AS Dinilai Lamban Tangani Wabah Covid-19

NEW YORK(Jurnalislam.com) — Pemerintah Amerika Serikat (AS) dinilai lambat untuk memahami bagaimana dan berapa banyak penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19) yang terjadi, secara khusus dari Eropa. Hal ini disebut menjadi penyebab utama wabah berlangsung di Negeri Paman Sam, bahkan menjadikan negara itu memiliki jumlah kasus tertinggi di dunia.

Serang pejabat dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Anne Schuchat mengatakan pengujian terbatas dan peringatan perjalanan yang tertunda untuk daerah di luar China berkontribusi pada lonjakan kasus. Namun, ia mengingatkan bahwa hal ini bukan berarti seluruh kasus Covid-19 di negaranya bersifat impor atau dibawa dari luar negeri.

“Kami jelas tidak mengakui impor penuh yang terjadi,” ujar Schuchat.

CDC menerbitkan sebuah artikel pada Jumat (1/5) yang menyoroti tanggapan AS tentang beberapa keputusan utama dan peristiwa dalam beberapa bulan terakhir. Ini menunjukkan badan kesehatan publik negara itu melewatkan peluang untuk memperlambat penyebaran virus corona jenis baru.

Beberapa ahli kesehatan masyarakat melihat ini sebagai hal penting, CDC bertanggung jawab untuk mengenal, melacak, dan pencegahan penyakit. Namun, badan tersebut tidak terlalu peduli selama pandemi Covid-19.

“Sejauh mana kehadiran publik CDC telah sangat berkurang adalah salah satu aspek yang paling mencolok dan terus terang membingungkan dari tanggapan pemerintah,” jelas Jason Schwartz, asisten profesor kebijakan kesehatan di Yale School of Public Health.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengeluarkan keputusan. Di antaranya adalah yang diumumkan pada 31 Januari lalu, di mana agar tidak ada kedatangan warga asing maupun turis yang pernah melakukan perjalanan ke China.

Tetapi dalam artikelnya, Schuchat mencatat bahwa hampir dua juta orang tiba di AS dari Italia dan negara-negara Eropa lainnya selama Februari. Pemerintah AS tidak memblokir perjalanan dari negara-negara yang kini terdampak wabah Covid-19 di benua itu hingga 11 Maret.

Sumber: republika.co.id

PBB: Pencaplokan Tepi Barat Perparah Pelanggaran HAM Israel

RAMALLAH (Jurnalislam.com) — Pelapor khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia (HAM) di Palestina Michael Lynk mengatakan pencaplokan Tepi Barat oleh Israel akan menimbulkan konsekuensi buruk bagi HAM di wilayah tersebut.

“Keputusan Israel untuk secara sepihak maju dengan pencaplokan yang direncanakan pada 1 Juli menggerogoti HAM di kawasan itu dan akan menjadi pukulan berat bagi tatanan internasional berbasis aturan,” kata Lynk, seperti dikutip laman kantor berita Palestina WAFA, Ahad (3/5).

Menurut dia jika rencana pencaplokan Tepi Barat dilanjutkan, wilayah Palestina akan sepenuhnya dikelilingi dan dipecah oleh Israel. Ia tidak terhubung dengan dunia luar.

“Rencana ini akan menegaskan apartheid abad ke-21 meninggalkan kebangkitan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri. Secara hukum, moral, politik ini sepenuhnya tidak dapat diterima,” ujar Lynk.

Dia menilai pelanggaran HAM oleh Israel akan meningkat setelah pencaplokan Tepi Barat. “Kita menyaksikan pengusiran dan pemindahan paksa, perampasan tanah dan alienasi, kekerasan pemukim, perampasan sumber daya alam, dan pengenaan sistem dua tingkat hak-hak politik, sosial, serta ekonomi yang tidak setara berdasarkan etnis,” ucapnya.

Pemerintah Israel telah mengutarakan rencananya untuk secara resmi menganeksasi Tepi Barat. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu meyakini Amerika Serikat (AS) akan memberikan lampu hijau bagi negaranya untuk mengambil langkah tersebut. Sebab hal itu termaktub dalam rencana perdamaian Timur Tengah yang telah disusun pemerintahan Donald Trump.

Dalam rencananya, Trump menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tak terbagi. Ia pun mengakui pendudukan Israel atas sebagian wilayah Tepi Barat dan Lembah Yordan. Rencana tersebut menuai banyak kritik karena dianggap berpihak pada kepentingan politik Israel.

Sumber: republika.co.id

MUI Resmi Buka Pesantren Ramadhan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Untuk kali pertama Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (KPK-MUI) Pusat mengadakan Pesantren Kilat Ramadhan 1441 H menggunakan aplikasi video Conference.

Dalam sambutannya, Ketua Prof. Dr. Armai Arief. MA. bersyukur kepada Allah dan kepada semua pihak yang mendukung kegiatan tersebut.

“Ada dua hal yang istimewa hari ini tepatnya tanggal 2 Mei 2020. Pertama, adanya peringatan hari pendidikan nasional yang disingkat hardiknas. Yang kedua adalah hari ini kita masih diuji oleh Allah dengan berjangkitnya virs covid 19 secara nasional bahkan mendunia,” ucapnya.

Kenapa disebut hardiknas? karena bangkitnya pendidikan secara nasional. Nah sekarang kita juga bangkit secara nasional. Hari ini kita melaksanakan pendidikan pesantren kilat secara nasional dengan jumlah peserta yng sangat banyak kurang lebih berjumlah 500 orang.

Mana ada tahun-tahun sebelumnya jumlah peserta pelatihan pesantren kilat yang berjumlah seperti ini dan menggunakan pembelajaran online. Mudah-mudahan acara yang kita laksanakan ini menjadi model baru untuk kegiatan selanjutnya secara nasional.

Pesantren virtual ini bertemakan “Madrasah di rumah untuk Kemaslahatan Umat dan Bangsa dengan Menggunakan Sistem Online”.

Wakil Ketua Umum MUI Pusat KH. Muhyidin Junaidi, MA membuka secara resmi kegiatan tersebut.

“Pada masa pandemi ini semua orangtua menjadi the real teacher. Guru yang sebenarnya, dan mengingatkan kita semua, mampukah kita menjadi the real teacher? Kita mungkin bisa menjadi guru, dosen, pengajar buat orang lain, tapi belum tentu untuk anak kita sendiri,” kata Kiai Muhyiddin dalam sambutannya.

Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 2-7 Mei dengan 13 materi dan narasumber. Pesantren virtual gelombang pertama ini diikuti kurang lebih 500 orang terdiri dari para pengurus MUI dan karyawan baik yang di pusat maupun di Provinsi dan Kabupaten/Kota, kemudian pendidik dan tenaga kependidikan seluruh provinsi.

Sumber: republika.co.od

Alumni Peringati 1080 Tahun Al Azhar Secara Online

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Organisasi Internasional Alumni al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia memperingati Hari Lahir (Harlah) Universitas al-Azhar yang ke-1080 pada hari ini.

Peringatan hari jadi itu juga diisi dengan seminar bertajuk “Pandangan Keagamaan, Komitmen Keumatan, dan Solidaritas Kemanusiaan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan acara tersebut dilakukan secara jarak jauh melalui aplikasi Zoom. Langkah ini diambil sebagai respons atas adanya pandemi Covid-19.

Bagaimanapun, kegiatan tetap berlangsung lancar dan khidmat. Alumni Universitas al-Azhar (Mesir) Ustaz M Arifin tampil sebagai moderator

Menurut dia, peringatan lewat medium daring (online) ini dihadiri dari para alumni yang kini tinggal di berbagai negara, seperti Jerman, Malaysia, dan Mesir.

“Terima kasih kepada seluruh peserta dari berbagai belahan dunia dari Jerman, Malaysia, Mesir. Saat ini jumlahnya sekitar 438 orang,” ujar Ustaz Arifin lewat aplikasi Zoom, Sabtu (2/5) malam.

Acara peringatan secara daring ini dihadiri tokoh-tokoh alumni Al Azhar di Indonesia, seperti Syekh M Quraish Shihab, Ketua OIAA Cabang Indonesia TGB M Zainul Majdi, Sekjen OIAA Indonesia M Muchlis Hanafi, Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Amany Burhanuddin Umar Lubis.

Dalam sambutannya, Ketua OIAA Cabang Indonesia, TGB M Zainul Majdi bersyukur tetap bisa memperingati 1080 tahun berdirinya Al Azhar, walaupun cara memperingatinya dilakukan dari jarak jauh.

“Kita bersyukur malam hari ini bisa memperingati 1080 tahun almamater kita, almamater yang menjadi benteng terkuat bagi Islam,” ucap TGB.

Sementara itu, Duta Besar Mesir di Indonesia, Ashraf Sultan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia dan Mesir selama ini sudah menjalin hubungan yang sangat erat. Hal ini ditandai dengan kunjungan Grand Syekh Al Azhar, Ahmad Muhammad Ath Thayeb sebanyak dua kali ke Indonesia dalam beberapa tahun belakangan.

sumber: republika.co.id

Ustaz Adi Hidayat: Bahagia dengan al Qur’an

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ramadhan merupakan bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Begitu firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 185.

Ustaz Adi Hidayat dalam bukunya “Bahagia dalam Naungan Alquran dan Sunnah” mengatkan, ayat tersebut menegaskan bahwa fungsi utama Alquran ialah hudan lin nas petunjuk hidup manusia. Sebagai pedoman, Alquran menyajikan solusi bagi seluruh liku hidup generasi Adam dan Hawa, dari yang mengharapkan kemudahan, memperbaiki kekurangan, hingga meraih kebahagiaan.

“Semuanya ada dalam Alquran. Ya, di dalam Alquran,” katanya.

Penceramah yang akrab disapa UAH ini menyarankan, siapapun orangnya ingin bahagia di rumah, di kantor, di kehidupan sosial atau bahkan segala hal, bacalah Alquran. Dengan Alquran, maka orang yang ingin bahagia akan paham tentang cara meraih kebahagiaan.

“Bahagia itu sederhana jadikanlah Alquran sebagai pedoman,” ujarnya.

UAH mengatakan, Rasulullah SAW, langsung mempraktikkan pedoman Alquran di lingkungan masyarakat. Sehingga kehidupan umat begitu membahagiakan, hingga lahirnya al-Madinah al-Munawaroh, kota penuh cahaya.

“Pedoman inilah yang menanggalkan sifat jahiliyyah, mengangkat martabat umat, bahkan jauh mengungguli Imperium Romawi dan Persia,” katanya.

UAH, menambahkan praktik Rasulullah dalam mengamalkan pedoman Alquran disebut dengan Sunnah. Hal terakhir inilah yang menjadi penjelasan detil Alquran, bahkan sumber keteladanan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surah al-ahjab ayat 21 yang artinya.

“Sungguh pada diri Rasulullah itu terdapat suri teladan yang baik bagi mu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat, serta banyak menyebut Allah.”

Demikianlah, kata UAH, peran Alquran dan Sunnah. Keduanya menjadi referensi abadi untuk meraih kebahagiaan di setiap zaman yang didambangan setiap manusia.

“Dari sini kita pahami tentang pentingnya bahagia di bawah naungan Alquran dan Sunnah,” katanya.

Menurutnya, rasa bahagia adalah hal yang begitu didamba oleh setiap manusia. Demi kebahagiaan bahagian segala upaya pun ditempuh, dari yang paling sederhana hingga teramat payah bahkan dengan usaha yang Kadang sulit dilukiskan.

Namun, kata UAH, kebahagiaan yang dimaksud terkadang tidak berlaku umum. Sifatnya tidak holistik dan jangkauannya pun tidak komprehensif. Maka dari itulah bahagia bagi seseorang belum tentu berlaku bagi orang lainnya.

Banyak pemplet dan ilustrasi kreatif dibuat disertai tagar bahagia yang penuh harap. #Bahagia itu sederhana cukup secangkir kopi, Anda hadir dengan kebahagiaan.” Demikian di antara tagar kata UAH yang populer,” katanya.

Kata UAH, bagi penikmat kopi kalimat itu bisa diterima, tetapi tidak bagi slainnya. Ada pula yang menulis bahwa #Bahagia itu sederhana ketika kamu hadir di sampingku. Masya Allah… Bahagia untukmu tidak bagi yang lain. Bahkan mungkin merasa sangat kecewa karena sosok yang dinanti ternyata telah diambil orang.

“Muncul kemudian tagar patah hati dari level lokal hingga menggapai ranah internasional,” katanya.

Menurutnya, begitu pentingnya nilai bahagia, ada pula yang berusaha membuat indeks kebahagiaan hingga di level kota untuk mengukur tingkat keberhasilan membangun manusia. Hasilnya tidak ada satu pun yang meraih nilai sempurna.

“Karena kebahagian si A belum tentu kebahagiaan untuk si B kebahagiaan si B belum tentu berlaku bagi si C. Demikian seterusnya,” katanya.

Lantas bagaimana kita bisa mencapai kebahagiaan yang hakiki? yang bisa diraih setiap orang?. Maka jawabannya sederhana jadikanlah Alquran sebagai pedoman.

Sumber: republika.co.id

Inggris Uji Coba Pengobatan Plasma Darah untuk Pasien Covid-19

LONDON(Jurnalislam.com) — Sebuah rumah sakit terkemuka di Inggris akan menggunakan pengobatan plasma darah untuk pasien Covid-19. Upaya ini merupakan uji coba transfusi plasma penyintas Covid-19 kepada orang yang masih dirawat karena virus tersebut.

Diharapkan, pengobatan plasma darah dapat memberikan dorongan sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus corona.

Sejak virus corona muncul di Cina akhir tahun lalu, virus itu telah menewaskan lebih dari 200.000 orang di seluruh dunia. Perusahaan-perusahaan obat berlomba untuk memproduksi vaksin, meskipun belum ada perawatan khusus.

Rumah Sakit Guy’s and St Thomas di London, akan menguji perawatan “plasma pemulihan” sebagai bagian dari uji coba internasional. Sumbangan plasma darah dari orang yang telah pulih dari Covid-19 ditransfusikan kepada pasien yang sakit. Kriteria pasien yang menerima transfusi ketika tubuhnya tidak cukup memproduksi antibodi sendiri terhadap virus.

“Saat ini, tidak ada pengobatan yang terbukti untuk Covid-19,” kata konsultan dalam perawatan intensif di Guy’s and St Thomas, Dr Manu Shankar-Hari.

Menurut Dr Manu Shankar-Hari, plasma konvalensi merupakan pengobatan yang menjanjikan. Terapi ini dapat membantu pasien yang tubuhnya tidak cukup memproduksi antibodi untuk mengendalikan penyakit.

“Percobaan ini akan membantu kita memahami apakah pengobatan harus digunakan secara lebih luas untuk mengobati Covid-19,” kata Dr Manu Shankar-Hari.

Rumah sakit tersebut merupakan tempat perawatan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson selama kondisi kritis karena positif virus corona. Menurut Johnson, rumah sakit itu telah membantu menyelamatkan hidupnya setelah jatuh sakit parah karena Covid-19.

Sumber: republika.co.id

Diluncurkan Gubernur, Jakarta Care Line Layani Warga Ibu Kota Selama Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.cm) – Selama pandemi Covid-19, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meredam dampak sosial ekonomi dari wabah tersebut. Salah satunya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui program Jakarta Care Line.

Diluncurkan pada Sabtu (2/5), Jakarta Care Line menjadi bentuk nyata dari sinergi ACT dan Pemprov DKI Jakarta yang dijalin sebelumnya dalam gerakan Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB).

Jakarta Care Line merupakan layanan pengadaan pangan gratis berbasis teknologi sebagai solusi untuk pemenuhan kebutuhan pangan, utamanya beras, bagi warga DKI Jakarta yang ekonominya terdampak pandemi Covid-19.

Peluncuran ini dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin, dan Presiden ACT Ibnu Khajar di Menara 165.

Anies Baswedan menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah sebuah inovasi dalam kolaborasi di bidang sosial di tengah pandemi yang menyebabkan penurunan kegiatan ekonomi.

“Hari ini Jakarta sedang mengalami masalah besar karena kegiatan ekonomi diturunkan. Karena itu kita memberikan bantuan sosial yang terus dilakukan secara berkala. Di Jakarta terdapat 3,5-3,6 juta kepala keluarga, terdapat 1,2 juta KK yang masuk daftar mereka yang membutuhkan. Namun, kondisi saat ini, yang mulanya mereka tidak terdata berpenghasilan rendah, sekarang jumlahnya yang memerlukan bantuan semakin meningkat. Saya mengapresiasi ACT yang langsung bertindak cepat di mana menciptakan sebuah sistem yang bisa menghubungkan antara mereka yang memiliki harta lebih, dapat memberikan langsung ke mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

Anies juga mengapresiasi program kolaborasi Jakarta Care Line dan berharap bahwa masyarakat dapat bersama-sama mendukung program ini.

Bagi Anies, Jakarta Care Line adalah sebuah terobosan yang diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk seluruh Indonesia, dalam menghadapi kebutuhan pangan selama terjadinya pandemi ini.

Solusi Wakaf di Masa Pandemi

BOGOR(Jurnalislam.com) Wakaf merupakan salah satu instrumen yang memiliki peran dalam mengembangkan kesejahteraan dalam Islam. Di masa awal Islam, harta wakaf lebih banyak digunakan untuk kepentingan kesejahteraan umat.

Dalam sejarah Islam tercatat bahwa Ustman bin Affan telah membeli Sumur Raumah dan mewakafkan airnya yang melimpah ruah untuk kaum Muslimin. Sebelumnya sumur tersebut dimiliki oleh seseorang yang suka mempersulit dan menetapkan harga yang tinggi pada air tersebut sehingga kaum Muslimin kesulitan untuk mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Dengan wakaf sumur dari Ustman bin Affan, umat Muslim dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan rumah tangga dan ternaknya. Dalam kisah lain, Abu Thalhah mewakafkan kebun miliknya atas anjuran Rasulullah SAW setelah turun Ayat Al-Quran Surat Ali Imran Ayat 92. ‘Kamu sekali-kali tidak mencapai kebajikan yang sempurna sebelum menginfakkan (wakaf) sebagian harta yang kamu cintai’. Ketika turun ayat ini, Abu Thalhah datang kepada Rasulullah dan menceritakan bahwa dia memiliki kebun yang subur dan sangat mencintai kebun tersebut. Kemudian dianjurkan oleh Rasulullah SAW agar mewakafkan kebun tersebut untuk kerabat dan keluarganya yang miskin,” ujar Deni Lubis, SAg, Tim Wakaf Unit Pengelola Dana Lestari dan Wakaf (PDLW) IPB University.

Wakaf lain pada zaman Rasulullah SAW adalah wakaf tanah Khaibar dari Umar bin Khattab. Tanah tersebut sangat disukai oleh Umar karena subur dan hasilnya banyak. Umar datang kepada Rasulullah SAW dan meminta nasihat dari beliau. Rasulullah SAW pun memerintahkan agar Umar menahan pokoknya (tanah dan kebun) dan mewakafkan hasilnya untuk fakir miskin.

Pada saat beliau menjadi khalifah, Umar mencatat wakafnya dalam akte wakaf dengan dipersaksikan kepada para saksi dan mengumumkannya. Sejak saat itu banyak keluarga nabi dan sahabat yang mewakafkan tanah dan perkebunannya. Sebagian mereka ada yang mewakafkan harta untuk keluarga dan kerabatnya, sehingga muncul wakaf keluarga (wakaf dzurri atau ahli).

“Dari kisah di atas kita dapat menyimpulkan bahwa tujuan utama dari wakaf adalah untuk meningkatkan kesejanteraan umat. Wakaf memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan zakat dan infak. Wakaf memiliki keabadian, sehingga manfaat wakaf dapat terus dirasakan oleh umat. Semakin banyak wakaf yang terhimpun, maka semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh umat,” ujar Deni Lubis.

Ia menambahkan, ketika wabah Covid-19 menyerang warga dunia, maka kesejateraan umat tergerus karena terhentinya aktivitas ekonomi. Konsumsi menurun yang berimbas kepada penurunan produksi, hal ini bisa menimbulkan krisis yang panjang.

“Kejadian ini mirip dengan kondisi awal umat Islam, ketika umat Islam terusir dari Mekkah dan hijrah ke Madinah dimana kondisi ekonomi Madinah saat itu dalam keadaan sulit. Banyak muhajirin yang tidak memiliki pekerjaan dan harta bendanya ditinggalkan di Mekkah. Namun kaum Anshar Madinah membantu muhajirin dengan segala kemampuannya, seperti tempat tinggal, pakaian, makanan dan berbagi pekerjaan,” ujarnya.

Selain itu, Rasulullah SAW juga meminta para sahabat untuk terus mengeluarkan hartanya, baik infak, sedekah, zakat dan wakaf untuk mendorong konsumsi dan membantu yang miskin. Pada saat itu juga pertama kali adanya wakaf dalam Islam yaitu wakaf tanah untuk membangun masjid pertama. Yakni Masjid Quba,  tempat ibadah dan berkumpulnya umat Islam, kemudian diikuti dengan wakaf sumur, kebun, dan tanah produktif.

“Saat ini, wakaf produktif bisa dalam berbagai macam dan bentuk yang dapat memberikan manfaat bagi umat. Seperti wakaf kendaraan ambulance, wakaf alat kesehatan dan bahkan wakaf uang. Wakaf uang dapat digunakan kegiatan produktif dan hasilnya untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dalam kesulitan. Wakaf alat kesehatan seperti ventilator juga sangat dibutuhkan untuk membantu warga yang kena virus corona. Wakaf alat kesehatan bisa dihimpun melalui penggalanan dana untuk membeli alat tersebut yang kemudian dapat diserahkan ke rumah sakit atau poliklinik yang kekurangan alat tersebut,” terangnya.

 

Sumber: republika.co.id

 

Lembaga ZIS Salurkan Zakat Fitrah di Awal Ramadhan

MAKASSAR(Jurnalislam.com) Ramadhan di tengah pandemi Covid-19, tantangannya memang tidak mudah. Terlebih bagi sebagian masyarakat yang mesti kehilangan sumber penghasilan karena tidak dapat bekerja sebagaimana biasa.

Seperti yang dialami oleh Daeng Jime (55 tahun). Warga yang bermukim di kecamatan Bajeng Barat, kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel)  ini mengaku sudah satu bulan lamanya tidak bekerja. Akibatnya harus lebih mengencangkan ikat pinggang. “Terlebih kala stok sembako benar-benar menipis bahkan sebentar lagi habis,” kata Daeng Jime dalam rilis BMH  yang diterima Republika.co.id

Tidak hanya Daeng Jime, kondisi yang sama juga dihadapi oleh banyak keluarga di tengah pandemi saat ini.

“BMH langsung mengambil langkah responsif dengan menyalurkan segera dana zakat fitrah  dari kaum Muslimin. Zakat yang disegerakan ini insya Allah bisa menjadi solusi bagi mereka yang terdesak,” terang Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Sulawesi Selatan, Syamsuddin, Jumat (1/5).

Paket beras zakat fitrah ini bahkan diantarkan langsung ke rumah-rumah mustahik. Hal ini dilakukan tidak sekedar untuk mencegah agar tidak terjadi kerumunan, akan tetapi menjadi ikhtiar untuk memuliakan mereka.

Total sebanyak 20 paket telah disalurkan untuk keluarga mustahik di wilayah Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa.

“Melalui percepatan penyaluran zakat fitrah ini (tidak menunggu akhir Ramadhan seperti selama ini), semoga semakin banyak masyarakat yang bergerak menyalurkan zakatnya lebih awal.  Sehingga,  manfaat zakat bisa kita maksimalkan untuk menguatkan lebih banyak lagi keluarga mustahik di bulan Ramadhan,” jelas Syamsuddin.

Sumber: republika.co.id

 

Serunya Lomba Azan Online di Kubu Raya Pontianak

PONTIANAK(Jurnalislam.com)— Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melakukan upaya pencegahan depresi massal pada anak dengan menggelar lomba adzan, tartil Alquran, menulis surat ke bupati dan membacakannya bagi siswa SD, SMP dan SMA se-Kubu Raya.

Sudah lebih dari 800 peserta yang mendaftar pada kegiatan mengisi waktu pandemik Covid-19 di Kubu Raya.

“Selain tindakan medis, Pemerintah melakukan langkah-langkah penanganandari aspek psikologisnya, kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, di Sungai Raya, Jumat (5/1).

Pada situasi seperti saat ini yang mewajibkan masyarakat selalu ada di rumah bisa merasa bosan dan ujung-ujungnya depresi, jika tidak dibarengi dengan kegiatan yang mampu memberi semangat bagi masyarakat.

Melalui lomba-lomba ini mampu memberikan semangat di keluarga inti sehingga terhindar dari kepanikan berlebihan dan depresi massal yang berdampak semakin lemahnya imun tubuh sehingga mengakibatkan akan mudah terpapar Covid-19. Karena menurutnya jika tekanan psikis lebih domininan dan signifikan maka akan berdampak pada penurunan yang membuat melemahnya imun dalam tubuh.

“Dengan diadakannya perlombaan ini, kami ingin menghidupkan susana disetiap rumah tangga (keluarga inti) supaya masyarakat bisa membangun suasana relegius dan semangat itu dibangun melalui anak-anak yang mengikuti perlombaan ini,” tuturnya.

Dengan demikian, bisa mensyukuri kesehatan anak-anak dan bersyukur bisa membesarkan anak-anak dan bersabar serta ikhlas dalam menerima kondisi pandemi sekarang ini serta menghindari berpikir reaktif dan frustasi yang pada akhirnya akan menimbulkan depresi,” tuturnya.

Muda menambahkan, pihaknya mencoba memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tetap waspada dan tetap jaga jarak dengan menerapkan physical distancing dengan mengetatkan aturan-aturan pembatasan dalam suasana keramaian dan kerumuman. Namun di sisi lain Pemerintah Daerah juga berusaha menghidupkan suasana ketenangan melalui berbagai kebijakan yang sifatnya membangun semangat dan pikiran segar agar lebih merasa bersyukur dengan berbagai kegiatan produktif yang bisa dijalankan di rumah bersama keluarga ini, sebab pertahanan terbaik adalah di rumah bersama orang-orang sekitar yang saling menyayang.

Dengan lomba adzan ini, dirinya meyakini bahwa hal ini mampu membangun suasana relegius dan kita harus meyakini bersama-sama, kalau langkah ini mampu meredakan Covid-19 ini.

“Coba kita bayangkan, kalau semua daerah di Indonesia ini ikut mempelombakan adzan. Sudah bisa kita prediksi, akan ada ratusan ribu bahkan jutaan anak di seluruh Indonesia akan mengumandangkan suara adzan,” ujar dia.

Sehingga dengan adanya pembatasan yang diberlakukan di masjid-masjid itu jangan lagi menjadi perdebatan, karena sudah ada penggantinya yaitu anak-anak kita yang latihan adzan. Jika kalau semua daerah lainnya juga ikut mengadakan perlombaan yang kita gelar saat ini.

Sumber: republika.co.id