Selasa, 15 Ramadhan 1447 / 03 Maret 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Penulis: Deddy Purwanto

PM Zionis Dukung Kemerdekaan Suku Kurdi di Irak

14 Sep 2017 08:06:07
PM Zionis Dukung Kemerdekaan Suku Kurdi di Irak

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu pada hari Rabu (13/9/2017) mengumumkan dukungan negaranya untuk sebuah negara Kurdi yang independen menjelang referendum regional di Irak utara.

Israel “mendukung upaya sah orang-orang Kurdi untuk mendirikan negara mereka sendiri,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Referendum kontroversial mengenai kemerdekaan regional Kurdi yang dijadwalkan pada 25 September akan menyaksikan apakah penduduk wilayah Kurdi Irak utara memilih kemerdekaan dari negara Irak atau tidak.

Namun Baghdad menolak rencana pemungutan suara tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu akan mempengaruhi perjuangan melawan IS (Islamic State), yang – meski ada serangkaian kekalahan baru-baru ini – masih mempertahankan kehadiran signifikan di Irak utara.

Pemerintah Irak juga percaya bahwa mengadakan jajak pendapat seperti itu akan melanggar persyaratan piagam nasional negara tersebut.

Turki juga menolak referendum yang direncanakan tersebut, dengan mengatakan bahwa stabilitas wilayah bergantung pada kesatuan Irak dan pemeliharaan integritas teritorialnya.

Kategori : Internasional

Tags : Perang Irak

Turki Lanjutkan Beli Rudal S-400 Rusia, NATO Ketar-ketir

14 Sep 2017 07:16:34
Turki Lanjutkan Beli Rudal S-400 Rusia, NATO Ketar-ketir

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Rabu (13/9/2017) mengindikasikan bahwa Turki melanjutkan pembelian sistem rudal S-400 Rusia karena sudah lelah menunggu pemasok lain.

Kesepakatan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu NATO Turki karena sistem pertahanan udara Rusia tidak sesuai dengan pertahanan udara anggota NATO lainnya.

“Mereka menjadi gila hanya karena kami membukukan kesepakatan S-400,” kata Erdogan pada sebuah pertemuan walikota dari partai yang berkuasa di Ankara, lansir Anadolu Agency.

“Apa yang harus kami lakukan? Menunggu Anda? Kami mengambil tindakan pengamanan dan akan terus melakukannya,” ucap Presiden Erdogan.

Awal pekan ini, Erdogan mengatakan pembayaran pertama untuk S-400 telah dilakukan. Nilai total kesepakatan tersebut diyakini sekitar $ 2,5 miliar.

Vladimir Kojin, seorang pembantu Presiden Rusia Vladimir Putin, pada hari Selasa mengkonfirmasi bahwa sebuah kontrak telah ditandatangani.

“Saya hanya bisa menjamin bahwa semua keputusan yang dibuat berdasarkan kontrak ini sangat sesuai dengan kepentingan strategis kami,” katanya kepada kantor berita TASS.

Kompatibilitas sistem S-400 adalah perhatian utama NATO.

“Kami telah menyampaikan keprihatinan kami kepada pejabat Turki mengenai potensi pembelian S-400,” juru bicara Pentagon Johnny Michael mengatakan kepada CNBC AS dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.

“Sebuah sistem pertahanan rudal NATO tetap menjadi pilihan terbaik bagi Turki untuk mempertahankan diri dari ancaman penuh di wilayah ini.”

Pada bulan Maret, Menteri Pertahanan Fikri Isik mengatakan bahwa Turki telah berupaya membeli sistem rudal dari salah satu mitra NATO namun tidak dapat mencapai kesepakatan mengenai berbagi teknologi atau harga.

Pada tahun 2013, Turki memilih China Precision Machinery Import-Export Corporation untuk sistem pertahanan udara jarak jauh namun kemudian membatalkan kesepakatan tersebut di bawah tekanan dari NATO. Dua tahun kemudian, baterai rudal Patriot ditarik dari Turki.

Dalam beberapa tahun terakhir, Turki telah berusaha membangun industri pertahanan dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok asing.

S-400 adalah sistem rudal anti-pesawat jarak jauh Rusia yang paling maju dan dapat membawa tiga jenis rudal yang mampu menghancurkan sasaran termasuk rudal balistik dan jelajah.

Sistem ini dapat melacak dan mengunci hingga 300 target pada waktu yang sama dan memiliki ketinggian langit-langit 27 kilometer (17 mil).

Kategori : Internasional

Tags : nato Rudal s 400 Rusia turki

Sekjen PBB pada Pemerintah Myanmar: Stop Bantai Muslim Rohingya

14 Sep 2017 07:03:25
Sekjen PBB pada Pemerintah Myanmar: Stop Bantai Muslim Rohingya

JENEWA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB telah mendesak pemerintah Myanmar untuk mengakhiri operasi militernya membantai Muslim Rohingya.

15 anggota Dewan Keamanan bertemu secara tertutup pada hari Rabu (13/9/2017), atas permintaan Swedia dan Inggris, demi membahas krisis tersebut untuk kedua kalinya sejak dimulai dan menyepakati untuk secara terbuka mengecam situasi tersebut.

Berbicara menjelang pertemuan tersebut, Antonio Guterres menyebut situasi bagi pengungsi Rohingya sebagai “bencana kemanusiaan” dan “sama sekali tidak dapat diterima”, mengakui bahwa kelompok minoritas Muslim Rohingya itu telah dibersihkan secara etnis di negara mayoritas Buddhis tersebut.

Sekitar 370.000 populasi minoritas Rohingya di Myanmar telah meninggalkan negara bagian Rakhine ke negara tetangga Bangladesh dalam beberapa pekan terakhir, menurut PBB.

PBB: 370.000 Muslim Rohingya Telah Meninggalkan Myanmar Sejak 25 Agustus

“Saya meminta pihak berwenang Myanmar untuk menangguhkan tindakan militer, mengakhiri kekerasan, menjunjung tinggi supremasi hukum dan mengakui hak untuk kembali bagi semua orang yang harus meninggalkan negara tersebut,” kata kepala PBB itu pada konferensi pers di New York.

Komentar Guterres senada dengan pemimpin HAM PBB Zeid Ra’ad al-Hussein, yang mengecam situasi di Myanmar sebagai “contoh buku teks tentang pembersihan etnis” pada hari Senin.

Reporter Al Jazeera Rosiland Jordan, yang melaporkan dari markas besar PBB, mengatakan bahwa masih harus dilihat apakah Dewan Keamanan dapat melakukan segala cara dari sudut pandang praktis setelah pertemuan hari Rabu.

“Ada banyak kekhawatiran di PBB tentang krisis yang sedang berlangsung,” katanya. “Pertanyaannya adalah siapa yang bisa dimintai pertanggungjawaban dan dapatkah situasi teratasi dengan cepat atau apakah akan ada malapetaka kemanusiaan lain yang menjulang.”

Dewan tersebut “menyatakan keprihatinannya atas laporan tentang kekerasan yang berlebihan selama operasi militer dan meminta langkah segera untuk mengakhiri kekerasan di Rakhine, mengurangi situasi, menegakkan hukum dan ketertiban, memastikan perlindungan warga sipil … dan menyelesaikan masalah pengungsi.”

Duta Besar Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft mengatakan bahwa ini adalah pernyataan pertama dalam sembilan tahun dari Dewan Keamanan untuk Myanmar.

Pernyataan ini terjadi saat pemimpin nasional Myanmar Aung San Suu Kyi membatalkan perjalanannya ke Majelis Umum PBB pekan depan untuk menghadapi krisis tersebut, kantornya mengatakan pada hari Rabu.

Dia akan memberikan pidato pertamanya mengenai situasi tersebut di sebuah pidato di televisi pekan depan.

Suu Kyi telah banyak dikecam karena kurangnya kepemimpinan moral dan belas kasihan dalam menghadapi krisis tersebut, yang membuat reputasi peraih Nobel Perdamaian tersebut jatuh.

Sekretaris jendral juga mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan Suu Kyi beberapa kali.

Tekanan untuk mengakhiri lonjakan kekerasan baru-baru ini telah meningkat di Myanmar, dengan Amerika Serikat meminta perlindungan warga sipil dan Bangladesh yang mendesak zona aman untuk memungkinkan para pengungsi pulang ke rumah.

Dr Ayman Zawahiri: Panggilan Burma untuk Kaum Muslimin di Dunia

Ketika ditanya apakah situasinya dapat digambarkan sebagai pembersihan etnis, Guterres menjawab: “Saya akan menjawab pertanyaan Anda dengan pertanyaan lain: Ketika sepertiga populasi Rohingya harus melarikan diri dari negara tersebut, bisakah Anda menemukan kata yang lebih baik untuk menggambarkannya?”

Pemerintah Myanmar mengatakan pada hari Rabu bahwa 176 desa Rohingya benar-benar kosong, karena warga melarikan diri dari serangan kekerasan baru-baru ini.

“Ini adalah tragedi dramatis,” kata Guterres. “Orang-orang sekarat dan menderita dalam jumlah yang mengerikan dan kita perlu menghentikannya. Itulah perhatian utama saya.

Guterres meminta pihak berwenang untuk mengizinkan PBB dan LSM masuk ke Negara Bagian Rakhine untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

PBB menggambarkan Rohingya sebagai kelompok etnis yang paling teraniaya di dunia.

Rohingya telah bertahun-tahun mengalami diskriminasi dan telah ditolak kewarganegaraannya di Myanmar sejak tahun 1982.

Tapi Guterres mengatakan bahwa pemerintah Myanmar harus memberikan kewarganegaraan Rohingya atau status hukum yang memungkinkan mereka menjalani kehidupan normal.

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Dr Ayman Zawahiri: Panggilan Burma untuk Kaum Muslimin di Dunia

13 Sep 2017 22:39:50
Dr Ayman Zawahiri: Panggilan Burma untuk Kaum Muslimin di Dunia

JURNALISLAM.COM – Kejahatan Kemanusian berat yang dilakukan oleh pasukan Budha Myanmar terhadap warga Muslim Rohingya di Myanmar membuat dunia gusar dan mengecamnya, tanpa kecuali Syeikh Ayman Zawahiri juga turut mengeluarkan pernyataan dan seruan kepada umat Islam di dunia, melalui siaran persnya pada Selasa (12/9/2017), Amir Al Qaeda tersebut menyampaikan pesan di situs resminya, Al-Qaeda Central (AQC) kepada kaum Muslimin sebagai berikut:

Kejahatan yang dilakukan di provinsi Arakan hari ini dengan diiringi dendam internasional – pembunuhan, pembakaran, mutilasi, pemerkosaan, penyiksaan, penghancuran rumah saat penghuninya masih di dalam – merupakan kelanjutan dari sebuah persekongkolan yang diperkuat oleh kekuatan Internasional yang Tidak Percaya terhadap Islam dan Muslim; sebuah persekongkolan yang ditandai dengan perampasan hak-hak Muslim, pendudukan atas tanah mereka, pengotoran terhadap tempat suci mereka, semuanya dengan kedok memerangi terorisme!

Penggunaan dan dukungan istilah ‘perang melawan terorisme’ telah menjadi tren terbaru yang dipegang oleh setiap penguasa sebagai janji kesetiaan dan pengabdian mereka kepada kekuatan yang berkuasa di dalam sistem – sebuah sakramen penebusan dosa untuk menjamin pengampunan atas semua kejahatan dan kegagalannya, dan kemungkinan diberi imbalan hadiah mulia untuk perdamaian (Hadiah Nobel Perdamaian) – sebuah lencana yang dikenakan oleh setiap penjahat dan pembunuh profesional.

Hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi Terancam Dicopot

Perlakuan sadis tersebut dilakukan kepada saudara-saudara Muslim kita di Arakan oleh pemerintah Myanmar dengan dalih ‘melawan pemberontak’ – sebuah penggambaran situasi yang sering dilakukan media Saudi – tidak boleh lewat begitu saja tanpa hukuman, dan pemerintah Myanmar harus dibuat untuk merasakan apa yang telah dirasakan oleh saudara kita Muslim kita di Arakan, dengan izin dari Allah.

Membantu umat Islam Arakan adalah kewajiban Syar’i dan panggilan Iman. Allah yang Maha Agung berkata, ‘Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang dzalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”. ‘[An-Nisa: 75]

Ini Pernyataan Imarah Islam Afghanistan Tentang Genosida Muslim Rohingya

Disebutkan di hadits bahwa Nabi Saw berkata, ‘Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya; Dia tidak menindas, atau mengkhianatinya. Siapa pun yang membantu saudaranya yang membutuhkan, Allah akan cukupkan untuk memenuhi kebutuhannya, dan siapapun yang meringankan penderitaan seorang Muslim, Allah akan meringankan penderitaannya pada hari kiamat, dan siapa pun yang menutupi kelemahan seorang Muslim, Allah akan menutupi dosa-dosanya pada hari kiamat.’ (HR. Bukhari dan Muslim).

Kami memanggil semua saudara mujahid di Bangladesh, India, Pakistan, dan Filipina untuk berangkat ke Birma demi membantu saudara Muslim kita, dan untuk melakukan persiapan yang diperlukan – pelatihan dan sejenisnya – untuk melawan penindasan terhadap saudara-saudara Muslim ini, dan mengamankan hak mereka, yang hanya akan dikembalikan kepada mereka dengan menggunakan kekuatan.

Umat ​​Islam harus membantu saudara Muslim di Arakan. Muslim di Arakan membutuhkan semua bentuk dukungan – uang, obat-obatan, makanan, pakaian, senjata – selain untuk meningkatkan kesadaran akan keadaan mereka dan mempresentasikannya dalam perspektif yang benar sehingga Umat dapat mengenali musuhnya.

Menlu Bangladesh: Pasukan Myanmar Bunuh 3.000 Lebih Muslim Rohingya

Setia kepada umat Islam dan mendukung mereka adalah salah satu ikatan iman terkuat. Allah Yang Mulia mengatakan, Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.’ [At-Taubah: 71].

Disebutkan dalam hadits tentang al-Nauman bin Basheer bahwa Nabi Saw berkata, ‘Perumpamaan orang-orang beriman mengenai cinta, kasih sayang dan simpati mereka bagaikan satu tubuh jika ada bagian tubuh yang sakit, maka seluruh tubuh menjadi resah dan sakit.’

Dukungan militer menjadi penting dalam situasi seperti itu. Jika musuh menyerang sebuah wilayah Muslim dan penduduk di wilayah itu tidak dapat mengusir agresi karena kelemahan atau inferioritas mereka, maka kewajiban tersebut beralih dari kewajiban umum ke kewajiban individu.

Para ilmuwan madh’hab Hanafi telah berpendapat bahwa jika orang-orang kafir menyerang sebuah tanah Muslim, Jihad menjadi kewajiban wajib bagi setiap individu tanah itu, dan jika orang-orang di tanah itu tidak dapat memenuhi kewajibannya sendiri, dalam hal ini menunjukkan kelalaian atau tidak taat Allah, kewajiban ini meluas ke orang-orang terdekat mereka, dan terus berlanjut secara melingkar sampai Jihad menjadi wajib bagi semua umat Islam di Timur dan Barat.

Oleh karena itu, wajib bagi umat Islam di seluruh dunia untuk mengambil langkah mendesak untuk menyelamatkan saudara Muslim dan dengan nyawa dan harta kalian, karena ini adalah kebajikan terbesar yang membawa manusia lebih dekat kepada Allah. Ya Allah, lindungi saudara-saudara kami yang tertindas di Arakan dan seluruh dunia. Ya Allah, bantu mereka dengan bantuan Ilahi-Mu, dan beri mereka kemenangan atas musuh mereka; Allah adalah Yang Maha Kuat, Yang Maha Kuasa! Dan doa terakhir kami adalah bahwa semua pujian hanyalah milik Allah, Rabb semesta alam.

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

PBB: 370.000 Muslim Rohingya Telah Meninggalkan Myanmar Sejak 25 Agustus

13 Sep 2017 09:11:32
PBB: 370.000 Muslim Rohingya Telah Meninggalkan Myanmar Sejak  25 Agustus

JENEWA (Jurnalislam.com) – Diperkirakan 370.000 Muslim Rohingya telah meninggalkan Myanmar sejak 25 Agustus, seorang juru bicara PBB mengatakan pada hari Selasa (12/9/2017).

Kepala juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi Leonard Doyle mengatakan bahwa upaya kemanusiaan di perbatasan Bangladesh “jelas dalam ketegangan penuh”.

Angka terbaru pengungsi yang telah menyeberang dari negara bagian Rakhine Myanmar ke Bangladesh adalah 57.000, meningkat dari angka yang diberikan badan pengungsi PBB pada hari Senin (11/9/2017).

Para pengungsi tersebut melarikan diri dari operasi militer baru di mana mereka mengatakan bahwa pasukan militer Budha dan gerombolan orang-orang Budha telah membunuh pria, wanita dan anak-anak, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya.

Bangladesh Desak PBB dan Dunia untuk Kembalikan Pengungsi Rohingya ke Myanmar

Menurut Bangladesh, sekitar 3.000 orang Rohingya tewas dalam tindakan keras tersebut.

Turki telah memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya dan Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa dia akan mengangkat isu tersebut di PBB.

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

UNHCR: Berton-ton Bantuan dan 1.700 Tenda Diserahkan ke Pengungsi Rohingya

13 Sep 2017 08:04:30
UNHCR: Berton-ton Bantuan dan 1.700 Tenda Diserahkan ke Pengungsi Rohingya

JENEWA (Jurnalislam.com) – PBB berencana mengirim bantuan untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar ke kamp-kamp pengungsi di tenggara negara tersebut, kata seorang juru bicara badan pengungsi PBB pada hari Selasa (12/9/2017).

“Sembilan puluh satu metrik ton bantuan, termasuk perlengkapan penampungan yang sangat dibutuhkan, jerigen, selimut, alas tidur dan 1.700 tenda keluarga” diserahkan ke pengungsi di Cox’s Bazar, Joseph Tripura, juru bicara Bangladesh untuk UNHCR, kepada Anadolu Agency.

Dia mengatakan bahwa pasokan bahan-bahan tersebut dikirim ke ibukota Dhaka melalui dua penerbangan berbeda, satu adalah persediaan global UNHCR di Dubai dan yang kedua disumbangkan oleh Uni Emirat Arab (UEA).

1.000 Ton Bantuan Kemanusiaan Turki Tahap Pertama Tiba di Rohingya

“Dua penerbangan darurat itu dimaksudkan untuk segera memenuhi kebutuhan bantuan sekitar 25.000 pengungsi. Penerbangan lanjutan direncanakan untuk memberikan bantuan darurat bagi sekitar 120.000 pengungsi secara keseluruhan,” tambahnya.

Pengungsi Muslim Rohingya terus berdatangan di kamp Kutupalong dan Nayapara dimana UNHCR beroperasi. Lebih dari 70.000 pengungsi sekarang berada di kedua kamp tersebut, yang jumlah penduduknya meningkat dua kali lipat sejak 25 Agustus.

“Kedua kamp berada di luar titik jenuh. Beberapa pengungsi yang tinggal di kamp-kamp ini menampung 15 keluarga yang baru tiba di gubuk kecil mereka, namun pendatang baru masih memenuhi trotoar hanya beralaskan lembaran plastik. Kami telah membuka gedung-gedung publik dan mendirikan tenda-tenda besar untuk menampung pendatang baru, “kata Tripura.

Sejak 25 Agustus, lebih dari 370.000 orang Rohingya telah menyeberang dari negara bagian Myanmar di Rakhine munuju Bangladesh, menurut PBB.

Para pengungsi tersebut melarikan diri dari operasi militer baru di mana pasukan keamanan dan gerombolan Buddha membunuh pria, wanita dan anak-anak, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya. Menurut Bangladesh, sekitar 3.000 muslim Rohingya tewas dalam tindakan keras tersebut.

Bawa Bantuan Kemanusian, Ibu Negara Turki Terjun Langsung ke Kamp Pengungsi Rohingya

Turki berada di garis depan untuk memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya dan Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa dia akan mengangkat isu tersebut di PBB.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok etnis yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat atas serangan militer Budha Myanmar sejak ribuan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Jet Tempur AS dan Rusia Kerja Sama Gempur Warga Sipil Deir al Zour, 28 Tewas

13 Sep 2017 07:53:34
Jet Tempur AS dan Rusia Kerja Sama Gempur Warga Sipil Deir al Zour, 28 Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Serangan udara koalisi Rusia dan AS pada hari Selasa (12/09/2017) menewaskan 28 warga sipil di provinsi Deir al-Zour, Suriah timur, dimana serangan terhadap kelompok Islamic State (IS) sedang berlangsung, kata sebuah lembaga pengamat, Al Arabiya melaporkan.

Provinsi ini terletak di sepanjang perbatasan Suriah dengan Irak dan dipandang sebagai hadiah strategis oleh pasukan rezim Suriah yang didukung Rusia dan aliansi pasukan Arab dan Kurdi yang didukung oleh koalisi udara pimpinan AS.

Pada hari Selasa, serangan koalisi mematikan melanda desa Al-Shahabat, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris.

“Serangan udara koalisi menewaskan 12 anggota keluarga tunggal, di antaranya lima anak, di sebuah desa di tepi timur Sungai Efrat,” kata Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman.

Dia mengatakan pertempuran sengit antara IS dan Pasukan Demokratik yang didukung oleh AS berkecamuk di sekitar wilayah kekuasaan IS di Al-Shahabat, yang terletak sekitar tujuh kilometer jauhnya dari sungai.

Potongan sungai Euphrates melintasi provinsi Deir al Zour secara diagonal.

Pasukan rezim Syiah Suriah bertempur menyeberangi sungai di sisi baratnya sebagai bagian dari serangan terpisah yang didukung oleh Moskow.

Serangan udara Rusia pada hari Selasa menimpa sekelompok tenda di tepi barat Sungai Efrat, menewaskan “16 warga sipil termasuk lima anak,” menurut Abdel Rahman.

Dia mengatakan bahwa warga sipil telah mendirikan tenda di tepi desa Zaghir Shamiyah setelah melarikan diri dari rumah mereka karena takut akan bentrokan.

Serangan tersebut menyusul serangan militer tiga hari di provinsi Deir al Zour yang diduga telah menewaskan puluhan warga sipil, menurut Observatorium tersebut.

Kategori : Internasional

Tags : Konflik Suriah Serangan udara AS Serangan Udara Rusia

Myanmar Blokir Diskusi Muslim Rohingya pada Pertemuan ASEAN

13 Sep 2017 07:07:35
Myanmar Blokir Diskusi Muslim Rohingya pada Pertemuan ASEAN

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Myanmar memblokir diskusi tentang keadaan Muslim Rohingya pada pertemuan anggota parlemen Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations-ASEAN) pekan depan, seorang pejabat Filipina mengatakan Senin malam (11/9/2017).

Indonesia mengusulkan memasukkan krisis Rohingya saat ini dalam diskusi anggota parlemen ASEAN namun Myanmar keberatan, penyiar ABS-CBN News melaporkan, dengan mengutip anggota parlemen Artemio Adasa, lansir Anadolu Agency.

“Myanmar keberatan … Jadi, pasti kita tidak dapat menempatkan krisis ini di antara isu-isu yang harus dibahas dalam pleno,” kata Adasa, wakil sekretaris jenderal DPR Filipina.

Dewan parlemen ASEAN akan bertemu di Manila pada hari Kamis besok (14/9//2017).

Meskipun Myanmar keberatan, Adasa mengatakan “mungkin ada beberapa kesepakatan bilateral” mengenai krisis Rohingya. Sejak 25 Agustus, lebih dari 310.000 muslim Rohingya telah menyeberang dari negara bagian Myanmar di Rakhine ke Bangladesh, menurut PBB.

Bangladesh Desak PBB dan Dunia untuk Kembalikan Pengungsi Rohingya ke Myanmar

Para pengungsi tersebut melarikan diri dari operasi militer baru di mana mereka mengatakan bahwa pasukan Budha Myanmar dan gerombolan orang-orang Budha telah membantai secara sadis pria, wanita dan anak-anak, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya.

Menurut Bangladesh, sedikitnya 3.000 warga Muslim Rohingya tewas dalam tindakan pembantaian tersebut.

Turki telah memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya dan Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa dia akan mengangkat isu tersebut di PBB.

Adasa mengatakan bahwa isu Rohingya adalah “keprihatinan nasional” bagi Myanmar, di mana mereka dianggap sebagai “konstituen bermasalah”.

Sekretaris Jenderal Parlemen Cesar Pareja, ketua majelis anggota parlemen ASEAN, mengatakan bahwa negara-negara anggota bebas membuat perjanjian bilateral terpisah di luar kerangka majelis.

Muslim Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok etnis yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat atas serangan tersebut sejak puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Muslim Rohingya: Jika Kalian Diam, Kalian akan Saksikan Pembantaian Srebrenica di Myanmar

Oktober lalu, setelah serangan terhadap pos-pos perbatasan di distrik Maungdaw Rakhine, pasukan Budha Myanmar melancarkan tindakan keras selama lima bulan di mana, menurut HAM, sekitar 400 orang terbunuh.

PBB mendokumentasikan perkosaan kelompok massal, pembunuhan, penyiksaan – termasuk bayi dan anak kecil – penyembelihan, pemukulan brutal dan penghilangan yang dilakukan oleh petugas militer.

Dalam sebuah laporan, penyidik ​​PBB mengatakan bahwa pelanggaran hak asasi manusia tersebut besar kemungkinan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan berat.

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Bangladesh Desak PBB dan Dunia untuk Kembalikan Pengungsi Rohingya ke Myanmar

13 Sep 2017 06:44:42
Bangladesh Desak PBB dan Dunia untuk Kembalikan Pengungsi Rohingya ke Myanmar

BANGLADESH (Jurnalislam.com) – Perdana menteri Bangladesh telah meminta PBB dan masyarakat internasional menekan pemerintah Myanmar untuk memungkinkan kembalinya ratusan ribu pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan baru-baru ini di negara mayoritas Buddhis tersebut.

Sheikh Hasina, saat berkunjung ke kamp pengungsi Kutupalong pada hari Selasa (12/9/2017), mengatakan bahwa Bangladesh akan menawarkan perlindungan dan bantuan sementara bagi pengungsi tersebut, namun Myanmar harus segera “membawa warga negaranya kembali”.

Sekitar 370.000 populasi minoritas Rohingya di Myanmar telah meninggalkan negara bagian Rakhine di negara bagian itu ke negara tetangga Bangladesh dalam beberapa pekan terakhir, menurut PBB.

Kekerasan dimulai pada 25 Agustus, setelah para pejuang Muslim Rohingya menyerang pos polisi sebagai balasan dari kekerasan militer Budha Myanmar atas warga Muslim Rohingya.

“Parlemen kami telah mengambil sebuah resolusi bahwa Myanmar harus membawa semua warganya kembali ke negara mereka dan menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga mereka bisa kembali,” kata Hasina.

Krisis kemanusian tersebut telah menarik kritik tajam dari seluruh dunia.

Erdogan: Kerahkan Semua Kemampuan untuk Hentikan Kekejaman Myanmar di Rohingya

Pada hari Selasa, pemimpin tertinggi Syiah Iran Ayatollah Ali Khamenei menyebut pembunuhan Muslim sebagai bencana politik bagi Myanmar.

Kepala HAM PBB Zeid Ra’ad al-Hussein mengecam situasi di Myanmar sebagai “contoh buku teks tentang pembersihan etnis” pada hari Senin.

Inggris dan Swedia telah meminta Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat pada hari Rabu (13/9/2017) untuk menangani situasi Rohingya.

Pekerja bantuan di Bangladesh mengatakan bahwa mereka mencoba meningkatkan usaha bantuan, namun ribuan pengungsi berdatangan setiap hari.

“Kebutuhannya sangat besar,” kata Corinne Ambler, dari kelompok kemanusiaan Palang Merah. “Kami meningkat secepat mungkin, tapi kami butuh bantuan internasional untuk membantu orang-orang ini.”

Reporter Al Jazeera Divya Gopalana, melaporkan dari Katupalong di dekat kota perbatasan Ukhiya di distrik Cox’s Bazar, mengatakan: “Para pengungsi tertekan dan setelah melarikan diri dari negara mereka, mereka sekarang harus menghadapi kondisi sulit di kamp pengungsian.”

PBB menggambarkan Muslim Rohingya sebagai kelompok etnis yang paling teraniaya di dunia.

Rohingya telah ditolak kewarganegaraannya di Myanmar sejak tahun 1982, yang telah secara efektif membuat mereka tidak memiliki kewarganegaraan.

Hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi Terancam Dicopot

Setelah melarikan diri dari gelombang pembantaian baru-baru ini, banyak orang takut akan kehidupan mereka di Myanmar.

“Jika kita kembali mereka akan membunuh kita,” Rahima Begum, seorang pengungsi Rohingya berusia 24 tahun, mengatakan kepada Al Jazeera. “Bagaimana saya bisa lupa, saya pernah melihat bayi dilemparkan ke dalam api oleh pasukan Myanmar.”

Sementara itu, ada pula yang mencari kebutuhan dasar dan perlindungan di tengah meningkatnya ketegangan.

“Kami ingin tinggal dengan selamat di sini di Bangladesh,” kata Harun, seorang pengungsi lainnya. “Inilah mengapa kita melarikan diri, kita butuh makanan dan tempat tinggal.”

 

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Serangan Istisyhad Taliban Bunuh 13 Pasukan AS dan Lukai 11 Lainnya

13 Sep 2017 05:56:36
Serangan Istisyhad Taliban Bunuh 13 Pasukan AS dan Lukai 11 Lainnya

PARWAN (Jurnalislam.com) – Al-Emarah News mengatakan 13 tentara agresor AS tewas dan 11 lainnya menderita luka yang mengancam jiwa dalam serangan bom mobil yang kuat di tengah operasi Istisyhad di distrik Bagram, provinsi Parwan, Senin (11/9/2017).

Koresponden mengatakan, Ahmad, seorang Mujahidin pemberani anggota pasukan syahid Imarah Islam (Taliban) yang berasal dari provinsi Paktika menabrakkan kendaraannya yang penuh bahan peledak ke arah konvoi penjajah AS yang diparkir di pinggir jalan.

Ledakan itu sangat besar dan cukup kuat untuk meledakkan 3 tank lapis baja, menyebabkan 13 orang agresor Amerika tewas dan 11 lainnya cedera.

Menurut laporan lain dari Parwan, Taliban telah menargetkan pangkalan udara Bagram 5 kali sejak kemarin malam namun tidak memberikan jumlah yang tepat mengenai korban tewas di pihak musuh.

Kategori : Internasional

Tags : AS taliban

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Brutalitas Aparat: Bukti Nyata Bobroknya Sistem Perlindungan

Brutalitas Aparat: Bukti Nyata Bobroknya Sistem Perlindungan

2 Mar 2026 18:02:37
Cinta, Emosi, dan Kekerasan di Kampus: Alarm Serius bagi Dunia Pendidikan Islam

Cinta, Emosi, dan Kekerasan di Kampus: Alarm Serius bagi Dunia Pendidikan Islam

2 Mar 2026 18:00:27
Menjaga Kesucian Ayat Al-Quran di Era Digital: Refleksi atas Kasus Viral di Bulukumba

Menjaga Kesucian Ayat Al-Quran di Era Digital: Refleksi atas Kasus Viral di Bulukumba

1 Mar 2026 19:14:31
Penguasa yang Dicintai Rakyatnya

Penguasa yang Dicintai Rakyatnya

1 Mar 2026 19:12:25

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED