Catat! Ini 7 Tips Mengatasi Sifat Dengki dan Iri hati

SOLO (Jurnalislam.com) – Salah satu Guru SD Muhammadiyah Ketelan, Surakarta Ustaz Heru Sudiarso memberikan tips tujuh cara mengatasi sifat dengki dan iri hati, Hal itu dia kemukakan dalam Kuliah Tujuh Menit (Kultum), di Ruang Guru lantai II Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta, Jawa Tengah. (1/3/2019).

Menurut guru kelas VI yang sehari-hari mengajar dan mendidik spesialis Bahasa Indonesia ini, sungguh betapa buruk dan jeleknya sifat iri dan dengki. Karena kedua sifat ini memakan habis tak tersisa kebaikan dan amal perbuatan.

“Sifat dengki dan iri hati yang melekat pada diri kita, akan membawa kita ke dalam api neraka, al Hasadu ya’kulul hasanaati – kedengkian akan memakan kebaikan,” ungkapnya.

Penyakit iri dengki, sangat merusak diri sendiri, orang lain, dan masyarakat. Karena penyakit hati ini mampu menjangkiti siapa pun. Bila dibiarkan dalam tempo yang lama, penyakit ini dapat menimbulkan sikap yang destruktif bagi pengembangan kepribadian. Bahaya iri hati dijelaskan Heru melalui firman Allah Swt., Qs. An Nisa ayat 32.

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu,” jelasnya.

Dalam kultum itu, Heru menekankan bagaimana cara mengatasi atau menghilangkan sifat dengki dan iri hati.

“Menerima ikhlas, mengucapkan selamat kepada yang mendapat kebaikan, mendengarkan kata hati, bersyukur dengan cara syukuri setiap nikmat Allah, berserah diri, sesungguhnya segala sesuatu yang ada di dunia adalah ujian dari-Nya, dan berdo’a, Imbuhnya. .

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko menyampaikan kegiatan itu rutin dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar dan kultum ini mengawali hari kedua masuk di semester 2, membangun komitmen dan berkinerja tinggi.

“Yang bertugas menyampaikan kultum bergantian. Dalam satu tahun pelajaran, semua guru karyawan pasti kebagian jatah kultum di ruang guru yang telah di jadwal wakil kepala sekolah bidang AIK Ahmad Syaifuddin, S.Pd.I., dan diketahui kepala sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd.,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, tenaga pendidik dan kependidikan menyampaikan tema yang berbeda-beda.

“Dengan begitu, audiens mendapatkan ilmu baru saat mendengar kultum. Dan tentunya kultum mengambil dalil yang sahih sekaligus mendalami Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah (HPTM),” paparnya.

Presiden ke Depan Harus Punya Visi Besar Penanggulangan Bencana

JAKARTA (Jurnalislam.com) —Bencana besar gempabumi dan tsunami Aceh 2004 dapat dikatakan menjadi wake up call bagi bangsa ini terhadap penanggulangan bencana. Gempabumi dan tsunami Aceh yang merenggut lebih dari 240 ribu jiwa, meluluhlantakan seisi kota dan mengakibatkan kerugian lebih dari Rp. 42 triliun ini, menyadarkan bangsa ini bahwa kita hidup berdampingan dengan bencana.
Letak Indonesia yang ada di cincin api Pasifik, memang rentan terhadap guncangan gempa besar dan letusan gunung berapi yang berpotensi tsunami. Setelah Aceh, ketangguhan Indonesia terhadap bencana kembali diuji mulai dari gempabumi Yogyakarta (2006), gempabumi Padang (2009), tsunami Mentawai, erupsi Merapi Yogyakarta, banjir bandang Wasior (2010), dan bencana yang terjadi sepanjang 2018 yaitu gempabumi Lombok, gempabumi dan tsunami Palu-Donggala, serta terakhir tsunami Banten-Lampung.
Senator atau Anggota DPD RI Fahiri Idris mengungkapkan, dalam empat tahun terakhir ini penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia mulai dari kesiapsiagaan, peringatan dini, dan mitigasi bencana bahkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak mengalami kemajuan signifikan dari masa sebelumnya. Bahkan banyak pihak yang berpendapat mengalami kemunduran. Oleh karena itu, Presiden ke depan harus punya visi besar penanggulangan bencana.
“Padahal semasa Presiden SBY, Indonesia sudah menjadi focal point penanggulangan bencana tidak hanya di regional Asia tetapi juga dunia. Banyak negara berkembang yang belajar dari Indonesia cara penanganan bencana. Oleh karena itu, bangsa ini tidak punya pilihan lain, selain mempunyai Presiden yang punya visi besar penanggulangan bencana,” jelas Fahira Idris, di Jakarta baru-baru ini.
Menurut Fahira, idealnya penanggulangan bencana di Indonesia dalam empat tahun terakhir ini bisa lebih terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh karena semua perangkat, baik itu dari sisi regulasi (UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana) maupun badan penyelenggaraan penanggulangan bencana, semuanya sudah tersedia.
Ditambah pengalaman penanggulangan berbagai bencana pascagempabumi dan tsunami Aceh, harusnya, menurut Fahira, penanggulangan bencana yang terjadi sepanjang 2018 ini berjalan lebih baik dan maju, bukan malah sebaliknya.
“Saya mau ingatkan kepada kedua capres bahwa penanggulangan bencana sesuai amanat undang-undang adalah bagian integral dan menjadi prioritas pembangunan nasional. Jangan hanya sebatas narasi dalam visi misi dan dalam RPJMN, tetapi political will mulai dari anggaran hingga program aksinya tidak menjadi prioritas,” tukas Fahira yang kembali mencalonkan diri sebagai Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta ini

Akan Ada Kampung Halal dan Zakat di Pangkalpinang

BANGKA (Jurnalislam.com) Pengelola Pusat Kuliner, UMKM dan Taman Bermain Kampoen Rasau Kota Pangkalpinang akan mengajukan ke MUI (Majelis Ulama Indonesia) Provinsi Kep. Babel untuk mendapatkan sertifikat halal sehingga bisa menjadi Kampung Halal di Kota Pangkalpinang.

“Kami akan mengajukan di 2019 ini untuk Kampoeng Rasau menjadi pilot project kampung halal pertama di ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” kata Achmad Wahyudi, pengelola Kampoeng Rasau .

Dilanjutkannya, rencana Kampoeng Rasau  dijadikan sebagai kampung halal dalam rangka memberikan kepercayaan kepada masyarakat Kota Pangkalpinang khususnya, dan warga Babel umumnya bahwa sudah saatnya memiliki sebuah pusat kuliner, UMKM dan Taman Bermain keluarga yang memiliki sertifikasi halal dari MUI Babel.

“Kami sangat mengharapkan dukungan pemerintah daerah untuk bersama-sama Kampoeng Rasau sebagai contoh pusat kuliner yang memiliki sertifikasi halal dari MUI Babel,” harapnya..

Dilanjutkannya, jika diizinkan akan segera berkoordinasi dengan MUI dan Walikota Pangkalpinang untuk menjadikan Kampoeng Rasau  bersertifikat halal.

“Tidak hanya itu saja, tahun 2019 ini juga akan melobi Badan Amil Zakat Babel untuk menjadikan Kampoeng Rasau  sebagai Kampoeng Zakat juga,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini dilakukan agar kedepan setiap masyarakat yang datang ke Kampoeng Rasau  merasa aman dan nyaman menikmati menu-menu yang ditawarkan oleh para pelaku usaha kuliner di Kampoeng Rasau

“Kampoeng Halal dan Kampoeng Zakat akan menjadi target pengembangan pariwisata di Kota Pangkalpinang, kami yakin Kampoeng Rasau sudah siap dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.


sumber: bangkapos.com

Kasus Habib Bahar Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

JAKARTA (Jurnalislam.com) –– Kepolisian segera melimpahkan kasus dugaan penganiayaan oleh Habib Bahar bin Smith ke kejaksaan.

Pemberkasan kasus yang ditangani oleh Polda Jawa Barat ini sudah dalam tahap penyelesaian.

“Paling lambat minggu depan berkas sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU),” kata Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri Brigadir Jendral Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (2/1).

Dedi mengatakan, pelimpahan berkas Bahar dilakukan sesuai dengan sebagaimana mestinya. Dedi menyatakan, Polisi juga telah memeriksa Bahar secara komprehensif.

“Semuanya pemeriksaan secara detail dan sedang disusun berkasnya,” ujarnya.

Bahar menjadi tersangka kasus penganiayaan terhadap dua remaja berinisial MHU (17) dan ABJ (18) di Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang,

Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (1/12). Terkait penganiayaan, Bahar dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan atau 351 KUHP dan atau Pasal 80 Undang-Undang Tahun 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Selain kasus penganiayaan, Bahar juga terjerat perkara dugaan ujaran kebencian dan diskriminasi ras yang ditangani Bareskrim Polri.

Bahar jadi tersangka lantaran menyebut Jokowi banci saat acara penutupan Maulid Arba’in pada 8 Januari 2017 di Gedung Ba’alawi, Jalan Ali Ghatmir Lorong Sei Bayas, Kelurahan Ilir, Ilir Timur Palembang.

Habib Bahar bin Smith menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri pada Kamis (6/12) dan ditetapkan tersangka.

Bahar diduga melanggar UU No. 40 Th. 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Ernis dan Pasal 207 KUHP dengan ancaman pidana lebih dari 5 tahun penjara.

 

sumber: republika

KPU: Soal Tujuh Kontainer Surat Suara dari Cina itu Tidak Benar

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman memastikan munculnya berita terkait adanya tujuh kontainer surat suara di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang tercoblos untuk pasangan no 01 Jokowi – KH Ma’ruf Amin tidaklah benar.

“Kami memastikan berdasarkan keterangan pihak beacukai, tidak ada berita tentang tujuh kontainer tersebut. Itu tidak benar,” kata Arief usai melakukan pengecekan langsung ke kantor Direktorat Jendral Bea dan Cukai KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, (2/1/2019) tengah malam sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.

Arief mengaku, bahwa dirinya telah mendengar kabar tersebut sejak sore hari. Kabar yang tersebar ke media sosial berbentuk rekaman suara yang menyebut ada 10 juta surat suara dalam 7 kontainer dari Cina yang sudah tercoblos untuk pasangan no urut 01.

“[Kabar] itu dari sebelum Magrib sudah banyak beredar,” terangnya.

Senada dengan Arief, Komisioner KPU RI, Hasyim Asy’ari menjelaskan kepada publik bawah surat suara untuk pemilu 2019 belum tercetak dikarenakan masih dalam tahap proses lelang.

“Proses pencetakan surat suara itu masih dalam proses lelang. Belum sampai naik cetak,” ungkap Hasyim menanggapi pertanyaan awak media di kantornya.

Sementara itu, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Muhammad Afifuddin yang juga ikut dalam pengecekan ke Pelabuhan Tanjung Priok mengatakan, bahwa Bawaslu akan memastikan kebenaran setiap informasi yang nenyangkut penyelenggaraan pemilu 2019 termasuk kabar yang beredar hari ini.

“KPU dan Bawaslu ingin memastikan, mengkonfirmasi segala jenis informasi. Salah satunya informasi yang tidak benar yang mengganggu penyelenggaraan pemilu,” paparnya

“Setelah kita cek dari yang punya otoritas tidak benar,” tandasnya.

 

sumber: cnnindonesia.com

Evakusi Korban Longsor Sukabumi Dilanjutkan, 15 Jenazah Ditemukan

SUKABUMI (Jurnalislam.com) –Upaya pencarian korban longsor yang menimbun 30 rumah di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa, 1 Januari 2019, terpaksa dihentikan lebih awal.

Hujan deras memaksa evakuasi korban dihentikan pada pukul 14.00 WIB karena membahayakan petugas jika dilakukan evakuasi. Selanjutnya evakuasi akan dilanjutkan Rabu, 2 Januari 2019, oleh tim SAR gabungan.

Setelah dilakukan pendataan lagi dengan melibatkan aparat desa dan tokoh masyarakat, dari 30 unit rumah yang tertimbun terdapat 32 KK atau 101 jiwa. Sebelumnya dilaporkan 107 jiwa yang tertimbun, namun dikoreksi menjadi 101 jiwa.

Dari 101 jiwa yang tertimbun tercatat 63 orang selamat, 3 orang luka-luka dan dirujuk ke RS Pelabuhan Ratu, 15 orang meninggal dunia dan 20 orang masih dalam pencarian.

Dua alat berat telah disiapkan, namun baru satu alat berat yang dapat masuk ke lokasi longsor

Empat kali longsor susulan sudah terjadi meskipun dengan jumlah longsoran yang lebih kecil. Material tanah yang gembur dan rapuh cukup membahayakan bagi tim SAR gabungan di lapangan, apalagi jika turun hujan.

Daerah Cisolok merupakan zona bahaya longsor sedang dan tinggi.

Berdasarkan peta prakiraan terjadinya longsor di Kabupaten Sukabumi pada Januari 2019 dari PVMBG, terdapat 33 kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang masuk kategori longsor menengah hingga tinggi.

Peta potensi longsor menengah artinya daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi longsor.

Pada zona ini dapat terjadi longsor jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Sedangkan peta potensi longsor tinggi adalah daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi longsor.

Pada zona ini dapat terjadi longsor jika curah hujan di atas normal, sedangkan longsor lama dapat aktif kembali.

Tim SAR gabungan akan melanjutkan upaya pencarian 20  korban yang diduga masih tertimbun longsor.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah cangkul, sekop, sarung tangan latex, alat komunikasi, personel dan relawan untuk menangani dapur umum dan evakuasi, dan perbaikan jaringan listrik agar segera menyala kembali.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Sumber : viva.co.id

 

Industri Keuangan Syariah Global Tumbuh 11 Persen

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Laporan Pembangunan Keuangan Islam (Islamic Finance Development) 2018 menunjukkan industri keuangan Islam global tumbuh dari tahun ke tahun.

Ekonomi Islam tumbuh 11 persen menjadi 2,4 triliun dolar AS dalam aset pada 2017 atau oleh Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (CAGR) sebesar 6 persen dari 2012.

Dilansir di Salaam Gateway, Ahad (30/12), disebutkan, laporan ini berdasarkan angka untuk 56 negara, sebagian besar di Timur Tengah dan Asia Selatan dan Tenggara.

Iran, Arab Saudi, dan Malaysia tetap menjadi pasar keuangan Islam terbesar dalam hal aset, sementara Siprus, Nigeria, dan Australia mengalami pertumbuhan paling cepat.

Malaysia, Bahrain, dan UEA kembali memimpin 131 negara yang dinilai dalam hal skor Indikator Pengembangan Keuangan Islam.

Skor ini meliputi Pengembangan Kuantitatif, Pengetahuan, Tata Kelola, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), dan Kesadaran.

Pasar keuangan Islam unggul yang baru muncul yang memiliki sebagian besar perbaikan dalam ekosistem keuangan dan pendukungnya termasuk Irak, Suriname, Nigeria, dan Ethiopia.

Pasar modal syariah memimpin pertumbuhan industri. Pasar modal syariah terdiri dari obligasi syariah, atau sukuk, dan dana syariah yang mengungguli lembaga keuangan syariah.

sumber : republika.co.id

 

 

Era Digital Momentum Berkembangnya Industri Keuangan Syariah Global

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Digitalisasi telah muncul sebagai tren utama di berbagai sektor industri keuangan Islam, sama seperti ia juga mengguncang sistem keuangan global.

Mempertimbangkan kinerja masing-masing sektor industri keuangan Islam dan pengembangan ekosistem di sekitarnya, laporan Pengembangan Keuangan Islam 2018 melihat potensi industri tumbuh menjadi aset 3,8 triliun dolar AS pada tahun 2023, pertumbuhan rata-rata yang diproyeksikan 10 persen per tahun.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari Salaam Gateway, Ahad (30/12), industri keuangan Islam terdiri dari 1.389 institusi dan unit keuangan Islam yang lengkap.
Perbankan syariah menyumbang 71 persen, atau 1,7 triliun dolar AS, dari total aset industri pada 2017 dengan Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (CAGR) lima persen.

Ada tren konsolidasi yang berkelanjutan dalam industri perbankan Islam, dengan beberapa merger besar dan akuisisi terjadi di pasar terbesar seperti Malaysia dan GCC.

Revolusi digital mulai mengubah sektor perbankan Islam, seperti yang terlihat oleh peluncuran program digital-only beberapa bank syariah. Untuk bank syariah yang lebih tradisional, penambahan anak perusahaan yang digital-only dapat membantu mereka meningkatkan jejak kaki mereka di wilayah luar seperti Eropa atau Afrika.

Afrika adalah area khusus pertumbuhan potensial dalam perbankan Islam, dengan bank-bank terus membuka unit syariah di sana dan semakin banyak pemerintah membiarkan ini terjadi.

Sektor lembaga keuangan Islam lainnya (OIFI) tumbuh sebesar tumbuh persen CAGR menjadi 135 miliar dolar AS pada tahun 2017, menyumbang enam persen dari total aset industri.

Secara global, pengetahuan tentang keuangan Islam didukung oleh 688 penyedia pendidikan, dan 2.564 makalah penelitian dibuat tentang masalah ini selama 2015-17, bahkan pada 2014-16. Sementara itu, kesadaran tentang keuangan Islam didukung oleh 417 acara yang diselenggarakan dan 13.257 item berita diterbitkan selama 2017.

Sumber : republika.co.id

Tak Ada Pesta Kembang Api di Palu

PALU (Jurnalislam com) – Ada yang berbeda pada malam pergantian tahun 2018 – 2019 di Kota Palu. Seluruh lapisan masyarakat menghabiskan malam untuk berzikir dan berdoa bersama di beberapa masjid dan sejumlah tempat.

Sejak adzan Maghrib berkumandang, hampir seluruh masyarakat Kota Palu berbondong-bondong menuju masjid dan musholla di sekitar mereka. Tanpa terkecuali, baik tua, muda dan anak-anak sekalipun.

Usai shalat Magrib, mereka mengikuti zikir bersama hingga shalat Isya dengan wajah penuh kebahagiaan karena dapat berkumpul bersama.

Tanpa terkecuali masyarakat Kelurahan Kabonena yang berjalan kaki menuju pondok pesantren Khabib Rotan tanpa ada rasa lelah .

Suasana semakin khidmat ketika Zikir dimulai. Ribuan masyarakat yang memadati lokasi berdoa sangat khusyuk. Mereka meminta kepada Sang Kuasa agar bencana gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami tidak terjadi lagi.

Beberapa orang terlihat menetaskan air mata saat mendengarkan zikir dari para habaib.

Meski beberapa saat lagi memasuki pukul 24.00 WITA, ribuan masyarakat enggan beranjak dari tempat duduknya. Mereka memilih untuk terus melantunkan doa. Sejumlah masjid hanya mengumandangkan adzan menandai pergantian tahun.

Meskipun beberapa kembang api masih terlihat menghiasi langit kota Palu di sejumlah tempat, tahun baru kali ini benar-benar sangat berbeda dari tahun 2017 – 2018 silam.

Saat itu, masyarakat memadati area pantai untuk menikmati pertunjukan musik dan kembang api yang sangat megah.

Namun, kini semuanya telah berubah. Masyarakat berbondong-bondong melaksanakan dzikir bersama di masjid dan beberapa tempat lainnya.

Humas Hotel Santika Palu Karina Prastiwi mengungkapkan perayaan pergantian tahun di tempatnya hanya dilakukan para karyawan dengan berdoa.

“Kami hanya kumpul bersama, berdoa, saling bersilaturahmi karena masih diberikan kesempatan hidup di tahun 2019,” ucapnya.

Pegelaran acara sengaja tidak dilakukan karena Kota Palu masih sangat berduka atas musibah gempa dan tsunami yang terjadi. Kini, pihak hotel fokus pada perbaikan gedung dan promo.

“Kami fokus ke promo kamar saja, tidak ada event,” ujarnya.

Beberapa masyarakat saat ditanya mengenai harapan pada tahun 2019 rata-rata menginginkan bencana segera berakhir dan kota Palu kembali seperti semula.

“Doanya tidak ada lagi bencana, dan Kota Palu segera pulih,” imbuh Ismawati, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Nusantara, saat ditanya di sela-sela zikir bersama.

Menurut Ismawati, kegiatan zikir selain bertujuan mendekatkan diri kepada Allah juga sebagai sarana saling bersilaturahmi paskabencana.

“Semua orang kumpul dari seluruh kelurahan jadi sekalian silaturahmi,” ungkapnya.

Nathan, Plt Kepala Satpol PP Kota Palu, mengatakan pergantian tahun kali ini sangat berbeda. Dia mengaku tak mendapati kemacetan saat melakukan patroli lalu lintas seperti tahun lalu.

Selain itu, Nathan juga mengaku tak melihat adanya kegiatan hura-hura di sejumlah tempat. Hanya ada keramaian di lokasi zikir dan gereja untuk kegiatan ibadah.

“Sesuai surat edaran gubernur dan walikota, tidak ada hiburan elekton dan pesta kembang api di wilayah kota Palu,” ucapnya.

Hal tersebut, bagi Nathan, memudahkan pengamanan, sehingga satpol PP fokus pada pengamanan gereja dan lokasi zikir.

“Kami juga patroli keliling Kota Palu, tidak ditemukan hiburan dan pesta kembang api,” terangnya.

Kontributor : Umi Ramlah, Peserta Islamic Journalist Class)

Korban Tsunami Selat Sunda Gelar Doa Bersama di Malam Tahun Baru

BANTEN (Jurnalislam.com) — Pengungsi bencana tsunami Selat Sunda di Posko Induk Kementerian Sosial, Pandeglang, Banten menggelar acara istighosah dan doa bersama untuk menyambut malam tahun baru 2019 pada Senin (31/12) malam.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, acara baru dimulai pukul 20.45 WIB. Para pengungsi yang terdiri dari para pria, perempuan dan anak-anak turut memenuhi lapangan futsal yang disulap menjadi tempat pengungsian sementara.

Mereka tampak berjejer memenuhi sisi depan yang menghadap para ustaz yang mengisi acara tersebut.

Istighosah tersebut dipimpin oleh seorang ustaz bernama Ali Ridwan. Lantunan Surat Al-Fatihah dan dzikir terus dilantunkan dari pengeras suara yang diikuti oleh para peserta.

Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir,” lantun ustaz Ali yang diikuti oleh para pengungsi.

Acara istighosah itu semakin syahdu karena diselingi suara hujan deras yang turun di sekitar Labuan, Banten sejak sore hari hingga malam ini.

Istighosah dan doa bersama itu dilakukan sebagai terapi psikologis untuk memberikan kekuatan batin kepada para pengungsi.

“Acara ini dilakukan agar cobaan kita diberikan pertolongan, agar jalan kita ke depannya dimudahkan,” kata pembawa acara yang juga inisiator acara tersebut, Twi Adi melalui pengeras suara.

Twi menjelaskan bahwa acara tersebut diinisiasi oleh Posko Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Banten untuk mengisi tahun baru bagi para pengungsi.

“Kita ketahui bersama karena tahun depan adalah pergantian tahun, agar tahun depan kita diberikan iman, islam dan sejahtera,” kata dia.

Salah satu pengungsi yang mengikuti istighosah, Suryana (26), menyatakan dirinya sengaja mengikuti acara tersebut untuk berdoa agar mendapatkan kemudahan dalam menghadapi keberlanjutan kehidupan keluarganya di tahun depan.

“Saya berharap bisa pengen cepet kumpul lagi sama keluarga di rumah yang baru, karena rumahnya hancur, ini sekaligus membuat hati tenang,” kata Suryana.

Pengungsian yang dikelola oleh Kementerian Sosial ini bermukim sekitar 1.432 pengungsi per 30 Desember 2018. Jumlah tersebut diperkirakan sudah berangsur berkurang.

Para pengungsi sengaja meninggalkan rumah sejak tsunami menerjang pada Sabtu malam, 22 Desember 2018. Sebagian lainnya mengungsi karena khawatir adanya tsunami susulan.

Sumber : cnnindonesia