Adanya Campur Tangan Asing, Presiden Gambia Tolak Hasil Pemilu dan Umumkan Keadaaan Darurat

GAMBIA (Jurnalislam.com) – Presiden Gambia Yahya Jammeh telah mengumumkan keadaan darurat 90 hari kurang dari 48 jam sebelum pelantikan negara presiden terpilih Adama Barrow yang saat ini berada di Senegal, World Bulletin melaporkan, Selasa (17/01/2017).

Presiden Jammeh kalah dari Barrow dalam pemilihan presiden Gambia 1 Desember tapi dia menolak hasil pemilu sepekan setelah kekalahan.

Jammeh mengatakan, “Deklarasi tersebut harus ia sampaikan mengingat jumlah campur tangan asing yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam pemilihan presiden 1 Desember lalu dan juga dalam urusan internal Gambia serta suasana bermusuhan yang mengancam kedaulatan, perdamaian, keamanan dan stabilitas negara.”

Dia berargumen bahwa keadaan darurat juga akan “mencegah krisis konstitusional dan menghindari kekosongan kekuasaan.”

Dia juga meyakinkan “kebebasan sipil sepenuhnya akan dihormati”.

Gambia saat ini kemungkinan sedang menghadapi konfrontasi militer dengan kekuatan daerah jika Jammeh menolak untuk mundur, ECOWAS memperingatkan.

Syeikh Raed Salah Bebas dari Penjara Zionis dan Tolak Tawaran Netanyahu

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Dalam pidato yang disampaikan pada hari Selasa (17/01/2017) menyusul pembebasannya dari penjara, Syeikh Raed Salah, pemimpin Gerakan Islam utara Palestina, mengatakan ia telah menolak tawaran untuk bertemu dengan Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu.

“Saya mengatakan kepada mereka saya tidak akan bernegosiasi untuk Masjid Al-Aqsha,” katanya. “Al-Aqsha tidak akan dinegosiasikan,” lansir World Bulletin, Senin.

Pada Selasa pagi, otoritas Israel membebaskan Syeikh Salah dari penjara, tempat ia ditahan sejak Mei tahun lalu dengan tuduhan “menghasut kekerasan”.

Gerakan Islam dikenal sebagai oposisi vokal untuk penjajahan panjang Israel dan gencar memperjuangkan hak-hak Palestina di Masjid Al-Aqsha Yerusalem.

Raed Salah menegaskan bahwa saat ia dipenjara petugas intelijen Israel telah menawarkan untuk mengatur pertemuan antara dia dan Netanyahu.

“Kamis lalu [sebelum pembebasannya], saya dibawa untuk bertemu dengan pejabat intelijen Israel,” Salah mengenang.

“Mereka bertanya mengapa saya tetap bersikeras bahwa Masjid Al-Aqsha dalam bahaya,” katanya. “Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya masih percaya Masjid berada di bawah ancaman.”

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pada hari Senin, sehari sebelum pembebasannya, pemerintah Israel mengatakan kepadanya bahwa ia dilarang bepergian ke luar negeri dan memasuki Yerusalem.

“Saya mengatakan kepada mereka, ‘Anda tidak dapat menghancurkan kehendak dan prinsip kami, kami akan mempertahankan, posisi pan-Arab dan Palestina serta agama Islam kami hingga kami bertemu dengan Allah Swt,” katanya.

Gerakan Islam dalam beberapa tahun terakhir diawasi ketat karena menentang semakin seringnya aktivis Yahudi garis keras terlihat masuk kompleks Al-Aqsha, yang dihormati oleh kaum Muslim.

Salah lahir pada tahun 1958 di kota Umm al-Fahm di Palestina utara. Dia kemudian belajar Hukum Islam di Universitas Hebron di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Ia menjabat sebagai walikota Umm al-Fahm selama tiga periode berturut-turut 1987-2001 dan memimpin Gerakan Islam cabang utara sejak tahun 1996.

Pesawat Drone AS Ditembak Jatuh Taliban di Nangarhar

NANGARHAR (Jurnalislam.com) – Sebuah Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat mata-mata milik militer AS saat berupaya memata-matai para pejuang Imarah Islam ditembak jatuh awal hari Senin (16/01/2017) oleh mujahidin Taliban di distrik Bati Kot, Provinsi Nangarhar, menurut laporan Al-Emarah News.

Pesawat mata-mata tersebut jatuh di daerah di pinggiran kabupaten. Mujahidin menemukan reruntuhan pesawat tak berawak itu, kata reporter Al-Emarah.

Sementara di lokasi lain, seorang komandan Arbaki tewas dan dua lainnya luka-luka setelah mujahidin Taliban menyerang pos militer di distrik Khogyani provinsi Nangarhar.

Ledakan bom pinggir jalan menghancurkan tank tentara ANA (Afghanistan National Army) di distrik Lalpura provinsi Nangarhar, dan menewaskan 2 pasukan boneka serta melukai 4 lainnya.

Senin pagi juga, sebuah kendaraan militer diserang dan hancur dalam serangan serupa di tempat lain di distrik Khogyani, menewaskan 3 pasukan boneka dan melukai 4 lainnya.

Pasukan Zionis Serbu Desa Tuqu Palestina, 1 Anak Tewas Ditembak dan 4 terluka

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang remaja Palestina telah ditembak mati oleh tentara zionis yahudi selama konfrontasi di Tepi Barat yang diduduki, menurut pejabat, lansir Aljazeera, Senin (16/011.2017).

Konflik itu meletus pada hari Senin ketika pasukan Israel menyerbu desa Tuqu, selatan Betlehem. Empat warga Palestina lainnya terluka dalam bentrokan.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian kesehatan Palestina menegaskan pembunuhan tersebut tetapi tidak memberikan informasi nama atau usia.

Namun sumber dari desa Tuqu dimana insiden itu terjadi mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa korban adalah seorang anak berusia 17 tahun yang tertembak di dada.

Militer Israel beralasan mereka menembak seorang pria setelah batu dilemparkan ke arah mereka.

Menurut kelompok hak asasi Israel B’Tselem, lebih dari setengah juta warga zionis yahudi tinggal di pemukiman khusus Yahudi di Tepi Barat yang dijajah, termasuk Yerusalem Timur, yang melanggar hukum internasional.

Sejak Oktober 2015, 249 warga Palestina, 40 warga Israel, dua orang Amerika, seorang warga Yordania, seorang warga Eritrea dan seorang warga Sudan telah tewas dalam gelombang kekerasan, menurut hitungan AFP.

Sebagian besar warga Palestina tewas setelah dituduh oleh serdadu zionis menyerang dengan pisau, senjata atau serangan menabrakkan mobil.

Korban lainnya ditembak mati secara sengaja selama protes atau bentrokan, sementara beberapa lagi tewas dalam serangan udara Israel di Gaza.

Bom Kembar Hantam Universitas Maiduguri saat Shalat Subuh, 4 Tewas dan 17 Terluka

NIGERIA (Jurnalislam.com) – Empat orang termasuk seorang profesor kedokteran hewan, seorang remaja dan dua pembom bunuh diri telah dikonfirmasi tewas dalam ledakan bom kembar di sebuah universitas besar di kota Maiduguri Nigeria yang bergolak Senin pagi (16/01/2017).

Juru bicara lembaga manajemen darurat nasional, Sani Datti mengkonfirmasi korban dalam sebuah pernyataan, “Terjadi ledakan kembar di Universitas Maiduguri pada sekitar pukul 05:00 (waktu setempat),” lansir World Bulletin.

“Sebanyak empat orang, termasuk dua pelaku bom bunuh diri, telah dikonfirmasi tewas, dan 17 korban luka-luka dipindahkan ke rumah sakit,” katanya.

Juru bicara universitas, Ahmed Mohammed, juga mengatakan di Maiduguri bahwa seorang profesor kedokteran hewan, Abubakar Mani, dan seorang remaja menjadi korban.

Polisi mengatakan ledakan terjadi di dalam Universitas Maiduguri, sebuah universitas besar di wilayah timur laut negara itu saat Muslims sedang melaksanakan sholat shubuh.

“Terjadi ledakan di dalam University of Maiduguri selama Muslim sholat shubuh,” kata juru bicara polisi, Victor Isuku dalam sebuah pernyataan singkat. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Seorang pejabat senior Universitas yang tidak berwenang untuk berbicara atas insiden itu mengatakan ledakan pertama terjadi di “sebuah masjid di dekat Gerbang 5 membunuh beberapa jamaah termasuk seorang profesor dan melukai banyak lainnya.”

“Ledakan kedua terjadi di dekat Gerbang 1, halte bus untuk siswa dan anggota lain komunitas Universitas. Tapi tidak ada korban di sana karena kegiatan transportasi belum berjalan saat hari masih sangat pagi,” kata sumber itu.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom tetapi sumber-sumber militer mengatakan mereka memiliki ciri khas pemberontak Boko Haram yang telah meningkatkan serangan bom bunuh diri di daerah itu sejak 2014.

Insiden itu adalah ledakan bom pertama yang tercatat di universitas berusia 43 tahun tersebut selama hampir tujuh tahun Boko Haram malancarkan pemberontakan di daerah.

Ledakan itu terjadi hampir dua pekan setelah dua ledakan yang menewaskan tiga orang dan melukai lima lainnya di pinggiran kota.

Pemimpin Jaish al Islam akan Hadiri Pembicaraan Damai di Astana

SURIAH (Jurnalislam.com) – Beberapa kelompok oposisi Suriah bersenjata telah memutuskan untuk menghadiri pembicaraan damai dengan rezim pekan depan di ibukota Kazakhstan, Astana, menurut pejabat oposisi.

Diskusi yang dijadwalkan 23 Januari berniat untuk membangun sebuah gencatan senjata nasional yang sebagian besar telah diberlakukan meskipun meningkatnya pertempuran di beberapa wilayah dalam beberapa hari terakhir.

Muhammad Alloush, seorang tokoh terkemuka kelompok Jaish al Islam, mengatakan pada hari Senin (16/01/2017) ia akan memimpin delegasi oposisi ke pertemuan, lansir Aljazeera.

Dia mengatakan pihak oposisi akan menekankan pembicaraan untuk menetralkan peran kejahatan Republik Syiah Iran dalam konflik Suriah.

“Semua kelompok oposisi akan [ke Astana]. Semua orang telah setuju,” kata Alloush kepada kantor berita AFP.

“Astana adalah proses untuk mengakhiri pertumpahan darah oleh rezim dan sekutunya. Kami ingin mengakhiri rangkaian kejahatan.”

Keputusan faksi oposisi untuk mengirim delegasi dalam pertemuan Astana muncul setelah lima hari perundingan di ibukota Turki, Ankara.

Komite Negosiasi Tinggi (The High Negotiations Committee), blok oposisi utama Suriah, juga mengatakan sebelumnya bahwa mereka akan memperluas dukungan bagi delegasi militer anti-rezim Assad yang menghadiri pembicaraan.

Tapi Shaam Network, sebuah situs berita oposisi, melaporkan pada hari Senin bahwa sejumlah kelompok oposisi lainnya, termasuk Ahrar al-Sham, salah satu kekuatan militer utama di darat, telah memutuskan untuk menjauh dari pembicaraan mendatang.

“Pada titik waktu ini, enam tahun dalam perang ini, brigade yang berbeda masih tidak dapat berbicara dengan satu suara mengenai Suriah,” reporter Al Jazeera Stefanie Dekker, melaporkan dari kamp pengungsi Nizil di Turki.

Pertemuan Astana diselenggarakan oleh Rusia dan Turki – dua negara pendukung sisi yang saling berlawanan dari konflik Suriah selama bertahun-tahun tetapi bekerja erat dalam beberapa pekan terakhir untuk mengakhiri pertumpahan darah.

Seorang pejabat di kelompok oposisi Tentara Pembebasan Suriah yang setuju untuk berpartisipasi dalam pembicaraan mengatakan kepada kantor berita Reuters pada hari Senin bahwa pertemuan itu akan “menjadi ujian bagi Rusia sebagai penjamin”.

Dia menolak untuk diidentifikasi karena kelompok pemberontak sebelum menunjuk seorang juru bicara.

Jika pertemuan Astana berhasil, itu bisa menjadi pertanda baik bagi kelanjutan negosiasi yang dipimpin PBB membahas konflik Suriah bulan depan di Swiss Jenewa.

Beberapa putaran pembicaraan damai yang diselenggarakan oleh PBB telah gagal menghasilkan solusi politik bagi konflik.

“Kita tahu pembicaraan Astana tidak akan mudah,” kata reporter Al Jazeera Dekker.

“Banyak dari kelompok oposisi yang tidak ingin menghadiri pertemuan sama sekali – tentu bertentangan dengan kelompok politik, yang selalu mengatakan … pembicaraan harus dilihat sebagai batu loncatan untuk pembicaraan yang disponsori PBB di Jenewa.”

Uni Demokrat Turki Eropa Sumbang Pengungsi Aleppo € 250.000

SURIAH (Jurnalislam.com) – Uni Demokrat Turki Eropa (The Union of European Turkish Democrats-UETD) menyumbangkan €250.000 untuk warga sipil yang mengungsi dari kota Aleppo Suriah yang dilanda perang.

Warga Turki yang tinggal di Eropa, melalui UETD, menyerahkan cek senilai € 250,000 ke Bulan Sabit Merah Turki sebagai bagian dari kampanye bantuan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan warga sipil Aleppo yang telah lama menderita.

Upacara serah terima berlangsung di kantor UETD di Ankara, Senin (16/01/2017), lansir World Bulletin.

Kampanye yang diluncurkan bulan lalu tersebut telah menarik sejumlah besar perhatian orang dan organisasi non-pemerintah serta lembaga bantuan di dalam dan di luar negeri sejak itu, badan bantuan mengatakan di situsnya.

Wakil Bulan Sabit Merah Turki Naci Yorulmaz mengatakan, “Turki membuktikan diri sekali lagi sebagai hati nurani dunia. Ada banyak dana bantuan di seluruh dunia untuk Suriah, tapi Turki dengan lembaga bantuannya, terutama Bulan Sabit Merah Turki, mencapai hasil yang spektakuler.”

Turki menjadi tuan rumah bagi sekitar 3 juta pengungsi Suriah, lebih dari negara lain di dunia. Negara ini telah menghabiskan sekitar $ 25.000.000.000 untuk membantu dan melindungi pengungsi sejak awal perang saudara Suriah.

Turki dan Rusia juga baru-baru ini menengahi gencatan senjata nasional untuk Suriah, dan Turki telah mengevakuasi ratusan warga sipil yang terperangkap dari timur Aleppo yang dikepung dan memberi pengobatan bagi warga sipil yang terluka di rumah sakit Turki.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad membantai aksi unjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga.

Sejak itu, ratusan ribu orang diyakini telah tewas dan jutaan lainnya mengungsi akibat perang.

Pesawat Kargo Turki Jatuh di Daerah Perumahan, 37 Tewas

KYRGYZSTAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 37 orang tewas ketika sebuah pesawat kargo jatuh ke daerah perumahan di dekat ibukota Bishkek pada hari Senin, kata para pejabat, lansir Anadolu Agency, Senin (16/01/2017).

Penerbangan ACT Airlines dari Hong Kong menuju Istanbul via Bishkek hancur setelah jatuh karena kondisi cuaca buruk pada pukul 07:31 waktu setempat (0131GMT), kata Wakil Perdana Menteri Muhammetkaly Abulgaziev.

ACT Airlines beroperasi di bawah nama myCARGO. Berbasis di Istanbul, dan menerbangkan delapan pesawat angkut Boeing B747, menurut website perusahaan. Perusahaan ini 49 persen sahamnya dimiliki oleh HNA Group dari China dengan sisanya milik kepentingan Turki

Abulgaziyev mengatakan kotak hitam pesawat itu telah ditemukan.

“Pesawat itu menghilang dari radar setelah diberikan izin mendarat,” katanya.

“Menurut pejabat, tidak ada halangan untuk pendaratan. Satu tim dari Moskow akan tiba besok untuk menyelidiki penyebab kecelakaan itu,” tambahnya.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan mengatakan “sangat sedih” dengan kecelakaan tersebut. Dikatakan kecelakaan itu terjadi bukan karena alasan teknis atau overloading dan menambahkan alasan sebenarnya akan diumumkan ke publik setelah penyelidikan selesai.

Sebanyak 37 orang, termasuk Kapten Ibrahim Gurcan Diranci, co-pilot Kazim Ondul, ahli muatan Melih Aslan dan Teknisi Penerbangan Ihsan Koca tewas dalam kecelakaan, menurut pernyataan itu.

Maskapai ini mengatakan, pesawat memiliki kapasitas membawa 112.462 kilogram (247.936 pounds) kargo. Ketika jatuh pesawat bermuatan penuh 85.618 kilogram (188.755 pounds).

“Tidak ada kegagalan yang terekam dalam buku catatan teknis,” katanya.

Pernyataan itu mengidentifikasi pesawat dengan nomor registrasi TC-MCL. Menurut website perusahaan, pesawat itu diproduksi pada tahun 2003.

Kementerian Transportasi Turki mengatakan, dua ahli investigasi kecelakaan telah dikirim ke Bishkek. Menteri Transportasi Turki Ahmet Arslan menelepon rekan Kyrgyz untuk memberikan dukungan, tambah kementerian itu.

Pihak berwenang mengatakan bandara telah ditutup sampai pukul 16:00 waktu setempat (1000GMT) dan mengatakan staf bekerja dengan Kementerian Situasi Darurat.

Hamas Tolak Hasil Konferensi Israel-Palestina di Paris

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Hamas menolak hasil konferensi Paris tentang perdamaian Israel-Palestina pada hari Senin, menyebut pertemuan tersebut “tidak masuk akal.”

“Konferensi Paris lagi-lagi adalah pendekatan negosiasi yang tidak masuk akal, yang menghilangkan hak-hak rakyat Palestina dan memberi legitimasi kepada entitas Zionis di tanah Palestina,” Fawzy Barhoum, juru bicara Hamas, mengatakan dalam sebuah pernyataan, lansir World Bulletin, Senin (16/01/2017).

Hamas menguasai Jalur Gaza, sementara Otoritas Palestina yang dipimpin oleh Presiden Mahmud Abbas menguasai Tepi Barat dan merupakan mitra bagi perundingan perdamaian dengan Israel dan Barat.

Barhoum menyerukan berbagai faksi Palestina untuk bersatu membentuk “strategi nasional” dalam “perlawanan untuk membela rakyat kami.”

Sekitar 70 negara menghadiri pembicaraan hari Ahad di Paris menyepakati pernyataan bersama mendukung negara Palestina merdeka sebagai bagian dari penyelesaian yang dinegosiasikan dengan Israel.

Fawzy Barhoum
Fawzy Barhoum

Pernyataan itu memperingatkan Israel dan Palestina untuk tidak melakukan “langkah-langkah sepihak” yang bisa mengancam solusi dua-negara, tetapi tidak mencantumkan mekanisme penegakan yang serius.

Sekutu Abbas Saeb Erekat menyambut konferensi dengan menyebutnya menciptakan “momentum” untuk mengakhiri pendudukan Israel di wilayah Palestina.

Dalam perkembangan terkait Senin, Adnan al-Husseini, Menteri Palestina urusan Yerusalem, mengatakan Israel mengejar kebijakan “pembersihan etnis” terhadap penduduk Palestina Yerusalem.

“Pihak berwenang penjajahan Israel baru-baru ini telah menghancurkan banyak rumah-rumah Palestina [di Yerusalem] dengan dalih mereka dibangun secara ilegal,” kata al-Husseini.

“Israel ingin mencabut dan mengusir sejumlah besar warga Palestina dari rumah mereka dengan maksud untuk membangun pemukiman yang lebih ilegal lagi [di tanah Arab yang diambil alih],” tambahnya.

Israel menjajah Tepi Barat – termasuk Yerusalem Timur – selama Perang Timur Tengah tahun 1967 dan kemudian menganeksasi kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “wilayah yang diduduki” dan menganggap semua pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah tersebut ilegal.

Palestina mengatakan Israel melancarkan kampanye agresif “Yahudisasi” di kota bersejarah dengan tujuan mennghapus identitas Arab dan Islam dan mengusir penduduk Palestina.

 

 

Pasukan Irak Rebut Basis Kunci Kota Mosul dari IS

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan khusus Irak telah mengambil kontrol penuh atas sebuah universitas strategis di Mosul timur, menurut komandan senior, dan merupakan kemajuan terbaru dalam operasi besar untuk memukul kelompok Islamic State (IS) dari kubu kota terakhir mereka di Irak, lansir Aljazeera, Ahad (15/01/2017)

Pengambilalihan kampus Mosul University, yang disita oleh IS ketika mereka mengambil alih kota pada tahun 2014, terjadi setelah dua hari bentrokan intens.

“Pasukan khusus Irak telah sepenuhnya membebaskan Universitas Mosul,” Talib Shaghati, komandan pasukan elit, mengatakan kepada televisi pemerintah, Sabtu.

“Pasukan menyita bahan kimia di laboratorium universitas dan menjinakkan bahan peledak dan bom mobil,” tambahnya, tanpa memberikan rincian.

Digunakan sebagai basis oleh IS, kompleks universitas terletak di utara kota di tepi timur Sungai Tigris, yang membagi Mosul menjadi dua.

Sebelumnya pada hari Sabtu, buldoser menghancurkan dinding yang mengelilingi kampus yang luas dan puluhan tentara pasukan khusus Irak berlari sambil membawa peluncur granat berpeluncur roket.

Saat mereka masih dihujani tembakan senjata kecil, tentara Irak di universitas mengatakan perlawanan IS secara signifikan berkurang dibanding saat pekan pertama operasi Mosul.

“Kami diserang dengan hanya empat bom mobil dimana sebelumnya IS mengirim 20 bom mobil dalam satu hari,” pasukan khusus Letnan Zain al-Abadeen mengatakan kepada kantor berita Associated Press.

“Dan mereka tidak mnggunakan kendaraan lapis baja seperti sebelumnya. Mereka hanya menggunakan mobil sipil.”

Pasukan Irak sekarang telah menduduki sebagian besar kabupaten di timur Mosul, kota terbesar kedua di Irak.