Kasus Covid Melonjak Pasca Lebaran

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Adanya kenaikan tren penambahan kasus Covid-19 pasca-Lebaran nyata adanya. Dari grafik kasus harian yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19, penambahan kasus harian menanjak cukup tajam dalam dua pekan setelah Lebaran ini. Peningkatan pun masih berpeluang untuk berlanjut hingga beberapa pekan ke depan.

Pada Selasa (1/6), tercatat ada penambahan 4.824 kasus positif. Angka ini memang turun dibanding penambahan kasus dalam sepekan terakhir yang konsisten di angka 5.000 sampai 6.000-an orang per hari. Namun, perlu dicatat bahwa penurunan kasus ini sejalan dengan penurunan kapasitas testing yang memang selalu terjadi di akhir pekan.

Jumlah kasus aktif juga konsisten naik. Kasus aktif Covid-19 kembali tembus angka 100.000 orang pada Ahad (30/5) lalu. Padahal jumlah kasus aktif sempat turun ke 80.000-an kasus pada pertengahan Mei.

Indonesia hanya bisa mempertahankan penurunan jumlah kasus aktif di bawah 100 ribu orang tidak sampai satu bulan, setelah pertama kali turun ke di bawah batas tersebut pada 4 Mei lalu.

Penambahan kasus positif harian juga terjadi cukup signifikan. Rata-rata kasus positif harian pada pekan ini (24-30 Mei) sebanyak 5.831 kasus per hari. Angka ini jauh di atas rata-rata kasus harian pada pekan sebelumnya (17-24 Mei) sebanyak 5.057 kasus per hari. Pada periode Lebaran (10-16 Mei, kasus harian bahkan sempat turun ke 3.723 kasus per hari.

Angka kematian akibat Covid-19 juga terus bertambah. Pada Selasa (1/6) dilaporkan ada 145 pasien yang meninggal dengan status positif Covid-19. Sehingga jumlah keseluruhan kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 50.723 orang.

Kabar baiknya, kasus sembuh juga terus bertambah. Pada Selasa (1/6) dilaporkan ada 5.360 pasien yang sembuh dari Covid-19. Sehingga, total pasien sembuh mencapai 1.674.479 orang.

Dari penambahan kasus kemarin, Jawa Barat kembali menyumbang angka tertinggi yakni 892 kasus. Posisi kedua ditempati Jawa Tengah dengan 851 kasus. Menyusul kemudian ada DKI Jakarta dengan 519 kasus, Riau dengan 452 kasus, dan Kepulauan Riau (Kepri) dengan 227 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menyebutkan, bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dalam dua pekan terakhir terjadi peningkatan kasus aktif yang disebabkan oleh kembalinya masyarakat berkegiatan setelah libur Idul Fitri 1442 Hijriah. Per 31 Mei 2021 kasus aktif di Jakarta sebanyak 10.658, bertambah 3.365 dari dua minggu sebelumnya. Lonjakan kasus tahun ini sedikit lebih baik daripada tahun lalu yang mencapai 30 ribuan kasus.

Wapres Ajak Umat Hadapi Berbagai Persoalan dengan Solusi Al Qur’an

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Saat ini dunia sudah semakin maju terutama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi. Namun dalam kehidupan sehari-hari, masih kerap ditemukan persoalan-persoalan kemanusiaan yang cukup serius seperti pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), kemiskinan, kekerasan, wabah penyakit, bencana alam, dan kerusakan lingkungan hidup. Sebagai sumber ajaran yang utama, sudah seharusnya Al-Qur’an dijadikan sebagai pedoman umat Islam dalam menghadapi berbagai permasalahan tersebut.

“Umat Islam wajib merujuk Al-Qur’an sebagai pedoman hidup serta menjadi inspirasi, rujukan, dan arah dalam merespon perubahan zaman dan perkembangan masyarakat yang sangat dinamis serta dalam melakukan inovasi-inovasi untuk menjawab persoalan-persoalan kontemporer yang dihadapi oleh umat manusia,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin pada acara Seminar Internasional tentang Al-Qur’an dalam rangka Milad ke-50 Tahun Institut Perguruan Tinggi ilmu Al Qur’an (PTIQ) Jakarta melalui konferensi video di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Selasa (1/6/2021).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, khususnya di Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, dengan adanya legitimasi dan spirit Al-Qur’an harus semakin kuat berupaya dalam menghadapi permasalahan kemanusiaan tersebut.

“Demikian pula bagi Indonesia, kita semua harus bahu-membahu melakukan upaya-upaya untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut di atas. Wabil khusus bagi umat Islam Indonesia, upaya-upaya ini diharapkan semakin kuat dengan adanya legitimasi dan spirit Al-Qur’an, yang notabene dan semestinya menjadi pedoman hidup bagi mayoritas bangsa Indonesia,” urai Wapres.

Pada seminar yang berjudul “Al-Qur’an dan Masalah-masalah Kemanusiaan Kontemporer” tersebut, Wapres memaparkan beberapa permasalahan yang dihadapi saat ini. Ia menjelaskan bahwa seluruh persoalan yang dihadapi telah ada pedoman dan solusinya di dalam Al-Qur’an. Sebagai contoh, di bidang kesehatan dimana Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa akan muncul wabah penyakit yang menimpa suatu kaum yang apabila ditarik pada konteks saat ini adalah pandemi Covid-19. Dalam Al-Qur’an disebutkan, walaupun kesembuhan datangnya dari Allah, namun manusia tetap diwajibkan untuk berusaha.

“Al-Qur’an telah menginformasikan munculnya wabah penyakit yang menimpa kaum terdahulu, dan menyatakan bahwa wabah itu merupakan musibah atau ujian dari Allah untuk umat manusia. Tetapi manusia juga harus berusaha untuk menghindarinya melalui pembatasan pergerakan manusia seperti kebijakan lockdown, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan pengambilan jarak fisik (physical distancing),” tutur Wapres.

“Al-Qur’an menjelaskan pula, walaupun pada hakekatnya yang menyembuhkan penyakit itu Allah, tetapi manusia juga diharuskan untuk melakukan ikhtiar penyembuhan baik melalui doa maupun pengobatan,” tambahnya.

Di sisi bencana atau kerusakan alam, tambah Wapres, Al-Qur’an telah memberi pedoman tentang bagaimana manusia berinteraksi dengan alam.

“Manusia diperintahkan untuk lebih aktif melakukan berbagai upaya dan ikhtiar agar aktivitas eksploitasi alam yang menyebabkan kerusakan lingkungan dapat dicegah dan segera dihentikan sehingga alam ini bisa dinikmati secara berkelanjutan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” ungkap Wapres.

Pada kesempatan tersebut Wapres berpesan agar seluruh elemen masyarakat dan lembaga terkait termasuk lembaga pendidikan dapat bekerjasama dan berpartisipasi aktif sesuai kapasitasnya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan kemanusiaan kontemporer yang dihadapi.

“Oleh karena itu segenap pejabat publik dan seluruh elemen masyarakat harus turut berkontribusi sesuai kapasitasnya, baik sebagai individu, komunitas, lembaga legislatif, yudikatif, penegak hukum, pelaku usaha maupun kalangan akademisi dan pendidikan”, pesannya.

Menutup sambutan kuncinya, Wapres pun berharap agar PTIQ dan kalangan Pendidikan lainnya dapat terus berkontribusi dalam menjaga dan meningkatkan kesejahteraan, harkat serta martabat manusia dan kemanusiaan khususnya di tanah air tercinta.

“Semoga dapat memperkuat dorongan dan memberikan semangat bagi PTIQ dan kalangan pendidikan lainnya untuk terus berkontribusi dalam upaya bersama kita menjaga dan meningkatkan kesejahteraan, harkat serta martabat manusia dan kemanusiaan khususnya di tanah air tercinta,” harap Wapres.

 

Kemenag Kaji Pembatalan Haji Tahun Ini

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah Indonesia hingga saat ini masih menunggu kepastian pelaksanaan ibadah haji 2021dari Kerajaan Saudi. Segala pilihan telah dipikirkan, termasuk apakah melakukan pembatalan seperti tahun lalu atau tetap memberangkatkan jamaah haji.

“Pembatalan atau memberangkatkan jamaah haji tentu harus dikaji sedemikian rupa dengan instansi dan lembaga terkait, khususnya mitra kerja Kemenag, Komisi VIII DPR RI,” kata Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Khoirizi, Selasa (1/6).

Ia menyebut hal ini pula yang dibahas oleh kedua pihak saat rapat Rapat Kerja bersama, Senin (31/5) kemarin. Hasil rapat ini akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo oleh Menteri Agama.

Selanjutnya, Kementerian Agama akan menunggu arahan selanjutnya, apakah jamaah Indonesia diberangkatkan atau tidak. Khoirizi mengakui, segala pilihan yang ditetapkan tentu ada dampaknya yang harus diantisipasi.

“Apapun hasilnya, nanti akan kita sosialisasi dengan menggandeng seluruh stakeholder kita di tengah masyarakat, khususnya jajaran Kementeriaan Agama yang ada di provinsi, Kabupaten/Kota bahkan kecamatan,” lanjutnya.

Ia juga menyebut sejauh ini segala persiapan sudah dilakukan, termasuk menyiapkan layanan bagi jamaah saat berada di Saudi. Namun, kerja sama ini masih sebatas persiapan awal.

Terlebih untuk persiapan penerbangan dan layanan konsumsi, akomodasi/ hotel dan trasportasi darat di Arab Saudi, Khoirizi menyebut belum satupun dilakukan kontrak, apa lagi sampai tahap pembayaran.

“Kami terus melakukan mitigasi sampai ada kepastian apakah Indonesia mengirim jamaah atau tidak pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2021 ini dengan mempertimbangkan segala aspek dan perkembangan virus Covid-19,” kata dia.

Situasi dan kondisi terkini akan terus dipantau dengan tujuan memperhitungkan kesehatan, keselamatan dan keamanan jamaah. Ia menyebut jangan sampai karena keputusan yang tidak tepat, berujung mengorbankan jamaah akibat terjadinya klaster baru Covid-19 yang tidak diinginkan.

Sumber: ihram.co.id

DPR Ingatkan Kemungkinan Tahun Ini Tak Ada Haji Lagi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah Indonesia terus melakukan persiapan dan mitigasi penyelenggaraan ibadah haji 1442 H / 2021 M. Termasuk menyiapkan skenario bila terjadi pembatasan kuota jumlah jemaah haji, mulai dari pembatasan 50%, 30%, 25%, 20%, hingga 5% (dari kuota normal) serta penerapan protokol kesehatan.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian apakah penyelenggaraan haji tahun 1442H/2021M akan dilaksanakan seperti halnya tahun 2020 lalu yakni hanya bagi jemaah dalam negerinya atau akan pula mengundang jemaah haji dari luar Arab saudi.

Karenanya, DPR menilai, bila tahun ini pemberangkatan jemaah haji terpaksa harus kembali batal seperti tahun lalu, bukan menjadi kesalahan pemerintah Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto saat memimpin Rapat Kerja bersama dengan Menteri Agama.

“Sepertinya jemaah haji belum tentu berangkat di tahun ini. Saya kira bila ini terjadi (pembatalan pemberangkatan) ini kesalahannya bukan di Indonesia, jika Saudi menutup akses bagi jemaah haji di luar 11 negara,” kata Yandri di Gedung Parlemen, Senin (31/5/2021)

“Jadi saya tegaskan kembali dari sisi persiapan, komisi VIII dan Kemenag sudah sangat siap untuk memberangkatkan calon jemaah haji kita. Baik dari sisi anggaran atau semua aspek yang dibutuhkan itu sudah sangat siap. Tapi sekali lagi, yang memiliki kebijakan untuk menentukan boleh atau tidak berangkat adalah Saudi Arabia,” ujar Yandri.

DPR menurut Yandri selama ini telah memantau usaha maksimal dari Menteri Agama  beserta jajaran termasuk menteri luar negeri. “Pemerintah Indonesia secara maksimal untuk mempersiapkan pelaksanaan haji tahun ini. Mitigasinya  luar biasa, dari segala persiapan secara teknis, kami sudah melihat kesungguhan dari Kementerian Agama,” tutur Yandri.

Yandri pun menuturkan, DPR memberikan kesempatan kepada Menteri Agama untuk berkomunikasi dengan Presiden Jokowi agar pemerintah Indonesia dapat segera menentukan sikap terkait penyelenggaran ibadah haji ini.

Menyangkut Nyawa, Ulama Minta Kolaborasi Semua Pihak Lawan Covid

JAMBI(Jurnalislam.com)– Peran MUI dalam penanggulangan Covid-19 terus dilakukan. Selama dua tahun terakhir, MUI terlibat aktif menanggulangi penyebaran virus Corona bersama komponen bangsa melalui berbagai program, baik langsung maupun tidak.

Ketua Umum MUI Jambi, Prof Dr KH. Hadri Hassan MA, menyampaikan terima kasih karena telah mendapat kesempatan pertama penyelengaraan sosialisasi penanggulangan covid-19 berbasis fatwa MUI.

Menurutnya, persoalan covid-19 penting karena menyangkut dengan nyawa. Di sisi lain, ungkapnya, menyangkut dengan agama.

Dalam agama, ungkapnya, menyelematkan nyawa atau keselamatan jiwa itu lebih diutamakan meski ibadah agak terganggu, seperti shalat tidak boleh berdekatan, berjamaah di masjid dibatasi, dan tetap mengenakan masker.

“Karena itu, penting bisa satu bahasa dalam menghadapi Covid-19 ke depan. Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini kita bisa satu suara dalam menyampaikan kepada masyakat kita”, tuturnya.

Usai memberi sambutan, Ketua MUI Jambi menerima bantuan masker dan sanitizer dari SKK Migas Sumatera Bagian Selatan, yang diserahkan oleh Ahmad Rufai, disaksikan Azrul Tanjung, dan KH. Sodikun Ketua MUI Pusat yang membidangi kesehatan.

Sodikun mendorong agar Gerakan ini dapat menjalin jaringan kuat dengan institusi lain, bukan hanya untuk urusan Covid saja. Diakuinya kelemahan ada di jaringan. Membangun paradigma kejuangan, keikhlasan, semangat memberikan jawaban yang sedang dihadapi saudar-saudara kita.

”Perlu ada kebersamaan dan keikhlasan. Kalau semua dibangun dengan keikhlasan, Corona, setan, dan jin akan takut dari lidah yang  ikhlas untuk umat. Saya percaya, semakin kita dekat dan cinta kepada-Nya, Allah pasti mengabulkan. Corona akan lari karena keikhlasan kita”, pungkasnya.

Hadir sebagai nara sumber dalam kegiatan  tersebut Dr. H. Umar Al Haddad, M.Ag Miftahul Huda, Lc Edy Kuscahyanto Dr. KH.M. Sodikun, M.Si, para praktisi di bidang Kesehatan, dan lain-lain.

Beberapa materi yang disampaikan diantaranya Fatwa MUI tentang penyelenggaraan ibadah di masa pandemi Covid-19, penanggulangan dampak pandemi Covid-19, implementasi Fatwa Muamalah di media sosial dalam menghadapi pandemi covid-19, panduan kesehatan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 sesuai sains dan prinsip Syariah.

Dalam kesemoatan tersebut juga dilaksanakan diskusi langsung terkait dengan solusi ulama terhadap problematika keummatan di daerah dalam penanganan pandemi Covid-19, sharing best practices penanganan Covid-19 di rumah sakit Islam atau pesantren,  tansiqul harakah MUI, Ormas Islam, ulama, tokoh Islam dan da’i  dalam  penanggulangan covid-19, serta  testimoni penyintas Covid-19 dari kalangan ulama.

 

 

Menag Heran Indonesia Masih Belum Diizinkan ke Saudi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Otoritas penerbangan Saudi baru saja memberikan izin masuk untuk 11 negara, yaitu: Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Italia, Inggris, Irlandia, Jepang, Jerman, Perancis, Portugal, Swedia, dan Swis.

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengaku belum memahami kenapa Indonesia belum mendapat izin masuk. Menag belum tahu kriteria yang digunakan Saudi.

“Penanganan Covid saya kira menjadi isu penting. Penanganan Covid di Indonesia termasuk relatif bagus. Saya belum tahu kenapa warga Indonesia masih belum diizinkan masuk ke Saudi,” kata Gus Yaqut di Jakarta, Selasa (1/6/2021).

Menurut Menag, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia masih lebih rendah dibanding sejumlah negara yang diizinkan masuk. Amerika Serikat bahkan menjadi negara dengan kasus tertinggi di dunia.

“Kalau diurutkan, USA tertinggi jumlah kasus Covid-19 di dunia. Perancis di urutan 8, Italia urutan 9, Jerman urutan 17, sementara  Indonesia di urutan 19 jumlah kasus Covidnya,” terangnya.

“Jadi saya belum tahu kriteria yang digunakan Saudi,” tandasnya.

 

Banyak Ulama Korban Covid, MUI: Harus Jadi Perhatian Kita Semua

JAMBI(Jurnalislam.com)– Peran MUI dalam penanggulangan Covid-19 terus dilakukan. Selama dua tahun terakhir, MUI terlibat aktif menanggulangi penyebaran virus Corona bersama komponen bangsa melalui berbagai program, baik langsung maupun tidak.

Salah satu keterlibatan nyata MUI selain melakukan aksi-aksi di lapangan adalah penerbitan fatwa-fatwa keagaman sejak awal pandemi yang dijadikan rujukan utama bagi pemerintah dan masyarakat.

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 MUI, KH. Azrul Tanjung menceritakan bahwa banyak pimpinan dan karyawan MUI, bahkan dua mantan wakil sekjen MUI meninggal karena covid-19.

“Pandemi ini harus menjadi pembelajaran buat kita semua. Seluruh pimpinan MUI harus memahami bahwa Covid-19 tidak pandang bulu memakan korban. Kita harus memahami betul betapa menjadi korban Covid-19 itu begitu berat. Selain sakit dan ancaman kematian, juga merasa terkucil, terbuang dari lingkungan sosial, termasuk keluarga, anak dan isterinya. Oleh karena itu MUI yang terdiri dari berbagai organisasi keagamaan berijtihad dalam penanggulangan virus ini demi untuk menyelamatkan umat”, kata dia di hadapan 50 peserta perwakilan Ormas Islam, pondok pesantren, dan perguruan tinggi dalam kegiatan yang diselenggarakan di hotel V di Kota Jambi (29/5).

Azrul berharap, dalam pertemuan dua hari ini bisa berdiskusi secara intens tentang bagaimana mengatasi persoalan covid-19 tanpa menimbulkan ketegangan di masyarakat. Pimpinan MUI Jambi diharapkan bisa bekerjasama dengan instansi pemerintah daerah, pondok pesantren dan kampus.

“Kepercayaan masyarakat terhadap MUI sangat tinggi, harapannya agar MUI bisa membantu penanggulan covid-19 melalui pendekatan agama. Karena itu BNPB tidak ragu menggandeng MUI,” tegas Azrul Tanjung mengakhiri sambutannya.

 

MUI Sosialisasikan Penanggulangan Covid-19 Berbasis Fatwa

JAMBI(Jurnalislam.com)– Peran MUI dalam penanggulangan Covid-19 terus dilakukan. Selama dua tahun terakhir, MUI terlibat aktif menanggulangi penyebaran virus Corona bersama komponen bangsa melalui berbagai program, baik langsung maupun tidak.

 

Salah satu keterlibatan nyata MUI selain melakukan aksi-aksi di lapangan adalah penerbitan fatwa-fatwa keagaman sejak awal pandemi yang dijadikan rujukan utama bagi pemerintah dan masyarakat.

Untuk melanjutkan peran-peran sosial MUI tersebut, Satuan Tugas Penanggulangan Pandemi wabah Covid-19 MUI bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana  melakukan sosialisasi Penanggulangan Pandemi Covid-19 Berbasis Fatwa di 34 provinsi.

Diantara tujuannya adalah sebagai rujukan utama menghadapi Pandemi, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kemaslahatan vaksin Covid-19 untuk hifzul nafs (menjaga kehidupan manusia), meningkatkan kesadaran publik pentingnya mematuhi protokol kesehatan di rumah ibadah, memperkuat literasi umat dalam menyikapi konten dan narasi negatif terkait Covid-19, dan lain-lain.

“Alhamdulillah, provinsi Jambi mendapat kesempatan pertama dimulainya sosialiasi penanggulangan pandemi Covid-19 Berbasis Fatwa”. Demikian dikatakan Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 MUI, KH. Azrul Tanjung saat menyampaikan sambutannya di hadapan 50 peserta perwakilan Ormas Islam, pondok pesantren, dan perguruan tinggi dalam kegiatan yang diselenggarakan di hotel V di Kota Jambi (29/5).

Lebih lanjut kyai Azrul Tanjung menyatakan bahwa sosialisasi ini penting bagi para pimpinan dan pengurus MUI.

“Selama dua tahun terakhir, pandemi Covid-19 telah banyak merontokkan tata nilai, tradisi, dan tata cara beribadah, sehingga perlu disesuaikan melalui fatwa ulama. Meskipun demikian, tetap saja ada sebagian masyarakat yang berbeda dalam memahami dan menyikapinya. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi penting agar masyarakat, khususnya pimpinan MUI di daerah dapat secara utuh memahami substansi fatwa-fatwa yang diterbitkan”, tuturnya.

Silaturahmi DPW dan DPD Se-Jatim, Masyumi Umumkan Susunan Pengurus Partai

SIDOARJO(Jurnalislam.com) – Partai Masyumi Jawa Timur gelar acara silaturahmi pengurus partai se Jatim bertempat di Hotel Luminor Jl. Pahlawan, Kabupaten Sidoarjo, Ahad pagi (30/05/2021).

Dalam acara bertajuk ‘Merajut Ukhuwah untuk NKRI’ tersebut partai Masyumi juga mengumumkan pengurus DPW Jatim yang dibacakan langsung oleh ketua pengurus wilayah Jatim H. Mustafad Ridwan, SH,

“Partai ini tidak pernah dibubarkan oleh pemerintah, tetapi pada Tahun 1960 Kepengurusannya vacum, bukan karena partai Masyumi merupakan partai terlarang,” terangnya.

Berikut susunan pengurus partai Masyumi Jawa Timur:

I. Majelis Pertimbangan Wilayah
Ketua : Ir. H. Chairul Djaelani, M.MT
Wakil ketua : Mochammad Yunus, S.IP.,M.Pdi
Sekretaris: Drs H. Nurul Huda
Anggota:
1. Dr. H. Soekanto Soemodinoto
2. Drs. H. Sahmin Hidayat
3. KH. Abdul Salam Syah, SH, MH
4. Ir. H. Rajini, M.Si
5. Dr. H. Muhammad Tasrifin, SH, MH,
MM.CHCM
6. Abdurrahman

II . Pengurus Wilayah
Ketua: H. Mustafad Ridwan, SH
Wakil Ketua: H. Kusbandi, S.H M, Hum (Brigjend Purn)
Wakil Ketua: Drs. H. Ahmad Ro’id Wibisono, M.M
Wakil Ketua: Hj. Arifah

Sekretaris: Martha Tona, S.E.,MSA
Wakil Sekretaris: Dwi Agus Widodo, S.Pd
Wakil Sekretaris: Moh. Zainuddin
Wakil Sekretaris: Julaikhah Mufidah, S. Psi

Bendahara: H. Subagio Budianto, S.E
Wakil Bendahara: H. Ahmad Djunaidi
Wakil Bendahara: Hj. Sri Handiana

III. Badan Kehormatan Wilayah
Ketua: Mohammad Yusuf (Kol. Purn)
Wakil ketua: Drs H. Ahmad Busyairi Mansur, M.M
Anggota: Drs. H. Sutarto, MM (Kol.
Purn)
Anggota: Ali Zeman
Anggota: Ir. Khusnan Rosadi

Kontributor: Bahri

LBM PBNU Sambut Baik Usulan Masjid Jadi Tempat Isolasi

 JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail (LBM PBNU), KH Mahbub Maafi menanggapi soal masjid yang akan menjadi tempat isolasi pasien Covid-19. Menurut dia, itu ada ide baik terlebih di saat pandemi Covid-19, masyarakat harus saling bahu-membahu.

 

“Kita harus melihat fungsi sebenarnya masjid. Pada masa Rasulullah saw, awal-awal Islam itu masjid tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah,” kata Mahbub Ahad (30/5).

 

Saat itu, masjid  berfungsi sebagai tempat musyawarah, mengatur strategi perang, dan menerima utusan. Bahkan, salah satu fungsi masjid adalah menjadi tempat untuk merawat pasukan-pasukan yang terluka misalnya dalam Perang Khandaq.

 

“Saat itu masjid dibuat semacam seperti tenda di pelataran masjid. Kalau sekarang sudah berbeda, lebih bagus. Di masjid sudah ada ruang-ruang tertentu, untuk shalat dan lain-lain,” ujar dia.

 

Bahkan, ada sosok perawat terkemuka zaman Rasulullah yaitu Rufaidah al-Anshariyah. Dia mendirikan tenda di pelataran Masjid Nabawi untuk merawat pasukan yang terluka. Akhirnya kelak gagasan tersebut menjadi ide untuk mendirikan rumah sakit Islam pertama yang merujuk sosok Rufaidah al-Anshariyah.

 

Lebih lanjut, dia mengatakan jika memang masjid dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19, kegiatan peribadatan tidak perlu berhenti. Sebab, ada ruang khusus yang dipakai untuk pasien covid-19 dan tidak tercampur.

 

“Ruangan dipisahkan dengan jamaah dan kegiatan masjid tidak perlu berhenti. Para pasien Covid-19 berada di ruang yang dianggap aman dan khusus,” tambah dia.