Sabtu, 12 Ramadhan 1447 / 28 Februari 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Penulis: Deddy Purwanto

Pasukan Mesir Bunuh Penyerang Masjid yang Tewaskan 305 Orang di Sinai

26 Nov 2017 11:12:52 Redaktur: Deddy Purwanto
Pasukan Mesir Bunuh Penyerang Masjid yang Tewaskan 305 Orang di Sinai

MESIR (Jurnalislam.com) – Tentara Mesir mengatakan sebuah serangan udara menewaskan beberapa penyerang yang terlibat dalam pembantaian hari Jumat berupa serangan bom-dan-senjata api di sebuah masjid yang menewaskan sedikitnya 305 orang.

Dalam sebuah pernyataan Jumat malam, juru bicara militer Tamer Rifai mengatakan angkatan udara Mesir mengejar para penyerang yang, menurut pejabat, datang dengan empat kendaraan 4WD dan melakukan serangan pada saat sholat Jumat.

“Angkatan udara mengejar para pembunuh dan menemukan serta menghancurkan sejumlah kendaraan yang terlibat dalam serangan teror yang brutal … Mereka yang berada di dalam kendaraan juga terbunuh,” kata Rifai, Sabtu (25/11/2017), lansir Aljazeera.

Pembantaian tersebut terjadi di Bir al-Abed, sebuah kota di provinsi Sinai Utara.

Masjid tersebut – sekitar 40km barat el-Arish, ibu kota provinsi Sinai Utara – sering dikunjungi oleh pengikut tasawuf, kelompok Islam yang lebih mistis.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, namun menurut sebuah pernyataan pada hari Sabtu dari jaksa penuntut umum Mesir, penyerang tersebut membawa sebuah bendera yang mewakili kelompok Islamic State (IS). Pemerintah mengumumkan tiga hari berkabung untuk para korban.

Korban Serangan Bom Masjid di Mesir Meningkat, 235 Tewas, Begini Kronologinya

Media negara Mesir MENA mengatakan 120 orang juga terluka dalam serangan tersebut.

Presiden Abdel Fattah el-Sisi mengutuk para penyerang, yang dia sebut sebagai “penjahat” dan “pengecut” dalam sebuah pernyataan di televisi pada hari Jumat.

Dia mengatakan para penyerang “tidak akan luput dari hukuman”.

“Angkatan bersenjata dan polisi akan membalaskan dendam para martir kami dan mengembalikan keamanan dan stabilitas dengan kekuatan maksimal,” kata Sisi.Mesir telah bertahun-tahun berjuang melawan serangan bersenjata dan anti-pemerintah di Semenanjung Sinai. Serangan tersebut meningkat sejak militer menggulingkan Presiden terpilih Muhammad Mursi dari Ikhwanul Muslimin pada pertengahan 2013.

Pada tahun 2014, setelah sebuah bom martir yang menewaskan 33 tentara, Sisi mengumumkan keadaan darurat di semenanjung tersebut, dan menggambarkannya sebagai “tempat bersarang untuk terorisme dan teroris.”

Serangan sebelumnya di Sinai sebagian besar ditujukan pada pasukan keamanan dan anggota minoritas Kristen Koptik Mesir.

Namun, masjid di kota Sheikh Zuweid di Sinai Utara juga diserang.

Masjid Bir al-Abed menjadi sasaran empuk karena berada di luar kota utama provinsi tersebut.

Masjid tersebut mungkin juga menjadi sasaran karena dihadiri oleh jamaah sufi, yang dianggap kafir oleh kelompok bersenjata seperti IS.

Pada tahun 2016, para militan IS merilis gambar yang konon menunjukkan eksekusi seorang pemimpin religius Sufi berusia 100 tahun, yang mereka tuduh memiliki “ilmu sihir”.

Timothy Kaldas, seorang profesor di Universitas Nil di Kairo, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan hari Jumat “sesuai dengan pola serangan IS”.

“Berpotensi, ini adalah serangan lain terhadap para sufi di Sinai utara. Berpotensi, ini adalah pembalasan terhadap suku yang bekerja sama dengan negara dalam tindakan keras terhadap IS,” katanya.

Kaldas mengatakan IS telah “lebih bersedia untuk menargetkan warga sipil, seperti yang kita lihat dengan banyak serangan terhadap komunitas Kristen-Mesir pada tahun lalu”.

 

Kategori : Internasional

Tags : mesir serangan bom sinai

Pengungsi Rohingya: Kami Tidak Berharap untuk Kembali

26 Nov 2017 10:27:46
Pengungsi Rohingya: Kami Tidak Berharap untuk Kembali

COX’S BAZAR (Jurnalislam.com) – Pengungsi Rohingya mendapat berita bahwa pemerintah Bangladesh dan Myanmar telah menandatangani kesepakatan awal agar mereka dapat kembali.

Berita tersebut perlahan-lahan menyebar di lorong terpal dan tempat penampungan bambu yang sekarang disebut rumah oleh 800.000 Rohingya tanpa kewarganegaraan. Bagi mereka yang tinggal di kamp, ​​perkembangan berita itu sangat mengganggu, tapi pemulangan pertama bisa dimulai dalam dua bulan.

“Kami tidak berharap untuk kembali,” kata pengungsi Rohingya kepada Aljazeera, Sabtu (25/11/2017)

Lebih dari 620.000 Rohingya, sebuah kelompok minoritas Muslim, telah meninggalkan Negara Bagian Rakhine Myanmar sejak 25 Agustus di tengah berlangsungnya pembunuhan, pemerkosaan massal, dan pembakaran terkoordinasi yang dilakukan oleh militer Myanmar, dalam “pembersihan etnis” menurut Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kekerasan tersebut terjadi setelah perlawanan ke pos-pos polisi Myanmar oleh Arakan Rohingya Salvation Army sebagai serangan balasan atas kekerasan pasukan Myanmar sebelumnya.

Bangladesh akan Pulangkan Ratusan Ribu Pengungsi, Aktivis Rohingya: Nyawa Mereka Belum Terjamin

Undang-undang Myanmar tahun 1982 melarang warga Rohingya untuk menjadi warga negara Myanmar. Selama beberapa dekade, kelompok Rohingya yang lebih kecil telah melarikan diri ke Bangladesh untuk menghindari penganiayaan dari mayoritas populasi Buddhis di Myanmar. Perjanjian repatriasi terakhir adalah pada tahun 1992.

Kelompok hak asasi manusia telah meminta pemantau internasional untuk mengawasi pemulangan terakhir, mencatat bahwa Rohingya harus dijanjikan keselamatannya, hak untuk kembali ke tanah milik mereka juga hak dan kewarganegaraan yang setara. Amnesty International menyebut kesepakatan itu terlalu dini, karena ribuan orang Rohingya masih terus melarikan diri ke Bangladesh setiap pekannya.

Al Jazeera berbicara dengan pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsi Kutupalong tentang prospek untuk kembali ke Myanmar.

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Erdogan dan Raja Salman Bahas Krisis Suriah

26 Nov 2017 10:08:51
Erdogan dan Raja Salman Bahas Krisis Suriah

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Presiden Turki dan raja Saudi pada hari Sabtu (25/11/2017) berbicara di telepon mengenai KTT Sochi pekan ini, hubungan bilateral, dan krisis Suriah, menurut sumber presiden Turki.

Percakapan telepon antara Recep Tayyip Erdogan dan Raja Salman bin Abdulaziz itu terjadi tiga hari setelah Erdogan bertemu dengan presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Hassan Rouhani, di Sochi, Rusia untuk melakukan pembicaraan mengenai Suriah, Al Arabiya melaporkan.

Perundingan Damai Suriah di Sochi dalam Pemberitaan Media di Dunia

Erdogan dan Salman juga membahas hubungan bilateral dan isu-isu regional, kata sumber tersebut, yang meminta tidak disebutkan namanya karena pembatasan berbicara dengan media.

Para pemimpin Rusia, Turki dan Iran pada hari Rabu (23/11/2017) membahas cara untuk mempromosikan penyelesaian damai di Suriah, termasuk kembalinya pengungsi, bantuan kemanusiaan dan pertukaran tahanan, sementara kelompok-kelompok oposisi Suriah lainnya bertemu di Arab Saudi untuk mengatasi masalah perpecahan dan membentuk front persatuan sebagai persiapan perundingan damai Suriah di Jenewa.

Kategori : Internasional

Tags : arab saudi Konflik Suriah perundingan damai turki

Turki Kecam Saudi cs Masukan Cendikiawan Muslim Internasional ke Daftar Terorisme

25 Nov 2017 13:11:13
Turki Kecam Saudi cs Masukan Cendikiawan Muslim Internasional ke Daftar Terorisme

ANKARA (Jurnalislam.com) – Kementerian Luar Negeri Turki pada hari Jumat (24/11/2017) mengecam keputusan blok pimpinan Saudi yang menambahkan Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (International Union of Muslim Scholars–IUMS) ke dalam daftar kelompok teror.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jumat malam, kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bahwa keputusan tersebut “menyedihkan” dan diambil atas dasar “tuduhan tak berdasar”.

“Sebagai ketua Organisasi Kerjasama Islam, kami menganggap keputusan ini sebagai kesalahan serius, yang akan mendukung kelompok anti-Islam,” katanya.

Qatar Tolak 18 Daftar Teror Baru yang Dikeluarkan Arab cs

Kementerian itu meminta blok pimpinan Saudi tersebut untuk mempertimbangkan kembali keputusannya dan “memberikan penghormatan sepantasnya” kepada Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional.

Blok Arab yang dipimpin Saudi, termasuk Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain mengumumkan langkah akhir Rabu, dengan mengatakan bahwa pihaknya menambahkan dua entitas dan 11 individu ke daftar tontonan terorisnya.

Penambahan tersebut mencakup dua organisasi non-pemerintah yang berbasis di Doha: Dewan Islam Internasional dan Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) yang dipimpin oleh ilmuwan terkemuka Mesir Syeikh Yusuf al-Qaradawi.

Ulama-ulama Terkemuka Turki Dukung Yusuf al Qaradawi

Blok empat negara pimpinan Saudi tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa entitas yang ditambahkan ke dalam daftar mereka merupakan “organisasi teroris yang berupaya mempromosikan terorisme melalui eksploitasi wacana Islam, yang mereka gunakan sebagai penutup dalam melakukan berbagai aktivitas teroris.”

“Ke 11 individu (yang dimasukkan dalam daftar) tersebut telah melakukan berbagai operasi teroris yang mendapat dukungan Qatar secara langsung,” isi pernyataan yang dibawa oleh kantor berita Saudi, Mesir dan Bahrain.

Pada bulan Juni, Arab Saudi, UAE, Mesir dan Bahrain tiba-tiba memutuskan hubungan diplomatik dan komersial dengan Qatar, menuduhnya mendukung kelompok teroris di wilayah tersebut.

Qatar membantah tuduhan tersebut, dan menggambarkannya sebagai pelanggaran hukum internasional dan sebagai upaya untuk mengisolasinya.

Kategori : Internasional

Tags : arab saudi turki

Setelah Serangan di Masjid, Jet Tempur Mesir Gempur Pegunungan Sinai Utara

25 Nov 2017 11:46:03
Setelah Serangan di Masjid, Jet Tempur Mesir Gempur Pegunungan Sinai Utara

MESIR (Jurnalislam.com) – Militer Mesir telah mulai melakukan serangan udara di sekitar wilayah Sinai Utara dimana serangan masjid mematikan yang menewaskan lebih dari 230 orang terjadi pada hari Jumat (24/11/2017), kata sumber keamanan dan saksi mata.

Serangan udara terkonsentrasi di beberapa daerah pegunungan di sekitar masjid Al Rawdah dimana gerilyawan diyakini bersembunyi, kata sumber keamanan, lansir Al Arabiya.

Dalam pidatonya di negara tersebut, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengatakan bahwa tentara Mesir akan menanggapi dengan kekerasan, meminta rakyat Mesir untuk bersatu dalam menghadapi terorisme, dan bersumpah untuk membalas serangan tersebut dan memulihkan keamanan dan stabilitas.

Korban Serangan Bom Masjid di Mesir Meningkat, 235 Tewas, Begini Kronologinya

Dia menambahkan bahwa “apa yang terjadi ditujukan untuk menghentikan usaha kita dalam menghadapi terorisme, ini bertujuan untuk menghancurkan kehendak kita dan menggoyahkan kepercayaan rakyat Mesir, namun kita teguh dan akan terus memerangi terorisme.”

Presiden Abdel Fattah al-Sisi telah menginstruksikan militer dan polisi untuk mengamankan semua tempat keagamaan di Sinai setelah serangan tersebut terjadi.

Setelah serangan di masjid yang mematikan tersebut pihak berwenang Mesir menutup jalur perbatasan Rafah dengan Gaza yang baru akan dibuka sebelum serangan dengan alasan keamanan.

Kategori : Internasional

Tags : mesir serangan bom

Korban Serangan Bom Masjid di Mesir Meningkat, 235 Tewas, Begini Kronologinya

25 Nov 2017 04:15:35
Korban Serangan Bom Masjid di Mesir Meningkat, 235 Tewas, Begini Kronologinya

MESIR (Jurnalislam.com) – Laporan media Mesir mengatakan jumlah koban kini meningkat, sedikitnya 235 orang tewas dalam serangan bom dan senjata di sebuah masjid di Semenanjung Sinai utara negara tersebut.

Serangan tersebut terjadi di Bir al-Abed, sebuah kota di provinsi Sinai Utara, pada shalat Jumat (24/11/2017)).

Media pemerintah Mesir MENA mengatakan korban tewas sebanyak 235, mengutip sumber keamanan resmi. Ia juga mengatakan bahwa 120 orang terluka dalam serangan tersebut, lansir Aljazeera.

Masjid di Bir al-Abed, sekitar 40 km barat El Arish, ibukota provinsi Sinai Utara, sering dikunjungi oleh para sufi.

Pemerintah mengumumkan tiga hari berkabung untuk para korban.

Mesir: Bom Meledak saat Khutbah Jumat Sedang Berlangsung 184 Orang Tewas

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengutuk serangan yang dia sebut sebagai “penjahat” dan “pengecut” tersebut dalam sebuah pernyataan di televisi pada hari Jumat.

Dia menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarga mereka dan mengatakan bahwa serangan tersebut “tidak akan luput dari hukuman”.

“Angkatan bersenjata dan polisi akan membalaskan dendam para martir kami dan mengembalikan keamanan dan stabilitas dengan kekuatan maksimal,” kata Sisi.

Militer Mesir melancarkan serangan udara terhadap sasaran di daerah pegunungan sekitar Bir al-Abed beberapa jam setelah serangan tersebut, sumber keamanan dan saksi mata mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab namun afiliasi lokal kelompok Islamic State (IS) telah mengklaim serangan sebelumnya.

Pejabat menceritakan kronologinya, penyerang tiba dengan menggunakan empat kendaraan 4WD dan melakukan serangan saat khotbah disampaikan setelah shalat Jumat.

Korban Tewas Serangan Bom di Somalia Meningkat, Menjadi 276 Orang

Laporan media lokal mengatakan bahwa penyerang menanam bahan peledak dan kemudian melepaskan tembakan ke jamaah.

Penyerang selanjutnya menembaki jamaah yang melarikan diri.

Gambar di TV pemerintah Mesir menunjukkan lusinan mayat penuh darah, terbaring di dalam sebuah masjid.

Sebagian besar wajah mereka ditutupi dengan kain putih, sementara mayat lainnya terbungkus sajadah. Beberapa pria dan wanita bisa terlihat di samping mayat.

Serangan sebelumnya di Sinai sebagian besar menargetkan pasukan keamanan dan anggota minoritas Kristen Koptik Mesir.

Namun, masjid di kota Sheikh Zuweid di Sinai Utara juga telah diserang.

Masjid Bir al-Abed dipercaya menjadi sasaran empuk karena berada di luar kota utama provinsi tersebut.

Kategori : Internasional

Tags : mesir serangan bom

Mesir: Bom Meledak saat Khutbah Jumat Sedang Berlangsung 184 Orang Tewas

24 Nov 2017 21:57:02
Mesir: Bom Meledak saat Khutbah Jumat Sedang Berlangsung 184 Orang Tewas

MESIR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 184 orang tewas dalam serangan bom dan senjata api di sebuah masjid di Semenanjung Sinai utara Mesir, menurut media pemerintah.

Serangan tersebut terjadi di desa al-Rawda, sebelah barat el-Arish, saat shalat Jumat (24/11/2017).

Media negara Mesir MENA menginformasikan korban tewas, dengan mengutip sumber keamanan resmi. Ia juga mengatakan bahwa 120 orang terluka dalam serangan tersebut, lansir Aljazeera.

6 Serdadu Mesir Tewas dalam Sebuah Serangan di Sinai Utara

Laporan media lokal mengatakan bahwa penyerang menanam bahan peledak dan kemudian melepaskan tembakan ke jamaah sementara khotbah sedang berlangsung.

Mesir telah bertahun-tahun berjuang melawan gerakan bersenjata di Semenanjung Sinai yang semakin meningkat sejak militer menggulingkan presiden terpilih Muhammad Mursi dari Ikhwanul Muslimin pada pertengahan 2013.

Pada tahun 2014, setelah sebuah bom martir menewaskan 31 tentara Mesir, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengumumkan keadaan darurat di semenanjung yang ia gambarkan sebagai “tempat bersarang untuk terorisme dan teroris” tersebut.

Wujudkan Rekonsiliasi Palestina, Hamas dan Fatah Jadwalkan Pertemuan di Mesir Hari ini

Media lokal juga melaporkan penutupan jalan Arish-Rafah, lebih jauh ke timur.

Serangan tersebut terjadi sehari sebelum perbatasan Rafah, pintu gerbang utama bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang terkepung ke dunia luar, akan dibuka untuk periode tiga hari.

 

Kategori : Internasional

Tags : mesir serangan bom

Reuni 212, KSHUMI Imbau Aparat Lindungi bukan Persulit Massa

24 Nov 2017 14:31:34
Reuni 212, KSHUMI Imbau Aparat Lindungi bukan Persulit Massa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Alumni 212 berencana menggelar kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Reuni Akbar Alumni 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Sabtu (2/12/2017). Kegiatan itu dilakukan untuk memperingati satu tahunnya aksi 212.

Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) mendukung reuni 212 itu. Ketua KSHUMI, Chandra Purna Irawan menegaskan acara tersebut jangan sampai mendapatkan larangan dari pihak aparat.

“Menyeru Aparat Penegak Hukum bertindak memberikan perlindungan dan pengayoman, serta memberikan rasa aman dengan memberikan pelayanan terhadap siapapun warga negara yang menjalankan hak menyampaikan pendapat dimuka umum,” katanya kepada jurniscom, Jumat (24/11/2017).

Ia menjelaskan, konstitusi telah memberikan jaminan secara langsung dan tegas kepada setiap orang untuk menjalankan hak kebebasan untuk berserikat atau berorganisasi (freedom of association), kebebasan berkumpul (freedom of assembly), dan kebebasan menyatakan pendapat (freedom of expression).

“Sebagaimana diatur dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 dan UU No.9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat dimuka Umum,” paparnya.

Lebih dari itu, dalam reuni 212 ini dapat menjadi momentum untuk semua elemen Islam untuk bersatu, bersinergi untuk membangun kekuatan dan soliditas.

“Dalam rangka memperjuangkan agama Islam agar menjadi rahmat bagi semesta alam,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : kshumi reuni 212

Inilah Komunike Oposisi Suriah Hasil Konferensi di Arab Saudi

24 Nov 2017 09:31:52
Inilah Komunike Oposisi Suriah Hasil Konferensi di Arab Saudi

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Oposisi utama Suriah mendesak permintaannya pada hari Kamis (23/11/2017) yaitu Presiden Bashar al-Assad tidak boleh berperan dalam periode interim di bawah kesepakatan damai yang disponsori PBB, meskipun ada spekulasi bahwa mereka dapat melunakkan pendiriannya, lansir Al Arabiya.

“Para peserta menekankan bahwa transisi tidak dapat terjadi tanpa kepergian Bashar al Assad dan sekutunya di awal masa interim,” kata kelompok oposisi dalam sebuah komunike saat akhir pertemuan di Arab Saudi.

Kelompok oposisi mengadakan pertemuan untuk mencari posisi terpadu menjelang perundingan perdamaian yang didukung PBB, setelah militer Rusia melakukan intervensi selama dua tahun untuk membantu rezim Assad merebut kembali semua kota besar di Suriah.

Komunike tersebut mengatakan bahwa para peserta mendukung sebuah proses politik berbasis PBB yang memungkinkan Suriah menjalani “transisi politik radikal” dari sebuah “sistem otoriter” ke sebuah demokrasi di mana pemilihan bebas akan dijunjung tinggi.

Oposisi Suriah di Arab Saudi: Hapus Bashar Assad dalam Rancangan Resolusi

Komunike terakhir mencakup hal-hal berikut:

– Memulai negosiasi tanpa prasyarat
– Referensi untuk negosiasi adalah keputusan Konferensi Riyadh
– Mengatasi krisis sesuai dengan resolusi internasional
– Menolak intervensi regional dan internasional, yang dipimpin oleh Iran
– Mundurnya pasukan yang didukung Iran
– Iran ditetapkan membuat perubahan demografis dan menyebarkan terorisme
– mencela peran Iran dalam mendestabilisasi wilayah tersebut
– Menekankan pertanggungjawaban atas kejahatan perang
– Mempertahankan institusi Negara, termasuk keamanan dan reformasi

Pertemuan lebih dari 140 peserta dari spektrum oposisi mainstream yang luas, termasuk anggota independen dan faksi militer Free Syria, juga menyalahkan rezim Suriah karena kurangnya kemajuan dalam perundingan berbasis Jenewa yang diadakan di masa lalu.

“Proses politik belum mencapai tujuannya karena pelanggaran yang dilakukan rezim,” kata komunike tersebut, mengutip pemboman wilayah sipil, pengepungan daerah oposisi dan penahanan puluhan ribu pasukan oposisi.

Perang Suriah, yang sekarang berada di tahun ketujuh, telah membunuh ratusan ribu orang dan menciptakan krisis pengungsi terburuk di dunia, yang membuat lebih dari 11 juta orang keluar dari rumah mereka.

Ada spekulasi bahwa oposisi dapat melunakkan tuntutannya agar Assad meninggalkan kekuasaan sebelum transisi pada pertemuan tersebut. Riyad Hijab, seorang pemimpin garis keras oposisi yang memimpin Komite Negosiasi Tinggi yang mewakili oposisi pada putaran perundingan sebelumnya, tiba-tiba berhenti pekan ini.

Kategori : Internasional

Tags : arab saudi Konflik Suriah Oposisi Suriah perundingan damai

Serangan Martir Taliban di Kabul Bunuh 6 Pasukan AS

24 Nov 2017 08:55:12
Serangan Martir Taliban di Kabul Bunuh 6 Pasukan AS

KABUL (Jurnalislam.com) – Al-Emirate News mengatakan pada hari Kamis (23/11/2017) bahwa sedikitnya 6 orang penyerang AS tewas dalam serangan martir di distrik Qarabagh, provinsi Kabul, Rabu.

Hafiz Mohammad Ilyas, seorang Mujahid yang tak kenal takut dari devisi syahid Imarah Islam (Taliban) meledakkan roketnya pada Rabu malam di dekat sekelompok personil militer Amerika yang sedang turun dari tank mereka. Sedikitnya 6 teroris AS terbunuh, koresponden melaporkan.

Serangan Bom Mobil Taliban Hantam Konvoi Pasukan NATO di Kabul

Sementara sehari sebelumnya, sekitar pukul 09:00 waktu setempat Selasa pagi hari, seorang infiltrator heroik mujahid Imarah Islam – Muhammad Azam Khadim Helmandi – melepaskan tembakan ke pasukan musuh di dalam sebuah pos pemeriksaan di dekat pusat distrik Marjah.

Menurut rincian koresponden, sebanyak 27 personil ANA dan ANP tewas sang mujahid gugur dalam baku tembak tersebut.

Juga dilaporkan infiltrator lain telah menewaskan dan melukai beberapa pasukan boneka di dalam markas polisi distrik tersebut beberapa hari lalu.

Operasi ini sangat mempengaruhi operasi musuh di distrik tersebut.

Kategori : Internasional

Tags : AS Imarah Islam Afghanistan kabul taliban

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

5 Feb 2026 12:27:54
Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

5 Feb 2026 12:20:43
Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

5 Feb 2026 12:19:07
Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

31 Jan 2026 17:06:51

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED