Saudi Luncurkan Layanan Digital Peliputan Haji 2020

SAUDI(Jurnalislam.com)- Untuk membantu peliputan media pada Haji 2020, Kementerian Media Arab Saudi meluncurkan layanan digital canggih yang memenuhi semua kebutuhan media lokal dan internasional.

Saudi ingin menjamin layanan kelas dunia terbaik untuk media lokal dan internasional dalam meliput musim haji tahun ini.

“Layanan ini memungkinan para jurnalis menerima dokumen, materi dan komentar penting, respon pada pertanyaan media, wawancara pejabat dan pemangku kepentingan, menghadiri dan terlibat dalam konferesi pers langsung,” ungkap pernyataan kantor Kementerian Media Saudi.

Layanan digital ini akan diberikan dalam bahasa Arab dan Inggris dengan nama Kantor Pers Virtual Haji yang menangani berbagai tantangan dalam pemberian informasi dan penyebaran materi media internasional.
Melalui platform itu, jurnalis lokal dan internasional dapat meminta layanan eksklusif, seperti gambar kualitas tinggi atau video yang dibuat secara khusus, serta akses jarak jauh untuk layanan lainnya, termasuk wawancara khusus dengan para pejabat dan lainnya.
Ratusan jurnalis di Saudi dan lebih dari 2.500 jurnalis internasional yang terdaftar pada basis data pusat Komunikasi, akan menerima email untuk mendaftarkan namanya di platform digital tu untuk mendapat keuntungan dari layanan Kantor Pers Virtual.
Sumer: sindonews.com

Corona AS Tembus 4 Juta Kasus

WASHINGTON (Jurnalislam.com) — Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada Sabtu (25/7) melaporkan total 4.099.310 kasus Covid-19. Jumlah ini mengalami peningkatan 74.818 kasus dari data sebelumnya.

Dilansir Reuters, Ahad (26/7), otoritas juga melaporkan total 145.013 kematian, termasuk 1.145 kematian baru.

CDC melaporkan data mengenai kasus corona itu pada 24 Juli pukul 16.00 waktu setempat, dibandingkan laporan sehari sebelumnya.

Namun demikian, data CDC belum tentu mewakili kasus yang dilaporkan oleh setiap negara bagian.

Sumber: republika.co.id

Perkantoran Jadi Klaster Baru, Karyawan Diminta Jangan Remehkan Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membenarkan saat ini perkantoran menjadi klaster baru penularan Covid-19.

Menurutnya, sudah ada dua pegawai yang terpapar wabah penyakit tersebut. “Memang beberapa hari ini ada klaster baru di perkantoran sekalipun jumlahnya baru dua kasus,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (25/7/2020).

Dia meminta kantor yang pegawainya terkonfirmasi positif Covid-19 ditutup sementara dan dilakukan sterilisasi dengan menyemprot cairan disinfektan.

Selama ini jajaran Pemprov DKI sudah melakukan sosialisasi kepada perkantoran agar disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Adanya klaster baru di perkantoran harus menjadi perhatian serius semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat agar menaati protokol kesehatan.

Selama ini jajaran Pemprov DKI sudah melakukan sosialisasi kepada perkantoran agar disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Adanya klaster baru di perkantoran harus menjadi perhatian serius semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat agar menaati protokol kesehatan.

Sumber: republika.co.id

Perkantoran Langgar Protokol Akan Disanksi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberi peringatan kepada perkantoran di Ibu Kota yang tidak menerapkan pemberlakuan kapasitas 50 persen selama perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria atau Ariza mngingatkan, pihaknya tak segan-segan akan mencabut izin jika masih ada pelanggaran terhadap protokol kesehatan yang ditetapkan.

“Kalau masih ada (pelanggaran), temen-temen silakan sampaikan kepada kami. Apabila tidak patuh atau melanggar, kami akan tindak, kami akan beri teguran tertulis, kami tutup sementara, bahkan kami cabut izinnya,” katanya saat ditemui di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (24/7).

Ariza beralasan, mulai munculnya klaster Covid-19 di lingkungan perkantoran dalam beberapa hari terakhir ini, sebagaimana catatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bahwa penambahan kasus konfirmasi positif banyak berasal dari penelusuran aktivitas perkantoran.
Menurut Ariza, kemunculan itu terjadi akibat ketidaktaatan dalam menjalankan protokol kesehatan. “Jelas. Ketidaktaatan inilah yang menjadi (sebab) penyebaran (Covid-19),” ucap politikus Partai Gerindra tersebut.

Dia menuturkan, berbagai pelanggaran yang menyebabkan penyebaran virus corona meluas seperti itu secara otomatis meningkatkan angka positif Covid-19 di Jakarta. Oleh sebab itu, Ariza siap menindak tegas adanya pelanggaran terhadap protokol kesehatan guna menekan penyebaran Covid-19.

Sebagai contoh, Pemprov DKI telah memberi sanksi kepada sejumlah restoran yang melebihi kapasitas yang ditetapkan. “Beberapa restoran yang terbukti melebihi kapasitas sudah kami beri denda sampai sebesar Rp 25 juta,” ujar Ariza.

Ariza menuturkan, pemerintah sudah membuat aturan yang detail, termasuk surat edaran dari dinas terkait. Dia meminta seluruh elemen bisa lebih ketat dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.
Sumber: republika.co.id

Erdogan di Tengah Ribuan Jamaah Shalat Jumat Perdana di Hagia Sophia

INSTANBUL(Jurnalislam.com)- Presiden Turki Tayyip Erdogan bergabung ribuan orang jamaah di Hagia Sophia pada Jumat (24/7) untuk salat Jumat pertama di sana sejak status monumen itu kembali menjadi masjid.

Hagia Sophia merupakan gedung yang sangat penting bagi umat Kristen dan Islam selama hampir 1.500 tahun.

Erdogan dan para menteri kabinetnya memakai masker putih sebagai pencegahan terhadap Covid-19. Mereka tampak duduk di karpet hijau di awal prosesi salat Jumat yang menandai kembalinya ibadah salat di bangunan kuno tersebut.

Seorang imam memulai khutbah pada pukul 1.45 pm setelah Erdogan membaca Alquran dan seruan azan dari menara-menara bangunan itu.

Sumber: sindonews.com

Turki Siapkan Buku Tentang Masjid Hagia Sophia

ISTANBUL(Jurnalislam.com) — Direktorat Komunikasi Turki tengah menyiapkan buku dan situs tentang pembukaan kembali Masjid Hagia Sophia. Bangunan yang didirikan kerajaan Byzantium ini akhirnya kembali difungsikan sebagai masjid setelah 86 tahun.

Buku tersebut akan memiliki judul Hagia Sophia Mosque: The trust of Fatih Sultan Mehmed Han, harta bersama umat manusia. Buku tersebut rencananya akan disiapkan dalam bahasa Turki, Inggris, dan Arab.

“Buku rencananya akan dibagikan pada upacara pembukaan masjid,” menurut Direktorat komunikasi Turki seperti diwartakan Anadolu Agency, Sabtu (25/7).

Sedangkan situs yang disiapkan adalah ayasofyacamii.gov.tr yang bisa diakses dalam dalam bahasa Turki dan Inggris. Situs ini berisi kutipan dari buku dan foto-foto Hagia Sophia.

Monumen ikonik Turki itu sebelumnya berfungsi sebagai gereja selama 916 tahun. Sultan Mehmed kemudian penaklukan Konstantinopel dan mengalihfungsikan gereja tersebut sebagai masjid dari tahun 1453 hingga 1934.

Artinya hampir 500 tahun bangunan tersebut beroperasi sebagai tempat ibadah umat Muslim. Hagia Sophia kemudian beralih fungsi sebagai museum selama 86 tahun di era kekuasaan Kemal Ataturk pada 1934.

Salah satu bangunan bersejarah yang paling banyak dikunjungi di Turki oleh wisatawan domestik dan internasional. Pada 1985, selama menjadi museum, Hagia Sophia ditambahkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Sumber: republika.co.id

Ba’da Shalat Jumat di Hagia Sophia, Erdogan Ziarahi Makam Sultan Al Fatih

INSTANBUL(Jurnalislam.com)- Wajah Presiden Turki Tayyip Erdogan tampak semringah saat bergabung dengan ratusan ribu jamaah salat Jumat di Hagia Sophia yang memenuhi bagian dalam dan luar masjid.


Salat Jumat ini menjadi yang pertama kali digelar di Hagia Sophia dalam sembilan dekade terakhir. Salat ini pun menjadi segel atas ambisinya mengembalikan fungsi Hagia Sophia sebagai tempat ibadah Muslim.

Hagia Sophia adalah katedral terbesar di dunia selama 900 tahun hingga dikuasai oleh Sultan Ottoman Muhammad Al Fatih pada 1453. Sang sultan yang dijuluki sebagai Mehmet Sang Penakhluk di dunia barat itu mengubah bangunan itu menjadi masjid hingga 500 tahun kemudian.

Namun pendiri Turki sekuler Mustafa Kemal Ataturk menjadikan masjid itu sebagai museum pada 1934. Kini Erdogan mencatatkan dirinya dalam sejarah sebagai pemimpin yang mengembalikan fungsi masjid di Hagia Sophia.


Setelah meninggalkan Hagia Sophia, Erdogan langsung menuju masjid Fatih yang dinamakan dari nama Sultan Muhammad yang merebut kota Istanbul untuk kesultanan Ottoman.

“Hagia Sophia akan terus melayani semua pemeluk keyakinan sebagai masjid dan akan tetap menjadi tempat warisan budaya untuk semua manusia,” papar Erdogan di makam Sultan Muhammad Al Fatih.


“Kami katakan ‘mari’ kunjungi makam Sultan Muhammad Sang Penakhluk, pemilik sebenarnya,” pungkas Erdogan.

Sumber: sindonews.com

Masyarakat Muslim Antusias Shalat Jum’at di Hagia Sophia

INSTANBUL(Jurnalislam.com) – Difungsikannya kembali Hagia Sophia di Istanbul, Turki, sebagai masjid setelah 86 tahun menjadi museum mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat setempat. Ini terlihat dari antusiasme masyarakat yang hadir untuk melaksanakan salat Jumat perdana kemarin.

Saking antusiasnya, sejak Kamis (23/7/2020) malam banyak masyarakat berdatangan ke kompleks bangunan bersejarah yang dibangun di era Bizantium pada 537 Masehi itu. Mereka pun ramai-ramai menggelar sajadah.

Lansir Sindonews.com, Savran Billahi yang berada di Istanbul, melaporkan, musim panas yang saat ini sedang berlangsung di Turki turut mendukung masyarakat sekitar keluar rumah dan beraktivitas di sekitar Kompleks Hagia Sophia.

Padatnya jamaah yang memadati kompleks yang dibangun di era Kaisar Bizantium, Justinian I, itu memang sudah diprediksi sebelumnya oleh Pemerintah Turki. Karena itu, otoritas setempat telah mengondisikan wilayah sekitar Hagia Sophia.

Sumber: sindonews.com

Antusias, Lautan Manusia Penuhi Masjid Hagia Sophia

ANKARA(Jurnalislam.com) — Ibadah sholat Jumat digelar di Masjid Hagia Sophia pada Jumat (24/7) waktu Turki. Umat Muslim di Turki tampak memadati bagian dalam dan area sekitar masjid, berdasarkan tayangan yang disiarkan secara langsung oleh akun Youtube Eman Channel.

Kedatangan umat Muslim ke Hagia Sophia jelang pelaksanaaan sholat Jumat ini seakan tak ada habisnya. Ruas-ruas jalan yang berada di sekitar Hagia Sophia pun turut dibanjiri masyarakat Muslim hingga seperti menjadi lautan manusia. Mereka berduyun-duyun mendatangi bangunan bersejarah yang dibangun selama lima tahun dari 532 hingga 537 Masehi itu.

Di bagian dalam masjid, terlihat shaf-shaf diatur dengan memberi jarak sekitar satu meter pada setiap baris shaf sebagai bentuk pencegahan penularan virus Covid-19. Sebagian besar jamaah sholat Jumat juga menggunakan masker untuk melindungi dirinya dari penularan Covid-19. Menjelang pelaksanaan sholat Jumat, juga dikumandangkan bacaan-bacaan ayat suci Alquran oleh beberapa qari.

Pada Kamis (23/7), Erdogan melakukan kunjungan mendadak, memeriksa persiapan akhir pada struktur bangunan Hagia Sophia. Termasuk juga tanda di pintu masuk yang bertuliskan, “Masjid Agung Hagia Sophia”.

Di hari yang sama, Kamis (23/7), Turki juga telah menunjuk tiga imam untuk Hagia Sophia. Salah satunya seorang profesor studi agama. Mengingat, Turki pada Jumat 24 Juli ini akan menggelar sholat Jumat yang tentunya secara berjamaah. Sholat Jumat ini menjadi yang pertama selama 86 tahun sejak diubah menjadi museum.

Kepala otoritas agama Turki, Ali Erbas, menyampaikan, pengangkatan tiga imam yang akan memimpin sholat di masjid yang diubah, yaitu Mehmet Boynukalin, seorang profesor hukum Islam di Universitas Marmara Istanbul, Ferruh Mustuer, dan Bunjamin Topcuoglu. Lima orang menjadi muazin di Hagia Sophia. Dua di antaranya ditarik dari Masjid Biru Istanbul.

Otoritas setempat telah menetapkan area terpisah di luar Hagia Sophia untuk pria dan wanita yang ingin bergabung dengan sholat Jumat perdana. Beberapa jalan menuju gedung terhalang. Sebanyak 17 ribu personel keamanan akan bertugas.

Hagia Sophia, dulunya adalah katedral Bizantium, lalu diubah menjadi masjid pada 1453 setelah penaklukan Ottoman di Istanbul, kemudian dialihkan menjadi museum pada 1934 di bawah kepemimpinan Mustafa Kemal Ataturk.

Sumber: republika.co.id

 

Jamaah Membludak, Masjid Hagia Sophia Dibuka Lebih Awal

TURKI(Jurnalislam.com)- Masjid Hagia Sophia direncanakan buka pada pukul 10.00 TRT (waktu Tukri) atau sekitar pukul 14.00 WIB. Namun karena jamaah membeludak, pihak pengaman membukanya sejak pukul 09.00 TRT.

ShalatJumat perdana di Hagia Sophia akan dilaksanakan terbuka untuk laki-laki dan perempuan.

Lansir sindonews yang berada di lokasi melihat masyarakat telah menunggu sejak subuh untuk masuk Hagia Sophia. Bahkan mereka menginap di jalan dan menumpuk di pintu masuk lapangan Hagia Sophia yang dibatasi ketat pagar pembatas.

Mereka mengucapkan takbir dan shalawat berjamaah. Untuk mencegah kerumunan lebih besar, pihak penyenggara membuka pintu lapangan Hagia Sophia lebih awal 1 jam dari rencana.

Berdasarkan pantauan langsung, lapangan Hagia Sophia sudah penuh oleh jamaah, sehingga area lain dibuka. Para jamaah duduk di lapangan dengan physical distancing sesuai protokol yang berlaku. Sesekali mereka berdiri mengumandangkan takbir dan berteriak, “dengan zikir, Hagia Sophia kami dibuka”.

Sumber: sindonews.com