Innalillahi, Sultan Sepuh Cirebon Arief Natadiningrat Meninggal Dunia

CIREBON(Jurnalislam.com) – Berita duka datang dari Keraton Kasepuhan Cirebon. Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, meninggal dunia, Rabu (22/7) sekitar pukul 05.20 WIB.

Kabar itu dibenarkan menantu Sultan Sepuh, Akbar. Dia menjelaskan, Sultan Sepuh wafat saat tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Sentosa Bandung. “Betul,’’ kata Akbar, Rabu (22/7/2020).

Sultan Sepuh akan dimakamkan di pemakaman Astana Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Lokasi tersebut merupakan kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati beserta keturunannya, termasuk para sultan dari Keraton Kasepuhan Cirebon. Sultan Sepuh rencananya akan dimakamkan siang ini. “Pukul 14.00 WIB,’’ ujar Akbar.

sumber: republika.co.id

 

Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1441H Jatuh pada 31 Juli 2020

InJAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1441 H jatuh pada Jum’at, 31 Juli 2020. Ketetapan ini disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi usai memimpin Sidang Isbat (Penetapan) 1 Zulhijjah 1441 H yang digelar Kementerian Agama, di Jakarta.

Menurut Menag, keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan hasil hisab posisi hilal dan laporan rukyatul hilal. Lebih dua belas pemantau mengatakan melihat hilal dan telah disumpah. Rukyatul Hilal ini mengkonfirmasi hasil hisab bahwa hilal di seluruh Indonesia berada di atas ufuk, antara 6 derajat 51 menit sampai dengan 8 derajat 42 menit.

“Berdasarkan itu, sidang secara mufakat menetapkan 1 Zulhijjah 1441H jatuh pada Rabu, 22 Juli 2020. Dan Idul Adha yang bertepatan dengan 10 Zulhijjah 1441H jatuh pada Jum’at, 31 Juli 2020,” ujar Menag Fachrul, Selasa (21/07).

Hadir mendampingi Menag dalam konferensi pers Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto dan Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Muhyidin Junaidi. Sama halnya dengan Sidang Isbat 1 Syawal 1441H yang lalu, kali ini sidang juga dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Sidang isbat ini diikuti melalui video konferensi oleh para pimpinan ormas Islam, para ahli ilmu falak atau astronomi dari UIN/IAIN, Ketua LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), perwakilan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), BOSCHA ITB (Institut Tekonologi Bandung), serta BIG (Badan Informasi Geospasial) dari Planetarium Jakarta.

Menag menuturkan dalam melaksanakan sidang isbat Kementerian Agama selalu menggunakan dua metode, yaitu hisab dan rukyat. Menurutnya, hisab dan rukyat, bukannlah dua hal yang untuk diberhadapkan atau saling dibenturkan. “Keduanya adalah metode yang saling melengkapi satu dengan yang lain,” kata Menag.

“Inilah hasil sidang isbat yang baru saja kita laksanakan dan kita sepakati bersama, dan tentu kita berharap mudah-mudahan dengan hasil sidang isbat ini seluruh umat Islam di Indonesia akan berhari raya Idul Adha tahun ini secara bersama-sama,” sambungnya.

Sebelumnya, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Agus Salim melaporkan dari 84 titik pengamatan rukyat tersebut, terdapat sejumlah petugas dari lima daerah yang telah melihat hilal dan disumpah atas kesaksiannya. Sampai dengan pelaporan ini dibacakan, masih ada sejumlah laporan melihat hilal yang masuk dari berbagai daerah.

Adapun nama petugas yang dilaporkan Agus Salim dalam sidang isbat telah memberikan kesaksian melihat hilal adalah sebagai berikut:

Pertama, Rudin ST (47) dan Nanda Dewi Pamungkas Siwi (23), ASN BMKG Kupang NTT. Keduanya melihat hilal dan disumpah Ketua Pengadilan Agama Kupang Rasyid Muzhar.

Kedua, Inwanuddin (42), Khoirul Amin (56), dan Solahuddin Kamil (52), semuanya dari Tim Lembaga PCNU Gresik, melihat hilal dan disumpah Hakim Pengadilan Agama Gresik Muchidin

Ketiga, Kasdikin bin Markilan (48), Ali Mahfud bin Husen (42), dan M Kamaluddin bin Munadi (36), ketiganya ASN dan BHR Tuban Jatim, menyatakan melihat hilal dan telah disumpah Hakim Pengadilan Agama Jatim Irwandi

Keempat, Junaidi (43) dosen Ponorogo Jatim, dan Sunanil Huda (38) Humas Kankemenag Ponorogo, keduanya melihat hilal dan telah disumpah Kyai Safrudin

Kelima, KH Yahya (50), Pimpinan Pesantren Darul Hikam menyatakan melihat hilal dan telah disumpah Hakim Pengadilan Agama Kab Sukabumi, Jabar, Zaenal Abidin.

Belajar dari Al Fatih, Membentuk Tim dan Pemimpin Terbaik

Oleh : Jumi Yanti Sutisna

Ada pepatah bilang “Guru terbaik adalah pengalaman orang lain” bukan pengalaman diri sendiri.

Jika pepatah itu diejawantahkan dalam kehidupan sehari hari, misalkan karyawan, bagaimana menjadi karyawan yang sukses, apa yang harus dilakukan, apakah harus membuat pola sendiri yang belum teruji, atau mencari role model karyawan yang telah sukses dan mengikuti pola ia menjadi sukses.

Contoh lain menjadi pengusaha, bagaimana menjadi pengusaha yang sukses, apa yang harus dilakukan, apakah harus membuat pola sendiri yang belum teruji, atau mencari role model pengusaha yang telah sukses dan mengikuti pola ia menjadi sukses.

Dapat dibayangkan jika pilihannya adalah mencari pola sendiri, yang belum teruji, tetap ada kemungkinan untuk sukses, namun berapa waktu yang terbuang untuk coba-coba. Bukankah Allah pun mengajarkan dalam kitab sucinya yang didominasi dengan kisah-kisah, itu pertanda Allah ingin agar manusia belajar dari pengalaman orang lain.

Belajar dari pengalaman orang yang gagal agar tidak melakukan langkah serupa, sehingga tidak ikut-ikutan gagal. Belajar dari pengalaman orang yang sukses, agar dapat mengikuti jejak langkahnya, mencontek langkahnya, sehingga pun meraih kesuksesan juga.

Didalam Al-Quran, diceritakan kisah bagaimana Habil dan Qabil mempersembahkan sedekahnya, siapa yang sedekahnya diterima dan siapa yang tidak. Di Al-Quran pun diceritakan kisah keluarga Ibrahim yang santun, sehingga memiliki anak-anak yang santun, cerdas serta shalih. Bukankah dengan begitu Allah ingin agar manusia belajar dari pengalaman orang lain? Maha Baik Allah dengan kesempurnaan ilmu Nya.

 

Kemudian, membentuk sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik tim, bagaimana caranya?

Mari melihat kepada hadist,

“Sungguh, kalian akan menaklukkan Konstantinopel. Sungguh, sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin yang menaklukkannya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya” (HR. Ahmad)

 

Siapakah yang menaklukkan Konstantinopel?

Ia adalah Sultan Mehmed II pada 20 Jumadil Awal 857 H bertepatan dengan 29 Mei 1453 M bersama pasukannya berhasil menaklukkan Konstantinopel. Setelah penaklukan itu ia pun diberi gelar dengan nama Muhammad Al-Fatih yang kemudian nama ini lebih terkenal dari nama aslinya.

 

Bagaimana bisa seorang pemuda berusia 21 tahun Muhammad Al-Fatih menjadi sebaik-baik pemimpin dan memiliki sebaik-baik pasukan (tim) ?

Tidak lain dikarenakan ada perjalanan panjang orangtua Muhammad Al-Fatih dalam mendidiknya sehingga dalam usia muda Muhammad Al-Fatih mampu menjadi sebaik-baik pemimpin dan memiliki sebaik-baik pasukan. Bukankah indahnya berlian terbentuk dari tempaan proses yang panjang, dan Rasulullah pun bersabda “Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah, lalu kedua orang tuanya lah yang menjadikannya sebagai seorang yahudi, nasrani & majusi (penyembah api). (HR. Muslim No.4807)

Lalu bagaimana orangtua Muhammad Al-Fatih mendidik?

Rupanya bagian inilah yang berperan besar selain kemudahan dari Allah yang membentuk Muhammad Al-Fatih menjadi sebaik-baik pemimpin dan memiliki sebaik-baik tim (pasukan)

Bagian inilah yang patut dipelajari dan diteladani oleh para orangtua dan calon orangtua. Berikut intisari pendidikan orangtua Muhammad Al-Fatih yang dapat dirangkum oleh penulis :

 

  1. Memiliki motivasi yang kuat dan menyusun misi dalam mendidik.

Sultan Murad II ayah dari Muhammad Al-Fatih, bukan tanpa motivasi dan latar belakang sehingga dapat membentuk seorang anak yang merupakan sebaik-baik pemimpin dijamannya. Hadist Rasulullah yang mengabarkan pembebas konstantinopel adalah pemimpin terbaik itulah yang menjadi motivasi dan latar belakang sang ayah menempa anaknya agar menjadi pemimpin terbaik yang dikabarkan oleh Rasulullah. Membentuk sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik tim menjadi misi Sultan Murad II dalam mendidik anaknya.

 

  1. Menjalin bonding dengan anak.

Sultan Murad sangat dekat dengan anaknya. Ia tampaknya paham bahwa ikatan emosi akan sangat mempengaruhi anak untuk ikut atau tidak dengan misi yang diembannya. Ia paham untuk dapat menguasai hati anak maka ia harus menjalin bonding dengan anak. Bukan untuk memanjakan atau menjadikannya sebagai ‘anak ayah’ kemudian akan mengakibatkan ketergantungan anak pada ayahnya.

Menjalin bonding dengan anak pun membuat kebutuhan hati anak akan kasih sayang, perhatian, kepedulian dan cinta menjadi terpenuhi, sehingga anak merasa dihargai dan dicintai, yang kemudian membuat anak percaya bahwa bimbingan-bimbingan orangtuanya adalah demi kebaikan anaknya, dan anak pun tak ragu untuk mengikuti orangtua. Jika kita melihat banyak anak jaman sekarang, membangkang kepada orangtua, bisa jadi tidak ada bonding diantara mereka.

Bagaimana upaya Sultan Murad II menjalin bonding dengan anaknya?

Salah satunya adalah selepas bangun tidur Sultan Murad II mengajak anaknya shalat subuh kemudian berjalan-jalan menikmati fajar sembari bercengkrama dengan suasana yang menyenangkan. Selama berjalan-jalan itu tangan Sultan Murad II tidak lepas dari menggenggam tangan Muhammad Al-Fatih.

 

  1. Membiasakan kalimat positif dan doa untuk anak.

Perkataan bisa menjadi doa. Ungkapan ini sering kita dengar bukan?

Apalagi perkataan dan doa orangtua untuk anaknya.

Banyak kisah yang membenarkan ungkapan diatas, salah satu contoh terdekat adalah perkataan ibu Imam As-Sudais yang menyumpahi anaknya menjadi imam Masjidil Haram, dan terbukti sudah.

Ini pun yang dilakukan oleh ayah Muhammad Al-Fatih jauh sebelum ibu imam  As-Sudais. Bedanya ayah Muhammad Al-Fatih tidak menyumpahi, namun menyampaikan sebuah impian kepada anaknya.

Setiap hari Sultan mengajak anaknya duduk di puncak menara masjid yang tertinggi, lalu Sultan menunjuk tangannya jauh di sebuah cakrawala dan menyampaikan impiannya kepada anaknya yang masih sangat kecil.

“Mehmed, lihatlah! Di depan, jauh di depan sana, di sanalah Konstantinopel. Kota itu adalah salah satu pusat dari kekufuran. Ibu kota Romawi Timur yang sangat kuat. Kota itu akan jatuh ke dalam kekuasaan Islam. Dan engkaulah, Insyaallah, yang akan menaklukkannya kelak.”

Setiap hari kalimat itu disampaikan pada anaknya, tentu kalimat ini masuk dalam alam bawah sadar Muhammad Al-Fatih sehingga ia tergerak dan percaya diri untuk mampu mewujudkan impian itu.

Jika sebaliknya kini banyak para orangtua dalam amarahnya sering mengucapkan kata “bodoh” “nakal”, apakah itu yang diharapkan orangtua?

 

  1. Memberi teladan yang baik dan khususnya yang menuju ke arah misi pendidikan.

Misi ayah Muhammad Al-Fatih untuk menjadikan anaknya seorang penakluk konstantinopel, bukan sekedar impian tanpa langkah nyata. Sultan Murad II pun disebut sebagai salah satu sultan dari Bani Utsman yang paling banyak memperkokoh sendi-sendi daulah dan memperluas penaklukan-penaklukan daulah di tanah Eropa kecuali Konstantinopel. Sultan Murad II memberi contoh langsung kepada anaknya bahwa ia seorang penakluk dan mengikut sertakan Muhammad Al-Fatih dibeberapa peperangan. Bahkan saat Sultan Murad II memimpin peperangan menghadapi pasukan gabungan Eropa, ia didampingi oleh Muhammad Al-Fatih yang akhirnya pasukan Sultan Murad II meraih kemenangan gemilang yang gema kemenangannya membahana ke penjuru dunia Islam, ini sebagai salah satu upaya pendidikan seorang ayah dalam mempersiapkan anaknya untuk menjadi sebaik-baik pemimpin.

 

  1. Memberikan Guru Terbaik.

Guru pun memegang peran penting dalam membentuk kepribadian dan keilmuan seorang anak. Ini dipahami betul oleh Sultan Murad II. Meski diawal sang ayah membangun pondasi pendidikan dengan kolaborasi bonding dan disiplin (tegas), kemudian ayahnya pun memilihkan guru dari ulama-ulama terbaik dan terkenal pada masanya, dan ulama-ulama terbaik inilah yang mempengaruhi wawasan, politik dan seni militer dalam kepribadian Muhammad Al-Fatih sehingga mampu menaklukkan Konstantinopel.

Salah satunya adalah Syekh Amid Syamsudin merupakan guru yang paling tegas dan paling berpengaruh bagi Muhammad Al-Fatih seperti penuturan Muhammad Al-Fatih setelah menjadi sultan “Penghormatanku terhadap Syekh itu (Amid Syamsuddin)  adalah penghormatan yang menarik seluruh sisi jiwaku. Saat berada dihadapannya, aku dan kedua tanganku gemetar”

*Penulis adalah Jurnalis Jurnalislam.com

Para Panglima Islam Penakluk Dunia oleh Muhammad Ali

Dan literasi lain tentang Muhammad Al-Fatih

 

 

Ribuan Warga Mengungsi di Luwu Utara, Butuh Bantuan Segera

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pusat Pengendali Operasi BNPB mencatat per hari ini, Jumat (17/7), pukul 17.30 WITA, lebih dari tiga ribu keluarga mengungsi pasca banjir di Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan. Mereka berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sabbang, Baebunta dan Masamba.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, jumlah penyintas yang tercatat BPBD Kabupaten Luwu Utara mencapai 3.627 KK atau 14.483 jiwa.

“Jumlah ini belum termasuk mereka yang mengungsi di wilayah Kecamatan Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat. BPBD setempat masih melakukan pendataan di lapangan,” kata Raditya.

Penanganan darurat terhadap para warga yang mengungsi dilakukan oleh pemerintah daerah dibantu dengan mitra terkait lainnya, seperti Palang Merah Indonesia. Sebagian mereka berada di enam pos komando taktis di Radda, Masamba, Bone, Bone Tua dan Kantor Bupati Luwu Utara.

“BPBD setempat mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk warga terdampak berupa air bersih, obat-obatan, pakain dalam wanita, popok balita dan lansia, selimut, sarung, peralatan pembersih rumah, family kits dan masker,” sebutnya.

Data korban per hari ini (17/7), Basarnas mencatat 36 orang meninggal dunia dan 16 lainnya dalam pencarian. Upaya pencarian dan evakuasi korban yang masih hilang, Tim SAR Gabungan di bawah komando Basarnas menerjunkan 539 personel, sedangkan total potensi berjumlah 1.001 personel.

Pendataan sementara untuk kerugian material bangunan hingga hari ini mencakup rumah terdampak 4.202 unit, mikro usaha 61, tempat ibadah 13, sekolah 9, kantor pemerintah 8, fasilitas kesehatan 3, fasilitas umum 2, dan pasar traditional 1.

Sedangkan kerugian infrastruktur meliputi jalan terdampak sepanjang 12.8 km, jembatan 9 unit, pipa air bersih 100 m, bending irigasi 2 unit. Akses beberapa jalan poros, seperti Masamba – Baebunta dan jalan di Kecamatan Sabbang menuju Desa Malimbu masih tertimbun lumpur dan hanya dapat dilalui roda dua.

Sumber: sindonews.com

Relawan Medis WIZ Periksa Pengungsi Luwu Utara

LUWU UTARA(Jurnalislam.com) — Relawan medis Lembaga Amil Zakat Nasional Wahdah Inspirasi Zakat (Laznas WIZ) memberikan layanan kesehatan, Senin (20/7/2020).

Layanan kesehatan ini diperuntukkan  bagi warga korban banjir yang kini menempati tenda-tenda pengungsian di Desa Meli, Kec. Baebunta, Kab. Luwu Utara.

Relawan medis melakukan pemeriksaan kesehatan melalui mobile clinic ke tenda-tenda pengungsian. Muhammad Ilyas selaku relawan medis WIZ mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk mempermudah warga mendapatkan layanan kesehatan.

Selama ini kata dia, banyak warga yang mengeluhkan beberapa jenis penyakit, karena lantaran tak ada tim medis yang sering berkunjung membuat mereka hanya berdiam diri di tenda.

“Mereka sebenarnya mau saja diperiksa. Tapi kan puskesmas jauh, apalagi ini masa-masa pandemi. Ini juga kami lakukan untuk mencegah penularan lebih lanjut. Rata-rata warga mengeluhkan tekanan darah tinggi, batuk-batuk, serta pegal linu,” ujarnya.

Di waktu yang sama, sebagian tim relawan masih melakukan evakuasi warga yang masih hilang, dan sebagian mendirikan pos-pos pelayanan bagi warga terdampak.

Rencananya layanan kesehatan ini akan terus dibuka dan dilakukan oleh relawan medis WIZ hingga kondisi kembali pulih di lokasi bencana.

Kadin: 12 Juta Warga Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Wakil Ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Anton Supit menyebutkan, sudah ada 12 juta pekerja yang diberhentikan dan dirumahkan sepanjang pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam seminar digital bertajuk “Kemiskinan Ekstrem dan Oligarki Ekonomi di Masa Pandemi” di Jakarta, yang diselenggarakan lembaga riset SigmaPhi, Jumat (17/7/2020).

“Sebagian besar tidak dilaporkan ke dinas tenaga kerja karena tidak ada dispute antara pekerja dengan pemberi kerja,” kata Anton.

Sambung Anton menegaskan, pemerintah perlu lebih fokus membantu dunia usaha. “Saat ini, dana pemulihan ekonomi lebih banyak yang urusannya dengan kredit perbankan,” jelasnya.

Sementara itu, dalam forum yang sama, Staf Khusus Presiden Arif Budimanta menyatakan, pemerintah tetap membantu kelompok menengah-atas melalui program restrukturisasi kredit bagi para pemilik perusahaan, subsidi bunga kredit, dan perpajakan.

Namun, Arif juga menyatakan, pemerintah saat ini lebih memprioritaskan program pemulihan ekonomi nasional kepada masyarakat miskin, termasuk usaha mikro, tanpa melupakan kelompok menengah-atas.

Menurut Arif, banyak program pemerintah diprioritaskan kepada masyarakat miskin, mulai dari bantuan sosial, bantuan tunai, hingga bantuan modal. Semua program tersebut bertujuan agar daya beli masyarakat miskin meningkat sehingga ekonomi berputar.

Sumber:sindonews.com

Sakit Radang Empedu, Raja Salman Dirawat

RIYADH(Jurnalislam.com) — Penguasa Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz (84 tahun) menjalani perawatan medis di rumah sakit di ibu kota Riyadh. Kantor berita negara SPA mengatakan, Raja Salman menderita sakit radang kantong empedu.

Kabar Raja Salman yang menderita sakit membuat Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhimi membatalkan kunjungannya ke Arab Saudi. Hal ini dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.

Raja Salman telah memerintah Saudi sejak 2015. Dia menghabiskan lebih dari 2,5 tahun sebagai putra mahkota dan wakil perdana menteri sebelum naik takhta menjadi raja. Selain itu, Salman juga pernah menjabat sebagai guberbur Riyadh selama lebih dari 50 tahun.

Penguasa de facto Saudi selanjutnya adalah putra mahkota Mohammed bin Salman atau yang dikenal secara luas sebagai MBS. Dia telah meluncurkan reformasi untuk mengubah perekonomian kerajaan Saudi agar tidak selalu bergantung pada minyak. Pangeran berusia 34 tahun itu sangat populer di kaum muda Saudi.

MBS telah mengurangi pembatasan di kerajaan Saudi yang konservatif, termasuk memberikan hak-hak kepada perempuan. Selain itu, dia berjanji untuk melakukan diversifikasi ekonomi. Keberanian MBS untuk melakukan reformasi disambukt baik oleh sejumlaha pihak. Namun kendali negara atas media membuatnya sulit mengukur tingkat antusiasme domestik.

Reformasi putra mahkota telah disertai dengan pembersihan bangsawan kerajaan dan pengusaha atas tuduhan korupsi. Namun, martabatnya kini dipertaruhkan setelah kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018.

Sumber: republika.co.id

Penularan Covid-19 di Pasar Kian Menghawatirkan

SURABAYA(Jurnalislam.com) — Penambahan kasus positif Covid-19 di lingkungan pasar kian banyak. Penutupan pasar berulang kali dilakukan di sejumlah daerah akibat sebagian pedagang terkonfirmasi positif Covid.

Terbaru, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya yang menutup sementara Pasar Induk Keputran di Jalan Urip Sumoharjo Surabaya, Jawa Timur, mulai Selasa (21/7).

Penutupan dilakukan setelah terdapat 37 pedagang dan warga sekitar yang terkonfirmasi positif Covid-19. Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan, pihaknya telah melakukan tes swab terhadap pedagang dan warga sekitar Pasar Keputran selama tiga hari. Tes pertama dilakukan pada Selasa (14/7) yang diikuti oleh 19 orang.

“Hasilnya, diketahui 13 orang positif Covid-19,” kata Irvan di Surabaya, Senin (20/7). Kemudian pada Rabu (15/7), dilakukan tes swab lagi terhadap 19 orang lainnya. Hasilnya, enam orang dinyatakan positif.

 

Tes swab hari ketiga, Kamis (16/7), dilakukan terhadap 64 orang. Hasilnya baru keluar 43 dan diketahui 18 orang positif Covid-19. Dari tiga hari swab itu total 37 orang terkonfirmasi positif.

 

Irvan mengatakan, tidak ada penutupan Pasar Keputran. Menurut dia, Pasar Keputran hanya diliburkan. Namun, dia tidak menyebutkan sampai kapan aktivitas di pasar tersebut diliburkan. “Sekali lagi, tidak ada lockdown, tidak ada penutupan.

 

Yang ada, Pasar Keputran diliburkan. Sama seperti sekolah, diliburkan,” ujar Irvan. Setelah dilakukan penutupan, akan melakukan penyemprotan disinfektan, dan membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di pasar setempat.

Sumber: republika.co.id

 

Erdogan: Menjadikan Hagia Sophia Masjid, Impian Muda Saya

ANKARA(Jurnalislam.com) – Mengubah Hagia Sophia menjadi masjid adalah masalah terkait kedaulatan Turki, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan, akhir pekan lalu.

Turki tidak melihat reaksi internasional pada pembukaan kembali landmark Istanbul untuk ibadah Muslim sebagai mengikat, Recep Tayyip Erdogan.

Presiden Erdogan menekankan tak ada yang bisa ikut campur mengenai masalah kedaulatan internal negaranya.

Soal reaksi asing mengenai pembukaan Hagia Sophia untuk tempat ibadah, Erdogan mengatakan reaksi dari luar negeri tidak akan mengganggu keputusan Turki yang sudah bulat.

“Beberapa dari mereka [pihak asing] sudah berbicara dengan saya. Saya telah memberikan jawaban yang diperlukan mereka. Biarkan saja, pandangan positif dan negatif [pasti ada], keputusan Hagia Sophia ini adalah masalah kedaulatan kami,” tutur dia.

Dengan kata lain, sebut Erdogan, pengembalian status Hagia Sophia menjadi masjid setelah jeda 86 tahun adalah hak paling alami bangsa Turki.

“Keputusan ini tak hanya penting bagi Turki, tetapi penting bagi dunia Islam,” ujar Erdogan.

Presiden Erdogan menuturkan rakyat Turki senang dan bahagia Hagia Sophia diubah menjadi masjid.

Erdogan mengaku sebenarnya pembebasan Hagia Sophia dari belenggu museum adalah impian terbesar masa muda dia.

“Kami juga bahagia dan senang sudah mewujudkan impian masa muda kami itu,” tutur dia.

Untuk itu, Erdogan menolak pernyataan yang ingin menyudutkan keputusan Hagia Sophia itu dengan tuduhan hanya sebuah “retorika politik dan pendekatan politik saja.”

“Ini benar-benar kerinduan rakyat Turki yang telah mengambil tugas ini dalam pemerintahan. Kerinduan ini telah terpenuhi,” ungkap Erdogan.

Sholat pertama di masjid itu yang akan diadakan pada 24 Juli akan disiapkan untuk menampung 1.000-1.500 jemaah di dalam dan di luar masjid pada saat yang bersamaan, kata Erdogan

Sumber: anadolu agency

Vaksin Cina Tiba, Siap Uji Klinis di Bio Farma

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Vaksin anti- Covid-19 sudah di depan mata. Vaksin yang diharapkan menjadi solusi menghentikan penyebaran virus yang menyebabkan pandemi tersebut sudah datang di Tanah Air.

Namun, vaksin produksi pabrikan Sinovac Biotech China tersebut tidak bisa serta-merta disebarluaskan ke masyarakat. Untuk memastikan keamanannya, vaksin masih harus terlebih dulu menjalani uji klinis. Dalam hal ini dilakukan oleh Bio Farma. Uji klinis sudah memasuki tahap ketiga.

Selain mengembangkan vaksin sendiri, pemerintah juga memang menjalin kolaborasi internasional. Kolaborasi antara lain dilakukan PT Bio Farma dengan Sinofak Bio Tek LTD, Beijing; PT BCHT Teknologi Indonesia dengan China National Biotech Group Company Limited; dan PT Kalbe Farma dengan Geneksin Korea Selatan.

Adapun kolaborasi di dalam negeri telah dibentuk konsorsium vaksin Covid-19 atas inisiatif dari Menristek atau BRIN dengan konsorsium yang terdiri atas LBM Eijkman, Balitbangkes, Biofarma, serta kampus seperti Universitas Airlangga. Pelaksanaan uji klinis ditargetkan pada semester kedua 2021.

Sumber: sindonews.com