Aprindo Khawatir Gerakan Boikot Produk Prancis Meluas

 JAKARTA(Jurnalislam.com) – Belakangan ini jagad dunia media sosial kian ramai menyerukan pemboikotan pembelian barang asal Prancis.

Hal tersebut menyusul adanya pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai telah menghina umat Islam.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel seluruh Indonesia (APRINDO) Roy N Mandey mengaku khawatir bila gerakan itu kian masif, karena akan mengganggu pertumbuhan ekonomi Tanah Air. Pasalnya, banyak produk asal Prancis itu termasuk ke sektor ritel.

“Ya, saat ini memang belum memengaruhi, tapi mestinya jangan diperbesar, sehingga kalau jadi besar, maka akan memengaruhi,” kata Roy, Kamis (5/11/2020).

Apabila salah satu produk ritel ada yang diboikot, maka nantinya akan memen

garuhi tingkat konsumsi rumah tangga. Padahal, kini akibat pandemi Covid-19, nilainya pun sudah minus.

“Sekarang saatnya lagi pandemi, ketika konsumsi kita rendah dan bahkan masih minus, jangan ditambah dengan hal-hal seperti ini,” ujarnya.

Sumber: sindonews.com

 

Survei: Pandemi, 69 Persen Konsumen Tunda Beli Properti

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Hasil survei yang dilakukan Inventure menunjukkan bahwa 69,4% responden menjawab adanya pandemi membuat mereka menunda membeli rumahdan cenderung mementingkan alokasi anggaran dana darurat.

Managing Partner Inventure Yuswohady mengatakan, konsumen masih menahan pengeluaran mahal sehingga membeli rumah bukan menjadi prioritas setidaknya sampai kondisi ekonomi mulai stabil. Pasca pandemi diperkirakan bisnis properti masih mengalami kelesuan.

“Di masa pandemi, prioritas konsumen bergeser back to the bottom of the pyramid, yaitu mengutamakan kebutuhan-kebutuhan esensial seperti groceries, makanan-minuman, dan produk kesehatan, dan menunda pembelian produk-produk non-esensial dan bernilai besar termasuk rumah,” ujarnya pada Indonesia Industry Outlook #IIO2021 secara virtual, Rabu (4/11/2020).

Sementara itu, hunian yang mengunggulkan fasilitas TOD (Transit Oriented Development) masih lebih diminati. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Inventure, hanya 46,3% responden yang setuju jika akses hunian dengan transportasi umum menjadi tidak begitu penting. Sementara itu, 61% responden juga tidak setuju jika pengembang properti tidak mempertimbangkan akses transportasi umum.

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P Adhi mengatakan, tantangan bisnis properti ke depan masih bergantung pada lamanya pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Menurut dia, kesehatan dan ekonomi harus berjalan beriringan.

“Kami sangat khawatir ketika disiplin protokol kesehatan kurang. Untuk itu, kita juga harus jadi agen untuk memberikan kesadaran masyarakat supaya mereka disiplin sehingga ekonomi bisa berjalan,” tuturnya.

Sumber: sindonews.com

Ribuan Warga Serang Banten Aksi Bela Nabi, Kecam Prancis

SERANG(Jurnalislam.com)—Aksi mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron terus bergulir di Tanah Air. Kini giliran warga Banten turun ke jalan, membela Rasulullah.

Aksi yang dinamai “Bela Islam Bela Nabi” ini digelar di Alun-alun  Barat Kota Serang, dihadiri ribuan massa dari berbagai ormas Islam Banten, Rabu(04/11/2020).

Massa pada awalnya berkumpul di kawasan  Masjid Agung At-Tsauroh., lalu melakukan longmarch dan orasi hingga titik akhir kumpul di Alun-alun Barat Kota Serang.

Massa juga melakukan aksi menginjak foto Macron dan juga membakarnya sebagai simbol kekecewaan kepada Prancis.

“Kami sebagai umat Islam sangat mengutuk sekali atas sikap yang dilakukan Presiden Prancis Emanuel Macron, kita harus mengambil sikap keras dengan cara memboikot produk Prancis,” kata Fajri, salah satu peserta aksi.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Prancis menjadi salah satu negara sekuler yang juga berdampak ke Indonesia.

Ketua Forum Persatuan Umat Islam Banten (FPUIB) Zainal Arifin mengecam keras Prancis.

“Kami berharap kepada pemerintah Indonesia agar bersikap keras terhadap apa yang di lakukan Presiden Prancis Emanuel Marcon,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Dyan

Panitia Penyambutan Habib Rizieq: Jutaan Orang Siap ke Bandara Soeta

BANDUNG(Jurnalislam.com) — Ribuan umat Islam dari berbagai ormas di Jawa Barat melakukan aksi rapat rapat Akbar di Depan Gedung Sate Bandung, Rabu, (4/11) dalam rangka menyambut kepulangan imam besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Perwakilan peserta aksi, Asep Syarifuddin mengatakan bahwa massa yang datang dalam aksi tersebut akan menjadi panitia untuk menyambut kedatangan Habib Rizieq, mereka menargetkan hingga jutaan massa yang akan menjemput kedatangan Habib Rizieq.

“Dari PUI, FPI, LPI, Hidayatullah, majelis ini adalah panitia, agenda kita menyambut habib Rizieq bukan ribuan tapi jutaan orang, ini adalah komitmen kami menyampaikan ahlan wa sahlan pada habib Rizieq Shihab,” jelas Asep.

Mereka akan berangkat secara bergelombang ke bandara Cengkareng, mereka juga siap menunggu berhari-hari di Bandara.

Asep tidak menyebutkan tanggal khusus untuk keberangkatan massa yang akan menjemput nantinya, ia hanya menjelaskan massa yang akan disiapkan berjumlah jutaan orang, hingga mereka memastikan habib Rizieq Shihab pulang dengan selamat.

“Kita akan berangkat secara bergelombang ke sana dan siap diam disana bukan hanya hitungan jam tapi insha Allah kita siap berhari-hari disana sapai kita pastikan Habib Rizieq pulang’ dengan selamat tanpa kurang satu apapun,” tutur Asep.

Reporter: Saifal

MUI: Boikot Produk Prancis Hak Umat Islam, Tak Perlu Dihalangi

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Sekjen MUI Anwar Abbas tidak mempersoalkan apakah pemerintah akan memboikot produk Prancis atau tidak.

“Yang penting bagi kita asal pemerintah tidak menghalang-halangi umat Islam untuk melaksanakan maksud dan keyakinannya. Itu saja menurut saya sudah cukup karena masalah umat Islam akan memboikot atau tidak itu merupakan hak dari umat Islam sendiri, apalagi uang yang akan kita pergunakan untuk berbelanja dan atau untuk tidak berbelanja produk-produk Prancis tersebut adalah uang kita sendiri bukan uang pemerintah,” tegas Anwar Abbas, Rabu (4/11/2020).

Dikatakannya, umat Islam bebas untuk memboikot produk Prancis sampai Presiden Macron meminta maaf secara terbuka.

“Jadi sebagai umat yang punya harga diri, kita bebas untuk memboikot dan untuk tidak membeli barang-barang dari Prancis tersebut sampai Macron mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam,” pungkas dia.

sumber: liputan6

Pemuda Norwegia Masuk Islam Karena Tagar Boikot Prancis

JAKARTA(Jurnalislam.com) Espen Bjekestrand Jaegtvik pemuda asal Norwegia telah memeluk Islam dibimbing secara daring oleh pembina Mualaf Center Indonesia Steven Indra Wibowo.

“Beliau mungkin menemukan tagar yang beredar terus di sosmed tentang #boycottfrance, dan kemudian menemukan tagar yang sama namun gambar berbeda tentang seorang warga negara Prancis yang bersyahadat setelah saya nyatakan kedai kopi saya melakukan boycott beberapa produk dari Prancis,”ujar Steven, Senin (2/11).

Menurut Steven rasa ingin tahu orang-orang alasan begitu marah umat Muslim sedunia tentang perlakuan majalah Charlie Hebdo yg dengan sengaja menghina Rasulullah dan menyulut kemarahan muslim. Kemudian pembunuhan seorang guru yang menghina Islam, lalu banyaknya pujian terhadap syuhada yang membunuh penghina Islam tersebut.

Semua hal ini menjadikan mereka yang belum tahu Islam menjadi bertanya-tanya tentang Islam. Takdir Allah Espen kemudian menghubungi Steven.

Setelah bersyahadat secara langsung, Espen kemudian dititipkan kepada sahabat Muslim yang berada di Norwegia. Dia akan belajar di Masjid Oslo untuk mendalami Islam.

Mualaf Center memiliki program pendampingan dan pembinaan mualaf. Pembinaan itu seperti mengajar dan membimbing mualaf, sedangkan pendampingan berupa menemani mualaf dalam keseharian mereka dan menjadi teman untuk curhat, bertanya urusan agama yang umum, membantu mediasi dengan keluarga mualaf dan sebagainya.

“Kita sudah membantu bersyahadat daring sejak 2008, syahadat jarak jauh dan komunikasi daring, kendala utamanya adalah koneksi internet yang kurang stabil,”ujar dia.

Sumber: republika.co.id

Ribuan Warga Jabar Gelar Rapat Akbar, Siap Sambut Kepulangan Habib Rizieq

BANDUNG(Jurnalislam.com) — Ribuan umat Islam dari berbagai ormas di Jawa Barat melakukan aksi rapat rapat Akbar di Depan Gedung Sate Bandung, Rabu, (4/11) dalam rangka menyambut kepulangan imam besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Dalam aksi rapat akbar tersebut, mereka menyamakan komitmen untuk sama-sama menyambut kedatangan Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno – Hatta Cengkareng.

“Ini agenda rapat akabar penyambutan Habib Rizieq Shihab,

Beberpa ormas Islam dari perwakilan 27 kota kabupaten di Jawa Barat, insha Allah kami telah bersepakat dan bertekad untuk bersama-sama menyambut dan mengawal kepulangan imam besar umat Islam Indonesia Habib Rizieq Shihab,” kata Asep Syarifuddin, di tengah-tengah aksi rapat Akbar.

Seperti diketahui kepulangan Habib Rizieq Shihab dijadwalkan pada tangga 10 November mendatang melalui bandara internasional Soekarno-Hatta Cengkareng.

“Insya Allah berdasarkan pengumuman beliau tadi pagi beliau akan sampai mendarat di bandara Cengkareng terminal 3 pukul 09.00 WIB, Tanggal 10,” jelas Asep.

reporter: Saifal

Ormas Islam Surabaya Gelar Aksi, Desak Jokowi Tarik Dubes RI di Prancis

 

SURABAYA(Jurnalislam,com)—Kali ini Aksi bela Nabi digelar di Surabaya. Ormas Islam se-Surabaya menggelar aksi kecam Prancis, Senin (2/11/2020) di Konjen Prancis Surabaya.

 

Aksi dilakukan dengan membentangkan berbagai spanduk, salah satunya yakni seruan untuk memboikot produk Prancis. Bahkan, massa aksi menginjak-injak foto Emmanuel Macron (Presiden Prancis) yang dibeberkan di jalanan.

 

Hadir beberapa tokoh ormas Islam Surabaya sesperti H. Mahsun, M.Ag Ketua Muhammadiyah Surabaya dan Hamzah Baya, M.Pd pimpinan Jama’ah Ansharu Syari’ah Jawa Timur.

 

“Kami menyerukan masyarakat Indonesia untuk melakukan gerakan untuk memboikot seluruh produk yang berasal dari negara Prancis,” kata H Mahsun, perwakilah aksi.

 

Massa, kata Mahsun mendukung sikap Presiden Jokowi dengna mengecam Presiden Prancis. Namun, massa meminta Macron agar meminta maaf kepada umat Islam.

 

“Kami mendesak pemerintah untuk memutuskan hubungan

diplomatik dengan menarik Duta Besar Republik Indonesia di Prancis untuk

sementara waktu hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron minta maaf,” tambahnya.

Ia juga mendesak kepada Mahkamah Uni Eropa untuk memberikan peringatan dan sanksi tegas kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

 

Kontributor: Ma’sum & Suroji

 

Seruan Bela Nabi Menggema di NTB, Wali Kota Bima Kecam Macron

Kota Bima (Jurnalislam.Com)–Sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Forum Umat Islam Bima (FUI) Mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron yang membiarkan penghinaan atas Nabi Muhammad SAW, Kamis (4/11/2020).

“Alhamdulillah Kita Bersyukur Kepada allah yang dimana allah telah memilih kita dalam rangka Kita sama sama Membela Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang dihina Oleh Presiden Macron,” kata Ketua Forum Umat Islam Bima (FUI) Ustadz Asikin Bin Manshur S.Pdi

Lebih lanjut Ustadz Asikin Menyerukan Kepada Seluruh kaum Muslimin yang ada di kota Dan kabupaten Bima Untuk sama sama memboikot produk Prancis .

Selain Itu, Wali Kota Bima Bapak H. Muhammad Lutfi SE juga mengecam Dan mengutuk Perbuatan Dari Presiden Prancis yang telah menghina Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

“Saya Atas Nama Walikota Bima mengecam dan mengutuk berat tindakan presiden Perancis Yaitu Macron yang dinilai telah menghina agama Islam dan telah melukai hati seluruh umat islam sedunia.” Ujarnya.

Di samping itu, Perwakilan dari DPRD Kabupaten Bima, Bapak Ma’aruf Juga mengecam Kebiadaban Presiden prancis yang telah menghina Rasulullah.

“Khusus Pribadi Saya, Saya mengecam Kebiadaban Presiden prancis Sekalipun Jabatan Saya yang menjadi Taruhan, karena ini merupakan tanggung jawab saya sebagai Wakil Rakyat,” pungkasnya.

reporter:  Pramudia Bagus

Habib Rizieq: Insya Allah Saya Tiba di Jakarta 10 November

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengumumkan secara resmi tanggal kapan dirinya bersama keluarganya akan kembali ke Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Habib Rizieq dalam tayangan video yang disiarkan langsung dalam YouTube Front TV, Rabu (4/11/2020).

“Saya mau umumkan Insyallah saya dan keluarga hari Senin tanggal 9 November 2020 jam 19.30 waktu Saudi akan terbang dari bandara kota Jeddah dengan pesawat Saudia Airlines Nomor SV 816 Insyallah,” kata Habib Rizieq.

Ia melanjutkan, setelah terbang dari Jeddah dirinya memperkirakan akan sampai di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Jakarta pada tanggal 10 November.

“Jam 9 pagi waktu Jakarta dan tiba di terminal 3,” jelasnya.

Setelah itu, Habib Rizieq menjelaskan bahwa setelah tiba di Jakarta dia akan kembali ke rumahnya yang berada di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.

“Langsung ke kediaman Petamburan Jakarta Pusat kami beristirahat,” tandasnya.

Sumber: okezone