Komnas HAM Panggil Pimpinan KPK

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan meminta keterangan kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri pada Selasa (8/6) hari ini. Pemanggilan ini guna mendapatkan informasi terkait dugaan pelanggaran HAM dalam pelaksanaan tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai KPK.

“Surat panggilan untuk pimpinan KPK hari ini,” kata Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM M Choirul Anam dalam pesan singkatnya, Selasa (8/6).

Ia berharap, baik pimpinan KPK maupun pihak-pihak yang lain yang sudah mendapatkan panggilan dari Komnas HAM untuk bekerja sama kepada Komnas HAM. Sebab, informasi mereka sangat dibutuhkan agar publik mengetahui apa sejatinya kasus ini.

“Kami berharap mereka bisa hadir,” kata Anam menambahkan.

Diketahui, hasil koordinasi KPK, BKN, Kemenpan-RB, Kemenkumham, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyatakan bahwa 51 dari 75 pegawai itu dinyatakan tidak lulus, sementara 24 sisanya dapat dibina lebih lanjut sebelum diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Sumber: republika.co.id

 

Malaysia Lockdown, Tren Kasus Covid Menurun

MALAYSIA(Jurnalislam.com)– Sudah tepat sepekan Malaysia memberlakukan kebijakan karantina wilayah (lockdown) untuk ‘menjinakkan’ pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Meski lambat, tetapi terlihat kebijakan ini mulai menuai hasil.

Per 7 Juni 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah pasien positif corona di Negeri Harimau Malaya adalah 616.815 orang. Bertambah 6.241 orang dibandingkan sehari sebelumnya, terendah sejak 20 Mei 2021.

Selama sepekan pelaksanaan lockdown, atau yang dalam bahasa setempat disebut Perintah Kawalan Pergerakan (Movement Control Order/MCO), rata-rata pasien positif corona bertambah 7.326 orang per hari. Sedikit lebih rendah ketimbang rerata sepekan sebelumnya yaitu 7.635 orang setiap harinya.

Secara persentase, laju pertumbuhan kasus pun melambat. Dalam seminggu terakhir, rata-rata pertumbuhan kasus harian adalah 1,25% per hari. Melambat dibandingkan rerata seminggu sebelumnya yakni 1,43% saban harinya.

Sumber: cnbcindonesia

Wapres: Tak Boleh Perintah Pilih Qur’an Atau Pancasila

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Hubungan antara Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada dasarnya sudah selesai diperdebatkan oleh para pendiri bangsa (founding fathers) yang di antaranya adalah ulama dan tokoh Islam.

Pada saat itu pun para tokoh Islam sudah memberikan argumentasi tentang penerimaan mereka terhadap NKRI yang berideologi Pancasila ini. Untuk memperkuat penjelasan tersebut, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin mengeluarkan gagasan Darul Mitsaq (negara kesepakatan) sebagai legitimasi hubungan antara Islam dan NKRI.

“Gagasan saya tentang Darul Mitsaq memang didorong untuk memberikan legitimasi keagamaan (Islam) terhadap ideologi dan sistem NKRI, karena mayoritas rakyat Indonesia adalah muslim,” tegas Wapres pada acara Bedah Buku Dārul Mịāq: Indonesia Negara KesepakatanPandangan K.H. Ma’ruf Amin, melalui konferensi video di Kediaman Resmi Wapres, Jl. Diponegoro No. 2, Jakarta Pusat, Senin (07/06/2021).

Dalam acara yang merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis Ke-57 UNJ tersebut, lebih jauh Wapres mengungkapkan bahwa umat Islam saat ini masih perlu mendapatkan penjelasan tentang hubungan antara Islam dan NKRI sebagai bentuk legitimasi keagamaan terhadap negara ini. Hal ini dilakukan agar gerakan-gerakan intoleran dapat dihindari.

Oleh sebab itu, pendekatan terpenting untuk menangkal gerakan ini, kata Wapres, adalah pendekatan wasathiyyah, yakni konsep Islam moderat yang mengandung arti jalan tengah di antara dua sisi atau dua bentuk pemahaman. Menurutnya, pemahaman Islam wasathiyyah adalah pemahaman yang  tidak tekstual dan tidak pula liberal, tidak berlebihan (ifrâth) tetapi juga tidak gegabah (tafrîth), dan tidak pula memperberat (tasyaddud) tetapi juga tidak mempermudah (tasâhul).

Adapun implentasi wasathiyyah atau moderasi beragama dalam bingkai Darul Mitsaq di Indonesia, menurut Wapres meliputi empat hal, yakni: toleransi, anti­kekerasan, komitmen kebangsaan, dan akomodatif terhadap budaya lokal dan perkembangan zaman.

“Pertama, toleransi adalah sikap dan perilaku seseorang yang menerima, menghargai keberadaan orang lain dan tidak mengganggu mereka, termasuk hak untuk berkeyakinan dan mengekspresikan keyakinan agama mereka, meskipun keyakinan mereka berbeda dengan keyakinan dirinya,” sebutnya.

Yang kedua, sambung Wapres, moderasi beragama tidak membenarkan tindak kekerasan, termasuk penggunaan cara-cara kekerasan atas nama agama untuk melakukan perubahan, baik kekerasan verbal maupun kekerasan fisik.

“Ketiga, komitmen kebangsaan terutama berbentuk pada penerimaan Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai pilihan bentuk Negara Indonesia. Keempat, pemahaman dan perilaku beragama yang akomodatif terhadap budaya lokal atau konteks Indonesia yang multikultural dan multiagama serta perkembangan zaman yang semakin maju,” jelasnya.

Terakhir, Wapres menyimpulkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara, yang telah disepakati oleh para pendiri bangsa, tidak bertentangan dengan Islam, karena kelima sila di dalamnya sesuai dengan ajaran agama Islam. Sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, bahkan secara eksplisit menunjukkan bahwa negara Indonesia adalah negara yang beragama dan menghormati keberadaan agama.

“Oleh karena itu, kita tidak boleh mempertentangkan Pancasila dan agama, atau perintah memilih Pancasila atau Al-Qur’an,” tegasnya.

 

Muncul Klaster Covid Paduan Suara Gereja, 18 Positif

BANTUL(Jurnalislam.com)–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyebut muncul klaster baru dari kegiatan paduan suara di salah satu Gereja Kristen di Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebanyak 18 orang yang positif virus Corona dari klaster tersebut.

Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja mengatakan bahwa munculnya klaster itu berawal saat grup paduan suara di salah satu Gereja Kristen di Kapanewon Jetis yang melakukan rekaman 3 hari yang lalu. Salah satu personel ternyata positif COVID-19.

“Jadi ada kegiatan rekaman paduan suara dan ternyata ada yang positif dan kita tracing hasilnya banyak yang positif,” ucap Agus saat ditemui di Kompleks Parasamya Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Senin (7/6/2021).

Menurut pria yang kerap disapa Gus Bud ini, dari hasil tracing sementara terhadap grup paduan suara gereja ada belasan orang yang positif COVID-19. Karena sudah ada transmisi lokal maka pihaknya menyebut kasus ini sebagai klaster baru.

“Yang sudah masuk datanya 18 yang positif. Jadi itu klaster paduan suara, tapi intinya rekaman sih,” ujarnya.

Menyoal kondisi 18 orang tersebut, Gus Bud mengaku tidak begitu tahu secara detail. Namun dari informasi yang diperoleh sebagian besar bergejala ringan hingga tidak bergejala.

Sumber” detik.com

Serangan Islamofobia, Satu Keluarga Muslim di Kanada Tewas

OTTAWA(Jurnalislam.com) — Seorang pria Kanada Nathaniel Veltman (20 tahun) telah didakwa dengan empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan satu percobaan pembunuhan setelah mengemudikan truk pikapnya ke sebuah keluarga Muslim. Keluarga tersebut terdiri dari dari nenek, ibu, ayah, dan putrinya.

Mereka meninggal pada Ahad malam saat Veltman menabrak truknya ke sebuah kelompok pejalan kaki di kota London, Ontario, Kanada. Satu-satunya yang selamat adalah anak laki-laki berusia sembilan tahun. Dia mengalami luka serius dan berada di rumah sakit.

Kepala Dinas Kepolisian London Steve Williams mengatakan, Senin (7/6), penyelidik percaya ini adalah tindakan yang disengaja dan para korban menjadi sasaran karena mereka Muslim. Veltman mengenakan rompi seperti pelindung tubuh ketika polisi menangkapnya di tempat parkir mal setelah dia kabur dari tempat kejadian.

Sebelumnya, Veltman tidak memiliki jejak kriminal. Saat ini, polisi masih belum tahu apakah pelaku termasuk anggota kelompok kebencian.

“Ini adalah tindakan pembunuhan massal yang dilakukan terhadap umat Islam dan berakar pada kebencian,” kata Wali Kota London Ed Holder, dikutip The Guardian, Selasa (8/6).

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menanggapi insiden tersebut dalam sebuah cicitannya. “Islamofobia tidak memiliki tempat di Kanada. Kebencian ini berbahaya dan tercela dan itu harus dihentikan,” kata Trudeau.

Dalam beberapa tahun terakhir, tercatat sejumlah kekerasan yang dialami Muslim di Kanada. Dari 2015 hingga 2019, Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM) melacak lebih dari 300 insiden, termasuk lebih dari 30 tindakan kekerasan fisik. Ini termasuk serangan senjata di Pusat Kebudayaan Islam Quebec pada 29 Januari 2017 yang menewaskan enam orang dan melukai 19 orang dalam salah satu penembakan massal paling mematikan.

CEO NCCM Mustafa Farooq mengatakan para korban dikenal sebagai anggota lama dan anggota komunitas Muslim yang penuh kasih di London. “Ini adalah serangan teroris di Kanada. Hal ini berdampak pada keresahan masyarakat. Sesuatu harus berubah untuk mengakhiri kekerasan terhadap Muslim di Kanada,” ujar dia.

Sumber: republika.co.id

Hafiz Qur’an Ikuti PPDB Sekolah Jalur Prestasi

SURABAYA(Jurnalislam.com) — Dinas Pendidikan Kota Surabaya bersama Kantor Kementerian Agama Surabaya memulai tahapan tes Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP jalur prestasi yang dikhususkan bagi penghafal kitab suci. Total ada 90 pendaftar calon peserta didik baru (CPDB) yang mengikuti jalur prestasi khusus penghafal kitab suci ini.

Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya Husnul Maram menjelaskan, tes penghafal kitab suci dibagi tiga hari. Hari pertama digelar pada Senin (7/6) sebanyak 44 peserta. Kemudian dilanjutkan di hari berikutnya sebanyak 40 peserta, dan hari terakhir 6 peserta.

“Dalam tes ini, kami melibatkan pengawas, penyuluh, serta ahli sesuai dengan agamanya masing-masing,” kata Husnul di Surabaya, Selasa (7/6).

Husnul menjelaskan, Kemanag Surabaya hanya membantu Pemkot Surabaya dalam menjalankan tes bagi siswa penghafal kitab suci yang mendaftar. Ia menjelaskan, karena ini berhubungan dengan hafalan kitab suci dari berbagai agama, maka yang terlibat dari Kemenag juga merupakan ahli di tiap agama.

“Kami di Kemenag punya lengkap, ada penyuluh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kami juga punya ahli di tiap-tiap agama. Mereka ini yang kami libatkan dalam tes ini,” ujarnya.

Pengawas Agama Katolik Kemenag Kota Surabaya, Aloysius Purnomo mengatakan, pada tes hari pertama ada 5 peserta untuk penghafal kitab suci Agama Katolik. Rata-rata, peserta memilih Mazmur pada Hari Raya Pentakosta.

“Satu yang memilih Mazmur Perayaan Natal,” kata dia.

Purnomo mengungkapkan, sebelum tes, peserta diminta memilih salah satu Mazmur yang sudah ditentukan. Setelah memilih salah satu, peserta diminta mencari, menemukan, dan menghafal Mazmur dan melagukan salah satu tanggapan Mazmur.

Plt. Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Dispendik Surabaya Tri Aji Nugroho menjelaskan, total pendaftar jalur prestasi penghafal kitab suci sebanyak 90 peserta. Rinciannya, pendaftar Agama Islam sebanyak 34 siswa, Agama Hindu 11 siswa, Agama Katolik 9 siswa, dan Agama Kristen 36 siswa.

“Secara umum, ketentuan jalur penghafal kitab suci dapat diikuti oleh CPDB yang memiliki kartu keluarga Kota Surabaya serta sudah melakukan validasi dan mendapatkan PIN pendaftaran,” ujarnya.

Aji mengungkapkan, peserta yang lulus tes hafalan kitab suci langsung menerima surat keterangan dari Kemenag Kota Surabaya. Surat keterangan tersebut menerangkan peserta telah lulus tes. Dengan demikian, siswa tersebut dapat mendaftar jalur prestasi penghafal kitab suci ketika pendaftaran sudah dibuka pada 16-20 Juni 2021.

“Berita acara ini harus diunggah (upload) oleh pendaftar saat jalur penghafal kitab suci sudah dibuka,” kata dia.

Sumber: republika.co.id

Saudi Akan Umumkan Haji

JEDDAH(Jurnalislam.com) – Pejabat Kerajaan Arab Saudi menyebut pengumuman tentang haji tahun ini akan dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini Kerajaan menyelesaikan evaluasi terhadap tantangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Plt Menteri Media/Penerangan Saudi, Majid bin Abdullah Al-Qashabi mengatakan, pihak berwenang Saudi sedang menindaklanjuti pembaruan kondisi pandemi di dunia, Ahad (6/6). Menteri Haji dan Umrah serta Menteri Kesehatan akan segera mengumumkan keputusan dari evaluasi tersebut.

“Karena penyebaran Covid-19, penting untuk mengevaluasi kerusakan dari penyebaran virus ini dengan cermat dan benar. Kami tidak ingin haji tahun ini menjadi episentrum penyebaran penyakit di Kerajaan atau dunia Islam,” kata dia dilansir di Arab News, Senin (7/6).

Kementerian Haji dan Umrah disebut telah bekerja keras untuk meningkatkan layanan yang diberikan di sektor haji dan umrah di tengah pandemi. Izin pelaksanaan haji tahun lalu dan kembalinya umrah secara bertahap diberikan setelah Saudi mengembangkan sebuah model teknis yang aman.

Kerajaan sejauh ini memilih fokus pada teknologi modern dan digitalisasi prosedur untuk menyediakan layanan yang baik bagi jamaah melalui berbagai opsi yang disediakan oleh kementerian.

Sumber: republika.coid

Indonesia Masih Zona Kuning, Berpotensi Zona Merah

 JAKARTA(Jurnalislam.com) — Jika dilihat dari kondisi penularan COVID-19 (the state of COVID-19 transmission), per awal Juni 2021 Indonesia masih berada pada zona kuning pandemi, dengan risiko memburuk ke zona merah. Kesimpulan ini diambil berdasarkan penggunaan fungsi produksi dan elastisitas produksi kesehatan untuk menganalisis tahapan penularan COVID-19, serta mengkaji besaran risiko dari pelonggaran Tindakan Kesehatan Publik (TKP).

Hal tersebut disampaikan Associate Professor Perbanas Institute, Dradjad Hari Wibowo, merujuk pada artikel Wibowo, D.H. When can physical distancing be relaxed? A health production function approach for COVID-19 control policy. BMC Public Health 21, 1037 (2021), dengan DOI https://doi.org/10.1186/s12889-021-11088-x.

Artikel ini terbit pada 2 Juni 2021, dengan proses penerbitan 9 bulan. BMC Public Health adalah salah satu jurnal kesehatan publik terkemuka di dunia dengan kategori Scopus Q1. Dradjad yang juga ekonom senior Indef ini pernah menjadi peneliti ekonomi kesehatan pada awal dekade 1990-an.

Dengan pendekatan fungsi produksi kesehatan, menurut Dradjad, kondisi penularan di satu negara atau wilayah dapat dibagi menjadi tiga zona, yaitu merah, kuning dan hijau. Di zona merah, jumlah kasus harian COVID-19 meningkat dengan elastisitas produksi kesehatan di atas 1. Berbagai TKP seperti penutupan perbatasan, lockdown atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus dilakukan untuk menekan penularan. Di zona kuning, jumlah kasus harian menurun namun elastisitas masih di atas 1. Pelonggaran TKP tidak direkomendasikan di zona ini. Di zona hijau, jumlah kasus harian menurun dengan elastisitas antara 0-1. Pelonggaran TKP dapat dipertimbangkan, namun  perlu menghitung risiko eskalasi kasus berdasarkan probabilitas Bayesian.

Menurut Dradjad, selama ini indikator epidemiologi kunci yang dipakai adalah bilangan reproduksi R. Masalahnya, negara sedang berkembang umumnya tidak mampu mengestimasi R dengan akurat. Keterbatasan anggaran kesehatan, kelemahan sistem data kesehatan, serta rendahnya tingkat tes dan penelusuran kasus membuat banyak negara tidak mampu mengestimasi bilangan reproduksi dasar R0 pada awal pandemi. Tanpa R0 yang akurat, R yang dihasilkan juga tidak akurat. Karena itu ia menguji-coba pemakaian elastisitas produksi kesehatan sebagai alternatif apabila R yang akurat tidak tersedia. Dalam artikelnya, Dradjad mengembangkan “jembatan sederhana” antara model matematis epidemiologi dengan ekonomi produksi.

Pendekatan di atas diterapkan terhadap Perancis, Jerman, Italia, Inggris, Amerika Serikat dan Indonesia. Hasilnya, meskipun Perancis, Jerman, Italia dan Inggris sempat berada di zona hijau, risiko eskalasi penularan di negara-negara tersebut ternyata masih tinggi. Beberapa pekan setelah versi awal artikel ini selesai, eskalasi tersebut benar-benar terjadi. Elastisitas produksi kesehatan yang meningkat terbukti bisa menjadi peringatan dini terhadap eskalasi jumlah kasus.
sumber: republika.co.id

 

MES Pahami Keputusan Pemeritah Batalkan Haji

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menyatakan pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia ke tanah suci di Arab Saudi pada 2021 sebagaimana yang diputuskan oleh Pemerintah merupakan upaya untuk menjaga kemaslahatan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, Pemerintah memutuskan untuk meniadakan pemberangkatan ibadah haji pada tahun ini melalui Keputusan Menteri Agama No. 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi yang ditetapkan pada 3 Juni 2021.

Sekretaris Jenderal Masyarakat MES Iggi H. Achsien mengatakan pihaknya bisa memahami keputusan Pemerintah untuk membatalkan keberangkatan jemaah haji Indonesia ke tanah suci di Saudi Arabia pada 2021. Dia meyakini bahwa keputusan yang diambil oleh pemerintah telah melalui pertimbangan yang matang dan komprehensif.

“Kami bisa memahami keputusan pemerintah,” ujarnya menanggapi berbagai isu yag berkembang terkait dengan pembatalan pemberangkatan jemaah haji Indonesia 2021, Sabtu (5 Juni 2021).

Dia memahami bahwa ketiadaan pemberangkatan jemaah haji merupakan hal yang disesalkan oleh umat Islam Indonesia. Terlebih, berangkat haji merupakan impian dan cita-cita dari banyak umat muslim di dunia, khususnya di Indonesia.

Untuk itu, Iggi meminta masyarakat muslim Indonesia tetap tenang dan berpikir jernih terkait dengan keputusan pemerintah untuk tidak memberangkatkan jamaah haji Indonesia pada tahun ini. “Kami harap masyarakat muslim Indonesia dapat tetap tenang dan berpikir jernih dalam menyikapi keputusan ini,” tambahnya.

Dia menyebutkan bahwa keputusan Pemerintah adalah keputusan antisipatif atas kebijakan Kerajaan Arab Saudi yang masih belum memutuskan kebijakan kuota hingga kurang dari 3 bulan pelaksanaan haji.

Iggi menegaskan bahwa keputusan Pemerintah mengarah pada kemaslahatan umat yang mengedepankan pelayanan para jamaah calon haji untuk dapat diterima dengan sebaik mungkin nantinya di Arab Saudi.

Terkait dengan beragam isu yang berkembang, Iggi juga menegaskan bahwa keputusan tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan kondisi keuangan yang kemudian menyebabkan tidak terlaksananya haji pada tahun 2021.

Dia juga memastikan kalau informasi yang beredar di masyarakat terkait pengelolaan dana haji sepenuhnya tidak benar. Dana haji dikelola secara profesional dan dengan prinsip penuh kehati-hatian oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Untuk itu, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir atau percaya atas informasi yang tidak berdasar terkait pengelolaan dana haji. MES melakukan komunikasi dengan BPKH dan Bank-bank Syariah untuk memastikan kepentingan calon jamaah haji tetap aman. Sehingga, tidak perlu juga adanya penarikan dana – dana jamaah dari perbankan syariah.

“Kami memastikan kalau dana haji dikelola secara profesional dan semuanya aman. Dana tersebut sekarang ditempatkan di bank-bank syariah dan instrumen investasi syariah lainnya, yang tentunya memenuhi kaidah dan prinsip syariah,” tukas Iggi.

Di sisi lain, pandemi juga menjadi salah satu kondisi yang menjadi pertimbangan pembatalan penyelenggaraan ibadah haji 2021, karena dapat membahayakan kesehatan bahkan kehidupan seseorang. “Haji wajib hukumnya, tetapi hifdzu nafs lebih diprioritaskan sesuai dengan maqashid syariah,” tutup Iggi.

Masjid Harus Berkontribusi untuk Masyarakat

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendorong setiap Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk memiliki program-program yang berkontribusi membangun masyarakat. Hal ini disampaikan Menag saat menerima audiensi Yayasan dan DKM Al-Hikmah, Gunung Putri, Bogor.

“Saya berharap DKM Masjid Al-Hikmah juga nanti bisa mengembangkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,” pesan Menag, Senin (7/6/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DKM Masjid Al-Hikmah Ustadz Atin melaporkan saat ini masjid yang berada di wilayah Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat telah selesai dilakukan pembangunan dan siap untuk menjadi tempat pengembangan masyarakat.

“Masjid kami diperkirakan dapat menampung jemaah sebanyak 1000 orang. Di sana juga kami menyiapkan ruangan-ruangan yang bertujuan untuk pengembangan umat,” tutur Atin.

“Di antaranya ada dua ruangan yang kita sediakan untuk perpustakaan, serta enam ruangan untuk perkantoran ormas-ormas Islam,”imbuhnya.

Atin berharap, Menag Yaqut Cholil Qoumas dapat hadir dalam peresmian Masjid Al-Hikmah Gunung Putri. “Ini sekaligus sebagai penyemangat bagi jemaah kami, Pak Menteri,” kata Atin.

Menag Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik undangan tersebut. “Coba nanti kita jadwalkan. Semoga saya berkesempatan bertemu dengan jemaah Masjid Al-Hikmah,” ujar Menag yang didampingi Staf Khusus Menag Wibowo Prasetyo dan Abdurrahman.