AS Mulai Lancarkan Serangan Udara dan Artileri Sengit pada Benteng IS di Raqqa

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pemboman berat dan pertarungan sengit terus mengguncang kota Raqqa di Suriah, saat kelompok Islamic State (IS) mempertahankan benteng mereka dari pasukan yang didukung AS, Aljazeera melaporkan, Senin (17/7/2017).

Tembakan, serangan artileri serta serangan udara koalisi pimpinan agresor AS memenuhi udara di lingkungan Raqqa di daerah barat pada hari Senin, yang digambarkan kantor berita AFP sebagai hari terberat pemboman sampai saat ini.

Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS (the Syrian Democratic Forces-SDF) mengatakan bahwa 11 pasukan IS telah terbunuh dalam bentrokan tersebut sejak hari Ahad, sementara kantor berita Aamaq media resmi IS mengatakan bahwa 14 pejuang SDF tewas dalam pertempuran di Raqqa pada hari Ahad saja.

Saat pertempuran berlanjut, asap hitam tebal menghiasi cakrawala kota bersama rumah beton yang dibom dan menara mesjid yang rusak.

“Pasukan Amerika sedang melakukan pemboman dengan mortir,” kata seorang pasukan SDF kepada AFP setelah serangkaian ledakan di dekat garis depan di Raqqa barat.

Kelompok pimpinan Kurdi telah menekan sebuah operasi untuk merebut benteng IS sejak tahun lalu dengan dukungan serangan udara koalisi dan dukungan persenjataan artileri Marinir AS.

AFP melaporkan bahwa pasukan koalisi AS yang berada pada posisi bersama dengan pasukan SDF, di pinggiran kota Jazra di pinggiran barat kota, telah menembakkan artileri ke arah pos IS yang lebih dalam di dalam Raqqa.

“Operasi terus berlanjut, namun ada banyak bentrokan sengit,” kata seorang jurubicara SDF bernama Ahmed, berbicara di kota Ain Issa, 50km utara Raqqa.

“Kami mengambil langkah-langkah mantap dan hati-hati. Yang penting bagi kami bukanlah kecepatan, tapi membebaskan warga sipil dan menyingkirkan Daesh (IS).”

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Britain-based Syrian Observatory Observatory for Human Rights -SOHR) yang berbasis di Inggris juga melaporkan kondisi di lingkungan barat daya Kota Tua, menambahkan bahwa sekitar 35 persen Raqqa sekarang berada di bawah kendali SDF.

Gerakan di dalam Raqqa telah terhambat oleh banyaknya ranjau, yang memperlambat pejuang SDF dan juga memiliki konsekuensi buruk bagi warga sipil yang mencoba melarikan diri.

Intensifikasi pertempuran terjadi sepekan setelah pasukan Irak mengumumkan kemenangan melawan IS di kota Mosul, Irak, benteng terbesar mereka.

Hilangnya Raqqa akan menimbulkan pukulan besar bagi IS, namun kelompok tersebut masih memiliki wilayah luas di provinsi timur Suriah, Deir Az Zour, yang berbatasan dengan Irak.

Kantor berita Hawar yang dikuasai Kurdi mengatakan sekitar 180 warga sipil dapat melarikan diri dari wilayah yang dikuasai IS, sementara Observatorium mengatakan jumlahnya ratusan.

Direktur Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan bahwa warga sipil melarikan diri dari distrik-distrik yang dikuasai IS.

“Kapan pun ada jeda dalam pertempuran, mereka pergi ke daerah yang dikuasai SDF,” katanya.

SDF di akun media sosialnya mengatakan pada hari Senin bahwa pasukannya “berhasil membebaskan sekitar 500 warga sipil yang terjebak di dalam wilayah Al-Daraiya dan Al-Tayar, serta 150 lainnya dari Kota Tua” di dalam Raqqa.

PBB memperkirakan bahwa hingga 50.000 warga sipil masih tetap terjebak di dalam kota, turun dari sekitar 100.000 orang pada akhir Juni.

SDF memulai sebuah operasi untuk merebut Raqqa pada bulan November 2016 dan menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengambil wilayah di sekitar kota sebelum akhirnya memasukinya.

Lebih dari 330.000 orang terbunuh di Suriah sejak konflik dimulai dengan demonstrasi anti-pemerintah pada Maret 2011.

Dalam 6 Bulan 1.662 Warga Sipil Afghanistan Tewas

KABUL (Jurnalislam.com) – Dari lebih dari 1.500 kematian sipil yang terdokumentasi di Afghanistan dalam enam bulan pertama tahun 2017, PBB menghubungkan 327 kasus kematian – atau seperlima – oleh milisi pro-pemerintah Afghanistan.

Dalam laporan pertengahan tahun terakhir yang dikeluarkan pada hari Senin, Misi Bantuan PBB di Afghanistan (the UN Assistance Mission in Afghanistan-UNAMA) mengkonfirmasi total 1.662 kematian warga sipil antara 1 Januari hingga 30 Juni – kebanyakan tewas akibat serangan pada akhir Mei yang menghancurkan. Jumlah ini lebih banyak 2 Persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sebanyak 174 wanita dipastikan tewas dan 462 terluka, meningkat keseluruhan sebesar 23 persen dari periode yang sama tahun lalu. PBB juga mendokumentasikan 436 kematian anak dan 1.141 luka-luka.

UNAMA mengatakan penggunaan bom pinggir jalan tekanan tinggi atau operasi darat dan serangan udara di daerah berpenduduk sipil secara substansial berkontribusi terhadap meningkatnya korban wanita dan anak-anak.

Mohammad Arif, mantan perwira Angkatan Darat Afghanistan, mengatakan kepada Anadolu Agency, Senin (17/7/2017), bahwa dengan lonjakan pertempuran di dekat pusat-pusat perkotaan yang padat penduduknya, pasukan pemerintah selalu menggunakan senjata berat di mana risiko korban sipil sangat besar.

Menurut angka PBB, lebih dari 26.500 warga sipil telah tewas dan hampir 49.000 lainnya terluka akibat konflik bersenjata di Afghanistan sejak invasi pasukan AS dengan koalisi multinasionalnya bersama NATO pada Januari 2009 mengkudeta pemrintahan Taliban.

Dijaga Kokam Saat Tabligh Akbar, Felix Siauw: Terima Kasih Muhammadiyah

SOLO (Jurnalislam.com) – Sempat ditolak di Sragen dan beberapa tempat diwaktu lalu, Ustaz Felix Siauw akhirnya berhasil memberikan kajian Tabligh Akbar di Masjid Baitul Amin, Ngruki, Grogol, Sukoharjo, Senin (17/7/2017). Keberhasilan itu dicapai atas usaha panitia dan penjagaan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM).

Menanggapi hal tersebut, Felix Siauw mengapresiasi Muhammadiyah beserta KOKAM yang telah mengawal pelbagai isu hangat umat Islam, juga dirinya yang tengah mendapat tekanan dari pelbagai pihak.

“Terlihat pengawalan Muhammadiyah beserta KOKAM mulai dari kasus penistaan agama hingga pengawalan terhadap kasus Perppu (ormas) saat ini dan beberapa kasus lain,” kata dia kepada jurniscom seusai acara.

Felix mengatakan, tidak sedikit dari umat Islam di Indonesia yang berharap banyak dengan ormas besar itu. Muhammadiyah, kata dia, dapat menjadi penyeimbang bagi umat.

Oleh sebab itu, ia berpesan kepada Muhammadiyah dan KOKAM untuk tetap konsisten di jalan kebenaran. “Harapan besar pun juga diberikan oleh umat Islam terhadap Muhammadiyah semoga dengan ini dapat menjadi penyemangat. Tetap istiqomah untuk dapat memberikan yang terbaik untuk umat dan negara,” harapnya.

Ratusan Umat Islam dan MUI “Serbu” DPRD Surakarta Tolak Perppu Ormas

SOLO (Jurnalislam.com) – Ratusan umat Islam dari berbagai elemen muslim Soloraya menyerbu gedung DPRD kota Surakarta, Jalan Adi Sucipto, Laweyan, Senin (17/7/2017) untuk melakukan aksi damai. Mereka menolak diberlakukannya Perppu No 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), karena dianggap merugikan umat Islam dan belum memenuhi syarat.

Salah satu orator dari Forum Komunikasi Antar Masjid (FKAM), mempertanyakan tentang pernyataan Menkopolhukam dengan mengatakan DPR adalah bagian pemerintah. Menurutnya, DPR dibentuk untuk mewakili rakyat mengawal kebijakan-kebijakan dari pemerintah.

“Tanggal 13 hari Kamis di gedung Galeri Nasional, kalimat dan pernyataan dari Menkopolhukam bapak Wiranto, dia mengatakan, DPR bagian dari pemerintah, darimana dasar hukumnya DPR bagian dari pemerintah, DPR didirikan adalah untuk mengawal pemerintah, bukan dari bagian pemerintah,” katanya dalam orasinya.

Melalui Perppu kontroversial ini, kata dia, pemerintah bisa dengan sewenang-wenang membubarkan ormas yang tidak sepaham dengan pemerintah, bahkan partai politik pun bisa ikut dibubarkan paksa bila tidak sejalan dengan kebijakan-kebijakan dari pemerintah.

“Maka pemerintah akan dengan seenaknya membubarkan ormas bahkan partai politik, dan bisa dipastikan hanya ormas dan parpol yang bersama penguasa yang tidak dibubarkan,” tandasnya.

Sementara itu, ustaz Nur Hadi Wasono dari MUI Surakarta mengatakan, ormas-ormas Islam di Indonesia mempunyai jasa yang besar dalam memerdekakan bangsa ini. Perwakilan MUI Surakarta itu mencontohkan, Muhammadiyah dan NU yang menggelorkan semangat revolusi jihad melawan penjajahan di Indonesia dulu.

“Umat Islam ikut mendirikan bangsa ini, Muhammadiyah punya jendral besar untuk disodorkan ke bangsa ini, NU punya resolusi jihad hingga bung Tomo di Surabaya menggelorakan semangat jihad dalam memerdekakan negeri ini,” ujarnya.

Nur Hadi menegaskan bahwa MUI Surakarta menolak diberlakukannya Perppu No 2 Tahun 2017 karena sangat merugikan umat Islam di Indonesia ini.

“MUI Surakarta menolak Perppu ormas tersebut karena merusak tatanan umat Islam di Indonesia,” pungkasnya.

Ini Kata Felix Siauw Tentang Suburnya Media Islam

SOLO – (Jurnalislam.com) – Da’i muda, Ustadz Felix Siauw mengatakan, media Islam yang terus bermunculan dapat mengimbangi berita media mainstream yang cenderung mendeskreditkan umat Islam.

“Saya berharap media Islam dapat tetap istiqomah sebagai media penyeimbang umat Islam,” katanya kepada Jurnalislam.com di Masjid Baitul Amin, Sukoharjo, Solo, Senin (17/7/2017).

Ustadz mualaf ini menilai, perkembangan media-media berhaluan Islam sangat dibutuhkan umat. Sebab, media mainstream tidak sungkan untuk memberitakan yang tidak baik dan menyembunyikan kebaikan Islam.

“Terutama dalam menyuarakan kebaikan umat Islam,” papar ulama muda yang kerap dibubarkan paksa pengajiannya itu.

Sebelumnya, Ustadz Felix menggelar kajian di Masjid Baitul Amin. Acara ini berjalan dengan baik dan lancar tanpa adanya gangguan.

Rejection, Proof that the Regime is Getting More Repressive: APMS

SOLO (Jurnalislam.com) – Dozens of Students who are members of the Youth and Student Alliance of Soloraya (APMS) held a rally at Roundabout Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Sunday (16/7/2107). They rejected the issue of Perppu No. 2 year 2017 on Community Organization (CBOs).

One orator, Yusuf Santoso from the University of Sebelas Maret (UNS) said that the Perppu can be used by the government to forcibly dissolve mass organizations that are not in line with the government.

“The Perppu is in addition has fundamental grounds for publication, it is also very subjective and can only be published if there is a compelling interest, and there will be a lot of mass organizations that will be dissolved and this eliminates the presumption of innocence,” Yusuf said in his oration.

Yusuf assesses that the government’s policy of issuing the legislation proves that the regime is getting more and more refractive towards Muslims and tends to dictatorship

“Then why is he saying this country is democratic. This leads most to the refractive and dictatorial regimes, which are wrapped with democratic faces. A democratic that claims democracy, but its behavior does not reflect the democratic definition of a leader’s ruler, “he said.

Through the Perppu, Yusuf continued, the mass organizations were only given one chance to make further efforts if the court’s decision to grant the prosecutor’s request to revoke the status of the legal body of the organization.

“After just one week can be disbanded immediately, this is very oppressive when once very refrensive,” he said.

Yusuf also denied allegations that Islamic mass organizations are anti-Pancasila mass organizations, anti-NKRI and anti-diversity.

“The pinned allegations are very subjective, and (Perppu-ed) that, can be interpreted by certain parties that later could be rubber articles depending on who has these interests,” he concluded.

Translator: Taznim

Setelah Mosul Target Pasukan Irak Berikutnya adalah Tal Afar

IRAK (Jurnalislam.com) – Diskusi merebak di pemerintahan mengenai masa depan Irak setelah mengumumkan kemenangan atas IS di Mosul, sementara sumber mengatakan bahwa pertempuran berikutnya akan terjadi di Tal Afar dan sekitarnya, lansir Al Arabiya, Ahad (16/7/2017).

Karena struktur penduduk kota yang kompleks, PM Irak Haider Abadi akan memerintahkan pasukan gabungan untuk masuk ke kota. Di tengah kebocoran adanya keterlibatan 5.000 milisi Brigade Abbas, akan memimpin pasukan gabungan.

Partisipasi milisi, menurut sumber parlemen, adalah sebagai tanggapan atas keinginan otoritas keagamaan untuk menerapkan kekuatan moderat dalam pertempuran serta menyelesaikan perselisihan antara milisi Syiah Mobilisasi Populer dan Abadi atas serbuan Tal Afar oleh pihak milisi lain yang telah lama menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan pelanggaran terhadap warga sipil.

Sumber keamanan dan militer mengatakan bahwa pertempuran berikutnya, yang akan dimulai dalam dua pekan, akan dilakukan untuk Tal Afar dan wilayah Al-Halabiya dan Ayadiyah.

Di daerah selatan Kirkuk, Mosul dan utara Salahuddin, Pasukan Khusus Irak akan menekan IS dan membatasi gerakannya pada awal pertempuran untuk merebut Tal Afar.

AQAP Serang Pos Militer Yaman, 5 Tentara Tewas

YAMAN (Jurnalislam.com) – Lima tentara Yaman tewas dan tiga lainnya cedera pada hari Ahad (16/7/2017) ketika milisi bersenjata yang diduga berhubungan dengan Al-Qaeda menyerang sebuah pos pemeriksaan militer, kata seorang sumber tentara, World Bulletin melaporkan.

Serangan hari Ahad adalah yang terbaru dalam serangkaian penembakan yang diduga dilakukan mujahidin AQAP yang menargetkan pos pemeriksaan militer dan pos terdepan di Yaman.

AQAP, yang dinilai oleh Amerika Serikat sebagai cabang jaringan jihadis dunia yang paling berbahaya.

Amerika Serikat telah mengintensifkan serangan udara terhadap situs yang dicurigai AQAP di Yaman sejak Presiden Donald Trump mulai menjabat pada bulan Januari.

Pemerintah Yaman, yang bersekutu dengan koalisi militer Arab pimpinan Saudi, telah bertahun-tahun memerangi pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran untuk menguasai negara terpuruk tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa lebih dari 8.000 orang terbunuh akibat konflik Yaman yang berkepanjangan, kebanyakan dari mereka warga sipil, sejak koalisi pimpinan Saudi ikut campur dalam konflik tahun 2015.

Negara ini juga terkena wabah kolera yang mematikan dan berada di jurang kelaparan.

Sebuah Bus Jatuh ke Jurang, 16 Peziarah Hindu Tewas dan 30 Terluka

SRINAGAR (Jurnalislam.com) – Enam belas peziarah Hindu tewas dan 30 lainnya cedera saat bus mereka jatuh ke jurang di Jammu dan Kashmir, menurut polisi, lansir Anadolu Agency, Ahad (16/7/2017).

Bus meluncur dari jalan raya di daerah Banihal saat sedang dalam perjalanan untuk ziarah Amarnath.

Superintendent Polisi Ramban Mohan Lal mengkonfirmasi korban tewas dan luka, menambahkan bahwa 19 peziarah yang terluka parah diterbangkan ke Jammu untuk perawatan.

Penyebab kecelakaan itu masih belum jelas.

Perdana Menteri India Narendra Modi men-tweet bahwa dia “sangat menderita karena hilangnya nyawa peziarah Amarnath Yatris karena kecelakaan bus di Jammu dan Kashmir”.

Kecelakaan itu terjadi beberapa hari setelah delapan jenazah Amarnath tewas dalam serangan militan yang diduga terjadi di distrik Anantnag yang disengketakan di wilayah tersebut.

Lebih dari 200.000 peziarah Hindu dari seluruh India mengunjungi gua Amarnath di pegunungan selatan selama ziarah tahunan selama 40 hari.

Kashmir, sebuah wilayah Himalaya yang berpenduduk mayoritas Muslim, dikuasai oleh India dan Pakistan di beberapa bagian dan diklaim oleh keduanya secara penuh. Sepotong kecil Kashmir juga dikuasai oleh China.

Kedua negara telah bertempur dalam tiga perang – pada tahun 1948, 1965 dan 1971 – sejak dipecah pada tahun 1947, dua di antaranya memperebutkan Kashmir. Kelompok pejuang muslim Kashmir di Jammu dan Kashmir telah berperang melawan pemerintah India untuk kemerdekaan, atau untuk penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Lebih dari 70.000 orang dilaporkan terbunuh dalam konflik tersebut sejak 1989. India mempertahankan lebih dari setengah juta tentara di wilayah yang disengketakan tersebut.

 

Apakah Koalisi Telah Gagal? Begini Penjelasan Syeikh Muhaysini

Oleh Syeikh Abdullah Al-Muhaysini

JURNALISLAM. COM – “Alasan migrasi saya ke Sham pertama-tama adalah karena saya menginginkan persatuan antara mujahidin. Dalam perundingan koalisi pertama dua tahun yang lalu Ahrar Sham menetapkan prasyarat bagi Jabhat Fath Sham agar mereka memutuskan hubungan dengan Al Qaeda dan mengganti nama mereka. Dan mereka berjanji untuk bergabung. Ketika mereka akhirnya melakukannya, Ahrar Sham meminta agar pemimpin mereka seharusnya bukan berasal dari Fath Sham karena telah dianggap sebagai organisasi teroris. Jadi pemimpinnya tidak bisa Syaikh Abu Muhammad Al- Jaulani. Meskipun prasyarat ini tidak diatur sebelumnya, namun ini adalah kondisi yang realistis. Ahrar juga menginginkan agar semua faksi bisa larut dalam usaha penggabungan (koalisi). Dan inilah yang kita semua inginkan, tidak hanya penggabungan dua atau tiga faksi. Jadi saya mencoba meyakinkan al-Jaulani agar dia akan melepaskan kepemimpinan kepada orang lain dari faksi lain, dan pemimpin tersebut tidak harus dari Ahrar, tapi kami tidak dapat mendapatkannya.

Dalam usaha terakhir sekitar puluhan hari yang lalu, saat perang berkecamuk dan Aleppo jatuh, lalu wilayah-wilayah hilang dan terkepung. Situasinya menjadi sangat mengerikan sehingga paling tidak kita bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa para pemimpin tetap bersatu. Karena ini adalah tuntutan rakyat. Jika kita mengatakan bahwa kita berjuang untuk membela yang lemah maka mereka menuntut kita untuk bersatu. Maka berkumpullah para pemimpin, di antaranya pemimpin Ahrar dan Fath Sham. Saya tidak hadir saat itu. Jadi mereka membuat proposisi bahwa pemimpin Ahrar Abu Amar akan menjadi pemimpin umum dan Al-Joulani menjadi pemimpin militer. Tawfiq, pemimpin Zinki, akan menjadi pemimpin dewan penasihat Syura. Saat proposisi ini dibuat Al Joulani menerimanya. Semua orang sangat senang dan antusias dan saling berpelukan. Kami mencapai tahap yang semua orang rindukan, meski penggabungan usaha itu tidak boleh dibatasi hanya untuk Ahrar, Fath Sham, Zinki, Sunnah Jaysh, Liwa Al-Haqq, Hizb Al-Turkistani dan Ajnaad Sham. Kita harus membuka pintu untuk semua dan memanggil tujuh faksi FSA lainnya untuk bergabung juga.

Penggabungan itu adalah fakta dan semua pihak menandatangani. Koalisi tersebut resmi setelah Ahrar, Fath Sham, Zinki dan yang lainnya menandatangani. Setelah itu mereka pergi dan penggabungan akan diumumkan dalam satu atau dua hari. Berita menyebar di antara orang-orang dan semua orang merasa bahagia. Kami senang menyaksikan hari yang sangat kami rindukan ini; Kesatuan umat Islam. Tapi ketika Ahrar meminta faksi lain untuk bergabung dalam koalisi mereka mengatakan bahwa mereka ingin bergabung dengan Ahrar terlebih dahulu, jadi mereka ingin memulai perundingan dan kesepakatan baru mengenai hal itu. Ahrar mengatakan bahwa kita berada dalam posisi yang sangat sulit di Sham sekarang dan kita tidak bisa kembali ke masa lalu dan mulai dari awal lagi untuk membicarakan tentang nama apa yang harus kita berikan pada entitas baru dan bagaimana dewan penasihat Shura akan terlihat, dll, dll. Jadi untuk kembali memulai itu sulit. Akhirnya faksi-faksi yang tersisa menolak masuk dalam koalisi ini. Kami mengatakan agar para ikhwan menyetujui penggabungan tersebut untuk bersatu dan sisanya akan mengikuti, karena mereka sebagian besar berada di wilayah, yaitu lebih dari sepertiga; Semua kelompok dari Jaysh Al-Fath ditambah faksi tambahan.

Tapi sayangnya koalisi itu tertunda, dan setelah itu ikhwan di Ahrar menolak melanjutkan koalisi. Maka para ulama menerbitkan putusan bahwa faksi harus menyelesaikan koalisi. Tapi faksi tidak melakukannya, jadi kami mencapai situasi yang menyedihkan ini, karena koalisi tertunda. Kami mengatakan dengan dukacita, ya koalisinya gagal. Iya gagal. Tapi ada harapan karena para ikhwan mengatakan bahwa jika kita ingin memulai pembicaraan koalisi lagi, kita tidak akan kembali ke awal dan kita akan mulai dari saat kita bergabung dan menandatangani. Di sini saya ingin memanggil faksi-faksi Ahrar Sham yang diberkati yang telah mengorbankan ribuan martir, dan telah berkorban untuk melayani rakyat Sham. Rakyat Sham mencintai mereka. Saya meminta mereka untuk terus melakukan koalisi dan membuat rakyat Suriah yang terluka, yang telah merasakan segala macam penderitaan merasa bahagia. Dan seluruh wilayah secara otomatis akan mengikuti dengan seizin Allah Swt.

Jika Idlib diserang hari ini saat kita terpecah belah, dan saya katakan ini agar sejarah mencatat, kita akan menggigit jari karena kita tidak melanjutkan koalisi. Dan Anda akan ingat apa yang saya katakan kepada Anda!!! Jika Idlib atau wilayah lain diserang, semoga Allah mencegahnya, dan faksi kemudian akan mengatakan bahwa mari kita bergabung, maka penggabungan itu tidak akan menguntungkan mereka lagi pada saat itu. Siapa yang kemudian akan memikul tanggung jawab atas mayat dan darah yang tumpah? Siapa yang bertanggung jawab atas kehancuran wilayah? Di Aleppo mereka bergabung, tapi kapan ?! Saat sudah terlambat! Mereka menjadikan Abu Abd Ashidaa sebagai pemimpin umum, dan orang yang saleh ini menulis “Kepada orang-orang di luar kota Aleppo yang terkepung; bergabung sekarang sebelum Anda bergabung seperti kita saat tidak ada gunanya lagi (terlambat).” Dan saya ulangi ini sekarang, bergabunglah dan andalkan Allah Yang Maha Kuasa. Inilah permintaan rakyat sekarang. Tanyakan kepada orang-orang di jalan apa yang mereka minta. Tanyakan kepada orang-orang siapa yang mereka inginkan untuk Anda bela dan untuk Anda lawan. Rakyat bosan dengan banyak pos pemeriksaan dari semua faksi yang berbeda. Rakyat bosan dengan pengadilan yang berbeda dari faksi yang berbeda. Rakyat bosan dengan keamanan yang kurang. Rakyat bosan dengan perpecahan. Kami kehilangan dukungan yang populer.

Kami telah kehilangan banyak pemuda yang meninggalkan Jihad karena perpecahan ini. Ribuan pemuda hari ini di Turki mengatakan, bersatulah dan kita akan bergabung. Bukan ratusan tapi ribuan. Mereka bertanya siapa yang harus saya ikuti? Ini adalah tanggung jawab besar kita di depan Allah. Ini bahkan tidak butuh fatwa dari orang-orang yang berpengetahuan. Penggabungan itu tidak membutuhkan fatwa dari kita. Jadi kenapa kita mempublikasikan putusannya? Bukannya kami ingin mendukung sisi ini atau sisi itu, jadi jika koalisi gagal orang tidak dapat mengatakan “Di mana para ulama?” (Syaikh menangis saat dia mengatakannya) Oh rakyat Sham! Ya Allah, bukankah kami telah menyampaikan? Ya Allah, biarkan batu dan pohon Sham, langit, air, manusia, dan para martir menjadi saksi bahwa kita telah melaksanakan tanggung jawab kita dan menerbitkan fatwa yang menjadi kewajiban kita.

Ini adalah usaha kami, dan saya mengatakan bahwa wajib bagi Ahrar Sham untuk terus melanjutkan koalisi. Dan bukan hanya mereka tapi juga faksi yang tersisa seperti FSA, saudara kita dan kekasih kita. Kita harus terus melakukannya, karena proposisi (tawaran) yang ada di atas meja saat ini bagus dan sangat realistis. Ini bukan hal terbaik yang mungkin terjadi tapi mendekati yang terbaik dan yang paling realistis. Orang tidak bisa mengatakan di mana para ulama, kita telah menyatakan ketidakbersalahan kita di depan Allah. Jika orang bertanya di mana para ulama, kita akan mengatakan bahwa kita telah mengeluarkan putusan ini. Dan para ulama yang menerbitkannya bukan dari faksi ini atau itu, para ulama ini dikenal atas pengetahuan dan kemandirian mereka. Syaikh AbuRazzaaq Al-Mahdi, Syaikh Abu Haarith Al-Masri, Syaikh Ibrahim Shashu, Syaikh Annas Arout, Syaikh Abu Husain, Syaikh Abu Mariyah Al-Qahtani, Dr. Mudhar, Syaikh Muslih Al-Ulayani, Syaikh Abu Muhammad Saadiq, Syaikh Abu Fath Al-Farghali dan lainnya yang tidak saya sebutkan, tapi total empat belas ulama besar menandatangani putusan ini. Dan mengatakan bahwa penggabungan hari ini adalah wajib dan menahan diri dari penggabungan adalah dosa.

Semoga orang-orang yang ikhlas akan gembira yang penting adalah bahwa Allah Rabb semesta alam ridho. Sejarah dan generasi akan ingat bahwa keempat belas ulama ini mengatakan dan memberikan sebuah putusan atas apa yang Allah wajibkan kepada mereka. Dan ratusan mahasiswa juga telah menerbitkan putusan untuk terus melanjutkan penggabungan (koalisi). Allah mewajibkan kita untuk membuat kebenaran jelas, dan kita melakukannya. Ulama lain yang memiliki pendapat lain, kita menghormati mereka dan mereka adalah cendekiawan kita, mereka adalah kekasih kita, tapi ini yang telah kita hadirkan untuk menyatakan ketidakbersalahan kita di hadapan Allah nanti atas rakyat Sham. Kami berharap Ahrar akan mempertimbangkannya dan melanjutkan koalisi dengan faksi-faksi lainnya, dan semoga Allah mempersatukan kaum Muslim di Sham.”

Sumber: Summarized from the series: Shaam Weekly – Episode 60