PCIM Malaysia Kukuhkan dan Lantik Pengurus Baru PRIM Pulau Pinang dan Perlis Secara Serentak

PULAU PINANG (jurnalislam.com)– Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia telah mengukuhkan serta melantik Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Pulau Pinang dan PRIM Perlis secara bersamaan, Ahad (31/8/2025), di Dewan Al-Fateh Madrasah Uthmaniah ABIM, Pulau Pinang, Malaysia.

Kegiatan pelantikan ini dihadiri oleh sekitar 150 tamu undangan yang terdiri dari unsur pemerintah dalam hal ini dihadiri oleh Konsul I Pensosbud/Minister Counselor, KJRI Penang. Kemudian hadir juga Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Pulau Pinang serta paguyuban masyarakat Indonesia, seperti Pimpinan Wilayah NU, Persatuan Anak Rantau Indonesia (PARI), Ikatan Pekerja Muslim Indonesia (IPMI) serta paguyuban Indonesia lainnya yang aktif di wilayah Pulau Pinang.

Acara pelantikan ini diadakan setelah berakhirnya masa kepemimpinan PRIM Pulau Pinang periode sebelumnya serta dimulainya kepemimpinan baru PRIM Perlis.

Sebelum prosesi pelantikan dilakukan, Fauzi Fatkhur selaku Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah berpesan dalam sambutannya agar PRIM Pulau Pinang dan Perlis dapat konsisten dalam menggerakkan roda api semangat melalui amal usaha di ranting masing-masing.

“Kepada pengurus yang akan dilantik supaya dalam menjalankan amanah persyarikatan haruslah menjadi teladan di akar rumput dan mengutamakan pelayanan (hospitality) kepada umat dan masyarakat,” ujar Fauzi.

Setelah dikukuhkan dan dilantik secara resmi oleh PCIM Malaysia, acara dilanjutkan dengan sambutan dari kedua PRIM, Pulau Pinang dan Perlis. Diawali oleh sambutan Ketua PRIM Pulau Pinang, Siyad Said, yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan acara pelantikan ini.

“Harapannya ke depan, semoga melalui PRIM Pulau Pinang peran Muhammadiyah akan tetap aktif dalam memberikan kontribusi nyata bagi umat, bahkan sampai di luar negeri, khususnya Plau Pinang,” ujar Siyad dalam sambutannya.

Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Buya Afriadi, Ketua PRIM Perlis yang juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang dititipkan.

“Kami meyakini, InsyaAllah ke depan PRIM Perlis siap mensukseskan program internasionalisasi Muhammadiyah salah satunya melalui bidang pendidikan. Salah satu yang telah diinisiasi dan telah diterima oleh masyarakat Perlis adalah pendirian Pencak Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah,” Kata Afriadi.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Konsul I Pensosbud/Minister Counselor, KJRI Penang, Bapak Safaat Ghofur. Beliau berpesan, di tengah situasi Indonesia hari-hari ini, pentingnya supaya setiap pihak dan unsur masyarakat perlu menjaga persatuan (persaudaraan dan keamanan).

Selain itu, melihat kiprah Muhammadiyah selama ini, Safaat mengatakan, “Gerakan Muhammadiyah hidup dalam dua bidang, menjaga persatuan dan meningkatkan pendidikan. Semoga kedua bidang ini selalu dijaga dan terus dikembangkan dengan tujuan memberikan dampak positif kepada masyarakat dan umat.”

Acara pelantikan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan.

Baitul Maqdis Institute Desak Reformasi Total Polri, Copot Kapolri, dan Sahkan RUU Perampasan Aset

JAKARTA (jurnalislam.com) – Baitul Maqdis Institute (BMI) menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi bangsa yang dinilai semakin terpuruk dalam ketimpangan sosial, ketidakadilan hukum, dan lemahnya perlindungan negara terhadap rakyat kecil. Dalam pernyataan sikapnya, BMI menyoroti gaya hidup hedonis para pejabat dan perilaku elite politik yang dinilai jauh dari rasa empati terhadap penderitaan masyarakat.

“Berbagai problem bangsa ini bukan sekadar krisis ekonomi atau hukum semata, melainkan krisis etika dan keberpihakan,” tegas Direktur Utama BMI, Fahmi Salim Lc., M.A., bersama Direktur Eksekutif Pizaro Gozali Idrus, dalam siaran pers di Jakarta, Ahad (31/8/2025).

BMI merinci delapan tuntutan utama sebagai desakan moral dan tanggung jawab kebangsaan:

1. Batalkan Tunjangan dan Fasilitas Mewah DPR
Dalam kondisi rakyat yang makin tercekik oleh kesulitan ekonomi, sangat tidak patut wakil rakyat terus menikmati fasilitas supermewah yang dibiayai APBN. DPR seharusnya menunjukkan empati sosial, bukan justru mempertontonkan kemewahan. Kami menuntut peninjauan total atas anggaran belanja non-prioritas untuk anggota dewan.

2. Evaluasi dan Pecat Anggota DPR yang Tidak Kredibel
Anggota legislatif yang terbukti menghina rakyat, tidak beretika, atau menunjukkan perilaku arogan tidak layak menduduki jabatan publik. Baitul Maqdis Institute mendesak dilakukan pemecatan dan audit kekayaan menyeluruh oleh KPK dan kelompok masyarakat sipil sebagai bentuk pengawasan atas penyelenggara negara.

3. Hentikan Flexing dan Hedonisme Pejabat Publik
Pamer kekayaan oleh pejabat negara dan keluarganya di tengah angka kemiskinan yang masih tinggi merupakan bentuk pengkhianatan moral terhadap penderitaan rakyat. Kami menyerukan diterapkannya standar etik yang ketat bagi penyelenggara negara dan sanksi bagi mereka yang hidup dalam gaya hedonis dan tidak empatik.

4. Laksanakan Reformasi Total terhadap Institusi Polri
Rentetan kasus kekerasan oleh aparat yang mengakibatkan korban jiwa warga sipil menunjukkan kegagalan sistemik dalam lembaga kepolisian. Reformasi Polri tidak bisa lagi ditunda. Harus dilakukan perombakan menyeluruh, termasuk pada sistem pengawasan, rekrutmen, dan penegakan disiplin.

5. Sahkan RUU Perampasan Aset untuk Pemberantasan Korupsi
RUU Perampasan Aset adalah instrumen penting untuk menyelamatkan kekayaan negara dari para koruptor. Pemerintah dan DPR harus segera mengesahkan undang-undang ini tanpa alasan politis atau penundaan yang disengaja. Jangan sampai rakyat berinisiatif membuat simulasi perampasan aset sendiri seperti aksi penjarahan yang menyasar rumah beberapa wakil rakyat dan pejabat negara pada hari 30 dan dinihari 31 Agustus 2025. Tidak ada keadilan tanpa pengembalian harta haram yang dirampas dari rakyat.

6. Adili Pembunuh Affan Kurniawan dan Copot Kapolri jika Gagal Bertanggung Jawab
Kami menuntut penegakan hukum secara tegas dan terbuka terhadap pelaku pelindasan alm. Affan Kurniawan. Negara juga wajib menjamin keberlangsungan hidup keluarganya. Bila Kapolri tidak mampu menjamin perlindungan rakyat, maka sudah sepatutnya diberhentikan dari jabatannya demi tegaknya kepercayaan publik.

7. Batalkan Kenaikan Pajak yang Memberatkan Masyarakat
Kenaikan tarif pajak di tengah inflasi dan menurunnya daya beli rakyat adalah kebijakan yang tidak berpihak. Pemerintah harus mengevaluasi ulang kebijakan fiskal yang menambah penderitaan rakyat kecil. Pajak harus adil dan proporsional, bukan instrumen pemerasan terhadap masyarakat.

8. Aksi Unjuk Rasa Damai, Tolak Anarkisme

Baitul Maqdis Institute mendukung hak konstitusional rakyat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagai bagian dari demokrasi yang sehat. Namun kami juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan menghindari tindakan anarkis yang merusak fasilitas publik. Unjuk rasa harus dijalankan secara damai, terorganisir, dan bermartabat, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kebangsaan.

Baitul Maqdis Institute juga menegaskan bahwa keberpihakan pada keadilan sosial, perlindungan warga negara, dan etika dalam penyelenggaraan negara oleh eksekutif, legislatif dan yudikatif adalah landasan utama dalam membangun bangsa yang beradab dan bermartabat.

“Kami menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat sipil termasuk ulama, akademisi, mahasiswa, jurnalis, dan aktivis untuk terus mengawal perubahan struktural menuju Indonesia yang lebih adil, bersih, dan berpihak pada rakyat,” pungkasnya.

MPUII Desak Presiden Prabowo Copot Kapolri dan Sita Aset Koruptor Untuk Kesejahteraan Rakyat

JAKARTA (jurnalislam.com) – Majelis Permusyawaratan Ummat Islam Indonesia (MPUII) mengeluarkan pernyataan sikap keras kepada pemerintah usai gelombang aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah dan tewasnya seorang driver ojek online, Affan Kurniawan, setelah dilindas mobil taktis aparat kepolisian saat aksi di Jakarta.

MPUII menilai peristiwa tersebut mencerminkan kegagalan aparat keamanan dalam menjaga keselamatan warga. Dalam pernyataan tertulisnya, MPUII mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dan mengambil langkah tegas terhadap praktik korupsi di tanah air.

“MPUII mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti Kapolri, menangkap semua koruptor, serta menyita aset mereka demi kesejahteraan rakyat,” kata Juru Bicara MPUII, Prof. Dr. Tgk. Hasanudin Yusuf Adan, MCL., MA, di Jakarta, Ahad (31/8/2025).

Selain itu, MPUII meminta pemerintah untuk tidak terus membebani masyarakat dengan berbagai pajak baru yang memberatkan. MPUII juga menyerukan seluruh elemen bangsa menjaga ketertiban, ketenteraman, dan keamanan umum di tengah meningkatnya ketegangan sosial-politik.

Pernyataan sikap MPUII ini muncul di tengah meningkatnya tekanan publik terhadap pemerintah terkait tindakan represif aparat dan maraknya kasus korupsi yang belum ditangani tuntas.

Ansharu Syariah Jatim Soroti Ketidakpekaan Elit Politik

MALANG (jurnalislam.com)– Amir Jamaah Ansharu Syariah Jawa Timur, Ustadz Fuad Ibrahim, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online (ojol) yang tewas dalam aksi penyampaian aspirasi rakyat di Jakarta.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara kita, Affan Kurniawan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya, serta menempatkannya di sisi-Nya yang mulia. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan kekuatan,” ujar Ustadz Fuad dalam keterangan resminya, Sabtu (30/8/2025).

Ia mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan bersabar dalam menghadapi ujian yang sedang menimpa bangsa. Menurutnya, salah satu ujian besar saat ini adalah menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap elit politik dan pejabat negara, yang kerap bersikap berlebihan hingga melukai hati rakyat.

“Ketidakpekaan dan sikap berlebihan elit politik serta pejabat negara dapat memicu perpecahan bangsa. Karena itu semua pihak perlu melakukan introspeksi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyerukan agar umat terus meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta mensyukuri nikmat-Nya dengan menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya.

“Dengan keimanan yang kuat dan sikap saling menahan diri, insya Allah kita bisa menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah ujian ini,” pungkasnya.

Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Affan, DSKS: Penegakan Hukum yang Transparan dan Berkeadilan

SOLO (jurnalislam.com)– Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kematian Affan Kurniawan, seorang demonstran yang tewas dalam aksi unjuk rasa di Jakarta pada Kamis, (28/8/2025). Ketua DSKS Ustadz Abdurrahim Ba’asyir menilai langkah penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan penting untuk memulihkan kepercayaan publik.

“DSKS menghimbau dan mendukung aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus
terbunuhnya Saudara Affan Kurniawan serta memproses hukum siapapun pelakunya dengan seadil-adilnya. Penegakan hukum yang transparan, profesional, dan berkeadilan merupakan langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik serta mencegah terulangnya tragedi serupa,” ujar Ketua DSKS, Ustadz Abdurrahim Ba’asyir, dalam keterangan tertulis yang diterima jurnalislam pada Sabtu, (30/8/2025).

Pernyataan sikap ini disampaikan DSKS merespons gelombang aksi massa di sejumlah daerah pada 28–29 Agustus 2025 yang berujung bentrok. Selain di Jakarta, kerusuhan juga dilaporkan terjadi di Surakarta dan beberapa kota lainnya, mengakibatkan korban luka-luka serta kerusakan fasilitas umum.

Ustadz Abdurrahim juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga Affan Kurniawan dan mengutuk segala bentuk kekerasan dalam aksi penyampaian aspirasi.

“Kekerasan dalam bentuk apa pun tidak akan pernah menjadi solusi,” katanya.

Lebih lanjut, Ustadz Abdurrahim mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi isu-isu liar, serta menghindari aksi anarkis yang dapat memperburuk keadaan. Mereka juga mendesak pemerintah di semua tingkatan lebih responsif dan terbuka terhadap aspirasi publik.

“Kepada Pemerintah di semua tingkatan agar lebih sensitif, terbuka, dan sungguh-sungguh dalam mendengarkan aspirasi masyarakat. Pemerintah dituntut untuk tidak bersikap abai, tetapi hadir dengan langkah konkret yang adil, arif, dan menyejukkan demi terciptanya stabilitas sosial dan politik nasional,” ungkapnya.

Selain itu, DSKS menyerukan kepada tokoh masyarakat, ulama, akademisi, dan para pemimpin bangsa untuk aktif meredam ketegangan dan mengarahkan masyarakat ke jalur yang maslahat.

“Situasi yang damai adalah modal utama membangun kehidupan yang lebih baik bagi semua pihak,” tegasnya.

Pernyataan tegas DSKS ini menambah sorotan publik terhadap penanganan aksi massa yang memanas dalam dua hari terakhir. Publik kini menunggu langkah nyata aparat penegak hukum dan pemerintah untuk meredakan situasi.

Abu Ubaidah: Rencana Israel Duduki Gaza Akan Jadi Bencana, Pejuang Al-Qassam Siap Berikan Perlawanan

GAZA (jurnalislam.com)– Juru bicara militer Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, Abu Ubaidah, pada Jumat (29/8/2025) memperingatkan Israel bahwa setiap rencana untuk menduduki Jalur Gaza akan berakhir dengan bencana besar bagi kepemimpinan politik dan militer Tel Aviv.

“Rencana jahat musuh untuk menduduki Gaza akan menjadi bencana bagi kepemimpinan politik dan militernya, dan tentara musuh akan membayar harganya dengan darah para prajuritnya. Ini akan meningkatkan peluang untuk menangkap prajurit baru, insya Allah,” tegas Abu Ubaidah dalam pernyataannya yang disiarkan melalui kanal resmi Hamas.

Ia menegaskan bahwa para pejuang Qassam saat ini berada dalam kondisi siaga penuh dengan moral yang tinggi.

“Mereka akan menunjukkan contoh kepahlawanan dan keberanian yang unik, dan mereka akan memberi pelajaran yang keras kepada para penjajah, insya Allah,” ujarnya.

Abu Ubaidah juga menuding Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan para menterinya sebagai “penjahat perang” yang telah secara sengaja mengurangi jumlah tahanan Israel yang masih hidup hingga separuhnya serta menghilangkan sebagian besar jenazah tahanan. Menurutnya, tanggung jawab penuh atas hal tersebut berada di tangan militer Israel dan pemerintahan Netanyahu.

Terkait keberadaan para tahanan Israel di Gaza, Abu Ubaidah menegaskan bahwa mereka akan dijaga sebisa mungkin oleh para mujahidin Hamas.

“Mereka akan bersama para mujahidin kami di medan pertempuran dan konfrontasi, dalam kondisi hidup dan berisiko yang sama. Kami akan mengumumkan nama dan foto setiap tahanan yang tewas akibat agresi, beserta bukti kematian mereka,” tegasnya.

Pernyataan ini kembali menegaskan posisi Hamas yang siap melakukan perlawanan penuh terhadap setiap upaya Israel memperluas agresinya ke Gaza, sekaligus memperingatkan konsekuensi serius terhadap nasib tentara dan warga Israel yang ditawan.

Sumber: Situs Resmi Hamas

PP Persis Kecam Tindakan Represif Aparat, Desak Usut Tuntas Kematian Driver Ojol Affan

JAKARTA (jurnalislam.com)– Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) mengecam keras tindakan represif aparat Brimob yang berujung pada tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, dalam aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam.

Ketua Umum PP Persis, KH Jeje Zaenudin, menyampaikan rasa belasungkawa dan empati mendalam kepada keluarga almarhum.

“Semoga Allah SWT menerima iman dan amal salehnya, mengampuni segala khilaf dan dosanya, serta menempatkannya di alam kubur yang penuh rahmat. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan kekuatan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (29/8/2025).

KH Jeje menegaskan bahwa jatuhnya korban jiwa dalam demonstrasi seharusnya bisa dihindari jika semua pihak, terutama aparat, mampu menahan diri dan bertindak proporsional. Ia menilai sikap represif Brimob dalam menangani massa telah melampaui batas kewajaran.

“Kami mengecam sikap represif oknum Brimob yang ditengarai melampaui kewajaran dalam penanganan unjuk rasa,” tegasnya.

Lebih lanjut, PP Persis mendesak Polri mengusut tuntas kasus ini dan menindak siapa pun yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa Affan. Menurut KH Jeje, Polri juga harus bertanggung jawab atas nasib dan keberlangsungan hidup keluarga korban.

Tak hanya itu, KH Jeje turut menyampaikan kekecewaan terhadap DPR yang dinilai abai terhadap aspirasi rakyat, khususnya para pengemudi ojol yang selama ini banyak membantu aktivitas masyarakat termasuk para anggota dewan sendiri.

“DPR hendaknya memberikan tanggapan yang bijaksana dan simpatik terhadap aspirasi rakyat demi mencegah terulangnya kejadian serupa,” pungkasnya.

Sumber: persis.or.id

Muhammadiyah Bela Sungkawa, Dukung Komitmen Kapolri Usut Kematian Affan

YOGYAKARTA (jurnalislam.com)– Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online (ojol) yang menjadi korban dalam aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis malam (28/8/2025).

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si, dalam pernyataan resminya, Jumat (29/8/2025), mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta memperoleh keadilan. Muhammadiyah juga berharap para korban luka segera pulih dan menyatakan empati kepada komunitas pengemudi ojol yang menuntut keadilan untuk almarhum Affan.

Dalam pernyataannya, Muhammadiyah menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghentikan kekerasan yang berpotensi memecah persatuan bangsa.

“Mari bersama mencari solusi atas problem bangsa dengan dialog dan musyawarah,” tegas Haedar.

Muhammadiyah juga menyoroti perilaku elit politik dan pejabat negara. Organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia itu mengingatkan agar para pemimpin lebih sensitif terhadap aspirasi rakyat dengan sikap santun, sederhana, dan peduli.

“Publik membutuhkan keteladanan para pemimpinnya. Kami meminta para elit politik untuk lebih mawas diri, melakukan introspeksi, dan tidak melukai hati rakyat,” tegasnya.

Selain itu, Muhammadiyah mendukung komitmen Kapolri untuk mengusut tuntas peristiwa meninggalnya Affan akibat dugaan tindakan berlebihan aparat di lapangan. PP Muhammadiyah meminta aparat keamanan lebih mengedepankan pendekatan persuasif, dialog, dan non-kekerasan sebagai wujud polisi yang humanis.

Kepada masyarakat luas, Muhammadiyah mengimbau agar aksi unjuk rasa tetap tertib dan tidak terprovokasi oleh isu destruktif, terutama yang bersumber dari media sosial yang tidak jelas kebenarannya.

Muhammadiyah juga menyampaikan keyakinan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk mendengar aspirasi publik dan berpihak kepada kepentingan masyarakat kelas bawah. Menurut Haedar, Indonesia perlu menjaga soliditas dan persatuan agar tetap kokoh menghadapi situasi nasional maupun global yang dinamis.

“Sejauh ini Indonesia telah mendapatkan karunia kedamaian dan stabilitas nasional yang baik ketika bangsa lain dilanda konflik dan peperangan. Mari kita jaga kondisi positif ini demi kelangsungan Indonesia Raya yang bersatu, berdaulat, sejahtera, dan maju,” pungkas Haedar.

PBNU Bela Sungkawa atas Driver Ojol Tewas, Ingatkan Aparat Bersikap Bijaksana

JAKARTA (jurnalislam.com)– Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Miftachul Akhyar, menyampaikan seruan resmi terkait dinamika yang terjadi pasca letupan antara aparat keamanan dan masyarakat di sejumlah titik di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Dalam seruannya, PBNU menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang warga bernama Affan Kurniawan.

“Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahannya dan menerima amal ibadahnya,” ujar KH. Miftachul Akhyar.

PBNU menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak warga negara yang dijamin konstitusi. Namun, Rais Aam PBNU mengingatkan agar aspirasi tersebut disampaikan secara tertib dengan tetap menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.

Selain itu, KH. Miftachul Akhyar meminta aparat keamanan yang bertugas agar bersikap sabar dan bijaksana dalam menghadapi masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Pendekatan persuasif dinilai perlu dikedepankan guna mencegah terjadinya tindakan yang kontraproduktif.

“PBNU mengajak seluruh warga masyarakat dan komponen bangsa untuk menghindari segala bentuk tindakan anarkisme yang dapat merugikan semua pihak. Mari kita pupuk kebersamaan di tengah perbedaan yang diwariskan pendahulu kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rais Aam PBNU juga menginstruksikan kepada seluruh pengurus NU, badan otonom, dan lembaga di semua tingkatan untuk membantu menenangkan situasi. PBNU menekankan agar seluruh kader NU tidak terlibat dalam provokasi maupun tindakan yang berpotensi memicu anarkisme.

Menteri Israel Serukan Caplok Gaza, Hamas Sebut Proyek Genosida

TEL AVIV (jurnalislam.com)— Menteri Keuangan Israel dari sayap kanan, Bezalel Smotrich, menyerukan agar pemerintah Israel mencaplok Jalur Gaza jika Hamas menolak melucuti senjata. Usulan tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers pada Kamis (28/8/2025).

Smotrich mengatakan, Israel harus mencaplok sebagian Gaza setiap minggu selama empat pekan apabila Hamas tidak menyerah, melucuti senjata, dan membebaskan tawanan Israel. Ia menilai langkah itu dapat diselesaikan dalam waktu tiga hingga empat bulan.

“Warga Palestina akan diperintahkan pindah ke selatan, kemudian wilayah utara dan tengah akan dikepung, hingga akhirnya aneksasi penuh dilakukan. Dengan cara ini Israel bisa menang di Gaza pada akhir tahun,” ujarnya.

Seruan aneksasi ini muncul di tengah operasi militer Israel yang semakin intensif di Kota Gaza. Serangan tersebut telah memaksa lebih dari satu juta warga Palestina mengungsi dan menuai kecaman luas dari dunia internasional.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan pekan lalu bahwa serangan militer Israel di Gaza berisiko membawa “kematian dan kehancuran besar-besaran.” Ia menegaskan kelaparan kini bukan lagi ancaman, melainkan “bencana nyata” bagi warga Gaza.

“Orang-orang sekarat karena kelaparan. Perempuan hamil menghadapi risiko tak terbayangkan. Sistem kehidupan—makanan, air, layanan kesehatan—telah dihancurkan secara sistematis,” kata Guterres.

Israel dan sekutu Baratnya selama ini menuntut Hamas meletakkan senjata serta menolak kelompok tersebut ikut dalam pemerintahan Gaza pascaperang.

Menanggapi pernyataan Smotrich, Hamas menyebutnya sebagai “seruan resmi untuk membasmi rakyat Palestina” sekaligus pengakuan bahwa kelaparan dan pengepungan digunakan sebagai senjata perang.

“Pernyataan ini bukan opini ekstremis yang terisolasi, melainkan kebijakan pemerintah Israel yang telah dijalankan hampir dua tahun,” kata Hamas.

“Apa yang terjadi di Gaza bukan sekadar operasi militer, tetapi proyek genosida dan pengungsian massal.” imbuhnya.

Hamas mendesak masyarakat internasional untuk menuntut pertanggungjawaban para pemimpin Israel atas kebijakan tersebut.

Smotrich juga meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera mengadopsi rencana aneksasi. Netanyahu tidak merespons langsung, namun sebelumnya menyatakan bahwa Israel berencana mengambil alih kendali penuh Gaza dengan pengerahan pasukan.

Militer Israel dalam beberapa minggu terakhir terus mengeluarkan perintah evakuasi paksa terhadap warga Palestina dari wilayah yang mereka sebut “zona tempur” ke Gaza selatan.

Smotrich, yang dikenal sebagai tokoh pendukung pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat, juga menyerukan pembangunan kembali permukiman di Jalur Gaza yang telah dibongkar pada 2005. Ia bersama anggota sayap kanan lain di pemerintahan Netanyahu menentang kesepakatan gencatan senjata, bahkan mengancam akan menggulingkan pemerintah jika kesepakatan tercapai. (Bahry)

Sumber: Al Jazeera