Parlemen 40 Negara: Kembalikan Palestina Sebagai Negara Berdaulat!

KUALA LUMPUR (Jurnalislam.com) – Sebanyak 500 anggota Parlemen dari 40 negara berkumpul di Malaysia untuk menyatakan pembelaannya terhadap Palestina.

Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon terpilih bersama anggota parlemen Turki Nuredin Nabaty sebagai Wakil Ketua Liga Parlemen Dunia untuk Al Quds yang akan mengkoordinasikan gerakan Liga Parlemen ini ke tingkat lebih luas.

Dalam pernyataannya, Liga Parlemen Dunia untuk Al Quds menyerukan kepada masyarakat Internasional untuk menjunjung tinggi HAM dan norma internasional dalam menolak penindasan dan pendudukan.

“Agar mengembalikan para pengungsi dan membangun negara Palestina yang merdeka dan berdaulat atas keseluruhan tanah dengan Al-Quds sebagai ibukotanya.” kata Perwakilan Ketua Liga Parlemen Dunia untuk Al Quds, Fadli Zon, dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (9/2/2019).

Liga Parlemen Dunia untuk Al Quds juga  menyerukan kepada organisasi internasional dan badan hukum untuk melakukan yang terbaik untuk membebaskan semua tahanan Palestina oleh pendudukan dan untuk segera membebaskan semua anggota parlemen di balik jeruji pendudukan.

“Juga menerbitkan deklarasi internasional atas nama konferensi yang menegaskan pendirian hak-hak rakyat Palestina dan menuntut penghentian pendudukan dan semua jenis agresi dan perpecahan di Palestina dan dunia,” pungkasnya.

 

Liga Parlemen Dunia untuk Al-Quds Dorong Parlemen Internasional Tolak Rencana Trump

KUALA LUMPUR (Jurnalislam.com) – Sebanyak 500 anggota Parlemen dari 40 negara berkumpul di Malaysia untuk menyatakan pembelaannya terhadap Palestina.

Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon terpilih bersama anggota parlemen Turki Nuredin Nabaty sebagai Wakil Ketua Liga Parlemen Dunia untuk Al Quds yang akan mengkoordinasikan gerakan Liga Parlemen ini ke tingkat lebih luas.

Mereka berdua ditunjuk oleh Presiden Liga Parlemen Dunia untuk Palestina Syekh Hamid Abdullah al-Ahmar dari Yaman.

“Kami menolak dan mengutuk apa yang disebut “Kesepakatan Abad Ini” yang mewakili kelanjutan dari kebijakan Amerika yang sistematis yang bias terhadap pendudukan Israel dan diskriminasi terhadap rakyat Palestina,” kata Perwakilan Ketua Liga Parlemen Dunia untuk Al Quds, Fadli Zon, dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (9/2/2019).

Liga juga mendorong seluruh parlemen negara dunia untuk menolak rencana Trump atas pendudukan Israel.

“Kami menyerukan Parlemen internasional dan regional untuk mengeluarkan aturan dan kode yang mengutuk pendudukan dan kebijakan rasis dan kekejamannya terhadap rakyat Palatine dan hak-haknya yang sah,” pungkasnya.

Ketua BPIP di Tengah Kontroversi Disertasi Halalkan Zina

Oleh: Deni Kurniawan

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Yudian Wahyudi resmi menjabat sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) usai dilantik Presiden Joko Widodo, Rabu (5/2/2020).

Usai pelantikan, Jokowi mengatakan pentingnya membumikan Pancasila khususnya kepada generasi muda. Ia berharap upaya membumikan Pancasila lebih cepat lagi di bawah kepemimpinan Yudian Wahyudi.

“Ya bisa lebih cepat lagi membumikan Pancasila tapi yang paling penting memang targetnya yang sudah sering saya sampaikan yaitu 129 juta yang itu adalah anak-anak muda di bawah 39 tahun yang memerlukan sebuah injeksi tentang terutama Pancasila dalam keseharian,” kata Jokowi.

Jokowi juga mempersilakan semua pihak untuk menilai sendiri jejak rekam Yudian sehingga dinilai layak dan terpilih sebagai Kepala BPIP.

“Ya coba dicari sendiri. Di situ kelihatan nanti,” kata Jokowi seperti dikutip dari ANTARA.

Sebagai informasi, jabatan Kepala BPIP setelah ditinggal mundur Yudi Latif pada 7 Juni 2018 lalu hanya diisi oleh seorang Pelaksana Tugas (Plt), yakni Hariyono.
Kepala BPIP merupakan pelaksana sehari-hari. Posisinya berada di bawah Dewan Pengarah BPIP, yang diketuai Megawati Soekarnoputri.

Secara resmi, BPIP resmi dibentuk berdasarkan Perpres No. 7 Tahun 2018 tentang BPIP yang ditandatangani Jokowi pada 28 Februari 2018.

Menurut Perpres ini, BPIP terdiri dari: Dewan Pengarah, Kepala dan Wakil, Deputi, Staf Khusus, Pengarah dan Tenaga Ahli.

Sesuai Pasal 3 dalam Perpres tersebut, tugas BPIP adalah membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Sedangkan terkait gaji dan hak-hak lain para pejabat BPIP, diatur dalam Perpres No. 42 Tahun 2018 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya bagi Pimpinan, Pejabat dan Pegawai BPIP. Perpres ini ditandatangani Jokowi pada 23 Mei 2018.

Sesuai Perpres, Ketua Dewan Pengarah mendapatkan gaji bulanan Rp112.548.000, Anggota Dewan Pengarah Rp100.811.000.-, Kepala BPIP Rp76.500.000.-, dan Wakil Kepala Rp63.750.000.-

Kontroversi Yudian

Semasa menjabat rektor, Yudian sempat membuat kebijakan melarang penggunaan cadar bagi mahasiswi di UIN Sunan Kalijaga.
Ia beralasan pelarangan itu demi menjaga ideologi Pancasila mahasiswa UIN Kalijaga serta memudahkan kampus dalam kegiatan belajar mengajar.

Yang paling kontroversial adalah saat Yudian sebagai Ketua Sidang ujian terbuka disertasi berjudul “Konsep Milk Al Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital” karya Abdul Aziz. Yudian bersama tim penguji meloloskan disertasi tersebut pada Rabu, 28 Agustus 2019.

Disertasi karya Abdul Aziz itu menuai kontroversi. Dewan Pimpinan MUI menilai disertasi tersebut bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunah, termasuk pemikiran menyimpang dan harus ditolak.

“Hasil penelitian Saudara Abdul Aziz terhadap konsep milk al-yamin Muhammad Syahrur yang membolehkan hubungan seksual di luar pernikahan (nonmarital) saat ini bertentangan dengan al-Quran dan as-Sunnah serta kesepakatan ulama (ijma’ ulama) dan masuk dalam kategori pemikiran yang menyimpang (al-afkar al-munharifah) dan harus ditolak karena dapat menimbulkan kerusakan (mafsadat) moral/akhlak ummat dan bangsa,” bunyi pernyataan resmi MUI yang ditandatangani Waketum Buya Yunahar Ilyas dan Sekjen Anwar Abbas, di Jakarta, Selasa 3 September 2019.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI saat itu, Sodik Mudjahid, bahkan meminta Presiden Jokowi untuk mencopot Direktur Program Pascasarjana dan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yudian Wahyudi.

Menurut Sodik, Direktur Pascasarjana dan promotor dari Abdul Azis telah melakukan kebodohan ESQ, sehingga UIN Sunan Kalijaga sebagai lembaga akademisi, lembaga ilmiah dan lembaga agama Islam, gagal memahami dinamika dan kekhawatiran masyarakat tentang perilaku seks dan pernikahan bebas.

“Atas dasar kebodohan dan kegagalan tersebut, maka Presiden melalui Menteri Agama, diminta mencopot Direktur Pascasarjana dan Rektor UIN Sunan Kalijaga, dan menggantinya dengan guru besar yang bukan hanya kredibel dari sisi akademis, tapi mempunyai kepekaan sosial dan komitmen yang tinggi kepada Pancasila dan moral bangsa Indonesia,” ungkap Sodik dalam pernyataan tertulisnya, Rabu 4 September 2019.

Atas berbagai sikap dan pandangan dari luar kampus itu, akhirnya Yudian menganjurkan agar draf disertasi yang diujikan pada 28 Agustus itu direvisi sesuai dengan kritik dan saran para penguji.

Yudian sendiri menjabat Rektor UIN Sunan Kalijaga untuk periode 2016-2020. Ia dilantik oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng, 12 Mei 2016 lalu.

Tolak Valentine Day, Dai Salimah Sukoharjo Gelar Dakwah On The School

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Dalam rangka mensosialisasikan akan bahaya Valentine Day, Da’i Salimah Sukohajo bersama SMPN Grogol 2 Sukoharjo mengadakan kegiatan dakwah on the school di halaman SMPN Grogol 2 Sukoharjo pada Jum’at (7/2/2020).

Dalam kegiatan tersebut, Da’i Salimah menghadirkan ustaz muda asal Karanganyar yakni ustaz Kelik Subagio sebagai pemateri. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan tentang banyaknya kenakalan remaja yang dilakukan dalam hari valentin yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari tersebut.

“Sejarah hari Valentin itu tidak jelas, berbeda beda versinya, jadi kita sebagai generasi penerus jangan ikut ikutan seperti itu, apalagi banyak yang menganggap hari itu sebagai hari kasih sayang, dalam Islam mengungkapkan kasih sayang bukan seperti itu,” katanya.

Lebih lanjut, katanya, Islam menunjukan cara yang tepat dalam mengekspresikan kasih sayang kepada lawan jenis yakni dengan cara ta’aruf dan menikah.

“Tak kenal maka ta’aruf, kalau Islam itu sudah lengkap membimbing kita ketika kita suka pada lawan jenis, dari ta’aruf sampai menikah, tapi kalian fokus di sekolah dulu karena sebentar lagi juga akan ujian kan,” ujarnya.

Sementara itu, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Hardiman menyambut baik apa yang dilakukan oleh Da’i Salimah tersebut.

“Sangat positif dan insyaallah sebagai salah satu sebagai iktiar kita dalam membentuk akhlak dan budi pekerti,” paparnya.

Ia menyebut kenakalan remaja di hari Valentin sudah tidak bisa dipungkiri lagi, termasuk di wilayah Sukoharjo.

“Kalau secara kasat mata mungkin tukar hadiah, kalau pada umumnya anak anak kencan, mungkin bagi mereka agar tidak ketinggalan jaman atau kids jaman now istilahnya,” tandasnya.

Corona Mewabah, Singapura Waspadai ‘Rush Money’

SINGAPURA (Jurnalislam.com) – Wabah virus baru corona yang kian merebak membuat Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) meminta lembaga keuangan di Negeri Merlion untuk bersiap mengelola setiap peningkatan permintaan pada layanan keuangan tertentu, seperti penarikan tunai atau layanan keuangan online.

CNBC International melaporkan, sejauh ini Singapura telah melaporkan 40 kasus yang dikonfirmasi virus corona, dan menaikkan penilaian risiko nya ke tingkat siaga tertinggi kedua pada Jumat (7/2/2020).

Negara berpenduduk 5,6 juta orang itu memiliki banyak kasus terkonfirmasi setelah wilayah China.

MAS yang merupakan bank sentral dan otoritas moneter dan keuangan Singapura juga mengingatkan perusahaan keuangan agar berhati-hati terhadap ancaman keamanan siber.

“Ada beberapa kasus pelaku ancaman dunia maya untuk mengambil keuntungan dari situasi Novel Coronavirus (2019-nCoV), untuk melakukan penipuan email, serangan phishing dan ransomware,” kata MAS dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari CNBC International, Minggu (9/2/2020).

Sumber: cnbcindonesia

WHO Khawatir Indonesia Tak Bisa Deteksi Virus Corona

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menuturkan Indonesia harus melakukan persiapan lebih matang lagi demi menghadapi risiko penyebaran virus corona.

Mereka khawatir Indonesia tidak bisa mendeteksi virus tersebut, padahal negara-negara tetangga sudah melaporkan beberapa orang terjangkit.

Badan kesehatan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu juga khawatir bahwa sampai saat ini belum ada kasus virus corona yang terdeteksi di Indonesia, sementara sampai saat ini total jumlah kasus epidemik itu telah mencapai lebih dari 40 ribu di seluruh dunia, terutama China.

WHO menginginkan pemerintah Indonesia meningkatkan sistem pengawasan, pemantauan, sistem deteksi, dan persiapan lainnya di setiap fasilitas kesehatan yang ditunjuk untuk menangani virus corona.

“Indonesia tengah melakukan persiapan untuk menghadapi kemungkinan penyebaran virus corona. WHO dan Kementerian Kesehatan RI juga terus berkoordinasi. Pemerintah RI juga mulai menyebarkan informasi terkait virus ini kepada publik dalam beberapa hari terakhir,” kata perwakilan WHO untuk Indonesia, Dokter Navaratnasamy Paranietharan di Jakarta.

Sumber:cnnindonesia.com

Wakaf Saham Syariah Meningkat di Bursa Efek Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com) – PT MNC Sekuritas memperluas pendalaman pasar keuangan syariah dengan melalui penerbitan wakaf saham. Penerbitan instrumen ini bekerjasama dengan pengelola dana Rumah Zakat.

Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina menjelaskan, perkembangan pasar modal syariah di Indonesia terus bertumbuh. Hal ini, kata Susy, terlihat dari meningkatnya jumlah investor syariah.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) per Desember 2019 mencatat, jumlah investor saham syariah meningkat 54 % dari sebelumnya 44.536 investor di akhir 2018 menjadi 68.599 investor. Jumlah tersebut mewakili 6,2% dari jumlah investor ritel BEI.

Susy menambahkan, dengan bekerjasama dengan Rumah Zakat, perseroan bakal meningkatkan kapasitas perdagangan syariah di BEI.

“Target pasti sebanyak banyaknya, tapi tahun lalu pertumbuhannya 78 persen. Jadi kami confidence kerja sama ini bisa lebih meningkatkan kapasitas perdagangan syariah di pasar modal Indonesia,” ungkap Susy di BEI, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Dalam kesempatan yang sama, CEO Rumah Zakat, Nur Effendi menuturkan, investor di pasar modal bisa mewakafkan saham ke Rumah Zakat melalui MNC Sekuritas. Dana ini nantinya akan dikelola, dan investor akan mendapatkan keuntungan melalui dividen yang dibagikan.

“Ini wakaf produktif, masuk dalam kategori aset bergerak, wakif [orang yang memberikan wakaf] bisa wakafkan sahamnya dan pokoknya tetap, yang kemudian diambil manfaatnya adalah dividennya,” tutur Nur.

Sumber: cnbcindonesia

Pengamat Dorong WNI Eks ISIS Dikarantina

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai sebelum memulangkan warga negara Indonesia (WNI) eks kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) harus dilakukan profiling dengan cermat terlebih dahulu.

Mengingat tidak semuanya bergabung dengan ISIS karena alasan-alasan yang ideologis.

Fahmi menduga, tidak sedikit dari mereka yang justru tertipu harapan palsu karena faktor-faktor sosial ekonomi.

“Makanya menurut saya, sebelum dipulangkan para WNI ini diidentifikasi dan dilakukan profiling dulu secara cermat. Jadi karantina ini mestinya bukan di dalam Lapas,” ujar Fahmi, Jumat (7/2/2020).

Kemudian setelah dilakukan, menurut Fahmi, mereka bisa dikelompokkan dalam beberapa cluster. Misalnya, mana yang nantinya bisa langsung dikembalikan ke tengah masyarakat.

Tentunya setelah menjalani proses penyadaran dan asimilasi dalam kurun waktu tertentu. Juga mana yang tetap harus dipantau aktivitasnya secara cermat, dengan wajib lapor berkala usai kembali ke masyarakat.

“Terus mana yang harus menjalani proses pidana sebagai konsekuensi pelanggaran hukum yang dilakukannya,” tutur Fahmi.

Terkait tempat karantina, Fahmi mengatakan, tentunya yang harus dipertimbangkan adalah kesiapan aset dan fasilitas pemerintah. Bisa saja di sebuah pulau terluar, ini bagus juga.

Namun juga harus dipikirkan apakah memungkinkan penyiapannya dilakukan dalam waktu yang tak terlalu lama atau karantina dipecah di beberapa titik.

Sumber: republika.co.id

Puluhan Konferensi Batal Akibat Wabah Corona

BEIJING (Jurnalislam.com) – Puluhan konferensi industri dan pameran dagang di Asia bernilai miliaran dolar harus dibatalkan karena wabah virus Corona baru.

Tempat pameran perdagangan tertua dan terbesar di China, Canton Fair telah menangguhkan jadwal pameran hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Rencananya, pada 15 April Canton Fair akan menjadi tempat untuk pameran musim semi. Namun belum diketahui apakah pameran itu batal atau tetap dilanjutkan. Pada tahun lalu, terdapat sejumlah kesepakatan bisnis yang ditandatangani senilai 29,7 miliar dolar AS.

Panitia Pameran Komoditas Ekspor dan Impor Cina Timur akan menunda acara yang semestinya digelar pada 1-4 Maret di Shanghai. Tahun lalu, pameran ini meraup transaksi senilai 2,3 miliar dolar AS. Agenda lain yang ditunda adalah konferensi perdagangan tahunan untuk industri chip global di China, SEMICON, dan Pameran Perdagangan Bangunan dan Konstruksi Internasional di Shanghai.

Agenda tahunan Forum Pembangunan China yang merupakan pertemuan tingkat tinggi para pemimpin internasional juga akan ditunda. Acara ini biasanya diadakan pada akhir Maret. Pemerintah China telah meminta pihak berwenang dan asosiasi bisnis untuk menunda penyelenggaraan pameran dan konferensi karena kekhawatiran terhadap wabah virus Corona baru.

“Klien bertanya kepada saya apakah aman untuk pergi ke China dan itu pertanyaan yang sulit untuk dijawab,” ujar mitra di firma hukum global Arent Fox, Malcolm McNeil.

McNeil mengatakan seorang klien yang dijadwalkan pergi ke Shenzhen memutuskan untuk menunda perjalannya hingga Juni. McNeil menunda jadwal antara enam hingga sembilan bulan, sebelum para kliennya mendapatkan kembali kepercayaan untuk melakukan perjalanan bisnis ke China.

Di Singapura, pameran Food & Hotel Asia juga telah ditunda. Pameran ini menarik lebih dari 80 ribu pengunjung pada 2018. Pembatalan acara konferensi industri dan perdagangan berdampak pada bisnis hotel. Seorang analis di Huatai Securities, Mei Xin, mengatakan perusahaan multinasional merupakan pelanggan utama hotel-hotel mewah. Mereka adalah sumber pendapatan utama bagi hotel kelas atas.

“Perusahaan multinasional yang merupakan pelanggan utama hotel-hotel mewah telah menghentikan perjalanan ke China, semua acara besar telah dibatalkan di seluruh negeri,” kata Mei.

Sumber: republika.co.id

Singapura Tingkatkan Level Respon Bahaya Virus Corona

SINGAPURA (Jurnalislam.com) – Singapura meningkatkan level Sistem Respon Kondisi Wabah Penyakit (DORSCON) dari kuning ke oranye.

Keputusan ini diambil menyusul ditemukannya lagi beberapa kasus virus Corona di negara itu.

Terlebih pada kasus yang terbaru ini otoritas Singapura tak menemukan adanya kaitan dengan kasus virus Corona yang menginfeksi beberapa orang sebelumnya.

Selain itu orang-orang yang terinfeksi virus Corona baru-baru ini juga tak ada riwayat perjalanan ke China.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan setelah pengumuman peningkatan level DORSCON pada Jumat (7/2/2020), sekolah-sekolah di Singapura pun segera menangguhkan sejumlah aktivitas kegiatan belajar, terutama di luar sekolah.

“Saya mengerti bahwa warga Singapura cemas, khawatir dan ada banyak hal yang belum kita ketahui tentang virus ini. Informasi baru muncul setiap hari, mungkin membutuhkan waktu untuk diselesaikan, mungkin berbulan-bulan. Kami akan melakukan yang terbaik untuk mengatasi situasi ini dan menjaga keamanan warga Singapura,” kata Menteri Kesehatan Singapura, Gan Kim Yong dalam konferensi pers pada Jumat (7/2/2020) sore seperti dilansir Channel News Asia.

Singapura menggunakan DORSCON sebagai panduan untuk menangani wabah penyakit seperti virus Corona.

DORSCON mempunyai sistem kode warna dengan kategori hijau, kuning, oranye dan merah yang menunjukan situasi terkini. Melalui kode warna tersebut juga menunjukan apa yang perlu dilakukan untuk mencegah dan mengurangi dampak infeksi dari suatu wabah penyakit.

sumber: republika.co.id