Mendikbud Izinkan Sekolah di Zona Hijau dan Kuning Belajar Tatap Muka

PALU(Jurnalislam.com) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim menyatakan daerah yang dikategorikan sebagai zona hijau dan kuning dari penyebaran Covid-19 dapat melaksanakan pembelajaran langsung dengan metode tatap muka.

“Teman-teman kita di zona kuning dan hijau, yang banyak sekali tidak punya akses terhadap internet, Kemendikbud dan empat kementerian lain langsung mengambil sikap, daerah zona hijau dan kuning pandemi Covid-boleh buka tatap muka,” ucap Nadiem Makarim saat dirinya berdialog dengan para guru dan kepala sekolah di Kota Palu, Rabu.

Karena, kata Nadiem, kebanyakan daerah yang terdampak Covid-19 yang merupakan daerah tertinggal dan terluar, namun masih dalam zona hijau dan kuning banyak yang memiliki keterbatasan, salah satunya tidak memiliki akses internet. Sementara untuk di daerah yang berkategori sebagai zona orange dan merah, sebut Nadiem, masih belum diperkenankan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung.

Kepada para guru dan kepala sekolah dan pemerintah di Sulawesi Tengah, Nadiem mengatakan bahwa model pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diterapkan oleh pemerintah melalui Kemendikbudpada dasarnya menjadi satu kebijakan yang tidak diinginkan oleh Kemendikbud itu sendiri.

“Tidak ada di pemerintah pusat yang menginginkan PJJ. Saya tidak menginginkan PJJ,” ungkap Nadiem Makarim.

Namun hal itu diterapkan, karena jika tidak diterapkan maka penyebaran Covid-19 akan semakin cepat dan kesulitan dikendali, sehingga berdampak pada keselamatan dan kesehatan banyak orang.

“Jika kita tidak menutup sekolah di Jakarta, bisa bayangkan berapa banyak manusia yang meninggal,” sebutnya.

Penerapan penutupan sekolah dengan melangsungkan metode pembelajaran jarak jauh, lanjut dia, menjadi suatu keterpaksaan karena situasional pandemi Covid-19 yang memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan. Nadiem menginginkan agar siswa-siswi segera bisa kembali mengikuti proses belajar mengajar di sekolah tatap muka langsung. Namun, hal itu hanya bagi daerah yang berzona hijau dan kuning.

Selain itu, untuk mendukung proses dan kelancaran pembelajaran jarak jauh, ia menguraikan, Kemendibud memfasilitasi paket data yang terdiri dari kuota belajar dan kuota umum yang masing-masing 30 gigabyte dan 5 gigabyte.

Ia menerangkan, kebijakan memfasilitasi kuota data internet, karena problem utama yakni masyarakat tidak mampu membeli paket data.

Sumber: republika.co.id

Satgas Covid-19 Terima 3 Juta Laporan Selama Libur Panjang

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dr Dewi Nur Aisyah mengatakan pihaknya menerima tiga juta laporan pemantauan protokol kesehatan yang masuk selama liburan pada akhir Oktober 2020.

“Selama lima hari terdapat sekitar tiga juta laporan yang masuk. Sementara jumlah orang yang dipantau di tempat wisata sebanyak 1.026.138 orang di 173.079 titik dan 407 kabupaten/kota,” ujar Dewi dalam telekonferensi pers yang dipantau di Jakarta, Rabu (4/11).

Dia menambahkan pada pekan sebelum libur panjang jumlah orang yang dipantau sebanyak 534.404 orang, atau terjadi kenaikan sebanyak 92,02 persen jumlah orang yang dipantau pada libur panjang. Dewi menjelaskan tren kepatuhan memakai masker pada saat libur panjang juga mengalami penurunan jika dibandingkan pekan sebelumnya.

“Contohnya tingkat kepatuhan memakai masker pada Rabu, 21 Oktober, sebesar 88,62 persen, namun pada Rabu, 28 Oktober, persentasenya sebesar 88,50 persen. Begitu juga pada Kamis, 22 Oktober, persentasenya sebesar 89,77 persen, namun pada Kamis, 29 Oktober, tingkat kepatuhan sebesar 87,73 persen,” kata dia.

Dewi menambahkan tren pemakaian masker mengalami penurunan pada saat libur panjang, meski penurunan tersebut kecil. Begitu juga persentase kepatuhan dalam menjaga jarak di tempat wisata juga mengalami penurunan. Pada Rabu, 21 Oktober, tingkat kepatuhan menjaga jarak sebanyak 84,32 persen, namun pada Rabu, 28 Oktober, persentasenya turun menjadi 83,35 dari. Pada Kamis, 22 Oktober, persentasenya sebesar 84,70 persen, sementara pada Kamis, 29 Oktober, turun menjadi 79,04 persen. Pada Jumat 30 Oktober turun dari 82,57 persen pada pekan sebelumnya menjadi 81,08 persen.

Pada Sabtu, 31 Oktober, turun dari 83,31 persen dari pekan lalu menjadi 78,49 persen. Begitu juga pada Ahad, 1 November, turun dari 80,12 persen pada pekan sebelumnya menjadi 77,6 persen.

“Salah satu yang menyebabkan menurunnya kepatuhan dikarenakan banyak orang berkumpul dalam satu tempat dalam waktu bersamaan dengan jumlah banyak, dan akhirnya kemampuan untuk menjaga jarak sulit,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia mengajak masyarakat untuk menaati 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menjauhi kerumunan dimanapun berada.

Sumber:republika.co.id

Menghina Rasulullah, Dosen di Mesir Diskors

KAIRO(Jurnalislam.com) – Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset Ilmiah Mesir menangguhkan atau menskorsing seorang dosen di sebuah universitas atas tuduhan menghina Nabi Muhammad SAW dan Islam. Dosen yang bergelar profesor itu juga diadukan ke komite disiplin.

Mohammed Mahmoud Mahdali, profesor di Higher Institute of Social Service di Alexandria, muncul dalam dua video klip yang di-posting di platform media sosial beberapa hari yang lalu, saat dia memberikan ceramah kepada para mahasiswa.

Dalam ceramahnya, dia sengaja berbicara tentang Islam dan menghina Nabi Muhammad SAW secara kasar, sambil membela posisi Prancis setelah penerbitan karikatur yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Di video pertama, dia berbicara tentang pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan cara yang kasar, dan kemudian muncul di video lain yang menghina Al-Qur’an. Profesor yang kasar itu meminta para mahasiswa yang menolak komentarnya untuk meninggalkan ruang kuliah.

Mahdali juga menolak seruan untuk memboikot produk Prancis, dengan mengatakan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengambil keputusan yang tepat untuk melindungi hak kebebasan berekspresi di negaranya.

Video-video kasar tersebut memicu kemarahan di antara mahasiswa yang mengajukan pengaduan terhadapnya. Para mahasiswa menuduhnya telah menghina Islam dan memfitnah Nabi.

Sumber: sindonews

Dibimbing PCNU, Ratusan Warga Sampang Deklarasi Tobat dari Syiah

SAMPANG(Jurnalislam.com) — Sebanyak 287 warga Syiah Sampang, Jawa Timur yang selama ini mengungsi di Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Puspa Agro, Kabupaten Sidoarjo, berikrar untuk kembali ke paham Sunni atau ahlussunah wal jamaah di Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Kamis (5/11).

“Kami kembali ke ahlussunah atas kesadaran kami sendiri dan tanpa paksaan dari siapa pun,” kata pimpinan Syiah, Tajul Muluk di Sampang.

Salah satu tokoh Sunni yang memimpin langsung pembacaan ikrar warga Syiah, itui adalah Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang H Ahmad Nuruddin JZ.

Pembacaan ikrar dilaksanakan dengan cara membagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok berisi dua sampai empat peserta. Mereka membaca sumpah dengan teks bermeterai. Di masing-masing kelompok tersebut, ada pendamping yang menuntun peserta untuk berikrar.

“Jadi, intinya mereka ini berikrar, yang salah satunya isinya wajib mengakui Alquran yang ada sekarang, karena mereka dulu menganggap tidak asli, serta harus mengikuti paham Islam ahlussunnah wal jamaah,” kata Ahmad Nuruddin.

sumber: republika.co.id

Azerbaijan: Tentara Armenia Mengaku Kalah

BAKU(Jurnalislam.com) Azerbaijan berada di atas angin dalam konflik senjata dengan Armenia. Presiden Azerbaijan pun menyatakan keunggulan mereka atas Armenia.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengklaim bahwa tentara Armenia telah mengaku kalah dalam konflik di wilayah Nagorno-Karabakh. Dengan demikian, Azerbaijan memenangkan pertempuran.

“Kami memiliki persenjataan modern dan semangat juang yang tinggi. Kami menunjukkan siapa yang dan membuktikan bahwa ‘tentara tak terkalahkan’ Armenia adalah mitos. Mereka telah mengakui kekalahan. Ini adalah pengakuan atas kekalahan militer mereka dan kemenangan kami,” kata Aliyev melalui akun Twitter pribadinya pada Rabu (4/11), dikutip laman Anadolu Agency.

Dia mengatakan dengan menyerang warga sipil di berbagai bagian negaranya, Armenia bermaksud menyebarkan kekacauan dan kepanikan di Azerbaijan. “Tapi mereka salah memperhitungkan semangat rakyat Azerbaijan. Terlepas dari  kehilangan kami, ia gagal mematahkan kemauan kami. Sebaliknya justru membuat kami lebih kuat,” ujarnya.

Azerbaijan telah merilis kerugian yang disebabkan oleh konflik dengan Armenia. Hingga Rabu, setidaknya 90 warga sipil telah dilaporkan tewas, termasuk 11 anak-anak. Sebanyak 405 lainnya mengalami luka-luka. Sekitar 2.700 rumah dan 98 bangunan hunian multi-apartemen telah hancur dan 500 fasilitas sipil juga rusak.

Namun, Azerbaijan telah merebut lebih dari 200 desa dan permukiman yang sebelumnya diduduki militer Armenia. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM) Michelle Bachelet telah memperingatkan tentang potensi terjadinya kejahatan perang dalam konflik Armenia dengan Azerbaijan di wilayah Nagorno-Karabakh. Hal itu karena terdapat serangan yang turut menghancurkan permukiman sipil.

“Pihak-pihak dalam konflik berkewajiban untuk secara efektif, segera, menyeluruh, dan tidak memihak menyelidiki pelanggaran tersebut dan untuk menuntut mereka yang diduga telah melakukannya,” kata Bachelet pada Senin (2/11).

Bachelet mengatakan serangan yang dilakukan tanpa pandang bulu terhadap daerah padat penduduk di dalam dan sekitar zona konflik Nagorno-Karabakh bertentangan dengan hukum humaniter internasional. “Hukum humaniter internasional tidak bisa lebih jelas lagi,” ucapnya.

Pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh telah berlangsung sejak 27 September lalu. Konflik kedua negara di wilayah itu sebenarnya telah berlangsung sejak awal dekade 1990-an. Persengketaan wilayah mulai muncul setelah Uni Soviet runtuh. Dari 1991-1994, pertempuran kedua negara diperkirakan menyebabkan 30 ribu orang tewas.

Pada 1992, The Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE) membentuk  Minsk Group yang diketuai bersama oleh Rusia, Amerika Serikat (AS), dan Prancis. Tugas mereka adalah memediasi dan menemukan solusi untuk menyelesaikan konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh. Namun, belum ada hasil signifikan yang dapat mengakhiri peperangan antara kedua negara tersebut.

sumber:republika.co.id

Masa Pandemi, 77.5 Persen Rumah Tangga Lakukan Penghematan Pangan

BOGOR(Jurnalislam.com) — Pandemi Covid-19 mendorong pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk menyesuaikan diri agar dapat bertahan dari dampak virus tersebut.

Perubahan besar yang dirasakan masyarakat adalah adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membatasi aktivitas bekerja serta mencari nafkah bagi banyak keluarga.

Konsekuensi yang terjadi adalah terjadinya penurunan fungsi instrumental yaitu perolehan sumberdaya ekonomi keluarga yang berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan pokok, terutama pangan.

Menanggapi hal tersebut, Prof Dr Euis Sunarti, dosen IPB University dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (IKK-Fema) melakukan survei daring mengenai ketahanan keluarga saat pandemi Covid-19 pada periode April dan Juni 2020.

“Tujuan survei ini adalah untuk mengelaborasi strategi pangan yang dilakukan keluarga. Strategi coping pangan merupakan upaya yang dilakukan seseorang dalam mengatasi keadaan yang tidak menguntungkan dalam mempertahankan tujuan keluarga, baik itu dalam pemenuhan konsumsi pangan, maupun mata pencaharian, ” ucap Guru Besar bidang Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga, Rabu (4/11).

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa status pendidikan responden sebagian besar berpendidikan tinggi (Diploma, S1, S2, S3), yaitu 83 persen pada survei pertama dan 74 persen pada survei kedua.

Perolehan data strategi coping pangan yang dilakukan oleh responden pada bulan pertama dan kedua mengungkapkan bahwa sebagian besar responden, tepatnya sebesar 77,5 persen, memilih untuk menghemat pengeluaran untuk pangan keluarga. Dan 59,7 persen memilih untuk membeli pangan yang harganya lebih murah.

“Di samping itu, sebesar 79,6 persen keluarga tidak mengurangi porsi makan, 76,6 persen tidak mencari informasi bantuan pangan serta pada presentase yang hampir imbang yaitu sebesar 50,6 persen tidak mengurangi jenis lauk yang dikonsumsi,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

BNPB Apresiasi Pemprov DKI Soal Siaga Bencana

JAKARTA(Jurnalislam.com)– mendukung penuh upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadapi dan mengantisipasi potensi bencana alam dari dampak musim hujan dan fenomena La Nina, yang diimplementasikan melalui kegiatan “Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan Tingkat Provinsi Jakarta” di Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin.

Kepala BNPB Doni Monardo telah menyerukan kepada seluruh jajaran pemerintah di daerah agar segera mengambil tindakan yang dianggap perlu terkait pengurangan risiko bencana dalam menghadapi musim hujan dan mengantisipasi dampak fenomena La Nina.

Pemangku kebijakan tiap-tiap wilayah harus segera menyiapkan tim patroli gabungan, baik untuk antisipasi dan penanganan bencana maupun terkait keamanan lingkungan.

“Bagi yang di bantaran sungai ikuti info. Bila meluap agar mengungsi sementara. Siapkan tim patroli gabungan, hansip, dan pam lokal untuk antisipasi pencurian bila rumah ditinggal sementara,” kata Doni

Doni juga meminta agar pesan tersebut dapat diteruskan ke seluruh jajaran pemerintah daerah hingga tingkat RT/RW. “Infokan ke semua kepala pelaksana (kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Minta mereka teruskan sampai tingkat RT dan RW,” ucap Doni.

Doni yang turut hadir dalam apel kesiapsiagaan di Jakarta kemarin juga memberikan bantuan secara simbolis untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupa perahu karet multifungsi sebanyak 13 buah. Ke depan bantuan perahu karet tersebut dapat digunakan untuk peninjauan, evakuasi, dan distribusi logistik.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang bertindak sebagai pemimpin apel meminta kepada jajarannya agar dapat bekerja lebih maksimal guna mengantisipasi dampak bencana.

Sumber: sindonews.com

Asosiasi Pengusaha: Boikot Hak Konsumen

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Asosiasi Pengusaha Ritel seluruh Indonesia (Aprindo) angkat bicara soal seruan boikot produk Prancis yang ada di Indonesia. Aprindo berharap mekanisme perdagangan tetap dapat berjalan wajar dan normal.

“Menyoal produk asal Perancis yang ada, kami menghormati keputusan konsumen, apakah akan membeli atau tidak atas produk dari Prancis yang dijual di gerai ritel modern. Karena merupakan hak pilihan dan keputusan konsumen atau individu yang menentukan dalam berbelanja. Jadi biarlah perdagangan berjalan seperti biasanya dan normal,” kata Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey.

Aprindo juga meminta ketegasan dari pihak berwenang agar tidak terjadi aksi yang merugikan masyarakat dan pelaku usaha atas hal yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang memprovokasi dan cenderung anarkis.

“Aksi ini tidak memberikan suatu manfaat apapun, justru makin membebani perekenomian khususnya sektor perdagangan, yang saat ini sedang diupayakan Pemerintah agar dapat terjadi peningkatan dan kestabilan Konsumsi Rumah Tangga sebagai point kontributor sebesar 57,6% dari Produk Domestik Bruto (PDB), di tengah lesunya demand dan market akibat pelemahan daya beli atau menahan konsumsi, di masa pandemi ini,” jelas Roy.

Sumber: sindonews.com

 

 

MUI: Kalau Habib Rizieq Mau Pulang, Tak Boleh Dihalangi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas ikut berkomentar terkait isu kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air.

Menurutnya, merupakan hak semua orang untuk pulang ke kampung halaman. Begitu pula Habib Rizieq yang masih berstatus sebagai warga negara Indonesia.

“Jadi kalau beliau mau pulang ke Indonesia, ke Tanah Air-nya, maka tidak boleh ada yang menghalangi,” kata Anwar saat, Kamis (5/11/2020).

Anwar mengakui memang banyak pihak yang berspekulasi tentang kepulangan Habib Rizieq.

Pro-kontra pun muncul di ruang publik. Namun, ia melihat kepulangan itu hal yang biasa dirasakan setiap warga negara. Ia melihat, mungkin Habib Rizieq lebih mencintai tanah airnya dibanding harus tinggal di negeri orang.

“Apalagi kalau bagi saya pepatah yang menyatakan hujan emas di negeri orang hujan batu di negeri kita, lebih indah bagi saya di negeri saya. Dan saya yakin Habib Rizieq juga merasakan hal demikian,” ujar Ketua PP Muhammadiyah ini.

Habib Rizieq direncanakan akan kembali ke Indonesia pada 10 November 2020 ini.

Isu kepulangan ulama ‘penggerak’ aksi 212 dan 411 sebenarnya sudah lama disuarakan para pentolan FPI dan para pendukungnya. Namun, isu tersebut tampak maju-mundur.

Sumber: sindonews.com

Resesi Ekonomi Indonesia Diprediksi Minus 3 Persen

JAKARTA(Jurnalislamcom)—Ekonomi Indonesia kuartal III 2020 diperkirakan minus 3,13 persen (year on year/yoy) dibanding kuartal sebelumnya yang tercatat minus 5,32 persen yoy. Dengan perkiraan tersebut, Indonesia masuk resesi karena ekonomi selama dua kuartal negatif.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyatakan, penyebab utama ekonomi minus, yaitu konsumsi rumah tangga yang diperkirakan minus 3,54 persen yoy.

Pada kuartal sebelumnya konsumsi rumah tangga minus 5,51 persen yoy.

“Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) transisi di berbagai daerah di Indonesia yang mendorong peningkatan pada pergerakan masyarakat, meskipun situasinya belum kembali ke level normal,” kata Josua saat dihubungi MNC Portal di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Dia menuturkan, konsumsi rumah tangga menunjukkan perbaikan yang terbatas sepanjang kuartal III tahun 2020. Laju penjualan ritel pada periode Juli-September 2020 minus 7,3 persen yoy dibandingkan laju penjualan ritel pada kuartal 2019 yang tercatat 0,7 persen yoy.

sumber: inews