Baitul Wakaf Bangun Sumur Air Bersih, Penyakit Kulit Santri Riyadhul Badi’ah Lebak Hilang

LEBAK(Jurnalislam.com)—Pengelola dan para santri Pondok Pesantren Riyadhul Badi’ah Lebak, Banten kini bisa tersenyum sumringah menjalankan proses belajar mengajar. Sejak dua bulan lalu, pesantren yang berlokasi di Kampung Sajira Barat Desa Sajira, Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak Provinsi Banten ini sudah memiliki sumur air bersih dan dapur yang layak bantuan dari Baitul Wakaf bekerjasama dengan CIMB Niaga Syariah.

Bantuan Baitul Wakaf ini membantu kebutuhan air bersih, MCK dan dapur santri lebih layak, lebih baik dan tercukupi. “Santri bisa hidup bersih dan sehat,” kata Busro, relawan Mitra Kebaikan Baitul Wakaf Lebak, Rabu (8/6/2022).

Menurut Busro, pengeboran sumur air bersih, renovasi dapur dan MCK dilakukan pada akhir April 2022 lalu. Sebelum dibangun sumur air bersih, para santri harus mengambil air dari sungai Cilaki yang berjarak 500 meter.

Air yang diambil dari sungai pun tidak berstatus air bersih. Jika musim hujan, kondisi air sungai menjadi lebih kotor. Karena air-air dari sawah, selokan semua bermuara ke sungai tersebut.

“Air sungai jarak ke pondok 500 meter, sangat kesulitan di malam hari karena gelap. Sumur dangkal manual kedalaman 7 meter 1 bulan kemarau airnya kering,” jelas Busro.

Jika musim kemarau, para santri dan warga sekitar jarang mandi. Sehingga memicu berbagai penyakit kulit. “Jumlah santri yang awalanya 50 orang dan tidak dikenakan biaya pendidikan sepeserpun, namun karena kesukitan air jadi berkurang tidak betah, sekarang ada sekitar 35 orang,” kata Busro.

Tentu, bantuan wakaf dari Baitul Wakaf ini sangat bermanfaat bagi para santri. Kualitas kehidupan para santri semakin membaik, problem penyakit kulit pun lambat laun menghilang.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Baitul Wakaf dan para donaturnya atas perhatian kepedulian kebaikannya, semoga Allah memberkahi dan memuliakan kehidupan dunia dan terus mengalir pahala kebaikannya hingga negeri akhirat,” ujar Busro.

Untuk diketahui, Baitul Wakaf adalah lembaga nirlaba yang konsen dalam menghimpun dan mengelola wakaf (nazhir) produktif dari Hidayatullah.

Konsentrasi program wakaf dilakukan dengan pendekatan sosial, dan produktif. Dengan tujuan menghasilkan manfaat yang terus mengalir, dan menghadirkan solusi bagi problema umat dari lokal hingga global. Saat ini, Baitul Wakaf tengah gencar melaksanakan program wakaf sumur air bersih di sejumlah tempat.*

 

Dihadiri 30 Peserta Internasional, Kongres Halal Internasional MUI Rumuskan Resolusi Halal Dunia

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kongres Halal Internasional (KHI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2022 di Bangka Belitung pada 14-18 Juni 2022 yang akan dibuka langsung Wakil Presiden RI sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu akan merumuskan dan menetapkan Resolusi Halal Dunia.

Sekretaris Panitia Pengarah KHI, KH Rofiqul Umam Ahmad, mengatakan Resolusi Halal Dunia tersebut bisa menjadi pengikat moral serta menguatkan komitmen seluruh kepentingan. Baik industri halal, produsen halal, maupun pariwisata halal di Tanah Air dan dunia akan terikat dengan komitmen tersebut.

“Resolusi ini akan menjadi panduan dan inspirasi bagi semua pihak yang ingin mengembangkan halal dalam berbagai aspek. Saat ini, panitia pengarah sedang membahas dan mematangkan draft Resolusi Halal Dunia tersebut,” kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Ekonomi Syariah dan Halal itu, Senin (13/6/2022).

Kiai Rofiq menyampaikan, pembahasan dan penetapan Resolusi Halal Dunia ini akan melibatkan 30 peserta yang mewakili berbagai unsur mulai dalam sampai luar negeri. Peserta yang hadir dalam KHI 2022, kata dia, berasal dari MUI, lembaga pegiat halal, lembaga pemeriksa halal, dan kementerian/lembaga pemerintah terkati dengan halal dan pariwisata halal.

“Selain itu, ada juga lembaga atau asosiasi masyarakat di bidang halal dan pariwisata halal yang hadir, ” ungkapnya.

Kiai Rofiq memandang, kehadiran peserta KHI 2022 dari luar negeri dipandang sangat penting. Industri halal dan pariwisata halal luar negerai sangat erat kaitannya dengan perkembangan umat Islam dan bangsa lain di dunia. Sebab, kata dia, industri halal maupun pariwisata halal juga menjadi perhatian masyarakat dunia yang bukan Islam.

“Dari 40 negara yang sudah kami undang, ada peserta dari 30 negara yang akan hadir baik secara online maupun offline. Mereka akan berdiskusi dengan teman-teman dari Indonesia tentang bagaimana mengembangkan industri halal dan pariwisata halal, ” ujarnya.

Ketua Organizing Committee (OC) Kongres Halal Internasional (KHI) MUI 2022, Trisna Djuwaeli, kongres hasil kerjasama MUI Pusat, MUI Provinsi Bangka Belitung, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Bangka Belitung ini akan dibuka Wakil Presiden RI dan ditutup Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Trisna juga menyampaikan dalam Kongres yang mengangkat tema “Akselerasi Peningkatan Kontribusi Produk Halal dan Pariwisata Halal dalam Mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Produsen Halal Dunia” ini juga akan digelar Rakornas Komisi Fatwa dan Rakornas LPPOM seluruh Indonesia.

“Maka kami juga mengundang Komisi Fatwa dan LPPOM se-Indonesia untuk hadir dalam Kongres Halal Internasional dan mereka juga akan mengadakan kegiatan Rakornas tersebut,” tuturnya.

Di samping itu, kata dia, KHI ini juga mengundang Kementerian-kementerian di antaranya Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian BUMN. “Kita juga meminta para menteri-menteri dari kementerian tersebut menjadi narasumber,” ungkapnya.

Kongres Halal Internasional MUI Akan Dihadiri Perwakilan 30 Negara

JAKARTA(Jurnalislam.com) –Kongres Halal Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang akan berlangsung pada 14-18 Juni 2022 di Bangka Belitung ini rencananya akan dihadiri oleh berbagai tamu baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Wakil Sekretaris Organaizing Commite (OC) Kongres Halal, Amirah Nahrawi mengatakan, kongres halal internasional MUI ini akan dihadiri oleh tamu undangan yang merupakan perwakilan dari 30 negara sahabat.

“Undangan lain dari luar negeri akan hadir secara offline maupun online,” kata Amirah saat dihubungi MUIDigital, Jumat (10/6/2022).

Amirah mengungkapkan, jumlah tamu undangan dalam gelaran kongres ini diperkirakan mencapai 450 peserta, termasuk yang menjadi narasumber.

“Para peserta dari luar negeri di antaranya berasal dari Australia, German, Brunei, dan Malaysia. Bahkan diperkirkan melebihi undangan,” imbuhnya.

 

Sementara itu, kata Amirah, narasumber yang berasal dari luar negeri di antaranya dari Taiwan, Malaysia, jepang dan Spanyol.

“Mereka akan menjadi narasumber pada sesi ketujuh, pada 15 Juni,” jelasnya.

Amirah yang juga wakil ketua Komisi Hubungan Luar Negeri MUI ini menjelaskan, para tamu undangan yang akan menjadi peserta maupun narasumber ini berasal dari perwakilan lembaga-lembaga halal.

Lebih lanjut, Amirah menjelaskan bahwa para perwakilan dari lembaga atau organisasi halal ini baik yang berasal dari pemerintah maupun kelembagaan di negaranya.

“(Juga) yang sudah bekerja sama dengan MUI dan LPPOM,” ungkapnya.

Apalagi, kata Amirah, para narasumber yang berasal dari luar ini dipilih karena memang selama ini memiliki kerja sama khusus dengan MUI.

 

“Dalam hal ini mengembangkan produk-produk halal luar negeri,” tuturnya.

Selain itu, pada gelaran kongres ini juga akan dimeriahkan oleh para kedutaan besar yang akan mengirimkan para ambasadornya.

 

 

 

 

 

 

Sebelumnya, Ketua Umum IAEI yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan bahwa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan anggota IAEI untuk terus melakukan kajian, pengembangan, pendidikan, dan sosialisasi ekonomi Islam demi kemajuan ekonomi nasional.

“Pada tahun 2020 hingga 2021, program IAEI berfokus pada pembahasan isu-isu penting yang membuat IAEI semakin relevan di dalam pembangunan ekonomi syariah yang lebih inklusif di Indonesia,” paparnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menuturkan bahwa IAEI berkontribusi mengarusutamakan ekonomi syariah dalam membahas dan memberi solusi terhadap isu-isu strategis global dan nasional, seperti COP 26 yang membahas perubahan iklim, presidensi G20 Indonesia, RUU Ekonomi Syariah, RUU Harmonisasi Peraturan Perpajakan, RUU Hubungan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

“IAEI di dalam melakukan kegiatan juga terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penelitian-penelitian ekonomi syariah dan memberikan solusi _mismatch_ antara industri dan ekonomi syariah serta perguruan tinggi,” ungkapnya.

Selain Sri Mulyani, tampak hadir dalam acara ini, Wakil Ketua Umum I IAEI Munifah Syanwani, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasarudin Umar, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Heru Pambudi, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Hadiyanto, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata, serta segenap anggota IAEI yang bergabung baik secara luring maupun daring.

 

Presidensi G20, Wapres Tawarkan Ekonomi Syariah Solusi Pemulihan Ekonomi Global

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Tantangan dalam upaya pemulihan ekonomi global akibat pandemi Covid-19 menjadi semakin berat karena terus dibayangi berbagai kejadian luar biasa, seperti krisis iklim dan peperangan. Kedua krisis tersebut misalnya, secara signifikan turut mendisrupsi pasokan pangan dan energi dunia, bahkan memicu laju inflasi mencapai rekor tertinggi di banyak negara.

Untuk itu, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin mengharapkan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dapat memanfaatkan Presidensi G20 Indonesia untuk menawarkan ekonomi syariah sebagai solusi bagi pemulihan ekonomi global yang inklusif dan berkelanjutan.

“Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, kita tunjukkan bahwa ekonomi Islam adalah sebuah solusi bagi pemulihan ekonomi global yang berkeadilan, yang dapat menyentuh semua lapisan masyarakat,” tegas Wapres saat menghadiri acara Halalbihalal dan Silaturahmi Kerja IAEI, di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jl. Senen Raya No. 1, Jakarta Pusat, Jumat (10/06/2022).

Bukan tanpa alasan, permintaan Wapres tersebut juga dilatarbelakangi fakta bahwa sejauh ini sektor ekonomi dan keuangan syariah global terus mengalami pertumbuhan positif.

“Pada 2021 umat muslim mengeluarkan USD 2 triliun untuk sektor makanan, farmasi, dan gaya hidup lain berprinsip syariah,” ungkapnya.

Adapun nilai tersebut, sambung Wapres, mencerminkan 8,9% pertumbuhan dari tahun sebelumnya. Bahkan menurutnya pada 2022 pengeluaran muslim global diperkirakan tumbuh sebesar 9,1%.

“Potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia juga sangat baik. Per Desember 2021 total aset keuangan syariah Indonesia (tidak termasuk saham syariah) mencapai Rp 2.050 triliun. Hal ini tentunya menjadi modal yang sangat baik dalam hal penguatan maupun ketahanan ekonomi dan keuangan Indonesia,” paparnya.

Lebih jauh, pada acara yang mengusung tema “Memperkuat Kontribusi Melalui Inovasi dan Sinergi” ini, Wapres juga meminta agar IAEI terus mencetuskan berbagai inovasi baru untuk menguatkan peran lembaga keuangan syariah sebagai garda depan pemulihan ekonomi nasional pascapandemi.

“Saya juga meminta IAEI semakin memperkuat sinergi antarahli ekonomi Islam dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dan global, maupun pewujudan cita-cita Indonesia menjadi pusat produsen halal terkemuka dunia,” pintanya.

Terakhir, Wapres mengharapkan acara halalbihalal IAEI kali ini akan semakin mempererat tali silaturahim, sekaligus mendorong terciptanya sinergi yang lebih luas lagi di antara seluruh anggota IAEI.

“Saya juga berharap IAEI terus memberikan kontribusi pemikiran strategis dan implementatif untuk kemajuan ekonomi dan keuangan syariah, yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat, serta menjadi kontribusi Indonesia di tataran global,” pungkasnya.

 

Mengenang KH Dimyati Rois, Sosok Ulama Besar Pencetak Santri Unggulan

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Bangsa Indonesia kembali berduka karena kehilangan salah satu tokoh ulama besarnya yakni K.H. Dimyati Rois, yang berpulang hari ini, Jumat (10/06/2022) pukul 01.13 WIB di Rumah Sakit Tlogorejo Semarang, Jawa Tengah.

Mengetahui hal ini, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pun turut mengungkapkan duka cita mendalam. Menurut Wapres, Kiai Dimyati merupakan sosok ulama kharismatik pencetak santri unggul dan berdaya saing.

“Sebagai Mustasyar PBNU dan satu dari 9 anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), Mbah Dim sapaan hangat yang biasa kita kenal adalah seorang ulama kharismatik. Kiprahnya di dunia pesantren telah banyak mencetak santri-santri unggul dan berdaya saing,” ungkapnya.

Melalui ilmu yang diamalkannya, tutur Wapres, Kiai Dimyati telah membawa santri untuk mampu menjadi manusia berdaya guna dalam mengisi pembangunan di tanah air.

“Semoga almarhum K.H. Dimyati Rois diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga serta keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) yang ditinggalkan diberikan kesabaran menghadapi ujian ini,” doanya.

Sebagai informasi, K.H. Dimyati Rois merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadlu wal Fadhilah Jagalan, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Kiai Dimyati lahir di Bulakamba, Brebes, 5 Juni 1945. Setelah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, ia juga sempat menuntut ilmu di Pondok Pesantren APIK Kaliwungu, Kendal selama belasan tahun.

Pada Muktamar Ke-34 NU di Lampung pada 2021 lalu, Kiai Dimyati terpilih menjadi salah satu dari sembilan Anggota AHWA. Bahkan ia mendapatkan suara terbanyak saat itu, yakni 503 suara. Bersama delapan kiai lainnya, ia kemudian memilih dan menetapkan Rais Aam Syuriyah PBNU

 

Pemerintah: Ormas Islam Wadah Perjuangan Umat Isi Pembangunan Nasional

AKARTA(Jurnalislam.com)– Indonesia merupakan negara hukum yang menjunjung tinggi demokrasi dimana masyarakat bebas untuk berserikat, berkumpul, dan berpendapat sebagaimana dijamin dalam Undang-undang Dasar 1945. Perwujudan nilai demokrasi salah satunya dicerminkan dengan hadirnya berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) termasuk ormas Islam, yang diharapkan dapat mewujudkan nilai-nilai luhur umat muslim. Oleh karena itu, ormas Islam diharapkan dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan nasional dan pemberdayaan ekonomi demi kemaslahatan umat.

“Saya meminta ormas-ormas Islam sebagai platform yang mewadahi perjuangan umat, dapat terus menunjukkan kiprahnya dalam mengisi pembangunan nasional, baik melalui dakwah keagamaan, kegiatan sosial, maupun kegiatan pemberdayaan ekonomi,“ tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H Ma’ruf Amin saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 Al Jam’iyatul Washliyah di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 6 Jakarta Pusat, Jumat (10/06/2022).

Lebih lanjut, Wapres memberikan beberapa pesan kepada pengurus Al Jam’iyatul Washliyah yang diharapkan dapat menjadi tuntunan bagi organisasi dalam merumuskan langkah-langkah ke depan.

“Pertama, Al Jam’iyatul Washliyah harus selalu menjadi mitra pemerintah (shadiqul hukumah) dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Perkuat moderasi beragama (Islam wasathiyah), serukan dakwah yang damai dan sejuk, dan tanamkan toleransi dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Disamping itu, Wapres juga menegaskan, agar ormas Islam dapat menyampaikan dakwah ke seluruh negeri dengan cara damai.

“Dakwah kita harus dalam kerangka kerukunan, teologi yang kita bangun harus teologi kerukunan, bukan konflik,” tegasnya.

Selanjutnya, Wapres berharap Al Jam’iyatul Washliyah dapat berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi umat, terlebih saat ini Indonesia sedang menata kembali kebangkitan ekonomi seiring dengan pandemi yang kian dapat dikendalikan.

“Kedua, Saya berharap, Al Jam’iyatul Washliyah dapat memainkan peran untuk mendukung pemerintah dalam menyukseskan proses pemulihan ini (ekonomi), antara lain melalui program-program pemberdayaan ekonomi umat.

Wapres juga menekankan, agar Al Jam’iyatul Washliyah dapat mencetak generasi penerus yang dibekali dengan ketaqwaan dan kemampuan menguasai ilmu pengetahuan untuk memakmurkan bumi.

“Ketiga, saya minta Al Jam’iyatul Washliyah turut membentuk generasi muda yang beriman dan bertakwa, serta berpengetahuan dan menguasai teknologi dalam rangka menyiapkan SDM unggul sebagai kunci memakmurkan bumi,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Wapres berharap agara rakernas pertama yang dilaksanakan Al Jam’iyatul Washliyah ini dapat menghasilkan keputusan yang terbaik dan membuahkan kontribusi serta rekomendasi yang berguna bagi kemakmuran bangsa.

“Saya ingin menyampaikan harapan agar Rapat Kerja Nasional yang pertama ini dapat menghasilkan keputusan dan kebijakan internal organisasi yang terbaik, serta gagasan, terobosan, dan rekomendasi untuk mewujudkan kemaslahatan umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Al Jam’iyatul Washliyah Masyhuril Khamis menyampaikan bahwa rakernas pertama ini akan melibatkan ormas Islam lainnya sebagai bentuk kolaborasi organisasi demi merumuskan langkah-langkah strategis membangun bangsa.

“Karena itulah rakernas pada kesempatan kali ini kami mengambil tema tranformasi dan kolaborasi karena bagaimanapun kami tidak dapat berdiri sendiri tanpa sinergi dan kerja sama dengan saudara lain. Kami mengundang pimpinan pusat Muhammadiyah, PBNU, MUI untuk berdiskusi dalam rangka menjadikan negeri ini sejahtera,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Rakernas ke-1 Al Jam’iyatul Washliyah akan berlangsung selama tiga hari, Jumat s.d. Minggu, tanggal 10-12 Juni 2022 di Hotel Mercure Ancol. Rakernas ini akan dihadiri oleh 300 peserta dari seluruh tanah air dan perwakilan luar negeri, di antaranya sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur, Ketua Umum Ormas Islam dan tokoh masyakarat. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan A Djalil, Menteri BUMN Erick Tohir, Anggota DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan dijadwalkan hadir memberikan materi.

Hadir dalam kesempatan tersebut, perwakilan pengurus dan anggota keluarga besar Al Jam’iyatul Washliyah. Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi, dan Robikin Emhas, Plt. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan Lukman Hakim Siregar, serta Asisten Staf Khusus Wakil Presiden Sholahudin Al Aiyub.

 

Menteri Koperasi dan UMKM: Sertifikasi Halal Bangkitkan Ekonomi Pasca Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki memaparkan bahwa kunci bangkitnya kembali ekonomi pasca Covid-19 adalah dengan gotong royong.

“Dengan gotong royong kita bisa melakukan apa saja termasuk melawan pandemi. Kata kuncinya adalah gotong royong, ” kata Teten saat menjadi narasumber di acara Festival Syawal LPPOM MUI 1443 H, Kamis (09/06) secara virtual.

Teten menuturkan, sebelum-sebelumnya ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi, UMKM berada di garis terdepan mendorong ekonomi kembali berjaya. Namun, pasca terjadi Covid-19, justru pihak paling terdampak adalah para pelaku UMKM.

“Kita sudah pernah berhadapan dengan krisis ekonomi yang bisa dibilang lebih dahsyat. Namun, para pelaku UMKM berhasil membawa Indonesia kembali berjaya. Kali ini para pelaku UMKM yang justru terdampak, ” paparnya.

Menurutnya, solusi yang bisa ditempuh adalah dengan mendorong UMKM menyediakan produk dan jasa halal. Indonesia merupakan konsumen besar bagi pasar produk halal.

Beberapa tahun ke depan, kata dia, pengeluaran penduduk Indonesia untuk produk dan jasa halal akan meningkat sebesar 5,3% dan potensi dampak ekonomi industri halal terhadap PDB nasional sebesar 3,8 miliar US dollar.

 

“Menurut Indonesia Halal Life Style Center, total pengeluaran penduduk Indonesia untuk produk dan jasa halal di semua sektor beserta prediksi pertumbuhan ekonomi hingga 2025 sebesar 218,8 Miliar US Dolar atau tumbuh sebesar 5,3%. Potensi dampak ekonomi industri halal terhadap produk domestik bruto nasional sebesar 3,8 Miliar US Dolar.
Untuk memanfaatkan potensi tersebut, tentunya harus didukung oleh suplai barang halal, ” ungkap dia.

Karena itu, selaku Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mendukung penuh langkah MUI yang memfasilitasi sertifikasi halal gratis bagi para pelaku UMKM.

Menurutnya, dukungan ini akan menjadi pendorong penyediaan produk dan jasa halal sekaligus menjadi pemicu kebangkitan ekonomi pasca Covid-19.

 

“Saatnya Indonesia menjadi pusat halal dunia Saya memberikan apresiasi kepada LPPOM MUI yang telah konsisten membantu UMKM dalam membentuk fasilitasi sertifikasi halal gratis.” pungkasnya. (mui)

 

Artis dan Sineas Didorong Produksi Film Anak Islami

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong para artis dan orang yang ahli membuat film (sineas) untuk memproduksi film anak yang bernilai Islami.

Hal ini disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Seni Budaya dan Peradaban Islam, KH Jeje Zaenudin, saat menerima audiensi dari DNA Prodaction di Aula Buya Hamka, Gedung MUI, Jakarta Pusat, Selasa (7/6/2022) lalu.

Kiai Jeje juga menyampaikan apresiasi terhadap film anak religius. Salah satunya hasil produksi DNA Prodaction yaitu Kun Anta.

“Apresiasi terhadap muncul film ini. Catatan sebagai rasa kegembiraan semoga mendapat apresiasi dari MUI, berdasarkan pesan yang disampaikan dalam film ini,” kata kiai Jeje kepada MUIDigital, Sabtu (11/6/2022).

Kiai Jeje menuturkan, Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) MUI juga memiliki program LSBPI award untuk memberikan penghargaan terhadap seni budaya dan peradaban Islam. “Kategori sastra, musik, film, dan ornament Islam,” tambahnya.

Kiai Jeje menilai, dakwah dalam dunia film Kun Anta memiliki makna yang sangat besar dalam mengkampanyekan dakwah lapangan.

Wakil Ketua Umum PP Persis ini menambahkan, yang dimaksud mangkampanyekan dakwah lapangan ini adalah mengkampanyekan dakwah yang mencintai lingkungan dan memberikan penghargaan terhadap satwa.

Sementara itu, Ketua LSBPI MUI, Habiburrahman El Shirazy berharap film ini bisa menembus 10 juta penonton sehingga, kata pria yang akrab disapa Kang Abik ini, bisa tampil di box office.

 

Kang Abik juga berharap, akan muncul film-film anak yang lain. Cerita yang mengangkat tentang anak sangat jarang.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh LSBPI untuk mendongkrak cerita anak adalah dengan melakukan lomba cerita pendek atau cerpen.

Pada saat itu, kata kang Abik, diikuti 500 peserta dan bekerja sama dengan Republika. Sebanyak 20 pemenang dalam lomba cerpen ini akan diterbitkan oleh Republika.

Selain itu, penulis novel “Ayat-ayat Cinta” dan “Ketika Cinta Bertasbih” ini mendorong agar membuat film tentang back groud pesantren yang harus dibuat dengan bagus.

“Karena pesantren juga perlu menembus kalangan orang kaya. Kita harapkan DNA menjadi dengan nama Allah,” kata kang Abik.

Pada kesempatan yang sama, Direktur DNA Rina Novita menjelaskan, Kunta Anta artinya jadilah dirimu sendiri. “Film ini sebagai film dunia anak. Film anak sangat jarang,” kata dia.

 

Rina mengungkapkan, proses shooting film ini mengundang para penonton untuk menyaksikan shooting dari film ini. Bahkan, para penonton yang datang berasal dari berbagai daerah.

Rina mengatakan, proses shooting film Kun Anta berada di pesantren Sukabumi, air terjun dan lingkungan hutan.

Selain itu, Rina menjelaskan bahwa film ini mendatangkan orangutan karena film ini memiliki pesan untuk menyayangi binatang.

“Ada dramatisasi dengan adegan yang menggambarkan keharuan tersendiri. Dibuka dengan adzan, juga doa oleh keluarga Kong Hu Chu. Ditutup dengan Quran untuk menyangi lingkungan,” ungkapnya.

Kunta Anta sendiri telah beredar dalam film serial TV dan sudah mencapai 223 episode. (mui)

 

Puluhan Tahun Menabung, Tukang Becak dan Istrinya Naik Haji

BEKASI(Jurnalislam.com)— Raut bahagia tak dapat disembunyikan oleh pasangan Eme Karma Ardali (62) dan Icih Salsih Surya (57) saat memasuki halaman Asrama Haji Bekasi, Sabtu (11/6/2022). Siapa sangka, Eme yang sehari-hari bermata pencaharian sebagai penarik becak dan mangkal di depan Kantor Pos Kadipaten Kabupaten Majalengka ini, dapat mengajak sang belahan jiwa beribadah haji ke tanah suci.

“Alhamdulillah tukang becak bisa berangkat haji karena ada panggilan gusti Allah,” ucap Eme dalam bahasa Sunda saat ditemui di Asrama Haji Bekasi.

Eme ini tercatat sebagai jemaah haji asal Jawa Barat dan tergabung dalam kelompok terbang JKS 11. Eme bercerita, ia mendaftarkan haji pada tahun 2012. Selama puluhan tahun, Eme dan Icih menabung sebagian penghasilannya di celengan yang disimpan di rumah agar dapat berangkat haji.

“Paling besar penghasilan  50 ribu, ya kadang-kadang becak mah. Dapat 50 ribu, 20 ribu dipakai (untuk kebutuhan sehari-hari), 30 ribu ditabung,” ungkap Icih yang mengaku bahagia bisa berangkat haji bersama sang suami.

Eme dan Icih semestinya berangkat untuk berhaji pada 2020 lalu. Namun, akibat pandemi, keberangkatan keduanya terpaksa ditunda. Tahun ini, mereka lega karena masih diberi kesempatan beribadah haji.

Rasa bungah jeung lega weh. Bungah luar biasa, aya panggilan niat hajian ini.(Rasa bahagia dan lega. Bahagia luar biasa karena ada panggilan haji ini),” ungkap Eme.

Keduanya berharap dapat menunaikan ibadah haji dengan hikmat dan selamat. Di tanah suci nanti, mereka juga akan berdoa bagi ketiga anaknya agar selamat, panjang umur dan sukses.

Dukungan dari berbagai pihak pun datang, tak terkecuali Bupati Majalengka, Dr. H. Karna Sobahi yang memberikan uang kadeudeuh untuk bekal ke tanah suci. Eme pun dijanjikan akan mendapatkan becak baru oleh Bupati sepulangnya dari tanah suci nanti.

Jamaah Haji Indonesia Mulai Tunaikan Umrah Wajib

MAKKAH(Jurnalislam.com)— Jemaah haji Indonesia, Senin (13/6/2022), mulai menunaikan umrah wajib di Masjidil Haram yang menjadi rangkaian dari ibadah Haji Tamattu. Tercatat ada 358 jemaah asal Pati yang tergabung dalam kloter 1 Embarkasi Solo (SOC 1).

Mereka tampak mulai memadati area tawaf (mathaf) di depan Kabah sekitar pukul 03.00 waktu Arab Saudi (WAS). Sebelumnya, mereka telah mengambil miqat dari Masjid Bir Ali, Madinah.

“Ini dari embarkasi Solo, yang sebanyak 358 jemaah. Tadi tiba pukul 03.00 di antar dengan Bus Shalawat dari Hotel Kiswah-Jarwal. Sebelumnya dijadwalkan pukul 01.00 tapi mundur,” katanya.

Sebelumnya, Konjen RI di Jeddah Eko Hartono mengatakan, kehadiran jemaah SOC 1 ini menandai dimulainya fase kedatangan jemaah di Makkah.

“Ini rombongan pertama jemaah kita yang bergerak dari Madinah menuju ke Makkah,” kata Eko di Hotel Kiswah saat penyambutan jemaah haji Indonesia.

“Ini adalah kloter pertama yang datang ke Madinah pada 4 Juni 2022. Mereka dari embarkasi Solo. Kami juga menyambut rombongan pertama ini,” sambungnya.

Eko Hartono berharap jemaah dapat beribadah dengan baik. “Semoga tetap diberikan kesehatan sehingga ibadah haji mereka bisa berjalan dengan baik,” harapnya.

Eko juga mengingatkan bahwa haji adalah ibadah fisik. Karenanya, semangat beribadah harus diimbangi dengan kemampuan menjaga diri. Apalagi, saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.

“Meski pandemi Covid-19 mereda, tetap hati-hati agar kita tidak tertular. Perlu kedisiplinan jemaah. Jaga stamina. Jika tidak diperlukan jangan berkerumun,” pesan Eko.