Halau Hujan Roket Hamas dengan Iron Dome, Israel Rugi Banyak

PALESTINA (jurnalislam.com)- Sejak Serangan sayap militer Hamas, Brigade Izzudin Al-Qassam dimulai pada 7 Oktober, tercatat lebih dari 5.000 roket diluncurkan dari Gaza ke Israel dan sebagian dari roket tersebut dicegat oleh sistem pertahanan Iron Dome Israel.

Jika memang roket-roket itu bisa dicegat iron dome, tentu menjadi pentanyaan mengapa kelompok perlawanan Palestina tetap meluncurkan atau, seperti yang mungkin dinilai beberapa orang, ‘membuang-buang’ begitu banyak persenjataan roket mereka selama serangan tersebut?

Jawabannya mungkin terletak pada fakta bahwa untuk setiap proyektil yang diluncurkan oleh Hamas, kerugian yang ditanggung Israel adalah sekitar $50.000, menurut Bloomberg. Jika iron dome Israel ingin mencegat 4.000 rudal maka biayanya $200 juta. Apabila dalam rupiah (Rp15.700 per dolar AS), nilainya mencapai Rp 3,14 triliun.

Meskipun jumlah roket yang ditembakkan oleh Hamas dan kelompok perlawanan lain di Gaza dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya memang mengenai sasaran, fakta bahwa Iron Dome membutuhkan biaya yang sangat besar bagi Israel untuk beroperasi dapat menjadi salah satu alasan mengapa Hamas menembakkan begitu banyak roket padahal mereka tahu akan ada yang dihalau oleh iron dome.

Iron Dome bekerja dengan cara mencegat proyektil jarak pendek di udara, menggunakan sistem deteksi radar canggih untuk menghitung posisi, kecepatan, dan lintasan roket atau rudal.

Israel sering mengklaim bahwa Iron Dome memiliki tingkat keberhasilan total hingga 90%. Namun di dalam kebanggaan itu tersembunyi pengurasan finansial dalam menjalankan sistem pertahanan iron dome.

Jumlah persenjataan roket Hamas tidak diketahui, namun para ahli yakin persenjataan tersebut bisa terdiri dari lebih dari 10.000 proyektil dengan berbagai tingkat kecanggihan. Jumlah ini belum termasuk roket dan rudal yang digunakan oleh kelompok perlawanan lainnya di Gaza, seperti PIJ dan kelompok sayap kiri seperti Front Pembebasan Palestina.

Hamas berhasil mengalahkan Iron Dome dengan menembakkan begitu banyak roket sekaligus, namun meski sebagian roket berhasil dicegat, kelompok tersebut mengetahui bahwa Israel masih tetap terpukul secara finansial.

Sumber: The New Arab

Reporter: Bahri

Tingkatkan Kualitas Pengajar Al-Quran, Unit T2FQ MWD Bulukumba Adakan Pertemuan Mudarrisah

BULUKUMBA (jurnalislam.com)- Tidak diragukan lagi bahwa mempelajari dan mengajarkan Al-Quran merupakan perbuatan mulia dan urgen dalam Islam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya,” (HR. Bukhari).

Olehnya itu, Muslimah Wahdah Daerah (MWD) Bulukumba melalui Unit Tahsin, Tahfidz, dan Fahmul Quran (T2FQ) adakan Pertemuan Mudarrisah Quran 1 dan Pendalaman Materi Mahir 1 pada Sabtu, (30/10/2023) di gedung Pusat Dakwah Muslimah Bulukumba.

Unit T2FQ merupakan salah satu unit di MWD Bulukumba yang fokus untuk meningkatkan kualitas muslimah dari segi teori hingga praktek bacaan Al-Quran, juga dari sisi hafalan Al-Quran, serta pemahaman yang mendalam tentang tafsiran Al-Quran.

Bertajuk, “Bersama Melanjutkan Perjuangan Dakwah Al-Quran”, Ustazah Pipiyanti Rusman, SP hadir sebagai pemateri yang tidak sekadar memaparkan teori tentang sifat huruf, melainkan langsung praktek, meminta peserta untuk mengikuti dan menirukan pengucapan huruf sesuai kaidahnya.

Adapun Ustazah Nurmi Nurdin, Ketua MWD Bulukumba dalam sambutannya memberikan apresiasi atas antusias para Mudarrisah (pengajar Al-Quran) dalam menghadirkan dirinya. Berharap kegiatan ini selalu dilaksanakan, mengingat pentingnya menyemangati diri dan sadar akan urgennya peran seorang mudarrisah dalam mengajarkan Al-Quran kepada masyarakat.

“Pondasi dakwah ini adalah Al-Quran, maka kita harus siap mendakwahkan Al-Quran hingga ke pelosok-pelosok yang ada di Kabupaten Bulukumba dimulai dari perbaikan bacaan,” tuturnya.

Ketua Unit T2FQ, Ustazah Arni Susanti ketika memberikan pengarahan sangat menekankan pada self improvement dan upgrade ilmu.

“Adanya pertemuan ini agar mudarrisah dapat meningkatkan kualitas diri dengan terus mengupgrade ilmunya melalui kelompok tahsin atau perbaikan bacaan Al-Quran, mengikuti pendalaman materi atau coaching, serta mengikuti daurah-daurah Matan Ilmu Tajwid,” ungkapnya.

Tujuannya, agar para mudarrisah memiliki bekal yang mempuni untuk diterjunkan langsung ke masyarakat sebagai pengajar Al-Quran yang lebih dikenal dengan brand Tahsin dan juga dirosa.

Ustazah yang kerap disapa Ummu Malikah tersebut menambahkan, selain pendalaman materi, pada pertemuan ini juga dilakukan evaluasi pada sesi konsolidasi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan bacaan dan pemahaman Al-Quran yang telah diajarkan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, penambahan mudarrisah di Kabupaten Bulukumba akan terus dieksekusi, mengingat minat dan kebutuhan masyarakat untuk belajar Al-Quran semakin meningkat setiap bulannya.

“Alhamdulillah saat ini telah tercatat 114 mudarrisah yang berasal dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulukumba,” pungkasnya.

Serangan Udara Israel Menyasar RS Indonesia, Staf Lokal MER-C Syahid

JAKARTA (jurnalislam.com)- Serangan udara Israel menyasar RS Indonesia yang berada di Jalur Gaza, Palestina, Sabtu (7/102023). Satu staf local MER-C, Abu Romzi, yang tengah berada di dekat lokasi syahid akibat serangan tersebut.

Kabar duka disampaikan oleh Farid, salah satu relawan MER-C yang masih berada di Jalur Gaza.

“Kami sedang berada di wisma dr. Joserizal Jurnalis, tiba-tiba terdengar ledakan yang kuat sekali. Ternyata tembakan roket dari pesawat tempur Israel jatuh dekat sekali dengan lokasi kami dan menghancurkan mobil operasional MER-C yang berada di depan Wisma dr. Joserizal Jurnalis,” ucap Farid.

“Abu Romzi, staf local MER-C yang tengah berada di dekat ambulans menjadi korban syahid dan dilarikan ke RS Indonesia,” lanjutnya.

Serangan juga membuat kerusakan di Wisma dr. Joserizal Jurnalis, tempat tinggal relawan yang berada di dalam area RS Indonesia.

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, mengutuk serangan brutal Israel ke Jalur Gaza yang menyasar Rumah Sakit.

“Kami mengutuk serangan Israel ke Gaza yang menyasar Rumah Sakit!,” ujar Sarbini.

Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas syahidnya staf local MER-C, Abu Romzi yang sudah bertugas sejak tahun 2011 dan warga Gaza lainnya yang turut menjadi korban akibat serangan brutal Israel ke Jalur Gaza.

“Kami meminta agar perbatasan Gaza segera dibuka untuk masuknya bantuan internasional ke Jalur Gaza,” tambahnya.

Lebih lanjut Sarbini mengatakan agar Pemerintah Indonesia dapat segera mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan sidang darurat terkait hal ini.

Majelis Silaturahim Aktifis Islam Tolak Keras Keputusan Bupati Banyuwangi soal Penjualan Miras di 2 Kawasan Wisata

BANYUWANGI (jurnalislam.com)- Ketua Majelis Silaturahim Aktivis Islam (MSAI) Banyuwangi, H.M. Ghufron Amrullah menentang keras Peraturan Bupati (Perbub) No 3 Tahun 2022 yang memberikan ijin penjualan minuman keras (Miras) di tempat wisata pantai Boom Marina dan pulau Tabuhan, Banyuwangi.

Pernyataan tersebut disampaikan H.M Ghufron saat audensi dengan pengurus MUI Banyuwangi di Kantor MUI Banyuwangi pada Rabu, (04/10/23).

“Menolak secara tegas semua kebijakan yang memungkinkan legalisasi minuman keras, yang dianggap bertentangan dengan prinsip-prinsip agama dan berpotensi merusak moralitas, kesehatan tubuh, dan tatanan sosial,” katanya.

“Menentang penggunaan kawasan Marina Boom, Pulau Tabuhan, dan seluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi sebagai tempat penjualan minuman keras, mengingat potensi dampak negatifnya terhadap generasi muda,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mendesak Forkopimda Banyuwangi untuk mencabut keputusan perjalanan miras tersebut, guna untuk melindungi generasi muda dari bahaya miras.

“Mendesak Forkopimda Kabupaten Banyuwangi untuk mencabut keputusan Bupati yang melegalkan Marina Boom dan Pulau Tabuhan sebagai tempat penjualan minuman keras, dengan tujuan melindungi masa depan generasi,” paparnya.

“Mengingatkan dan menghimbau masyarakat untuk menjaga keluarga dan lingkungan dari pengaruh buruk minuman keras, serta menolak segala bentuk transaksi minuman keras yang semakin tidak terkendali dengan tetap berpegang pada nilai-nilai agama dan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Reporter: Bahri

Ansharu Syariah dan MSAI Apresiasi MUI Banyuwangi Soal Larangan Pawai Ogoh Ogoh di Maulid Nabi

BANYUWANGI (jurnalislam.com)- Jamaah Ansharu Syariah Banyuwangi dan sejumlah elemen masyarakat yang terhimpun dalam Majelis Silaturahmi Aktifis Islam Banyuwangi (MSAI) sowan ke Kantor MUI Banyuwangi, pada Rabu (4/10/2023).

Kedatangan Rombongan ini disambut hangat oleh para petinggi MUI Kabupaten Banyuwangi.

“Pertemuan ini ibarat bersuanya antara anak dengan orang tua. Anak wajib mengunjungi orang tuanya,” ungkap Mohammad Ihsan, Amir Jamaah Ansharu Syariah Banyuwangi.

Pria yang akrab dipanggil Gus Ihsan ini, menyebutkan wajar bila sudah saling akrab.

“Bahkan saking akrabnya wajarlah bila anak wadul (mengadu-red) kepada orang tuanya,” Imbuhnya.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas fenomena pawai ogoh-ogoh dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad.

“Kami mengapresiasi atas adanya Larangan dari MUI Banyuwangi terkait pawai ogoh-ogoh dalam peringatan Maulid Nabi,” ungkapnya.

Gus Ihsan melanjutkan, bahwa hal tersebut adalah kebijakan yang baik demi menjaga aqidah umat dari akulturasi agama lain dan menjaga kondusifitas kehidupan bermasyarakat.

“Apalagi ini dilakukan oleh lembaga yang memiliki legalitas yang diakui negara,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui bahwa MUI Kabupaten Banyuwangi telah mengeluarkan Surat Tausiah No 04/DP-MUI/Kab/08/2023 tanggal 15 September 2023.

Dalam Surat yang ditandatangani tersebut disampaikan kepada masyarakat Banyuwangi terkait larangan adanya ogoh-ogoh pada perayaan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Sallam.

MUI Banyuwangi menganggap Ogoh-ogoh bukan budaya masyarakat Islam, dan merupakan tindakan yang haram karena dianggap menyerupai ritual keagamaan umat Hindu.

SILATNAS Wahdah Islamiyah, Ustadz Zaitun Rasmin: Ajang Penguatan Ukhuwah dan Peningkatan Kualitas Kader

MAKASSAR (jurnalislam.com)- Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah sukses menggelar Silaturahmi Nasional (SILATNAS ke-2) yang dihadiri oleh puluhan ribu kader Wahdah Islamiyah di berbagai wilayah di Indonesia, dari sabang hingga merauke.

Silatnas tahun ini mengangkat tema “Dengan Ukhuwah dan Tarbiyah Kuatkan Dedikasi Kader Wahdah Islamiyah” yang diselenggarakan secara online melalui zoom meeting, Ahad (1/10/2023).

Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA memaparkan alasan tentang pentingnya Silatnas ini karena tugas islahul ummah yang tidak ringan, dan hal ini merupakan cita-cita besar dari lembaga kita.

“Cita-cita besar kita sebagai lembaga adalah bagaimana mewujudkan khairu ummah (umat yang terbaik), apalagi jumlah kaum muslimin di dunia yang begitu besar, maka seharunya hal ini dapat kembali diwujudkan sebagaimana dahulu para generasi terbaik mampu mewujudkannya,” tuturnya.

Ustaz Zaitun juga menegaskan bahwa khairu ummah dapat terwujud jikalau kita memiliki kader-kader yang berkualitas melalui pembinaan yang maksimal, sehingga perjuangan ini terus dapat dilanjutkan.

“Untuk sampai kepada khairu ummah maka harus dilakukan secara bertahap, yakni melahirkan kualitas diri yang baik, dan berukhuwah yang kuat serta pengorganisasian yang baik. Perjuangan ini hanya bisa diusung oleh kader-kader berkualitas, dan ini dapat terwujud dengan pembinaan yang maksimal melalui halaqah-halaqah tarbiyah dan juga majelis-majelis ilmu,” tegasnya.

“Kepada seluruh kader Wahdah Islamiyah harus menjadi kader-kader berkualitas, bukan hanya pada dirinya tetapi juga terhadap keluarganya,” tambah Ustaz Zaitun.

Wantim MUI Pusat tersebut berpesan agar pemikiran tentang pentingnya jumlah harus ada dibenak para kader Wahdah, karena perjuangan dakwah tidak bisa dipikul sendirian sehingga membutuhkan jamaah untuk memudahkan gerakan islahul ummah.

“Salah satu tanda kader berkualitas adalah berfikir untuk menambah jumlah kader yang mengikuti jalan dakwah ini. Jumlah kader adalah persoalan waktu saja, sebagaimana dalam sejarah dakwah Nabi yang dari jumlah beberapa orang, hingga puluhan, ratusan dan bahkan ribuan. Yang terpenting adalah kita berada dijalan yang benar dan konsisten di atasnya,” terangnya.

Ustaz Zaitun juga menceritakan bahwa berada pada sebuah jamaah sangat penting yang memiliki semangat juang yang tinggi, karena setiap kita yang berada di jamaah adalah sebuah aset, yang dimana setiap amal kebaikan yang dikerjakan dalam jamaah juga akan tercatat bagi diri kita.

“Mudah-mudahan dengan Silatnas ini dapat memberi motivasi yang besar, apalagi dengan kondisi masyarakat hari ini. Dibutuhkan upaya yang sangat besar baik secara kultural dan struktural untuk memperbaiki masyarakat dan bangsa,” tutup Ustaz Zaitun.

Berkaitan dengan tema SILATNAS pentingnya merajuk ukhuwah bagi para kader, hadir Ketua Dewan Syariah Ustaz Muhammad Yusran Anshar, Lc., MA., Ph.D menyampaikan 3 poin penting bagi seorang mukmin dalam merajut ukhuwah.

“Dalam merajut ukhuwah, setiap kita bertanggung jawab untuk terus memperbaiki hubungannya dengan Allah (kualitas persaudaraan kita sangat tergantung dengan kekuatan iman kita kepada Allah). Menunaikan hak-hak saudara kita (mencintai mereka dan merasakan apa yang mereka rasakan), Serta mengindari hal-hal yang bisa merusak hubungan kita dengan saudara kita, dan ini terkait persoalan hati,” paparnya.

Dari Seminar Al-Qur’an Dirangkaikan Tasyakuran Dirosa MWD Bulukumba, Ini Tips Meraih Kemuliaan Dunia Akhirat

BULUKUMBA (jurnalislam.com)- Setiap manusia ingin menjadi pribadi yang mulia, tapi bagaimana tips meraih kemuliaan dunia dan akhirat? Temukan jawabannya di berita ini.

Topik itu menjadi pembahasan pada Seminar Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan Tasyakuran Dirosa Angkatan V, Kamis (28/09/2023).

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari Unit Pengembangan Pendidikan Dasar Qur’an (P2DQ) Muslimah Wahdah Daerah (MWD) Bulukumba.

Bertajuk, “Bersama Al-Qur’an Membangun Ummat yang Kuat dan Bermartabat”, acara ini terselenggara di Hotel Agri Bulukumba yang dihadiri oleh 697 peserta.

Ustazah Syahruni Hafid selaku pemateri menyampaikan bahwa sumber kemuliaan adalah Al-Qur’anul Karim. Karenanya, manusia jika ingin menjadi mulia maka senantiasalah berinteraksi dengan Al-Qur’an.

“Bagaimana bisa kita menjadi mulia, sedangkan petunjuk yang merupakan perkataan Allah saja tidak pernah kita sentuh, tidak pernah baca, apalagi dipelajari,” ungkapnya.

Tidak akan merugi orang yang membaca Al-Qur’an, sebab Al-Qur’an adalah nikmat terbesar kata Allah dalam QS. Yunus ayat 57. Al-Qur’an merupakan petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

“Ibu-ibu sekalian, sangat bahaya jikalau kita menjauh dan melupakan Al-Qur’an. Bisa ki dikena yang namanya Ma’isyatan Dhanka atau penghidupan yang sempit. Kita buka di Qur’an Surah Taha ayat 124,” terang ustazah kelahiran Pangkajene tersebut.

Sebelum mengakhiri materi, ustazah lima orang anak itu berbagi tips meraih kemuliaan dunia dan akhirat.

“Yang paling pertama harus kita lakukan untuk meraih kemuliaan adalah dengan belajar ilmu agama. Setelah belajar, insyaa Allah kita beriman dan mampu beramal shaleh. Selanjutnya, perbanyak berinteraksi dengan Al-Qur’an. Luangkan waktu ta bersama Al-Qur’an,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bulukumba, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Bulukumba, Dinas Kesehatan, dan Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba.

Ustazah Nurmi Nurdin, Ketua MWD Bulukumba dalam sambutannya menyampaikan bahwa jika satu perempuan di Bulukumba dibina dengan baik, maka akan mewujudkan dampak baik untuk masyarakat.

“MWD memiliki banyak proses pembinaan, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda kampus dan sekolah, ibu-ibu, bahkan untuk usia lanjut agar berdampak baik untuk meningkatkan kualitas muslimah di Bulukumba,” terang Ummu Fauzan, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Ummu Fauzan menjelaskan tujuan kegiatan ini diusung untuk menjalin silaturahim terhadap sesama muslimah dan juga pemerintah setempat. Acara ini membuktikan bahwa dakwah bisa berkembang di pelosok 10 kecamatan, dan mampu memberantas buta huruf Al-Qur’an, khususnya bagi ibu-ibu dan orang tua.

Prosesi tasyakuran berlangsung dengan khidmat, bahkan mengundang tangis para hadirin tatkala persembahan nasyidkalisasi puisi dari panitia mampu menggetarkan jiwa.

Tak kalah menarik, semangat para peserta kembali membara ketika pembagian hadiah, khususnya pada nominasi Peserta Terbaik dari setiap kecamatan dan nominasi Peserta Tertua Tasyakuran Dirosa Angkatan V.

“Meski hari ini saya hanya pendamping, dalam artian bukan peserta Tasyakuran, tapi melihat suasana, prosesi, dan seluruh rangkaian acara yang dibuat oleh MWD Bulukumba ini, maasyaa Allah luar biasa. Kami ikut bahagia meski hanya sebagai penonton,” tutur Sry Wahyuni, pendamping dari Kecamatan Herlang.

Gelar Aksi di Depan DPRD Jatim, Aliansi Masyarakat Surabaya Desak Pemerintah Batalkan Proyek Eco City Rempang

SURABAYA (jurnalislam.com)- Aliansi Masyarakat Surabaya Peduli Rempang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Jatim, Jl. Indrapura No.1, Krembangan Selatan, Surabaya pada Selasa siang (26/09/2023). Aksi ini dihadiri oleh warga yang peduli terhadap tragedi konflik lahan Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau.

Dalam aksi tersebut, KH. Heru Elyasa membacakan pernyataan sikap Aliansi Masyarakat Surabaya Peduli Rempang tentang Tragedi Konflik Lahan di Pulau Rempang. Mereka mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait Proyek Rempang Eco City yang disahkan dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2023 pada tanggal 28 Agustus 2023.

“Meminta Presiden dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia untuk mengevaluasi dan menghapus proyek Rempang Eco City sebagai Proyek Strategis Nasional karena telah menimbulkan keresahan dan kerugian bagi masyarakat setempat,” katanya.

“Mengkaji dan mengevaluasi secara kritis keberadaan investasi PT Mega Elok Graha yang merupakan grup Artha Graha milik Tommy Winata dan Xinyi Group dari China yang bermaksud membangun Rempang Eco-City yang menimbulkan penolakan masyarakat luas,” imbuhnya.

Selain itu, Aliansi Masyarakat Surabaya mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau untuk segera membebaskan sejumlah warga yang sedang ditahan.

“Serta menarik seluruh aparat bersenjata dari lokasi konflik agar tidak menimbulkan ekses ketegangan dan ancaman terhadap warga setempat,” ungkapnya.

“Mendesak pemerintah segera menjamin dan memulihkan hak-hak masyarakat Pulau Rempang untuk hidup dan tinggal di tanah yang selama ini mereka tempati serta mengedepankan dialog dengan cara-cara damai, mengutamakan keadilan, dan menimbang kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Kontributor: Suroji

Dapat Salam Dari Presiden Erdogan, Muhammadiyah Singgung Unifikasi Kalender Global

JAKARTA (jurnalislam.com) – Melalui Duta Besar Turkiye untuk Republik Indonesia, Talip Küçükcan, Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan menyampaikan salam bagi Persyarikatan Muhammadiyah.

“Ada amanat dari Bapak Presiden (Erdogan) semoga di masa depan ada kerja sama dan program berkelanjutan antara Turkiye dengan Muhammadiyah,” ungkap Talip dalam silaturahim di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/9).

Menyambut Talip, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir turut menyampaikan salam balik kepada Presiden Erdogan.

Muhammadiyah, kata Haedar siap bekerja sama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan berbagai usaha memajukan umat dan peradaban Islam modern di tingkat global.

Apalagi, Turkiye menurutnya adalah role model ideal pertemuan antara Islam dan modernitas yang bahkan bisa bersaing dengan negara-negara maju di Eropa.

“Kami Muhammadiyah sudah banyak komunikasi dan kolaborasi dengan Turkiye sejak lama dan ini menegaskan bahwa hubungan Turkiye dengan Muhammadiyah harus kita tingkatkan,” ujarnya.

Pada pertemuan ini, turut hadir Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syafiq A Mughni, dan Anwar Abbas.

Selain membahas peluang peningkatan kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan, Haedar juga menyampaikan bahwa umat Islam masih memiliki hutang peradaban, yaitu soal kalender Islam global.

“Kita punya hutang peradaban karena sampai saat ini belum punya kalender global. Karena itu peran Turkiye sangat penting untuk menuju ke situ,” kata Haedar menyinggung Hasil Kongres Internasional Kesatuan Kalender 2016 di Istanbul.

Besarnya potensi kekuatan kaum muslimin di Indonesia dan Turkiye, juga diharapkan Haedar menjadi modal untuk menyatukan kembali persatuan di antara dunia Islam.

“Turkiye dan Indonesia perlu mengambil peran menyatukan dunia Islam yang sempat terpecah oleh peristiwa Arab Spring,” pesannya. Terakhir, Haedar menyampaikan apresiasi atas peran Turkiye dalam melawan fenomena Islamopobhia di dunia global secara elegan.

Ditemani Third Secretariat, Muhammad Kilinc, Dubes Talip Küçükcan menyampaikan undangan bagi Muhammadiyah untuk hadir pada konferensi pendidikan internasional di Turkiye, bulan depan. Pemerintah Turkiye, kata dia juga merekognisi peran meluas Muhammadiyah di bidang sosial, keumatan, dan kemanusiaan semesta.

Gelar Cooking Festival, Ponpes Al Mukmin Ngruki Ajarkan Santri Putra Jago Memasak

NGRUKI (jurnalislam.com)- Tidak hanya pandai ilmu agama saja, santri putra Al Mukmin Ngruki ternyata juga dituntut jago memasak. Buktinya Imaarotusy Syuunith Tholabah (IST) melalui bagian K3 menggelar lomba memasak antar kamar atau Cooking Festival pada Jum’at, (22/9/2023).

Pesertanya adalah para santriwan dari semua kamar. Riski Maulana Ahsan selaku ketua panitia menjelaskan, bahwa panitia memberikan kesempatan peserta waktu 90 menit untuk memasak.

“Setiap kamar diambil dua orang santri. Kemudian diberi waktu 90 menit untuk menyelesaikan masakannya,” katanya.

Lomba memasak bagi santriwan ini menjadi program tahunan, mengingat kali ini adalah kali keenam diselenggarakan. Tahun ini selaku juri adalah ustaz Sopyan selaku Kabag Logistik dan Mas Zaini Azhari Zulfan alumni sekolah tataboga.

Antusiasme dari para peserta dalam mengikuti lomba ini begitu terlihat dari penampilan mereka. Terlihat ada yang  menggunakan kostum ala-ala chef internasional.

Sambutan baik pun disampaikan oleh beberapa pihak salah satunya Ustaz Sopyan W. yang menjadi juri dalam lomba tersebut.

“Acaranya bagus sekali. Semoga kedepan ada kelas ekstra tata boga bagi santriwan,” ungkapnya.

Sementara dalam sambutanya, Kepala Kepengasuhan Dr.Zahrodin menyampaikan, bahwa Islam sangat memperhatikan makanan, terutama tentang kehalalan dan ketoyyibannya.

Beragam menu olahan daging baik ayam atau sapi diolah dan disajikan oleh para peserta, mulai dari nila krispi, opor ayam spesial,gurame garlic, nila asam manis, chicken hot pak Eko,sate sapi joss, dan lain-lainnya. Ada tiga aspek penilaian dalam lomba ini yakni Cita rasa, tampilan atau plating, dan kebersihan.