India Turunkan Militer Hadapi Tsunami Covid

NEW DELHI (Jurnalislam.com)– India mengerahkan personel militernya untuk ikut menangani kenaikan kasus Covid-19, Senin (26/4). Bantuan medis dari negara lain mulai mengalir, sementara angka kematian nyaris menyentuh 200 ribu orang, Selasa (27/4).

“Selama tujuh hari, sebagian besar dari kami belum tidur,” kata Dr K Preetham, manajer rumah sakit di Indian Spinal Injuries Centre.

Ia mengatakan, kelangkaan oksigen amat mengkhawatirkan. “Karena langka, kami dipaksa memasang tabung oksigen untuk dua pasien.”

Panglima militer India Jenderal Bipin Rawat bertemu Perdana Menteri Narendra Modi. Oksigen cadangan militer akan dikirimkan ke rumah sakit. Sedangkan pensiunan tenaga medis militer akan bergabung dengan tenaga kesehatan India. Saat diperlukan, infrastruktur medis milik militer akan dibuka untuk umum.

di langit dan bumi, semua dikerahkan untuk mengatasi tantangan dari gelombang Covid-19,” cicit Menteri Kesehatan India Harsh Vardhan di Twitter.

Sumber: republika.co.id

 

Ada Kasus Covid, Masjid di Singapura Ditutup

SINGAPURA(Jurnalislam.com) — Masjid Petempatan Melayu Sembawang  ditutup selama dua hari sejak Selasa (27/4). Penutupan dilakukan untuk proses sterilisasi dan desinfeksi setelah didapati adanya kasus Covid-19 di masjid itu.

Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) mengumumkan penutupan masjid untuk sementara waktu melalui laman Facebooknya. MUIS mendapat informasi dari  Kementerian Kesehatan (MOH) tentang seorang jamaah yang datang ke masjid tersebut. Jamaah itu ternyata dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Orang itu datang ke masjid pukull 1.55 dan 2.22 pada hari itu.

“Karenanya, Masjid Petempatan Melayu Sembawang ditutup hari ini dan besok (Rabu) untuk pembersihan dan desinfeksi. Semua pemesanan untuk shalat berjamaah akan dibatalkan secara otomatis, termasuk pemesanan untuk shalat tarawih,” kata MUIS seperti dilansir the Straits Times pada Rabu (28/4).

MUIS pun berupaya membantu otoritas kesehatan dalam melakukan trackingkontak orang yang terinfeksi. Warga yang diidentifikasi memiliki kemungkinan kontak dekat dengan kasus Covid-19 akan dihubungi untuk tindak lanjut yang diperlukan.

“Ini juga merupakan pengingat tepat waktu tentang pentingnya tindakan manajemen yang aman di masjid, serta penggunaan TraceTogether untuk memungkinkan pelacakan kontak yang lebih cepat dan mengurangi penyebaran Covid-19. Mari kita terus melakukan bagian kita untuk membantu menjaga keamanan masjid kita,” katanya.

sumber: republika.co.id

Menkes Sebut Mutasi Virus India Sudah Masuk di Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan varian baru covid-19 yang diperkirakan menjadi pemicu lonjakan kasus di India sudah masuk ke Indonesia.

“Mengenai penyebab pertama bahwa mutasi virus baru meningkatkan kasus di India, virus itu sudah masuk juga di Indonesia. Ada 10 orang yang sudah terkena virus tersebut,” ujar Budi dalam konferensi pers daring, Senin 26 April 2021.

Ada dua jenis mutasi baru yang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di India, yakni B117 dan B.1617. Namun, Budi tidak merinci jenis mana yang menginfeksi 10 orang ini.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan mutasi yang dimaksud ialah varian B117. “Ini bapak (Menkes Budi) cerita B117 yang kemarin ditemukan,” ujar Nadia saat dikonfirmasi.

Dari 10 orang tersebut, lanjut Budi, enam di antaranya merupakan imported case atau masuk dari luar negeri dan empat sisanya adalah transmisi lokal. “Dua kasus di Sumatera, satu di Jawa Barat, dan satu di Kalimantan Selatan,” ujar Menkes Budi.

Untuk itu, ia meminta pemerintah daerah di provinsi di Sumatera, Jawa Barat dan Kalimantan lebih berhati-hati mengontrol masuknya varian baru Covid-19 dari India demi mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Sumber: tempo.co

 

 

MUI Berencana Lakukan Standardisasi Dai

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan melakukan standardisasi untuk seluruh dai di Indonesia guna memberikan standardisasi dakwah.

 

Hal ini diungkapkan Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan dalam webinar terkait Urgensi Standardisasi dai untuk penguatan Dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin pada Selasa,(27/4/2021).

Menurutnya, ada dua urgensi untuk penguatan standardisasi dakwah yakni yang bersifat subtantif dan metodologi. Untuk yang bersifat subtantif meliputi pengusaan para dai terhadap materi dakwah akidah, ibadah, akhlah, muamalah yang akan disampaikan semua pihak.

 

Lalu metodologi meliputi cara-cara menyampaikan dakwah secara proposional.

 

“Problem dakwah yang kita hadapi, saat ini tidak sekompleks yang dihadapi Rasulullah. Karena dimasa Rasulullah itu teknologi tidak seperti sekarang. Problem yang menyangkut soal bagaimana mampu menguasai metodologi itu sama pentingnya penguasaan dengan subtansi,” tutur Amirsyah.

Turut hadir Direktur Penais Kemenag, Djunaedi yang menyambut baik program standardisasi kompetensi MUI tersebut. “Standarisasi dakwah ini penting karena masih ada penceramah yang belum memiliki kompetensi. Masih ada isi dakwah mengandung ujaran kebencian dan konflik atas nama agama. Oleh karena itu penting standardisasi dakwah Kemenag mendukung standardisasi kompetensi MUI,” ujar Djunaedi.

Sementara itu, Ketua MUI Cholil Nafis turut memberikan komentar dimana para dai wajib memiliki berbagai kualifikasi seperti kualitas kalbu, sosial, lisan, keilmuan, fisik dan ekonomi.

 

“Diharapkan semuanya bersertifikat, tapi bukannya yang tidak bersertifikat tidak boleh berdakwah namun MUI tidak bertanggung jawab. Semoga kerja sama untuk menjaga Islam akan lebih baik,”sahut Cholil.

Sumber: sindonews.com

HRW: Israel Terapkan Kejahatan Kemanusiaan Apartheid terhadap Warga Palestina

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com)–Organisasi hak asasi manusia internasional, Human Rights Watch (HRW), yang berbasis di New York pada Selasa (27/4) merilis laporan setebal 213 halaman yang berisikan tindakan dan kebijakan Israel merupakan praktik apartheid sebagaimana didefinisikan dalam hukum internasional.

Dalam laporannya, HRW juga menyebutkan, penyitaan tanah milik Palestina untuk pemukiman Yahudi merupakan contoh kebijakan kejahatan apartheid dan tindakan penganiayaan.

“Di seluruh Israel dan (wilayah Palestina), otoritas Israel berniat mempertahankan dominasi atas Palestina dengan melakukan kontrol atas tanah dan demografi untuk kepentingan orang Israel Yahudi,” kata laporan itu.

“Atas dasar ini, laporan HRW menyimpulkan bahwa para pejabat Israel telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa kebijakan apartheid dan penganiayaan,” sebagaimana didefinisikan dalam Konvensi Apartheid 1973 dan Statuta Roma 1998.

Sumber: republika.co.id

Kuasa Hukum Sebut Penangkapan Munarman Tak Berdasar

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Anggota Tim Advokasi dan Aktivis (Taktis) Hariadi Nasution mengatakan, berdasarkan pasal 54, 55, dan 56 KUHP seharusnya Munarman bisa langsung mendapatkan bantuan hukum.

Alih-alih mendapatkannya, tim kuasa hukum, kata dia, hingga kini masih sulit menemui Munarman.

“Terlebih ancaman pidana terhadap klien kami lebih dari 5 tahun. Sehingga, klien kami wajib mendapat bantuan hukum,” ujar dia dalam keterangannya, Rabu (28/4).

Tak sampai di sana, tuduhan terkait terorisme pada Munarman juga disebut tak mendasar. Itu mengingat Munarman dan FPI disebutnya jelas telah mengatakan tindakan ISIS tidak sesuai keyakinan mereka.

Bahkan, Munarman disebut Hariadi dalam berbagai kesempatan telah mengajak masyarakat untuk menghindari ajakan atau situs-situs terkait. Khususnya, yang mengarahkan pada tindakan ekstremisme.

“Terkait temuan di gedung eks DPP FPI oleh kepolisian adalah detergen dan pembersih toilet untuk kerja bakti masjid dan mushala,” kata dia menambahkan.

Sementara, temuan di kediaman Munarman, menurut dia, hanya buku-buku intelektual koleksi pribadi. Dengan alasan itu, menurut Heriadi, setiap proses penegakan hukum terhadap Munarman harus menjunjung tinggi HAM dan asas hukum.

Sumber: republika.co.id

Sinergi Foundation Buka Pesantren Ramadhan untuk Yatim Dhuafa Penghafal Al Quran

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Di bulan suci, Sinergi Foundation menyalurkan dana kebaikan masyarakat dengan menyantuni anak-anak penghafal Al Quran agar mendapat fasilitas pendidikan yang baik. Caranya, dengan membukan Pesantren Ramadhan selama 2 minggu.

“Para hafidz ini adalah dhuafa, dan sebagiannya yatim. Kami memanfaatkan momen Ramadhan ini untuk menyantuni mereka,” tutur Asep Irawan, CEO Sinergi Foundation.

Para santri Pesantren Ramadhan ini sedang dalam proses menjaga hafalan. Misalnya seorang santri bernama Salman, sudah berhasil menghafal 30 juz, dan kini masih terus murajaah. Sementara sang adik, Hanafi, kini sudah hafal 11 juz.

Ia menuturkan, Salman dan Hanafi adalah yatim karena sang ayah sudah tiada. “Kendati demikian, kita semua berharap, semoga keduanya bisa memberikan mahkota terbaik di syurga, baik untuk ayah mau ibu mereka,” kata Asep.

Untuk lokasi Pesantren Ramadhan, salah satu wakif Sinergi Foundation mewakafkan rumahnya agar dipakai ‘mondok’ para santri ini untuk belajar Al Quran. Rumah tersebut luas dan asri, sehingga para santri bisa bebas mengkaji ilmu dengan nyaman.

“Pastinya selama mondok, mereka tetap harus mengurus diri secara mandiri dan tertib. Mulai dari membereskan rumah, menyiapkan sahur & berbuka, hingga shalat berjamaah setiap waktu,” kata Asep.

Oleh tim Sinergi Foundation, selama mondok para santri juga akan menerima training character building, kepemimpinan, dan motivasi lainnya.

“Semoga materi ini akan bermanfaat untuk kehidupan para santri ini nantinya dalam berdakwah di tengah umat,” tutur Asep.

 

MUI-DMI Apresiasi Inisiatif Patungan Beli Kapal Selam

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengapresiasi masjid jogokariyan di Yogyakarta yang menggalang donasi untuk membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala 402 yang tenggelam. Penggalangan donasi tersebut diumumkan lewat unggahan di akun Instagram @Masjidjogikariyan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI, Buya Amirsyah Tambunan mengapresiasi inisiatif dan prakarsa yang dilakukan masjid Jogokariyan. Namun yang dilakukan masjid Jogokariyan harus dilakukan dengan cara yang lebih rapi dan tertib sehingga menggugah para donatur untuk menyalurkan bantuannya.

“Hal semacam ini dapat dilakukan bersama Dewan Masjid se-Indonesia. Namun demikian, karena dalam kondisi pandemi Covid-19, kita harus memprioritaskan pemulihan ekonomi nasional melalui pemberdayaan ekonomi melalui komunitas masjid,” kata Buya Amirsyah kepada Republika, Selasa (27/4).

Mengenai bagaimana seharusnya pemerintah merespon niat baik masjid Jogokariyan yang menggalang dana untuk membeli kapal selam, Buya Amirsyah berpendapat, sebaiknya pemerintah menggunakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas alat utama sistem senjata tentara nasional Indonesia (Alutsista).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DMI, Ustaz Imam Addaruqutni mengapresiasi penggalangan dana tersebut. “Yang dilakukan (anak-anak remaja masjid Jogokariyan) betul-betul memiliki nilai moral yang perlu juga kita apresiasi,” kata Ustaz Imam kepada Republika, Selasa (27/4).

Ia menerangkan, gagasan menggalang donasi untuk membeli kapal selam ini datang dari anak-anak remaja yang berada dalam bimbingan masjid Jogokaryan. Menurutnya, negara harus melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang positif dan memiliki nilai moral yang perlu diapresiasi. Artinya anak-anak di negeri ini memiliki keprihatinan tinggi terhadap yang terjadi di negeri ini.

“Kita memiliki generasi muda yang sangat peduli dengan apa yang terjadi di negara ini, ini satu pelajaran baik, ini bentuk ekspresi kepedulian dari anak-anak masjid, ekspresi kepeduliannya itu jauh lebih mahal,” ujarnya.

Menurut Ustaz Imam, mungkin tenggelamnya kapal selam di negeri ini seharusnya dinyatakan sebagai musibah nasional. “Saya kira kita juga perlu menyatakan bela sungkawa nasional yang dalam, karena ini menyangkut negara, pemerintah atas nama negara perlu menyatakan itu,” jelasnya.

Sumber: republika.co.id

Aktivis FPI Munarman Ditangkap Polisi

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Munarman dikabarkan ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

 

Mantan Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) itu ditangkap di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/4/2021) sore.

Ketika dikonfirmasi kabar ini, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono membenarkan. “Iya,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, Kapolsek Tanah Abang, Kompol Singgih Herman juga membenarkan informasi itu. Saat ini polisi sedang melakukan penggeledahan di Petamburan. “Iya benar, sekarang lagi penggeledahan,” katanya.

 

Sumber: sindonews.com

Polri Akui Tersangka Pembunuh Laskar FPI Masih Aktif Bertugas

 JAKARTA(Jurnalislam.com) – Bareskrim Polri tetap tidak melakukan penahanan terhadap tersangka kasus unlawful killing atau tindakan pembunuhan di luar hukum terhadap Laskar Front Pembela Islam (FPI). Polisi beralasan kedua tersangka yang berinisial F dan Y bersikap kooperatif dan tidak dikhawatirkan melarikan diri.

“Alasannya yang bersangkutan kooperatif, yang bersangkutan tidak dikhawatirkan melarikan diri dan tidak dikhawatirkan untuk menghilangkan barang bukti,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/4)

Tidak hanya itu, kata Ramadhan, kedua tersangka pelanggar hak asasi manusia (HAM) itu masih aktif sebagai anggota polisi dan masih hadir di tempat dia bertugas, yaitu di Polda Metro Jaya. Namun, kedua tersangka tersebut tidak bertugas, meski setiap harinya hadir di Polda Metro Jaya.

“Masih aktif dan hadir di Polda Metro Jaya. Kewajibannya di Polda Metro Jaya tetap hadir, tidak dinonaktifkan juga,” kata Ramadhan.

Sementara untuk satu tersangka lagi berinisial EPZ yang telah meninggal dunia, kata Ramadhan, penyidikannya diberhentikan. Menurutnya, hal itu sesuai dengan keputusan pemberhentian ini berdasarkan Pasal 109 KUHAP. Namun, ia memastikan penyidik untuk dapat menuntaskan kasus KM 50 ini secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“EPZ meninggal dunia sehingga berdasarkan Pasal 109 Ayat 2 KUHAP, maka penyidikan terhadap yang bersangkutan dihentikan. Sehingga, berkas pekara tersebut mengajukan dua tersangka,” kata Ramadhan menegaskan.