Wapres Sebut Vaksinasi Mampu Kurangi Tingkat Keparahan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Presiden Ma’ruf Amin kembali mengajak masyarakat untuk mau melaksanakan vaksinasi Covid-9. Wapres mengingatkan, kunci keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung setahun ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah program vaksinasi.

Wapres mengakui, vaksinasi memang tidak berarti membuat seseorang kebal dan terbebas dari Covid-19. “Tetapi vaksinasi mampu mengurangi tingkat keparahan seseorang apabila terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Ma’ruf saat hadir secara virtual di acara Vaksinasi Massal Tahap II kerjasama Yayasan Dewa Dewi Indonesia, Traveloka dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Rabu (30/6).

Karena itu, ia mendorong masyarakat dan seluruh pihak menggencarkan vaksinasi Covid-19. Apalagi, ancaman Covid-19 sampai saat ini belum berakhir, bahkan terjadi tren peningkatan kasus pasca libur lebaran dan akibat interaksi sosial, aktivitas ekonomi serta masuknya virus Covid-19 varian Delta.

Pemerintah dan Pemerintah Daerah juga telah berupaya menambah jumlah tempat tidur, tenaga kesehatan dan melakukan pembatasan mobilitas masyarakat lebih ketat, melakukan intensifikasi pelaksanaan testing dan tracing, serta melakukan vaksinasi secara besar-besaran.

Upaya percepatan vaksinasi dilakukan untuk membentuk herd immunity yang ditargetkan 70 persen secara nasional atau 181,5 juta penduduk, dengan target per hari 1 juta dan secara bertahap akan ditingkatkan hingga 2 juta per hari.

“Kita dihadapkan pada situasi yang menuntut semua pihak untuk berkolaborasi dan bahu membahu menangani pandemi Covid-19 dengan selalu mengingatkan penerapan protokol kesehatan dan mempercepat vaksinasi sebagai upaya untuk menekan laju penyebaran virus Corona,” katanya.

Wapres menambahkan, vaksinasi juga tidak serta merta menggantikan implementasi protokol kesehatan. Karena itu, setelah divaksin pun, seluruh pihak wajib menjaga protokol kesehatan.

“Yang sudah divaksinasi untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dan melindungi mereka yang belum mendapat vaksin, serta membantu Pemerintah dan Pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi, memberikan edukasi, dan mengajak masyarakat yang belum divaksinasi untuk mengikuti program vaksinasi dan senantiasa berdisiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata wapres.

Sumber: republika.co.id

Luhut Pimpin PPKM Darurat

JAKARTA(Jurnalislam.com)–kegiatan masyarakat (PPKM) darurat untuk merespons ledakan kasus Covid-19 pada 1,5 bulan terakhir. Namun, kebijakan ini masih dalam tahap finalisasi di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Kita melihat karena lonjakan yang sangat tinggi, untuk memutuskan diberlakukannya PPKM darurat, tidak tahu keputusannya apakah seminggu atau dua minggu karena petanya sudah kita ketahui semuanya,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya dalam Munas VIII Kadin di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/6).

PPKM darurat yang berlaku selama satu-dua pekan ini, kata Jokowi, hanya akan berlaku di Pulau Jawa dan Bali. Alasannya, di dua pulau ini terdapat 44 kabupaten/kota dan 6 provinsi yang asesmen situasinya memiliki skor 4. Penilaian ini didapat dari situasi penularan kasus, tingkat keterisian tempat tidur di RS, tingkat kematian akibat Covid-19, dan respons terhadap testing, tracing, serta treatment di wilayah tersebut.

“Kita adakan peniliain secara detail yang ini harus ada treatment khusus sesuai dengan yang ada di indikator laju penularan oleh WHO,” kata Jokowi.

Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi membenarkan bahwa Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk oleh Jokowi sebagai coordinator PPKM Darurat untuk wilayah Pulau Jawa dan Bali.

“Betul Menko Maritim dan Investasi telah ditunjuk oleh Bapak Presiden Jokowi sebagai Koordinator PPKM Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali,” kata Jodi, Selasa (29/6).

Sumber: republika.co.id

 

 

MAN 1 Banda Aceh Boyong 26 Medali Olimpiade Sains Nasional

ACEH(Jurnalislam.com)— Tim Olimpiade MAN 1 Banda Aceh memboyong 26 medali Indonesian Olympiad of  Science (IOS)  2021 Tingkat Nasional. Total perolehan medali terdiri dari 5 emas, 8 perak, dan 13 perunggu.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Iqbal, mengatakan, prestasi ini kembali mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional. Sebelumnya MAN 1 Banda Aceh juga memecahkan rekor setelah berhasil membawa pulang 27 medali dari ajang bergengsi Olimpiade Sains Indonesia (OSI) 2021.

“Alhamdulillah ini capaian yang sangat memuaskan. Kita mengapresiasi capaian siswa dan guru MAN Model. Kabar gembira ini telah mengangkat kembali pendidikan Aceh,” kata Iqbal di Aceh, Selasa (29/6/2021).

Menurutnya, capaian ini tidak terlepas dari kerja keras para guru dan komite madrasah dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu di MAN Model. “Murid unggul tentu lahir dari guru yang unggul. MAN Model adalah contoh bagi madrasah yang lainnya untuk terus berprestasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Banda Aceh Nursiah mengaku bahagia atas torehan anak didiknya di ajang nasional yang dilaksanakan secara daring pada 27 Juni tersebut. “Semoga prestasi ini menjadi motivasi kita untuk terus belajar untuk menjadikan pendidikan madrasah lebih baik,” ujarnya.

Mengenang Mohammad Siddik, Tokoh Umat rendah Hati

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas, mengenang Kiai Siddik sebagai seorang tokoh yang punya pengalaman internasional yang cukup banyak.

Menurutnya, dimanapun beliau berada selalu membangun silaturrahim dengan masyarakat dan tokoh Islam setempat.

“Tahun 1991 saya menghadiri pertemuan Asian Conference on Religion and Peace di Kathmandu, Nepal. Di sela-sela kegiatan, kami bertemu dengan tokoh-tokoh Muslim setempat, mereka mengatakan enak kalau ada beliau (Kiai Siddik) dan begitu beliau pindah tugas kami benar-benar kehilangan orang yang baik seperti beliau,” ujar Buya Anwar, Rabu (30/6).

Setelah Kiai Siddik pulang ke Tanah Air, Buya Anwar melihat beliau tidak tertarik dengan hal-hal lain. Beliau nampak fokus mengurus umat lewat DDII. “Beliau sangat ingin mengisi hidupnya untuk berarti dan bermakna bagi dirinya dan keluarganya serta bagi orang lain dan rasanya tujuan beliau tersebut sudah tercapai,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

Pemerintah Minta Umat di Zona Merah Ikuti Arahan MUI, Tak Gelar Shalat Jumat

DEPOK(Jurnalislam.com)— Satgas Penanganan Covid-19 Pusat  mengumumkan secara resmi Kota Depok resmi berstatus zona merah Covid-19 pada Selasa (29/6).

Status zona merah Covid-19 melalui 14 indikator. Skor Kota Depok dalam penilaian zonasi juga turun dari 1,93 menjadi 1,8.

Dengan kondisi tersebut, Satgas Penanganan Covid 19 Kota Depok melakukan pelaksanakan kebijakan pengetatan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagaimana tertuang dalam Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/263/Kpts/Dinkes/Huk/2021, yang berlaku sampai dengan 5 Juli 2021.

“Adapun keputusan PPKM, salah satunya yakni untuk sementara dihentikan kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan massa dan kegiatan kerumunan,” ujar Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Rabu (30/6).

Lanjut Dadang, sesuai arahan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, bagi Umat Islam yang berada di Zona Merah Covid-19 untuk dapat mengganti sholat Jumat dengan Sholat Zuhur  di rumah.

“Kami mengimbau kepada Umat Islam untuk dapat mengikut arahan atau Fatwa MUI. Demikian pula untuk umat agama yang lainnya, dihimbau untuk menghindanri pelaksanaan ibadah yang dilakukan secara bersama,” tegasnya.

Dia menambahkan, selain itu juga dilarang menyebarkan informast hoax dan provokatif yang mengatasnamakan agama, budaya dan yang lainnya.

‘Untuk warga yang membutuhkan layanan pengaduan, saat ini selain layanan pengaduan di masing-masing Puskesmas, sudah ditunjuk contact person di masing masing kecamatan dan unsur Tim Pengawas Covid-19 kecamatan. Untuk layanan ambulance, selain 119 dan Puskesmas, warga dapat menghubungi ambulance Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta ambulance PMI Kota Depok,” jelas Dadang.

Sumber: republika.co.id

Tokoh Persis Nilai Almarhum Mohammad Siddik Sosok Teladan Umat

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis), Ustaz Jeje Zaenudin mengenang ketokohan yang ia rasakan dari sosok KH Mohammad Siddik, ketua umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) periode 2015-2020. Menurutnya, almarhum punya ketegasan dan istiqamah dalam pendiriannya.

“Saya merasakan kepribadian beliau sebagai seorang tokoh yang rendah hati, terbuka, sekaligus tegas dan istiqamah dalam pendirian yang beliau yakini kebenarannya,” tutur dia Rabu (30/6).

Ustadz Jeje mengatakan sering bersama almarhum di berbagai forum selama Dewan Da’wah ada di bawah kepemimpinannya. Ia menyimak berbagai pandangan almarhum yang menurutnya menunjukkan keluasan pergaulan dan dedikasinya kepada umat.

“Dedikasinya kuat dalam pengkhidmatan kepada umat terutama melalui program-program dakwah yang dicanangkan beliau di Dewan Dakwah,” tambah Ustadz Jeje.

Sumber: republika.co.id

Banyak Berita Duka Akibat Covid-19, KH Cholil Nafis: Perbanyak Zikir

JAKARTA(Jurnalislam.com) Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH. Cholil Nafis, menilai berita Covid-19 yang saat ini beredar membawa dampak negatif bagi psikologi masyarakat. Sebagai orang yang sedang berjuang sembuh dari Covid-19, dia merasa, berita yang ada terkesan menakutkan dan melemahkan psikologis.

Dia berharap, berita yang muncul bisa lebih informatif dan edukatif, bukan selalu fearmongering (menyebar ketakutan).

“Saya mendengarkan banyak berita duka belakangan ini dari teman-teman saya. Pemberitaan penguburan massal di media membuat saya khawatir. Solusi terbaik dari saya, adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, ” ungkapnya dalam acara Muhasabah dan Istighosah Virtual untuk Keselamatan Umat Islam dari Ancaman Covid-19, Sabtu (26/06) di Jakarta.

Dia mengatakan, dzikir menjadikannya lebih merasakan ketenangan di tengah banjirnya berita Covid-19 yang menakutkan. Amalan ibadah seperti dzikir, shalawat, istighfar, dan membawa Al-Quran membuatnya merasakan ketenangan.

“Berita yang ada hendaknya dibuat untuk menyebarkan pemahaman atau edukasi kepada masyarakat. Jangan terlalu menyebarkan berita yang dapat berdampak negatif bagi psikologi masyarakat, ” ungkapnya.

 

Survei Kemenag: Indeks Kesalehan Sosial Tinggi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Balitbang-Diklat Kemenag merilis hasil survei tahun 2020 tentang Indeks Kesalehan Sosial (IKS) masyarakat Indonesia.

“Hasil survey mencapai nilai 82,53. Angka IKS ini masuk kategori cukup tinggi,” kata Ketua Tim Peneliti Raudlatul Ulum, di Jakarta, Selasa (29/6/2021).

Raudlatul Ulum menjelaskan, survei IKS 2020 berangkat dari penglihatan bahwa Indonesia menduduki peringkat pertama terkait hubungan antara percaya kepada Tuhan dan memiliki nilai-nilai yang baik.

Kebijakan mengenai kesalehan sosial, ungkap pria yang akrab disapa Ulum ini, dirasa penting guna melihat dinamika ruang publik yang berhubungan dengan kepedulian sosial, relasi antar manusia, pelestarian lingkungan, etika dan budi pekerti, juga kepatuhan terhadap negara dan pemerintah.

“Survei ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masyarakat Indonesia dengan pengamalan pada tingkat sosial dengan mengambil beberapa responden,” katanya.

Responden terdiri dari perwakilan enam agama di Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghuchu. Temuan survei, tingkat kepedulian sosial memperoleh skor 75,35; relasi antarmanusia, 87,6; pelestarian lingkungan, 76,61; dan patuh pada peraturan pemerintah dengan skor 85,01.

“Sementara, etika dan budi pekerti yang mendapat skor paling tinggi, yaitu 88,1,” papar Ulum.

Temuan lainnya, lanjut Ulum, IKS dipengaruhi beberapa faktor utama, yakni habituasi atau pembiasaan (skor paling tinggi 84,43),  kesalehan ritual (79,65), pengetahuan (77,85), dan terapan program Kemenag (51,78).

“Sebagai faktor tertinggi, secara umum habituasi atau pembiasaan ini meliputi pemberian penghargaan atas prestasi (78,71), belajar bersama (81,18), mengelola sampah organik dan non organik (53,76), sanksi atas pelanggaran aturan (78,71) dan kegiatan piknik keluarga (77,41),” jelas Ulum.

Epidemiolog: Kalau Jokowi Tak Lakukan Pengetatan Maskimal, Kolaps Layanan Kesehatan

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono, mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk melakukan pengetatan secara maksimal, hal itu lantaran khawatir layanan kesehatan di Indonesia kolaps karena penyebaran covid-19.

“Kalau Jokowi besok tidak melakukan pengetatan secara maksimal, kolaps seluruh pelayanan [kesehatan] di Indonesia, hancur Indonesia. Dokter banyak yang kena,” ujar Pandu, Selasa (29/6).

Jokowi sebelumnya menyatakan pihaknya memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) alih-alih lockdown atau karantina wilayah. Jokowi menilai langkah itu diambil lantaran tak akan mematikan ekonomi rakyat.

Pernyataan Jokowi sekaligus merespons desakan lockdown yang banyak diutarakan beberapa pemerintah daerah, politisi, ahli kesehatan, hingga segenap masyarakat sipil.

Meski begitu, Pandu meminta Jokowi untuk mengambil langkah sesuai dengan tanggung jawab konstitusi, dan bertanggungjawab terhadap keselamatan masyarakat.

“Jokowi [harus] bertanggung jawab terhadap keselamatan rakyat. Emang mau jadi presiden yang enggak berbuat sesuai dengan tanggung jawab konstitusi?” ujar Pandu.

Pemerintah pusat sendiri berencana melakukan revisi terhadap PPKM. Opsi itu dibicarakan menyusul lonjakan kasus SARS-CoV-2 di Indonesia.

Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA menyebut pemerintah masih membahas opsi ini. Salah satu opsi yang muncul adalah PPKM Darurat. Ia tak membantah atau membenarkan rencana perubahan kebijakan menjadi PPKM Darurat.

Sumber: cnnindonesia

Varian Delta Lebih Cepat Menular, 15 Detik ke Orang Tanpa Masker

 JAKARTA(Jurnalislam.com) — Varian Delta menjadi varian Covid-19 yang saat ini paling mengkhawatirkan. Juru Bicara vaksinasi covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengemukakan varian Delta enam kali lebih cepat menular bila dibandingkan dengan varian Alfa.

“Kenaikan kasus kita sangat signifikan dibanding Desember 2020 dan Januari 2021. Penyebabnya mobilitas tinggi di Ramadhan dan libur Idul Fitri serta protokol kesehatan yang kendor,” katanya dalam agenda webinar Ruang Tamu yang diselenggarakan Holopis secara virtual di Jakarta, Selasa (29/6).

Menurut Siti Nadia, varian Delta lebih mempercepat laju penularan namun belum ditemukan bukti yang cukup kuat bahwa varian B1617.2 asal India itu memiliki kemampuan menyebabkan efikasi vaksin berkurang. Untuk itu pemerintah terus mengupayakan percepatan vaksinasi untuk mengurangi laju penularan.

“Sebab di beberapa daerah kita juga menemukan varian ini,” katanya.

Ketaatan masyarakat pada protokol kesehatan yang semakin berkurang, kata Siti Nadia, berpotensi memfasilitasi varian baru menyebar di masyarakat. “Delta ini kecepatan menularnya enam kali dari varian Alfa. Temuan kasus harian kita saat ini menyentuh angka di atas 15 ribu orang beberapa belakangan ini,” katanya.

Siti Nadia menambahkan sebuah jurnal di Australia melaporkan kecepatan penularan varian Delta jika dihitung berdasarkan waktu berkisar 10 sampai 15 detik. “Sehingga orang yang berpapasan tanpa pakai masker sudah bisa membuat orang itu positif atau tertular,” katanya.

Sementara varian yang lama membutuhkan waktu 10 sampai 20 menit untuk bisa membuat seseorang bisa terpapar. “Delta ini bisa 10 kali kali lipat kecepatan penularannya dari varian lama,” katanya.

Sumber: republika.co.id