Update Corona 9 April: 3293 Positif, 280 Meninggal Dunia

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto melaporkan total kasus positif virus corona (COVID-19) di Indonesia hingga Kamis (9/4/2020) pukul 12.00 WIB mencapai 3.293 kasus. Jumlah kasus positif bertambah 337 orang dibandingkan sehari sebelumnya.

Sementara itu kasus kematian akibat virus corona bertambah 40 orang sehingga total menjadi 280 orang.

Adapun kasus sembuh mencapai 252 orang meningkat 30 orang dibandingkan sehari sebelumnya.

“Ini menjadi bukti bahwa penularan masih terus terjadi di sekitar kita,” ujar Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Yurianto pun mengingatkan terhadap bahaya wabah demam berdarah dalam musim pancaroba. “Mari bersama-sama kita hadapi 2 wabah ini,” ujarnya.

sumber: cnbcindonesia.com

Wabah Corona Sebabkan Peningkatan Kemiskinan Global

NAIROBI (Jurnalislam.com) — Organisasi badan amal Oxfam menyatakan pandemi corona dapat mendorong sekitar setengah miliar orang di dunia ke dalam kemiskinan. Badan tersebut telah menghitung dampak krisis terhadap kemiskinan global karena berkurangnya pendapatan atau konsumsi rumah tangga.

“Krisis ekonomi akan lebih dalam dari krisis keuangan global 2008. Perkiraan menunjukkan bahwa kemiskinan global dapat meningkat untuk pertama kalinya sejak 1990,” ujar Oxfam dalam sebuah pernyataan.

Dalam laporannya, Oxfam memperkirakan berbagai macam skenario, dengan mempertimbangkan berbagai garis kemiskinan dari Bank Dunia.

Mulai dari kemiskinan ekstrem yang didefinisikan sebagai hidup dengan 1,90 dolar AS sehari atau kurang, hingga garis kemiskinan yang lebih tinggi dengan penghasilan kurang dari 5,50 dolar AS sehari.

Di bawah skenario paling serius, jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan ekstrem akan meningkat 434 juta orang menjadi 922 juta di seluruh dunia.

Skenario yang sama diperkirakan bahwa jumlah orang yang hidup di bawah ambang batas 5,50 dolar AS per hari naik dari 548 juta orang menjadi hampir empat miliar.

Perempuan lebih berisiko hidup dalam kemiskinan ketimbang laki-laki karena mereka cenderung bekerja di sektor informal. Sementara lebih dari dua miliar pekerja sektor informal di seluruh dunia tidak memiliki akses asuransi kesehatan jika mereka sakit.

“Dalam hidup sehari-hari, orang-orang termiskin tidak memiliki kemampuan untuk mengambil cuti kerja atau untuk menimbun persediaan makanan,” ujar laporan Oxfam.

Untuk membantu mengurangi dampak kemiskinan global akibat pandemi virus corona, Oxfam mengusulkan sejumlah tindakan di antaranya memberikan bantuan tunai kepada orang-orang yang membutuhkan.

Selain itu, Oxfam menyerukan keringanan utang bagi negara-negara miskin serta mendorong IMF untuk memberikan bantuan. Penghasilan pajak dapat digunakan untuk meningkatkan anggaran yang dibutuhkan.

Oxfam menyatakan, pada saat krisis virus corona negara-negara kaya dapat menggelontorkan dana hingga triliunan dolar untuk mendukung ekonomi mereka secara mandiri. Sementara, krisis kesehatan di negara berkembang dapat berdampak pada kerugian ekonomi yang lebih besar.

“Negara berkembang mampu memerangi dampak kesehatan dan ekonomi. Namun krisis akan terus berlanjut dan menimbulkan kerugian yang lebih besar dari negara kaya,” kata pernyataan laporan Oxfam.

Seruan untuk membebaskan utang telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir karena pandemi Covid-19 telah mengguncang negara-negara berkembang di seluruh dunia. Pemerintah di seluruh dunia perlu memobilisasi setidaknya 2,5 triliun dolar AS untuk mendukung negara-negara berkembang.

Sumber: republika.co.id

Corona Mewabah, MUI Dukung Istigashah Nasional Online

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa’adi mendukung usulan diselenggarakannya kegiatan istighatsah dan zikir nasional memohon kepada Allah SWT menangkal pandemi virus corona.

Sebagai umat beragama, menurutnya, berdoa menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan bangsa Indonesia.

Wakil Menteri Agama ini mengatakan, berdoa merupakan ikhtiar batin untuk memohon pertolongan Allah SWT agar bangsa Indonesia diberikan kekuatan, kesabaran dan keselamatan dalam menerima ujian, musibah dan marabahaya termasuk wabah virus corona.

Akan tetapi, pelaksanaannya tentu disesuaikan dengan kebijakan yang diterapkan pemerintah saat ini.

“Karena ada kebijakan pemerintah untuk menjaga jarak aman (social distancing) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka kami mengusulkan pelaksanaan kegiatan istighatsah dan zikir bersama dilakukan secara daring yang disiarkan langsung melalui televisi nasional, sehingga bisa diikuti oleh seluruh rakyat Indonesia dari kediamannya masing-masing,” kata KH Zainut, Kamis (9/4).

Ia mengatakan kegiatan istighatsah tersebut akan diisi dengan bacaan-bacaan kalimat thayyibah, seperti zikir, shalawat kepada Nabi SAW dan pembacaan doa.

Selain itu, menurutnya, kegiatan tersebut bisa dikaitkan sekaligus dengan acara targhib menyongsong bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi tiba.

Usulan menyelengarakan istighatsah dan zikir nasional muncul pada saat Raker Komisi 8 DPR RI dengan Kementerian Agama. Juru bicara Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menyampaikan, untuk menanggulangi wabah Covid-19 perlu menghadirkan pendekatan spritual melalui istighatsah dan zikir nasional dengan mengajak seluruh masyarakat bermunajat kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia diselamatkan dari ancaman penyakit tersebut.

Dia berharap Kementerian Agama menginisiasi kegiatan tersebut dan mengusulkan agar istighatsah dan zikir nasional langsung dipimpin Wakil Presiden RI Kyai Ma’ruf Amin yang juga sebagai Ketua Umum MUI.

Sumber: republika.co.id

Kasus Corona di Italia Mulai Menurun

ROMA(Jurnalislam.com) — Kematian akibat virus corona di Italia bertambah 604 pada Selasa (7/4). Jumlah tersebut menjadi laporan harian yang lebih rendah dari sehari sebelumnya dengan 636 kasus. Jumlah kasus tersebut pun menjadi catatan penurunan kasus sejak 13 Maret.

Dikutip dari Aljazirah, Badan Perlindungan Sipil menyatakan, total korban meninggal dunia di Italia menjadi 17.127. Pada hari yang sama, kasus yang dikonfirmasi meningkat 3.039 menjadi 135.586, penurunan dua hari berturut-turut.

Sedangkan 24.392 telah dinyatakan pulih, meningkat dari 22.837 sehari sebelumnya. Ada 3.792 orang dalam perawatan intensif, dengan 3.898 pada hari sebelumnya. Kondisi itu menjadi pertanda baik bagi pemerintah Italia yang mempertimbangkan mengakhiri lockdown nasional yang sudah terjadi sejak 9 Maret.

Sementara itu, para pelatih sepakbola Italia telah bergabung dengan para pemain dalam mengkritik rekomendasi liga papan atas bahwa klub memberlakukan pemotongan upah dari gaji dua hingga empat bulan selama wabah virus corona. Presiden asosiasi pelatih Italia (AIAC), Renzo Ulivieri, mengatakan pengumuman Serie A itu sombong dan  pengurangan tidak dapat diterima untuk staf pelatih berperingkat rendah dengan penghasilan di bawah upah rata-rata nasional.

Sebelumnya, Serie A mengusulkan pemotongan upah tahunan hingga sepertiga jika kompetisi tidak dapat dilanjutkan musim ini, dan pemotongan seperenam jika mampu memulai kembali. Penghentian kompetisi telah dilakukan saat lockdown pertama kali diterapkan di Italia.

sumber: republika.co.id

 

Bergerak Cepat, Presiden Ukraina: Karantina Selamatkan Kita

KIEV(Jurnalislam.com) — Presiden Ukraiana Volodymyr Zelensky belum mempertimbangkan pengurangan tindakan karantina di negaranya, terutama terkait liburan Paskah. Pasalnya, hanya hal itu yang dapat menekan penyebaran Covid-19.

“Karantina yang menyelamatkan kita. Karena kita telah memperkenalkannya tepat waktu, penyebaran virus corona tidak begitu cepat,” kata Zelensky dikutip laman resmi kantor kepresidenan Ukraina, Rabu (8/4).

Meskipun hidup di bawah karantina tidak mudah, Zelensky melihat banyak warganya tetap mematuhi imbauan dan peraturan. “Kita harus bertanggung jawab atas rakyat dan melakukan segalanya untuk membuat hidup mereka lebih mudah saat ini,” ujarnya.

Pemerintah Ukraina telah menyiapkan skema pembayaran tambahan bagi kalangan pensiunan yang berusia di atas 80 tahun. “Pekan depan kita akan membayar tambahan 1.000 dolar AS kepada mereka yang memiliki pensiun di bawah 5.000 dolar AS. Pada akhir April, semua pensiunan akan menerima uang ini,” ungkap Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal.

Sesuai dengan instruksi Zelensky, Pemerintah Ukraina telah mengklasifikasikan kategori populasi yang akan dibantu. Mereka adalah kalangan penganggur, keluarga berpenghasilan rendah, dan pelaku usaha kecil menengah.

“Sangat baik bahwa kita telah mengembangkan alat dan menghitung dana untuk membantu warga Ukraina. Sekarang kita perlu bergerak secepat mungkin agar orang benar-benar mendapatkan uang dan merasa tenang,” ujar Zelensky. Hingga berita ini ditulis, Ukraina memiliki 1.668 kasus Covid-19 dengan 52 korban meninggal.

sumber” republika.co.id

 

Myanmar Segera Terapkan Lockdown

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah Myanmar akan menerapkan kebijakan karantina wilayah pada 10 hingga 19 April.

“Pemilihan durasi tersebut adalah karena liburan Thingyan terjadwal selama tanggal yang dimaksud,” kata Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Yangon, Sylvia Masri, kepada ANTARA.

Festival Thingyan disebut juga sebagai peringatan Tahun Baru Myanmar yang dirayakan selama empat hari pada tanggal 13 sampai 16 April setiap tahun dengan tradisi saling menyiram air, jalan dan tempat umum biasanya dipenuhi oleh masyarakat.

“Perintah lockdown pada masa liburan Thingyan dikeluarkan demi memastikan tidak ada masyarakat yang berkumpul agar dapat memperkecil risiko penyebaran Covid-19,” Sylvia menambahkan.

Dia juga menjelaskan bahwa sekolah di Myanmar ditutup hingga akhir April, tempat-tempat umum ikut ditutup atau dibatasi jam operasionalnya. Arahan itu secara umum dipatuhi oleh masyarakat.

Sumber: republika.co.id

MUI Minta Masyarakat Sukseskan PSBB

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI), meminta setiap anggota masyarakat siap membantu dan menyukseskan program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Jumat, 10 April mendatang.

Dengan suksesnya program ini diharapkan akan membawa kebàikan dan kemaslahatan banyak orang.

“Tujuan dari PSBB salah satunya adalah untuk memutus mata rantai penularan dari virus corona, sehingga dengan demikian diharapkan wabah ini akan cepat berlalu, kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat bisa kembali normal seperti semula,” kata Sekjen MUI, Anwar Abbas, Kamis (09/04/2020).

Anwar Abbas menekankan rasa solidaritas yang tinggi diantara sesama anggota masyarakat. Ia menilai ini menjadi sesuatu yang sangat penting saat ini.

“Sebab, dengan adanya wabah ini tentu akan banyak diantara anggota masyarakat yang akan terpukul ekonominya, sehingga mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya sehari hari. Untuk itu kita harus bisa mengembangkan sistem kehidupan bertetangga yang baik dan kuat diantara kita,” tuturnya.

Maka, diharapkan setiap rumah tangga bisa memperhatikan dan membantu tetangganya yang sedang mengalami kesulitan secara bersama-sama. “Bila hal ini bisa kita lakukan dan wujudkan maka insya Allah wabah ini akan bisa kita atasi dan akan cepat berlalu sehingga kehidupan akan cepat normal kembali seperti biasa,” ujarnya.

ACT Salurkan Pangan 1750 Ton untuk 850 Ribu Penerima Manfaat

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali meluncurkan program varian dari Operasi Makan Gratis, yaitu Humanity Food Van dari Humanity Central Kitchen.

Program ini diluncurkan di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Selasa (704). Hadirnya program ini sebagai bentuk keseriusan lembaga dan untuk menguatkan aksi-aksi ACT dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat prasejahtera selama masa pandemi corona.

Direktur Program ACT Bambang Triyono menjelaskan, program Humanity Food Van merupakan bagian dari ikhtiar ACT untuk menyalurkan semua amanah dermawan Indonesia.

Bantuan ini kemudian akan didistribusikan ke seluruh masyarakat yang membutuhkan (masyarakat lapisan bawah, pekerja harian, pekerja nonformal) pada saat pandemi ini.

Sebelumnya, Operasi Makan Gratis bersama 1.000 warteg memungkinkan penerima manfaat makan di tempat. Sedangkan melalui Humanity Food Van ini, semua makanan langsung diantarkan ke penerima manfaat.

“Hingga saat ini, total bantuan yang telah didistribusikan ACT melalui Operasi Pangan Gratis mencapai 1.750 ton. Dengan penerima manfaat sejumlah 850.000 jiwa. Dalam aksi ini, ACT juga telah melibatkan 10.000 relawan, 15.000 aksi di seluruh Indonesia. Seluruh aksi yang telah berjalan ini menjadi satu bukti bahwa kedermawanan di negeri ini belum pudar, dalam kondisi apapun. Inilah yang harus terus kita gaungkan. Semangat kedermawanan nasional,” imbuh Bambang.

Kemenaker Catat 1,2 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Imbas Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat sudah ada satu juta lebih pekerja di seluruh Indonesia yang terkena dampak langsung corona.

 

Para pekerja umumnya dirumahkan oleh perusahaan, sebagian lagi harus mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Berdasarkan data Kemnaker per 7 April 2020, dampak pandemi Covid-19, untuk sektor formal yang dirumahkan dan di-PHK sebanyak 39.977 perusahaan. Jumlah pekerja/buruh/tenaga kerja yang terdampak sebanyak 1.010.579 orang.

Rinciannya yakni pekerja formal dirumahkan sebanyak 873.090 pekerja/buruh dari 17.224 perusahaan dan di-PHK sebanyak 137.489 pekerja/buruh dari 22.753 perusahaan.

 

Sementara jumlah perusahaan dan tenaga kerja terdampak di sektor informal sebanyak 34.453 perusahaan dan jumlah pekerjanya sebanyak 189.452 orang.

“Total jumlah perusahaan yang merumahkan pekerja dan PHK sebanyak 74.430 perusahaan dengan jumlah pekerja/buruh/tenaga kerja sebanyak 1.200.031 orang,” kata Menaker Ida Fauziyah dalam keterangan resminya, Rabu (8/4).

Ida tetap berupaya menghindarkan pekerja dari PHK, pihaknya telah melakukan dialog dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dari berbagai sektor usaha dan dialog dengan SP/SB mengenai dampak Covid-19 terhadap dunia usaha dan kelangsungan bekerja pekerja/buruh serta antisipasi dan penanganannya.

“Kemnaker juga memberikan pedoman mengenai perlindungan pekerja/buruh dan kelangsungan usaha dalam rangka pencegahan dan penanggulang Covid-19 melalui Surat Edaran (SE) Menaker No.M/3/HK.04/III/2020 tentang perlindungan pekerja/buruh dan kelangsungan usaha dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19, ” kata Ida.

Selain itu, ia melakukan kordinasi dengan Kadisnaker di provinsi seluruh Indonesia guna mengantisipasi dan mengatasi permasalahan ketenagakerjaan di daerah. Diantaranya dengan memberikan arahan dan pedoman baik secara lisan melalui dialog jarak jauh (teleconference) maupun lewat SE darn berkoordinasi terkait pendataan dan pemantauan perusahaan yang merumahkan pekerja/buruh atau melakukan PHK.

“Kami juga melakukan percepatan pelaksanaan Kartu Prakerja dengan sasaran pekerja/buruh yang ter-PHK dan pekerja/buruh yang dirumahkan baik formal maupun informal, ” kata Ida.

Selain itu, Menaker Ida mengatakan langkah lainnya yakni memberikan bantuan program diantaranya program padat karya infrastruktur sanitasi lingkungan; padat karya produktif; kewirausahaan dan program tenaga kerja mandiri (TKM).

Hari ini berlangsung sidang Pleno Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional di Jakarta, pada Rabu (8/4/2020) dihadiri oleh Hayani Rumondang selaku Wakil Ketua LKS Tripartit Nasional Unsur Pemerintah; Myra Maria Hanartani (Waka LKS Tripartit Nasional Unsur Organisasi Pengusaha; Pudji Santoso (Waka LKS Tripartit Nasional Unsur Serikat Pekerja/Serikat Buruh; dan Sekretaris LKS Tripartit Nasional, Aswansyah); serta para Anggota LKS Tripartit Nasional.

sumber:cnbcindonesia

Pertumbuhan Ekonomi Minus 6 Persen, Prancis Resmi Alami Resesi

PRANCIS(Jurnalislam.com)- Bank Sentral Prancis (Bank of France) melaporkan pertumbuhan ekonomi Prancis pada kuartal I-2020 sebesar -6%. Ini merupakan kinerja terburuk sejak 1945. Semua tak lepas dari pandemi Covid-19 yang telah memporak-porandakan perekonomian.

Seperti dilaporkan kantor berita AFP, Rabu (8/4/2020), data sebelumnya menunjukkan ekonomi Prancis -0,1% pada kuartal IV-2019. Dengan pertumbuhan negatif dua kuartal beruntun, maka secara teknis Prancis sudah memasuki resesi.

Bank Sentral Prancis melaporkan aktivitas ekonomi anjlok 32 persen dalam dua minggu terakhir pada bulan Maret, seiring dengan naiknya angka kasus konfirmasi positif Covid-19 di negara tersebut.

 

“Anda harus kembali menengok ke kuartal kedua 1968 (era pergolakan politik Mei 1968), untuk menemukan penurunan aktivitas yang serupa,” tulis keterangan Bank Sentral Prancis.

Dalam dua minggu terakhir, Bank Sentral Prancis harus menerima kenyataan ekonomi Prancis tumbuh -1,5% seiring dengan banyaknya angka terjangkit dan kematian dari virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 itu.

sumber: cnbcindonesia.com