Taliban Gempur Markas Utama Arbaki di Dasht-e-Archi, 18 Serdadu Tewas

KUNDUZ (Jurnalislam.com) – Sebuah markas utama yang terletak di daerah Puli-Momin kabupaten Dasht-e-Archi berada di bawah serangan taktis Mujahidin pagi dini hari di tengah berlangsungnya operasi militer tahunan 'Azm', El Emarah News melaporkan, Senin (15/02/2016).

Serangan itu mengakibatkan 18 pasukan Arbaki tewas, sejumlah besar senjata berat dan ringan disita serta sebagian besar basis hancur.

Para pejabat mengatakan bahwa 3 Mujahidin juga syahid dalam operasi (semoga Allah menerima mereka) dan 5 lainnya luka-luka.

Kemudian di Helmand, sekitar pukul 02:00 pagi waktu setempat pada hari yang sama dalam operasi militer tahunan 'Azm', Mujahidin Imarah Islam di distrik Babaji juga melancarkan serangan ke basis musuh strategis yang terletak antara daerah Awpashak dan Spin Masjid.

Operasi yang menggunakan senjata berat dan ringan berlangsung selama sekitar setengah jam, 9 pasukan bayaran termasuk komandan Mahboob tewas serta 2 senapan mesin PKM, 2 peluncur RPG, 7 senapan AK dan sejumlah besar peralatan militer lainnya disita.

Segala puji bagi Allah saja, tidak ada Mujahidin yang dirugikan.

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

 

Hadirilah! Deklarasi ANNAS Bekasi, “Umat Islam Bekasi Bersatu Menolak Syi’ah”

BEKASI – Wahai Umat Islam! Geliat Syi’ah semakin nyata dan berani, tidak hanya di Ibu Kota Jakarta tetapi menjalar ke penyangganya yaitu Bekasi.

Yang paling anyar, mereka unjuk gigi dengan membuat kegiatan Festival Kuliner Lintas Iman di Alun-Alun Kota Bekasi (Depan Masjid Agung Al-Barkah).

Tahukah bahwa, Kuil Syiah terbesar di Indonesia salah satunya terletak di Jatiasih, Kota Bekasi yaitu Masjid Al Mahdi.

IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) tumbuh subur dalam Markasnya di Rawalumbu, Kota Bekasi. Begitu juga Sekjen IJABI Pusat berada dalam lingkaran kekuasaan di Bekasi, yang bergentayangan dalam aktivitas LSM dan Ormas berbau KeBekasian.

Lihatlah! di Harapan Indah, ada Yayasan Lazuardi yang terindikasi milik Syiah dengan Haidar Bagir sebagai pimpinannya.

Hal yang paling menghantui adalah Agen Air Minum QUM yang tersebar di Bekasi dan Pengajian Majelis Ta’lim binaan Syiah yang merambah Perumahan dan Kampung di Kota maupun Kabupaten Bekasi.

Ironisnya masih banyak umat Islam yang awam terhadap kesesatan dan makar Syiah yang dibungkus dengan konsep “Taqiyah”.

Dalam upaya mencegah dan membentengi aqidah Umat Islam dari Kesesatan dan Makar Syi’ah, ANNAS Bekasi akan melakukan Deklarasi & Pengukuhan Pengurus Aliansi Nasional Anti Syi’ah (ANNAS) Bekasi Raya. Berikut susunan acaranya:

Tema:
“Umat Islam Bekasi Bersatu Menolak Syi’ah”

Hari/Tanggal:
Ahad, 12 Jumadil Awwal 1437 H/ 21 Februari 2016 M

Waktu:
Pukul 07.30 sd 12.00 WIB

Tempat:
Masjid Nurul Islam, Islamic Centre Kota Bekasi
Jl. Ahmad Yani No. 22, Kota Bekasi

Pembicara:

  • – Al Habib Zein bin Muhammad Al Kaff (Pengasuh Ponpes Al Bayyinat)
  • – Muhammad Siddik (Ketua Pimpinan Pusat Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia)
  • – KH. Ahmad Cholil Ridwan* (Pengasuh Ponpes Al Husnayain)
  • – KH Athian Ali Moh Da’i, Lc (Ketua Pimpinan Pusat Aliansi Nasional Anti Syi’ah)
  • – KH A. Salimin Dani, MA (Ketua Pimpinan Daerah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia-Bekasi)
  • – KH Kosiem Nurseha* (Forum Ukhuwah Islamiyah)
  • – KH Abdul Rauf HM* (Tokoh Muhammadiyah Bekasi)
  • – Ustadz Fahmi Salim, MA (Majelis Ulama Indonesia)
  • – Ustadz Farid Ahmad Okbah, MA (Islamic Centre Al-Islam)
  • – Ustadz Ahmad Syuhada (Pimpinan Ponpes Az-Zikra)

(*Dalam konfirmasi)

Contact Person:

  • – 0896-6723-4829 (Ikhwan)
  • – 0812-1987-1219 (Akhwat)

Salurkan Infaq anda untuk membantu perjuangan anti Syiah di Bekasi!
Rekening Sunduqul Umat, Bank Mandiri: 156-00-1090767-5 An. Adam Nurrachman []

Turki akan Cegah Milisi YPG Rebut Kota Penting Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki tidak akan membiarkan kota Azaz Suriah yang berada tepat di seberang perbatasan Turki jatuh di bawah kendali  milisi Kurdi Suriah (YPG), Perdana Menteri Ahmet Davutoglu mengatakan Senin (15/02/2016), lansir World Bulletin.

"Kami tidak akan membiarkan Azaz jatuh," Davutoglu seperti dikutip dalam perjalanan ke sebuah kunjungan resmi ke Ukraina.

"YPG tidak akan dapat menyeberang ke barat (sungai) Efrat dan timur Afrin," tambahnya.

Artileri Turki menyerang sasaran milisi Kurdi di akhir pekan, dimana Ankara bersikeras bahwa mereka membalas serangan berdasarkan aturan keterlibatan.

Rezim di Damaskus mengutuk Ankara atas penembakan Artileri tersebut dan mendesak PBB untuk bertindak.

Tapi Davutoglu mengatakan: "Intervensi akan dilakukan (oleh Turki) terhadap YPG ketika diperlukan."

Turki khawatirkan dengan pergerakan pasukan Kurdi di Azaz dan menantang panggilan dari mitra Baratnya untuk menghentikan pemboman artileri terhadap posisi YPG.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF), aliansi milisi Kurdi-Arab yang didukung AS di mana YPG memainkan peran kunci, juga telah menyita pangkalan udara Minnigh di Suriah utara.

Davutoglu memperingatkan mereka untuk menarik diri dari bandara, mengeluarkan ancaman akan kemungkinan serangan militer Turki jika mereka tidak mundur dari bandara.

"Mereka harus menarik diri dari bandara," katanya, mengacu pada pangkalan udara Minnigh.

"Jika tidak, bandara tidak akan dapat digunakan lagi," tambahnya, tanpa merinci lebih lanjut.

Turki mengatakan pasukan Kurdi Suriah menjadi cabang komunis Partai Pekerja Kurdistan Suriah (PKK) yang dilarang, yang telah mengobarkan perang berdarah terhadap Turki karena pemberontakan senjata sejak tahun 1984.

Rusia adalah sekutu utama rezim Suriah Bashar al-Assad, yang ingin digulingkan Turki.

Hubungan bilateral kedua negara juga menukik tajam setelah Turki menembak jatuh sebuah pesawat perang Rusia di perbatasan Suriah pada 24 November.

Davutoglu mengatakan "YPG jelas merupakan instrumen Rusia di Suriah sekarang," kata kantor berita negara Anatolia.

"Semua orang harus melihat ini. Hari ini, PKK di Turki dan YPG di Suriah jelas-jelas adalah instrumen Rusia," katanya.

"Rusia menggunakan instrumen tersebut untuk menyudutkan Turki. Oleh karena itu, sikap kami memiliki alasan yang sah."

Oposisi Turki bagi milisi komunis YPG dan lengan politik mereka Partai Uni Demokrat (PYD) juga mengancam hubungan Turki dengan Amerika Serikat yang mendukung pasukan Suriah Kurdi.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Komunitas Masjidku Makmur Gelar Tabligh Akbar Mewaspadai Konspirasi Syiah dan Komunis di Karanganyar

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam Karanganyar dan sekitarnya memenuhi Masjid Masjid Agung Kota Karanganyar untuk mengikuti Tabligh Akbar yang di Adakan Komunitas Masjidku Makmur (KMM), Ahad (14/2/2015) malam. 

Tabligh Akbar dengan tema Ancaman Konspirasi Syiah dan Komunis Terhadap Keutuhan NKRI itu menghadirkan tiga pembicara sekaligus, diantaranya Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) DR. Mu'inidillah Basri, MA (Keynote speaker), Ketua ANNAS DKI Jakarta Habib Buya Abu Bakar Zen Al Habssyi, Lc, dan Sekjen DSKS Ustadz Tengku Azhar, Lc.

Turut memberi sambutan, Ketua MUI Karanganyar K.H. Zaenuddin dan Wakil Bupati Karanganyar H. Rohadi Widodo.           

Dalam sambutannya mas Rohadi panggilan akrab bapak wakil bupati Karanganyar tersebut mengungkapkan, "Semua sumber daya alam yang ada di Indonesia ini tidak ada satupun yang berbendera Indonesia dan umat Islamlah yang berhak mewarisinya," cetusnya.

Ia berharap, "Mudah-mudahan kita semua kuat untuk memelihara keutuhan NKRI dari paham-paham yang merusak keutuhannya," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut DR. Mu'inidillah Basri mengatakan, Syiah adalah ajaran agama yang apaling jorok. "Tidak ada ajaran yang paling jorok kecuali ajaran Syiah!" tegasnya.

"Bagaimana tidak Syiah mengajarkan zina dianggap ibadah, taqiyah (berbohong-red) diharuskan, kotoran para iman dianggap suci," tambahnya

Senada dengan itu, Habib Buya Abu Bakar Zen Alhabsyi menambahkan, "Bagaimana kita tidak sulit membuka keburukan mereka kalo berbohong adalah ibadah mereka,” katanya yang mengaku pernah tertipu oleh Syiah selama dua tahun.

"Untuk itu wahai kaum muslim kita semua harus waspada akan kebusukan mereka," tandasnya.

Sementara itu, pembicara ketiga, Ustadz Tengku Azhar mengungkapkan manuver beberapa tokoh Syiah dalam tubuh pemerintah Indonesia. "Sudah banyak para gembong-gembong Syiah yang masuk ke parlemen dan pemerintahan," ungkapnya.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally | Jurnalislam

 

 

59 Pemberontak Syiah Houthi Tewas dalam Serangan Udara Saudi di Taez

YAMAN (Jurnalislam.com) – Serangan udara yang dipimpin Saudi dan bentrokan baru-baru ini telah menewaskan sedikitnya 59 milisi Syiah Houthi, termasuk pemimpin terkemuka mereka, dengan puluhan lainnya menderita luka-luka, Al Arabiya News melaporkan Senin (15/02/2016).

Pertempuran terjadi di distrik barat-daya Taez, di mana koalisi menargetkan wilayah milisi Houthi, menurut sumber-sumber Angkatan Perlawanan Populer (Popular Resistance Forces-PRF).

Yahya Zafran, seorang pemimpin Pemberontak Houthi, berada di antara 29 milisi yang dilaporkan tewas.

Sumber mengatakan enam milisi Houthi tewas dalam bentrokan di provinsi Marib, dan depot senjata Houthi dihancurkan oleh serangan udara koalisi.

Sumber juga melaporkan bahwa 10 milisi Houthi tewas, termasuk pemimpin Yahya al-Mutawakkil Taha, dalam pertempuran dengan tentara nasional dan PRF di timur Sanaa.

Di pusat provinsi Ibb, sumber mengatakan PRF melakukan serangan kejutan pada milisi Houthi, menewaskan lima orang.

Di provinsi Al-Bayda, PRF menyerang posisi Houthi, menewaskan lima milisi dan melukai beberapa orang lainnya.

Di bagian barat distrik  Al-Hudayda, pemimpin Houthi Abdulwahab al-Houthi dilaporkan dibunuh oleh PRF.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

 

Rusia Serang 5 Rumah Sakit dan 2 Sekolah di Barat Laut Suriah, 50 Warga Sipil Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Puluhan warga sipil termasuk anak-anak tewas Senin (15/02/2016) ketika rudal menghantam setidaknya lima fasilitas medis dan dua sekolah di barat laut Suriah, kata seorang juru bicara PBB, lansir Anadolu Agency, Senin.

Farhan Haq mengatakan kepada wartawan di New York bahwa Sekjen PBB menyatakan keprihatinan yang mendalam tentang serangan di provinsi Aleppo dan Idlib, yang mengakibatkan hampir 50 warga sipil termasuk anak-anak tewas dan banyak lainnya yang terluka.

"Serangan tersebut terang-terangan melanggar hukum internasional," kata Haq, menambahkan bahwa serangan tersebut juga menghentikan sistem perawatan kesehatan yang sudah hancur dan mencegah akses pendidikan di Suriah".

Serangan tersebut merusak komitmen yang dibuat pekan lalu oleh diplomat dari pertemuan the International Syria Support Group di Munich, yang setuju untuk mengupayakan penghentian pertempuran sementara dan mengamankan pengiriman bantuan kemanusiaan ke kota-kota dan desa-desa yang terkepung, Haq mengatakan.

"Kita harus memanfaatkan kesepakatan yang dicapai dan menerjemahkannya ke dalam tindakan jika kredibilitas dan kepercayaan kepada the International Syria Support Group dan komunitas internasional dibenarkan," tambah Haq.

Dalam salah satu serangan udara hari Senin yang melanda sebuah rumah sakit yang didanai oleh badan amal medis berbasis Jenewa, Doctors Without Borders, atau MSF, 11 orang tewas dan 25 lainnya luka-luka, sumber pertahanan sipil setempat mengatakan kepada Anadolu Agency.

Sumber-sumber lokal mengatakan pesawat tempur Rusia juga menyerang sebuah rumah sakit kedua di Idlib, menewaskan tiga orang dan melukai 10 lainnya, serta menyerang sebuah rumah sakit anak-anak di kota Azaz yang dikuasai pejuang Suriah dekat perbatasan Turki.

Pesawat rezim Rusia dan Suriah serta sekutu lainnya beroperasi di atas daerah tersebut. Menurut Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Rusia dan pasukan rezim Suriah harus bertanggung jawab atas 1.195 dari 1.395 kematian warga sipil di Suriah bulan lalu.

Perang global, yang akan memasuki tahun keenam bulan depan, telah menewaskan lebih dari 470.000 korban dan membuat negara tersebut menjadi sumber tunggal pengungsi dan orang terlantar terbesar di dunia.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Dr. H. Sofyan Saha Terpilih Menjadi Ketua ANNAS Sumut

MEDAN (Jurnalislam.com) – Ribuan ummat Islam menghadiri Deklarasi dan Pengukuhan Pengurus Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Wilayah Provinsi Sumatra Utara, Ahad (14/2/2016) di Masjid Al Jihad Jl. Abdullah Lubis, Medan.

Gelaran acara berjalan aman dan lancar didukung oleh para ulama, ormas Islam, pelajar, mahasiswa dan aktifis Islam Se-Sumatra Utara. Terlihat Laskar Jundulloh ANNAS Sumut ikut aktif dalam pengamanan jalannya acara baik di dalam maupun di luar masjid.

Menjelang akhir acara dilakukan penandatanganan berita acara pengukuhan pengurus ANNAS Wilayah Provinsi Sumatra Utara oleh Ketua Umum ANNAS Pusat, K.H. Athian Ali M. Da’i, Lc. MA dan pengurus ANNAS SUMUT terpilih di antaranya Ketua Majelis Syuro, Ketua Dewan Pakar dan Ketua Umum ANNAS SUMUT.

Menutup gelaran acara pengukuhan, Ketua Umum ANNAS Provinsi Sumutra Utara, Dr. H. Sofyan Saha, S.H., Lc., M.A mengajak kepada semua jajaran kepengurusan untuk bertekad dan bercita-cita mempertahankan akidah Islamiyyah di Negara yang merdeka atas berkat Rahmat-Nya di Tanah Air ini khususnya di Sumatra Utara dan sekitarnya.

"Di tengah-tengah kesibukan keseharian jajaran kepengurusan bertekad untuk berupaya berdakwah mengingatkan ummat akan bahaya Syiah yang telah bekerja sama dengan Zionis Israel dan komunis Rusia yang akan menghancurkan dunia Islam," tegas Sofyan.

ANNAS Sumut bertekad untuk berbuat yang terbaik mengamankan negeri ini agar musuh-musuh Allah agar tidak menanamkan kekuatan mereka di bumi Sumatera Utara dan sekitarnya.

Ally | Jurnalislam

Pengerebekan Terduga Teroris di Bima, 1 Tewas dan Seorang Anggota Polisi Tertembak

BIMA (Jurnalislam.com) – Detasemen Khusus 88 menangkap dua orang terduga teroris di Jalan Pemuda RT 02 RW 04 Kelurahan Penato’i Kecamatan Mpunda, Kota Bima, NTB, Senin (15/2/2016) pagi ini sekitar pukul 09.30 waktu setempat. 

Informasi yang dihimpun Jurnalislam di lokasi, dalam aksi tersebut dilaporkan satu orang berinisial I ditangkap dan satu orang berinisial F meninggal ditembak.

Kepala Kepolisian Resor Bima Kota AKBP Ahmad Nurman Ismail S.Ik membenarkan adanya penggerebekan dan penangkapan namun tidak menyampaikan data jumlah dan identitas terduga teroris yang tewas maupun ditangkap.

"Benar ada penggerebekan dan penagkapan terduga teroris, namun itu kewenangan Densus Mabes Polri. Kami di Polres Bima Kota hanya mengetahui, jadi kewenangan ada di Mabes Polri,” katanya.

Menurut informasi dari warga sekitar sempat terjadi baku tembak pada kejadian tersebut sehinga menyebabkan seorang anggota polisi juga ikut tertembak dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Informasi tersebut dibenarkan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. "Satu anggota kita tertembak kena tangannya, masih di rumah sakit. Satu tersangka meninggal dunia," kata Badrodin di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/2/2015).

Sampai saat ini keluarga korban belum bisa dimintai keterangan karena masih merasa trauma atas kejadian tersebut.

Repoter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Formassalam dan MDC Sosialisasi Anti V-Day dan LGBT di CFD Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ratusan massa dari berbagai komunitas dan lembaga dakwah kampus menggelar serangkaian aksi simpatik di gelaran Car Free Day Kota Tasikmalaya Jalan KHz Musthofa, Ahad (14/2/2016). Aksi yang digagas Forum Mahasiswa Islam (Formasalam) itu diikuti oleh Muslim Designer Community (MDC) Chapter Tasik-Ciamis, LDK KISI Universitas Siliwagi dan Darul Ilmi Center Tahfdzul Qur’an.

Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap Valentines Day dan LGBT sekaligus mensosialisasikan Hari Hijab Internasional dalam Gerakan Menutup Aurat (GEMAR).

Dalam orasinya aktivis Formasalam, Feizal Kertapermana, menegaskan selain merupakan propaganda orang kafir untuk melemahkan generasi muda Islam, V-Day juga merupaan proyek bisnis alat kontrasepsi.

“Valentine’s Day adalah salah satunya bagian dari proyek di bidang ekonomi oleh perusahaan yang berkaitan, seperti halnya penjualan alat kontrasepsi yang hingga saat ini menjelang Valentine’s Day penjualan semakin meningkat,” tegasnya.

“Yang lebih jelasnya, ini bagian dari propaganda barat untuk menghancurkan dan melemahkan generasi muda, dengan disuguhi hari berzina massal Valentine’s Day dan LGBT yang dibungkus sebagai hari kasih sayang, padahal itu adalah strategi mereka untuk menjauhkan genarasi muda dengan syari’at Islam,” sambungnya.

Adapun sosialisasi Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) dilakukan oleh aktivis Muslimah dari LDK KISI Universitas Siliwangi. Mereka juga mensosialisasikan tanggal 14 Februari sebagai Hari Hijab Internasional.

Dalam rangkaian aksi, digelar juga pameran poster dakwah tentang haramnya Valentine’s Day dan bahaya LGBT oleh aktivis MDC. Pameran ‘jalanan’itu menjadi daya tarik tersendiri baig para pengunjung CFD. Tak hanya itu, muraja’ah hafalan Qur’an oleh santri Da’arul I’lmi Center juga menghiasi aksi di akhir pekan itu.

Aksi diakhiri dengan Long March sepanjang Jalan KH Zaenal Muthofa yang dihiasi dengan orasi penolakan Valentine’s Day dan LGBT.

“Kami akan terus berlanjut dalam mendakwahkan kepada umat tentang bahaya propaganda Yahudi dan Nasrani yang menghancurkan dan melemahkan generasi muda Muslim,” tutup korlap aksi, Feizal Karta Permana.

Reporter: HBQ | Editor: Ally | Jurnalislam

Hadapi LGBT, MUI Kota Tasik Minta Ormas Islam Bersinergi Dengan Ulama dan Pemerintah

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Majelis Ulama Indonesi (MU) Kota Tasikmalaya, KH Aminuddin Bustomi menilai, fenomena LGBT, semaraknya Valentines Day di kalangan umat Islam merupakan rangkaian dari skenario orang kafir untuk merusak kader-kader umat Islam.

"Saya melihatnya itu adalah sebagai suatu rangkaian skenario orang kafir memerangi kader umat Islam," katanya kepada Jurnalislam saat ditemui di gelaran Car Free Day Kota Tasikmalaya Jalan KHz. Mustofa, Ahad (14/02/2016).

Menurutnya, Kota Tasikmalaya sudah mempunyai payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) Nomor: 07/2014 Tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat yang Religius di Kota Tasikmalaya sebagai langkah awal untuk membendung fenomena tersebut.

"Dengan adanya Perda Tata Nilai di Kota Tasikmalaya ini, seharusnya bisa menjadi payung hukum untuk membentengi umat Islam dari aliran-aliran sesat, termasuk LGBT jika dijalankan dengan serius dan sungguh-sungguh," ujarnya.

Lebih jauh terkait LGBT, pengasuh pondok pesantren Sulalatul Huda Paseh itu mengapresiasi ormas-ormas Islam yang lantang menyuarakan bahaya LGBT kepada umat.

"Saya berikan apresiasi kepada sekelompok dari umat islam yang berani menyuarakan dan menyampaikan tentang perbuatan kaum Nabi Luth ini. Tapi saya berharap tindakan tersebut tidak bersifat farsial, harus ada sinergi antara pemerintah daerah, para ulama dan juga masyarakat dalam upaya sosialisasi dan pencegahan merebaknya LGBT ini,” terangnya.

“Mudah-mudahan ini bisa jadi solusi untuk permasalahan seperti ini," pungkasnya.

Perkembangan kaum LGBT di kota santri itu sendiri cukup pesat. Munculnya akun-akun media sosial mengatasnamakan komunitas LGBT Tasikmalaya menjadi bukti bahwa mereka telah berani menunjukkan identitasnya.

Reporter: Aryo Jipang | Editor: Ally | Jurnalislam