KSPI Gelar Aksi Tolak RUU Cipta Kerja

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Sejumlah unjuk rasa yang melibatkan massa dari kalangan buruh, petani dan pedagang kaki lima diagendakan berlangsung di Jakarta, Selasa (25/8).

Salah satunya massa dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang akan melibatkan buruh dari sejumlah elemen Serikat Pekerja di wilayah Jabodetabek.

Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI Kahar S Cahyono dalam keterangan tertulis mengatakan kegiatan aksi digelar pukul 10.30 WIB. Massa akan berkumpul di depan Gedung TVRI, Jakarta Pusat.

Lalu, bergerak dengan jalan kaki menuju Gedung DPR RI. “Agenda menolak ‘omnibus law’ RUU Cipta Kerja dan stop PHK,” katanya.

Selain itu sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di sekitar bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) Jakarta Timur juga diagendakan menggelar unjuk rasa di Gedung Wali Kota Jakarta Timur di kawasan Pulo Gebang. Aksi digelar sekitar pukul 09.00 WIB dengan tuntutan untuk memperoleh izin berdagang usai penutupan lapak sejak Maret 2020.

Sementara itu melalui akun Twitter @TMCPoldaMetro,petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan koordinasi terkait penyampaian pendapat oleh Perhimpunan Petani Sumatera Deli Serdang.

Seorang mengenakan topi petani serta rompi merah lengkap dengan spanduk orasi tampak sedang berdialog bersama polisi di kawasan Kuningan Barat, Mampang Perapatan, Jakarta Selatan.

Kasat Lantas Jakarta Selatan Kompol Sri Widodo yang mengawal langsung kegiatan itu belum memberikan pernyataan saat dihubungi melalui pesan singkat.

Sumber: republika.co.id

 

Komite Khittah NU 1926 Sebut Ekonomi Nasional Kian Mengkhawatirkan

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU) 1926 yang dimotori KH Agus Solachul Aam Wahib Wahab meminta ekonom Rizal Ramli memulihkan kondisi ekonomi nasional yang terpuruk akibat pandemi COVID-19. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan menyebabkan resesi ekonomi.

Gus Aam, panggilan KH Agus Solachul Aam Wahib Wahab menilai, Rizal Ramli merupakan figur yang cerdas dan berani. Dia mencontohkan ide mantan Menko Perekonomian itu menyatukan seluruh bank syariah milik pemerintah. Tujuannya, asetnya bisa bertambah besar sehingga bisa bersaing dengan bank umum milik swasta.

 

“Pak Rizal Ramli punya pengalaman 20 tahun lalu. Saat itu ekonomi terpuruk imbas krisis moneter. Namun kondisi saat itu berhasil diatasi oleh beliau. Bahkan perekonomian yang minus 3% bisa diubah menjadi tumbuh hingga 7% sebelum Gus Dur dilengserkan,” ujar Gus Aam dalam acara webinar Ngopi RR Edisi-4 – Membangkitkan Ekonomi Pesantren di Tengah Pandemi Corona, Keniscayaan atau Ilusi?, Senin (24/8/2020).

Menurutnya, kesulitan ekonomi saat ini terasa sampai ke bawah. Termasuk yang dirasakan para pengasuh pondok pesantren. Pasalnya, berbulan-bulan mereka menghentikan kegiatan belajar-mengajar. Bahkan sampai hari ini masih ada pesantren yang tutup. Tentu kondisi itu juga berdampak pada masyarakat di lingkungan pesantren. “Sebab selama ini roda ekonomi mereka bergerak karena keberadaan pesantren,” ujarnya.

Sumber: sindonews.com

KPAI: Sekolah Belum Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pemerintah telah mengizinkan sekolah di zona hijau dan kuning melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Kendati demikian, di lapangan masih banyak kendala, terutama minimnya infrastruktur untuk melindungi siswa dari virus corona.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) pun masih menjadi opsi terbaik bagi para siswa selama musim pandemi Covid-19.

Belum siapnya sekolah membuka sekolah tatap muka dikemukakan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Kesimpulan tersebut didapatkan setelah KPAI bekerja sama dengan KPAD dan jaringan guru melakukan pengawasan langsung di 27 sekolah-sekolah unggulan di berbagai wilayah di Indonesia.

KPAI mengawasi secara langsung sekolah-sekolah di wilayah DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan lain-lain.

Ada juga wilayah-wilayah yang pengawasannya dilakukan oleh KPAD seperti di Sumatera Selatan, dan ada juga menggunakan jaringan guru seperti di Bengkulu dan Mataram.

Hasil pengawasan langsung ke 27 sekolah menunjukkan bahwa mayoritas satuan pendidikan mulai dari jenjang SD sampai SMA/SMK belum siap melakukan proses pembelajaran tatap muka di era pandemi.

Catatan-catatan kekurangan dari daftar periksa KPAI, di antaranya 74% Satuan pendidikan belum membentuk Tim Gugus Tugas Covid-19 di level satuan pendidikan dengan surat keputusan (sk) kepala sekolah, dilengkapi dengan pembagian tugas yang jelas dan rinci, seperti penyiapan infrastruktur, penyiapan berbagai SOP layanan di dalam masa kenormalan baru.

“Ada 26% yang sudah membuat tim gugus tugas penanganan Covid-19 di level sekolah,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti.

Sumber: sindonews,com

Jutaan Kader Pramuka Siap Terlibat Atasi Pandemi

SEMARANG(Jurnalislam.com) – Kepala UNICEF Perwakilan Jawa, Arie Rukmantara menyatakan pramuka Indonesia yang kini beranggotakan 25 juta berpotensi melakukan perubahan mengatasi Pandemi COVID-19.

Menurut dia, pramuka dituntut harus mampu membuat trend patuh protokol kesehatan. Misalnya mengenakan masker harus menjadi trend, itu perlu kolaborasi.

“Sementara yang sulit adalah mencuci tangan. Memakai hand sanitizer juga dapat menjadi trend. Termasuk juga menjaga jarak yang aman. Bagaimana ngeriung atau cangkrukan yang aman,” ungkap Arie dalam Talkshow Gerakan Pramuka Dulu, Kini,dan Tantangan Adaptasi Kebiasaan Baru yang digelar virtual, Senin (24/8/2020). Talkshow diikuti perwakilan pramuka dari seluruh daerah di Jawa Tengah.

Ia mengutarakan, dengan jumlah yang mencapai 25 juta anggota, Indonesia harus menjadi pengurus The World Organization of the Scout Movement (WOSM– Organisasi Pramuka Dunia). Sebab jumlah itu sama dengan 25 persen jumlah pramuka di dunia yang beranggotakan 100 juta.

Pihaknya juga mendorong agar anggota Pramuka Indonesia mencatat segala kegiatan pengabdian yang mereka lakukan. Sebab dari data yang ia peroleh, ia sempat terkejut ketika melihat jam pengabdian Indonesia hanya sedikit; hanya 1.500 jam per bulan. Sementara Pramuka India mencapai 1,5 juta jam, dan Pramuka Amerika Serikat 10 juta jam per bulan.

sumber: sindonews.com

Jokowi Klaim Akhir 2021 Akan Produksi 30 Juta Vaksin Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Harapan untuk bisa segera menghentikan pandemi Covid-19 di Tanah Air terbuka lebar.

Hal ini terkait dengan adanya komitmen dari sejumlah pihak untuk menyuplai vaksin anti-Covid-19.

Bahkan akhir 2020 ini, vaksin sudah mulai berdatangan. Adanya komitmen dukungan vaksin untuk Indonesia disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdasarkan laporan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Dia menyebut akhir 2020 ini Indonesia akan mendapatkan komitmen vaksin 20–30 juta. Selanjutnya sampai akhir 2021, jumlah vaksin yang tersedia mencapai 290 juta.

“Itu sebuah jumlah yang sangat besar. Negara lain mungkin sejuta-dua juta saja belum, kita sudah dapat komitmen 290 juta. Baik yang diproduksi di sini maupun nanti yang di luar. Saya kira ini berita yang sangat bagus,” katanya saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka kemarin.

Jokowi menandaskan keyakinannya bahwa pengadaan vaksin Covid-19 sudah pada jalur yang benar. Dia menyebut Indonesia sudah sibuk mencari vaksin, sementara negara lain belum.

“Di ASEAN saja, saya lihat belum ada yang siap dengan vaksin yang sebanyak tadi yang saya sampaikan,” pungkasnya.

Sumber: sindonews.com

Warga Yahudi Bangun Pos untuk Perluas Pemukiman Ilegal

HEBRON(Jurnalislam.com) – Warga pemukiman Yahudi di wilayah pendudukan Palestina membangun pos ilegal di desa Birin, timur Hebron, untuk memperluas pemukiman ilegal.

Menurut perwakilan Komite Anti-Pemukiman di Tepi Barat, Rateb Jabour menyatakan para penghuni pemukiman Yahudi menempatkan karavan di tanah milik seorang warga lokal Palestina sebagai langkah pertama menuju penyitaan ratusan acre lahan warga Palestina.

“Pasukan penjajah Israel menyerbu masuk ke desa dan memberi peringatan pada lima warga yang memerintahkan agar mereka berhenti bekerja di tanahnya,” papar Jabour, dilansir Memo.

Warga desa Palestina khawatir dengan rencana penyitaan lahan sebagai bagian dari langkah Israel lebih luas untuk mengusir warga Palestina dan merebut tanah mereka untuk perluasan pemukiman ilegal Bani Haiver.

Terletak di barat daya Bani Na’im, Birin memiliki populasi 160 orang dan dikelilingi oleh Bani Haiver di bagian timur serta jalan Nomor 60 di bagian barat.

“Warga Birin awalnya diusir dari Gurun Naqab di selatan wilayah pendudukan Palestina dan sekarang tergantung ada pertanian dan peternakan sebagai sumber utama penghasilan mereka,” ungkap kantor berita Wafa.

Warga pemukiman secara rutin menyerang properti dan lahan pertanian Palestina di penjuru wilayah pendudukan, tapi mereka jarang ditangkap dan diadili oleh otoritas Israel.

Sumber: sindonews.com

Tingkat Kesembuhan Akibat Covid di Indonesia Diklaim Capai 70 Persen

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim, kesembuhan akibat virus covid-19 di Indonesia mencapai 70 persen. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata dunia yang hanya 68,1 persen.

“Tadi dalam rapat kami melaporkan terkait covid, Indonesia ini suasananya lebih baik di mana kasus sembuh sudah mencapai 70 persen. Di mana 70 persen ini, lebih tinggi daripada global secara rata-rata yang 68,1 persen,” ujarnya selepas rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/8/2020).

“Tadi dalam rapat kami melaporkan terkait covid, Indonesia ini suasananya lebih baik di mana kasus sembuh sudah mencapai 70 persen. Di mana 70 persen ini, lebih tinggi daripada global secara rata-rata yang 68,1 persen,” ujarnya selepas rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/8/2020).

“Tingkat fatality rate bisa ditekan sampai 4,35 persen, walau masih sedikit di atas global rata-rata. Namun sudah jauh menurun dibanding bulan-bulan sebelumnya,” jelasnya.

“Kemudian Presiden mengarahkan agar kampanye mengenai masker lebih dimasifkan. Karena salah satu yang bisa mencegah penularan adalah penggunaan masker,” pungkasnya.

Sumber: sindonews.com

Pemerintah Diminta Waspada Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Liburan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mewaspadai meningkatnya kasus Covid-19 pascacuti bersama atau liburan Tahun Baru Islam 1442 H pada 20-23 Agustus 2020.

Pada masa liburan itu, banyak masyarakat bepergian ke luar kota atau ke tempat-tempat wisata sehingga rentan pada aktivitas yang membuat tertular atau menularkan.

“Kami meminta pemerintah meningkatkan pencegahan penyebaran Covid-19, utamanya selama sepekan ini, karena adanya hari libur di mana banyak orang bepergian ke luar kota atau ke tempat wisata,” kata Puan, Senin (24/8/2020).

Berdasarkan catatan Jasa Marga, terdapat 153.806 kendaraan kembali menuju Jakarta pada H+2 Tahun Baru Islam atau Sabtu (22/8). Jika dibandingkan waktu normal, volume kendaraan yang kembali menuju Jakarta naik 41,4%.

Sumber: sindonews.com

Bagaimana Penyebaran Covid-19 Melalui AC di Korea Selatan

KORSEL(Jurnalislam.com)–Kebiasaan menyeruput kopi di Korea Selatan ternyata mengakibatkan setidaknya 50 orang terinfeksi Covid-19. Diduga faktor pendingin ruangan atau AC turut membantu penyebaran Covid-19 ke pengunjung kedai kopi lainnya.

Starbucks di area Paju, sebelah utara Seoul, kini menjadi klaster baru setelah 55 kasus infeksi Covid-19 berkaitan dengan kunjungan ke Starbucks tersebut. Ahli epidemiologi, Dr Eric Feigl Ding melalui akun Twitter resminya, memberi penjelasan bagaimana Covid-19 menyebar di Starbucks tersebut.

“(Ini) mengacu adanya aerosol,” ungkap Dr Eric. Mengacu pada beberapa portal berita Korea Selatan, Dr Eric mengatakan ada sekitar 5-6 AC yang terpasang di gerai kopi tersebut. Sedangkan pengunjung yang terinfeksi Covid-19 tampak menghabiskan waktu sekitar 2-2,5 jam di sana.

Pengunjung terinfeksi Covid-19 tersebut duduk tepat di depan salah satu AC yang terpasang di gerai Starbucks Paju. Dia tampak berbincang dengan rekannya salama berada di sana.

Sebuah laporan mengungkapkan bahwa ada 27 pengunjung Starbucks Paju yang akhirnya tertular. Bila ditambahkan dengan penularan sekunder dan tersier, pengunjung Starbucks tersebut telah menginfeksi 54 orang.

“Per 18 Agustus, setidaknya 54 orang telah dikonfirmasi berkaitan dengan infeksi sekunder dan tersier,” jelas Dr Eric.

Dr Eric mengatakan otoritas karantina meyakini bahwa virus SARS-CoV-2 bisa menyebar dengan cepat di sana karena dibantu oleh angin dari AC. Hal ini cukup mengkhawatirkan mengingat penggunaan AC di Korea Selatan mulai meningkat karena musim hujan sudah berakhir dan udara panas mulai datang.

“Dan ventilasi merupakan hal yang sulit di beberapa fasilitas,” ungkap Dr Eric.

Petugas Pusat Pengendalian Penyakit Korea Selatan juga menyatakan pengunjung tidak menggunakan masker saat bersantap di dalam gerai Starbucks Paju. Di saat yang sama, AC dioperasikan tanpa adanya ventilasi yang cukup.

Penyebaran droplet bisa terjadi sejauh dua meter atau lebih di dalam ruangan yang tertutup. Oleh karena itu, melepas masker di ruangan tertutup merupakan hal yang sangat berisiko dan sebaiknya dihindari sebisa mungkin.

Seperti dilansir Arirang, sebanyak 27 pengunjung yang tertular Covid-19 di Starbucks Paju tidak menggunakan masker saat berada di dalam ruangan. Di sisi lain, para pegawai yang bertugas pada saat itu tak ada yang tertular. Alasannya, para pegawai bekerja dengan mengunakan masker ketika pengunjung terinfeksi Covid-19 tersebut datang berkunjung.

Sebelum klaster Starbucks, awal bulan ini ada 15 kasus baru yang dikaitkan dengan kedai kopi yaitu Hollys Coffee di Gangnam, daerah selatan Seoul. Kepala Korea Centers for Disease Control and Prevention (KCDC), Jeong Eun-kyeong, mengatakan banyak pengunjung kedai kopi tidak mengenakan masker. Untuk kasus Starbucks, ia menyebut tampaknya tidak ada ventilasi udara yang sesuai meskipun AV bekerja dengan baik di saat udara lembab musim panas.

“Meski jika infeksi tidak terjadi melalui transmisi aerosol, transmisi droplet juga sangat mungkin di ruang tertutup dan virus pun mudah menyebar melalui kontak tangan,” kata Jeong Eun-kyeong, dilansir dari Yonhap News Agency.

Kasus penyebaran Covid-19 di Korea telah membuat pemerintah memberlakukan pembatasan jarak fisik level 2. Yaitu, menutup fasilitas yang rentan penyebaran Covid-19 seperti klub malam, kafe internet, dan restoran prasmanan. Kedai kopi dan restoran namun bukan termasuk fasilitas yang dianggap berisiko tinggi.

Profesor Divisi Penyakit Menular di Korea University Ansan Hospital, Choi Won-suk, mengatakan masyarakat harus berhati-hati saat di kafe. “Mereka harus mematuhi aturan protokol kesehatan, menggunakan masker dan mencuci tangan,” katanya.

Bagi orang Korea Selatan, pergi ke kedai kopi dan minum kopi adalah kebiasaan. Terbukti dengan adanya kedai kopi di hampir tiap ujung jalan.

Berdasarkan laporan dari Hyundai Research Institute, di tahun 2018 orang Korea Selatan meminum 353 gelas kopi per orang dalam satu tahun. Jumlah tersebut tiga kali lipat lebih banyak dari jumlah rata-rata dunia yakni 132 gelas per orang per tahun.

Di penghujung 2019, terdapat 93 ribu kedai kopi di Korea Selatan berdasarkan data Kementerian UKM. Sebanyal 42.600 kedai kopi tersebut berada di kawasan Seoul dan sekitarnya.

Pakar mengatakan, wabah virus di kedai kopi bisa terjadi kapan saja. Alasannya, sirkulasi udara di kedai kopi umumnya tertutup. Sehingga sirkulasi udara menjadi terhambat.

Otoritas Korea Selatan melaporkan kenaikan harian tertinggi dalam kasus Covid-19 baru sejak awal Maret pada hari Ahad (23/8). KCDC melaporkan 397 infeksi baru pada Sabtu tengah malam, naik dari 332 hari sebelumnya dan menandai lebih dari seminggu kenaikan tiga digit harian. Jumlah ini membuat total infeksi virus Corona baru Korea Selatan menjadi 17.399 dengan 309 kematian Covid-19.

Mulai Ahad (23/8), pemerintah memperpanjang aturan jarak sosial level kedua yang telah diberlakukan di Seoul ke daerah lain di negara itu, melarang pertemuan gereja secara langsung dan menutup klub malam, restoran dan kafe cyber.

Otoritas kesehatan mengatakan bahwa mereka pada akhirnya dapat menerapkan aturan jarak sosial tahap 3 yang paling sulit, di mana sekolah dan bisnis didesak untuk ditutup, jika tingkat peningkatan infeksi baru tidak segera melambat.

“Kami berada di ambang pandemi nasional karena jumlah kasus baru meningkat di 17 wilayah di seluruh negeri,” kata Jeong Eun-kyeong. “Harap tinggal di rumah sebanyak mungkin, kecuali jika Anda benar-benar perlu (keluar) untuk keperluan, atau untuk bekerja dan mengunjungi dokter,” tambahnya.

Banyak masyarakat yang mengunggah catatan di media sosial yang mengatakan mereka telah membatalkan rencana liburan ke hotel terdekat dan pulau resor selatan Jeju untuk mematuhi pedoman pemerintah.

Pada hari Jumat, otoritas kesehatan mengatakan infeksi virus corona Korea Selatan kembali meluas karena ratusan infeksi keluar dari Gereja Presbyterian Sarang Jeil yang dijalankan oleh seorang pengkhotbah sayap kanan.

Jeong mengatakan sejauh ini total 841 kasus yang dikonfirmasi terkait dengan gereja tersebut. Anggota gereja yang menghadiri protes anti-pemerintah di Seoul pada 15 Agustus juga telah menyebabkan kasus-kasus baru di seluruh negeri, sementara kelompok lain baru-baru ini telah dikaitkan dengan toko Starbucks, dilansir dari Reuters.

Sumber: republika.co.id

Sri Mulyani Sebut Penyerapan Anggara Kunci Cegah Resesi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan satu-satu cara Indonesia bisa terhindar dari jurang resesi. Caranya adalah dengan mempercepat segala macam penyerapan anggaran yang sudah dialokasikan.

Penyerapan anggaran yang mampu mendongkrak ekonomi terutama pemberian stimulus lewat dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Kita terus melakukan perbaikan untuk membantu seluruh Kementerian/Lembaga [K/L] dalam mempercepat penggunaan PEN maupun belanja K/L,” kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Senin (24/8/2020).

Ia mengatakan, strategi penyerapan yang cepat ini akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020. Menurutnya, kontraksi ekonomi alias pertumbuhan ekonomi minus bisa dihindari.

“Percepatan di kuartal III menjadi kunci agar bisa kurangi kontraksi dan menghindari techincal recession yang mana terjadi 2 kuartal negatif berturut-turut.”

“Kalau konsumsi investasi cukup menantang, maka dibutuhkan kerja all out semua pihak. Pemerintah gunakan seluruh instrumen untuk akselerasi di konsumsi, investasi dan ekspor.”

Sumber: cnbcindonesia.com