Inilah Bukti Warga Desa Pogung Tolak Rencana Otopsi Jenazah Siyono

KLATEN (Jurnalislam.com) – Rencana otopsi jenazah Siyono dikabarkan mendapat penolakan warga Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten yang tidak lain adalah kampung halaman Siyono. Hal tersebut dibenarkan Kepala Desa Pogung Joko Widoyo.

Ditemui wartawan Rabu (30/3/2016) di Kantor Desa setempat, Joko Widoyo mengatakan, warga mendengar rencana tim hukum dan dokter dari Muhammadiyah beserta rekomendasi Komnas HAM yang akan melakukan otopsi terhadap jenazah Siyono.

“Memang kami tidak pernah menerima surat resmi apapun tentang otopsi tersebut. Tapi warga kami mendengarnya dari berbagi berita media online. Mendengar berita itu kami mengambil sikap. Kami mengakomodasi warga lingkungan TKP (tempat kejadian perkara), umumnya warga Pogung,” kata Joko.

Berikut isi surat pernyataan penolakan warga Pogung tertanggal selengkapnya:

Surat pernyataan perihal kesepakatan bersama warga Desa Pogung diwakili RT, RW, BPD, tokoh masyarakat, dan Pemerintah Desa Pogung.

Berdasarkan rapat yang dihadiri Unsur2 Masyarakat tersebut diatas, memutuskan bahwa, masyarakat desa Pogung mendukung isi Surat pernyataan yang dibuat dan ditandatangani oleh keluarga Alm. Siyono (Bp. Marso/ayah, Sutomo/Kakak Ipar, Sri Mulyadi/kakak ipar) yang pada dasarnya minta perlindungan Pemerintah Desa Pogung.

Apabila ada salah satu keluarga yang mengingkari surat pernyataan yang dibuat bersama Pemerintah Desa, maka warga masyarakat memberikan sanksi berupa:

1. Kalau terjadi otopsi, maka pelaksanaan harus dilaksanakan di luar Desa Pogung.
2. Jenasah setelah diotopsi tidak boleh dikubur di wilayah Desa Pogung.
3. Keluarga yang mendukung otopsi tidak boleh tinggal di wilayah Desa Pogung.

Demikian surat ini dibuat untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya demi ketentraman masyarakat Desa Pogung, 29 Maret 2016.

Sebagaimana dilansir timlo.net, sejumlah aparat kepolisian dan TNI berjaga di Kantor Desa Pogung. Pemandangan serupa juga terlihat tak jauh dari kediaman mendiang Siyono.

Sumber: SangPencerah | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.