Larang Otopsi Jenazah Siyono, Kepala Desa Pogung Diprotes

KLATEN (Jurnalislam.com) – Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) menilai kepuusan Kepala Desa Pogung Joko Widoyo melarang otopsi jenazag Siyono sebagai tindakan yang diskriminatif. Pernyataan itu disampaikan Humas LUIS Endro Sudarsono saat mendatangi kantor desa Pogung, Cawas, Klaten, Rabu (30/3/2016).

"Kami menilai bahwa pak Joko Widoyo ini telah berbuat diskriminatif terkait otopsi Jenazah Siyono," kata Endro.

Menurutnya, Kepala Desa tidak mempunyai wewenang untuk menolak proses otopsi jenazah Siyono.

"Kepala Desa tidak memiliki wewenang, dan tidak memiliki dasar hukum menolak otopsi jenazah" lanjut humas LUIS,” ujarnya.

Hendro menegaskan, keputusan Kepala Desa bertentangan dengan sikap Kapolri yang telah mengizinkan proses otopsi Siyono.

"Kami ini justru mendukung sikap Kapolri terkait Otopsi Jenazah Siyono, kenapa malah pak kades berani menggalang massa untuk melakukan penolakan, ini ada apa?" tutup Endro.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Erdogan Bertemu Pemimpin Yahudi AS di Washington

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Pemimpin Yahudi harus melawan Islamophobia, anti-Semitisme dan xenophobia, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Rabu (30/03/2016), lansir Anadolu Agency.

Pemimpin Turki, yang berada di ibukota AS untuk menghadiri pertemuan nuklir puncak pekan ini, membahas sejumlah isu termasuk krisis pengungsi Eropa, retorika anti-pengungsi, munculnya rasisme di Barat, upaya kontraterorisme, hubungan AS, Israel dan Turki serta masalah Palestina, menurut sumber-sumber presiden.

Di antara pemimpin Yahudi yang hadir adalah Robert Singer, Wakil Presiden World Jewish Congress dan kepala American Israel Public Affairs Committee – kelompok lobi pro-Israel terbesar di AS.

Yang juga hadir adalah Malcom Hoenlein, Wakil Presiden The Conference of Presidents of Major American Jewish Organizations

Pemimpin Yahudi mengatakan kepada Erdogan selama pertemuan bahwa laporan terbaru yang mengklaim kekerasan pasukan Israel terhadap warga Palestina di dalam dan sekitar Masjid Al-Aqsha sebagian besar adalah bagian dari kampanye "yang salah informasi". Namun Erdogan membantah pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa ia telah mendengar sumber-sumber langsung di Al-Aqsha yang bertentangan dengan klaim Robert Singer.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Pasukan Irak Berusaha Rebut Kota Mosul dari IS Tanpa Bantuan Pasukan Asing

BAGDAD (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan Irak Khaled al-Obeidi telah membantah laporan bahwa tentara asing pimpinan AS ikut ambil bagian dalam serangan militer yang sedang berlangsung yang bertujuan untuk merebut kembali kota Irak yang dikuasai Islamic State (IS) di utara Mosul, Anadolu Agency melaporkan Rabu (30/03/2016).

"Pasukan asing berada di sini untuk memberi masukan, bukan bertempur," kata Obeidi dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, Rabu.

Dia menambahkan: "Kami tidak membutuhkan bantuan asing."

Pekan lalu, pasukan Irak melancarkan serangan untuk merebut kembali provinsi Irak utara Niniwe – dimana Mosul adalah ibukota provinsi tersebut – dari kelompok IS.

Sejumlah desa di Mosul selatan dilaporkan telah direbut kembali sejak itu oleh pasukan Irak.

Menteri juga membantah bahwa serangan Mosul telah kehilangan momentum sejak dimulai pekan lalu.

"Operasi ini mengalami kemajuan seperti yang dijadwalkan," katanya.

Media AS sebelumnya melaporkan bahwa pasukan darat AS telah dikirim untuk membantu pasukan Irak dalam serangan Mosul.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Pasukan Pemerintah dan Milisi Yaman Serang Al Qaeda di Aden

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pasukan loyalis Mansour Hadi berusaha mendorong Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) untuk keluar dari wilayah Aden yang merupakan basis pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, pada hari Rabu, kata sumber-sumber militer, World Bulletin melaporkan, Rabu (30/03/2016).

Tentara dan milisi Yaman mengklaim merebut kembali penjara pusat dan menyebar ke jalan-jalan utama di distrik perumahan Mansura setelah baku tembak selama tiga jam dengan mujahidin AQAP, kata sumber-sumber.

Tidak ada laporan langsung mengenai korban.

Dalam beberapa hari terakhir, Militer AS telah melakukan serangkaian serangan udara terhadap Al-Qaeda di beberapa wilayah termasuk Mukalla, ibukota provinsi Hadramawt dan Abyan, ibukota provinsi Zinjibar.

Warga Zinjibar mengatakan bahwa para mujahidin Al-Qaeda mengevakuasi gedung-gedung publik di kota pada hari Selasa karena khawatir akan datangnya serangan lain, pada hari yang sama ratusan warga ambil bagian dalam protes di Mukalla terhadap serangan AS, kata para saksi mata.

"Serangan AS tidak akan mengalahkan kita," bunyi spanduk yang dibawa oleh para warga yang berunjuk rasa.

Belum ada jeda dalam serangan udara AS yang sudah berjalan lama terhadap cabang Al-Qaeda yang berbasis di Yaman, yang mereka anggap sebagai kekuatan paling berbahaya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Jika Diusir, PP Muhammadiyah Siap Bantu Keluarga Siyono

KLATEN (Jurnalislam.com) –  Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, sangat menghormati keputusan warga Desa Pogung menolak rencana otopsi jenazah Siyono. Namun, Dahnil menegaskan proses otopsi akan tetap dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.

“Terkait penolakan warga, Muhammadiyah sangat menghormatinya, namun proses autopsi tetap akan dilakukan. Autopsi terhadap jenazah almarhum akan dilakukan dalam waktu dekat, secepatnya,” tegas Dahnil usai mengunjungi rumah mendiang Siyono, Dusun Brengkungan, RT 11 RW 05, Desa Pogung, Cawas, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (30/3/2016).

Jika pasca otopsi keluarga diusir warga, lanjut Dahnil, PD Muhammadiyah Klaten akan mencarikan tempat tinggal baru dan menanggung beban ekonomi keluarga Siyono.

“Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten akan menanggung seluruh beban ekonomi yang ditanggung oleh keluarga almarhum,” katanya.

Sumber: Sang Pencerah | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Inilah Bukti Warga Desa Pogung Tolak Rencana Otopsi Jenazah Siyono

KLATEN (Jurnalislam.com) – Rencana otopsi jenazah Siyono dikabarkan mendapat penolakan warga Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten yang tidak lain adalah kampung halaman Siyono. Hal tersebut dibenarkan Kepala Desa Pogung Joko Widoyo.

Ditemui wartawan Rabu (30/3/2016) di Kantor Desa setempat, Joko Widoyo mengatakan, warga mendengar rencana tim hukum dan dokter dari Muhammadiyah beserta rekomendasi Komnas HAM yang akan melakukan otopsi terhadap jenazah Siyono.

“Memang kami tidak pernah menerima surat resmi apapun tentang otopsi tersebut. Tapi warga kami mendengarnya dari berbagi berita media online. Mendengar berita itu kami mengambil sikap. Kami mengakomodasi warga lingkungan TKP (tempat kejadian perkara), umumnya warga Pogung,” kata Joko.

Berikut isi surat pernyataan penolakan warga Pogung tertanggal selengkapnya:

Surat pernyataan perihal kesepakatan bersama warga Desa Pogung diwakili RT, RW, BPD, tokoh masyarakat, dan Pemerintah Desa Pogung.

Berdasarkan rapat yang dihadiri Unsur2 Masyarakat tersebut diatas, memutuskan bahwa, masyarakat desa Pogung mendukung isi Surat pernyataan yang dibuat dan ditandatangani oleh keluarga Alm. Siyono (Bp. Marso/ayah, Sutomo/Kakak Ipar, Sri Mulyadi/kakak ipar) yang pada dasarnya minta perlindungan Pemerintah Desa Pogung.

Apabila ada salah satu keluarga yang mengingkari surat pernyataan yang dibuat bersama Pemerintah Desa, maka warga masyarakat memberikan sanksi berupa:

1. Kalau terjadi otopsi, maka pelaksanaan harus dilaksanakan di luar Desa Pogung.
2. Jenasah setelah diotopsi tidak boleh dikubur di wilayah Desa Pogung.
3. Keluarga yang mendukung otopsi tidak boleh tinggal di wilayah Desa Pogung.

Demikian surat ini dibuat untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya demi ketentraman masyarakat Desa Pogung, 29 Maret 2016.

Sebagaimana dilansir timlo.net, sejumlah aparat kepolisian dan TNI berjaga di Kantor Desa Pogung. Pemandangan serupa juga terlihat tak jauh dari kediaman mendiang Siyono.

Sumber: SangPencerah | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

PP Pemuda Muhammadiyah Kunjungi Keluarga Siyono

KLATEN (Jurnalislam.com) – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengunjungi rumah mendiang Siyono, Dusun Brengkungan, RT 11 RW 05, Desa Pogung, Cawas, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (30/3/2016).

Ditemani Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jateng Zainuddin Ahpandi, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah DIY Iwan Setyawan serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, H.Abdul Rodhi.

Dahnil bersama rombongan menggelar pertemuan dengan keluarga korbam, Kepala Desa Pogung dan kepolisian setempat. PP Muhammadiyah menegaskan kesiapannya untuk mengadvokasi keluarga Siyono khususnya Suratmi, istri mendiang.

“Hal ini dilakukan semata untuk menegakkan keadilan tanpa melihat latar belakang yang bersangkutan karena almarhum bukan kader Muhammadiyah,” tegas pria yang karib disapa Bang Dahnil itu.

Dahnil menilai perlunya kerjasama antara Komnas HAM dengan Muhammadiyah, terkait larangan aparat terhadap Komnas HAM untuk melakukan investigasi.

“Bahkan jika pemerintah mengabaikan hal ini, Muhammadiyah siap membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional,” kata Dahnil.

Sumber: SangPencerah | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Komnas HAM: Negara Harus Hadir dan Menjamin Keamanan Keluarga Siyono

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KomnasHAM) Maneger Nasution meminta negara untuk hadir dalam kasus Siyono. Ia mendesak negara untuk menjamin rasa aman keluarga Siyono.

“Secara resmi kita menyatakan bahwa istri dan keluarga Siyono itu dalam pantauan Komnas HAM. Seperti yang disampaikan oleh PP Muhammadiyah Komisi Hukum dan HAM, maka Komnas HAM meminta mohon negara hadir dengan memberikan perlindungan kepada warga negaranya sendiri,” kata Maneger dalam konferensi pers di kantor Pusat PP Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (29/3/2016).

Tindakan sewenang-wenang Densus 88 terhadap Siyono dikhawatirkan akan memunculkan persepsi teror negara terhadap warga negaranya.

“Mohon agar tidak ada perlakuan atau tindakan yang bisa diindikasikan teror negara terhadap warga negaranya. Karena negara punya kewajiban konstitusi di samping melindungi, menegakkan termasuk juga memenuhi hak-hak dasar warga negara,” ujarnya.

Manager juga sepakat dengan Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah untuk melakukan otopsi terhadap jenazah Siyono.

“Dalam perspektif HAM apa kaitannya otopsi dengan HAM, yang paling sederhana itu adalah keluarga sampai hari ini tidak cukup tahu penyebab meninggalnya salah salah satu anggota keluarganya. Padahal sebetulnya adalah right to know, keluarga punya hak untuk tahu informasi yang cukup penyebab keluarganya meninggal. Itu hak keluarga,” tegas Manager saat mendampingi keluarga Siyono dalam pelimpahan kuasa kepada PP Muhammadiyah.

Ditegaskan Manager, Komnas HAM meminta negara untuk menjamin rasa aman terhadap keluarga Siyono. “Kita minta negara untuk hadir dengan menjamin rasa aman terhadap keluarga Siyono,” tambahnya lagi.

Reporter: Amru | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Hidayat Nur Wahid: Jangan Berantas Terorisme dengan Teror

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Upaya penanggulangan terorisme oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 kerap menyalahi prosedur. Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid menyatakan, penanganan seharusnya tidak dengan tindakan yang bisa menimbukan kasus terorisme baru.

“Termasuk RUU Terorisme betul-betul penting untuk didudukan dalam konteks yang betul-betul bisa menghadirkan pemberantasan terorisme yang tidak menggunakan pendekatan-pendekatan terorisme yang lain,” katanya di Wisma Nusantara V Gedung MPR/DPR Jakarta Pusat, Selasa (29/3/2016).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menilai penting adanya pengawasan dan koreksi terhadap lembaga satuan elit milik Mabes Polri itu.

“Penting untuk tetap ada yang mengawasi, melakukan koreksi. Karena ada beberaapa kasus yang nyatanya salah tangkap dan dikembalikan dengan keadaan babak belur, bengap-bengap. Jadi itu bertentangan dengan HAM maupun hukum yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Terkait kasus Sitono, Hidayat Nur Wahid menyayangkan tindakan Densus 88 yang membunuh pria yang diduga teroris asal Klaten Jawa Tengah itu.

“Mengapa harus mati? Kenapa tidak dilumpuhkan saja, kemudian membongkar jaringan terorisme. Jangan memberantas terorisme dengan melakukan teror,” ujarnya Senin (28/03/2016).

Hidayat juga menegaskan, “Perlu diingat bahwa memberantas terorisme tidak boleh melanggar hukum dengan terror juga. Densus pun harus menghormati undang-undang,” tandasnya.

Reporter: Irfan Yusuf | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

 

Israel, Akar Terorisme di Dunia

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Negara Israel selalu menjadi unit satuan yang asal muasal eksistensinya "ilegal” muncul setelah Perang Dunia I.  Saat itu dunia dan bangsa-bangsa mengarah untuk “menghapus kolonialisme” dan mewujudkan kebebasan dari sandera hegemoni. PBB pun menjadi lembaga dunia yang mengawal demi menjaga perdamaian dan keamanan di dunia.

Namun Israel justru didirikan berdasarkan resolusi PBB nomer 181 tahun 1987 saat negara-negara besar menguasai kendali PBB yang kemudian memberikan “stempel legalitas dunia” atas kelahiran Israel di kawasan yang asing baginya. Ya, meski berusaha selama bertahun-tahun menyesuaikan diri, Israel tetap tidak bisa menyesuaikan dengan sejarah dan geografi Timur Tengah.

Kelahiran Israel dengan cara seperti ini, merupakan ungkapan dari gagasan baru bagi kolonialisme di era teknologi. Sebab entitas zionis yahudi Israel menjadi proyek ekspansif dan penghalang kemajuan dan modernitas di sana, terutama bagi bangsa Palestina.

Sejarawan baru Israel (anti kemapanan) menilai kelahiran Israel sebagai kelahiran yang salah yang belum berakhir hingga hari ini. Bahkan entitas penjajah yahudi Israel makin hari makin tumbuh lebih dari teroris dan menebar kekerasan.

Jika dianalisa, semua bentuk terorisme yang tumbuh di kawasan penyebab utama adalah Israel dan melebar ke seluruh dunia.

Mereka semakin intens dalam melakukan kejahatan terhadap bangsa Palestina khususnya dan bangsa Arab umumnya. Sehingga Israel menjadi teroris terorganisir yang dibina dan dilindungi oleh negara-negara kolonialisme.

Palestina sebagai tempat berdirinya Israel itu tidak mengakui eksistensi negara penjajah tersebut. Sebaliknya, Israel juga tidak mengakui negara Palestina, anehnya kemudian memberikan status kepada semua organisasi Palestina sebagai organisasi teroris.

Jadi, Israel sesungguhnya adalah entitas dengan status sebagai kanker ganas yang pengaruhnya melebar dan menjalar kemana-kemana dalam bentuk terorisme di seluruh dunia.

Usaha untuk melakukan normalisasi agar Israel diterima di kawasan itu pun dilakukan, namun tak akan bisa mengubah watak asli Israel.

Israel tetap Israel dan teroris zionis adalah sebenar-benarnya teroris dunia.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam