Walau Tak Terbukti Bersalah dan Divonis Bebas, JPU Kasus Social Kitchen Malah Ngotot Kasasi

SOLO (Jurnalislam.com) – 9 anggota Laaskar Umat Islam (LUIS) dan wartawan Ranu Muda divonis bebas karena tak terbukti melakukan perusakan Social Kitchen. Namun, Jaksa penuntut Umum (JPU) malah mengajukan Kasasi, karena menganggap, Majelis Hakim tidak mempertimbangkan rekaman CCTV dalam kafe tersebut.

Menganggapi hal tersebut, Penasehat hukum LUIS Muhammad Taufik akan mengajukan kontra Memori Kasasi. Menurutnya, JPU saat ini sudah tidak konsisten dan alasan mengajukan kasasi itu terlalu mengada-ada, karena faktanya, rekaman CCTV tersebut sudah diminta terdakwa untuk diputar secara penuh dalam persidangan.

“JPU nampaknya tidak konsisten dan mengada-ada tentang fakta di persidangan. Selama persidangan Majelis Hakim dan pihak terdakwa sudah meminta CCTV diputar penuh,” katanya pada Jurnalislam.com, di Tipes, Serengan, Solo, baru-baru ini.

Selain itu, Taufiq mengatakan bahwa dalam persidangan, Hakim sudah meminta persidangan tersendiri untuk mengurai rekaman CCTV yang terdiri dari 3 DVR (Digital Video Recorder) untuk membuktikan kesalahan terdakwa. Namun kata dia, pihak Jaksa tidak mau merealisasikan tantangan Majelis Hakim.

“Bahkan Hakim meminta dalam persidangan tersendiri yang terurai dalam 3 DVR. Dalam pertimbangan memori Kasasi JPU seolah Jaksa mengatakan Majelis hakim tidak mempertimbangkan apa yang terekam CCTV. Inilah keberatan kami,” pungkasnya.

Dari MU hingga Chelsea, Klub-klub Papan Atas Ini Sampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri

LONDON (Jurnalislam.com) — Seiring dengan berakhinya bulan suci Ramadan, umat Islam di seluruh dunia pun merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Empat klub papan atas Liga Primer Inggris pun turut memberikan ucapan selamat di hari kemenangan umat Islam ini.

Arsenal, Chelsea, Manchester United, dan Tottenham Hotspur tidak ingin ketinggalan merayakan hari Idul Fitri. Bahkan, mereka dengan kompak memberikan selamat lebaran untuk para penggemarnya di Tanah Air melalui akun Twitter mereka dilansir ROL

Arsenal melalui akun twitter, @Arsenal, menggunakan ikon klub yang juga seorang muslim, yakni Mesut Ozil. Dalam pesan Idul Fitrinya, klub asal London itu mengunggah foto Ozil ketika sedang berdoa di pinggir lapangan dengan tulisan: “Eid Mubarak from everyone at Arsenal” atau Selamat Hari Raya Idul Fitri dari semua orang di Arsenal.

Foto tersebut juga diunggah ulang pada akun twitter Arsenal yang berbahasa Indonesia, @OfficialAFC_ID. Foto itu juga dibubuhi keterangan berbahasa Indonesia, yaitu “Selamat Idul Fitri bagi kalian yang merayakan!”

Akun berbahasa Indonesia ini juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri menggunakan video Ozil menjebol gawang Swansea City saat pasukan the Gunners menang 3-2 pada Oktober 2016.

Klub sekota sekaligus rival abadi Arsenal, Tottenham Hotspur juga memberi selamat Idul Fitri kepada penggemar di Indonesia. Melalui akun Twitter resmi berbahasa Indonesia, @Spurs_ID, the Lilywhites menuliskan: “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.”

Masih dari Kota London, juara Liga Inggris musim 2016/2017 Chelsea juga tak ingin melewatkan hal tersebut. Melalui akun Twitter berbahasa Indonesia, @chelseafc_indo, the Blues mengunggah sebuah Graphics Interchange Format (GIF) atau format gambar bergerak, dengan para pemain Chelsea yang diakhiri ucapan selamat Idul Fitri.

Berpindah ke Kota Manchester, ada klub sarat sejarah, Manchester United (MU) yang juga menyapa penggemar muslim dengan ucapan selamat Idul Fitri melalui akun twitter berbahasa Indonesia, @ManUtd_ID. The Reds Devils mengambil tema dengan latar belakang Stadion Old Trafford dan menulis ‘Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H’.

Khutbah Idul Fitri Ustadz Bachtiar Nasir : Berikan Yang Terbaik untuk Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ribuan orang memadati halaman depan Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Pusat, guna melaksanakan ibadah Shalat Idul Fitri 1438 H, Ahad (25/6/2017). Shalat Idul Fitri di Masjid Agung Al Azhar ini dipimpin oleh Achmad Khotib selaku imam. Sedangkan khutbah Idul Fitri disampaikan oleh Ustadz Bachtiar Nasir.

Dalam khutbah yang memiliki tema ‘Jangan Berikan yang Sisa untuk Islam’, Bachtiar Nasir kembali mengingatkan umat Islam di Indonesia untuk senantiasa memberikan yang terbaik untuk Islam. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya umat Islam di Indonesia.

”Namun, yang jadi pertanyaan, banyak gak umat Islam ini yang memikirkan Islam dalam benaknya? Atau gak banyak di antara mereka yang memperjuangkan Islam dengan kekuasaannya, dengan hartanya, dan dengan kehormatannya?,” ujar Bachtiar Nasir di depan jamaah shalat Idul Fitri 1438 H Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Pusat, Ahad (25/6/2017). dilansir ROL.

Lebih lanjut, Ustadz Bachtiar Nasir, mengungkapkan, hal ini tidak terlepas dari perintah Allah SWT untuk masuk Islam secara total. Seperti yang tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 208. Dalam memeluk Islam, lanjut Ustadz Bachtiar Nasir, harus secara sungguh-sungguh. Artinya, menjalankan dan menegakkan komitmen terhadap semua ajaran agama dan meninggalkan yang dilarang oleh Allah SWT.

Kesungguhan ini juga menjadi salah satu upaya untuk memerangi syaitan, yang terus menggoda manusia secara sungguh-sungguh pula. Tidak hanya itu, menurut Ustadz Bachtiar Nasir, kebangkitan Islam di Indonesia, terutama soal ibadah, terlihat cukup jelas. Ustadz Bachtiar pun memberi contoh, salah satu peningkatan ibadah kenaikan yang cukup tinggi adalah ibadah Itikaf selama bulan Ramadhan di beberapa masjid, yang naik hampir seratus persen.

Selain itu, ada pula peningkatan jumlah jamaah ibadah shalat berjamaah, termasuk shalat subuh, di beberapa masjid. Pun dengan peningkatan jumlah penerimaan zakat dan sedakah di sejumlah lembaga zakat. ”Selain itu, ada kekuatan lain yaitu Ukhuwah Islamiyah. Saya menyaksikan sendiri di lapangan, di tengah upaya pemecah belahan, saya katakan umat Islam sekarang sudah bersatu,” kata Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) tersebut.

Umat Islam di Indonesia, dengan statusnya sebagai yang terbesar di dunia, kata Ustadz, dalam segala tindak tanduk dan perbuatannya dinilai dapat memberikan pengaruh di tingkat nasional, regional, dan di tingkat internasional. Karena itu, dalam memberikan kontribusi terhadap kebangkitan dan perkembangan Islam, Ustadz Bachtiar Nasir berharap, umat Islam di Indonesia tidak setengah-setengah.

”Jangan berikan sisa waktu untuk Islam, jangan berikan sisa ilmu untuk Islam, jangan berikan sisa tenaga untuk Islam, jangan berikan sisa harta untuk Islam. Masuklah Islam secara kaffah. Berislamlah secara total dan berikanlah yang terbaik untuk Islam” tutur Ustadz Bachtiar Nasir.

 

Bertemu Jokowi, Ini yang Sebenarnya Disampaikan GNPF MUI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI menggelar pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo didampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin, Mensesneg Pratikno dan Menkopolhukam Wiranto saat Hari Raya Idul Fitri siang, Ahad (25/6/2017).

Lalu, apa hasilnya?

Sekretaris GNPF MUI Luthfie Hakim mengatakan bahwa Ketua GNPF Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyampaikan situasi kekinian dalam hubungan antara Pemerintah dengan Ulama, khususnya pada masa Pilgub DKI Jakarta dan pasca Pilgub dirasakan ada kesenjangan komunikasi (yang cukup kuat), masing-masing dengan persepsinya sendiri-sendiri.

“Padahal yg dilakukan oleh Ulama yg tergabung dalam GNPF hanyalah bermaksud menyampaikan pendapatnya secara damai, tidak anarkis apalagi mengarah ke makar, dalam koridor demokrasi,” kata UBN.

Pimpinan GNPF MUI yang lain menyampaikan adanya suasana paradoksal, pada satu sisi Pemerintah berpendapat tidak melakukan kebijakan yg bersifat menyudutkan umat Islam, tapi di pihak lain GNPF menangkap perasaan umat Islam yang merasa dibenturkan dengan Pancasila, dengan NKRI, dan dengan Kebinekaan.

Tentulah hal ini, kata GNPF, tidak menguntungkan bagi Pemerintah dalam menjalankan program-programnya dan bagi ulama dan umat dalam menjalankan dakwahnya.

“GNPF mengharapkan dari pertemuan ini dapat dibangun saling pengertian yang lebih baik di masa depan. Tidak lupa disampaikan ucapan salam dari Habib Rizieq Shihab selaku Ketua Dewan Pembina GNPF yang tengah berada di Arab Saudi,” kata Luthfie Hakim.

Menanggapi hal tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi dapat bertemu pimpinan GNPF MUI, serta menegaskan tidak ada maksud untuk tidak mau menerima ulama yang tergabung dalam GNPF MUI.

Semua itu hanyalah miskomunikasi semata, kata Jokowi. Ia pun berkilah, dalam beberapa kali pertemuan dengam ulama, tidak pernah memerintahkan untuk mencoret ulama yang tergabung dalam GNPF MUI.

Demi membangun hubungan lebih lanjut dengan GNPF, Jokowi menyampaikan telah memerintahkan Menkopolhukam (yang duduk disamping beliau) untuk melanjutkan komunikasi untuk menyelesaikan persoalan – persoalan yang terjadi di lapangan, seraya mengharapkan akan lebih intensif lagi pertemuan GNPF dengan beliau di waktu yang akan datang.

Pesan Idul Fitri KH Miftah Faridl : Mewujudkan Umat yang Kuat

Oleh : Prof. Dr. KH Miftah Faridl

(Ketua MUI Bandung, Ketua Dewan Pembina Sinergi Foundation)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الله اكبر الله اكبر الله اكبر لا اله الا الله الله اكبر و لله الحمد

الله اكبر كبيرا والحمد الله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا لا اله الا الله وحده صدق وعده ونصر عبده واعز جنده وهزم الاحزاب وحده لا اله الا الله الله اكبر الله اكبر ولله الحمد.

الحمد لله الذي جعل هذا اليوم عيدا للمسلمين و رحمة للمؤمنين نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور انفسنا ومن سيأت اعمالنا من يهد الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادى له اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله و الصلاة و السلام على اشرف الانبياء و المرسلين صادق الوعد الامين و على اله و صحبه و من تبعه الى يوم الدين

(امابعد)

معاشر المسلمين اوصيكم و نفسي بتقوى الله كما قال الله تعالى فى كتابه الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون : فتزودوا فان خير الزاد التقوى و قال ايضا ان اكرمكم عند الله اتقاكم الله اكبر الله اكبر الله اكبر لا اله الا الله الله اكبر الله اكبر و لله الحمد

 

 

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahilhamd…

Sejak kemarin, lebih dari satu milyar umat Islam di seantero dunia menggemakan takbir, membesarkan asma-Nya, membulatkan sikap tauhid atas eksistensi-Nya, mengagungkan segala kuasa-Nya. Hingga pagi ini, gemuruh takbir itu terus bergema mengisi ruang di antara langit dan bumi, karena hari ini adalah hari di mana seluruh umat mengikat kebersamaan, tanpa membeda-bedakan. Pada hari ini kita semua dapat berbagi, menyisir seluruh sudut tempat berteduhnya setiap insan yang papa untuk ikut merasakan betapa indahnya membahagiakan setiap hamba pada hari yang dihidangkan Allah ini.

Iedul fitri adalah hari kemenangan. Kemenangan atas perjuangan menahan hawa nafsu, musuh besar bagi setiap insan. Kita menang. Kita sanggup mengalahkannya. Karena itu kita patut bersyukur atas kemenangan itu. Kita semua berbahagia. Tapi jangan lupa, kebahagiaan ini hakikatnya dari Allah yang kita harus kita bagi dengan sesama. Kemarin pun kita telah berbagi. Kita berbagi kebahagiaan melalui saluran fitrah yang tak seberapa. Ini kewajiban yang mengikat setiap kita. Zakat mengajak kita peduli. Zakat pula membuka lahan kita berbagi.

Kita dapat berbagi karena Rasulullah memberikan teladan bagaimana seharusnya kita dapat berbagi. Kita juga dapat berbagi karena kita punya. Insya Allah, apa yang telah kita bagi akan dinilai sebagai amal shalih, sebab Allah dan Rasul-Nya mencintai orang-orang yang suka berbagi, bukan orang-orang yang hanya berharap dapat dibagi. Tidak. Allah dan Rasul-Nya tidak suka pada orang-orang yang hanya meminta dan menungu dikasihani.

Inilah problem besar umat kita saat ini. Zakat hanya dipandang sebagi aset yang sangat konsumtif, tidak dilihat sebagai inspirasi yang dapat memicu produktifitas. Padahal dengan sangat jelas, sejarah perjalanan hidup Rasulullah adalah sejarah kerja keras, terutama untuk menghindari sikap menunggu yang mungkin akan menjadi beban sesamanya. Lihatlah sejarah perjuangan hidup Rasulullah pada 25 tahun pertamanya.

Benar bahwa Muhammad bin Abdullah adalah seorang Rasul Allah; dia seorang pemimpin umat; tapi pada saat yang sama dia juga adalah seorang pekerja keras. Sejak usia 8 tahun beliau sudah berusaha hidup mandiri, menjadi penggembala kambing kepunyaan orang-orang kaya pada waktu itu. Pada usia 12 tahun beliau sudah menjadi pedagang yang ulet, dan pada usia sekitar 25 tahun beliau dikenal menjadi pedagang yang sukses.

Kepada para shahabatnya beliau tunjukkan pentingnya membangun sebuah karakter yang kuat dan berjiwa besar; beliau tunjukkan bahwa rizki yang paling berkah adalah rizki yang diperoleh dari hasil prestasi kerja sendiri, bukan dari hasil pemberian orang lain. Karena itu para sahabat binaan beliau memiliki karakter gemar memberi dan malu meminta. Mereka meminta hanya karena terpaksa. Banyak di antara mereka yang miskin, tetapi mereka tidak mau memperlihatkan kemiskinannya kepada pihak lain dengan cara banyak meminta. Beberapa sahabat Nabi tidak mau menerima pemberian dari pihak lain yang bernilai gratis tanpa kerja dan prestasi. Mereka lebih senang diberi tugas kerja untuk mendapatkan penghasilan daripada memperolah rizki karena belas kasihan orang.

Potret kerja keras Rasulullah hingga kini banyak tersebar dalam hadits-hadits dan sunnah-sunnahnya. Ini adalah pelajaran penting bagi kita umat Rasulullah. Jangan pernah menyerah pada kenyataan pahit yang menimpa diri kita. Inilah di antara pelajaran penting latihan Ramadhan yang baru saja kita lewati. Kita telah lulus menempuh ujian menahan diri yang harus kita lenjutkan pada bulan-bulan di luar Ramadhan, terutama untuk membangun umat yang kuat sesuai petunjuk dan teladan yang dicontohkan Rasulullah dengan para shahabatnya.

Sejumlah ayat al-Qur’an dan hadita-hadits Nabi telah cukup jelas memberikan pelajaran kepada kita tentang betapa pentingnya kerja keras, kerja tekun dan sungguh-sungguh untuk menyelamatkan diri dan umat secara keseluruhan. Ramadhan pula yang dengan tekun memberikan pelajaran bagi kita untuk tetap peduli sesama, sekaligus peduli memikirkan nasib keimanan dan kekuatan ekonomi bagi kehidupannya.

 

Ma’asyirol Muslimin, jamaah iedul fitri yang dimulyakan Allah,

Kejayaan ummat Islam di masa silam yang salah satunya ditandai oleh kemajuan di bidang ekonomi, khususnya perdagangan. Para sahabat Nabi, selain menjadi pejuang-pejuang pemberani, penyebar dakwah mengajak umat pada kebajikan, juga adalah pedagang-pedagang yang ulet dan jujur. Para khalifah Islam dari setiap dinasti pada umumnya terdiri dari para pemimpin yang mempunyai perhatian besar terhadap kemajuan ekonomi. Para pendakwah yang datang ke hampir seluruh pelosok dunia, antara lain juga terdiri dari para pedagang yang handal dan sukses.

Karena itu tidak berebihan jika setiap Muslim diperintahkan untuk bekerja keras mencari nafkah. Seorang Muslim yang baik antara lain nampak pada semangat dan kesungguhannya dalam be­kerja mencari nafkah. Prinsip Islam yang menyatakan bahwa orang yang memberi pasti lebih baik daripada orang yang diberi (yadul ‘ulya khairun min yadissufla), mengisyaratkan dengan jelas tentang betapa pentingnya kerja keras mencari nafkah agar bisa memberi.

Seorang Muslim harus berusaha dapat meringankan beban orang lain. Kalau ia tidak dapat meringankan beban orang lain, sekurang-kurangnya ia harus berusaha tidak membebani orang lain. Kalau bisa, seorang Mus­lim, selalu dapat menolong orang lain; kalau tidak bisa, sekurang-kurangnya jangan menjadi manusia yang hanya menjadi beban orang lain. Prinsip ajaran juga menyatakan bahwa kerja keras mencari nafkah bagi seorang Muslim merupakan ibadah kepada Allah SWT. Ia menjadi bagian penting dari jihad fisabilillah, kifarat penghapus dosa dan kesalahan. Ia juga dapat mengangkat derajat dan martabat dirinya di sisi Allah dan di sisi manusia.

 

Firman Allah ‘Azza wa Jalla:

 

Maka apabila shalat telah selesai dilaksanakan, bertebaranlah di atas muka bumi ini dan carilah rizki karunia Allah dan ingatlah Allah sesering-seringnya supaya kamu beruntung (QS, al-Jumu’ah, 62: 10).

Pada ayat yang lain dikatakan:

 

 

Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang Mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (Q.S, at-Taubah, 9: 105).

 

 

Lalu Rasulullah saw memberikan penjelasan yang lebih operasional bagi kita: “Demi sekiranya di antara kamu membawa tali dan pergi ke bukit untuk mencari kayu kemudian dipikul ke pasar untuk dijual dan dengan itu dapat menutup air mukanya (rasa malunya). Maka yang demikian itu lebih baik daripada meminta-minta pada orang lain, baik jika mereka member! atau menolak padanya” (Hr. Bukhari).

Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa, “Demi sekiranya salah seorang di antara kamu pergi mencari kayu dan dipikul di atas punggungnya. Maka itu lebih baik daripada meminta-minta pada orang lain, baik jika ia diberi atau ditolak (Hr. Bukhari Muslim).

Hadirin Rahimakumullah,

Puasa yang baru saja kita tunaikan, tanpa disadari telah mendidik kita untuk menjadi hamba-hamba yang ikhlas, yang bekerja hanya untuk memperoleh ridla Allah Swt.

Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Tuhan Alam Semesta” (QS, al-An’am, 6: 162).

Dan tidak ada kebahagiaan yang kita impikan kecuali kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Allah berfirman dalam kitab sucinya:

 

 

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan nasibmu di dunia, dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS, al-Qashash, 28: 77).

Maka pada pagi yang berbahagia ini, kita refleksikan dalam niat dan perbuatan kita. Kita lekukan yang terbaik untuk Allah dan Rasul-Nya, sesuai dengan kesanggupan kita masing-masing. Allah berfirman:

 

 

Katakanlah, ‘Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, Sesungguhnya aku pun berbuat pula. Kelak kamu akan mengetahui, siapakah di antara kita yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini. Sesung-guhnya orang-orang yang zhalim itu tidak akan men-dapat keberuntungan” (QS, al-An’am, 6: 135).

 

 

Hadirin jamaah iedul fitri yang berbahagia,

Meski Allah begitu kuat mendisiplin kita dalam bekerja, tapi pada saat yang sama Allah pun mengingatkan kita untuk tidak bekerja dengan cara-cara yang dapat melupakan dzikrullah, melalaikan shalat, melupakan zakat dan wafat.

Dalam kitab sucinya Allah berfirman:

 

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat ke-pada Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi (QS, al-Munafiqun, 63: 9).

 

Allah juga sejak dini mewanti-wanti untuk tidak terbuai dunia, tidak mencintai harta melebihi cinta kepada Allah, Rasul, dan jihad fi sabilillah. Allah sendiri tegaskan dalam firman-Nya:

 

 

 

“Katakanlah, Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik” (QS, at-Taubah, 9: 24).

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa Lillahi lhamd,

Demikianlah, melalui ibadah puasa, Allah mengajak kita untuk menjadi khaira ummat, menjadi manusia yang gemar menolong sesama, cinta kasih dengan saudara, peduli memberdayakan tetangga, untuk menuju tatanan umat yang kuat, umat yang tidak mudah dipermainkan orang-orang yang tidak suka atas kemajuan Islam dan ummatnya.

 

Untuk itulah, pada pagi yang cerah dan penuh berkah ini, bersamaan dengan perpisahan melepas kepergian bulan yang agung itu, sebagai hadiah yang diberikan bulan pembersih itu, pagi ini seharusnya kita dapat memulai segalanya dalam suasana yang serba bersih tanpa noda apapun; tulus tanpa ganjalan ataupun hambatan. Dan besok sejatinya kita telah menuai hasil kesalihan individu maupun sosial sebagai buah ketaqwaan yang menjadi tujuan utama disyariatkannya puasa.

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahilhamd…

Akhirnya, di penghujung khutbah ini, dalam suasana bersih, suci, tulus dan ikhlas ini, marilah kita sejenak menundukan kepala, meluruskan motivasi, untuk bermunajat menyampaikan permohonan kepada Allah ‘Azza wajalla.

 

Ya Allah Tuhan Yang Maha Rahman,

Bangsa ini tengah menghadapi banyak ujian

Banyak di antara hamba-hamba-Mu yang kini masih merintih kelaparan

Kebodohan umat pun masih belum menemukan titik terang

Bahkan hak hidup sehat saja masih menjadi barang langka bagi kami

Karena itu beri kami wahai Tuhan Yang Maha Pemberi

Kekuatan iman dan keteguhan keyakinan; keperkasaan dan kesabaran

Agar kami dapat keluar dari himpitan nestapa dalam jalan yang Engkau bentangkan

Agar kami dapat sabar menerima apapun yang Engkau berikan

Agar kami tetap Engkau terima sebagai pengabdi yang istiqamah dengan ajaran-Mu dan rasul utusan-Mu.

 

Ya Rab Tuhan Yang Maha Perkasa,

Jika fitnah tidak bisa kami hindari

Jika kekerasan masih menjadi pilihan sebagian bangsa kami

Jika konflik terus menodai keutuhan ukhuwan di antara kami

Jika kejujuran masih asing di tengah kekuasaan para pemimpin kami

Tolonglah kami wahai Tuhan Yang Maha Penolong

Bentangkan hidayah dan rahmat-Mu kepada kami

Agar kami mampu menepis fitnah dan melunakkan nafsu kebinatangan yang selama ini masih kuat memenjara perilaku kami

 

Curahkan kelembutan cahaya-Mu bagi para pemimpin kami

Bukakan pintu hati ketulusan bagi kami

Agar tidak terkurung dalam keserakahan yang dapat melupakan zat-Mu

Agar dzikir kepada-Mu tetap menjadi pakaian kami setiap waktu

 

Ya Allah Yang Maha Rahiem,

Jadikan ramadhan dan iedul fitri ini sebagai momentum pengampunan bagi kami

Jangan Engkau jadikan ramadhan ini ramadhan yang terakhir bagi kami

Pertemukan kembali kami dengan bulan yang penuh maghfirah ini

 

Ya Allah Yang Maha Pemaaf dan Maha Pengampun

Ampunilah semua dosa dan kesalahan kami,

Ampunilah semua dosa dan kesalahan Ayah dan Ibu kami,

Ampunilah semua dosa dan kesalahan semua Guru dan para Pemimpin kami,

Ampunilah semua dosa dan kesalahan orang-orang yang banyak berbuat baik kepada kami,

Ampunilah semua dosa dan kesalahan orang–orang yang pernah kami sakitai; orang-orang yang pernah kami dzalimi, khianati.

 

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ, وَعَزَائِـمَ مَغْفِرَتِكَ, وَالْعِصْمَةَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ, وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ, وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ, لَاتَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ, وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ, وَلَا كَرْبًا إِلَّا نَفَّسْتَهُ, وَلَا ضَرًّا إِلَّا كَشَفْتَهُ, وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. رواه الترمذي وابن ماجه

 

اَللَّهُمَّ حَبِّبْ اِلَيْنَا اْلإِيْمـــَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ اِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ. اَللَّهُمَّ تَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ, وَأَلْحِقْنَا بِالصَّالِحِيْنَ, غَيْرَ خَزَايَا وَلَا مَفْتُوْنِيْنَ.

 

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ, وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. ذكر النواوي

دَعْوَىهُمْ فِيْهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلَامٌ, وَأَخِرُ دَعْوَىهُمْ أَنِ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. سورة يونس: 10

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahilhamd…

Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Hasil Sidang Itsbat : Idul Fitri 1438 H Ahad Besok

JAKARTA (Jurnalislam.com) –Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 syawal jatuh pada malam ini, Sabtu (24/6/2017) dan shalat Idul Fitri akan digelar Ahad (25/6/2017) besok.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sidang itsbat Sabtu malam ini mengumumkan bahwa hilal telah terlihat dan Ahad besok akan digelar shalat Idul Fitri serentak di Indonesia/

“Ada enam petugas yang sampaikan kesaksian di bawah sumpah bahwa telah melihat hilal. Atas dasar laporan itu, peserta sidang isbat sepakat bahwa malam ini telah memasuki 1 Syawal 1438 Hijriah,” katanya di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu, 24 Juni 2017. (dbs)

Khutbah Idul Fitri 1438 H Mimbar Syariah : Mempererat Ukhuwah Meraih Kemenangan

Oleh: Ust Hamzah Baya S.Pd.I
(Ketua Mimbar Syariah Indonesia)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ هُوَ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ.

Dengan izin Alloh saya sampaikan doa : Taqabbalallahu Minna Waminkum. Semoga ibadah shaum romadhon yang telah kita amalkan di ridhai dan diterima oleh Allah SWT. Amiin yaa robbal aalamiin.

Sebulan penuh Allah mendidik kita di bulan ramadhan agar menjadi orang yang bertakwa, untuk mewujudkan kemuliaan dunia akhirat, dengan menahan hawa nafsu, menjaga lisan dari mencela menghina dan memfitnah dan menghindari iri dengki dan dendam kepada orang lain. Sehingga dihari yang fitri ini kita bersih dan suci seperti bayi yang baru dilahirkan kembali tidak ada dosa. Semoga Ramadhan kita membawa berkah dan kemenangan dalam kehidupan kita selanjutnya dan Allah mengampuni segala dosa kita aamiin..

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…

Dihari yang penuh berkah dan kemuliaan Idul Fitri 1438 H adalah kesempatan dan sarana yang sangat baik untuk menyambung kembali hubungan antara kaum muslimin dan mempererat, menghimpun kembali keterserakan antara keluarga, saudara, sahabat dan tetangga yang sempat tidak harmonis untuk kembali bersatu dan utuh dalam suasana yang lebih indah untuk saling mengasihi.

Hidup ini tidak akan merasakan ketenangan dan mendapatkan keberkahan kalau ikatan ukhwah tidak ada dalam diri kita karena dengan terputusnya silaturrahim, di dalam hati seseorang tersimpan kebenciaan dan rasa permusuhan. Apabila dalam suatu lingkungan masyarakat ada orang-orang yang sudah tidak saling tegur sapa, saling menjauhi, saling membelakangi, saling menggunjing dan memfitnah, maka rahmat Allah akan semakin jauh dari masyarakat seperti ini.

Persatuan adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubung dan terpeliharanya silaturrahim, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Bagaimana pun besarnya umat Islam secara kuantitatif, sama sekali tidak akan ada artinya bila di dalamnya tidak ada persatuan yang kokoh dan kerjasama untuk menyelesaikan permasalahan umat dan bersama-sama menaati Allah.

Diantara langkah-langkah kongkret untuk mewujudkan persatuan umat yaitu menyadari sepenuhnya bahwa sebagai muslim memiliki tanggung jawab untuk andil dalam mewujudkan persaudaraan sesama muslim. Hal ini diperintahkan oleh Allah Swt. di dalam Al-Qur’an :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (Q.S. Al-Hujuraat:10)

Juga firman Allah pada ayat yang lain:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا. وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ ءَايَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ*

Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Q.S. Ali Imran: 103)

Demikianlah perintah Allah Swt, dan itu berlaku bagi setiap muslim, apapun dan dimanapun keberadaannya. Setiap muslim bertanggung jawab untuk mewujudkan ukhuwah Islamiyah sebagaimana yang diperintahkan.

Kita semua bertanggung jawab memelihara dan mempertahankan ikatan persaudaraan antar sesama muslim. Membangun ukhuwah Islamiyah secara lebih nyata. Sebab, akhir-akhir ini, persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah di antara kita terganggu oleh pebedaan-perbedaan yang muncul. Perbedaan-perbedaan itu banyak sekali, entah politik, status sosial, adat, budaya, ekonomi, etnis dan lain sebagainya, yang ternyata bisa mengarah kepada perpecahan di antara umat Islam dan sangat menghawatirkan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…

Di dalam negeri kita tercinta, pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini kita rasakan setidaknya ada empat hal yang menonjol yang sedang terjadi dan menjadi sebab perselisihan yg berpotensi mengarah kepada perpecahan ditengah masyarakat khususnya umat islam:

Pertama: Kasus penistaan al-Quran oleh Ahok. Kasus ini diikuti oleh sejumlah kasus penghinaan terhadap Islam dan Rasulullah saw. dengan beragam bentuknya, khususnya lewat media sosial, yang tidak benar-benar diusut oleh aparat.

Kedua: Belum reda kasus penistaan agama, muncul kriminalisasi terhadap ulama yang kebetulan menjadi penggerak dari rangkaian Aksi Bela Islam (ABI) yang dipicu oleh penistaan al-Quran oleh Ahok.

Ketiga: Rencana Pemerintah untuk membubarkan ormas-ormas Islam. yang dituding secara sepihak sebagai anti Pancasila dan anti kebhinekaan hanya karena gencar mendakwahkan keharaman pemimpin kafir atas umat Islam. Mereka dituding mengancam NKRI hanya karena gencar menyerukan pentingnya penguasa dan umat ini menerapkan syariah Islam secara kâffah dalam institusi Khilafah sebagai bagian dari ajaran Islam.

Keempat: Sebagai dampak dari pro-kontra kasus Ahok, muncullah dua kubu yang saling berseberangan: pro dan anti Ahok, yang seolah-olah dianggap perseteruan kelompok moderat dan radikal. Mereka saling mencela, saling melecehkan, bahkan saling menghujat, khususnya di media sosial. Kondisi ini jelas telah mengarah pada perpecahan. Padahal mayoritas dari dua kubu tersebut adalah umat Islam yang seharusnya merekatkan tali persaudaraan Islam atau ukhuwwah islamiyyah. Sayangnya, kondisi semacam ini masih terasa hingga saat ini, justru di tengah bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri yang sakral

Berbeda dengan kondisi Rasulullah saw. dan para Sahabat, Ramadhan dan idul fitri tidak hanya memberikan kemenangan kepada diri mereka secara individual dalam melawan hawa nafsu dan setan selama bulan Ramadhan, tetapi juga memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin secara kolektif dalam melawan musuh-musuh Islam. Serta menyatukan kaum muslimin dalam sebuah kekuatan dibawah kepemimpinan Allah dan rasulnya. Mereka dan generasi gemilang sesudahnya selalu mencatat prestasi yang gemilang pada bulan Ramadhan. Beberapa peperangan yang dimenangkan kaum Muslim seperti Perang Badar, Fathu Makkah, Pembebasan Palestina dan masjidil aqsa dan Pembebasan Andalusia terjadi pada bulan Ramadhan

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…

Marilah, kita jadikan hari raya ini sebagai hari yang baru, sebagai momentum untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan umat Islam. Dan kita jadikan sebagai awal dari kembalinya kebangkitan umat Islam, untuk menuju ‘Izzul Islam wal Muslimin. Sudah lama kita semua mendambakan masyarakat yang bersatu, hidup rukun, saling bahu membahu dan saling mengasihi. Baldatun thoyyibatun warabbun ghafur

Kita tinggalkan segala bentuk perpecahan dan rasa sombong antar sesama muslim. Juga kita tinggalkan segala macam kepentingan-kepentingan sesaat yang merugikan umat Islam. Kita jadikan Islam sebagai satu-satunya landasan semua sikap dan perilaku kita.

Di zaman fitnah seperti ini Berada dalam persatuan kaum muslimin adalah benteng yang akan menyelamatkan seseorang dari berbagai fitnah. Nabi ﷺ menasihati umatnya untuk bersatu ketika fitnah tersebut terjadi. Hudzaifah radhiallahu ‘anhu Berkata:

هَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ؟ قَالَ: “نَعَمْ. دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ. مَنْ أَجَابَهُمْ إلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا”. فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ صِفْهُمْ لَنَا. قَالَ: “نَعَمْ. قَوْمٌ مِنْ جِلْدَتِنَا. وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا” قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ فَمَا تَرَى إنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ؟ قَالَ: “تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإمَامَهُمْ”

‘Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan?’ Beliau menjawab, ‘Ya, (yaitu) para da’i yang mengajak kepada pintu neraka jahanam. Barangsiapa yang menerima ajakan mereka, niscaya mereka akan menjerumuskannya ke dalam neraka’ Aku bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepada kami sifat-sifat mereka!’ Beliau menjawab, ‘Ya. Mereka berasal dari kaum kita dan berbicara dengan bahasa kita‘. Aku bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, apa yang kau perintahkan jika aku bertemu mereka?’ Beliau menjawab, ‘Berpegangteguhlah dengan jamaah kaum muslimin dan imam mereka’ (HR. Muslim).

Oleh karena itu umat Islam hendaknya berpegang teguh dengan persatuan yang bersumber pada akidah yang shahih dan amal yang shalih. Dan terus berusaha menjaga persatuan diantara kita karena Persatuan adalah hal yang Allah ridhai untuk hamba-hamba-Nya. Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاَثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلاَثًا فَيَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَيَكْرَهُ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ

“Sesungguhnya Allah meridhai tiga hal dan membenci tiga hal bagi kalian. Dia meridhai kalian untuk menyembah-Nya, dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya, serta berpegang teguhlah kalian dengan tali Allah dan tidak berpecah belah. Dia pun membenci tiga hal bagi kalian, menceritakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya (qiila wa qaal), banyak bertanya, dan membuang-buang harta.” (HR. Muslim).

Orang-orang yang berpegang teguh dengan Islam serta memperjuangkanya dan terus membela dari serangan musuh-musuh islam akan senantiasa mendapatkan pertolongan dan kelompok ini akan selalu ada sampai hari kiamat. Nabi ﷺ bersabda:
لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ
“Akan senantiasa ada sekelompok orang di antara umatku yang menang di atas kebenaran, tidaklah membahayakan mereka orang lain yang menyia-nyiakan mereka hingga datang ketetapan Allah sementara mereka senantiasa berada dalam keadaan demikian” (HR. Muslim)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…

Orang yang menjaga persatuan adalah orang yang paling bahagia. Allah ﷻ berfirman:

﴿وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ﴾
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma´ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS:At-Taubah | Ayat: 71)

Allah mengokohkan mereka di atas kebenaran. Tidak ada perselisihan di antara mereka walaupun tahun-tahun terus berganti. Siapa yang menelaah perjalanan para salafus solih yang mengikuti rosulullah, mereka akan mengetahui pemikiran mereka berasal dari orang-orang sebelum mereka. Jalan mereka sama dengan generasi sebelumnya. Seolah-olah ucapan mereka keluar dari hati yang satu. Seakan-akan perbuata mereka dari satu jasad.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…

Dalam persatuan terdapat kebaikan dan perbaikan. Sedangkan dalam perpecahan itu terdapat kerusakan, pertikaian, dan kebinasaan. Orang yang cerdas tentu tidak akan menganggap remeh permasalahan mengikuti Alquran, Sunnah, serta metode dalam mengamalkan islam oleh pendahulu umat ini. berbahagialah dengan hidayah Allah berupa agama yang lurus ini. Bersyukurlah dengan berpegang teguh di atas persatuan. Dan mengajak orang lain bersatu di atas kebenaran itu. Dan sebaliknya jika kita menyelisihi menantang syariat yang telah jelas maka Allah akan jadikan kita sebagai penghuni neraka jahannam dan membiarkan kita menjadi manusia yang hina di dunia karena tidak melaksanakan syariat islam. Allah Berfirman:

﴿وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا﴾ [النساء: 115].
“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS:An-Nisaa | Ayat: 115).

Semoga Allah menjadikan kita sebagai umat yang berjaya di dunia dan akhirat. Semoga Allah mempertemukan kita di akhirat kelak dalam suasana persaudaraan yang membahagiakan. dan semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung yang diwafatkan oleh Allah dalam keadaan khusnul khatimah. Aamiin..

Di Tengah Hujan Deras, Pekik Takbir Sambut Orasi Jihad Panglima TNI

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Hujan deras terus mengguyur helatan Safari Ramadhan Panglima TNI bersama anak yatim dan Ulama Tasikmalaya, Rabu (21/06/2017). Yang menarik, dalam pantauan jurnalislam.com, ribuan massa umat Islam tetap bergeming walau hujan terus membasahi mereka.

“Saya datang kesini atas permintaan ulama, yang pada saat bertemu di Jakarta, saya katakan besok saya berkunjung ke Tasik,” kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Berkali-kali Jenderal Gatot menegaskan peran umat Islam dalam memerdekakan Indonesia.

“Dimana-mana saya selalu berkata, bahwa yang memperjuangkan bangsa ini dan yang merebut kemerdekaanya dengan darah dan keringat bahkan nyawa adalah mereka rakyat Indonesia yang mayoritas adalah muslim,” tambahnya.

Gatot menegaskan bahwa cikal bakal TNI terlahir dari para ulama “Jadi TNI ini dalam darahnya adalah darahnya ulama, ulamalah yang melahirkan TNI,” teriak Gatot disambut pekik takbir di tengah hujan deras.

Tak hanya itu, ia juga menceritakan sejarah awal TNI dalam melawan penjajah. Awalnya, kata Gatot, umat bergerak karena seruan jihad para ulama, khususnya pendiri NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

“Setelah merdeka, tentera sekutu menyerbu surabaya, TNI meminta kepada Hasyim Ashari untuk meminta Fatwa jihad Fii sabilillah,” orasinya menggebu tentang jihad.

Diakhir sambutannya, gatot menyampaikan kepada prajuritnya agar tidak lupa dengan peran para ulama dalam sejarah perjuangan kemerdekaan indonesia

Reporter: hbq

Panglima TNI : Saya Serukan Seluruh Prajurit Dalam Bertugas Harus Bersama Ulama

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Meskipun diguyur hujan deras, Safari Ramadhan Panglima TNI tetap digelar bersama anak yatim dan Ulama Tasikmalaya, Rabu (21/06/2017).

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa umat Islam dan para ulama memiliki saham besar dalam perjuangan, sehingga tudingan umat Islam anti Pancasila, NKRI dan Bineka tunggal ika tidaklah tepat.

“Jadi dimana pun juga tidak mungkin ulama merusak bineka tunggal ika, maka saya serukan kepada para prajurit dimana pun kalian bertugas kalian harus bersama ulama,” kata Gatot di hadapan massa umat Islam.

Acara yang sempat terhenti karena diderai hujan lebat ini tetap berlangsung hingga shalat berjamaah. Gatot pun menegaskan kembali bahwa kemerdekaan Indonesia didapatkan karena peran umat Islam.

“Dimana-mana saya selalu berkata, bahwa yang memperjuangkan bangsa ini dan yang merebut kemerdekaanya dengan darah dan keringat bahkan nyawa adalah mereka rakyat Indonesia yang mayoritas adalah Muslim,” pungkasnya.

Reporter : hbq

Di Pengujung Ramadhan, Ini Pesan Ustadz Alfian Tanjung dari Balik Penjara

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Selasa 20 Juni 2017, awak redaksi Jurnalislam.com berkesempatan bersilaturahim sekaligus mewawancarai pegiat anti komunisme Ustadz Alfian Tanjung yang mengalami musibah karena dipenjara oleh polisi beberapa waktu lalu bersama beberapa orang lainnya yang merupakan anggota HAMAS Tanah Abang.

Pada kesempatan tersebut, ustadz Alfian Tanjung berterima kasih atas kunjungan redaksi dan ia berpesan kepada kaum muslimin untuk mendoakan beliau agar tetap istiqomah untuk berada dijalan dakwah.

Kepada jurnalislam.com, ia mengatakan bahwa dirinyaberada dalam kondisi yang baik. Pesannya kepada kaum muslimin agar tetap senantiasa saling menasihati dalam kebaikan dan kebenaran. Ia pun menegaskan bahwa kasus yang menimpanya mendapat advokasi bantuan hukum dari para pengacara beliau.

Rasulullah SAW bersabda dalam beberapa haditsnya :

1. Kaum Mukmin harus senantiasa menguatkan satu sama yang lain
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” [Shahih Muslim No.4684]

2. Kaum Mukmin harus senantiasa saling merasakan dan membantu sesamanya
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

Kaum muslimin yang mempunyai kelebihan harta dan waktu mari kalian sama sama meringankan beban ustadz Alfian Tanjung.