‘Keterbatasan Fisik Tak Halangi Kami Ikuti Kajian Ustaz Abdul Somad’

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Di antara ribuan warga Bandung Raya yang hadir di acara acara Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad, tampak salah satu peserta tabligh akbar datang duduk di atas kursi roda.

Rizal Ramdella, pemuda berusia 31 tahun itu datang didorong oleh sang ayah, Odan Yusuf Hamdan.

Mereka berangkat dari daerah Solokan Jeruk Kabupaten Bandung menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gede Bage Kota Bandung (Sabtu, 26/01/19).

““Fisik tidak menjadi halangan untuk hadir,” kata sang ayah kepada Jurniscom.

Odan berkisah, kalau anaknya sejak SMA mengalami lumpuh hingga tidak berjalan, bahkan sempat divonis tidak berumur panjang.

“Kemudian mendapat vonis dari medis ketika kelas 2 sma itu, bahwa umurnya anak saya hanya sampai umur 24 tahun. Tapi vonis tersebut meleset karena Alhamdulilah dengan izin Allah sekarang Rizal sudah berumur 31 tahun,”kata Odan.

Ia berharap dengan mengikuti kajian keislaman, menjadi wasilah agar Allah menyembuhkan doanya untuk menyembuhkan anaknya.

“Secara fisik ini tidak menjadi halangan bagi anak saya. Karena banyak yang fisiknya bagus tapi tidak senang dengan agama. Dan semoga Allah dapat menyembuhkan fisik anak saya”, tambahnya

Mereka mengakui kalau selama ini tahu ustaz Abdul Somad dari media sosial saja, dan ingin mengetahui secara langsung.

“Tidak hanya di visual saja tapi kita ingin tahu secara langsung kajian beliau, maka dari itu kita berangkat ke tabligh akbar ini, karena meuntut ilmu itu wajib, jadi berangkat kesini karena ingin menuntut ilmu dari Ustaz Abdul Somad,” pungkasnya.

UAS : Segala Bidang Harus Diisi oleh Para Ahli Taubat

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Dai nasional Ustaz Abdul Somad, Lc MA mengisi Tabligh Akbar yang bertema “Cinta Islam, Cinta NKRI, CInta Ukhuwah” yang bertempat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung, Sabtu (26/1/2019).

Dalam paparannya, Ustaz Abdul Somad menyampaikan ihwal : hijrah dan taubat, bangkit setelah taubat, menjaga persatuan umat, dan motivasi terus menuntut ilmu dan saling mendoakan antar sesame muslim.

“Engkau saudara muslimku bersaudara dengan ikatan ukhuwah Islamiyah, lalu engkau saudaraku yang non muslim engkau saudaraku dengan bingkai ikatan negara,” kata Ustaz Abdul Somad.

Ia berharap, di segala lini, keahlian masing-masing bidang  dipegang oleh orang-orang yang ahli taubat.

“Dunia harus digenggang oleh orang-orang yang taubat. Di bidang usaha, di bidang politik dan lain-lain, jadi dengan harta, jabatan, tenaga bahkan suara diniatkan untuk menolong agama Allah”,harapnya.

Taubat, menurut UAS, bukan alasan semakin jauh dari urusan dunia.

“Justru seharusnya kita semakin hebat dan produktifitas lagi setelah taubat. Terus lanjutkan bisnismu, lanjutkan politikmu, lanjutkan keartisamu agar followermu bisa tersentuh dan mengikuti hijrahmu. Lalu kita niatkan setelah taubat ini menjadi ingin membiayai kaum dhuafa atau membuat rumah tahfiz se-indonesia,” tambahnya.

Beliau bercerita bahwa terdapat pusat-pusat orang hebat, seperti pengusaha tempat percetakan Al-Qur’an, pengusaha pembuat sepatu dan perancang lampu yang hemat, yang berasal dari Bandung.

Bandung, harapnya, adalah tempat bersejarah semangat membara lautan api dan akan menjadi titik awal kebangkitan umat Islam.

Selain tabligh akbar, ada juga acara sharing session oleh para artis hijrah dan persaksian syahadat tiga orang mualaf.

Inspirasi dari Para Artis ‘Hijrah Squad’ Kajian Musawarah

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Artis-artis ibukota yang kerap mengikuti Kajian Muda Sakinah mawaddah warahman (MuSaWaRah) hadir dalam acara Tabligh Akbar Cinta Islam, Cinta NKRI, Cinta Ukhuwah” yang bertempat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung, Sabtu (26/1/2019).

Sebelum acara kajian yang diisi oleh ustaz Abdul Somad, para artis ini berbagi tentang kisah hijrahnya.

Pantauan Jurniscom, tampak hadir Teuku Wisnu, Adrian Maulana, Arie Untung, Dinas Seto, Primus, Ricky Harun, Rizal Armada, Rizki Ridho, dan lainnya.

Para artis ini menyapa ribuan massa dalam  sharing session dari hijrah squad artis-artis ibu kota, dipandu oleh Arie Untung hingga selesai acara.

Teuku Wisnu misalnya, menegaskan bahwa dalam hijrah akan selalu ada pengorbanan yang besar.

Ia berkata kalau dirinya ingin sekali terlibat dalam barisan perjuangan Islam.

Artis lainnya, Adrian Maulana menceritakan pengalamannya di umur yang mencapai 40 tahun.

“Allah Subhanahu Wa ta’ala menjadikan mata kita mulai tidak cerah, kenapa? Karena Allah mengingatkan kita untuk mencerahkan mata hati kita,” tuturnya.

“Kemudian kenapa sekarang saya menggunakan peci? Ini bukan berarti saya ingin dilihat ‘alim atau di panggil ustadz, tetapi seiring dengan bertambahnya usia rambut semakin memutih. karena Allah semakin sering mengingatkan kepada kita bahwa kain kafan itu berwarna putih,” tambahnya.

Ribuan Jamaah Hadiri Tabligh Akbar Ustaz Abdul Somad

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Muslim Movement Indonesia menyelenggarakan Tabligh Akbar Ustaz Abdul Somad, Lc., MA. dengan tema “Cinta Islam, Cinta NKRI, Cinta Ukhuwah” yang bertempat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gede Bage, Kota Bandung. (Sabtu, 26/01/2019)

Antusias Jamaah mulai terlihat sejak dzuhur hingga sore hari, ribuan jamaah dari berbagai wilayah bandung berbondong-bondong mulai memadati lapangan Stadion GBLA untuk menghadiri Tabligh Akbar ini.

Acara yang diselenggarakan oleh Muslim Movement Indonesia ini mengundang pejabat setenpat, yakni Walikota Bandung Bapak Oded Muhammad Danial, serta turut mengundang dari kalangan lainnya, seperti Ust. Abbu Rabbani, Muzammil Hasballah, Dude Herlino, Teuku Wisnu, Dimas Setyo, Arie Untung & Mario Irwansyah.

Selain Acara Utama yaitu Tabligh Akbar Ustaz Abdul Somad, Lc, untuk memberikan kenyamanan kepada jamaah yang membutuhkan makanan dan minuman dan berbelanja, panitia melaksanakan kegiatan Halal Expo sejak pagi hari.

Halal Expo tersebut berisi Berbagai Stand, seperti Penjualan buku-buku karya Ustadz Abdul Somad, Fashion dan Aksesoris Muslim, Pelayanan Ibadah Haji dan Umroh, dan membuka Donasi bagi korban Bencana di indonesia dari beberapa NGO.

Mengenal Akad Wakalah dalam Fikih Mazhab Syafi’i

Tulisan ini merupakan artikel tentang fikih, ditulis oleh Ustadz Dody Kurniawan SH, yang diambil dari Kitab  Al-Ghoyatu Wa At-Taqrib (Matan Abu Syuja’) yang berjudul ‘ Akad Wakalah (Perwakilan).

“فصل” وكل ما جاز للإنسان التصرف فيه بنفسه جاز له أن يوكل فيه أو يتوكل والوكالة عقد جائز لكل منهما فسخها متى شاء وتنفسخ بموت أحدهما والوكيل أمين فيما يقبضه وفيما يصرفه ولا يضمن إلا بالتفريط, ولا يجوز أن يبيع ويشتري إلا بثلاثة شرائط أن يبيع بثمن المثل وأن يكون نقدا بنقد البلد ولا يجوز أن يبيع من نفسه ولا يقر على موكله.

Segala sesuatu yang boleh diperberjual belikan sendiri (oleh pemilik barang), maka boleh diwakilkan.

Akad wakalah hukumnya boleh, dan dari dua orang yang menjalin akad wakalah boleh membatalkan akadnya kapan saja diinginkan. Akad wakalah batal dengan sendirinya jika salah satu dari kedua pihak wafat.

Orang yang diberikan wewenang  sebagai Wakil hendaknya orang yang bisa dipercaya menjaga dan mengembangkan (menjual belikan) objek yang diwakilkan. Wakil tidak dibebani resiko (mengganti objek barang yang rusak), kecuali bila dia eteledor.

Wakil tidak boleh menjual kecuali dengan tiga syarat :

1. Menjual dengan harga umum.
2. Mengembangkan (menjual belikan barang) dengan mata uang daerah tersebut.
3. Tidak boleh mengklaim bahwa barang tersebut miliknya sendiri, kecuali pengakuan itu atas izin dari pemilik.

DSN MUI Lakukan Sertifikasi Rumah Sakit Syariah

TANGERANG (Jurnalislam.com) — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang menjadi kandidat RSUD Syariah pertama di Provinsi Banten.

Tim Surveyor Visitasi Sertifikasi Rumah Sakit Syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI Rikza Maulan, label syariah itu merupakan yang pertama diterapkan di luar Provinsi Aceh.

“Insya Allah, mudah-mudahan RSUD Kota Tangerang menjadi rumah sakit umum daerah pertama di luar Aceh yang akan mendapatkan sertifikasi syariah. Kemungkinan RSUD di Kota Tangerang menjadi percontohan bagi rumah sakit umum daerah yang ada di Indonesia yang menerapkan konsep syariah,” kata dia dalam keterangan resminya, Jumat (25/1).

Menurut dia, dengan standar syariah akan semakin meningkatkan kualitas yang diberikan rumah sakit kepada seluruh pasiennya.

Ia menegaskan, standar syariah tidak hanya khusus yang Muslim tapi juga untuk yang nonmuslim.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Buaderi mengatakan, masuknya RSUD Kota Tangerang sebagai kandidat RSUD Syariah di Indonesia harus bisa menjadi momentum meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kota Tangerang.

Dengan begitu, pasien akan semakin mudah untuk berobat.

“Saya berharap dengan adanya sertifikasi rumah sakit syariah, RSUD Kota Tangerang menjadi lebih semangat untuk memberikan pelayanan yang lebih baik agar semua pasien yang ada di rumah sakit menjadi lebih nyaman,” kata dia.

Ia menegaskan, sertifikasi tidak akan ada artinya bila tidak diiringi dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut dia, apapun hasilnya, Pemkot Tangerang berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan RSUD Kota Tangerang.

Direktur Utama RSUD Kota Tangerang Feriyansyah mengatakan, masuknya RSUD Kota Tangerang menjadi kandidat RSUD Syariah tidak terlepas dari standar mutu syariah yang telah dipenuhi oleh RSUD Kota Tangerang.

Ia menjelaskan, ada tiga tandar mutu wajib syariah yaitu pasien sakaratul maut terdampingi dengan Talqin, mengingatkan waktu shalat bagi pasien dan keluarga, serta pemasangan kateter sesuai gender.

“Yang laki-laki dipasang perawat laki-laki demikian juga sebaliknya,” kata dia.

sumber : republika.co.id

Wisata Sejarah Islam Mulai Dilirik Milienial Muslim

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Kepala cabang biro perjalanan AliaGo Travel Kebayoran Vivi Adil menilai, generasi milenial kini sudah menunjukkan ketertarikannya terhadap wisata rohani.

Meski saat ini proporsi mereka hanya 15 persen dari total pelancong wisata rohani, angka tersebut diprediksi dapat terus meningkat.

Salah satu faktor pendorong dari peningkatan itu adalah perkembangan teknologi dan kehadiran media sosial.

Keduanya menyebabkan generasi milenial menjadi terpapar informasi mengenai wisata rohani sehingga menimbulkan ketertarikan.

“Saat ini, anak muda masih bermain di Jepang dan Korea, tapi mungkin saja nantinya ke Al-Aqsa, Yerusalem,” kata Vivi lansir Republika.co.id, Kamis (24/1).

Saat ini, Vivi mencatat, perjalanan wisata rohani masih didominasi oleh orang tua dengan usia 50 tahun ke atas.

Destinasi utamanya adalah ke Masjid Al-Aqsa, Yerusalem dan paket tur Maroko dengan Spanyol. Andalusia perlahan menjadi primadona karena menyimpan banyak sejarah Islam.

Sebagai dampak dari perkembangan teknologi, kini banyak wisatawan yang memilih melakukan perjalanan tanpa agen perjalanan.

Tapi, untuk destinasi wisata rohani, masih banyak pelancong yang menggunakan jasa travel agent.

“Sebab, biayanya cenderung mahal kalau perjalanan sendiri dan melelahkan,” ujar Vivi.

Tren lain yang juga terlihat pada 2019 adalah wisata rohani di luar umrah.

Sebab, menurut Vivi, perjalanan plus umrah membutuhkan biaya lebih besar dibanding memilih paket wisata rohani tersendiri. Perbedaannya bahkan mencapai 50 persen.

sumber : republika.co.id

Pemerintah akan Investasikan Dana Haji Masyarakat Rp144 Triliun

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemerintah melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan menginvestasikan langsung potensi dana haji yang tersedia pada 2018 sebesar Rp 114 triliun.

Dana tersebut diinvestasikan pada sektor penerbangan dan katering. Investasi langsung ini sekaligus untuk peningkatan pelayanan jamaah haji Indonesia.

“Fokus kami investasi langsung untuk jamaah. Kami tetap amanah untuk alokasi dana semata-mata untuk umat. Jadi, tidak ada satu sen pun untuk infrastruktur,” kata Kepala BPKH Anggito Abimanyu di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Investasi tersebut fokus di Indonesia dan Arab Saudi. Di bidang penerbangan, BKPH akan bekerja sama dengan Garuda Indonesia dan sementara di Arab Saudi fokus untuk investasi hotel dan katering.

Selain itu, sejumlah kerja sama juga akan dilakukan di sektor lain, seperti dengan Pertamina untuk bahan bakar pesawat yang mengangkut calon jamaah haji.

Anggito mengatakan, investasi sektor penerbangan dan katering tersebut diupayakan secepatnya bisa terealisasi.

Tapi, jika pada musim haji 2019 belum tercapai kerja sama di sektor itu, upayanya masih akan terus dilanjutkan karena merupakan kebutuhan.

Lebih lanjut, Anggito menuturkan, target pengelolaan dana haji pada 2018 melampaui target BPKH. Dari rencana awal ditargetkan Rp 111,8 triliun, realisasinya mencapai Rp 114 triliun.

Pada 2019 BPKH menargetkan dana kelolaan sebesar Rp 121 triliun dengan komposisi 50 persen di BPS-BPIH dan 50 persen di investasi.

BPKH memastikan pelaksanaan pembiayaan yang disalurkan sebesar 7 triliun berjalan di 2019 dan pada 2020 komposisi penempatan dana di Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) adalah 30 persen.

Biaya operasional haji 2019 diperkirakan antara Rp 6,5 triliun sampai Rp 6,8 triliun. Sekitar 500 juta dolar AS akan dialokasikan dalam bentuk valas.

Sumber : republika.co.id

Teknologi dan Layanan Tingkatkan Kepercayaan terhadap Bank Syariah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat Ekonomi Syariah, Irfan Syauqi Beik menilai sistem teknologi bank syariah berkembang dengan pesat sehingga sudah bisa memenuhi ekspektasi pasar.

Layanan bank syariah pun akhirnya bisa dilirik untuk menjadi pengelola gaji karyawan.

“Dari internal bank syariah, seperti teknologi, produk, faktor layanan, semuanya berkontribusi sehingga bisa mendapat kepercayaan dari pihak lain,” katanya lansir Republika.co.id, Ahad (20/1/2019).

Perbankan syariah melakukan perbaikan-perbaikan dengan cepat dan terus berinovasi sehingga kini tidak kalah dengan perbankan konvensional.

Misalnya saja layanan mobile dan internet banking yang sudah sama-sama canggih.

“Saya pengguna juga sehingga tahu perkembangannya sudah luat biasa,” kata dia.

Sehingga kemudian pasar pun percaya dan lebih jauh menggunakannya sebagai bank utama dalam transaksi.

Proporsi investasi bank syariah di teknologi pun terus meningkat sehingga berpotensi tetap bisa berdaya saing.

Irfan melihat bank syariah terus berupaya untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi terutama teknologi.

Nasabah semakin dimudahkan sehingga mendapat kepercayaan lebih jauh. Tak hanya payroll, bank syariah juga dipercaya untuk menyimpan dana seperti deposito dalam jumlah besar.

“Berarti ada kepercayaan di situ, tingkat kepercayaan yang baik, bank syariah semakin memenuhi ekspektasi untuk memenuhi keinginan mereka,” katanya.

 

Tren Gaji via Bank Syariah di BUMN Terus Meningkat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sejumlah faktor mempengaruhi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyediakan opsi pembayaran gaji karyawan via bank syariah.

Pengamat Ekonomi Syariah, Irfan Syauqi Beik menilai ini adalah buah dari sosialisasi terus menerus pelaku industri perbankan syariah.

Irfan mengatakan pernah beberapa kali diundang untuk ikut sosialisasi di perusahaan BUMN terkait hal ini.

Mereka menjelaskan terkait pentingnya bertransaksi secara syariah. Salah satunya untuk menghindari riba dan disambut dengan baik oleh BUMN.

“Apalagi sekarang orang-orang semakin religius, menyadari bahaya riba, sudah mulai marak juga gerakan hijrah anti-riba ini,” kata Irfan lansir Republika.co.id, Ahad (20/1/2019).

Meski demikian, ia tetap menekankan bahwa gerakan hijrah juga perlu hati-hati dan bertahap.

Khawatirnya jika terlalu ekstrim maka sulit diterima atau bahkan ditinggalkan pasar.

Karena dakwah juga berangsur-angsur tidak berubah drastis.

“Karena prosesnya memang harus bertahap, sosialisasi dan edukasi itu harus bertahap,” kata dia. Sehingga kesadaran bisa muncul perlahan dan lebih menetap.

Beberapa waktu lalu, PT Pertamina (Persero) menggandeng tiga bank Syariah anak perusahaan BUMN sebagai mitra dalam pembayaran gaji dan sejumlah pembayaran personal karyawan lainnya.

Ketiga bank tersebut adalah Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, dan Bank BRIsyariah.

Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Pahala N Mansury mengatakan ini merupakan langkah Pertamina untuk mendukung industri perbankan syariah, sekaligus sinergi antar BUMN dan anak usahanya. Menurutnya, minat pekerja Pertamina terkait layanan perbankan syariah cukup tinggi.