Bernilai Triliunan, ‘Emas Hijau’ Indonesia Bisa Jadi Komoditi Bisnis Umat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Berdikari dalam ekonomi, sehingga izzah umat Islam pun terpatri. Setidaknya gagasan tersebut menjadi salah satu poin penting pada acara Dialog Forum Ekonomi Dakwah (D’FED) yang digelar pada Rabu (7/11/2018) malam, di Ar-Rahmah Quran Learning (AQL) Islamic Center, Tebet, Jakata Selatan.

Membangun kemandirian ekonomi, terlebih jika memiliki atribusi ‘Islam’ di dalamnya tentu bukan pekerjaan semalaman. Dibutuhkan orang-orang yang tidak hanya memiliki semangat, namun juga profesional dalam bidangnya.

Pada acara malam itu, D’FED menghadirkan Profesor Wisnu Gardjito, seorang akademisi sekaligus praktisi yang sangat mengetahui selak-beluk bisnis kelapa.

Dia menyebut kelapa sebagai “emas hijau” Indonesia. Jika betul-betul dimaksimalkan, masyarakat Indonesia semestinya tidak lagi perlu bergantung dengan produk-produk yang bertengger di supermarket.

“Kelapa ini banyak orang tahu tapi tidak mau tahu, termasuk Muslim. Dianggapnya paling jadi santen, minyak goreng, kelapa muda. Mereka tidak sadar kelapa itu kalau diproses turunannya bisa (jadi) 1.600 produk. Bisa lebih,” ujar Prof Gardjito, melansir INA News Agency.

Dengan potensi besar yang dimiliki komoditi tersebut, Prof Gardjito mengaku heran. Menurutnya, luas perkebunan kelapa di Indonesia yang mencapai 3,8 juta hektar seharusnya sudah mampu memacu denyut ekonomi masyarakat.

Setidaknya cukup untuk membangun industri kecil rumahan seperti produksi kecap, minyak VCO, sabun, sirup, bumbu rendang dan banyak lagi.

“Di Indonesia kok masih banyak orang miskin. Padahal (lahan) kelapa 3,8 juta hektar. (Jika digarap) jadi 4 ribu triliun,” ucap lulusan IPB tersebut.

Prof Gardjito tak takut berkompetisi secara sehat dengan produk-produk besar yang menjadikan kelapa sebagai bahan bakunya. Hanya saja, dibutuhkan resources lebih memadai dari yang dia miliki saat ini untuk membesarkan bisnis yang menurutnya mesti digarap secara berjamaah.

Dalam forum itu, inisiator D’FED sekaligus pimpinan AQL Islamic Center Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengajak para peserta untuk saling kolaborasi dalam proyek tersebut. Beruntung, sebagian besar peserta adalah pengusaha Muslim yang sangat mendukung gagasan Prof Gardjito.

“Inilah yang sedang kami gagas. Duduk bersama orang-orang yang concern dengan ekonomi, tetapi pada akhirnya untuk dakwah,” jelas UBN menerangkan visi ekonominya.

Menurut UBN, Prof Gardjito menjalankan dakwah dengan apa yang dia kuasai. Cita-cita profesor lulusan universitas di Jepang dan Amerika Serikat itu salah satunya adalah mengangkat derajat umat Islam melalui ekonomi.

“Karena tujuan (bisnisnya) bukanlanh kekuasaan dan kekayaan, tapi mengajak manusia kepada Allah, maka pada akhirnya juga harus dakwah,” pungkas UBN.

Reporter: Syahrain | INA

Operasi Intelijen Usik HRS, Pengamat : Kalau Bisa ‘Di-Munir-kan’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya, menilai, kejadian yang menimpa Habib Rizieq di Arab Saudi baru-baru ini adalah operasi intelijen.

“Dari evident (indikasi-indikasi) yang ada, apa yang menimpa HRS adalah operasi intelijen,” katanya kepada Jurnalislam.com melalui pesan singkat, Kamis (8/11/2018).

Menurutnya, ada upaya menjatuhkan HRS dalam kubangan masalah untuk mematikan langkah HRS selama di saudi. “Bahkan kalau bisa ya ‘di-Munir-kan’,” tambahnya.

Haris menjelaskan, HRS pernah disandungkan kasus imigrasi, namun gagal. Kasus terbaru yang mengaitkan HRS dengan kelompok teror adalah upaya lain untuk terus mengusik HRS di Saudi.

“Cara murahan seperti yang terjadi; ditembok rumah kediaman HRS di pasang bendera Tauhid, didokumentasikan lanjut dilaporkan kemudian diasosiasikan dengan kelompok ISIS, HT dan sebagainya dimana Saudi sangat alergi bahkan keras bersikap terhadap kelompok-kelompok tersebut,” paparnya.

“Dengan begitu HRS mudah dijadikan target oleh aparat keamanan Saudi. Dengan resiko penjara sampai hukuman mati,” sambung Harits.

Baca juga : 

Selain itu, Harist melihat, kasus ini dimanfaatkan oleh rezim untuk membangun imej positif seolah rezim peduli dengan HRS.

“Narasi yang dibangun atas kasus ini adalah rezim ingin meraup citra positif sembari cuci tangan seolah-olah tidak terlibat atau tidak tahu menahu dgn peristiwa yang menimpa HRS,” kata Harist.

Harits menambahkan, jika FPI dapat memulangkan HRS ke Indonesia itu adalah upaya yang positif untuk meredam situasi saat ini. Sebab, kehadiran HRS sangat dinantikan umat Islam.

“Dari sisi kepentingan umat yang lebih luas tentu hadirnya HRS di Indonesia akan jauh lebih besar maslahatnya, jutaan Umat Islam siap disisi HRS.” ucapnya.

Media ramai memberitakan penangkapan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab oleh kepolisian Saudi. Penangkapan itu atas dugaan pengibaran bendera ISIS di kediamannya di Saudi.

Menurut Duta Besar RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, berita penangkapan tersebut mulanya diketahui Dubes RI untuk Arab Saudi saat tengah malam pada Senin (5/11/2018). Pemeriksaan pada Rizieq dilakukan kepolisian Arab Saudi selama lebih dari 24 jam.

Atas pemberitaan itu, HRS pun menyampaikan klarifikasi melalui akun twitternya. HRS menduga, kasus itu adalah jebakan dan intimidasi untuk menghalangi Reuni Akbar 212 yang akan digelar 3 pekan mendatang.

MUI Imbau Para Dai Berinovasi dalam Era Dakwah Milenial

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis, meminta para ulama dan dai untuk membuat inovasi dakwah guna merangkul generasi milenial. Ia memaparkan data Nielsen Company yang menyebutkan bahwa pengguna smartphone di Indonesia mencapai 78 persen, sedangkan pengguna internet mencapai 47 persen.

“Jadi saat ini para dai harus kreatif dalam menciptakan inovasi dakwah melalui media sosial dengan video ceramah berdurasi pendek. Karena sasaran dakwahnya saat ini generasi milenial yang serba instan,” katanya dalam Halaqah Nasional ‘Tantangan dan Peluang Dakwah Dalam Era Milenial’ di Hotel Acacia, Kramat Raya, Jakpus, Rabu (7/11/2018).

Baca juga: 

Nafis menambahkan, dalam menghadapi dakwah era medsos para dai nantinya akan kita dibekali pelatihan seperti public speaking, teknik aplikasi video editing dan kemampuan menarasikan gagasan dalam bentuk tulisan.

Menurutnya, saat ini pola mengaji sudah berubah. Dulu seseorang bisa menunggu ustaz untuk menimba ilmu, sekarang generasi milenial merupakan tipe yang tidak mau membuang banyak waktu dan bebas mendapatkan ilmu di mana saja.

“Mereka rata-rata jarang datang ke tempat majelis ilmu, tidak banyak menonton televisi, tapi lebih banyak menghabiskan di medsos,” pungkasnya.

Sebelum Reformasi, Yusril Sudah Mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin

Oleh: Ali Hasibuan Pengurus Pusat KAMMI

Ketika melihat teman-teman yang ‘ngamuk’ atas masuknya Yusril Ihza Mahendra (YIM) sebagai pengacaranya paslon Jokowi-Ma’ruf jiwa saya terpanggil. Saya terpanggil untuk menjelaskan ke mereka bahwa politik saat ini ya sesuatu yang eehhmm dan santai saja. Tidak ada yang begitu hitam pekat ataupun putih suci, semua ada negosiasinya.

Saya heran kenapa mereka begitu ‘ngamuknya’ dengan YIM. Seolah mereka sendirilah yang sedang ditunjuk menjadi pengacaranya Jokowi-Ma’ruf Amin. Saya melihat seharusnya mereka tak sebegitunya, toh memang beberapakali kejadian seperti ini pernah terjadi, bahkan sering.

Ketika pilpres Tahun 2014, saat Jokowi masih heran kenapa negara Indonesia yang menurutnya kaya raya ini melakukan impor di mana-mana, partai Golkar dan PPP memutuskan untuk mengusung Prabowo-Hatta Rajasa. Tetapi ketika Pilpres 2019 yang akan datang, ketika Prabowo mengatakan tidak akan pernah impor kecuali kudanya, Golkar dan PPP berkoalisi mendukung Jokowi-Ma’ruf untuk mengalahkan Prabowo-Sandi. Jadi begitu mudahnya, sikap dan pilihat politik itu berubah, tergantung arah angin.

Bukan seorang politisi namanya jika tidak bisa membaca arah angin dan berubah dengan cepat, bahasa kerennya fleksibel kira-kira. Seperti Kapitra Ampera misalnya. Sebagai seorang kuasa Hukumnya Habib Rizieq Shihab yang dipaksa berkasus oleh tangan-tangan tidak terlihat, memutuskan berubah sikap yang diawali dengan mencalegkan diri melalui partai pemerintah, PDIP. Langsung saja, pandangan-pandangannya langsung berubah beberapa ratus derajat yang membela pemrintah Jokowi. Dan ini sah saja, wong memang dapurnya di sana.

Jadi, sudah beberapa kali dan sering sebenarnya kita diperlihatkan hal-hal yang lentur seperti ini, cuman kadang kita saja yang sering kelupaan. Menganggap yang hitam akan hitam selamanya dan yang putih pun begitu demikian. YIM pun demikian. Walaupun saat ini, konon katanya PBB masih netral tidak mendukung Prabowo ataupun Jokowi, kita ya tidak bodoh-bodoh amatlah. Orang yang tidak pernah mengunyah buku pun sudah bakal tau kemana arah dari semua ini.

“Saya jadi pengacara Paslon Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai pribadi profesional dan tidak berkaitan dengan dukung-mendukung” (YIM)

Hanya orang kelewat dungulah yang percaya hal semacam ini. Pekerjaan sebagai seorang pengacara yang bukanlah perkara gampang dan tentunya njelimet. Tidak mungkin seorang YIM tidak akan mencampuri ataupun setidaknya mengetahui sikap dan kebijakan politik pasangan Jokowi-Ma’ruf. Jika suatu saat misalnya pasangan Jokowi-Ma’ruf terkena kasus, sudah tentu YIM akan menjadi garda terdepan pembelanya. Lalu bagaimana cara dia membelanya? ya dengan berkas pembelaan. Berkas pembelaan didapat darimana? Ya dari tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf. Apa mungkin timnya Jokowi-Ma’ruf sebodoh itu menyerahkan berkas-berkas rahasia kepada orang yang tidak berniat mendukung dan bahkan berpotensi menyerangnya suatu saat nanti. Saya kira, Jokowi-Ma’ruf dikelilingi orang-orang pintar. Pasalnya karena pemerintahan Jokowi mampu bertahan selama empat tahun.

Pernyataan YIM dan PBB yang mendukung Jokowi-Ma’ruf hanya menunggu hitungan makan dan buang air saja, tak akan lama lagi. Pun ketika kita membaca gaya-gaya politiknya YIM sejak era sebelum reformasi. Tidak ada riwayat YIM yang menunjukkan ia sebagai seorang politisi -juga aktivis Islam- melakukan oposisi terhadap peemerintah secara konsisten. Kerapkali YIM justru mengambil jalan damai dengan pemerintah, tanpa terkecuali saat rezim orba yang membutuhkan YIM sebagai salah satu penulis naskah pidato Soeharto. Walaupun dalam sebuah wawancara dengan media online YIM mengatakan bahwa dirinya masih tetap bisa mengkritik Soeharto meski jadi penulis naskah pidato Soeharto. Wagu bukan? Enggak sih biasa saja, karena politik adalah sesuatu yang hehe dan biasa saja.

Difitnah Lagi, Begini Klarifikasi Habib Rizieq

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) kembali mendapat fitnah. Ia dituding memasang bendera tauhid di kediamannya di Arab Saudi. Sejumlah media online kemudian memberitakan bahwa HRS juga ditangkap oleh kepolisian Saudi dengan tuduhan rumahnya menjadi ‘sarang ISIS’.

Juru Bicara FPI, Munarman, angkat bicara. Munarman menegaskan, HRS sedang difitnah. Ia menyebut ada operasi ‘false flag’ atau bendera palsu dalam kasus tersebut.

Dalam akun twitternya, HRS pun merilis klarifikasi atas fitnah tersebut. Berikut selengkapnya :

‏بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ”

‎‏السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

‎‏Twit Klarifikasi:

‎‏Operasi Intelijen Keji: Habib Rizieq Difitnah Sebagai Sarang ISIS di Makkah.

Setelah suksesnya Aksi Bela Tauhid 211 hari Jumat (02/11/2018) lalu, kemudian Deklarasi Koppasandi pada hari Ahad (04/11/2018), serta pekan-pekan terakhir menjelang Reuni Akbar 212 (2/12/2018), intensitas gangguan dan intimidasi kepada HRS kembali meningkat.

Pada hari Selasa (06/11/18), operasi intelijen licik telah dilakukan, menjebak HRS di kediamannya di Makkah, pada waktu subuh, ada orang yang mendatangi kediaman HRS untuk memasang Bendera Tauhid secara diam-diam di tembok luar belakang rumah, lalu saat matahari terbit pelaku memfotonya.

Kemudian setelah memfoto, mereka membuat laporan ke Polisi Patroli bahwa rumah Habib Rizieq diduga sebagai “SARANG ISIS” dengan menunjukkan foto yang mereka buat.

HRS mengunggah dua foto bendera tauhid yang disebut-sebut ditempel di dinding rumah Habib Rizieq di Arab Saudi. Tapi keasliannya masih dipertanyakan.

Dalam waktu singkat pihak keamanan Saudi dari berbagai kesatuan sebanyak 4 jeep dan sebuah sedan, sekitar jam 8 pagi, sudah mengepung kediaman HRS dan mencabut Bendera yang ditempel dengan double stip di dinding, kemudian melipatnya dengan rapih diamankan dalam mobil patroli.

Mereka lalu memanggil warga Saudi pemilik rumah dan meminta untuk mengontak HRS agar keluar dari rumah. HRS saat itu sudah 2 hari terkena flu berat dan demam tinggi usai Sholat Shubuh dan sarapan pagi bersama keluarga, lalu meminum obat dan tidur kembali karena kondisinya.

Namun tak lama beristirahat beliau dibangunkan putri dan istrinya yg terkejut meihat dari jendela lantai atas rumah melihat ke luar rumah sudah banyak aparat keamanan Saudi. Habib Rizieq segera bangun dalam kondisi masih demam dan langsung turun menemui mereka.

Beliau pesankan kepada keluarga untuk kunci pintu rumah dengan rapat dan jangan ada yang keluar rumah apapun alasannya.

Saat terjadi perbincangan antara HRS dgn Polisi, saat itulah dari arah gedung sebelah kanan rumah HRS ada orang yg membidik dgn camera super canggih dari jarak sekitar 40~50m. Ini diiketahui dari sudut pengambilan foto berdasarkan informasi dari penjaga rumah HRS selama ini.

Anehnya, belum ada 1 jam HRS dibawa oleh kepolisan Saudi, salah seorang asisten pribadi HRS di Mekkah mendapat kontak dari salah seorang pegawai KBRI Riyadh menanyakan tentang kondisi HRS. Dan dijawab oleh asisten HRS bahwa beliau baik tanpa menceritakan apa yang sedang terjadi.

Saat itu berita kejadian tersebut belum ada yang mengekspose sama sekali, tapi sudah ada kontak dari KBRI di Riyadh. Apa itu sebuah kebetulan?

Baru beberapa jam kemudian foto di viralkan oleh pelaku di group-group WA dengan disertai narasi bahwa “Habib Rizieq memasang Bendera ISIS” dan berbagai informasi menyesatkan lainnya.

Sebetulnya Kamera CCTV ada dan telah dipasang di kediaman Habib Rizieq untuk mengawasi keadaan di sekitar rumah beliau, tetapi Kamera CCTV tersebut telah di curi orang beberapa saat sebelum kejadian.

Dan hari ini akhirnya terjawab tujuan pencurian kamera CCTV tersebut, yaitu supaya tidak diketahui siapa orang-orang yang menyatroni rumah Habib Rizieq secara diam-diam lalu melakukan penjebakan.

Apalagi ada informasi yg masuk ke HRS bahwa pihak Intelijen (BIN) telah menyewa rumah di sekitar kediaman Habib Rizieq untuk memantau aktivitas beliau selama 1×24 jam, dan telah lama diketahui HRS.

Akibat fitnah dan penjebakan licik inilah maka pihak Intelijen Saudi mendatangi kediaman Habib Rizieq dan menjemput HRS untuk dimintai keterangan. Dan Alhamdullilah saat ini HRS sudah dibebaskan dan kembali ke Rumah.

Kuat dugaan penjebakan dan intimidasi ini bertujuan untuk menghalangi Reuni Akbar 212 yang akan digelar 3 pekan mendatang.

Inshaa Allah dalam waktu dekat Habib Rizieq akan membuat press release langsung dari kediamannya. Sebarkan informasi ini dan mohon doakan semoga Allah SWT selalu melindungi HRS dari fitnah dan kejahatan musuh-musuhnya.  وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

FPI : Ada Operasi “False Flag” Terhadap HRS di Mekkah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Juru Bicara (Jubir) Front Pembela Islam (FPI), Munarman, menyampaikan penjelasan soal pemberitaan yang beredar yang menyebut-nyebut Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) ditangkap atau diperiksa lalu dibebaskan terkait bendera tauhid.

Munarman mengungkapkan bahwa HRS yang tengah berada di Makkah, Arab Saudi, saat ini sedang mendapat fitnah lewat “Operasi Bendera Palsu (False Flag)”.

“Bendera dipasang oleh tukang fitnah. Ada operasi false flag terhadap HRS di Makkah saat ini,” ujarnya, Rabu (7/11/2018) dilansir hidayatullah.com

Munarman mengatakan, “Mereka berharap dengan adanya peristiwa tersebut HRS mendapatkan kesulitan dari pihak keamanan Saudi. Jadi memang sungguh jahat para tukang fitnah tersebut.”

Ia mengatakan, para pemfitnah tak cukup dengan memfitnah HRS di Indonesia, namun mereka terus melakukan fitnah hingga HRS berada di Saudi.

“Tujuannya hanya satu, yaitu HRS mendapatkan kesulitan dan mereka para tukang fitnah berharap celaka ke HRS,” imbuhnya.

“Mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan terhadap HRS. Mereka menyukai dan senang apabila HRS ditimpa kesulitan dan kesusahan,” tambahnya.

“Namun, Allah adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong bagi HRS,” lanjutnya.

Menurut Munarman, HRS saat ini sudah kembali ke kediamannya di Makkah. “Alhamdulillah beliau sudah berada di rumah,” ungkapnya.

Sebelumnya, diberitakan media online bahwa HRS dikabarkan ditangkap aparat kepolisian Kerajaan Arab Saudi.

Kapitra Ampera yang masih mengklaim sebagai kuasa hukum HRS kemudian mengatakan bahwa HRS bukan ditangkap, melainkan diperiksa polisi. Menurut Kapitra, pemeriksaan itu diduga terkait dengan bendera berkalimat tauhid yang diduga dipasang di tembok oleh orang tak dikenal di rumah yang ditempati HRS.

Kapitra juga mengirim kepada media foto yang menunjukkan bendera berkalimat tauhid di dinding tempat tinggal HRS. Dia juga mengirim foto saat HRS bersama beberapa polisi Saudi.

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan pihaknya tengah mengecek kabar pemeriksaan HRS. Sebab, dia belum menerima adanya nota dari Kemenlu Arab Saudi terkait pemeriksaan tersebut.

“Kita sedang lakukan pengecekan kabar tersebut. Karena biasanya kalau ada WNI yang terkena kasus hukum, maka pihak Arab Saudi akan memberi tahu lewat nota Kemenlu. Jadi kalau ukuran diplomatik biasanya harus pakai nota,” kata Agus, Selasa (6/11/2018) kutip Detik.com

Salah seorang Kuasa Hukum HRS, Damai Hari Lubis, menegaskan kepada hidayatullah.com bahwa Kapitra sudah bukan kuasa hukum HRS lagi.

Sumber : Hidayatullah.com

Soal Mobil Esemka, Kiai Ma’ruf : “Gak Ada Urusan dengan Pemerintah”

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Calon Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin buka suara soal mobil Esemka yang pernah disebutnya akan diluncurkan dan diproduksi besar-besaran pada bulan Oktober 2018 lalu. Dia pun mempertanyakan anggapan pihak yang menyebutnya berbohong.

Menurutnya, ada pihak yang akan memproduksi mobil yang diklaim sebagai mobil nasional itu. “Ya itu kan ada orang, gak ada urusan dengan pemerintah, ada orang mau memproduksi katanya,” ungkap Kiai Ma’ruf di gedung MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018) sebagaimana dilansir Kiblat.net

Calon wakil presiden pasangan Joko Widodo itu menegaskan, produksi mobil Esemka bukan tanggung jawab pemerintah. Karenanya, ia mempertanyakan tudingan yang menyebutnya telah berbohong terkait mobil Esemka.

“Ya mau jadi mau nggak, ya urusan orang itu. Saya bohongi siapa?” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Kiai Ma’ruf menyebut mobil Esemka akan diluncurkan pada bulan Oktober. “Bulan Oktober nanti akan diluncurkan mobil nasional bernama Esemka, yang dulu pernah dirintis oleh Pak Jokowi. Akan diproduksi besar-besaran,” kata Ma’ruf Amin di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Jember, pada Kamis (27/09/2018)

Namun, hingga memasuki awal bulan November 2018, mobil Esemka belum juga diluncurkan. Kenyataan ini memunculkan anggapan bahwa Kiai Ma’ruf berbohong.

Sumber : Kiblat.net

Lebih dari 700 KK Terdampak Banjir Bandang Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, mengatakan, lebih dari 700 kepala keluarga terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga kecamatan di Tasikmalaya pada Selasa (6/11/2018). Tiga kecamatan itu adalah kecamatan Bantarkalong, Kecamatan Culamega, dan kecamatan Cipatujah.

“Saya mendapat laporan ada lebih dari 700 KK yang terdampak hari ini dan itu belum terdata semua,” katanya kepada awak media di Posko Utama Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor Kabupaten Tasikmalaya, Kp. Pasangrahan, Desa Cipatujah, Cipatujah, Rabu (7/11/2018) pagi ini.

Banjir bandang di Kabupaten Tasikmalaya

Ade menegaskan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu pemulihan pasca bencana. Untuk itu, ia meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tasikmalaya untuk mengambil langkah cepat guna meringankan beban masyarakat.

“Kepada BPBD ambil semua langkah yang bisa meringankan beban masyarakat, lakukan apa yang bisa dilakukan, administrasi belakangan. Kita upayakan semaksimal mungkin, saya bertanggungjawab penuh,” tegasnya.

Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Tasik selatan membuat sungai Ciwulan meluap. Tiga kecamatan yang terletak di daerah aliran sungai (DAS) Ciwulan itu tergenang setinggi 2 meter.

Hujan juga mengakibatkan tanah longsor di beberapa titik. BPBD sementara mencatat ada 7 rumah rusak berat dan 4 rumah rusak ringan dan 173 rumah terendam banjir. Sedangkan korban meninggal ada 3 orang dan 2 orang dinyatakan hilang.

Pertemuan Sub Regional Sepakat Tangkal Terorisme di Media Sosial

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, menyatakan, pemerintah Indonesia dan delapan negara peserta Sub Regional Meeting on Counter Terrorism (SRM on CT) sepakat untuk memerangi pergerakan terorisme di media sosial.

“Jadi kita telah menyepakati kesepakatan bersama walau regulasinya berbeda karena undang-undang di setiap negara pasti berbeda,” katanya saat konferensi pers usai pertemuan di Hotel Fairmont, Senayan, Jakpus, Selasa (06/11/2018).

Ia menuturkan, dalam pertemuan itu, negara perserta sepakat untuk mengajak pihak swasta khususnya pengelola media sosial bekerja sama memblok akun-akun yang digunakan untuk kejahatan.

“Sehingga tadi sudah ada kesepakatan bersama bahwa nanti working group kemudian akan mengembangkan apa yang bisa kita lakukan secara efektif, aksi bersama untuk menanggulangi bagaimana penggunaan media sosial untuk kejahatan ini dapat kita reda bersama,” ujarnya.

“Nanti kan kesepakatannya sama tapi aksinya bisa berbeda. Bobot aksinya bisa beda,” sambung dia.

Wiranto mencontohkan, di Cina, situs-situs yang ditengarai mengandung unsur terorisme akan langsung ditindak tanpa kompromi. “Berbeda dengan di Indonesia. Harus ada mediasi terlebih dulu dan ini itu,” ungkapnya.

Selain Indonesia dan Australia, pertemuan ini juga melibatkan beberapa negara yakni Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Singapura dan Thailand.

Tretan Muslim dan Coki Pardede Juga Ditolak di Surabaya

SURABAYA (Surnalislam.com) – Acara stand up komedi Majelis Lucu Indonesia (MLI) kembali mendapat penolakan. Jamaah Ansharusy Syariah Surabaya mendatangi Mapolrestabes Surabaya untuk menyampaikan penolakan acara MLI yang akan digelar di Hotel Fave Mex pada 11 November mendatang.

“Kami secara resmi menolak acara tersebut dan Surat sudah kami serahkan ke Pak Witono, petugas intelkam dan diberi stempel tanda terima,” kata Ketua Laskar Ansharusyariah Surabaya, Ahmad Andi.

Andi menjelaskan, penolakan tersebut karena materi joke dibawakan oleh dua komik MLI, Tretan Muslim dan Coki Pardede itu kerap menjadikan agama Islam sebagai bahan lelucon dan ejekan yang berpotensi menimbulkan konflik.

“Alasan keberatan kami adalah karena beberapa materi komedi yang ditampilkan MLI kerap menjadikan agama Islam sebagai bahan lelucon dan ejekan. Ini bisa memicu konflik dan merusak norma di masyarakat. Kita harus cegah sedari dini,” katanya di Mapolrestabes Surabaya, Senin (5/11/2018).

Audiensi Ansharusyariah Surabaya dengan Hotel Fave Mex.

Baca juga : 

Ansharusyariah juga mendatangi Hotel Fave Mex. Disambut baik oleh manajemen hotel yang diwakili Malpin Pagau, Ansharusariah juga menyampaikan surat keberatan kepada pihak hotel.

Dalam audiensi itu, pihak Hotel akan membatalkan izin sewa tempat dan mengembalikan pembayarannya.

“Kami tidak mau ambil resiko bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama menyangkut tamu hotel. Kami siap kembalikan uang sewa tempat dari pihak panitia penyelenggara acara MLI,” ujar Malpin.

Sebagai pertimbangan, lanjut Malpin, pihak hotel akan mengirimkan surat pernyataan kepada JAS Surabaya secepatnya tentang pembatalan acara tersebut.

Malpin juga mengungkapkan, pihaknya telah mendapat peringatan dari Polsek Tegal Sari sepekan sebelum acara untuk tidak memberikan tempat kepada panitia penyelenggara MLI.

Kontributor : Gus Maksum