teroris, Hidayat Nurwahid: Itu Kesalahan Fatal!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua MP-RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai pemberitaan Metro Tv yang menuduh ormas Wahdah Islamiyah sebagai kelompok teroris adalah kesalahan fatal.

“Gak ada penyebab yang memungkinkan mereka (Wahdah Islamiyah-red) dimasukkan ke dalam list teroris,” tegasnya usai menghadiri Konferensi Pers Wahdah Islamiyah di Jakarta, Senin (11/1/2016).

Secara empirik saja, lanjut HNW, ormas ini sudah berskala nasional dan tokohnya adalah tokoh nasional bahkan internasional. “Mana mungkin tokoh semacam ini tiba-tiba masuk ke dalam list teroris,” lanjutnya.

“Kecuali memang Metro TV nya tidak profesional atau Metro TV tidak mau repot-repot untuk membaca tentang apa itu Wahdah Islamiyah, atau dia ikut-ikutan, seolah-olah ingin dibilang sebagai jagoan pemberantas terorisme, itu kesalahan fatal yang tidak harus terjadi,” sambungnya.

Dikatakan HNW, di dalam politik demokrasi kasus tersebut menjadi serius karena ketika sebuah media mencederai umat Islam maka nantinya umat Islam akan marah dan tidak percaya lagi pada demokrasi.

“Ngapain pakai demokrasi  kalau nantinya disebut terorisme. Jadi, jangan-jangan cara ini adalah untuk memprovokasi umat Islam untuk marah akhirnya menjadi teroris,” cetusnya.

Selain itu, HBW juga menilai  kasus ini adalah bagian dari begitu banyak fitnah yang dimunculkan kepada umat Islam. Oleh karena itu, secara pribadi HNW mendukung langkah yang diambil Wahdah Islamiyah melakukan klarifikasi dan langkah hukum. “Karena ini adalah bagian dari penegakan hukum dengan cara-cara yang tidak teroris,” katanya.

Reporter: Zul | Editor: Ally | Jurnalislam

Taliban: Pertempuran 12 Hari di Paktia Berakhir 33 Pasukan Musuh Tewas

PAKTIA (Jurnalislam.com)Al-Emarah News pada hari Selasa (12/01/2016) memberitakan mujahidin Imarah Islam di distrik Zurmat provinsi Paktia berhasil memojokkan konvoi militer musuh, pasukan dan bala bantuan yang dikirim dari ibukota provinsi Paktia dan provinsi Ghazni.

Pertempuran sengit telah terjadi selama 12 hari terakhir dan musuh telah memusatkan perhatian pada Mujahidin di berbagai sudut kabupaten Zurmat di provinsi Paktia, tambahnya.

Sebanyak 25 pasukan komando musuh  tewas dan lebih dari 14 lainnya terluka kemarin, sementara 5 tank lapis baja hancur dalam  serangan bom.

Mujahidin Taliban berjuang keras melawan musuh, mengusir musuh dan memperoleh kemenangan kemarin.

Seorang Mujahid dilaporkan syahid dan tiga lainnya mengalami luka, sedangkan korban warga sipil jatuh ketika musuh menyerang desa menggunakan mortir.

Dua wanita tewas dan 9 anak-anak termasuk seorang wanita dan seorang pemuda terluka parah akibat tembakan musuh.

Musuh memaksa masuk ke dalam bangunan milik warga sipil di berbagai belahan kabupaten Zurmat dan menyita uang tunai, perhiasan dan barang-barang lainnya dari warga desa yang tak berdaya.

Di tempat lain, sedikitnya 8 tentara musuh tewas dan dua luka-luka dalam pertempuran Ghazni, sementara dua Mujahidin memperoleh kesyahidan.

Mujahidin juga  menghancurkan dua tank lapis baja dan kendaraan militer musuh.

Sekali lagi, warga sipil tak berdaya menjadi korban serangan ketika musuh menargetkan desa mereka di distrik Dayak, Ghazni, dua warga sipil meninggal.

Musuh tidak berhenti di sini; mereka masuk ke rumah-rumah warga sipil dan merampas 10 sepeda motor serta perhiasan, uang tunai dan barang berharga.

Hal ini terjadi setelah musuh berhasil digagalkan dalam operasi mereka di distrik Dayak, Ghazni dengan cara yang sama seperti di provinsi tetangga Paktia.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Wahdah Islamiyah Desak Metro TV Minta Maaf Dengan Cara Ini

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wahdah Islamiyah mengklarifikasi tuduhan Metro TV yang  memasukkan lembaganya ke dalam kelompok teroris dalam salah satu program beritnya News Metro Insight pada Ahad (3/2/2016). 

“Berita tersebut adalah tuduhan yang tidak benar sehingga menjadi fitnah dan pencemaran nama baik bagi Wahdah Islamiyah dan pribadi ketua umumnya,” tegas Wakil Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Muhammad Ikhwan Jalil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (11/1/2016).

Oleh sebab itu, Wahdah Islamiyah menuntut Metro TV untuk meralat pemberitaannya tersebut dalam waktu 2 x 24 jam setelah Metro TV menerima surat pernyataan klarifikasi dari Wahdah Islamiyah. Ralat yang dimaksud adalah dengan jalan memberikan kesempatan kepada Wahdah Islamiyah untuk meluruskan info yang tidak benar itu dalam siaran live Metro TV.

“Dan juga pemberitaan yang berupa permohonan maaf dari Metro TV kepada Dr. (H.C). H. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc. MA. dan Wahdah Islamiyah selama tiga hari berturut-turut,” tegasnya.

Ikhwan menjelaskan, Wahdah Islamiyah adalah organisasi resmi dan dikenal luas oleh masyarakat serta senantiasa bersinergi dengan pemerintah. Wahdah Islamiyah tersebar di lebih dari 126 daerah di Indonesia.

“Para pengurus Wahdah Islamiyah baik pusat maupun di daerah-daerah aktif dalam forum antar ormas dan banyak pula yang menjadi pengurus MUI baik di pusat maupun di daerah,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, KH Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan, tuduhan seperti itu adalah hal yang biasa dalam perjalanan dakwah.

"Tetapi ketika efeknya meluas, pemberitaan Metro TV ditayangkan tanpa ada penjelasannya, apa perbuatan kami yang termasuk dalam jaringan teroris. Karena begitu banyak anggota yang merasa tersakiti dan dirugikan,  maka berdasarkan saran dari para ulama kami harus melakukan klarifikasi," katanya.

Dan bila ada aspek yang melanggar hukum, lanjutnya, maka harus ditegakan agar bisa menjadi pelajaran bagi semuanya. Menurutnya, media adalah aset bangsa yang harus dijaga, tetapi ia tidak ingin ada oknum-oknum media yang justru merusak peran media itu sendiri.

"Maka kami terpaksa harus melakukan konferensi pers dan menunjuk seorang pengacara untuk menangani persoalan ini. Sehingga akan memberikan kejelasan dan sekaligus bisa menjadi pelajaran bagi kita semua sehingga kehidupan umat dan bangsa kita ke depan akan lebih baik dan lebih kuat sebab tantangan yang kita hadapi tidak sedikit," tegasnya.

Dalam kesempatan itu hadir sejumlah tokoh dan ulama seperti Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Wasekjen MUI Ustadz Amirsyah Tambunan, Ketua MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir, Anggota DPD RI dari Sulawesi Selatan AM Iqbal Parewangi, Adyaksa Dault, Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Fahmi Salim, Ustadz Farid Ahmad Okbah, Ustaz Fadlan Garamathan, Syaikh Ali Jaber, Ustaz Feri Nur, Syafii Antonio, dan pengacara Egi Sujana.

Reporter: Zul | Editor: Ally | Jurnalislam