Jubir Koalisi AS dan Kementerian Pertahanan Rusia Bentrok di Twitter

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Washington berubah menjadi perang di media sosial, lansir Anadolu Agency Sabtu (13/02/2016).

Juru bicara koalisi  yang dipimpin AS, Kolonel Steve Warren, berdebat dengan kementerian pertahanan Rusia di Twitter setelah lembaga itu mengklaim bahwa jet AS membombardir Aleppo pada hari Rabu, mengakibatkan korban sipil.

Perang Twitter tersebut dimulai pada pagi hari ketika kementerian pertahanan, dalam serangkaian tweets mereka, mengkritik komentar Warren tentang serangan udara Rusia yang menghancurkan dua rumah sakit di Aleppo dan merampas pelayanan medis bagi 50.000 orang lebih.

"#SYRIA Kemarin, pejabat Pentagon: diduga pembom Rus menyerang 2 rumah sakit di #ALEPPO; 50.000 orang Suriah tercabut dari layanan medis," isi salah satu tweet kementerian pertahanan Rusia.

Kementerian lalu menambahkan: "#SYRIA Kolonel Warren harus kecewa pesawat-Rus tidak terbang dekat #ALEPPO kemarin. Target terdekat adalah lebih dari 20 km jauhnya dari Aleppo."

Dan, "Kemarin di 13:55 (MSK), 2 pesawat penyerang A-10 milik angkatan udara AS memasuki wilayah udara Suriah dari Turki membuat serangan pada objek di kota," ujar kementerian itu.

Warren dengan cepat menuju ke akun resmi Operation Inherent Resolve, @ OIRspox, menyangkal tuduhan tersebut dan  mengatakan bahwa AS tidak beroperasi di atas Aleppo.

". @ Tweet MOD_Russia salah. Sebaliknya pemboman mereka nekat dan tidak pandang bulu dan usaha mereka secara strategis dangkal/tidak bijaksana," dia men-tweet.

Ia juga menulis bahwa rumah sakit yang ia disebutkan sehari sebelumnya telah diserang tidak terjadi hari Rabu dan AS belum menyerang Aleppo di tahun 2016.

"Serangan tersebut tidak terjadi kemarin. Apapun itu, hanya Rus/Syr yang beroperasi di atas #ALEPPO" isi tweet-nya. "CJTFOIR belum menyerang #ALEPPO tahun 2016. Apakah serangan di Manbij kemarin, 95km jauhnya."

Juru bicara Pentagon Kapten. Jeff Davis mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa klaim Rusia terang-terangan "salah."

Menyebutkan salah satu tweet kementerian mengenai serangan udara Rusia di Aleppo, Warren mengatakan tweet tersebut adalah "pengakuan Moskow melakukan serangan dekat Aleppo".

Sejak meluncurkan serangan udara di Suriah pada akhir September, Rusia mendapat kritik internasional di tengah laporan bahwa Moskow menargetkan warga sipil dan pejuang Suriah bukan IS (Islamic State), dalam upaya menopang rezim Suriah Bashar al-Assad.

Serangan brutal jet tempur Rusia telah memaksa lebih dari setengah juta penduduk meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke Turki.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X