Indef Nilai Pemerintah Jadi Sumber Masalah Penanganan Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad mengingatkan pemerintah akan adanya ancaman kelaparan saat pelemahan ekonomi yang terkontraksi hingga 5,32% pada kuartal II/2020. Menurut dia, hal itu tidak bisa dilepaskan dari adanya kenyataan bahwa terjadi penurunan pada sektor konsumsi rumah tangga.

Kata dia, sektor konsumsi rumah tangga ini adalah salah satu aspek yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi.

Adapun, pelemahan sektor ekonomi rumah tangga ini tidak hanya disebabkan oleh pandemi Covid-19 saja, tetapi juga tidak terealisasinya bantuan sosial dengan baik.

“Kenapa hanya yang 15,5 juta peserta BPJS Ketenagakerjaan saja yang dapat bantuan, padahal ada banyak warga yang tidak mendapatkan,” katanya.

Dia menambahkan, pemerintah tidak akan bisa terbebas dari resesi walaupun mengeluarkan jurus kebijakan ekonomi, jika masalah pandeminya disepelekan. Kalau penanganan kesehatannya masih seperti ini, Tauhid yakin Indonesia akan masuk jurang resesi lebih dalam di kuartal III/2020.

“Kebijakan pandemi ini pemerintah itu sumber masalah. Di awal bulan Maret itu komunikasi pemerintah sangat buruk mengacaukan disiplin masyarakat dan sekarang masyarakat tidak disiplin karena dimulai dari pemerintah,” tandasnya.

sumber: sindonews.com

UMKM Perlu Dukungan Usaha Saat Pandemi

BANDUNG(Jurnalislam.com) – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional perlu ditingkatkan kapasitasnya agar mampu bersaing di pasar lokal maupun global.

Hanya saja, mayoritas UMKM belum memiliki kapasitas pengembangan bisnis yang memadai.

Lantaran hal itu butuh pendampingan yang intensif untuk memperbesar skala UMKM. Seiring dengan pertumbuhan dan berkembang serta meningkatnya produksi, maka serapan tenaga di sekitar lokasi tempat usaha juga akan meningkat.

Kondisi tersebut direspons oleh PT Sarana Jabar Ventura (SJV) dengan menggandeng perusahaan bisnis inkubasi UMKM, PT Lumina Kaya Indonesia (KAYA.ID), untuk program pendampingan dan pengembangan UMKM binaannya. Kali ini SJV memilih, PT Zanada Corp Education (merk KIZZ Crunchy) yang berlokasi di kota Bandung, untuk diberikan dukungan pendanaan dan pendampingan pemasaran.

PT. Zanada Corp Education saat ini memproduksi kudapan chips berbasis bahan tempe dengan berbagai rasa. Penandatanganan perjanjian kerjasama SJV dengan merk KIZZ Crunchy dan juga KAYA.ID dilaksanakan secara virtual karena tetap mematuhi anjuran protokol kesehatan dan keselamatan pandemi Covid-19 pada hari Jumat 7 Agustus 2020, lalu.

Sumber: sindonews.com

Pemkot Pekanbaru Wajibkan Penggunaan Masker di Perkantoran

PEKANBARU (Jurnalislam.com) — Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menyosialisasikan aturan wajib menggunakan masker di perkantoran berikut sanksinya.

Juru Bicara Umum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengimbau seluruh warga Pekanbaru mematuhi aturan karena Satgas Covid-19 akan menerapkan sanksi mulai akhir pekan ini.

Dalam penerapan aturan penggunaan masker di lapangan nantinya turut diawasi oleh petugas dari satuan tugas yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, dan Polri yang akan memperkuat tim. “Warga yang tak mengenakan masker akan didenda Rp 250 ribu,” kata Ingot, Kamis (6/8).

Denda ini bertujuan memotivasi warga supaya menerapkan perilaku sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Sedangkan untuk petunjuk teknisnya Pemko Pekanbaru telah menerbitkan Peraturan Wali Kota Nomor 104 pada 10 Juni 2020. Perwako ini berisi tentang penerapan protokol kesehatan saat pola hidup baru.

Isi Perwako ini kemudian direvisi dengan Nomor 111 lalu diubah lagi dengan mencantumkan nilai denda Rp 250 ribu bagi warga yang tak mengenakan masker sehingga muncul Perwako New Normal Nomor 130.

Pada pasal 17 ayat 1 Perwako tersebut disebutkan, setiap orang yang tidak melaksanakan kewajiban protokol kesehatan yaitu tidak menggunakan masker dan atau menjaga jarak pada tempat yang diwajibkan untuk menjaga jarak minimal satu meter akan dikenakan sanksi denda administratif sebesar Rp 250 ribu.

Pada pasal 17 ayat 2 disebutkan, apabila sanksi denda sebagaimana dimaksud pada ayat 1 tidak dipatuhi, maka dikenakan sanksi kerja sosial berupa pembersihan sarana fasilitas umum selama satu hari kerja.

Kemudian pada pasal 19 ayat 1 disebutkan, pengendara transportasi yang tidak memakai masker dan atau tidak mematuhi protokol kesehatan dan pedoman tatanan perilaku hidup baru sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 dikenakan sanksi denda administratif untuk pengendara transportasi roda dua atau sepeda motor sebesar Rp 250 ribu dan transportasi roda empat atau lebih sebesar Rp 1 juta.

Apabila sanksi denda sebagaimana dimaksud pada ayat 1 tidak dipatuhi, maka dikenakan sanksi kerja sosial berupa pembersihan sarana fasilitas umum selama satu hari kerja.

 

Sumber: republika.co.id

RK Prediski Vaksin Baru Bisa Digunakan Efektif 2022

BANDUNG(Jurnalislam.com) – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat, Ridwan Kamil memprediksi, pandemi COVID-19 bakal terkendali secara total pada 2022 mendatang dengan catatan uji klinis vaksin COVID-19 yang kini tengah berproses berhasil.

Menurut Ridwan Kamil, setelah uji klinis berhasil dilakukan, masih banyak waktu yang dibutuhkan, agar pandemi COVID-19 benar-benar terkendali, mulai waktu untuk memproduksi vaksin hingga pemberian vaksin kepada masyarakat.

“Uji klinis vaksin ini membutuhkan waktu selama 6 bulan atau sampai Desember 2020. Kemudian, jika eksperimennya lancar, maka proses selanjutnya baru bisa dimulai Januari 2021,” ujar Ridwan Kamil di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020).

“Produksi untuk ratus juta (vaksin) butuh hampir setahun, belum prosesnya ngasih vaksin (kepada masyarakat). Menurut saya, sampai 2022 kelihatannya durasinya untuk betul-betul terkondisikan semua,” sambung Ridwan Kamil.

Dengan durasi penemuan vaksin yang diprediksinya masih panjang itu, Kang Emil, sapaan akrabnya mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam upaya penanggulangan COVID-19, khususnya di Jabar tetap semangat dan kompak berperang melawan COVID-19.

sumber: sindonews.com

India – Cina Memanas di Perbatasan

NEW DELHI(Jurnalislam.com) – India secara resmi mengakui bahwa militer Cina pada Mei silam melanggar perbatasan di Ladakh, wilayah Himalaya, tempat kedua belah pihak baru-baru ini terlibat dalam bentrokan yang fatal.

“Agresi China telah meningkat di sepanjang LAC [Garis Perbatasan Kontrol Aktual] dan lebih khusus lagi di Lembah Galwan sejak 5 Mei 2020,” kata Kementerian Pertahanan India, Kamis.

“Pihak China telah melanggar batas wilayah Kugrang Nala, Gogra, dan tepi utara Danau Pangong Tso pada 17-18 Mei 2020,” tulis dokumen kementerian.

Setelah diunggah di situs web Kementerian Pertahanan India, dokumen itu dihapus tak lama kemudian tanpa penjelasan.

Ini adalah pertama kalinya pemerintah India secara resmi menggunakan kata-kata seperti “melanggar” sejak Mei ketika 20 tentara India tewas dalam bentrokan tak bersenjata dengan tentara China di sepanjang perbatasan Ladakh.

Setelah bentrokan tersebut, Perdana Menteri India Narendra Modi pada 20 Juni mengatakan bahwa tidak ada orang di dalam wilayah India dan tidak ada pos yang dikepung.

Menyatakan bahwa kebuntuan saat ini kemungkinan besar akan diperpanjang, dokumen tersebut mengatakan situasi di Ladakh Timur yang timbul dari agresi sepihak oleh China terus menjadi sensitif dan memerlukan pemantauan ketat dan tindakan cepat berdasarkan situasi yang berkembang.

Menurut kementerian, dua pertemuan tingkat komandan telah dilakukan sejauh ini antara kedua belah pihak dan keterlibatan serta dialog di tingkat militer dan diplomatik terus sampai pada konsensus yang dapat diterima bersama.

Partai oposisi utama Kongres Nasional India kemudian menanggapi dokumen tersebut melalui Twitter.

“Berbohong tidak akan mengembalikan 20 tentara syahid kami & berbohong tidak akan membuat pasukan PLA [Tentara Pembebasan Rakyat China] kembali ke China. Satu-satunya yang dilakukan kebohongan adalah membantu melindungi citra PM Modi,” kata partai itu.

Tidak ada reaksi langsung dari Beijing atas laporan tersebut.

Sumber: republika.co.id

 

Perusahaan Diminta Jujur Apabila Karyawannya Terpapar Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah meminta kepada pihak perusahaan maupun perkantoran yang ada di Jakarta untuk bersikap jujur dan kooperatif apabila terdapat karyawan yang terpapar Covid-19. Menurut dia, hal tersebut bukanlah aib bagi perusahaan.

Andri menyebut, hal itu perlu dilakukan dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Ini bukan suatu kejelekan atau aib terhadap perusahaan tersebut,” kata Andri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/8).

“Malah justru kami sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap perkantoran/perusahaan tersebut karena sudah menjalankan protokol Covid-19 saat karyawannya terpapar. Dan ini sangat membantu dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” sambungnya.

Andri menjelaskan, penutupan kantor karena penemuan kasus positif Covid-19 tidak dilakukan pada seluruh area gedung perkantoran. Namun, hanya pada area yang ditemukan pegawai terjangkit Covid-19.

“Kecuali, kasus positif Covid-19 di perkantoran tersebut terjadi secara masif (akan dilakukan penutupan pada seluruh area gedung). Penutupannya juga hanya tiga hari, untuk dilakukan disinfeksi pada area tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, Disnaker DKI telah menutup sementara 31 perusahaan dan perkantoran selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, yakni tanggal 6 Juni-5 Agustus 2020.

Penutupan itu dilakukan usai Disnaker DKI melakukan sidak terkait protokol kesehatan Covid-19 ke 3.177 perusahaan di wilayah Jakarta.

Sebanyak 24 perusahaan di antaranya ditutup sementara karena ditemukan karyawan yang terpapar Covid-19. Masing-masing terdiri atas delapan perusahaan di wilayah Jakarta Pusat dan dua perusahaan di Jakarta Barat. Kemudian, empat perusahaan di Jakarta Utara, tujuh perusahaan di Jakarta Timur, dan tiga perusahaan di Jakarta Selatan.

Sementara itu, tujuh perusahaan lainnya ditutup sementara karena tidak menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Adapun rinciannya, masing-masing satu perusahaan di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur; serta empat perusahaan di Jakarta Selatan.

Sumber: republika.co.id

BMH Salurkan Kurban dan Bangun Sumur Bor di Pelosok Desa

JATIM(Jurnalislam.com)–Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) melalui Qurban Berkah Nusantara telah mendistribusikan daging hewan qurban untuk daerah kekeringan & desa krisis air bersih pada hari raya idul Adha 1441H.

Hewan qurban yang merupakan amanah dari ribuan pequrban yang telah menunaikannya melalui Laznas BMH tersebut dibagikan menyeluruh yakni meliputi 30 Kabupaten/Kota, 47 Desa krisis air bersih, 173 Desa binaan di pelosok, 73 Pesantren & Panti Asuhan serta 241 Dai Tangguh yang berdakwah di pedalaman. Dimana jumlah sebanyak 97.625 lebih dari penerima manfaat.

Ustadz Nizar, salah satu Koordinator penerima manfaat hewan qurban Laznas BMH yang ada di Modo, Lamongan. Beliau sangat senang dengan adanya bantuan dari Laznas BMH berupa distribusi daging qurban untuk warga sekitarnya yang tidak pernah menerima daging qurban.

“Saat ini ada 9 dusun yang kita cover menerima penyaluran daging qurban dari Laznas BMH, yaitu Dusun Nglayut, Mejeruk, Kalibanjar, Kedungrejo, Graman, Jati Payak, Pulorejo, Banjaringas, Buludoro.

Bahkan di beberapa dusun tersebut, Laznas BMH juga membantu mendirikan Sumur Bor untuk kebutuhan warga seperti mandi, memasak, mencuci dan juga mengairi sawah warga.”ujar Nizar

Selain itu, Imam Muslim selaku Kepala Divisi Program & Pendayagunaan Laznas BMH Jawa Timur menegaskan bahwa pihaknya memberikan dua manfaat ganda berqurban tahun ini melalui Laznas BMH.

“Dengan partisipasi donatur & dermawan yang berqurban melalui BMH, selain berbagi daging qurban juga telah membantu mewujudkan warga daerah kekeringan dengan pembuatan Sumur Bor.”ungkap Muslim

“Saat ini sudah ada 16 Sumur bor yang sudah BMH selesaikan di tahap pertama ini. Yaitu di 16 Deda krisis air bersih yang tersebar di 11 Kab/kota di Jawa Timur.”imbuh Muslim.

Prediksi Resesi, CORE Indonesia Minta Masyarakat Tak Panik

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Direktur Riset CORE (Center of Reform on Economics) Piter Abdullah mengatakan bahwa saat ini, ekonomi dunia termasuk Indonesia mengalami guncangan hebat akibat pandemi covid-19.

Ia bahkan mengatakan, dengan keterbatasan aktivitas sosial ekonomi, maka kegiatan konsumsi, investasi dan juga ekspor impor di semua negara mengalami penurunan yang sangat tajam. Pertumbuhan ekonomi dipastikan negatif.

“Resesi kemudian menjadi sebuah kenormalan baru. Semua negara diyakini tinggal menunggu waktunya saja untuk menyatakan secara resmi sudah mengalami resesi,”kata dia dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Jumat (7/8/2020).

Indonesia, tambah Piter, sebagaimana negara lain, diperkirakan akan mengalami resesi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II diyakini negatif di kisaran 5 persen. Demikian juga dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III dan IV.

“Dengan demikian, apabila perkiraan ini benar-benar terjadi, maka Indonesia pada bulan Oktober nanti akan secara resmi dinyatakan resesi,” katanya.

Meskipun demikian, kata Piter, masyarakat tidak perlu panik.

“Sekali lagi resesi sudah menjadi sebuah kenormalan baru di tengah wabah. Hampir semua negara mengalami resesi,” katanya.

Yang lebih penting, tambahnya,  adalah bagaimana dunia usaha bisa bertahan di tengah resesi.

“Apabila dunia usaha bisa bertahan, tidak mengalami kebangkrutan, maka kita akan bisa bangkit Kembali dengan cepat ketika wabah sudah berlalu,” pungkasnya.

Turki: Aneksasi India Terhadap Kashmir Tak Berkontribusi pada Perdamaian

ANKARA(Jurnalislam.com) – Kementerian Luar Negeri Turki pada Rabu mengatakan aneksasi Jammu dan Kashmir tidak berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara kementerian, Hami Aksoy, pada peringatan satu tahun keputusan India untuk mencabut status semi-otonom selama tujuh dekade di wilayah Himalaya.

“Terlihat bahwa praktik-praktik yang dilaksanakan selama setahun terakhir – sejak penghapusan pasal [370] konstitusi India yang memberikan status khusus kepada Jammu dan Kashmir – telah semakin memperumit situasi di Jammu dan Kashmir dan tidak memberikan perdamaian dan stabilitas di kawasan itu,” kata Aksoy, dalam sebuah pernyataan.

Dia kemudian menegaskan kembali seruan Turki untuk berdialog untuk menyelesaikan masalah di bawah piagam dan resolusi PBB.

Pada 5 Agustus 2019, pemerintah India mencabut status otonomi Kashmir, mengunci wilayah itu, menahan ribuan aktivis dan politikus, dan memutus jaringan internet.

Otoritas India pun khawatir akan adanya gerakan protes di Kashmir yang dikelola India, sehingga mereka memberlakukan jam malam sejak Selasa.

Kashmir dikuasai oleh India dan Pakistan hanya di beberapa bagian, tetapi diklaim oleh keduanya secara penuh.  Sejak Kashmir dibagi menjadi dua wilayah pada 1947, Pakistan dan India telah bertempur tiga kali – pada 1948, 1965, dan 1971 – dua di antaranya memperebutkan Kashmir.

Sumber: anadolu agency

Resesi Jadi Kenormalan Baru, Ekonom: Semua Tinggal Tunggu Waktu

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Direktur Riset CORE (Center of Reform on Economics) Piter Abdullah mengatakan bahwa saat ini, ekonomi dunia termasuk Indonesia mengalami guncangan hebat akibat pandemi covid-19.

Ia bahkan mengatakan, dengan keterbatasan aktivitas sosial ekonomi, maka kegiatan konsumsi, investasi dan juga ekspor impor di semua negara mengalami penurunan yang sangat tajam. Pertumbuhan ekonomi dipastikan negatif.

“Resesi kemudian menjadi sebuah kenormalan baru. Semua negara diyakini tinggal menunggu waktunya saja untuk menyatakan secara resmi sudah mengalami resesi,”kata dia dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Jumat (7/8/2020).

Proses resesi ini, kata Piter,  sudah berlangsung sejak awal tahun Ketika wabah covid mulai melanda China dan menyebar ke berbagai negara.

“Semua negara berpotensi mengalami resesi. Perbedaannya hanya masalah kedalaman dan kecepatan pemulihan,” katanya..

Negara-negara yang bergantung kepada ekspor – kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi sangat tinggi – akan mengalami double hit, sehingga kontraksi ekonomi akan jauh lebih dalam.

“Misalnya saja Singapura yang mengalami kontraksi ekonomi pada triwulan 2 hingga minus 41 persen. Disisi lain, negara-negara yang tidak secara cepat merespon dampak wabah covid, menyelamatkan perekonomiannya, berpotensi jatuh ke jurang krisis, yang artinya proses recovery akan berjalan lambat,” pungkasnya.