Hidayat Nur Wahid: Jangan Berantas Terorisme dengan Teror

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Upaya penanggulangan terorisme oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 kerap menyalahi prosedur. Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid menyatakan, penanganan seharusnya tidak dengan tindakan yang bisa menimbukan kasus terorisme baru.

“Termasuk RUU Terorisme betul-betul penting untuk didudukan dalam konteks yang betul-betul bisa menghadirkan pemberantasan terorisme yang tidak menggunakan pendekatan-pendekatan terorisme yang lain,” katanya di Wisma Nusantara V Gedung MPR/DPR Jakarta Pusat, Selasa (29/3/2016).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menilai penting adanya pengawasan dan koreksi terhadap lembaga satuan elit milik Mabes Polri itu.

“Penting untuk tetap ada yang mengawasi, melakukan koreksi. Karena ada beberaapa kasus yang nyatanya salah tangkap dan dikembalikan dengan keadaan babak belur, bengap-bengap. Jadi itu bertentangan dengan HAM maupun hukum yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Terkait kasus Sitono, Hidayat Nur Wahid menyayangkan tindakan Densus 88 yang membunuh pria yang diduga teroris asal Klaten Jawa Tengah itu.

“Mengapa harus mati? Kenapa tidak dilumpuhkan saja, kemudian membongkar jaringan terorisme. Jangan memberantas terorisme dengan melakukan teror,” ujarnya Senin (28/03/2016).

Hidayat juga menegaskan, “Perlu diingat bahwa memberantas terorisme tidak boleh melanggar hukum dengan terror juga. Densus pun harus menghormati undang-undang,” tandasnya.

Reporter: Irfan Yusuf | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.