Ribuan Warga Bali Ikuti Aksi Bela Palestina, Kumpulkan Dana Capai 1 Miliar

BALI (jurnalislam.com)- Setelah dilaksanakan di banyak daerah di Indonesia, aksi bela Palestina digelar di Pulau Bali. Aksi tersebut diadakan di Lapangan Bajra Sandi Renon, Kota Denpasar, Sabtu (25/11/2023) sejak pukul 06.00 WITA.

Sejak pagi matahari masih malu malu untuk keluarkan cahayanya, banyak kendaraan sudah memadati di seputaran lokasi acara dengan mayoritas peserta membawa sepeda motor. Mereka juga terlihat lengkap dengan pakaian bernuansa putih dan dilengkapi atribut dukungan Palestina seperti syal, topi dan bendera.

Rombongan peserta masih terus berdatang dan memadati lokasi hingga pukul 08.00 WITA. Dari data yang diterima, jumlah peserta aksi tersebut mencapai lebih dari 10 ribu orang. Peserta tidak hanya dari kota Denpasar dan Badung, ada juga peserta dari Negara serta Karangasem dengan menggunakan bus.

Hadir juga dari tokoh agama Hindu Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet yang juga Ketua MDA Bali, ia berharap agar rakyat Palestina bisa merdeka dari penjajahan ‘Israel’.

“Umat beragama berkewajiban selalu berusaha, ikhtiar dan berdoa agar dunia ini terbebas dari penjajahan,” katany dalam sambutannya.

Moment dibentangnya bendera Palestina raksasa di tengah tengah aksi merupakan peristiwa yang sungguh luar biasa untuk memberikan dukungan kepada rakyat Palestina.

“Hari ini adalah aksi damai bela Palestina suara dari Bali. Di mana keprihatinan terhadap proses terjadinya genosida, pembantaian, dan penjajahan Israel terhadap Palestina juga disuarakan di pulau Bali,” ujar Ketua Panitia Aksi Bela Palestina di Bali, H. Agus Samijaya saat ditemui di sela sela aksi.

Agus menjelaskan bahwa aksi bela Palestina bisa saja kembali dilakukan di Bali apabila masyarakat ingin kembali ingin menyampaikan aspirasi dukungan untuk Palestina.

“Kami belum tentu (diadakan lagi), tetapi itu akan mengalir begitu saja. Jika nanti ada keinginan masyarakat untuk membangun aksi yang lebih besar, itu kami tidak mungkin bisa menutup karena itu penyampaian aspirasi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam aksi tersebut, pihak panitia juga membuka donasi uang bagi para peserta aksi tersebut. Setelah dihimpun sampai sekitar pukul 10.00 WITA, panitia menyebut berhasil menggalang dana hingga lebih dari Rp1 miliar.

Angka tersebut belum bisa dipastikan rincinya karena proses donasi masih akan dibuka sampai dini hari besok. Panitia mengharapkan jika jumlah donasi yang terkumpul akan mendekati atau bahkan melebihi Rp2 miliar.

“Jadi kita belum bisa update tapi yang sudah terdeteksi sudah di atas Rp1 miliar. Ini masih proses penghitungan baik yang transfer maupun yang langsung dikumpulkan. Masih terus mengalir, prediksi kami mendekati 2 miliar atau lebih,” kata Bendahara Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali, Mardi Soemitro.

Nantinya, kata Mardi, donasi tersebut akan disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang akan menyalurkan langsung bantuannya ke Palestina.

Sementara itu, salah satu peserta yang juga pembina Pengajian Parenting di Bali, Ustaz Nur Asrur mengatakan, bahwa seorang muslim dengan muslim lainnya adalah bagaikan satu tubuh.

“Palestina adalah tubuh kita, bukan hanya sekedar saudara, tetapi kebanggaan dan tempat suci kita. Membelanya adalah ibadah, Rasulullah bersabda, Barangsiapa tidak peduli kepada teman mu makan bukan dari golongan ku,” ungkapnya.

“Aksi ini merupakan wujud ikhtiar iman kita bersama, saya mengapresiasi terhadap semua yang terlibat dalam acara ini, terutama pada ke Bhinnekaan kebersamaan. Semua agama dan suku ada sini. Panggilan kemanusiaan merupakan panggilan hati nurani. Palestina butuh anda menjadi manusia, cukup sebagai alasan untuk solidaritas pada Palestina,” pungkasnya.

Aksi tersebut perlahan bubar sekitar pukul 10.00 WITA. Tidak terpantau adanya gesekan dan seluruh peserta aksi membubarkan diri dengan tertib.

Mencekam! Detik Detik Aksi Damai Bela Palestina di Bitung Diserang Kelompok Radikal Manguni Makasiouw

BITUNG (jurnalislam.com)- Aksi damai umat Islam yang digelar untuk solidaritas Palestina di Bitung, Sulawesi Utara, pada Sabtu (25/11/2023) berakhir dengan ketegangan dan kericuhan setelah ormas yang mengatas namakan Manguni Makasiouw dengan membawa bendera Israel menyerang peserta aksi.

Meskipun aksi Do’a dan sholat Ghaib untuk korban Palestina di Masjid Ribathul Qulub Bitung telah mendapatkan izin dari kepolisian, namun sekelompok massa yang diduga kuat berasal dari kalangan ormas Adat Pasukan Manguni Makasiouw melakukan penyerangan dengan pelemparan batu dan mengacungkan senjata tajam.

Kelompok massa terlihat melakukan sejumlah perusakan mobil ambulan dan membakar bendera Palestina. Terlihat beberapa anggota kepolisian yang di lokasi tidak bisa berbuat banyak menghalau massa karena kalah jumlah.

Dessy Lentang, melalui akun media sosialnya, menyatakan bahwa aksi tersebut berlangsung damai dan aman. Diakhiri dengan Sholat Ashar berjamaah, Sholat Ghaib, dan Do’a bersama untuk Palestina. Namun, orang-orang buta sejarah yang membuat kekacauan,

“Semua mata melihat, siapa yang radikal, siapa yang intoleran, siapa yang biadab, siapa yang teroris! Ini yang katanya tanah adat Minahasa, Sitou timou tumpu tou ‘manusia hidup untuk memanusiakan manusia yang lain’. Memang nda ada bedanya dengan zionis. Kami siap Proses!,” tegas Dessy.

Ia juga menceritakan situasi yang dialaminya, Dessy bersama temannya awalnya berada di dalam mobil Ambulance BSM, di dalamnya ada bendera Palestina dan bendera Tauhid. Karena suasana makin kacau, kami di pindahkan di Tronton Kontainer.

“Ambulans tadi dirusak, bendera Palestina dan bendera Tauhid di bakar! Ini jelas pelanggaran hukum,” ungkapnya.

“Bendera Palestina di bakar penuh hina. Dalam aksi kami, kami tidak menggunakan kata Yahudi, tidak menggunakan kata kasar, dan tidak membakar bendera apapun. Karena aksi ini adalah Aksi Damai, membela Palestina yang di jajah oleh Zionis Israel, kami membela semua umat agama yang terjajah disana, tidak hanya Muslim.” sambung Dessy.

Lebih lanjut menurut Dessy dalam unggahannya, kejadian yang menimpanya menunjukkan ormas pasukan Manguni Makasiouw dianggap radikal dan intoleran,

“Mereka yang koar-koar anti radikal, toleran, teroris, ternyata mereka membuktikan sendiri hari ini siapa yang demikian,” katanya.

Salah seorang peserta aksi damai juga disebut telah dikeroyok oleh kelompok massa penghadang. “Om Anto anggota BSM tengah kritis di rumah sakit Angkatan Laut, setelah diperlakukan layaknya binatang oleh para Manguni Adat Makatana,” cerita Dessy.

Reporter: Bahri

Gencatan Senjata Sementara, Truk Bantuan Mulai Memasuki Gaza

GAZA (jurnalislam.com)- Pada hari Rabu (22/11/2023), Hamas dan Israel mencapai kesepakatan gencatan senjata demi kemanusiaan selama empat hari di wilayah Gaza setelah mediasi yang dipimpin oleh Qatar. Gencatan senjata ini mengakhiri 46 hari pertempuran yang berdampak pada lebih dari 2,3 juta warga Palestina.

Kedua belah pihak setuju untuk menghentikan pertempuran mulai pukul 07:00 hari Jum’at ini (24/11/2023). Truk bantuan dari Mesir juga telah memasuki Jalur Gaza beberapa jam setelah gencatan senjata dimulai.

Dua truk yang mewakili organisasi Mesir membawa pesan kemanusiaan dengan spanduk bertuliskan, “Bersama untuk Kemanusiaan” dan “Untuk saudara-saudara kita di Gaza.” Mesir berjanji mengirim 130.000 liter solar dan empat truk gas setiap hari, sementara 200 truk bantuan akan memasuki Gaza setiap harinya.

Meskipun bantuan ini diumumkan, beberapa warga, seperti Layan al-Amasi, ibu empat anak di Gaza, merasa skeptis dengan mengatakan, “hal ini tidak akan menambah keuntungan apa pun bagi kami di Gaza. Kami kehilangan nyawa, keamanan, dan segalanya.”

“Jumlah sebanyak itu tidak akan cukup untuk rakyat Palestina di Gaza karena sebagian besar dari mereka terpaksa mengungsi dari rumah mereka,” kata ibu berusia 56 tahun itu kepada The New Arab.

Sumber: The New Arab

Reporter: Bahri

Gencatan Senjata Sementara di Gaza, Harapan dan Tantangan Bagi Warga Palestina yang Terdampak

GAZA (jurnalislam.com)- Ribuan warga Palestina memenuhi jalan-jalan, pasar, dan area yang telah hancur di Gaza, menyusul gencatan senjata sementara antara Hamas dan Israel yang mulai berlaku pada Jum’at pagi (24/11/2023).

Gencatan senjata ini terjadi setelah serangkaian pemboman tanpa pandang bulu oleh Israel di Gaza, yang menyebabkan lebih dari 14.500 warga sipil Palestina tewas. Sebanyak 4.000 orang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan, dengan kemungkinan sebagian besar telah meninggal.

Penduduk setempat, berbicara kepada The New Arab, menyampaikan harapan bahwa gencatan senjata ini bisa menjadi awal dari berakhirnya agresi Israel terhadap warga tak bersalah di Gaza.

Mohammed Abdel Aal (63 tahun), penduduk Rafah, mengungkapkan bagaimana ia dan keluarganya terpaksa berjalan puluhan kilometer untuk kembali ke rumah mereka, hanya untuk menemukan bahwa rumah dan seluruh blok perumahannya telah hancur.

“Tentara Israel menyuruh kami mengungsi. Kami pikir kami akan kembali dalam beberapa hari, tetapi tampaknya Israel telah memutuskan untuk menghancurkan semua aspek kehidupan kami di Gaza,” kata Abdel Aal, seorang ayah enam anak.

Selama serangan udara Israel berlangsung, Abdel Aal mengungsi bersama 20 anggota keluarganya ke salah satu sekolah UNRWA di Rafah barat. Dia dan semua pengungsi lainnya berjuang untuk mendapatkan kebutuhan dasar makanan dan air sehari-hari.

Dengan kerusakan total pada rumahnya, kemungkinan besar Abdel Aal tidak akan pernah kembali ke rumahnya jika suatu saat terwujud gencatan senjata secara permanen di Gaza.

Jalal Abu Sharkh, seorang pria Palestina dari kamp pengungsi al-Nuseirat di pusat Gaza, mengungkapkan bahwa gencatan senjata kemanusiaan memungkinkan saudara-saudaranya menemukan 30 jenazah yang hilang di bawah reruntuhan selama lebih dari enam hari.

Karena pada saat itu serangan udara Israel sedang berlangsung di jalur tersebut, staf medis dan tim penyelamat yang tiba hanya melakukan pemeriksaan secara singkat untuk mengetahui apakah ada orang yang masih hidup di bawah reruntuhan untuk diselamatkan, terang Abu Sharkh kepada The New Arab.

“Jika tim penyelamat tidak mendengar suara apa pun, mereka akan meninggalkan lokasi dan meninggalkan semua orang yang terjebak di bawah reruntuhan,” kata pria berusia 42 tahun itu, seraya menambahkan bahwa “kami tidak dapat mencoba menyelamatkan korban, kami juga takut terhadap serangan Israel.”

Dari 30 orang yang terbunuh akibat serangan Israel, keluarganya berhasil menyelamatkan dua orang, seorang wanita dan putranya, yang masih hidup meski menghabiskan empat hari di bawah reruntuhan tanpa makanan atau air.

Bagi Abu Sharkh, gencatan senjata memberikan kesempatan untuk menyelamatkan nyawa yang selama ini terancam, sementara warga Gaza secara keseluruhan berharap gencatan senjata ini akan membuka jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Sumber: The New Arab

Reporter: Bahri

Aksi Solidaritas Bela Palestina Cilegon: Mendidik Anak Mencintai Palestina Negeri yang diberkahi

CILEGON (jurnalislam.com)- Teduhnya langit kota Cilegon pagi ini (25/11/2023) menghiasi Aksi Bela Palestina yang berlangsung di Landmark jantung kota Cilegon. Cuaca sejuk yang seolah mendukung ini tentu memberi kenyamanan bagi para peserta aksi yang banyak juga dihadiri oleh anak-anak. Sekitar 30% yang dijumpai jurnalislam.com, peserta Aksi Bela Palestina terdiri dari anak-anak baik itu balita hingga anak usia SMP.

Banyaknya peserta aksi dari kalangan anak-anak ini, membuat jurnalislam.com tertarik untuk mewawancarai para orangtua yang membawa anak-anak terkait alasan dan tujuan mereka nengikutsertakan anak-anak dalam Aksi Bela Palestina.

“Kami membawa ketiga anak-anak kami di aksi, agar mereka melihat langsung bagaimana muslimin membela saudara mereka di Palestina dan menumbuhkan semangat mereka juga untuk membela Palestina,” ujar Adrian salah satu peserta aksi yang membawa 3 anaknya yang berusia 11 tahun, 10 tahun dan 8 tahun.

“Anak-anak perlu dididik untuk mencintai negeri yang diberkahi yaitu Palestina, apalagi Palestina kini sedang di jajah oleh Israel, agar anak-anak termotivasi untuk membebaskan Palestina,” ujar Junianto peserta aksi yang membawa 4 putra putrinya.

“Selain tidak ada yang menjaga anak-anak, kami pun ingin mengenalkan anak-anak agar mereka semangat juga membela saudara muslim di Palestina dan mencintai mereka,” jelas Fatiah peserta aksi yang membawa seorang balita dan anak usia 6 tahun.

Keni usia 10 tahun yang berhasil kami wawancarai pun menjelaskan alasan mengikuti Aksi Solidaritas Palestina untuk memberi dukungan kepada saudara muslim Palestina agar mereka terlepas dari penjajahan Israel dan merdeka.

Sekitar ribuan peserta hadir di Aksi Solidaritas Bela Palestina yang diadakan oleh pemerintah kota Cilegon, sampai berita ini turun acara masih berlangsung dengan orasi-orasi dari jajaran pemerintah dan LSM dan peserta aksi layaknya rekreasi bersama keluarga asyik berkumpul sambil mendengarkan orasi-orasi.

Reporter: Jumi Yanti Sutisna

Ribuan Warga Cilegon Gelar Aksi Solidaritas Bela Palestina

CILEGON (jurnalislam.com)- Ribuan Warga Cilegon, Banten mengikuti Aksi Solidaritas Kemanusiaan Cinta Cilegon untuk Palestina pada Sabtu (25/11/2023).

Aksi solidaritas tersebut, diawali dengan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Agung Cilegon kemudian shalat Gaib dan dilanjutkan dengan longmarch dari Masjid Agung Cilegon menuju Tugu Landmark Cilegon.

Dalam aksi tersebut, nampak hadir Walikota Cilegon Helldy Agustian, ia mengatakan bahwa aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas untuk rakyat Palestina yang saat ini masih dijajah oleh Zionis ‘Israel’.

“Kegiatan ini lahir dari Organisasi Organisasi Islam yang ada di kota Cilegon sebagai Solidaritas Kemanusiaan dari kota Cilegon untuk Palestina,” katanya kepada jurnalislam.com di sela sela aksi.

“Untuk saat ini, yang bisa kita lakukan sebagai aksi solidaritas baru berupa do’a dan pengumpulan dana untuk saudara saudara kita di Palestina. Untuk do’a secara bersama sama sudah kita lakukan tadi di Masjid Agung Cilegon dan pengumpulan dana akan berlangsung selama kegiatan aksi solidaritas ini,” imbuhnya.

Pantauan jurnalislam.com di lapangan, terlihat orang tua, anak muda hingga anak anak turun antusias untuk mengikuti aksi ini.

“Aksi ini mungkin hanya aksi kecil tapi sebagai bukti bahwa kami mendukung kemerdekaan Palestina dan mengecam pembantaian warga Palestina oleh Israel,” kata Eki salah satu peserta aksi asal Warnasari Cilegon.

Sampai berita ini diterbitkan, kegiatan Aksi Solidaritas Kemanusiaan Cilegon untuk Palestina masih terus berlangsung dengan konsentrasi kegiatan di panggung depan Tugu Landmark Cilegon.

Reporter: Jajat Sudrajat

Aksi Solidaritas Jadi Momen Edukasi Anak Tentang Palestina

KARANGANYAR (jurnalislam.com)- Lebih dari 1000 warga berkumpul di Bundaran HI Tawangmangu untuk melakukan aksi konvoi solidaritas untuk Palestina pada Jum’at, (24/11/2023). Tak hanya orang dewasa, nampak juga sejumlah anak anak ikut dalam aksi ini.

Peserta tampak berkumpul dengan mengunakan kendaraan bermotor usai melakukan sholat jum’at. Mereka memakai atribut bernuansa Palestina dan juga membawa bendera Indonesia dan Palestina.

Seperti warga Tawangmangu, Zahra (32) yang mengajak istri dan kedua anaknya untuk ikut aksi konvoi solidaritas untuk Palestina dengan mengendarai sepeda motor.

Zahra mengaku sengaja untuk mengajak anak anaknya yang berusia 10 tahun dan 5 tahun untuk ikut dalam aksi tersebut. Ia ingin mengajarkan kepada anak anaknya tentang kepedulian terhadap Palestina dan apa yang dialami oleh anak anak disana.

“Biar anak-anak bisa tahu dari sekarang bahwa Palestina sudah dijajah berpuluh-puluh tahun oleh Israel, biar dia tahu ke depannya bisa mendukung Palestina,” ungkapnya.

Zahra juga mengaku sedih melihat korban serangan ‘Israel’ yang hingga saat ini berjumlah 14.532 orang, termasuk diantaranya 6000 anak-anak dan 4000 wanita.

“Kita mendukung Palestina agar free dari Israel. Karena kan kita juga prihatin dengan yang terjadi di Palestina, kita selalu berdoa setiap hari agar perang ini bisa segera berhenti,” pungkasnya.

Dalam aksi konvoi solidaritas tersebut juga dilakukan penggalangan dana untuk rakyat Palestina dan terkumpul sebesar 25 juta.

Reporter: Jono Riyanto

Dukung Palestina, Masyarakat Tawangmangu Gelar Aksi Konvoi Solidaritas

KARANGANYAR (jurnalislam.com)- Lebih dari 1000 orang berkumpul dalam aksi Konvoi Solidaritas untuk Palestina yang digelar di Lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah pada Jum’at, (24/11/2023).

Aksi yang diinisiasi oleh Forum Umat Islam Tawangmangu (FUIT) tersebut dilaksanakan usai sholat Jum’at. Masyarakat yang datang mengunakan sepeda motor, mobil jeep, mobil bak terbuka hingga truk barang berkumpul di Bundaran HI Tawangmangu.

Peserta aksi kemudian melakukan aksi konvoi dengan rute kawasan wisata Lawu Park, kemudian turun melewati jalan baru hingga finish di terminal Tawangmangu dengan mengibarkan bendera Indonesia dan Palestina sebagai bentuk dukungan.

Massa kemudian mendengarkan orasi di Terminal TawangTawangmangu yang diantaranya oleh Ustaz Ziyad Ar-Roziy dan Ustaz Yusuf Helmi Ahmad.

Ketua FUIT Warseno menegaskan bahwa pihaknya mengutuk serangan yang dilakukan oleh zionis ‘Israel’ terhadap warga sipil di Palestina, menurutnya, tindakan tersebut melanggar prinsip kemanusiaan dan keadilan.

“Kami sangat mengecam keras tindakan Zionis Israel yang sudah melakukan Genocide terhadap Warga Gaza,” tegasnya.

“Kegiatan ini kami selenggarakan dalam rangka bukti kepedulian kami masyarakat Tawangmangu, khususnya kepada saudara kita di Palestina, kami juga melakukan penggalangan dana yang nantinya akan kita salurkan untuk meringankan beban saudara kita di Gaza,” katanya.

Sementara itu, koodinator aksi Maman Sunarman, S. Sos menjelaskan, bahwa dalam aksi tersebut terkumpul donasi 25 juta yang nantinya akan disalurkan untuk korban serangan zionis ‘Israel’ di Palestina.

“Total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai 38.760.000, yang kemudian disalurkan melalui Lazismu. Aksi ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan simbolis, tetapi juga upaya nyata untuk memberikan bantuan kepada mereka yang menjadi korban di Palestina,” ungkapnya.

Aksi kepedulian Palestina tersebut juga dihadiri dari Forkopimcam setempat mulai dari Kecamatan, jajaran Polsek dan Koramil serta berbagai elemen dan organisasi kemasyarakatan yang ada di Tawangmangu.

Acara di tutup dengan doa bersama untuk kemenangan warga Palestina atas kedholiman yang dilakukan Israel yang di pimpin oleh Ustadz Ziyad Ar-Roziy. Ribuan masa aksi tertunduk haru sembari memanjatkan doa-doa untuk warga Palestina.

Reporter: Jono Riyanto

Masyarakat Lereng Gunung Lawu Tuntut Zionis Israel Hentikan Genosida di Palestina

KARANGANYAR (jurnalislam.com)- Ketua Forum Umat Islam Tawangmangu (FUIT) Warseno, menegaskan bahwa pihaknya mengutuk keras tindakan yang dilakukan Israel kepada warga sipil di Palestina.

Hal itu, ia katakan saat menggelar aksi konvoi Solidaritas untuk Palestina di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah pada Jum’at, (24/11/2023). Sebagaimana diketahui, 14.532 orang, termasuk diantaranya 6000 anak-anak dan 4000 wanita menjadi korban serangan yang dilakukan Israel sejak 7 Oktober yang lalu.

“Pertama, menolak penjajahan diatas negeri Palestina. Kedua, mengutuk dengan keras agresi militer yang banyak memakan korban baik wanita maupun anak-anak. Ketiga, menuntut dihentikannya genosida terhadap rakyat Palestina yang dilakukan oleh Israel,” katanya.

“Keempat, boikot produk Israel yang digunakan untuk membantu membunuh saudara kita di Palestina,” imbuhnya.

Warseno melanjutkan, bahwa dunia Internasional terutama negara negara Islam untuk bisa menghentikan penjajahan yang dilakukan zionis ‘Israel’ di Palestina.

“Kelima, menuntut agar Israel segera menghentikan penjajahan atas saudara-saudara kita di Palestina dan mengembalikan tanah Palestina. Keenam, Palestina harus merdeka,” pungkasnya.

Reporter: Jono Riyanto

Krisis Kemanusiaan di Gaza, Ribuan Terbunuh dan Infrastruktur Hancur Akibat Serangan Israel

GAZA (jurnalislam.com)- Sejak dimulainya operasi Badai Al Aqsa oleh Hamas pada 7 Oktober, korban tewas akibat serangan udara dan darat Israel di Jalur Gaza telah mencapai 14.532 orang, termasuk diantaranya 6000 anak-anak dan 4000 wanita, sebagaimana yang dilaporkan kantor media di Gaza, pada Rabu (23/11/2023).

Sebanyak 210 tenaga medis, termasuk dokter, perawat, dan paramedis, turut menjadi korban. Selain itu, 45 anggota pertahanan sipil dan 64 jurnalis juga meninggal.

Kantor media itu juga menyebutkan terdapat 35.000 korban luka, di mana 75% diantaranya adalah anak-anak dan wanita.

Serangan Israel juga menyebabkan kerusakan parah pada bangunan di Gaza diantaranya 102 gedung pemerintahan, 266 gedung sekolah dan 67 lainnya tidak lagi berfungsi.

Rumah ibadah juga menjadi sasaran, dengan 85 masjid hancur, 174 lainnya rusak parah, dan 3 gereja juga terkena dampak.

Sementara kerusakan pada rumah penduduk mencapai 45.000 yang hancur total dan 233.000 mengalami kerusakan sebagian.

Fasilitas kesehatan juga terpukul, di mana 26 rumah sakit dan 55 pusat kesehatan tidak dapat beroperasi. Israel juga menargetkan 56 unit ambulan, serta mengakibatkan kekurangan bahan bakar sehingga banyak fasilitas tidak dapat beroperasi.

Pasar dan toko kebutuhan pokok mengalami kesulitan pasokan bahan makanan dan kebutuhan penting lainnya. Sementara itu, toko roti telah menutup seluruh operasional produksi karena tidak ada bahan baku.

Sumber: Anadolu Ajansi

Reporter: Samsul