Kabar Gembira, Tingkat Kesembuhan Covid-19 Meningkat

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19Prof Wiku Adisasmito menyampaikan persentase kesembuhan pasien positif covid-19 secara nasional semakin meningkat.

Berdasarkan analisis dari data yang dikumpulkan Satuan Tugas, tingkat persentase kesembuhan pada Maret-Juli meningkat dari rata-rata 3,84 persen menjadi 9,79 persen pada April.

“Mei meningkat 21,97 persen, Juni 37,19 persen, dan Juli ini mencapai rata-rata saat ini 47,08 persen di mana pada tanggal 23 Juli atau kemarin persentase kesembuhan 55,7 persen,” jelas Wiku saat konferensi pers, Jumat (24/7).

Ia mendetailkan, kasus sembuh pada 23 Juli tercatat sebanyak 1.909 orang. Angka ini memang lebih rendah dibandingkan jumlah kasus sembuh pada 19 Juli yang mencapai 2.133 orang. Kendati demikian, lanjut Wiku, jika dilihat dari grafik maka akan terlihat sejak 10 Juli angka kesembuhan semakin meningkat.

“Tapi kalau kita lihat dari grafik ini terlihat mulai dari Juli tanggal 10 sebesar 878 orang dan terus meningkat jumlah sembuhnya menjadi 1.909. Ini adalah kabar baik tetapi kita harus tetap mendorong kesembuhan ini menjadi lebih baik lagi. Dan ini terjadi dalam 13 hari terakhir,” kata dia.

Meskipun tingkat kesembuhan pasien positif kasus covid semakin meningkat,  ia meminta masyarakat agar tetap waspada. Masyarakat juga tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

“Dan ternyata di beberapa tempat di Indonesia masih ada masyarakat yang belum patuh terhadap protokol kesehatan. Mari kita saling ingatkan untuk pakai masker, jaga jarak, cuci tangan,” imbuh dia.

Sumber: republika.co.id

 

Pemerintah Klaim Tak Berniat Tutup-tutupi Data Terbaru Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, pemerintah mendorong adanya transparansi data kasus Covid-19 agar publik dapat mengakses data tersebut dengan benar.

Ia juga menegaskan, pemerintah tak memiliki niat untuk menutup-nutupi data perkembangan kasus covid-19 setelah Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 tak lagi mengumumkan secara langsung perkembangan data terkini.

“Tidak ada maksud untuk menutup-nutupi data. Mari kita dorong transparansi publik dan silakan masyarakat ikut mengontrol apabila ada kondisi yang tidak sesuai dengan sebenarnya,” ujar Wiku saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (24/7).

Wiku menjelaskan, meskipun data harian Covid-19 tak lagi diumumkan secara langsung melalui konferensi pers, masyarakat dapat mengakses perkembangan data harian melalui portal yang disediakan yakni www.covid19.go.id.

“Di situ kami menyampaikan perkembangan kasus yang bisa diakses oleh masyarakat, oleh media tentang keadaan terkininya,” tambah dia.

Perkembangan data terkini akan rutin diinput atau diumumkan setiap hari pukul 16:00 WIB. Menurutnya, hal ini juga tergantung pada pengiriman data dari Kementerian Kesehatan yang melakukan verifikasi seluruh data nasional yang dilaporkan.

Wiku berharap, nantinya data yang ditampilkan melalui portal tersebut dapat diakses oleh masyarakat secara realtime. Ia mengaku saat ini pihaknya masih berupaya agar data kasus Covid-19 dapat terinput dan diakses secara realtime oleh masyarakat.

“Kami sedang berusaha keras agar betul-betul data ini bisa diakses dengan realtime. Dan datanya tidak berbeda antara data nasional dengan data di daerah,” ucap Wiku.

Sumber: republika.co.id

4 Juta Kasus Corona AS, 43 Kasus Baru Per Menit

WASHINGTON(Jurnalislam.com) – Pandemi virus corona tipe baru atau Covid-19 di Amerika Serikat (AS) semakin meningkat dari hari ke hari. Hingga Kamis (23/7) waktu setempat, AS mencatat rekor adanya 43 kasus baru infeksi Covid-19 dalam setiap menit.

Berdasarkan penghitungan Reuters, kasus infeksi positif Covid-19 di seluruh negara bagian AS menembus angka 4 juta kasus. Sekurangnya 2.600 kasus baru dilaporkan setiap jam.

Menurut Reuters, AS hanya membutuhkan 98 hari setelah kasus Covid-19 pertamanya terdeteksi pada 21 Januari untuk mencapai satu juta kasus. Hanya butuh 184 hari bagi AS untuk mencapai ambang empat juta kasus. Sebanyak 1 juta kasus terakhir telah ditambahkan selama 16 hari pada tingkat 43 kasus per menit.

Dilansir laman Sputnik, AS juga memiliki tingkat infeksi per kapita tertinggi kedua, setelah Cile, dengan 120 infeksi per 10 ribu orang. Selain itu, AS menempati urutan keenam secara global dalam hal kematian per kapita dengan 4,4 kematian per 10 ribu orang. Angka kematian per kapita AS hanya dilampaui oleh orang-orang dari Inggris, Spanyol, Italia, Cile, dan Prancis.

Data statistik worldometers menunjukkan bahwa jumlah kasus Covid-19 yang tercatat sejauh ini di AS adalah 4.129.405. Sementara 146.665 orang telah meninggal di negara itu karena penyakit tersebut.

Data terbaru oleh worldometers juga menunjukkan bahwa lebih dari 15 juta kasus virus telah dikonfirmasi di seluruh dunia. Sedangkan lebih dari 632 ribu kematian telah terjadi di 213 wilayah dan negara di seluruh dunia.

Dalam jumpa pers pada Selasa lalu, Presiden AS Donald Trump mengubah retorikanya tentang ancaman Covid-19. Dia mendesak orang Amerika untuk mengenakan masker setelah menolak melakukannya sendiri selama berbulan-bulan.

Selain itu, ia mengakui bahwa pandemi akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik. Pada Senin, presiden juga mencicitkan unggahan foto dirinya mengenakan masker. “Memakai satu masker wajah sebagai (tindakan) “patriotik” ketika Anda tidak bisa menjaga jarak secara sosial,” cicitnya.

sumber: republika.co.id

 

Presiden Erdogan Akan Shalat Jumat Perdana di Hagia Sophia

ANKARA(Jurnalislam.com) — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan bergabung dengan ratusan jamaah sholat Jumat di dalam Hagia Sophia pada Jumat 24 Juli ini. Hal ini sebagaimana laporan yang disampaikan dalam Hindustan Times, Jumat (24/7).

Pada Kamis kemarin, Erdogan bergabung dengan rombongan untuk melakukan kunjungan mendadak, memeriksa persiapan akhir pada struktur bangunan Hagia Sophia. Termasuk juga tanda di pintu masuk yang bertuliskan, “Masjid Agung Hagia Sophia”.

Di hari yang sama, Kamis (23/7), Turki juga telah menunjuk tiga imam untuk Hagia Sophia. Salah satunya seorang profesor studi agama. Mengingat, Turki pada Jumat 24 Juli ini akan menggelar sholat Jumat yang tentunya secara berjamaah. Sholat Jumat ini menjadi yang pertama selama 86 tahun sejak diubah menjadi museum.

Erdogan mengeluarkan dekrit untuk memulihkan bangunan ikon abad keenam sebagai masjid pada bulan ini setelah pengadilan tinggi Turki memutuskan bahwa Hagia Sophia telah secara ilegal dijadikan museum lebih dari delapan dekade lalu. Langkah itu disambut dengan cemas di Yunani dan Amerika Serikat dan para pemimpin gereja Kristen.

Kepala otoritas agama Turki, Ali Erbas, menyampaikan, pengangkatan tiga imam yang akan memimpin sholat di masjid yang diubah, yaitu Mehmet Boynukalin, seorang profesor hukum Islam di Universitas Marmara Istanbul, Ferruh Mustuer, dan Bunjamin Topcuoglu. Erbas juga menyebutkan lima orang yang menjadi muazin di Hagia Sophia. Dua di antaranya ditarik dari Masjid Biru Istanbul.

Pihak berwenang telah menetapkan area terpisah di luar Hagia Sophia untuk pria dan wanita yang ingin bergabung dengan sholat Jumat perdana. Beberapa jalan menuju gedung terhalang. Sebanyak 17.000 personel keamanan akan bertugas.

Hagia Sophia, dulunya adalah katedral Bizantium, lalu diubah menjadi masjid pada 1453 setelah penaklukan Ottoman di Istanbul, kemudian dialihkan menjadi museum pada 1934 di bawah kepemimpinan Mustafa Kemal Ataturk.

Sumber: republika.co.id

 

Hari Bersejarah, Shalat Jumat Pertama di Hagia Sophia Setelah 86 Tahun

TURKI(Jurnalislam.com)–Hari ini, Jumat (24/7/2020) menjadi momen bersejarah bagi umat Islam di Turki. Ya, kaum muslimin di sana akan menunaikan Sholat Jumat perdana di Hagia Sophia, sebuah bangunan bersejarah yang telah kembali beralihfungsi menjadi masjid setelah sebelumnya berfungsi sebagai museum di masa pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan lah tokoh yang memelopori perubahan status Hagia Sophia dari museum menjadi masjid. Ia sebelumnya mengatakan mosaik-mosaik Kristen tersebut akan ditutup tirai atau penerangan selama pelaksanaan Sholat Jumat.

Dalam beberapa hari setelah Pengadilan Istanbul mencabut status museum Hagia Sophia –membuka jalan untuk berubah menjadi masjid–.

Melansir dari laman VOA Indonesia, Pemerintah Turki telah mengundang sejumlah pemimpin dari berbagai negara untuk hadir dalam Sholat Jumat perdana di Hagia Sophia besok. Diperkirakan 1.000 hingga 1.500 orang hadir dalam Sholat Jumat hari ini.

 

Kepala Direktorat Agama Turki, Ali Erba akan didapuk sebagai imam Sholat Jumat perdana di Hagia Sophia. Sholat Jumat akan digelar dengan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19). Para jamaah diwajibkan memakai masker, hand sanitizer, serta sajadah akan dibagikan kepada seluruh jamaah saat tiba untuk Sholat Jumat di Hagia Sophia.

Sumber: okezone.com

Dompet Dhuafa-Pemkab Magetan, Gelar Rapid Test Gratis bagi Kaum Marginal

MAGETAN (Jurnalislam.com)–Pemeriksaan Covid Test Mobile (CTM) secara gratis dilakukan (Rabu, 22/07) berlokasi di Stadion Yosonegoro Magetan.

Sinergi Dompet Dhuafa bersama Pemerintah Kabupaten Magetan merupakan bagian aksi bersama rapid test untuk kalangan marjinal maupun kelompok rentan.

Selain itu kegiatan ini sebagai pencegahan untuk memutus penyebaran Covid-19 di wilayah Jawa Timur maupun Magetan khususnya.

Suprawoto, selaku Bupati Magetan saat meninjau langsung kegiatan CTM di Stadion Yosonegoro, mengatakan bahwa peluncuran program Covid Test Mobile (CTM) di Provinsi Jawa Timur, dan Kabupaten Magetan sebagai program yang sangat bermanfaat.

Terlihat masyarakat antusias dalam TCM dalam rangka keperluan untuk sekolah maupun bepergian, sehingga dengan adanya kegiatan ini memudahkan bagi masyarakat Magetan untuk menjalankan rutinitas.

“Terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah mempercayakan kepada kami di Magetan,” kata dia.

“Dompet Dhuafa bersama mitra-relawan, donatur dan cabang kantor di seluruh Indonesia, terdorong untuk membantu masyarakat terdampak langsung maupun tidak langsung akibat wabah tersebut. Dompet Dhuafa dalam fase awal penanggulangan pandemi Corona membuka Crisis Center Cegah dan Tangkal (Cekal) Corona. Kemudian memproduksi Disinfection Chamber (bilik sterilisasi) yang didistribusikan ke 1.000 titik fasilitas umum yang sering diakses masyarakat. Tim Gerai Sehat atau Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa juga membagi-bagikan secara gratis APD dan hygiene kit, logistik pangan juga menjadi fokus pelayanan Dompet Dhuafa. Di garda terakhir, turut menyediakan mobil ambulance maupun layanan barzah Dompet Dhuafa untuk mengantarkan pasien terduga Corona menuju rumah sakit rujukan pemerintah dan juga penanganan korban meninggal di seluruh Indonesia,” ujar Ahmad Shonhaji, selaku Direktur Dakwah, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Dompet Dhuafa.

 

MTT Telkomsel-Laznas WIZ Bagikan Bantuan untuk Pengungsi Banji Bandang Masamba

MASAMBA(Jurnalislam.com)– Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Wahdah Inspirasi Zakat (Laznas WIZ) membagi-bagikan makanan siap saji seribu paket kepada warga korban banjir bandang di Masamba Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

 

Salah satu posko pengungsian yang disasar dalam program tersebut berada di Kampung Lontang, Kel. Kappuna (Kampal), Masamba, tepatnya di Masjid Nurul Yakin.

 

Di tempat tersebut, 103 jiwa dan 28 Kepala Keluarga mengungsi sejak delapan hari yang lalu.

 

Direktur Program dan Pemberdayaan Laznas WIZ selaku penanggungjawab relawan di lapangan, Ridwan Umar, mengatakan makanan siap saji yang dibagikan tersebut dimasak di posko induk WIZ yang berlokasi di di Jalan Kasim Kasmad, depan Perumahan Pinang Mas Kompleks Masjid Al Khattabiy, Masamba, Luwu Utara.

 

Ia pun  menuturkan, tak hanya bantuan makanan saja, kerjasama antara MTT dengan WIZ akan terus berlanjut lewat program-program kemanusiaan hingga proses pasca recovery mendatang.

 

“Alhamdulillah, MTT sudah bermitra dengan kami sejak kejadian gempa di Palu kemarin,” tambahnya.

 

Seperti diketahui, banjir bandang Masamba terjadi pada 13 Juli 2020 malam hari. Air bah menyapu kawasan penduduk di sekitar sungai. Aliran air dan tanah lumpur berkubik-kubik terbawa air. Gelondongan kayu dari hulu, juga ikut terbawa. Tidak sedikit rumah warga yang terbawa arus, maupun yang terkubur lumpur

 

Delapan Pengurus DKM Hagia Sophia Diresmikan

ANKARA(Jurnalislam.com) – Badan Urusan Agama (Diyanet) Turki resmi merilis nama-nama pengurus Masjid Hagia Sohpia. Dikutip dari keterangan pers pimpinan Diyanet Ali Erbas, terdapat 8 pengurus resmi Hagia Sophia; 3 sebagai imam dan 5 lainnya sebagai muazin.

Ketiga imam Masjid Hagia Sophia itu antara lain: Mehmet Boynukalin, Ferruh Mustuer, dan Bunyamin Topcuoglu. Sementara kelima muazin Hagia Sophia adalah Mehmet Hadi Duran, Ridwan Akbas, Sukru Asileren, Ibrahim Coban, dan Alpcan Celik.

Alasan dasar pemilihan 8 nama itu dilandaskan pada pengetahuan agama dan kefasihan dalam membaca Al Quran.

“Masjid kami mendapatkan keindahan yang hakikinya dari kekayaan (pengetahuan) mereka. Mereka akan menghiasi masjid dengan pelajaran-pelajaran, bacaan shalat, dan doa-doa yang fasih nan baik”, kata Ali Erbas pada konferensi pers, Kamis (23/7/2020), sehari sebelum peresmian Hagia Sophia menjadi tempat beribadah pada hari ini, Jumat (24/7/2020).

Dengan pemilihan nama-nama itu, pemerintah Turki berharap Hagia Sophia menjadi tempat memproduksi pengetahuan Islam yang bertanggung jawab.

“Mereka akan memberi pengetahuan Islam yang akurat dan ilmiah, sehingga membawa ajaran agama ke arah yang benar untuk negara kami,” katanya di konferensi pers.

Sumber: sindonews.com

Masjid Hagia Sophia Siap Digunakan Shalat Jumat

ISTANBUL(Jurnalislam.com) – Masjid Hagia Sophia siap dibuka untuk sholat Jumat untuk pertama kalinya dalam 84 tahun. Dalam konferensi pers, Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya mengatakan semua orang menantikan sholat Jumat ini dengan antusias.

Sambil menekankan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus corona, Yerlikaya mengatakan ada lima tempat yang dibuka untuk jamaah agar tidak terjadi kerumunan. Yerlikaya menambahkan pintu gerbang sudah mulai dibuka dari pukul 10.00 pagi waktu setempat.

“Pintu gerbang untuk jamaah akan disediakan setelah polisi memeriksa 11 titik yang berbeda,” kata Yerlikaya seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (24/7).
Demi keamanan, sejumlah jalan dan jalur metro menuju Hagia Sophia akan ditutup sebelum dan saat sholat Jumat. Selama pandemi Covid-19, kata Yerlikaya, semua jamaah wajib membawa masker dan sajadah masing-masing dari rumah.

Jamaah juga diharapkan untuk bersabar dan memahami langkah-langkah perlindungan dari virus dan membuat prosesi ibadah lancar. Hagia Sophia adalah salah satu destinasi pariwisata Turki paling terkenal, baik di kalangan wisatawan lokal maupun internasional.

Pada 10 Juli lalu pengadilan Turki mencabut dekret kabinet tahun 1934 yang menjadikan Hagia Sophia sebagai museum. Putusan tersebut mengembalikan Hagia Sophia sebagai masjid setelah 86 tahun.

sumber: anadolu agency

Erdogan Undang Pemimpin Dunia Saksikan Pembukaan Masjid Hagia Sophia

TURKI(Jurnalislam.com)– Menjelang salat Jumat pertama yang akan digelar di Hagia Sophia pekan ini, pemerintah Turki mengundang sejumlah pemimpin asing untuk menghadiri upacara pembukaan.

Setelah mengubah Hagia Sophia kembali menjadi masjid, persiapan masih berlangsung di bangunan itu untuk salat Jumat pertama yang akan digelar pada 24 Juli.

Sekitar 1.000 hingga 1.500 orang diperkirakan hadir dalam Salat Jumat itu. Kepala Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet) Ali Erba akan memimpin pelaksanaan salat Jumat itu.

Salat Jumat akan digelar sesuai kebijakan pencegahan virus corona dengan para jamaah memakai masker, mencuci tangan dan sajadah akan dibagikan pada seluruh jamaah.

Selain Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ketua Partai Gerakan Nasionalis (MHP) Devlet Bahceli, Para deputi dan anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) serta para menteri Turki juga akan hadir dalam salat Jumat itu.

Sumber: sindonews.com