Ahad, 13 Ramadhan 1447 / 01 Maret 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Penulis: Deddy Purwanto

Efektif Lawan AS dan NATO, Taliban Promosikan Unit Pasukan Khusus

08 Nov 2017 08:18:45
Efektif Lawan AS dan NATO, Taliban Promosikan Unit Pasukan Khusus

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Imarah Islam Afghanistan (Taliban) baru-baru ini mempromosikan “Unit Pasukan Khusus” yang sering beroperasi di provinsi Laghman, Afghanistan timur.

Sejak tahun 2015, Taliban telah memberitakan “Unit Pasukan Khusus” mereka yang diketahui beroperasi di provinsi Afghanistan selatan.

Photo “Unit Pasukan Khusus” yang beroperasi di provinsi Laghman dirilis oleh Taliban di akun resmi Telegram pada 1 November. Pasukan khusus Taliban terlihat mengenakan seragam dan rig dada baru, dan difoto dengan HUMVEE tentara Afghanistan yang mereka sita. Gambar diambil pada siang hari, Long War Journal melaporkan Senin (6/11/2017).

Taliban Tunjukan Kekuatan Militernya di Farah

Pejabat militer Afghanistan mengkonfirmasi adanya “Unit Pasukan Khusus” Taliban, yang dikenal sebagai Red Group atau Danger Group, pada musim panas 2016. Seorang komandan pasukan khusus Angkatan Darat Afghanistan mengatakan bahwa Taliban menggunakan “persenjataan canggih, termasuk teropong penglihatan malam hari (night vision scopes), roket 82mm, senapan mesin berat dan senapan serbu buatan AS. “Menurut The Associate Press, Red Group Red telah banyak bertempur di Helmand dan provinsi lainnya.

Walaupun “Unit Pasukan Khusus” Taliban tidak dilatih dengan standar dan kemampuan yang sama seperti pasukan operasi khusus AS, namun Taliban terbukti efektif di medan perang melawan pasukan AS dan NATO.

Taliban: Helikopter Tempur Chinook Amerika Ditembak Jatuh di Begama, Puluhan Tewas

Kategori : Internasional

Tags : Imarah Islam Afghanistan taliban

Pangeran Arab: Pasokan Rudal Iran ke Syiah Houthi adalah Perang Melawan Kerajaan

08 Nov 2017 06:29:24
Pangeran Arab: Pasokan Rudal Iran ke Syiah Houthi adalah Perang Melawan Kerajaan

RIYADH (Jurnalislam.com) – Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan pada hari Selasa bahwa pasokan rudal Iran ke milisi Syiah Houthi di Yaman adalah “agresi militer langsung”.

Pada hari Ahad, koalisi pimpinan Saudi yang memerangi milisi Houthi di Yaman menuduh mereka “melakukan eskalasi berbahaya yang terjadi karena dukungan Iran” setelah pertahanan udara Saudi mencegat rudal balistik yang menuju Riyadh.

Rudal itu dijatuhkan di dekat bandara Riyadh tanpa menimbulkan korban jiwa.

Pangeran Mohammed menerima telepon dari Menteri Luar Negeri Inggris untuk Luar Negeri Boris Johnson yang mengecam peluncuran rudal Houthi.

Cegah Houthi jadi Syiah Hizbullah, Pangeran Arab: Perang di Yaman akan Terus Berlanjut

Johnson mengutuk Houthi karena sengaja menargetkan warga sipil dan mengatakan Inggris mendukung kerajaan Saudi dalam menghadapi ancaman keamanan, lapor kantor berita Saudi Press Agency, Selasa (7/11/2017).

Pangeran mahkota mengatakan kepada Johnson mengenai keterlibatan rezim Iran yang berafiliasi dengan pemberontak Syiah Houthi dalam menyediakan milisi, dan rudal tersebut adalah agresi langsung dan serangan militer oleh Teheran dan dipandang sebagai tindakan perang melawan kerajaan.

Johnson dan putra mahkota juga membahas perkembangan regional dan internasional selama melakukan percakapan telepon, laporan tersebut menambahkan.

Kategori : Internasional

Tags : arab saudi iran syiah houthi

Setelah Pembantaian di Gereja, Trump: Skrining Ketat yang Masuk AS Terutama Umat Islam!

08 Nov 2017 05:55:29
Setelah Pembantaian di Gereja, Trump: Skrining Ketat yang Masuk AS Terutama Umat Islam!

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – “Pemeriksaan Ekstrim” bukanlah jawaban untuk menghentikan penembakan massal di AS, Presiden Donald Trump yang dikenal Anti-Islam mengatakan pada hari Selasa (6/11/2017).

Presiden Amerika Serikat bersikeras melakukan skrining ketat terutama bagi umat Islam yang ingin memasuki AS setelah serangan berdarah berturut-turut yang terjadi di negaranya.

Tetapi bagi mereka yang ingin membeli senjata api, pihak berwenang tidak perlu menerapkan aturan lain selain yang sudah ada di bawah undang-undang saat ini, meskipun banyak terjadi penembakan massal yang terus menumpuk di AS. “Tidak akan membantu,” kata Trump pada sebuah konferensi pers di South Korea, lansir Anadolu Agency.

Trump, yang dengan cepat selalu memberi label serangan jika dilakukan oleh umat Islam sebagai “serangan teroris”, namun dalam kasus ini ia mengatakan bahwa AS “dapat membiarkan sedikit waktu berlalu” (lupakan) sebelum mengambil isu pengendalian senjata menyusul pembantaian massal terburuk di negara bagian Texas pada hari Ahad dengan senjata api.

Pelaku Pembantaian Massal di Gereja AS Seorang Kristen, Trump: Itu Gangguan Mental

“Jika Anda melakukan apa yang Anda sarankan, tidak akan ada perbedaan tiga hari yang lalu,” kata Trump, menunjukkan bahwa peraturan pengendalian senjata yang lebih ketat mungkin malah mencegah seorang warga AS menggagalkan pelarian Devin Patrick Kelley setelah dia membunuh 26 jamaat di sebuah gereja di Sutherland Springs, tepat di luar San Antonio.

Devin Patrick Kelley, 26, seorang Kristen, pada hari Ahad mengenakan perlengkapan taktis hitam dan mengenakan rompi balistik membawa senapan serbu masuk ke gereja dan melepaskan tembakan membabi buta pada jamaat kebaktian Mingguan.

Seorang penduduk setempat yang tinggal di seberang jalan dari gereja tersebut menembak Kelley dengan sebuah senapan saat Kelley mencoba untuk pergi. Selama pengejaran singkat di mana dia dikejar oleh penduduk dan yang lainnya, pihak berwenang mengatakan Kelley menelpon ayahnya untuk mengatakan bahwa dia tertembak dan tidak yakin bahwa dia akan selamat.

58 Rakyatnya Tewas dalam Serangan di Konser Musik, Trump: Itu Kejahatan Murni Saja

Kelley ditemukan tewas tak lama setelah itu dari luka tembak yang ditimbulkan sendiri.

Angkatan Udara mengakui pada hari Senin bahwa pihak mereka melakukan kesalahan yang memungkinkan veteran militer itu untuk membeli senjata api. Kelley menerima pemecatan akibat kelalaian yang buruk dengan mengaku melakukan penganiayaan dalam rumah tangga. Seharusnya Angkatan Udara wajib mengungkapkan masalh ini kepada FBI.

Tapi Angkatan Udara tidak mengungkapkannya, dan membiarkan Kelley terhindar dari pembatasan yang mencegah orang-orang yang dihukum karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga untuk membeli senjata api.

Kategori : Internasional

Tags : gereja penembakan Texas

Pejuang Marawi Angkat Amir Baru, Pertempuran Kembali Berlanjut di Filipina

07 Nov 2017 08:50:13
Pejuang Marawi Angkat Amir Baru, Pertempuran Kembali Berlanjut di Filipina

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Pertempuran sporadis terus berlanjut di kota Marawi meskipun militer Filipina mengumumkan kemenangan total, dua pekan lalu, atas kelompok-kelompok pro Islamic State (IS) di Asia Tenggara.

Militer masih bertempur melawan beberapa milisi yang bersembunyi di tengah reruntuhan sebuah kota yang dilanda serangan udara pemerintah selama berbulan-bulan. Pasukan telah membunuh sembilan militan di Marawi, kata Kolonel Romeo Brawner pada hari Senin (6/11/2017), menekankan mengapa penduduk ditekankan berada di luar zona pertempuran yang hancur itu, lansir Aljazeera.

Tentara mengumumkan untuk mengakhiri operasi tempur di Marawi selatan dua pekan lalu, setelah mereka yakin telah membunuh kelompok terakhir dari sebuah aliansi perlawanan yang menguasai bagian-bagian kota tepi danau tersebut selama lima bulan.

Lebih dari 1.100 orang, sebagian besar milisi, tewas dan 350.000 orang lainnya mengungsi akibat kerusuhan Marawi, sebuah krisis yang mengejutkan Filipina yang mayoritas Katolik dan menyebabkan kegelisahan tentang IS yang mempengaruhi mayoritas Muslim di pulau Mindanao.

Filipina: Ini Laporan Resmi Berakhirnya Operasi Militer di Marawi

Mengikuti krisis keamanan terbesar di negara itu dalam beberapa dasawarsa, militer Filipina menghasilkan upaya baru dalam sepekan sejak mereka membunuh Isnilon Hapilon, pemimpin kelompok Abu Sayyaf dan amir IS di Asia Tenggara.

Wakilnya yang diduga adalah Mahmud Ahmad, dan Amin Baco, juga orang Malaysia, juga diyakini terbunuh, begitu juga Omarkhayan Maute, anggota tertinggi dalam aliansi tersebut.

Tapi sejak saat itu, muncul kabar bahwa Baco selamat dari pertempuran.

“Kami masih mencari Amin Baco,” kata Sekretaris Pertahanan Delfin Lorenzana, menggambarkan warga Malaysia tersebut kemungkinan menjadi amir baru para kelompok bersenjata.

Pembebasan Islam Moro: Krisis Marawi Meluas ke Provinsi Lain Filipina

“Dia bisa berada di suatu tempat di pulau Jolo atau di dekat Maguindanao,” seorang kolonel tentara yang akrab dengan kelompok-kelompok Islam bersenjata di Mindanao mengatakan kepada Reuters.

Pihak berwenang Filipina sedang mencari Baco, yang bisa menjadi pemimpin baru kelompok pro-IS di Asia Tenggara, kata kepala keamanan.

Kepala polisi Ronaldo dela Rosa mengatakan bahwa dia menerima informasi serupa bahwa Baco, ahli pembuat bom, telah mengambil peran sebagai pemimpin IS di Marawi.

Informasi bahwa Baco sekarang memimpin milisi yang berasal dari Indonesia, ia ditangkap di Marawi pekan lalu, kata dela Rosa.

Pada awal tahun 2011, Baco memfasilitasi pergerakan dana, senjata dan pejuang ke Filipina dari Indonesia dan Malaysia, namun hubungannya dengan jaringan IS diketahui tidak kuat, kata seorang pejabat intelijen militer lainnya.

Dia mengatakan Baco berada dalam posisi untuk mengambil alih karena keakrabannya dengan pejuang dari berbagai kelompok di Mindanao.

Kategori : Internasional

Tags : filipina Marawi Maute

Terkait Syiah Hizbullah, Raja Saudi Temui Mantan Menteri Libanon

07 Nov 2017 08:33:46
Terkait Syiah Hizbullah, Raja Saudi Temui Mantan Menteri Libanon

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Raja Saudi Salman bin Abdulaziz pada hari Senin (6/11/2017) bertemu dengan Perdana Menteri Libanon yang mengundurkan diri, Saad Hariri, di ibukota Riyadh.

Pertemuan tersebut menangani perkembangan Lebanon terkait Syiah Hizbullah, kantor berita resmi SPA melaporkan, lansir Anadolu Agency.

Menlu Arab Terkejut, Lihat Makar Hizbullah atas Saudi Dibiarkan Pemerintah Libanon

Hariri, untuk sementara, memajang fotonya bersama raja Saudi di Twitter dengan tulisan “Saya merasa terhormat hari ini dengan mengunjungi Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz, di kantornya.”

Pertemuan Senin itu dihadiri oleh sejumlah pejabat Saudi, termasuk Menteri Dalam Negeri Pangeran Abdulaziz bin Saud dan Menteri Luar Negeri Adel al-Jubair.

Cegah Houthi jadi Syiah Hizbullah, Pangeran Arab: Perang di Yaman akan Terus Berlanjut

Pekan lalu, Hariri mengajukan pengunduran diri yang mengejutkan di tayangan televisi dari Arab Saudi.

Dalam pidatonya, Hariri mengkritik Iran dan sekutu Libanonnya Syiah Hizbullah, mengatkan Teheran menanam “hasutan” dan ikut campur dalam urusan Arab.

Pemimpin Syiah Hizbullah Hassan Nasrallah sebaliknya mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi Hariri untuk mengundurkan diri, bahkan menuduh Arab Saudi memaksa Perdana Menteri Lebanon itu untuk berhenti

Kategori : Internasional

Tags : arab saudi libanon syiah hizbullah

Yordania Tolak Rencana Israel Bentuk Pasukan Khusus di Masjid Al Aqsha

07 Nov 2017 08:11:30
Yordania Tolak Rencana Israel Bentuk Pasukan Khusus di Masjid Al Aqsha

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Otoritas Jordania yang bertanggung jawab atas Masjid Al-Aqsha di Yerusalem mengecam rencana penjajah Israel untuk membentuk sebuah unit polisi baru bagi tempat suci tersebut.

Pekan lalu, Menteri Keamanan Publik Gilad Erdan mengatakan bahwa Israel akan membentuk sebuah kepolisian khusus beranggotakan 200 orang, yang akan dilengkapi dengan “teknologi maju” dan berbasis di sekitar kompleks Al-Aqsha.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (6/11/2017), Wakaf, sebuah yayasan Islam yang bertanggung jawab atas lokasi suci Al-Aqsha, menyebut pengumuman Erdan tersebut merupakan sebuah “deklarasi perang terhadap dua miliar umat Muslim”, Anadolu Agency melaporkan.

Penjajah Israel berdalih langkah-langkah baru akan diambil sebagai tanggapan atas baku tembak mematikan di lokasi tersebut pada bulan Juli, ketika dua serdadu zionis tewas dan tiga pejuang Palestina gugur.

Rayakan Tahun Baru Islam di Al Aqsha, Mufti Palestina: Anda Semua Penjaga Masjid

Penjajah Israel awalnya menanggapi dengan memasang detektor logam di pintu masuk namun sekarang mencabutnya, sambil tetap bersikeras melakukan langkah-langkah alternatif, setelah dua pekan demonstrasi warga Palestina di Yerusalem yang menolak untuk melewati detektor logam.

Bagi umat Islam, Al-Aqsha merupakan situs tersuci ketiga di dunia. Sedangkan Yahudi ngaku-ngaku itu sebagai “Bukit Bait Suci,” mengklaim bahwa itu adalah situs dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menjajah Yerusalem Timur – di mana Al-Aqsha berada – selama Perang Timur Tengah 1967. Zionis yahudi kemudian mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, dan secara sepihak mengklaimnya sebagai ibu kota negara Yahudi yang memproklamirkan diri sendiri.

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha palestina yerusalem

Pentagon: Pembunuh Massal di Gereja Texas adalah Anggota Militer AS

07 Nov 2017 06:29:22
Pentagon: Pembunuh Massal di Gereja Texas adalah Anggota Militer AS

TEXAS (Jurnalislam.com) – Pentagon mengonfirmasikan Devin Patrick Kelley, 26, adalah anggota militer AS dan bertugas di Pangkalan Angkatan Udara di New Mexico dari tahun 2010 sampai 2014 ketika dia menerima sebuah pemecatan akibat tindakan buruk karena menyerang istri dan anaknya, menurut laporan, lansir Anadolu Agency Senin (6/11/2017).

Patrick Kelley, seorang Kristen, masuk ke gereja dan melepaskan tembakan pada kebaktian Mingguan.

Inilah Laporan Lengkap Pembantaian Massal di Gereja AS, 14 dari 26 Tewas adalah Anak-anak

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa penembakan tersebut adalah “masalah kesehatan mental di tingkat tertinggi,” sekarang dalam upaya untuk menunda pembahasan tentang pengendalian senjata karena anggota parlemen dituntut untuk memperketat undang-undang kurang dari 24 jam setelah penembakan massal terakhir di AS tersebut.

Dan mantan Presiden Barack Obama, yang tidak berhasil dalam usahanya untuk menerapkan undang-undang kontrol senjata yang masuk akal setelah sejumlah penembakan massal selama dua masa jabatannya, memberikan belasungkawa.

Kategori : Internasional

Tags : gereja penembakan Texas

26 Tewas Dibantai di Gereja, FBI: Penembakan Massal Bukan Kasus Terorisme

07 Nov 2017 06:20:43
26 Tewas Dibantai di Gereja, FBI: Penembakan Massal Bukan Kasus Terorisme

TEXAS (Jurnalislam.com) – FBI mengatakan, penembakan massal pada acara kebaktian mingguan di negara bagian Texas tidak diselidiki sebagai terorisme dalam negeri, Anadolu Agency melaporkan, Senin (6/11/2017).

Devin Patrick Kelley, seorang Kristen, masuk ke gereja dan melepaskan tembakan pada kebaktian Mingguan.

Polisi belum secara resmi masih meraba motif penembakan, pejabat mengatakan 23 korban ditemukan tewas di dalam gereja, dua ditemukan di luar dan satu meninggal di sebuah rumah sakit. Dua puluh korban dirawat di rumah sakit setempat dengan kondisi kritis 10 orang.

Pelaku Pembantaian Massal di Gereja AS Seorang Kristen, Trump: Itu Gangguan Mental

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa penembakan tersebut adalah “masalah kesehatan mental di tingkat tertinggi,” dalam upaya untuk menunda pembahasan tentang pengendalian senjata karena anggota parlemen dituntut untuk memperketat undang-undang kurang dari 24 jam setelah penembakan massal terakhir di AS tersebut.

Turki adalah salah satu negara pertama yang mengutuk serangan tersebut dan memberikan bela sungkawa.

Inilah Laporan Lengkap Pembantaian Massal di Gereja AS, 14 dari 26 Tewas adalah Anak-anak

“Kami sangat mengutuk serangan ini dan berharap rahmat Allah pada orang-orang yang kehilangan nyawa mereka dan menyampaikan belasungkawa kepada warga di AS,” kata sebuah pernyataan dari kementerian luar negerinya.

Dan mantan Presiden Barack Obama, yang tidak berhasil dalam usaha untuk menerapkan undang-undang kontrol senjata yang masuk akal setelah sejumlah penembakan massal selama dua masa jabatannya, juga memberikan belasungkawa.

Kategori : Internasional

Tags : gereja penembakan Texas

Pelaku Pembantaian Massal di Gereja AS Seorang Kristen, Trump: Itu Gangguan Mental

07 Nov 2017 06:13:57
Pelaku Pembantaian Massal di Gereja AS Seorang Kristen, Trump: Itu Gangguan Mental

TEXAS (Jurnalislam.com) – Presiden Donald Trump mengatakan bahwa penembakan di gereja pada acara kebaktian minggu, Ahad (5/11/2017) adalah “masalah kesehatan mental di tingkat tertinggi,”sekarang dalam upaya untuk menunda pembahasan tentang pengendalian senjata karena anggota parlemen dituntut untuk memperketat undang-undang kurang dari 24 jam setelah penembakan massal terakhir di AS tersebut.

“Ini sangat, berdasarkan laporan pendahuluan, individu yang sangat gila. Banyak masalah dalam jangka waktu yang panjang,” kata Trump pada jumpa pers bersama di Jepang, Anadolu Agency melaporkan Senin (6/11/2017).

Inilah Laporan Lengkap Pembantaian Massal di Gereja AS, 14 dari 26 Tewas adalah Anak-anak

“Kami memiliki banyak masalah kesehatan mental di negara kita, seperti halnya negara lain. Tapi ini bukan masalah senjata.”

Pria bersenjata yang dicurigai sebagai Devin Patrick Kelley, 26, seorang Kristen, masuk ke gereja dan melepaskan tembakan pada kebaktian Mingguan.

58 Rakyatnya Tewas dalam Serangan di Konser Musik, Trump: Itu Kejahatan Murni Saja

Kategori : Internasional

Tags : gereja penembakan Texas

Inilah Laporan Lengkap Pembantaian Massal di Gereja AS, 14 dari 26 Tewas adalah Anak-anak

07 Nov 2017 06:06:21
Inilah Laporan Lengkap Pembantaian Massal di Gereja AS, 14 dari 26 Tewas adalah Anak-anak

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Sebanyak setengah dari korban yang tewas dalam pembantaian gereja di negara bagian Texas adalah anak-anak, kata pihak berwenang Senin (6/11/2017).

Sheriff Wilson County Joe Tackitt mengatakan bahwa 12 hingga 14 dari 26 korban tersebut adalah anak di bawah umur, termasuk Annabelle Pomeroy, 14, putri pendeta di First Baptist Church of Sutherland Springs.

Sherri Pomeroy, istri pendeta tersebut, membaca sebuah pernyataan kepada media yang mengatakan bahwa putrinya tidak akan dapat menahan rasa sakit dari apa yang terjadi, lansir Anadolu Agency.

“Kami tidak hanya kehilangan Belle kemarin … Satu hal yang memberi saya sedikit dorongan adalah kenyataan bahwa Belle kemarin dikelilingi oleh keluarga gerejanya yang sangat dia cintai, dan sebaliknya,” katanya sambil menangis.

“Gereja kami tidak terdiri dari anggota atau umat paroki. Kami adalah keluarga yang sangat dekat. Kami makan bersama, kami tertawa bersama, kami menangis bersama, dan kami beribadah bersama, “katanya.

“Sekarang sebagian besar keluarga gereja kita hilang, bangunan kita mungkin tidak dapat diperbaiki lagi dan beberapa dari kita yang masih di sini tersesat secara tragis kemarin.

Tak pelak lagi akibat tragedi ini, Belle yang manis tidak akan bisa menghadapi begitu banyak kehilangan anggota keluarga kemarin.”

Pria bersenjata yang dicurigai sebagai Devin Patrick Kelley, 26, seorang Kristen, masuk ke gereja dan melepaskan tembakan pada kebaktian Minggu.

27 Orang Tewas Ditembak saat Kebaktian Minggu di Gereja AS

Seorang penduduk setempat yang tinggal di seberang jalan dari gereja tersebut menembak Kelley dengan sebuah senapan saat ia mencoba untuk pergi.

Selama pengejaran singkat saat dia dikejar oleh penduduk dan yang lainnya, pihak berwenang mengatakan Kelley menelpon ayahnya untuk mengatakan dia yakin bahwa dia tidak akan hidup.

Kelley ditemukan tewas tak lama kemudian, dari luka tembak yang ditimbulkan sendiri.

Dua pistol diambil dari kendaraan dan sebuah senapan ditemukan di dalam gereja tempat penembakan. Video penembakan diamankan oleh pihak berwenang.

Polisi belum secara resmi meraba motif penembakan tapi Tackitt mengatakan kepada NBC News bahwa mantan mertua Kelley beribadah di gereja tersebut.

“Mereka tidak datang ke gereja kemarin tapi mereka datang kemarin sore dan berbicara dengan penyidik,” katanya.

Direktur Regional Keamanan Wilayah Texas Freeman Martin kemudian mengatakan bahwa ada “situasi dalam rumah tangga” dalam keluarga tersebut dan Kelley mengirim pesan teks yang mengancam ibu mertuanya.

Nenek istri Kelley dilaporkan berada di antara korban tewas.

Pelaku Pembantaian Massal di Gereja AS Seorang Kristen, Trump: Itu Gangguan Mental

Pejabat mengatakan 23 korban ditemukan tewas di dalam gereja, dua ditemukan di luar dan satu meninggal di sebuah rumah sakit. Dua puluh korban dirawat di rumah sakit setempat dengan kondisi kritis 10 orang.

Korban di rumah sakit berkisar antara 5 – 72 tahun. Yang termuda terbunuh di gereja itu berumur 18 bulan dan yang tertua berusia 77.

“Kita berhadapan dengan penembakan terbesar dalam sejarah negara kita,” kata Abbott.

Nama-nama korban akan dirilis sambil menunggu pemberitahuan tentang semua anak kepada kerabatnya, kata Freeman.

Di antara korban tewas adalah delapan korban dari satu keluarga, seorang kerabat yang berduka mengatakan kepada Washington Post. Kerabat itu mengatakan korban dalam keluarga mereka termasuk seorang bayi.

Kathleen Curnow menyaksikan pembantaian tersebut dengan suaminya.

26 Tewas Dibantai di Gereja, FBI: Penembakan Massal Bukan Kasus Terorisme

Awalnya, dia pikir bahwa dia mendengar anak-anak bermain dengan petasan sebelum suaminya melihat ke luar jendela kamar tidur mereka dan melihat si penembak menembak dari luar gereja.

“Saya dibesarkan di antara senjata sepanjang hidup saya namun saya tidak pernah siap untuk mendengarnya,” katanya

Saat penembakan berhenti, suami Curnow pergi ke gereja dan terguncang oleh pemandangan di dalam.

“Suami saya pergi ke gereja untuk memberikan bantuan dan dia sebenarnya orang yang kuat tapi dia berbalik dan kembali. Dia tidak bisa. Dia berkata, ‘Saya tidak bisa melakukannya,'” katanya pada NBC.

Pihak berwenang berada di beberapa TKP, termasuk gereja dan rumah tersangka, sekitar 35 mil sebelah utara Sutherland Springs.

Kategori : Internasional

Tags : gereja penembakan Texas

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

5 Feb 2026 12:27:54
Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

5 Feb 2026 12:20:43
Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

5 Feb 2026 12:19:07
Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

31 Jan 2026 17:06:51

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED