Pelaku Ekonomi Global Didorong Kembangkan Ekosistem Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia,  Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar produk halal. Untuk itu, dalam upaya meningkatkan daya saing produk halal di pasar global, kerja sama internasional bagi para pelaku ekonomi dan keuangan syariah perlu diperkuat.

“Saya mengundang para pelaku ekonomi dan keuangan syariah Indonesia untuk memperkokoh kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara-negara sahabat, dalam pengembangan industri halal, pariwisata halal, serta bisnis halal lainnya,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menghadiri Pembukaan Kongres Halal Internasional 2022, di Ballroom Novotel Bangka, Novotel Hotel and Convention Centre, Pangkalan Baru, Bangka Belitung, Selasa (14/06/2022).

Lebih jauh Wapres memaparkan Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2021 yang diterbitkan oleh Bank Indonesia yang menyebutkan, pangsa sektor prioritas dalam mata rantai ekonomi halal terhadap PDB Indonesia meningkat menjadi 25,4%, dengan kontribusi tertinggi dari sektor pertanian, diikuti makanan halal, pariwisata ramah muslim, dan fesyen muslim.

“Pada tahun 2022 ini, dengan penanganan Covid yang jauh lebih baik, diharapkan perekonomian akan berlari lebih kencang, termasuk sektor halal,” sebut Wapres.

“Momentum ini harus dijaga dan dimanfaatkan, sehingga kita dapat merealisasikan target Indonesia menjadi pusat industri halal dunia pada tahun 2024,” imbuhnya.

Untuk itu, Wapres menekankan pentingnya penguatan sinergi dan kolaborasi antarlembaga terkait yang menangani ekonomi dan keuangan syariah Indonesia.

“Kerja sama dan kolaborasi harus diperkuat. Ego sektoral harus kita hilangkan. Kita berada di dalam kapal yang sama menuju cita-cita yang sama,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, Wapres menyampaikan pentingnya sertifikasi produk halal untuk meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia ke negara lain.

“Kewajiban sertifikasi halal juga akan memberikan nilai tambah dalam rantai pasok halal, sehingga meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia, utamanya ke negara-negara OKI,” tutup Wapres.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Penjabat Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Marsudi Syuhud, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung, Ketua MUI Provinsi Bangka Belitung Zayadi, serta peserta Kongres Halal Internasional Tahun 2022.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Wapres Masykuri Abdillah, Robikin Emhas, dan Lukmanul Hakim, Tim Ahli Wapres Farhat Brachma dan Johan Tedja Surya, serta Kepala BAZNAS Noor Achmad

 

Wapres: Standar Halal MUI Jadi Standar Global

BANGKA BELITUNG(Jurnalislam.com)—Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin mendorong agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen terbesar halal dunia yang mencapai 10 persen, melainkan menjadi produsen halal di dunia. Kiai Maruf juga menyampaikan bahwa tren ekonomi dan keuangan syariah global semakin berkembang. Hal ini didorong oleh laju pertumbuhan Muslim dunia yang meningkat dan diiringi oleh pola pikir konsumen.

Kiai Maruf menjelaskan, pola pikir konsumen yang berubah ini karena konsumen sekarang ini kebutuhannya hanya untuk mengonsumsi makanan yang sesuai dengan syariat agama, etika, berkualitas tinggi dan aman.

Bahkan, kata kiai Maruf, kebutuhan tersebut tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim, tetapi juga oleh umat non Muslim, bahkan negara yang mayoritas bukan mayoritas umat Muslim.

‘’Hal ini menjadikan produk halal dan ekonomi syariah bersifat inklusif, tidak diperuntukan hanya pemeluk agama Islam saja, tetapi dibutuhkan beragam kalangan,’’ kata Wapres saat membuka kegiatan Kongres Halal Internasional (KHI) MUI 2022, di Bangka Belitung, Selasa (14/6/2022).

 

Pada kesempatan ini, atas nama Pemerintah, kiai Maruf juga menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi kepada MUI sebagai pelopor sertifikasi halal yang sudah lebih dari 30 tahun.

‘’Standar halal MUI sudah menjadi standar global, sudah memperoleh pengakuan dimana-mana dan ada perwakilan MUI di Australia, Korea, Taiwan. Ini merupakan sebuah rintisan atau inisiatif yang luar biasa dan mempunyai nilai yang tinggi disisi Allah SWT,’’ ungkapnya.

Kiai Maruf menyampaikan pesan Rasulullah SAW mengatakan, barang siapa yang memulai dan memulai inisiatif untuk melakukan suatu hal yang baik dan diikuti. Maka dia akan mendapatkan pahala yang tidak akan berhenti sampai hari kiamat. ‘’Itu partisipasi MUI yang sudah ditunjukkan. 

 

Oleh karena itu, ini harus diteruskan karena selama ini Indonesia hanya menjadi pusat sertifikasi halal. Tapi produsen halal bukan Indonesia. Bahkan negara-negara yang mayoritas justru non Muslim,’’ tegasnya. (mui)

 

Menteri Investasi Ajak Masyarakat Fokus Industri Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Perwakilan Menteri Investasi Republik Indonesia, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Dr. Indra Darmawan mengajak seluruh ahli dan alim ulama yang hadir di acara Kongres Halal Internasional untuk tidak hanya fokus pada potensi industri halal, tetapi fokus ke pengembangan.

“Saya berpandangan kalau berbagai industri halal di Indonesia, itu kita tidak bicara potensi, tetapi kita berbicara pengembangannya, karena potensi sudah tidak diragukan lagi besarnya,” jelasnya, Selasa (14/06)

Dia pun mendorong para ahli di bidang masing-masing, termasuk para alim ulama selama diadakannya Kongres Halal tadi, agar menghabiskan tenaga memikirkan soal pengembangan.

“Dua-tiga hari di sini, para ahli berkumpul di sini, para alim ulama, dan para stakeholder, lebih baik energi dan perhatiannya dipusatkan pada bagaimana cara mengembangkan industri halal,” ujarnya.

Menurut pejabat eselon I Menteri Investasi itu, ada dua hal yang bisa dilakukan supaya industri halal mampu berkembang dan bersaing di pasar global. Dua hal tersebut adalah mudah dan terjangkau.

“Kalau tidak mudah, misalnya dalam mengurusi sertifikat halal, itu tidak akan menarik. Kemudian kalau tidak terjangkau, itu akan menambah beban lagi. Jadi mudah dan terjangkau inilah yang akan memberikan daya saing, hanya dengan daya saing kita dapat berkelas dunia” tuturnya.

 

Lebih lanjut, dia juga memaparkan bahwa perlu meninjau kembali potensi yang sudah ada dan yang masih belum terpantau. Agar dapat tergambar keseluruhan potensi dan target yang hendak ditempuh.

“Sebenarnya seberapa yang kita tahu soal potensi besar itu? Yang sudah digeluti berapa, yang belum berapa? Untuk yang belum saya punya datanya dan semoga diperdalam,” bebernya.

 

PBNU Sampaikan Islam Wasathiyah ke Taliban

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Farur Rozi atau Gus Fahrur menghadiri dialog trilateral yang digelar di Doha, Qatar pada Selasa (14/6/2022). Gus Fahrur memenuhi undangan Kementerian Wakaf Qatar untuk berdiskusi dengan ulama Afganistan dan Qatar.

Gus Fahrur mengatakan, pertempuan ini bertujuan untuk memoderasi pandangan mengenai Islam Wasathiyah kepada ulama Taliban. “Tujuan pertemuan ini untuk memoderasi pandangan mengenai Islam Wasathiyah kepada ulama Taliban, serta mempromosikan peran dan partisipasi perempuan dalam proses pembangunan di Afghanistan,” ujarnya, Rabu (15/6/2022).

Dalam pertemuan ulama dari tiga negara itu, Gus Fahrur menceritakan pengalaman nilai-nilai wasathiyah di lembaga pendidikan Islam di Indonesia, seperti madrasah, universitas Islam, dan pondok pesantren NU. Menurut dia, organisasi NU memiliki pengalaman yang sangat panjang dalam menyikapi realita yang terjadi pada umat Islam di Indonesia.

Dengan panjangnya perjuangan NU, dia pun menyimpulkan bahwa perbedaan bahasa, warna kulit, tradisi, etika, serta pemikiran di dunia ini tidak menjadi sebuah penghalang dalam mewujudkan persaudaraan, persatuan, serta saling tolong-menolong dalam upaya membangun hubungan yang baik di antara sesama umat Islam.

Menurut Gus Fahrur, organisasi NU selalu berjuang mewujudukan perdamaian dunia dan toleransi antar bangsa, serta hubungan yang berkelanjutan dengan banyak organisasi keagamaan dari berbagai belahan dunia.

“Hal ini bertujuan menyatukan suara umat, menghentikan perpecahan dan pertikaian. Ini semua adalah upaya yang diserukan oleh agama kita yang penuh toleransi,” ucap dia saat berpidato dalam bahasa Arab.

Gus Fahrur kemudian mengutip ayat Alquran, di mana Allah Swt berfirman, “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara” (QS. Ali Imran 103)

Gus Fahrur menjelaskan, organisasi NU selalu mengikuti isu perkembangan umat Islam di berbagai belahan dunia tanpa terkecuali perkembangan bangsa Afganistan yang telah menghadapi perpindahan kekuasaan yang sangat menentukan masa depan bangsa. serta kehidupan rakyat Afghanistan.

“Organisasi NU terus mencari cara untuk menolong bangsa Afganistan serta berusaha membuka dialog yang komprehensif. Upaya bantuan ini adalah cerminan dari pentingnya saling tolong-menolong sebagai sesama umat Islam,” kata Gus Fahrur.

Dia menambahkan, Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan umat Islam dalam sebuah hadits, di mana Rasulullah SAW bersabda, “Kalian melihat umat islam dalam upaya saling tolong-menolong, berkasih sayang serta persatuan mereka bagaikan sebuah jasad, ketika satu anggota tubuh merasakan kesakitan maka anggota tubuh yang lain akan merasakan sakit dan demam” (HR Muslim).

Dialog trilateral itu juga menghadirkan Ketua MUI sekaligus Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekali, Prof Amany Lubis. Dalam pidatonya, Prof Amany menyampaikan tema tentang perempuan dan pendidikan di Indonesia dan posisi perempuan dalam Islam perspektif Indonesia.

Selain dari NU dan MUI, dialog tersebut juga menghadirkan tokoh Muhammadiyah, KH Imam Addarutquni. Dia menyampaikan tema tentang peran institusi pendidikan islam dalam mendukung ketahanan nasional.

sumber: republika.co.id

 

Kongres Halal Dorong Indonesia Pusat Wisata Halal Global

PANGKAL PINANG(Jurnalislam.com)—Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ekonomi Syariah dan Halal, KH Sholahuddin Al-Aiyub, mengatakan bahwa Kongres Halal Internasional (KHI) 2022 yang berlangsung mulai Selasa (14/06) sampai Sabtu (18/06) bisa mendorong Indonesia menjadi pemimpin sektor produk halal dan wisata halal dunia.

Kongres yang diikuti peserta maupun pembicara 40 negara tersebut, lanjut Kiai Aiyub, sangatlah penting. Kongres ini menjadi momentum pertemuan pegiat dan pelaku industri halal mengambil kebijakan terkait produk halal dan wisata halal.

“Ini pertemuan antar pemangku kepentingan, pelaku industri, pegiat halal, dan masyarakat luas dalam bersinergi dan berkolaborasi mendorong Indonesia sebagai produsen halal terkemuka di dunia, ” ungkap dia saat memberikan sambutan dalam pembukaan KHI 2022 di Hotel Novotel, Pangkalpinang, Bangka Belitung, Selasa (14/06).

Indonesia sendiri, ujar Ketua Tim Pengarah KHI 2022 itu, memiliki faktor besar untuk memimpin sektor produk dan wisata halal. Indonesia didukung oleh sumberdaya manusia yang unggul dan sumber daya alam melimpah. Sejak lama, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia telah menjadi pasar terbesar industri halal di dunia.

“Global Islamic Economy report pada 2020/2021 menyebutkan pengeluaran konsumen muslim untuk makanan dan minuman halal, farmasi, kosmetik halal, pariwisata ramah muslim dan gaya hidup halal pada 2019 mencapai 2,2 triliun dolar AS. Konsumsi produk halal Indonesia pada 2019 mencapai 114 miliar dolar AS. Ini menjadikan Indonesia sebagai konsumen terbesar sektor ini, ” ungkapnya.

Sementara dalam sektor pariwisata halal, lanjut dia, Indonesia berada pada posisi ke enam dunia dengan nilai transaksi 11,2 miliar dolar AS. Sementara total konsumsi sektor busana muslim di Indonesia mencapai 15 miliar dolar AS.

“Sektor farmasi dan kosmetika halal Indonesia menempati peringkat ke-6 dan ke-2 dengan total pengeluaran masing-masing 5,4 miliar dolar AS dan 4 miliar dolar AS, ” tuturnya.

Kongres Internasional yang mengusung tema “Akselerasi Peningkatan Kontribusi Produk Halal dan Pariwisata Halal dalam Mewujudkan Indonesia sebagai Produsen Halal Dunia” tersebut dihadiri oleh peserta dan narasumber dari dalam dan luar negeri. KHI 2022 ini adalah salah satu bentuk dukungan konkret MUI untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia yang ditagetkan tercapai pada 2024. (mui)

 

Pelaku Ekonomi dan Keuangan Syariah Didorong Kembangkan Ekosistem Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia,  Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar produk halal. Untuk itu, dalam upaya meningkatkan daya saing produk halal di pasar global, kerja sama internasional bagi para pelaku ekonomi dan keuangan syariah perlu diperkuat.

“Saya mengundang para pelaku ekonomi dan keuangan syariah Indonesia untuk memperkokoh kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara-negara sahabat, dalam pengembangan industri halal, pariwisata halal, serta bisnis halal lainnya,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menghadiri Pembukaan Kongres Halal Internasional 2022, di Ballroom Novotel Bangka, Novotel Hotel and Convention Centre, Pangkalan Baru, Bangka Belitung, Selasa (14/06/2022).

Lebih jauh Wapres memaparkan Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2021 yang diterbitkan oleh Bank Indonesia yang menyebutkan, pangsa sektor prioritas dalam mata rantai ekonomi halal terhadap PDB Indonesia meningkat menjadi 25,4%, dengan kontribusi tertinggi dari sektor pertanian, diikuti makanan halal, pariwisata ramah muslim, dan fesyen muslim.

“Pada tahun 2022 ini, dengan penanganan Covid yang jauh lebih baik, diharapkan perekonomian akan berlari lebih kencang, termasuk sektor halal,” sebut Wapres.

“Momentum ini harus dijaga dan dimanfaatkan, sehingga kita dapat merealisasikan target Indonesia menjadi pusat industri halal dunia pada tahun 2024,” imbuhnya.

Untuk itu, Wapres menekankan pentingnya penguatan sinergi dan kolaborasi antarlembaga terkait yang menangani ekonomi dan keuangan syariah Indonesia.

“Kerja sama dan kolaborasi harus diperkuat. Ego sektoral harus kita hilangkan. Kita berada di dalam kapal yang sama menuju cita-cita yang sama,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, Wapres menyampaikan pentingnya sertifikasi produk halal untuk meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia ke negara lain.

“Kewajiban sertifikasi halal juga akan memberikan nilai tambah dalam rantai pasok halal, sehingga meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia, utamanya ke negara-negara OKI,” tutup Wapres.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Penjabat Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Marsudi Syuhud, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung, Ketua MUI Provinsi Bangka Belitung Zayadi, serta peserta Kongres Halal Internasional Tahun 2022.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Wapres Masykuri Abdillah, Robikin Emhas, dan Lukmanul Hakim, Tim Ahli Wapres Farhat Brachma dan Johan Tedja Surya, serta Kepala BAZNAS Noor Achmad.

 

Kongres Halal Internasional, Pemerintah Targetkan 10 Juta Sertifikasi Halal UMK

BABEL(Jurnalislam.com)– Tren ekonomi dan keuangan syariah global terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Besarnya pasar produk halal, membuat Indonesia memiliki potensi besar di sektor tersebut. Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2021 yang diterbitkan oleh Bank Indonesia menyebutkan, pangsa sektor prioritas dalam mata rantai ekonomi halal terhadap PDB Indonesia meningkat menjadi 25,4% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 24,8%.

Untuk itu, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) diharapkan dapat mengoptimalkan sertifikasi produk halal. Selain memberikan perlindungan umat terhadap jaminan konsumsi produk halal, kewajiban sertifikasi halal juga akan memberikan nilai tambah dalam rantai pasok halal, sehingga meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia, utamanya ke negara-negara OKI.

“Saya minta target 10 juta sertifikasi halal bagi UMK oleh BPJPH agar direalisasikan, sehingga akan semakin banyak produk Indonesia yang siap mengisi pasar halal global,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menghadiri Pembukaan Kongres Halal Internasional Tahun 2022, di Ballroom Novotel Bangka, Novotel Hotel and Convention Centre, Pangkalan Baru, Bangka Belitung, Selasa (14/06/2022).

Lebih jauh, Wapres mengungkapkan penyelenggaraan Kongres Halal Internasional Tahun 2022 menjadi momentum semakin menggaungkan sistem sertifikasi produk halal.

“Kongres internasional ini juga menjadi kesempatan bagi kita untuk memperkenalkan sistem sertifikasi halal dan logo halal Indonesia,” tutur Wapres.

Untuk mendukung hal tersebut, Wapres menekankan, teknologi dan inovasi memainkan peranan yang signifikan, sehingga diperlukan penguatan kerja sama di bidang riset dan inovasi, khususnya terkait pengembangan produk halal.

“Saya juga mengharapkan penguatan kerja sama di bidang riset dan inovasi, baik dalam pemeriksaan kehalalan produk maupun dalam menemukan substitusi produk halal lokal, khususnya yang menggunakan teknologi mutakhir,” harap Wapres.

Sementara itu, seiring dengan melonggarnya pembatasan Covid-19, Wapres optimis pariwisata Indonesia akan semakin meningkat dan objek wisata akan ramai kembali.

“Saya optimis, sektor pariwisata halal akan kembali bergairah,” ujarnya.

Untuk itu, Wapres menekankan, dalam meningkatkan sektor pariwisata, khususnya pariwisata halal, modal dan peluang yang sudah ada perlu diperkuat.

“Indonesia harus mampu mengoptimalkan semua modal dan peluang yang ada untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata, khususnya pariwisata halal,” jelasnya.

Di sisi lain, Wapres mengingatkan, sejalan dengan bangkitnya pariwisata Indonesia, masyarakat tetap harus waspada terhadap bahaya Covid-19 dan selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Kita harus tetap waspada agar jangan sampai badai Covid kembali terulang,” pesan Wapres.

Menutup sambutannya, Wapres berharap Provinsi Bangka Belitung dapat menjadi contoh kawasan destinasi pariwisata dunia.

“Saya harapkan Bangka Belitung menjadi salah satu percontohan destinasi pariwisata ramah muslim yang mendunia,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Pentingnya Kolaborasi Ekosistem Halal: BPJPH, LPH, MUI

BABEL(Jurnalislam.com)– Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Marsudi Syuhud mengungkapkan bahwa penyelenggaraan urusan halal di Indonesia dilakukan oleh tiga aktor utama, yaitu BPJPH, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dan Majelis Ulama Indonesia.

“Ketiganya mempunyai tugas dan fungsi yang berbeda-beda namun saling terhubung dalam ekosistem penyelenggaraan jaminan produk halal yang terintegrasi,” sebut Marsudi.

Lebih lanjut, Marsudi mengatakan Kongres Halal Internasional Tahun 2022 dapat menjadi media penguatan sinergi dan kolaborasi antara lembaga yang menangani urusan produk halal di Indonesia.

“Melalui forum ini kami mendorong dan menekankan pentingnya peningkatan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi antar tiga aktor ini,” ujar Marsudi.

 

Pentingnya Kolaborasi Ekosistem Halal: BPJPH, LPH, MUI

BABEL(Jurnalislam.com)– Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Marsudi Syuhud mengungkapkan bahwa penyelenggaraan urusan halal di Indonesia dilakukan oleh tiga aktor utama, yaitu BPJPH, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dan Majelis Ulama Indonesia.

“Ketiganya mempunyai tugas dan fungsi yang berbeda-beda namun saling terhubung dalam ekosistem penyelenggaraan jaminan produk halal yang terintegrasi,” sebut Marsudi.

Lebih lanjut, Marsudi mengatakan Kongres Halal Internasional Tahun 2022 dapat menjadi media penguatan sinergi dan kolaborasi antara lembaga yang menangani urusan produk halal di Indonesia.

“Melalui forum ini kami mendorong dan menekankan pentingnya peningkatan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi antar tiga aktor ini,” ujar Marsudi.(mui)

 

Santri Harus Bisa Pimpin Bangsa!

BABEL(Jurnalislam.com)– Riuh para santri menghiasi kunjungan Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin di Pondok Pesantren Modern Hidayatussalikin, Jl. Pantai Pasir Padi, Temberan, Bukit Intan, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa siang (14/06/2022).

Usai menyerahkan bantuan Santripreneur kepada perwakilan santri di halaman Masjid Rio Nanda Pratama Kompleks Ponpes Hidayatussalikin, Wapres pun berkesempatan menyapa para santri yang sejak pagi telah menunggu di dalam masjid.

“Apa kabar, sehat semua?” sapa Wapres.

“Alhamdulillaah sehat,” jawab para santri serempak.

Selanjutnya, Wapres menanyakan apakah para santri betah menimba ilmu di Ponpes Hidayatussalikin.

“Senang belajar di sini?” tanya Wapres.

“Senang,” jawab para santri.

Tidak hanya menyapa, pada kesempatan ini Wapres juga memberikan motivasi agar para santri terus rajin belajar dalam menuntut ilmu demi meraih segala cita-cita yang diimpikan.

Termasuk, menurut Wapres, saat dewasa nanti para santri dapat menjadi pemimpin, mulai dari bupati, gubernur, menteri hingga Presiden. Seperti Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang sebelumnya juga seorang santri, Wapres mencontohkan.

“Mudah-mudahan nanti bisa jadi kiai. Kiai juga bisa jadi apa saja, bisa jadi Ustadz, bisa jadi Bupati, bisa jadi Gubernur, bisa jadi Presiden, Gus Dur itu santri, bisa jadi Presiden,” ujar Wapres.

Atau, sambungnya, para santri juga dapat menjadi Wapres seperti dirinya.

“Saya ini santri, saya bisa jadi Wapres, jadi pokoknya belajar, semangat mencari ilmu, insya Allah (bisa),” pesannya.

Turut mendampingi Wapres pada kunjungan ini, Pj. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin, Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Wapres Masykuri Abdillah, Robikin Emhas, dan Lukmanul Hakim, Tim Ahli Wapres Farhat Brachma dan Johan Tedja Surya, serta Kepala Baznas Noor Achmad.

Pemprov Babel: Kongres Halal Dorong Pemda Jadi Pusat Halal Dunia

PANGKALPINANG(Jurnalislam.com)— PJ Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin, mengatakan Kongres Halal Internasional (KHI) 2022 merupakan langkah pemerintah daerah mendorong Babel sebagai pusat halal dunia. Ide penyelenggaraan KHI 2022 ini juga berasal dari semangat Pemprov Babel dan MUI Babel. Keduanya lantas bertemu MUI Pusat untuk mematangkan kegiatan level internasional ini.

Ridwan menyampaikan, usaha menjadikan Babel sebagai pusat industri halal dunia itu bukan main-main. Pada 2017, Babel telah mendapatkan penghargaan Halal Award sebagai provinsi dengan pengembangan halal terbaik. Itu artinya Babel sejak lama telah berfokus mengembangkan diri dengan tujuan menjadi pusat industri dan pariwisata halal.

Pada 2018, Ridwan menyampaikan, Babel telah merintis seminar halal internasional yang diikuti oleh tiga negara. Dua tahun berikutnya yakni pada 2020, ada lebih dari lima negara yang ikut. Sementara 2022, sekitar 30 negara sudah konfirmasi untuk hadir baik offline maupun online. Bukan hanya seminar, kini menjadi Kongres Halal Internasional.

 

“Bangka Belitung telah memiliki lebih dari 2.200 produk tersertifikasi halal dari berbagai kelompok produk, meliputi industri pengolahan, restoran, cathering, kue, dan beberapa kelompok lainnya,” ungkapnya saat sambutan dalam acara pembukaan KHI 2022 di Hotel Novotel, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Selasa (14/06).

Dia berharap, KHI 2022 mendorong Babel, sebagai tuan rumah, bisa menjadi pusat industri halal dunia. Menurut dia, salah satu fokus pemerintah saat ini adalah menetapkan Indonesia sebagai pusat halal Indonesia pada 2024. Selain pemerintah, ini menjadi kerja bersama organisasi swasta dan masyarakat.

 

“Berbagai kebijakan, regulasi, agenda kerja, dan program kerja ditetapkan dan dijalankan guna memenuhi cita-cita tersebut. Ikhtiar mewujudkan cita-cita tersebut semakin kuat dan optimisme semakin tinggi jika melihat perkembangan perekonomian global saat ini, ” tuturnya.

“Kontribusi industri halal terhadap perekonomian nasional juga meningkat jika dilihat dari meningkatnya pangsa pasar sektor halal terhadap PDB yang menjadi 24,86% pada tahun 2020, ” imbuhnya.

Kongres bertema “Akselerasi Peningkatan Kontribusi Produk Halal dan Pariwisata Halal dalam Mewujudkan Indonesia Sebagai Produsen Halal Dunia” ini dibuka langsung oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan akan ditutup oleh Menteri Agama RI.