Faksi Mujahidin Asing Berjanji Setia kepada Jabhah Nusrah

IMG_20150822_100919-e1465771390485SURIAH (Jurnalislam.com)Jaish Muhammad fi Bilad al Sham (Tentara Muhammad di Suriah, JM), sebuah faksi mujahidin asing yang beroperasi di Suriah utara, telah resmi bergabung dengan Jabhah Nusrah. janji mereka datang setelah bertahun-tahun berjuang bersama cabang resmi al Qaeda di Suriah, Jabhah Nusrah, dan pemimpin lama mereka telah berjanji Bai’at (kesetiaan) untuk pemimpin Al Qaeda Syeikh Ayman al Zawahiri.

Seperti yang dilansir The Long War Journal, Senin (13/06/2016), JM men-tweeted dua hari lalu bahwa kelompok resmi berjanji setia kepada Jabhah Nusrah, tapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. JM juga merubah bio Twitter-nya untuk menggambarkan dirinya sebagai “Jaysh Muhammad Brigade Jabhah Nusrah.” Tidak ada foto atau video mengenai janji mereka yang dirilis pada saat penerbitan.

Faksi jihad JM telah lama berjuang bersama Jabhah Nusrah dan kelompok sekutu jihad lainnya di Suriah utara, termasuk di Provinsi Aleppo dan Idlib. JM awalnya dibentuk pada akhir 2012 oleh seorang pejuang Mesir, Abu Obayda al Masri, yang bersumpah setia kepada Syeikh Ayman al Zawahiri – dan secara efektif menempatkan kelompoknya dalam jaringan Al Qaeda di Suriah.

JM awalnya terbatas hanya di Aleppo sebelum menyebar ke Idlib. JM sebagian besar merupakan mujahidin asing, dengan banyak warga Libya di jajarannya (termasuk pemimpin paling baru mereka), serta kontingen dari pejuang Perancis. Tidak diketahui berapa banyak warga Perancis dalam jajarannya, tapi Twitter feed resmi mereka dalam bahasa Perancis.

Sebagai hasil dari pemindahan operasi ke Idlib, JM telah berpartisipasi dalam beberapa pertempuran di provinsi sebagai bagian dari Jaysh al Fateh, koalisi yang didirikan oleh Jabhah Nusrah. Tahun lalu, ia merilis sebuah video yang menunjukkan mujahidinnya ambil bagian dalam pngambilalihan Idlib City, yang direkam oleh Jaish al Fatah Maret lalu. JM juga telah merilis foto menyoroti peran dalam pertempuran di dataran Provinsi Al Ghab Hama dan telah dilaporkan ambil bagian dalam pertempuran di Provinsi Latakia.

Media lain yang dirilis oleh JM menggambarkan sekolah yang didirikan untuk wanita dan anak-anak serta pelayanan sosial di Idlib. Pada tahun 2014, JM menyorot sebuah kamp pelatihan di Aleppo, yang tidak mungkin masih tetap beroperasi.

Janji setia Jaish Muhammad kepada Jabhah Nusrah mewakili kelompok mujahidin asing terbaru yang bergabung dalam jajarannya. September lalu, Jaish al Muhajirin wal Ansar, sekelompok yang awalnya terutama terdiri dari Chechen dan Kaukasia Utara lainnya, bergabung dengan Jabhah Nusrah. Sepekan kemudian, sebuah kelompok Uzbek, Katibat al Tawhid wal Jihad, juga bergabung dengan Jabhah Nusrah. Setelah sepekan lagi, Krimea Jamaat, sekelompok Tartar yang terutama didominasi Krimea dan militan berbahasa Rusia lainnya, juga berjanji untuk Jabhah Nusrah.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Syeikh Ayman al Zawahiri Bersumpah Setia kepada Amir Baru Taliban, Syeikh Mullah Haibatullah Akhundzada

JURNALISLAM.COM – Amir Al Qaeda global Syeikh Ayman al Zawahiri telah bersumpah setia kepada amir baru Imarah Islam Afghanistan (Taliban), Syeikh Mullah Haibatullah Akhundzada. Sumpah kesetiaan Zawahiri tersebut termasuk dalam pesan 14 menit as Sahab yang baru dirilis. Pesan as Sahab, lengan media Al Qaeda, ini dirilis Sabtu (11/06/2016).

Seperti yang dilansir The Long War Journal, Sabtu, sumpah setia Syeikh Zawahiri tersebut disampaikan melalui audio. Rekaman lainnya, termasuk dua adegan Syeikh Usamah bin Laden, disertakan juga.

Syeikh Ayman Zawahiri menekankan bahwa sumpah untuk Syeikh Mullah Haibatullah adalah “pendekatan” yang sama yang diadopsi Syeikh bin Laden ketika ia sendiri bersumpah setia kepada Syeikh Mullah Umar sebelum serangan 11 September 2001 dan menyerukan umat Islam untuk mendukung Taliban.

Pada bulan Juli 2014, Al Qaeda merilis kembali video Syeikh Usamah bin Laden (yang direkam di pertengahan 2001) yang menjelaskan kesetiaannya kepada Syeikh Mullah Umar.

“Janji setia saya kepada Amirul mukminin (Mullah Omar) adalah janji kesetiaan besar, yang disebutkan dalam bab-bab Al-Quran dan kisah-kisah as Sunnah,” kata Syeikh bin Laden dalam video.

“Setiap Muslim harus mengatur pikiran dan hatinya dan berjanji setia kepada Amirul mukminin Mullah Muhammad Umar karena ini adalah janji besar.”

Juga pada bulan Juli 2014, al Qaeda menerbitkan buletin yang menegaskan kembali kesetiaan mereka kepada Syeikh Mullah Umar, mengatakan bahwa seluruh anggota organisasi tersebut di seluruh dunia adalah “prajurit mereka.”

Baca juga: 

Pada pertengahan Agustus 2015, as Sahab merilis pesan audio Zawahiri di mana ia bersumpah bay’ah (setia) kepada Mullah Mansour. Pesan itu mirip dengan pesan As Sahab yang baru dirilis, dengan gambar diam Zawahiri ditampilkan di seluruh video sambil membaca sumpah setia untuk Mansour.

Syeikh Zawahiri menjelaskan bahwa sumpah untuk Mansour itu seperti janji Syeikh bin Laden kepada Syeikh Mullah Umar – pernyataan yang sama Syeikh Zawahiri sehubungan dengan kesetiaannya kepada Syeikh Mullah Haibatullah.

Beberapa jam setelah janji Zawahiri untuk Mansour, pemimpin Taliban tersebut menerima sumpah Zawahiri di depan publik dalam sebuah pernyataan yang dirilis di situs resmi Taliban.

Syeikh Mullah Mansour gugur, syahid, dalam serangan pesawat tak berawak (drone) AS pada 21 Mei dan Mullah Haibatullah diangkat oleh majelis syara sebagai penggantinya.

Syeikh Mansour dipuji oleh jihadis di seluruh dunia, termasuk seluruh cabang-cabang al Qaeda.

Pada tanggal 29 Mei, Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM), dan Jabhah Nusrah merilis pernyataan belasungkawa mereka untuk Mansour, memuji jihadis tersebut dalam melawan “Tentara Salib” (AS dan NATO). Pernyataan ketiga cabang al Qaeda itu tidak mengatakan bahwa mereka sendiri berjanji setia untuk Mullah Haibatullah, tapi ini tidak mengejutkan.

Baca juga: Cabang-cabang Al Qaeda Puji Kepemimpinan Syeikh Mullah Akhtar Mansur

Dalam hirarki al Qaeda, cabang-cabang regionalnya – Jabhah Nusrah, AQAP, AQIM, Shabaab di Somalia, Anshar Dien, Anshar Syariah dan al Qaeda di benua India (AQIS) – bersumpah setia kepada Syeikh Ayman Zawahiri, kemudian bertanggung jawab untuk melancarkan jihad di daerah mereka yang ditunjuk atas nama al Qaeda. Ini berarti bahwa mujahidin harus mengikuti manhaj (metodologi) al Qaeda yang mencakup seperangkat pedoman untuk melancarkan serangan (operasi militer).

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

 

Wartawan Afghanistan dan AS Tewas dalam Penyergapan Taliban pada Konvoi Militer

1465194063_american-journalist-afghan-translator-killed-taliban-attackKABUL (Jurnalislam.com) – Reporter freelance Anadolu Agency Zabihullah Tamanna tewas bersama seorang wartawan Amerika dalam serangan Taliban terhadap konvoi militer di Afghanistan selatan pada hari Ahad (05/06/2016), menurut juru bicara militer Afghanistan, lansir Anadolu Agency, Senin (06/06/2016).

Tamanna dan fotografer NPR David Gilkey bepergian dengan konvoi militer Afghanistan yang diserang dekat Marjah di provinsi Helmand, kata juru bicara militer Shakil Ahmad Tasal.

Kendaraan mereka dihantam roket selama penyergapan Taliban, Ahmad mengatakan, menambahkan bahwa serangan itu juga menewaskan dua tentara Afghanistan.

Tamanna membantu Gilkey sebagai penerjemah untuk NPR, yang mengkonfirmasi kematian dan mengatakan bahwa dua anggota staf lain yang bepergian dengan mereka pada saat itu terluka.

Kematian mereka mengejutkan komunitas wartawan Amerika dan Afghanistan dan rekannya dari Afghanistan menggunakan Facebook untuk meratapi kematian Tamanna.

Haroon Sabawoon, wartawan video yang juga memberikan kontribusi untuk Anadolu Agency, menyesalkan bahwa Tamanna seharusnya bergabung dengannya mengambil cuti puasa mereka bersama di hari pertama Ramadhan, Senin.

Tamanna juga bekerja untuk kantor berita Cina Xinhua dan telah menjadi kontributor tetap untuk layanan bahasa Inggris Anadolu Agency sejak tahun 2014, meliputi pemilihan presiden Afghanistan, perjuangan kepemimpinan Taliban, berita harian dan fitur yang menceritakan kehidupan sehari-hari warga Afghanistan kepada dunia luas.

Gilkey adalah wartawan foto Amerika pemenang penghargaan terkenal untuk cakupan tentang perang dan bencana manusia.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Ditolak Berdamai oleh Taliban, AS: Tidak Ada Perundingan di Afghanistan

thumbs_b_c_62a81a22122f6cdb24dd2bcdb564cbd2WASHINGTON (Jurnalislam.com) – AS memperkirakan pembicaraan damai tidak akan berlanjut segera antara pemerintah Afghanistan dan Taliban di bawah pemimpin baru, seorang jenderal Amerika mengatakan pada hari Rabu, Anadolu Agency melaporkan Kamis (02/06/2016).

“Dia adalah orang yang telah mengirimkan Fatwa (hukum Islam) tentang mengirimkan pembom martir keluar. Dia salah satu yang mengeluarkan Fatwa bahwa Taliban boleh saja membunuh mereka yang menentang Mullah Mansoor (pemimpin Taliban yang terbunuh drone),” klaim Brigadir Jenderal Charles Cleveland, juru bicara misi AS dan NATO di Afghanistan, mengacu pengganti Syeikh Mansur, Syeikh Mullah Mawlawi Haibatullah Akhundzada.

Memperhatikan bahwa Haibatullah Akhundzada adalah jihadis seperti pendahulunya, Cleveland mengatakan ia memiliki darah di tangannya.

“Dalam jangka pendek, kita tidak mengharapkan dia untuk datang ke meja perundingan,” katanya seraya menambahkan bahwa AS memiliki harapan bahwa kelompok Taliban lokal mungkin akan bernegosiasi dengan pemerintah Afghanistan di tingkat kabupaten.

Syeikh Mansur gugur, syahid, bulan lalu dalam serangan pesawat tak berawak AS di Pakistan.

Menurut jenderal, situasi keamanan di Afghanistan memburuk pada tahun 2015 tetapi situasi berubah mendukung pasukan Afghanistan karena mereka telah dilatih oleh pasukan NATO.

“Saya pikir 2015 mungkin adalah tahun yang sulit bagi ANDSF dan mungkin lebih baik untuk Taliban,” katanya.

Dia menambahkan bahwa pasukan Afghanistan telah kembali merebut inisiatif, mencatat bahwa mereka telah beralih dari “pola pikir defensif ke pola pikir ofensif”.

Taliban saat ini mengendalikan delapan sampai 10 kabupaten di Afghanistan, menurut Cleveland, tapi mereka “tentu memiliki kemampuan untuk menguasai lebih banyak lagi.

“Mereka memiliki kemampuan untuk melakukan operasi militer, mereka memiliki kemampuan untuk mempengaruhi penduduk setempat dan mereka memiliki kemampuan untuk beberapa tingkat pengaruh,” katanya.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

Serangan Pertama Taliban di Helmand Sejak Amir Baru Terpilih, 50 Lebih Pasukan Afghanistan Tewas

image_650_365HELMAND (Jurnalislam.com) – Lebih dari 50 pasukan Afghanistan tewas selama dua hari terakhir dalam pertempuran berat di sekitar ibukota provinsi selatan Helmand, kata para pejabat, Aljazeera melaporkan, Senin (30/05/2016).

Helmand, dengan lokasi yang strategis, telah menjadi tempat serangan besar oleh Taliban sejak tahun lalu.

Sebanyak 24 petugas tewas pada hari Senin, dan 33 lainnya pada hari Ahad, komandan polisi daerah Esmatullah Dawlatzai mengatakan kepada kantor berita Reuters. Hampir 40 lainnya terluka, tambahnya.

Mujahidin Taliban berhasil memasuki pinggiran Lashkar Gah, ibukota provinsi, dan warga bisa mendengar suara tembakan berat dan artileri sepanjang malam.

“Situasi ini tidak baik, kita bisa mendengar suara senjata di luar kota, dan Taliban sekarang beroperasi dalam jarak dua kilometer dari kota,” Mohammed Kareem Atal, anggota parlemen Helmand, mengatakan kepada Al Jazeera.

Dia mengatakan empat pos militer pemerintah telah jatuh ke tangan Taliban, saat mujahidin mencoba memotong jalan utama ke ibukota Kabul dan provinsi tetangga Kandahar.

“Tentara menggunakan helikopter tempur untuk mendukung pasukan darat. Mereka sejauh ini baru berhasil merebut kembali satu pos yang jatuh, dan kami sedang menunggu kedatangan pasukan penguatan dari Kabul,” tambah Kareem Atal.

Wilayah yang terkena pertempuran terbaru adalah Greshk, Nad Ali, dan Nahr-e Saraj, tetangga ibukota provinsi Lashkar Gah di utara dan barat.

Sebuah rumah sakit amal di Lashkar Gah mengatakan telah merawat setidaknya 40 korban luka-luka akibat pertempuran kedua belah pihak, di antaranya 30 warga sipil dan 10 pasukan Afghanistan.

Para pejabat Afghanistan akan mengambil langkah-langkah untuk merebut kembali daerah yang hilang, kata Omar Zwak, juru bicara gubernur provinsi.

Pertempuran di Helmand adalah serangan besar pertama oleh Imarah Islam Afghanistan sejak pemimpin baru Syeikh Mullah Haibatullah Akhundzada memegang kepemimpinan Taliban setelah Syeikh Mullah Akhtar Mansour syahid oleh serangan pesawat tak berawak AS di Pakistan pada 23 Mei.

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Oposisi Moderat Belum Menjauh dari Wilayah Jabhah Nusrah, Rusia Tunda Serangan Udara

SURIAH (Jurnalislam.com) – Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Rabu (25/05/2016) bahwa mereka menunda menyerang Jabhah Nusrah cabang resmi al Qaeda di Suriah, untuk memberi waktu bagi kelompok-kelompok bersenjata (oposisi moderat) menjauh dari posisi Jabhah Nusrah, lansir World Bulletin, Rabu.

Kementerian itu mengatakan dalam sebuah pernyataan telah menerima permintaan dari beberapa kelompok bersenjata (oposisi moderat), terutama di Damaskus dan Aleppo, meminta jeda dalam serangan udara, dan mempertimbangkan untuk memberikan lebih banyak waktu sebelum memulai serangan udara menargetkan posisi Jabhah Nusrah. (baca juga: Rusia Serukan Oposisi Moderat Tarik Pasukannya di Wilayah yang Dikuasai Jabhah Nusrah dalam 72 Jam)

"Mempertimbangkan hal tersebut, keputusan dibuat untuk memperpanjang jangka waktu kerja bersama kelompok-kelompok bersenjata tertentu yang bergabung dengan gencatan senjata parsial rezim (yang dibentuk oleh Moskow dan Washington), pemisahan dari jihadis dan mendefinisikan secara persis kawasan yang dikendalikan oleh mereka sebelum memulai serangan ke arah posisi kelompok bersenjata," juru bicara kementerian pertahanan Rusia mengatakan.

Kementerian itu mengatakan dengan mempertimbangkan permintaan tersebut mereka telah memutuskan untuk memberikan lebih banyak waktu sebelum memulai serangan udara pada posisi Al Qaeda Suriah, Jabhah Nusrah.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Analisis Intelijen Amerika-Eropa: Al Qaeda akan Bangun Negara Islam Suriah

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Kepemimpinan puncak Al Qaeda di Pakistan, telah memutuskan untuk pindah ke Suriah dan telah mengirim lebih dari selusin veteran perang paling berpengalaman ke sana, menurut pejabat senior intelijen Amerika dan Eropa, lansir World Bulletin, Senin (16/05/2016).

Pejabat Intelijen mengatakan, “Operasi yang dikerahkan telah diperintahkan untuk membuat markas baru di Suriah agar mereka dapat bekerja sama dengan Jabhah Nusrah. Langkah ini akan menjadi perubahan yang signifikan untuk Al Qaeda dan seluruh afiliasinya di Suriah dan sekitarnya, yang sebelumnya telah berhenti melakukan upaya menciptakan negara berdaulat Islam secara formal, sampai mereka anggap kondisi di lapangan sudah siap”.

“Tak pelak ini akan menimbulkan ancaman serius bagi AS dan Eropa”, lanjut pejabat intelijen. Sebelumnya pada Mei, Amir al Qaedah global, Syeikh Ayman al-Zawahiri mengecam proses perdamaian yang didukung PBB untuk menemukan solusi di Suriah dan memuji Jabhah Nusrah.

“Kita harus mengupayakan persatuan Mujahidin di Syam – (Suriah) sehingga akan dibebaskan dari Rusia dan Tentara Salib Barat. Saudara-saudara… (“tugas kita hari ini” adalah berjuang untuk “kesatuan mujahidin” hingga Syam “dibebaskan” dari rezim “Nusayri” dan mitra Syiah mereka lainnya; Syiah Hizbullah Iran dan Libanon, serta “Tentara Salib” Western (barat) dan Rusia. Tujuannya adalah untuk membangun sebuah “entitas” Islam (Daulah Islam) yang dipandu dengan benar. Pemimpin al Qaeda mendesak para mujahidin untuk bersatu di Suriah, mengatakan bahwa itu adalah masalah “hidup dan mati”) … soal persatuan Islam adalah soal hidup atau mati untuk Anda,” kata Syeikh Zawahiri. (baca juga: Pesan Audio Terbaru Syeikh Ayman al Zawahiri “Maju Menuju Syam”)

Menurut analis Amerika dan Eropa, penciptaan kehadiran Al Qaeda di Suriah akan membuat mereka memiliki kesempatan yang sangat berharga, yang tidak hanya berada dalam jarak lebih dekat dari Eropa, tetapi juga akan mendapat manfaat perekrutan dan dukungan logistik pejuang dari Irak, Turki, Jordan dan Lebanon.

Kehadiran kader senior pemimpin al Qaeda di Suriah meningkatkan kewaspadaan di Washington serta di ibukota Eropa, Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Kami telah menghancurkan sebagian besar Al Qaeda,” John O. Brennan, direktur CIA, mengklaim pernyataan tersebut pada bulan ini di “Meet the Press” NBC.” Mereka tidak sepenuhnya dimusnahkan, jadi kita harus tetap fokus pada apa yang dapat mereka lakukan.” (baca juga: Militer AS Akui Al Qaeda di Afghanistan Lebih Kuat dari Perkiraan Sebelumnya)

Syeikh Saif al-Adl, anggota senior Dewan Syura Al Qaeda, adalah salah satu tokoh yang berfokus pada layanan intellgience. Penanggung jawab Intelijen pada al Qaeda, setelah Syeikh Usamah bin Laden gugur, syahid, pada tahun 2011. Namun posisi Syeikh Saif tidak jelas apakah Mr. Adl berada di Suriah, Afrika Utara atau di tempat lain, para pejabat intelijen Amerika mengatakan. Dia dicari dan bernilai $ 5 juta.

“Sebagai penasihat senior jaringan Al Qaeda di Suriah dan proksimat sekitarnya, Mr al-Adl bisa sangat berguna dalam membantu menentukan strategi yang akan membantu al Qaeda mencapai keberhasilan yang akan menginspirasi kepercayaan mereka,” kata Michael S. Smith II dari Kronos Advisory, sebuah lembaga penelitian dan analisis jihadis.

“Pada tahap ini belum diketahui secara pasti bagaimana dan kapan Al Qaeda akan membentuk sebuah Imarah Islam di Suriah yang akan menguasai wilayah,” tutup analis.

Baca juga:

Putra Syeikh Usamah: Jihad Suriah adalah Kunci untuk Membebaskan Palestina

Jenderal AS: Al Qaeda Tingkatkan Kemampuan Militer Taliban Afghanistan

 

 

Taliban: Serangkaian Serangan Terkoordinasi Terus Meningkat, Pasukan Musuh Berguguran

WARDAK (Jurnalislam.com) – Serangkaian serangan mujahidin Taliban menewaskan sedikitnya 14 pasukan gabungan dan Arbakis dan melukai 10 orang lain dengan menghancurkan sebuah kendaraan militer di distrik Abad Syed di provinsi Wardak pada hari Rabu, Al Emarah News melaporkan Kamis (12/05/2016).

Kemudian, musuh panik dan menyerang daerah pemukiman dengan senjata berat merusak beberapa rumah, ladang dan kebun. Dua warga sipil juga terluka.

Beberapa hari yang lalu, pasukan Afghanistan juga menyerang tenda dengan mortir melukai 6 orang termasuk anak-anak dan perempuan dari keluarga nomaden.

Dalam laporan lain dari Wardak, dua pasukan Arbaki tewas dan satu terluka di distrik Jalriz provinsi Wardak semalam.

Demikian pula, polisi boneka ditembak dan tewas dalam serangan penembak jitu di ibukota provinsi Wardak, Rabu.

Secara terpisah, Mujahidin menyerang tiga pos musuh di distrik Chak provinsi ini, menyebabkan musuh menderita kerugian besar.

Selain itu, bom pinggir jalan mengakibatkan kendaraan rusak menewaskan dua tentara boneka di distrik Jalga provinsi ini tadi malam.

Laporan juga datang dari provinsi Takhar utara, sebanyak 12 pasukan boneka tewas dan 16 lainnya luka-luka dalam pertempuran yang intens dengan Mujahidin di distrik Darqad, pada hari Rabu.

Dua tank lapis baja hancur setelah mendapat serangan senjata berat Mujahidin dalam pertempuran.

Pada hari Kamis, empat polisi tewas selama baku tembak dengan Mujahidin di distrik Dargad provinsi Takhar.

Kemudian di ibukota provinsi Ghazni sedikitnya 7 pasukan boneka tewas dan 3 lainnya mengalami cedera setelah mujahidin menyerbu pos musuh di tengah operasi malam hari, seorang mujahid gugur, syahid, dalam baku tembak.

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

 

Pesawat Tempur SU-22 Rezim Suriah di Tembak Jatuh Jabhah Nusrah di Tal Al Eis, Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sebuah pesawat tempur Suriah SU-22 telah ditembak jatuh di utara negara itu dan pilot ditangkap hidup-hidup, menurut media pemerintah dan mujahidin, Aljazeera melaporkan, Selasa (05/04/2016).

SANA, kantor berita negara, mengatakan pada hari Selasa bahwa jet tempur SU- 22 buatan Rusia itu ditembak jatuh oleh rudal surface-to-air dan pilot melontar keluar dari pesaawat di atas provinsi Aleppo.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan Jabhah Nusrah, cabang resmi afiliasi al-Qaeda di Suriah, telah menembak jatuh pesawat di atas kota Al-Eis.

Jabhah Nusrah tidak termasuk dalam gencatan senjata antara pasukan pemerintah dan pejuang oposisi moderat yang telah ada sejak 27 Februari.

Dalam rekaman yang beredar di media sosial, yang menunjukkan peristiwa saat pesawat jatuh, sekitar selusin orang berkerumun di sekitar seorang pria yang tergeletak di tanah.

Beberapa dari mereka berteriak: "Dia Suriah, dia Suriah!" dan yang lainnya berteriak: "Ambil senjatanya!"

Ada laporan yang saling bertentangan mengenai bagaimana pesawat itu jatuh.

Tapi mujahidin tidak mempermasalahkan itu malah merayakan berita tersebut.

Seperti yang dilansir The Long War Journal, Selasa, Ahrar al Sham, sebuah afiliasi al Qaeda juga, telah mengaku bertanggung jawab karena menjatuhkan pesawat perang itu.

Sebuah unit yang menyatakan diri pasukan al Qaeda dan dikenal sebagai Abu Saeed al Hollandi men-tweet sebelumnya hari ini bahwa Ahrar al Sham mengaku melakukan serangan. Menurut al Hollandi, Jabhah Nusrah menahan pilot jet tak lama setelah ia terjun dari pesawat yang terbakar tersebut.

Jabhah Nusrah, yang merupakan cabang resmi al Qaeda di Suriah, berjuang  dengan Ahrar al Sham di medan perang. Sangat mungkin baik Jabhah Nusrah ataupun Ahrar Sham yang bertanggung jawab.

Pada hari Jumat kemarin, Jabhah Nusrah dan faksi jihad Jundul al Aqsha  memukul mundur pasukan loyalis Nushairiyah Assad dan milisi Syiah Hizbullah keluar dari Al-Eis. (baca juga: Jabhah Nusrah Rebut Talat Al Iss dari Milisi Syiah dan Rezim Assad)

Bulan lalu, mujahidin Suriah juga menembak jatuh sebuah pesawat militer Suriah di atas desa Kafr Nabuda di provinsi tengah Hama.

Deddy | Aljazeera | TLWJ | Jurnalislamj

Jabhah Nusrah Rebut Talat Al Iss dari Milisi Syiah dan Rezim Assad

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jabhah Nusrah dan faksi jihad lainnya melancarkan serangan di pedesaan selatan kota Aleppo pada 1 April kemarin. Pertempuran itu dimulai ketika tiga pembom Jabhah Nusrah menyerang posisi yang diduduki oleh milisi Syiah dan pasukan rezim Suriah di dekat bukit Talat al-'Iss, The Long War Journal melaporkan, Ahad (03/04/2016).

Pemboman membuka jalan bagi pejuang lainnya untuk masuk ke dalam. Pada salah satu akun resmi Twitter-nya, Jabhah Nusrah  merilis serangkaian gambar mendokumentasikan ledakan yang dilakukan oleh trio istisyhad. Menurut jihadis di media sosial, salah satu "martir" adalah penduduk asli Albania.

Jabhah Nusrah, yang merupakan cabang resmi al Qaeda di Suriah, mengatakan bahwa operasi itu sukses dan para mujahidin telah menguasai Talat al-'Iss, serta sebuah desa kecil di dekatnya.

Menggunakan pesawat tak berawak kecil untuk merekam cuplikan video dari udara, Jabhah Nusrah memproduksi sebuah video singkat yang menunjukkan daerah tersebut setelah "pembebasan." Para muajhidin juga telah merilis serangkaian gambar mendokumentasikan persiapan mereka untuk pertempuran dan rampasan perang yang direbut, termasuk senjata dan kendaraan. Beberapa foto disertakan dibawah.

Sebuah sumber rezim Suriah menjelaskan kepada Reuters tentang pentingnya nilai strategis lokasi yang jarang penduduknya tersebut. "Ini adalah garis pemisah, posisi tentara Suriah di pedesaan di selatan (Aleppo)," kata seorang sumber militer Suriah. "Di Aleppo selatan, faksi-faksi jihad berkoordinasi dengan Jabhah Nusrah menyerang beberapa posisi militer … ke arah Talat al-'Iss dan daerah sekitarnya."

Jabhah Nusrah tidak termasuk dalam gencatan senjata yang disepakati bersama oleh rezim Nushairiyah Assad yang dibentuk oleh Moskow dan Washington lalu diikuti oleh sejumlah kelompok oposisi moderat awal tahun ini.

Syeikh Abdullah Muhammad al Muhaysini, seorang ulama yang berafiliasi al Qaeda, mensyukuri  keberhasilan mujahidin di Talat al-'Iss dengan memberikan ceramah di sebuah Masjid lokal yang pernah dikuasai oleh milisi Syiah.

Syeikh Muhaysini memposting gambar di sebelah kanan pada pakan Twitter pribadi-nya. Foto atas menunjukkan dia berbicara dari mimbar. Dan gambar di bawah menunjukkan seorang komandan Syiah menyampaikan ceramah dari tempat yang sama ketika teroris Syiah Hizbullah dan sekutu milisi Syiah lainnya mengendalikan daerah tersebut.

Serangan di Talat al-'Iss merupakan bagian dari upaya Jabhah Nusrah untuk mendapatkan kembali inisiatif dalam perang Suriah.

Dengan bantuan intervensi Rusia musim gugur yang lalu, rezim Syiah Bashar al Assad terhalang kemajuannya akibat koalisi Jaysh al Fath (Army of Conquest), yang merebut provinsi barat laut Idlib pada awal tahun.

Jaysh al Fath, termasuk sejumlah koalisi faksi-faksi jihad Suriah, didirikan oleh Jabhah Nusrah dan faksi jihad al-Qaeda lain, yaitu Ahrar al Sham.

Pada awal Februari, pasukan Nushairiyyah Assad, yang didukung oleh serangan udara Rusia, milisi Syiah Iran dan Syiah Libanon, Hizbullah, melancarkan serangan besar di provinsi Aleppo. Tujuan mereka adalah untuk merebut kembali beberapa kota dan desa yang jatuh ke tangan mujahidin dan berusaha mematahkan pengepungan di kota-kota mayoritas Syiah di bagian utara Aleppo yang dikuasai mujahidin. Rezim Syiah Suriah dan sekutunya mengklaim memperoleh beberapa keberhasilan. Namun Jabhah Nusrah kembali menugaskan ratusan mujahidin ke Aleppo untuk berperang dan mampu memperkuat barisannya disana.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam