HRS Ditangkap Tersangka Protokol Covid, NU Jatim: Polisi Jangan Berlebihan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur angkat bicara terkiat penetapan tersangka terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan di acara pernikahan putrinya di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Selain pelanggaran Undang-Undnag (UU) Karantina Kesehatan, dalam kasus tersebut Habib Rizieq juga dijerat dengan Pasal 160 KUHP terkait penghasutan dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan 216 KUHP. Sementara itu, kelima tersangka lainnya dijerat Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018.

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Abdussalam Shohib, mengatakan, seharusnya Kepolisian lebih proporsional, obyektif, modern dan terukur.

“Jangan sampai masyarakat menilai Kepolisian berlebihan, tebang pilih, seolah ada kriminalisasi, karena ini akan berdampak buruk bagi kehidupan kebangsaan kita kedepan,” ujar kiai yang biasa dipanggil Gus Salam, Sabtu (12/12).

Selain itu, Gus Salam yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang ini, mendesak kepolisian agar lebih humanis pasca insiden bentrok Laskar FPI dan Polri di KM50, yang kejadiannya masih banyak menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat Indonesia.

Gus Salam juga mendesak Kepolisian dalam menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka pelanggaran protokol kesehatan, agar tidak menjeratnya dengan pasal karet.

“Kita tahu Habib Rizieq sudah minta maaf, HRS juga beritikad baik menyetop semua kegiatan yang menimbulkan kerumunan, dan hari ini hadir ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Ini harus kita apresiasi bersama karena menunjukkan beliau taat hukum,” ucap Gus Salam.

Gus Salam secara pribadi dan NU khususnya, sering berbeda pemikiran dan gerakan dengan Habib Rizieq dan FPI. Namun, menurut Gus Salam, dirinya menolak keras bila aparat berlebihan dalam penangan kasus ini.

“Saya berdoa semoga jalan perjuangan Habib Rizieq diridhoi Allah dan mengajak beliau dalam berdakwah agar lebih mengedepankan akhlakul karimah,” kata Gus Salam.

“Saya berharap energi Kepolisian tidak habis hanya ngurusi masalah HRS dan mengabaikan persoalan-persoalan hukum di daerah, seperti aksi cukong-cukong lokal yang merugikan rakyat,” imbuhnya

sumber: republika.co.id

Banyak Warga Selain Habib Rizieq Berkurumun, Polisi Diminta Tidak Tebang Pilih

JATIM(Jurnalislam.com) – Pemeriksaan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya mendapat simpati banyak pihak. Salah satunya dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) yang meminta polisi untuk tidak berlebihan dalam menangani kasus Habib Rizieq.

“Seharusnya kepolisian lebih proporsional, objektif, modern dan terukur. Jangan sampai masyarakat menilai kepolisian berlebihan, tebang pilih, seolah ada kriminalisasi, karena ini akan berdampak buruk bagi kehidupan kebangsaan kita kedepan,” kata Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib yang akrab disapa Gus Salam, Sabtu (12/12/2020).

Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang ini mendesak kepolisian lebih humanis pascainsiden Km 50 yang kejadiannya masih banyak menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat Indonesia.

“Kita tahu Habib Rizieq sudah minta maaf. HRS juga beriktikad baik menyetop semua kegiatan yang menimbulkan kerumunan dan hari ini hadir ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Ini harus kita apresiasi bersama karena menunjukkan beliau taat hukum,” ujar Gus Salam.

Gus Salam juga meminta agar Rizieq Shihab tidak dijerat dengan pasal karet. “Saya secara pribadi dan NU khususnya, sering berbeda pemikiran dan gerakan dengan Habib Rizieq dan FPI. Namun, saya menolak keras bila aparat berlebihan dalam menangani kasus ini. Saya berdoa semoga jalan perjuangan Habib Rizieq diridhoi Allah dan mengajak beliau dalam berdakwah agar lebih mengedepankan akhlaqul karimah,” tutup Gus Salam.

Sumber: sindonews.com

 

6 Laskar Wafat, Pakar Hukum:  Ada Upaya Pembunuhan Berencana terhadap Habib Rizieq

SOLO (Jurnalislam.com)- President Association Criminal Law Expert (ACLE) Dr Muhammad Taufik, SH menilai bahwa tindakan pembuntutan aparat kepolisian yang berujung penembakan terhadap laskar FPI, patut diduga sebagai upaya percobaan pembunuhan secara berencana terhadap Habib Rizieq Syihab.

 

“Jika kita simulasikan seandainya dalam tindakan a quo benar-benar terjadi penembakan terhadap diri Habib Rizieq Syihab, sementara saat itu tidak diketahui bahwa mereka adalah aparat Kepolisian, maka apakah pihak Polda Metro Jaya akan melakukan siaran pers yang menyebutkan bahwa giat tersebut adalah dalam rangka penyelidikan?,” katanya dalam rilis yang diterima jurnalislam. Jumat, (11/12/2020).

 

“Ini penting untuk ditelusuri lebih lanjut dalam proses investigasi, khususnya terkait dengan motif dan kemungkinan keterlibatan pihak ketiga (aktor intelektual),” imbuhnya.

 

Menurut Dr Taufik, tindakan pembuntutan adalah bentuk ‘tekanan psikis’ terlebih lagi dilakukan di Jalan Tol. Dengan demikian, katanya, sangat wajar dilakukannya upaya penyelamatan terhadap Habib Rizieq Syihab dan keluarganya oleh para pengawal dari serangkaian tindakan yang mencurigakan.

 

“Disini berlaku ‘keterpaksaan’, sehingga para pengawal tidak dapat berbuat lain selain melakukan upaya penyelamatan terhadap Habib Rizieq Syihab sekeluarga dari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, ia menilai pernyataan Kapolda Metro Jaya yang menyebut akan adanya pengerahan kelompok massa untuk mengawal pemeriksaan Habib Rizieq Syihab di Polda Metro Jaya dan oleh karena itu dilakukan penyelidikan terhadap kebenaran informasi yang diterima tersebut, patut dipertanyakan.

 

“Disini peristiwa dimaksud belum terjadi, dan oleh karenanya tidak pada tempatnya disebut sebagai penyelidikan. Oleh karena itu, tindakan pembuntutan dan penembakan yang mematikan terhadap keenam pengawal tersebut adalah tindakan yang tidak berdasar hukum, dan tidak ada alasan penghapus kesalahan atau pertanggungjawaban pidana,” ungkapnya.

 

“Disisi lain tindakan pembuntutan yang berujung penembakan patut diduga termasuk kejahatan HAM berat (gross vilence of human rights) yang tergolong ‘extra ordinary crime’, selain juga termasuk tindak pidana terorism,” pungkasnya.

Jadi Tersangka, Habib Rizieq Serukan Umat Tetap Tenang

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Imam Besar (IB) Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengimbau kepada umat Islam untuk tidak membuat kerumunan saat dirinya diperiksa di Polda Metro Jaya pada sabtu, (12/12/2020) pagi.

“Kepada seluruh umat Islam saya juga minta tidak membuat kerumunan, jadi jangan sampai menganggu proses hukum ini, sabar, tenang dan ikuti proses hukum ini dengan baik dengan aturan yang ada, dan banyak banyak berdoa dan mudah mudahan berjalan dengan baik,” katanya dalam video yang diunggah Front TV di laman Youtube pada jum’at, (11/12/2020).

Menurut Habib, pihaknya sudah berkomitmen untuk tetap menjaga protokol kesehatan, untuk itu ia mengajak masyarakat untuk banyak berdoa agar Allah memberikan kemanan dan keselamatan kepadanya.

 

“Insyaallah Allah memberikan keamanan, keselamatan, kemenangan dan lain sebagainya, jadi tolong jangan buat kerumunan karena kita sudah buat komitmen, bagaimana untuk tetap menjaga protokol kesehatan,” ujarnya.

 

“Bagaimana kita bersama sama dengan komponen anak bangsa yang ada untuk mengatasi pandemi di kita punya negeri,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut, ia juga berpesan kepada media agar tidak membuat berita yang provokatif yang justru akan menimbulkan konflik diantara komponen anak bangsa.

 

“Untuk itu kepada semua media saya ingatkan janganlah membuat berita berita yang provokatif, yang ada aroma adu domba, berita berita yang membuat gaduh, tidak benar kalau saya lari, saya sembunyi, saya mangkir,” pungkas Habib.

Dugaan Berita Bohong Baku Tembak, Pakar Minta Kapolda Metro Jaya Diperiksa

SOLO (Jurnalislam.com)- President Association Criminal Law Expert (ACLE) Dr Muhammad mengatakan bahwa ditemukan adanya tanda tanda bekas penyiksaan pada sebagian besar tubuh korban sebagaimana disampaikan dalam keterangan pers DPP FPI menjadi petunjuk telah terjadi kejahatan HAM berat dan tindak pidana terorisme.

“Kondisi demikian menjadi salah satu dalil bahwa yang terjadi adalah bukan tembak menembak sebagaimana disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya,” katanya dalam rilis yang diterima Jurnalislam, Jumat (11/12/2020).

Dr Taufik juga mendesak untuk segera dibentuk Tim Investigasi Independen, tanpa melibatkan kekuasaan dan tanpa ada intervensi dari pihak manapun guna mengusut tuntas kasus pembuntutan dan penembakan tersebut. Untuk kemudian diselenggarakan proses peradilan HAM menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Tim Investigasi Independen harus meminta penjelasan secara utuh terhadap pernyataan Kapolda Metro Jaya yang menyebutkan pada intinya bahwa tindakan pembuntutan yang berujung penembakan itu sebagai bagian dari kegiatan penyelidikan,” katanya.

“Hal ini penting dilakukan guna memastikan apakah pernyataan a quo tergolong perbuatan “menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong” dan atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 14 Ayat (1) dan Ayat (2) dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana,” imbuhnya.

Ia melanjutkan bahwa tindakan pembuntutan dan penembakan sangat terkait dengan proses hukum protokol kesehatan (PSBB) terhadap Habib Rizieq Syihab dkk. Oleh karena itu, proses penyidikan a quo harus ditangguhkan.

“Dimaksudkan agar proses investigasi yang dilakukan dan peradilan HAM berjalan tanpa ada konflik kepentingan dan terjaminnya independensi dari berbagai intervensi,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurutnya Habib Rizieq Syihab beserta keluarga dan semua orang yang mendampinginya adalah sebagai korban dan sekaligus sebagai saksi.

“Dengan demikian harus diterapkan penjaminan atas perlindungan saksi dan korban sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban,” tandasnya.

Habib Rizieq Datangi Polda Sabtu Ini

JAKARTA (jurnalislam.com)- Imam Besar (IB) Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab akan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya pada Sabtu, (12/12/2020) pagi.

“Untuk seluruh anak bangsa insyaallah besuk hari sabtu tanggal 12 Desember 2020 di pagi hari saya bersama para pengacara akan datang ke Polda Metro Jaya, insyaallah,” katanya dalam video yang diunggah di laman Youtube Front TV pada Jum’at, (11/12/20202) malam.

“Jadi saya mau menunjukan bahwa kita punya komitmen, untuk menjadi warga negara yang baik, untuk patuh hukum, untuk ikut melaksanakan dari pada prosedur hukum yang ada,” imbuhnya.

Selanjutnya, Habib meminta Polda Metro Jaya untuk tidak mengerahkan pasukan secara berlebihan agar tidak menjadi perhatian masyarakat yang akhirnya menimbulkan kerumunan di Polda Metro Jaya.

“Untuk itu saya meminta kepada Polda Metro Jaya, tidak perlu untuk mengerahkan kekuatan secara berlebihan, bahkan menurut saya tidak perlu ada penjemputan, tidak perlu ada pengerahan pasukan, itu hanya akan mengeluarkan biaya yang banyak, kemudian ditambah lagi menguras tenaga, dan yang paling berbahaya adalah mengundang perhatian masyarakat sehingga nanti terjadi kerumunan,” ungkapnya.

Menurut Habib, apabila nanti terjadi kerumunan maka dikhawatirkan akan ada pihak ketiga sebagai provokator, membuat kegaduhan dan bisa merugikan semua pihak.

“Jadi tidak perlu khawatir, tidak perlu ada pengerahan pasukan, insyaallah besuk hari sabtu pagi 12 Desember 2020 saya akan diantar para pengacara saya untuk memenuhi panggilan atau memenuhi panggilan, rencana pemeriksaan yang dilakukan Polda Metro Jaya sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Laznas BMH Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

JATIM(Jurnalislam.com)–Dampak letusan sekunder tumpukan material vulkanis awan panas Semeru membuat kepanikan warga. Petugas langsung mengarahkan warga ke jalur pengungsian dan evakuasi, Ahad Sore (6/12/20).
Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) perwakilan Jawa Timur kembali adakan aksi lanjutan untuk membantu para pengungsi akibat erupsi gunung semeru (06/12/20) dengan menyerahkan bantuan logistik, sembako dan perlengkapan tidur di dua titik pos pengungsian warga.
Lokasi pengungsian tersebut di Desa Sapiturang Kec. Pronojiwo dan di Dusun Kajarkuning Desa Sumberwuluh Kec. Candipuro Kab. Lumajang.
“Ada sekitar 350 penerima manfaat dari bantuan yang diberikan oleh BMH, selain itu Laznas BMH juga memberikan Trauma Healing dan Motivasi untuk para warga pengungsi,” ucap Imam Muslim selaku Kepala Divisi Progam Laznas BMH perwakilan Jatim.
Saat ini bantuan yang sudah didistribusikan berupa paket sembako beras, minyak goreng & beberapa alat kebutuhan mendesak seperti selimut dan lain sebagainya.
Salah satu warga penerima bantuan yang mengungsi bapak Irul (40) merasa bersyukur masih bisa selamat bersama keluarganya.
“Meski berat dengan adanya bencana erupsi ini, tapi Alhamdulillah, masih bisa menyelamatkan diri bersama keluarga dan saat ini kami berada di camp pengungsian. terimakasih BMH atas bantuannya,” syukur bapak Irul.
Sementara Posko Gabungan BMH berada diradius aman dari lokasi erupsi tepat di Perum Biting  Blok A6 No. 8 Kel. Kutorenon Kec. Sukodono Kab. Lumajang.
“Bagi pengungsi yang sedang mengalami keadaan gawat darurat bisa datang ke posko gabungan BMH, karena kami juga memberikan layanan ambulan gratis,” tutup Imam Muslim.

Ribuan Muslim Iringi Pemakaman Dr. Muinudinillah Bashri

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Ribuan Umat Islam Solo Raya lepas kepergian untuk selamanya Ulama Kharismatik Solo yang juga Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta, Ustaz DR. Mu’inudillah Basri, MA, Rabu (9/12/2020).
Kuranglebih pukul 07.00 iring-iringan ambulance dan mobil keluarga disambut pekik takbir oleh ribuan umat Islam Solo Raya yang sudah menunggu sejak dari Subuh di Masjid ISKA, Mayang, Kecamatan Gatak Sukoharjo, Jawa Tengah.
Sebelum Sholat Jenazah dilaksanakan, Ustaz Syihabbudin Abdul Muis, selaku perwakilan dari Keluarga dari Almarhum Ustaz Mu’in panggilan akrab DR. Mu’inudillah Basri, MA menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam prosesi pemakaman jenazah.
“Saya selaku perwakilan dari keluarga besar DR. Mu’inudillah Basri  mengucapkan Jazzakumulloh khoir atas bantuan dalam prosesi pemakaman beliau”
“Dan tak lupa kami mintakan mohon ma’af atas hak-hak yang belum sempat beliau tunaikan, dan apabila ada tanggungan hutang atau yang lain bisa menghubungi pihak keluarga” ucap Ketua Yayasan Pendidikan Isykarima tersebut.
Selain itu Ustaz Syihab juga berpesan kepada para pentakziyah untuk bisa melanjutkan perjuangan beliau.
Setelah sambutan dari Ustaz Syihabuddin acara selanjutnya adalah sholat jenazah yang imami oleh putra dari DR. Mu’inudillah Basri,MA yaitu Ustaz Tholhah.
Sebelum Jenazah dikebumikan dipemakaman Muslim Ar Rohmah di Desa Blimbing Sukoharjo, diadakan do’a bersama yang dipimpin oleh Syeich Ramadhan dari Mesir

FPI: Jenazah Banyak Luka dan Ditembak Mengarah Jantung Setiap Laskar

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Ketua Front Pembela Islam (FPI) KH Ahmad Shabri Lubis menerangkan terkait kondisi enam jenazah laskar FPI yang tewas ditembak oleh aparat kepolisian pada senin, (7/12/2020).

 

Menurutnya, ada lebih dari satu lubang bekas tembakan pada setiap jenazah yang tewas, dan seluruh tembakan mengarah pada jantung korban.

 

“Bahwa pada seluruh jenazah syuhada terdapat lebih dari 1 lubang peluru. Bahwa tembakan terhadap para syuhada tersebut memiliki kesamaan sasaran, yaitu semua tembakan mengarah ke jantung para syuhada,” katanya dalam keterangan yang diterima jurnalislam pada rabu, (9/12/2020).

 

KH Shabri mengatakan, dilihat dari bekas tembakan, menurut pendapat ahli yang hadir dalam pemandian jenazah, bahwa para syuhada ditembak dari jarak dekat.

 

“Bahwa menurut ahli yang hadir dalam pemandian jenazah, tembakan kearah jantung para syuhada tersebut ada yang dilakukan dari depan, bagian dada dan ada yang dilakukan dari belakang,” ungkapnya.

 

Selain itu, ia menyebut ada banyak luka tanda penyiksaan pada para korban yang tewas.

 

“Bahwa pada tubuh sebagian besar para syuhada, terdapat tanda tanda bekas penyiksaan,” pungkasnya.

Kenangan Membekas Ustaz Budi Ashari: Dr. Muin Berpesan Jaga Kesederhanaan!

SUKOHARJO(Jurnalislam.com) – Kabar duka meninggalnya DR. Mu’inudillah Basri, MA Selasa, kemarin (8/1272020), selain meninggalkan duka mendalam baik dari pihak keluarga dan Umat Islam Solo Raya, juga meninggalkan sejuta kenangan bagi Ustaz Budi Ashari, yang juga berkenan hadir memberikan penghormatan terakhir kepada Allohu Yarham Ustaz Mu’in.

Didepan awak media Budi Ashari mengungkapkan duka yang mendalam atas meninggalnya Mudir PPTQ Ibnu Abbas Klaten Jawa Tengah tersebut, Rabu (9/12/2020).

“Pada hari ini telah dimakamkan guru kita semua, orang sholeh, akan tetapi ketika orang sholeh dimakamkan tidak boleh kesholehan dimakamkan, ketika mujahid dimakamkan jihad tidak boleh dimakamkan, kita harus melanjutkan,”kenang ustaz Budi Ashari.

 

Menurut ustaz Budi, semua umat kehilangan beliau, terlebih khusus bagi ustaz Budi Ashari, yang mmenjadi murid Dr. Muin dalam waktu yang sangat panjang.

“Cuma ada satu pesan yang begitu mendalam yang beliau pesankan kepada waktu berkunjung ke Kutab Al Fatih, salah satunya adalah jaga kesederhanaan,” kata dia.

“jaga kesederhanaan karena kita sedang mendidik generasi, dan beliau adalah orang yang sepanjang hidupnya untuk mendidik generasi.Karena Ruh dari mendidik sebuah generasi adalah kesederhanaan. Semoga Alloh mengumpulkan beliau dengan para Anbiya, Sholihin dan Sidiqin, dan kita semua bisa melanjutkan perjuangan beliau,” pungkasnya.