PKS: Capres Harus Mampu Menyatukan Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memahami, bahwa mereka tak bisa mengusung calon presiden (capres) sendiri pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Alasannya, perolehan suara mereka pada pemilihan umum (Pemilu) 2019, belum memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen.

Karenanya, PKS tak menutup pintu komunikasi dengan partai politik lain untuk membentuk koalisi untuk Pemilu dan Pilpres 2024. Namun, mereka memiliki sejumlah kriteria bagi sosok yang akan diusung oleh PKS.

“Kandidat capres-cawapres PKS adalah kombinasi pasangan pemimpin yang tidak hanya mampu memenangkan kontestasi, tapi juga memiliki kapasitas untuk memimpin dan menyatukan negeri kita ini,” ujar Presiden PKS, Ahmad Syaikhu dalam pidatonya di rapat pimpinan nasional (Rapimnas) PKS, Senin (20/6).

Rapimnas PKS, ucap Syaikhu, menjadi salah satu forum yang digunakan pihaknya untuk menyaring nama-nama bakal calon presiden yang akan didukung pada 2024. Sebanyak 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS akan mengusulkan nama-nama potensial yang sesuai dengan kriteria kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS.

“Kita tidak ingin mendahului Majelis Syuro yang memiliki kewenangan untuk menentukan siapa capres-cawapres dan ke mana akan berkoalisi, tetapi masukkan-masukan tadi akan kita jadikan masukan sesuai dengan apa yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat,” ujar Syaikhu.

Adapun terkait pembentukan koalisi, menurutnya harus didahului duduk bersama dengan mengusung politik kebangsaan dan kenegaraan. Serta, politik kolaborasi yang mengutamakan kepentingan bangsa, di atas kepentingan kelompok dan golongan.

Namun, dia menilai, bahwa realitas yang terjadi saat ini adalah politik yang mengutamakan uang sebagai cara untuk meraih kemenangan. PKS, ditegaskannya, adalah partai yang ingin meraih kemenangan secara bermartabat, tanpa mencoreng demokrasi di Indonesia.

“Sangat melegakan kader dan simpatisan PKS bahwa faktor penentu kemenangan tidak semata-mata karena uang yang berlimpah, tetapi justru idealisme kita yang kemudian mendorong kemenangan itu, pertolongan itu yang paling sangat menentukan adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Syaikhu.

Sumber: republika.co.id

Bendaharanya Tersangka Korupsi, Ini Kata Ketua Umum PBNU

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya buka suara terkait adanya kabar penetapan tersangka Bendara Umum PBNU, Mardani Maming dalam kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). PBNU, kata dia, akan mempelajari terlebih dulu soal kasus yang menimpa Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu.

“Oh iya kita sudah dengar kabar itu, tapi kita akan pelajari dulu kan baru hari ini ada berita tersebut,” ujar Gus Yahya saat ditanya usai konferensi pers Kick Off Peringatan Harlah Satu Abad NU di Hotel Sultan Jakarta, Senin (20/6) malam.

Untuk sekarang ini, menurut Gus Yahya, pihaknya masih belum mengetahui secara detail duduk perkaranya dan apa yang sebetulnya sudah terjadi. Karena itu, menurut dia, pihaknya masih perlu mempelajarinya lebih lanjut.

“Kita akan pelajari nanti. Kita akan respons sebagaimana mestinya menurut norma-norma yang ada, baik secara hukum maupun dalam konteks normal internal PBNU,” ucap dia.

Setelah mengetahui persoalan yang sebenarnya, menurut Gus Yahya, baru PBNU akan melakukan langkah selanjutnya. Bahkan, kata dia, PBNU siap memberikan bantuan hukum setelah mengetahui secara lengkap duduk perkaranya.

“Iya jelas (akan beri bantuan hukum), nanti PBNU akan memberikan bantuan sebagaimana mestinya,” kata Gus Yahya.

Terkait kasus ini, KPK hingga kini masih belum terbuka. Namun, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengindikasikan sejumlah pihak sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasus yang menjerat Mardani pun akan dipublikasikan segera.

Mardani Maming sempat diperiksa KPK hingga 12 jam pada Kamis (2/6) lalu. Dikonfirmasi, pemeriksaan itu terkait dengan pemilik PT Jhonlin Group, Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam. Mardani sebelumnya juga sempat menjadi saksi terkait izin penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati Tanah Bumbu Nomor 296 Tahun 2011.

Sumber: republika.co.id

Anies Dicalonkan Nasdem, Ini Respons PKS

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Partai Nasdem telah memilih tiga kandidat calon presiden (capres) berdasarkan hasil rapat kerja nasional (Rakernas), yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Hadirnya nama Anies dalam daftar tiga besar bakal capres Nasdem seperti menarik perhatian Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Muhammad Sohibul Iman mengungkapkan bahwa pihaknya akan bertemu dengan Partai Nasdem pada Rabu (22/6/2022).

Pertemuan yang akan disambut langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh itu disebutnya akan membahas ihwal koalisi untuk pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

“Nanti pembicaraan kami di hari Rabu, tentu tidak akan langsung cespleng ya kami berkoalisi. Saya katakan tadi, di PKS itu penentuan koalisi dengan siapa dan mengusung siapa itu adalah Majelis Syura,” ujar Sohibul di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Ia mengatakan, pertemuan tersebut masih berupa komunikasi dan penjajakan antara PKS dengan Partai Nasdem. Khususnya dalam menyamakan persepsi dan pandangan terkait pembangunan Indonesia, yang nantinya menjadi masukan kepada Majelis Syura PKS.

“Kalau ternyata hasil penilaian Majelis Syura bahwa komunikasi dengan Nasdem, dengan segala substansinya itu ternyata kondusif, bisa jadi kami putuskan untuk kemudian berkoalisi dengan Nasdem,” ujar Sohibul.

Namun, Sohibul membantah bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Rakernas Partai Nasdem yang menghasilkan tiga nama bakal capres, salah satunya adalah Anies Baswedan. Menurut Sohibul, pertemuan antara PKS dan Partai Nasdem adalah kelanjutan komunikasi yang dijalin oleh kedua partai sebelumnya.

“Jadi ini sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan hasil, jadi memang sudah dijanjikan jauh sebelum Rakernas bahwa Nasdem siap bertemu dengan PKS setelah Rakernas,” ujar mantan Presiden PKS itu.

Sumber: republika.co.id

4 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan untuk Jaga Aset Wakaf

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menyampaikan 4 hal yang perlu diperhatikan dalam melindungi aset wakaf, yakni pengamanan fisik, administrasi, hukum, dan fungsi. Hal ini disampaikan Fuad dalam pembukaan acara Bimtek Pengamanan Aset Wakaf di Jakarta, Senin (21/6/2022).

“Pengamanan fisik dengan membuat plang atau papanisasi di tanah wakaf, hal ini agar masyarakat mengetahui di lokasi tersebut merupakan tanah wakaf,” terang Fuad.

Fuad menerangkan, pengamanan administrasi yang dimaksud adalah pembuatan Akta Ikrar Wakaf (AIW). Hal ini untuk mencegah pengambilalihan aset wakaf karena harganya yang semakin tinggi.

“Setelah itu, pengamanan yang harus dilakukan yakni pengamanan hukum, baik ketika tidak ada masalah, apalagi saat terjadinya sengketa untuk memberikan kekuatan dalam hukum acara,” lanjutnya.

Fuad menambahkan, pengamanan fungsi aset wakaf digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, nazir bukan hanya bertugas untuk mengelola aset wakaf, namun juga harus dapat mengembangkannya.

“Nazir berfungsi sebagai manajer dalam mengembangkan aset wakaf, baik fungsi peribadatan, pendidikan, sosial, maupun ekonomi,” pungkasnya.  (kemenag)

 

Persatuan Ulama Internasional Minta Negara Ciptakan UU Larang Penghinaan Agama

ISTANBUL(Jurnalislam.com) — Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS) yang merupakan wadah ulama dunia, telah menyerukan untuk memberlakukan undang-undang melarang penghinaan terhadap agama dan kesuciannya.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok yang berbasis di Doha itu mengatakan akan mengirimkan delegasi cendekiawan Muslim ke negara-negara Islam untuk berbicara tentang meningkatnya penghinaan terhadap agama Islam.

IUMS mengatakan akan meminta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan PBB untuk mendorong rancangan undang-undang untuk melarang penghinaan terhadap kesucian agama.

Langkah itu dilakukan di tengah kemarahan di dunia Islam atas penghinaan oleh juru bicara Partai Bharatiya Janata di India terhadap Nabi Muhammad.

Penghinaan itu mendorong Qatar, Kuwait dan Iran untuk memanggil duta besar India untuk memprotes penghinaan terhadap nabi.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengulangi penolakannya terhadap “setiap jenis pidato kebencian” dan meminta India untuk menghormati semua agama.

Sumber: republika.co.id

WHO: Pandemi Belum Usai

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com)– Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri Pertemuan Menteri Kesehatan G-20 (the 1st G20 Health Ministers Meeting) di Yogyakarta pada Senin (21/6). Dalam pertemuan itu, Tedros mengingatkan semua pihak agar tak menganggap pandemi Covid-19 telah selesai.

Tedros mengingatkan, meski kasus dan kematian karena Covid-19 telah menurun, masih terdapat 40 persen populasi dunia yang belum divaksin. Ia membenarkan, jumlah kasus dan angka kematian Covid-19 memang telah menurun 90 persen dibandingkan dengan jumlah kasus pada awal 2022.

Banyak negara pun telah melonggarkan aturan yang menyebabkan kehidupan terlihat normal seperti saat sebelum pandemi. “Tentu saja ini perkembangan baik. Namun, persepsi bahwa pandemi telah berakhir bisa menyesatkan,” kata Tedros, kemarin.

Tedros memaparkan, berdasarkan data terbaru, penularan di sejumlah negara, termasuk di negara-negara G-20, mengalami peningkatan. Hal yang memprihatinkan adalah sekitar 40 persen populasi dunia belum menjalani vaksinasi Covid-19. “(Sehingga) risiko atas adanya varian baru dan bahayanya masih nyata,” kata Tedros.

Pria asal Etiopia itu pun mengingatkan bahwa rendahnya tingkat tes Covid-19 dapat membutakan perhatian terhadap evolusi virus tersebut. Menurut dia, situasi pandemi saat ini belum sepenuhnya bisa diambil hikmahnya. “Lingkaran rasa panik dan tak acuh pun akan terulang,” katanya.

Atas kondisi itu, WHO telah mengajukan suatu skema untuk merespons situasi kedaruratan global. Salah satu rekomendasinya berupa pembentukan dana perantara keuangan atau financial intermediary fund (FIF).

“WHO dan Bank Dunia memperkirakan perlu 31 miliar dolar AS setiap tahun untuk menguatkan sistem keamanan kesehatan global. Dua pertiganya dari sumber daya yang sudah ada, tetapi masih ada kekurangan sebesar 10 miliar dolar AS,” tuturnya.

WHO, kata Tedros, telah bekerja sama dengan Bank Dunia dan negara-negara G-20 untuk mewujudkan FIF. Pembiayaan itu akan bersifat inklusif dan dapat diakses semua negara.

Sumber: republika.co.id

Gerak Berjamaah Menuju Indonesia Pusat Industri dan Pariwisata Halal Dunia

Oleh : Wakil Presiden RI, Prof KH Ma’ruf Amin

Pemerintah ingin menyampaikan apresiasi kepada Majelis Ulama Indonesia karena Majelis Ulama Indonesia telah mempelopori tentang sertifikasi halal, sudah lebih dari 30 tahun. Dan standar halal MUI sudah menjadi standar global, sudah menjadi di mana-mana memperoleh pengakuan bahkan ada perwakilan-perwakilan MUI di Australia, ada di Korea, ada di mana-mana, ada di Taiwan, Sincung Halal for Taiwan itu ada. Dan ini merupakan suatu rintisan atau inisiatif yang luar biasa dan mempunyai nilai yang tinggi di sisi Allah SWT. Karena Rasulullah mengatakan siapa yang memenuhi sesuatu, membuat inisiatif, sesuatu hal yang baik, diikuti, dia akan mendapatkan pahala yang tidak pernah berhenti sampai hari kiamat. Ini saya kira, itu partisipasi MUI yang sudah ditunjukkan.

Oleh karena itu, ini harus diteruskan. Karena selama ini memang Indonesia hanya menjadi pusat untuk sertifikasi halal. Tapi produsen halal bukan kita Indonesia, bahkan negara-negara yang mayoritas justru non-Muslim. Dan Indonesia hanya menjadi konsumen halal terbesar di dunia, 10 persen itu kita konsumen karena itu, pemerintah Indonesia melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), kita melakukan upaya itu berusaha untuk mendirikan Indonesia menajdi pusat produsen halal dunia pada 2024.

Dan pada beberapa waktu yang lalu, kemarin KNEKS, sudah membuat satu langkah baru namanya Bergerak Lebih Cepat Untuk Mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia. Jadi, bergerak lebih cepat. Karena itu, kita akan terus melakukan percepatan dan di daerah-daerah kita akan bentuk, kalau di pusat ada Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), di daerah sudah akan dibentuk dan ada yang sudah dibentuk namanya KDEKS, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah. Ini saya kira mungkin Sumatra Barat sudah, Riau sedang, Jawa Barat, Jawa Timur, mungkin juga Kepulauan Bangka Belitung, karena sudah jadi provinsi halal. Oleh karena itu, komite daerahnya juga harus segera dibentuk. Dan hari ini kita menghadiri Kongres Halal Internasional untuk juga mempercepat dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas nama pemerintah, atas upaya yang dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia.

Hadirin sekalian, ekonomi dan keuangan syariah global terus menunjukkan tren yang semakin berkembang, antara lain didorong oleh laju pertumbuhan populasi muslim dunia yang meningkat. Dan diiringi perubahan pola pikir konsumen yang ingin mengonsumsi produk-produk yang memenuhi syariat agama, standar etika, berkualitas tinggi, dan aman.

Kebutuhan terhadap produk dengan atribut-atribut halal tersebut tidak hanya dirasakan umat Muslim, namun juga masyarakat nonmuslim, dan negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim. Hal ini menjadikan produk ekonomi dan keuangan syariah bersifat inklusif, tidak diperuntukkan hanya bagi pemeluk agama Islam saja, tapi juga dibutuhkan oleh beragam kalangan. Oleh karena itu, potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah secara global sangat besar, khususnya prospek di masa depan.

Di Indonesia, berdasarkan Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah 2021 yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, pangsa sektor prioritas dalam mata rantai ekonomi halal terhadap PDB Indonesia meningkat menjadi 25,4 persen, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 24,8 persen, dengan kontribusi tertinggi dari sektor pertanian, diikuti makanan halal, pariwisata ramah Muslim, dan fesyen Muslim. Beberapa waktu yang lalu, beberapa desainer bertemu di rumah saya, kediaman saya, bukan hanya dari kalangan desainer Muslim bahkan juga banyak dari non-Muslim. Mereka sepakat untuk mengembangkan fesyen Muslim untuk memenuhi kebutuhan dunia. Jadi, ini sudah bukan lagi hanya kalangan Islam, melainkan juga dari beberapa, bersama dengan Menteri Perdagangan Republik Indonesia.

 

Beberapa waktu yang lalu juga saya meresmikan yaitu pusat ritel. Mereka sudah bertekad, seperti Hypermart, kemudian Indomaret, Alfamart, mereka sudah bersepakat untuk menjual produk-produk halal di tempat mereka. Ini saya kira menjadi, sehingga produk-produk halal, dan melalui standar yang diberikan itu maka produk-produk halal Indonesia atau UMKM akan bisa memenuhi standar dunia, standar global.

Pada 2022 ini, penanganan Covid-19 yang jauh lebih baik, diharapkan perekonomian akan berlari lebih kencang, termasuk sektor halal. Momentum ini harus dijaga dan dimanfaatkan, sehingga kita dapat merealisasikan target Indonesia menjadi pusat industri halal dunia pada 2024. Untuk itu, kerja sama dan kolaborasi harus diperkuat. Ego sektoral harus bisa dihilangkan. Kita berada di dalam kapal yang sama menuju cita-cita yang sama, yaitu menjadi pusat halal dunia.

Berbagai kebijakan pemerintah telah diluncurkan untuk pengembangan sektor keuangan syariah, industri produk halal, pengelolaan dana sosial syariah, serta perluasan usaha syariah, yang dikoordinasikan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah atau KNEKS. Lahirnya Undang-Undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) semakin membuktikan kehadiran negara dalam memberikan jaminan kehalalan produk kepada umat Islam.

Terkait jaminan kehalalan melalui sertifikasi halal, peran penting dan kontribusi Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak dapat dielakkan. Berdasarkan Undang-undang Jaminan Produk Halal, MUI memiliki peranan strategis dalam proses penerbitan sertifikat halal, yaitu dengan menetapkan fatwa-fatwa halal. Dan memang sudah lama, saya sendiri pernah menjadi Ketua Komisi Fatwa yang menandatangani sertifikat halal.

Di bawah payung Undang-undang JPH, kerja sama dan kolaborasi BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal), LPH, dan MUI, serta pemangku kepentingan lainnya harus terus kita dorong guna mempercepat program sertifikasi halal. Upaya ini tentu harus diikuti dengan pembangunan ekosistem halal, yaitu pengembangan kawasan industri halal, pencatatan kodifikasi produk halal, pengembangan berbagai program pendukung lainnya. Saya yakin kontribusi sektor halal terhadap PDB nasional akan terus meningkat, dengan harapan bisa mencapai 30 persen dalam waktu lima tahun ke depan.

Selain memberikan perlindungan umat terhadap jaminan konsumsi produk halal, kewajiban sertifikasi halal juga akan memberikan nilai tambah dalam rantai pasok halal, sehingga meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia, utamanya ke negara-negara OKI. Memang awalnya masalah sertifikasi halal itu adalah dalam rangka, bahasa MUI itu himayatul ummah, menjaga umat, yaitu melindungi umat supaya tidak mengonsumsi makanan, minuman yang tidak halal. Karena tadi ayatnya sudah dibacakan. Oleh karena itu maka dilakukanlah sertifikasi. Tapi sekarang, bukan hanya soal perlindungan, melainkan juga dalam rangka memperkuat ekonomi nasional kita agar produk-produk halal kita bisa kita ekspor ke berbagai negara di dunia, utamanya ke negara-negara OKI. Kemarin saya juga menerima Menteri Luar Negeri dari Bosnia dan kita juga membicarakan bagaimana supaya produk-produk halal, makanan, minuman dari Indonesia juga bisa diekspor ke berbagai negara melalui Bosnia-Hergezovina.

 

Untuk itu, saya minta target 10 juta sertifikasi halal bagi UMK oleh BPJPH agar direalisasikan, sehingga akan semakin banyak produk Indonesia yang siap mengisi halal global. Ini penting ya. Supaya produk halal kita tersertifikat sehingga bisa, tadi saya lihat juga Bangka inipun juga sudah siap untuk diekspor. Dan kalau ini semua terus kita kembangkan, sertifikasi untuk UMKM, yang targetnya 10 ribu itu supaya kita segera capai. Saya mengundang para pelaku ekonomi dan keuangan syariah Indonesia untuk memperkokoh kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara-negara sahabat, dalam pengembangan industri halal, pariwisata halal, serta bisnis halal lainnya. Indonesia memiliki potensi besar di sektor halal, antara lain karena ditunjang oleh pasar produk halal yang besar.

Pariwisata halal kita tadi sudah disebut, memang sebenarnya Indonesia itu semuanya destinasi halal. Karena apa? Karena seluruh alam Indonesia itu adalah indah, sehingga orang Arab mengatakan Indonesia ini sebagai, yaitu sepotong surga yang ditaruh di bumi. Itulah Indonesia. Di mana-mana indah. Di Bangka Belitung, di Sumatra, di Sulawesi, di Jawa Barat, semua, di Bali, di NTT, di Papua, yang saya lihat semuanya indah. Adapun 10 destinasi itu yang menjadi prioritas, tapi sebelum semua itu sebenarnya alam Indonesia adalah destinasi wisata. Oleh karena itu, kita ingin jadikan semua ini menjadi destinasi wisata halal. Jangan kalah dengan luar negeri.

Saya pernah ke Korea, Di saja itu waktu itu saya sebagai Ketua MUI datang ke sana, disambut dengan meriah. Bahkan bendera merah putih itu dikibarkan. Kemudian disebut di situ “Welcome Ketua Umum MUI”. Saya bilang Di Indonesia waktu saya Ketua umum MUI tidak pernah di-welcome-welcome. Sehingga orang DPR waktu itu mengatakan, “Wah luar biasa MUI ini bukan hanya mengibarkan halal di Korea, melainkan juga mengibarkan merah putih di Korea”. Di situ ada restoran halal, ada tempat salat, ada semuanya. Di Beijing juga ada restoran halal, ada tempat halal, di mana-mana dia yang tempatnya mayoritas Muslim.

Seringkali ada salah paham, dikiranya wisata halal itu men-syariahkan wisata. Tidak. Sebenarnya itu memberikan pelayanan halal di tempat wisata. Wisata seperti biasa, tidak ada perubahan, tapi layanannya. Ada restoran halal, ada tempat ibadah, bahkan sekarang sudah ada spa halal juga, spa syariah namanya. Kongres Internasional Halal 2022 ini juga menjadi kesempatan bagi kita untuk memperkenalkan sistem sertifikasi halal dan logo halal Indonesia. Selain itu, kerja sama Saling Pengakuan Sertifikasi Halal dengan negara lain akan semakin meningkatkan perdagangan produk halal antarnegara. Saling mengakui, di beberapa negara ada itu memang sudah apa yang kita sebut adalah endorsement terhadap produk-produk halal. Selama ini ada yang diakui, ada yang diberikan asistensi, ini supaya terus dikembangkan.

Saya juga mengharapkan penguatan kerja sama di bidang riset dan inovasi, baik dalam pemeriksaan kehalalan produk maupun dalam menemukan substitusi produk halal lokal, khususnya yang menggunakan teknologi mutakhir. Belum lama ini saya menghadiri kegiatan BRIN, yang melakukan upaya riset tentang bahan-bahan produk halal, yang substitusi impor, terutama gelatin. Dia membuatnya dari rumput laut dan sudah berhasil. Artinya kita punya produk lokal. Dan BRIN sudah bertekad untuk terus mengembangkan bahan-bahan halal yang selama ini masih impor dari luar negeri. Ini suatu hal yang kita syukuri.

 

Seiring melonggarnya pembatasan terkait Covid-19, saya optimis, sektor pariwisata halal akan kembali bergairah. Masyarakat yang tinggal di rumah selama lebih dari dua tahun tentu merindukan untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata bersama dengan keluarganya. Saya lihat sudah mulai banyak dan penuh. Nah, sekarang perlu hati-hati, karena kemarin ada laporan mulai naik lagi, ada varian baru, B.A.5. Ya itu harus ada dua varian baru yang harus kita waspadai, sehingga tetap protokol kesehatan harus diketatkan.

Indonesia harus mampu mengoptimalkan semua modal dan peluang yang ada untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata, khususnya pariwisata halal. Meskipun demikian, kita harus tetap waspada agar jangan sampai badai Covid-19 kembali terulang. Saya harapkan Bangka Belitung menjadi salah satu percontohan destinasi wisata ramah muslim yang mendunia. Tadi saya sudah dengar memang tekadnya untuk menjadi tempat wisata Muslim halal dunia.

Penyelenggaraan Kongres Halal Internasional di Bangka Belitung ini adalah salah satu ikhtiar untuk memajukan sektor ekonomi dan keuangan syariah di dalam negeri, sekaligus juga mempromosikan konsep-konsep ekonomi syariah negara kita agar semakin diminati oleh masyarakat dunia. Kemarin di Rakernas IAEI juga sedang dirumuskan tentang konsep-konsep ekonomi syariah, kita supaya menjadi model yang bisa meng-global. Jadi, ini semua pihak sudah melakukan kerja sama. Karena itu, kita harapkan ekonomi dan keuangan syariah akan semakin berkembang.

Bagi umat Islam, ekonomi dan keuangan syariah itu bagian dari pada agama. Karena menurut ulama, muamalah yang tidak syariah itu muamalah yang ghairu masyruah fi hukmil adam, seperti tidak ada, walaupun ada dianggap tidak ada. Yang tidak ada menurut syara, sama saja dengan tidak ada menurut fisiknya. Walaupun ada dianggap tidak ada karena itu, ulama membagi harta itu menjadi dua, harta yang muttaqawin, bernilai, wa ghairu muttaqawin, dan tidak bernilai. Harta yang bernilai itu apa? Harta yang bernilai itu harta yang, yaitu harta yang boleh dimanfaatkannya dalam keadaan normal menurut syara.

Jadi kalau tidak bisa dilakukan, dimanfaatkan, itu dianggap tidak bernilai. Walaupun boleh tetapi kalau tidak dalam keadaan normal tetap tidak bernilai, seperti babi, bangkai itu kalau dalam keadaan terpaksa itu boleh. Nah, itu bukan harta yang bernilai, karena itu terpaksa. Tapi yang bernilai itu yaitu artinya yang dengan bahasa lain, yang halalan thayyiban, yang dianggap itu harta yang muttaqawin, bernilai. Ini menurut pandangan saya.

Saya berharap hasil dan rekomendasi kongres dapat diwujudkan dalam langkah-langkah nyata supaya “netes”, supaya ada buktinya, untuk semakin mendekatkan pada tujuan yang telah kita tetapkan bersama, yaitu Indonesia menjadi pusat halal dunia pada 2024. Tinggal dua tahun. Karena itu, saya katakan tadi kita sedang mengusung tema Bergerak Lebih Cepat untuk Mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia. Karena bergerak lebih cepat, semua harus bergerak lebih cepat, percepatan-percepatan karena waktu kita tidak banyak. (mui)

*Naskah ini disadur dari Sambutan Wapres Prof KH Maruf Amin saat membuka Kongres Halal Dunia 2022 di Bangka Belitung, Selasa 14 Juni 2022.

 

47 Tahun MUI, Merajut Ukhuwah dalam Bingkai Indonesia

AKARTA(Jurnalislam.com)—Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan marayakan Milad ke-47. Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis mengatakan, perayaan Milad ke-47 MUI akan fokus pada kegiatan yang dapat merajut ukhuwah dalam bingkai kebhinekaan di Indonesia.

Kiai Cholil menjelaskan, puncak kegiatan Milad ke-47 MUI akan berlangsung pada 26 Juli 2022. Kiai Cholil mengatakan bahwa pihaknya ingin menghadirkan Presiden Joko Widodo, tokoh masyarakat, Ormas-ormas Islam dan tokoh-tokoh partai politik untuk merajut ukhuwah, kesatuan dan kekuatan sebagai bagian dari Indonesia.

‘’Acara kita puncaknya 26 Juli adalah Milad ingin menghadirkan Presiden, lembaga negara tinggi, tokoh masyarakat, Ormas-ormas Islam, Tokoh-tokoh Partai untuk merajut ukhwah, merajut kesatuan, dan kekuatan dalam kebhinekaan di Indonesia,’’ ujarnya saat dihubungi MUIDigital, Senin (20/6).

 

Selain itu, kata Pengasuh Pesanren Cendekia Amanah Depok, Jawa Barat ini mengungkapkan, dalam perayaan Milad tersebut akan ada MUI Studies. Kiai Chalil menjelaskan, kegiatan ini akan mengundang orang-orang yang pernah menjadi bintang di MUI dalam berbagai aspeknya.

‘’Kita (juga) akan mengundang tokoh-tokoh ormas untuk silaturahim membangun persatuan dan kesatuan,’’sambungnya.

 

Ulama asal Madura Jawa Timur ini mengatakan, pihaknya saat ini sudah mulai menata kegiatannya dan undangan. Bahkan, kata Kiai Cholil sebagian besar telah disebar.

‘’Alhamdulillah persiapan sudah cukup baik,’’terangnya.

Dikatakan oleh Kiai Cholil, pihaknya akan mempersiapkan berbagai aktivitas sebelum perayaan puncak Milad ke-47 MUI.

‘’Termasuk barangkali juga dengan acara-acara yang meriah dan membangun ukhuwah, merajut kekuatan, merajut persatuan tentu dengan bingkai kebhinekaan,’’pungkasnya.

 

BNPT: Khilafatul Muslimin Bukan Organisasi Teroris

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan bahwa organisasi Khilafatul Muslimin bukan organisasi teroris.

 

“Dia belum dinyatakan sebagai organisasi teroris. Artinya, organisasi ini dalam masih dalam konteks intoleran,” kata Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar dalam jumpa pers pada Senin (20/6/2022).

 

“Kenapa intoleran, karena tidak mengakui sistem hukum dan pemerintah,” ujar dia

 

Boy menegaskan bahwa BNPT, meskipun bertanggung jawab pula pada kerja-kerja pencegahan, bertindak atas Undang-Undang Terorisme.

 

Sementara itu, Khilafatul Muslimin tidak ditindak dengan Undang-Undang Terorisme, tetapi dipersangkakan dengan Pasal 59 Ayat (4) dan Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

 

Polda Metro Jaya juga mengenakan Pasal 14 Ayat (1) dan (2), dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan maksimal 20 tahun terhadap 6 tersangka terkait Khilafatul Muslimin.

 

“Ini fenomena di era demokrasi, jadi ketika dulu sebelum era Reformasi semua serba tertutup. Di era reformasi yang semua serba terbuka,” kata Boy.

 

“Dan organisasi Khilafatul Muslimin juga terdeteksi bukan sebagai organisasi teroris, tetapi banyak dalam organisasi yang memiliki karakter intoleransi, yang dia baru dalam kategori organisasi intoleran,” ucap dia.

sumber: kompas.com

 

Dua Hafiz Indonesia Juarai MTQ Internasional di Amerika Serikat

AMERIKA(Jurnalislam.com)— Dua hafiz asal Indonesia berhasil menyabet juara pada ajang The American International Tibyan Competition for the Quran and Its Recitations, Minggu (19/6/2022).

Adalah Jihan Afifah yang  berhasil menyabet juara 2 dalam lomba hafalan 30 juz, serta Khairurrazaq Al-Hafiz yang  dipilih juri sebagai Peserta Suara Terbaik dan didaulat tampil di acara penutupan.

Dalam ajang yang digelar di Diyanet Center of America di Maryland  Jihan harus puas di posisi kedua, meski selisih poinnya sangat kecil dari juara pertama hafizah asal Mesir. Di kategori putra, juara pertama diraih hafiz tuan rumah Amerika Serikat.

Kegiatan ini diikuti peserta dari dari 22 negara, di antaranya dari Palestina, Libya, Australia, Inggris, Tunisia, Libanon, Norwegia, Prancis, Kenya, Afghanistan, dan lainnya. Suasana pengumuman lomba sangat meriah. Sejumlah diaspora Indonesia turut hadir menjadi supporter.

“Kami sangat senang wakil Indonesia meraih juara di ajang internasional ini. Saya sangat bangga!,” ujar Indra, diaspora Indonesia di KBRI Washington DC yang menyaksikan langsung pengumuman dan refleks melompat saat nama Jihan diumumkan sebagai juara.

Sementara itu, Syeikh Hasan, salah satu juri lomba, mengumumkan Khairurrazaq sebagai Peserta Suara Terbaik dan memanggil ke panggung untuk melantunkan hafalannya di puncak acara. Decak kagum penonton menggema di ruangan, ajakan berswafoto pun tak terelakkan.

Indonesia patut berbangga, wakil-wakilnya mengharumkan nama negara di pentas MTQ dunia ini. “Selamat dan terima kasih untuk kalian berdua,” ucap Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin yang hadir memberikan sambutan di acara penutupan.