KemenkopUKM Berikan Jaminan Inkop TKBM Pelabuhan Wujudkan Indonnesia Go Poros Maritim Dunia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Induk Koperasi (Inkop) TKBM Pelabuhan yang digelar di Hotel Grand Cempaka Jakarta (15/12/2021) telah menghasilkan kesepakatan yang menjamin keberlangsungan hidup koperasi untuk mewujudkan Indonnesia menjadi Poros Maritim Dunia.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Inkop TKBM Pelabuhan, M Nasir dihadapan puluhan anggotanya dari perwakilan 206 Pelabuhan di Indonesia.

“Demi mewujudkan Indonesia maju, maka Inkop TKBM adalah bagian dari penopang ekonomi kerakyatan di Indonesia. Bahkan saya yakin kedepannya bangsa ini akan menjadi Poros Maritim Dunia,” papar Nasir.

Bentuk eksistensi Inkop TKBM Pelabuhan, kata Nasir pihaknya akan melakukan penolakan keras terhadap adanya isu akan dicabutnya SKB 2 Dirjen dan 1 Deputi Tahun 2011 Tentang Penataan dan Pembinaan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan.

“Jelas kami akan menolak keras soal pencabutan SKB itu, bahkan kami akan lakukan mogok massal jika Pemerintah tetap melakukannya. Bisa dibayangkan dampak yang akan terjadi nantinya, ini bukan ancaman, tapi ketegasan kami sebagai penggerak perekonomian kerakyatan,” tegas Nasir.

Meski ada klaim dari Kemenhub dan Kemenaker bahwa isu pencabutan SKB 2 Dirjen dan 1 Deputi Tahun 2011 hanya sebuah wacana, namun Nasir menjelaskan gelombang yang dihembuskannya ke Inkop TKBM Pelabuhan oleh pihak-pihak tak betanggungjawab sangat memukul keras psikologis dan profesionalisme penataan koperasinya.

Hal senada juga disampaikan Deputi Bidang Perkoperasian KemenkopUKM, Ahmad Zabadi, bahwa KemenkopUKM akan terus memfasilitasi pengembangan Koperasi TKBM menjadi entitas bisnis yang modern.

“Upaya ini sebagai implemenntasi UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan PP No. 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan Perlindungan dan Permberdayaan Koperasi dan UMKM yang mengamanahkan Pengembangan Koperasi di Sektor tertentu termasuk Sektor Angkutan Perairan dan Pelabuhan yang meliputi penyelenggaraan tenaga kerja bongkar muat oleh koperasi dan pembinaan dan pengawasan tenaga kerja bongkar muat, sekaligus bentuk realisasi  SKB 2 Dirjen dan 1 Deputi Tahun 2011 Tentang Penataan dan Pembinaan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan,” papar Zabadi.

Sebelumnya, Zabadi juga mengatakan telah menyampaikan perihal yang sama dalam acara zoom meeting yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM Senin kemarin (13/12/2021).

Zabadi menegaskan bahwa kinerja dan pelayanan di pelabuhan harus makin baik, efisien dan kompetitif. Dwelling time di pelabuhan terus ditekan, dan kepuasan pengguna jasa akan semakin tinggi. Pada akhirnya, mampu mendongkrak dan menurunkan biaya logistik di Tanah Air yang masih relatif tinggi.

Selain itu, dia juga berkeyakinan Inkop TKBM Pelabuhan terus meningkakan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai peningkatan daya saing pelabuhan di Indonesia. Dalam ulasannya, Zabadi merinci Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 kan sudah jelas, dimana untuk memberikan kewenangan dan menetapkan bidang di sektor usaha pada suatu wilayah yang telah berhasil diusahakan oleh Koperasi untuk tidak diusahakan oleh badan usaha lainnya.

“Koperasi TKBM sampai saat ini telah 30 tahun lebih beroperasional di  Pelabuhan dan telah terbukti berhasil serta ikonsisten dalam Pelaksanaan  Bongkar Muat Barang di Pelabuhan. Usaha Bongkar Muat Barang di Pelabuhan, bisa ditetapkan sebagai sektor usaha yang telah berhasil diusahakan oleh Koperasi, sehingga tidak perlu diusahakan oleh badan usaha lainnya selain koperasi,” pungkasnya.

Ajak Masyarakat Bergerak Bersama di 2022, Paragon Adakan Festival Penggerak Kebaikan

Paragon Technology and Innovation meluncurkan Festival Penggerak Kebaikan, acara apresiasi kepada seluruh masyarakat dan stakeholder karena telah berkolaborasi menjadi penggerak kebaikan selama tahun 2021

 Jakarta, 16 Desember 2021 – Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat dan seluruh stakeholder yang telah turut membawa kebermanfaatan di tengah masyarakat, Paragon Technology and Innovation (Paragon) meluncurkan Festival Penggerak Kebaikan. Adapun acara ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur atas kebersamaan berbagai pihak yang merupakan #PenggerakKebaikan di bidangnya masing-masing, yang terus memberikan kontribusi terbaik untuk menanggulangi berbagai tantangan sosial di tahun 2021.

“Tahun 2021 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi masyarakat Indonesia, namun mampu dihadapi dengan semangat kolaborasi dan gotong royong para #PenggerakKebaikan. Paragon berterima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah berkolaborasi bersama kami untuk melaksanakan berbagai program CSR di tahun 2021 yang meliputi kegiatan akselerasi dunia pendidikan, bantuan penanggulangan covid-19, gerakan anak muda, serta pemberdayaan masyarakat melalui Paradesa Inspirasi”, ujar Suci Hendrina (Head of Corporate Communication & CSR Paragon).

Festival Penggerak Kebaikan akan dilaksanakan pada Sabtu, 18 Desember 2021 dengan membawa tema “Muda, Bergerak, Berdampak”. Adapun rangkaian acara yang akan dilaksanakan meliputi Inspiring Lecturer Conference, Eduleads Gathering, Muda Bergerak Berdampak Talks, Sosialisasi Paragon Internship Program, Open Collaboration with Paragon, Paragon Coach Community Launching, serta Wardah Inspiring Teacher Conference.

Dalam peluncuran Festival Penggerak Kebaikan ini, turut dihadiri oleh perwakilan penggiat sosial di Indonesia, antara lain Suci Hendrina (Head of Corporate Communication & CSR Paragon), Ivan Ahda (Ketua Jaringan Semua Murid Semua Guru), Mesty Ariotedjo (Brand Ambassador Wardah & Co-Founder Tentang Anak), serta Sabrina Anggraini (Brand Ambassador Wardah & Co-Founder Natuno), Paragon mengundang para #PenggerakKebaikan di seluruh Indonesia yang terdiri dari masyarakat umum, mahasiswa, dosen dan tenaga pendidik, serta media untuk dapat berkolaborasi dan bergerak bersama-sama memberikan kontribusi atas tantangan-tantangan yang ada di masyarakat. 

“Semoga lewat Festival Penggerak Kebaikan, akan banyak interaksi dan kolaborasi yang terjadi. Banyak ide-ide yang lahir dan bertemu. Mulai dari profesional, anak-anak muda, bahkan rekan media. Hal ini tentunya akan memberikan dampak bagi masyarakat dan Indonesia. Everything starts small, semua hal dimulai dari langkah kecil dulu dan aku sangat excited untuk melihat apa yang akan keluar dari acara ini, terutama dari anak-anak mudanya”, ujar Sabrina Anggraini.

Adapun di tahun 2022, Paragon berharap bisa terus memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia melalui kolaborasi yang dihasilkan dengan berbagai pihak. “Paragon akan semakin meningkatkan kolaborasi di tahun 2022 bersama banyak pihak untuk memperbesar dampak yang bisa dirasakan oleh masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Semoga Paragon bisa terus menyebarkan semangat dan melebarkan ekosistem kebaikan di Indonesia”, ujar Suci.

Tentang PT Paragon Technology & Innovation

PT Paragon Technology and Innovation (Paragon) merupakan perusahaan kosmetik Nasional terbesar di Indonesia yang menaungi brand Wardah, Make Over, Emina, Kahf, Putri dan Laboré

Berdiri sejak tahun 1985, Paragon telah mendapatkan sertifikat Good Manufacturing Practice (GMP) serta memiliki spesialisasi sebagai produsen kosmetik halal yang berusaha menyediakan produk personal care dan make-up sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia dengan harga terjangkau.

Paragon memiliki visi untuk menjadi perusahaan yang berkomitmen untuk memiliki pengelolaan terbaik dan berkembang terus menerus dengan bersama-sama menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin melalui produk berkualitas yang memberikan manfaat bagi Paragonian, mitra, masyarakat, dan lingkungan. Dalam balutan lima nilai perusahaan (ketuhanan, keteladanan, kerendahhatian, ketangguhan, dan inovasi), Paragon memiliki lebih dari 10.000 karyawan yang tiap tahunnya mampu memproduksi 135 juta produk personal care dan make-up.

Warga Bersama Relawan Jamaah Tabligh Bersihkan Masjid Curah Kobokan

LUMAJANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah relawan dari Jamaah Tabligh bersama warga pada Rabu (15/12/2021) melakukan giat membersihkan Masjid Baitul Adzim Kampung Curah Kobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Mereka membuang lumpur tebal  yang menutupi dak masjid akibat erupsi Gunung Semeru yang terjadi 4 Desember lalu.

“Kami ada dari Jakarta, Bekasi, Tasikmalaya, Surabaya dll.. ini mah inisiatif kami saja dari Jamaah Tabligh supaya Masjid ini bisa segera dipakai lagi,” kata Adidama, salah seorang jamaah asal Bekasi.

“Hari ini kita gak bisa berlama-lama disini karena cuaca mendung, tim SAR dan aparat sudah meminta kami untuk segera turun. Insya Allah besok kami akam lanjutkan, kami akan terus disini sampai 40 hari ke depan,” lanjutnya.

Pada saat kejadian, Masjid Baitul Adzim atau lebih dikenal dengan Masjid Curah Kobokan menjadi satu-satunya tempat berlindung warga Curah Kobokan dari ganasnya awan panas dan debu akibat erupsi Gunung Semeru.

Warga bertahan hampir satu jam di dalam masjid. Tangisan, teriakan, dzikir bercampur menunjukkan suasana di dalam masjid saat itu sangat mencekam.

Kondisi Kampung Curah Kobokan sendiri rusak berat. Nyaris semua rumah di kampung ini rusak berat kecuali Masjid Baitul Adzim.

Di Depan Kantor DPRD, Ribuan Warga Bima Gelar Aksi Bela Palestina

BIMA (Jurnalislam.com) – Aksi solidaritas untuk Palestina juga digelar Forum Umat Islam (FUI) Bima pada hari jumat (21/5/2021).

Aksi yang diikuti oleh ribuan masyarakat Kota Bima dan sekitarnya itu dimulai dari Masjid Agung Al-Muwahiddin menuju Kantor DPRD Kabupaten Bima dan Kantor Walikota Bima.

Ketua Forum umat islam (FUI) Bima Ustaz Asikin Bin Mansyur menyampaikan bahwa aksi solidaritas tersebut dalam rangka untuk membela kehormatan saudara sesama muslim yang ada di Palestina.

“Kita melakukan aksi solidaritas ini dalan rangka mengutuk dengan keras atas kebiadaban yang di lakukan oleh zionis Israel laknatullah atas kedzaliman yang telah mereka lakukan terhadap saudara kita yang ada di palestina,” katanya.

Selain itu, wakil ketua DPRD Kota Bima Taufik juga mengutuk dengan keras  kebiadaban Israel kepada kaum muslimin Palestina.

“Saya mewakili rekan rekan DPRD Kota Bima sangat mendukung aksi yang dilakukan oleg Forum Umat Islam pada siang ini. Siapapun yang merasa dirinya muslim maka wajib bagi dia untuk peduli terhadap saudaranya yang ada di Palestina.” tegasnya.

Reporter: Pramudia Bagus

Bersama M3RCI, Walikota Malang Ikut Aksi Bela Palestina

MALANG (Jurnalislam.com) – Masyarakat Muslim Malang Raya Cinta Indonesia (M3RCI) melakukan aksi dukungan untuk Palestina di Bundaran Tugu Kota, Malang pada Jum’at (21/5/2021).

Dalam aksi yang diikuti ribuan peserta tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji dan Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika, serta Aremania turun hadir menyampaikan dukungannya.

Dalam aksi damai itu, beberapa tokoh umat Islam Malang melakukan orasi. Para peserta juga mengibarkan bendera Indonesia merah putih dan Palestina sembari menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Koordinator M3RCI, Karim Basalamah mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas dukungan untuk umat muslim di Palestina yang menjadi korban serangan militer Zionist Israel.

“Ini sebagai bentuk simpati dan solidaritas kami sesama umat muslim turut merasakan duka yang dirasakan saudara kita di Palestina. Kedaulatannya juga diakui, termasuk kita umat dari Indonesia,” kata Karim.

“Namun hingga saat ini, Israel masih terus saja merongrongnya. Kami mengutuk keras dan meminta Israel berhenti menyerang Palestina,” imbuhnya.

Sementara Walikota Malang Situaji juga mengajak masyarakat untuk terus membantu dan mendoakan rakyat Palestina yang saat ini masih terus mengalami penjajahan dari bangsa Yahudi Israel.

“Iringi dengan doa juga tiap setelah sholat subuh. Dan saya akan juga berlokasi, silakan nanti panitia ke Kantor,” ungkapnya.

Dalam aksi tersebut, panitia melelang barang mulai Sajadah, Kacamata, Emas sampai ada 2 Rumah untuk di lelang dan hasilnya di donasikan ke Palestina. Acara tersebut diakhiri dengan Doa dari Habib Asadullah bin Alwi Alaydrus.

M3RCI juga menyampaikan Pernyataan Sikap yang dibacakan oleh ustad Ir. Andri Kurniawan. Adapun Isi Pemikiran M3RCI Bela Palestina, sebagai berikut:

1. Masyarakat Muslim Malang Raya Cinta Indonesia mendukung Pemerintah RI untuk tegas kepada Israel agar agresi yang dilakukan Israel secepatnya dihentikan, dikarenakan telah banyak perempuan dan anak-anak yang menjadi korban;

2. Masyarakat Muslim Malang Raya Cinta Indonesia prihatin atas yang dialami warga Palestina, dan mengecam keras tindakan Israel yang menciptakan tragedi kemanusiaan karena terlalu banyak menimbulkan korban nyawa manusia yang tidak berdosa.

3. Masyarakat Muslim Malang Raya Cinta Indonesia mendesak Pemerintah RI agar memprotes keras atas tindakan Israel dengan menolak tawaran apapun dari Israel selama Israel masih belum dapat menciptakan perdamaian dengan Palestina;

4. Masyarakat Muslim Malang Raya Cinta Indonesia mendorong kepada Pemerintah RI untuk terus aktif di kancah dunia internasional agar dunia internasional mendesak Israel untuk menghentikan kekerasan yang dilakukannya kepada warga
sipil dan menyelamatkan warga Palestina, baik itu dengan menegakkan hukum Internasional di dewan keamanan perserikatan Bangsa-Bangsa, resolusi PBB dan consensus internasional;

5. Masyarakat Muslim Malang Raya Cinta Indonesia siap membantu Pemerintah RI ikut dalam menegakkan konstitusi Indonesia yang menegaskan kemerdekaan adalah hak segala bangsa serta menjaga ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial, sesuai dengan peraturan yang berlaku;

6. Masyarakat Muslim Malang Raya Cinta Indonesia siap menjadi relawan dalam bentuk pengumpulan donasi dan tenaga penyalur bantuan apabila pemerintah RI membutuhkannya karena sifat keprihatinan yang mendalam serta sikap ukhuwah islamiyah dan ukhuwah insaniyah melihat penderitaan saudaranya.

7. Masyarakat Muslim Malang Raya Cinta Indonesia dalam memperjuangkan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial ini InsyaAllah
menggunakan cara bilhikmah agar tidak terjadi kontra produktif dengan
pemerintah RI karena dasar pemikiran ini dari hati yang tulus bukan dengan
emosional dan mendengarkan solusi yang disampaikan para Ulama, Habaib, Kiai, Ormas, Partai Politik dan Tokoh Masyarakat.

Usai pembacaan surat pernyataan sikap tersebut diserahkan dan diterima oleh Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika.

Reporter: Abdullah

Blokir Konten Pro Palestina, Facebook Minta Maaf

GAZA (Jurnalislam.com) – Facebook meminta maaf kepada Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh dalam pertemuan virtual pada hari Selasa (18/5/2021) setelah adanya keluhan tentang menyensor konten pro-Palestina.

Pejabat Palestina meninggalkan pertemuan pada hari Selasa dengan kesan bahwa Facebook telah mengakui ada “masalah yang melekat dengan algoritma mereka” dan bahwa mereka telah berjanji untuk menanganinya, menurut akun pertemuan yang dibagikan dengan berita TIME oleh Husam Zomlot, kepala misi Palestina ke Inggris

Zomlot mengatakan bahwa tim Facebook, yang diwakili oleh wakil presiden perusahaan untuk urusan global Nick Clegg, mengakui bahwa Facebook telah secara tidak akurat memberi label kata-kata tertentu yang biasa digunakan oleh orang-orang Palestina, termasuk “martir” dan “perlawanan,” sebagai hasutan untuk melakukan kekerasan.

“Mereka berjanji akan meninjau kembali dan mengevaluasi kembali kerangka kerja mereka,” kata Zomlot.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh wakil presiden Facebook untuk kebijakan publik global, Joel Kaplan, dan kepala kebijakan Timur Tengah dan Afrika Utara Azzam Alameddin.

Pengguna media sosial dari Palestina dan di seluruh dunia telah mengunggah dan membagikan video dan gambar tentang pasukan Israel dan kekerasan pemukim di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem, dan agresi Israel di Jalur Gaza, menggunakan tagar #SaveSheikhJarrah dan #GazaUnderAttack, dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Namun, situs media sosial, termasuk Twitter, Facebook, dan Instagram, telah menyensor, membatasi, dan menutup akun mereka, membungkam suara mereka saat berperang melawan pendudukan.

Hashtag lain, Al-Aqsa dalam bahasa Arab, juga telah disembunyikan oleh Instagram, karena, seperti yang diklaim, “konten mungkin tidak memenuhi Pedoman Komunitas Instagram”.

Tagar tersebut digunakan untuk menutupi kekerasan pemukim dan pasukan serta serangan terhadap warga Palestina di halaman masjid al-Aqsa.

Sementara itu, Instagram milik Facebook yang di-tweet sedang menghadapi masalah teknis pada 6 Mei, setelah ratusan orang mulai melaporkan penyensoran.

Menanggapi pertanyaan dari TIME, juru bicara Facebook tidak menyangkal bahwa tim Clegg telah meminta maaf kepada pihak Palestina atas episode Al-Aqsa, atau bahwa perusahaan telah berkomitmen untuk meninjau kembali dan mengevaluasi ulang cara menangani postingan dan bahasa serupa.

“Pikiran kami bersama semua orang yang terpengaruh oleh kekerasan mengerikan yang sedang berlangsung,” kata juru bicara itu dalam sebuah pernyataan kepada TIME, Jumat.

“Menanggapi kekerasan, kami bekerja untuk memastikan layanan kami menjadi tempat yang aman bagi komunitas kami. Kami akan terus menghapus konten yang melanggar Standar Komunitas kami, yang tidak mengizinkan perkataan yang mendorong kebencian atau hasutan untuk melakukan kekerasan, dan akan secara proaktif menjelaskan dan mempromosikan dialog tentang kebijakan ini kepada pembuat kebijakan.”

“Kami juga secara aktif bekerja untuk menanggapi kekhawatiran tentang penegakan konten kami. Pertemuan ini adalah upaya untuk memastikan bahwa semua pihak mengetahui langkah-langkah yang telah diambil perusahaan, dan akan terus diambil, untuk menjaga keamanan platform. ”

Lima hari sebelum Facebook bertemu dengan Perdana Menteri Palestina, delegasi Facebook termasuk Cutler, Clegg dan Kaplan bertemu dengan Menteri Kehakiman Israel, Benny Gantz.

Pada pertemuan itu, pada 13 Mei, Gantz menekan Facebook untuk mengambil tindakan lebih keras terhadap “elemen ekstremis yang berusaha merusak negara kita,” menurut pernyataan dari kantornya.

“Gantz meminta mereka untuk berkomitmen menghapus konten dari situs media sosial mereka yang memicu kekerasan atau yang menyebarkan disinformasi, dan menekankan pentingnya menanggapi dengan cepat permohonan dari biro dunia maya pemerintah,” kata pernyataan itu.

Seorang pejabat di Kementerian Kehakiman Israel mengatakan kepada TIME pada hari Jumat bahwa dalam seminggu sejak pertemuan dengan Facebook, mereka telah memperhatikan peningkatan kecepatan Facebook dalam menangani permintaan penghapusan Israel.

“Menjelang pertemuan, Kementerian Kehakiman kecewa dengan tanggapan Facebook,” kata pejabat itu.

“Namun dalam pertemuan tersebut, mereka memang menyuarakan kesediaan untuk merespon dengan lebih tegas, penuh dan cepat, dan selanjutnya ada beberapa perbaikan. Kami ingin melihat respons yang lebih besar di masa mendatang. ”

Zomlot, mengatakan dia telah mengangkat masalah bias algoritmik dengan Facebook.

“Mesin militer Israel benar-benar menjalankan algoritme mereka,” katanya kepada TIME. “Dan tujuan utamanya adalah untuk membungkam suara-suara Palestina tentang segala hal yang berhubungan dengan ketidakadilan.”

Warga Gaza Rayakan Idul Fitri dan Kemenangan Genjatan Senjata

GAZA (Jurnalislam.com) – Setelah 11 hari agresi Israel di Jalur Gaza, warga Gaza merayakan gencatan senjata, turun ke jalan dan meneriakkan dukungan untuk perlawanan Palestina.

Pada pukul 2 pagi pada hari Jumat (21/5/2021), masjid-masjid di Gaza mengumandangkan takbir Idul Fitri, karena perayaannya ditunda akibat kematian dan kehancuran yang disebabkan selama 11 hari pemboman Israel.

Warga Gaza juga mengambil kesempatan untuk pergi ke masjid untuk sholat, berkumpul di jalanan, dan mengunjungi kerabat mereka dan orang-orang yang kehilangan orang yang mereka cintai dalam agresi tersebut.

Perayaan dan kemenangan juga meluas ke beberapa kota di Tepi Barat yang diduduki dan menduduki Yerusalem Timur, dengan banyak yang memuji kelompok perlawanan dan ketabahan warga Gaza.

Penjajah ‘Israel’ dan gerakan Hamas telah mengumumkan gencatan senjata, ditengahi oleh mediator Mesir dan dimulai pada pukul 2 pagi pada hari Jumat.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, agresi tersebut mengakibatkan sedikitnya 248 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak dan 39 wanita, dan melukainy 1.910 lainnya.

Lebih dari 90.000 warga Palestina mengungsi dari rumah mereka, dan sebagian besar infrastruktur Gaza serta banyak bangunan penduduk hancur.

Kabinet keamanan Israel mengatakan telah memberikan suara dengan suara bulat untuk mendukung gencatan senjata Gaza “timbal balik dan tanpa syarat”.

Namun, juru bicara Hamas, Abdel-Latif al-Qanou mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kelompok perlawanan telah memberlakukan kondisi mereka sendiri.

Dia mengatakan, termasuk diakhirinya pengusiran paksa keluarga Palestina di lingkungan Yerusalem Timur Sheikh Jarrah dan serangan pasukan pendudukan Israel ke Masjid Al-Aqsa.

“Israel telah mundur dalam menghadapi perlawanan bersenjata, dan tidak mencapai tujuan apa pun yang dikatakannya ketika melancarkan serangannya,” kata al-Qanou.

“Israel sekarang sedang diuji, dan kelompok perlawanan di Gaza mengamati bagaimana itu akan bereaksi,” kata al-Qanou.

“Gencatan senjata ini hanyalah jeda, kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak kekuatan untuk menghadapi agresi Israel lebih lanjut.”

Alasan Pilot ‘Israel’ Hancurkan Menara di Gaza Karena Frustasi

GAZA (Jurnalislam.com) – Seorang pilot ‘Israel’ mengungkapkan bahwa penghancuran menara tempat tinggal di Jalur Gaza adalah “cara untuk melampiaskan kekecewaan tentara”.

Dalam wawancara yang dilakukan oleh Israel Channel 12 dengan sejumlah pilot yang turut meledakkan 9 menara, termasuk satu menara kantor media internasional, salah satu pilot mengatakan bahwa dia tidak meremehkan parahnya serangan yang dia dan rekan-rekannya lakukan.

“Kami melempar berton-ton amunisi dan menembaki mereka yang tidak diragukan siapa pun,” kata pilot itu.

Dia juga berbicara tentang perasaannya saat menghancurkan menara-menara itu.

“Saya menjalankan misi untuk melakukan serangan udara dengan perasaan bahwa menghancurkan menara adalah cara untuk melampiaskan rasa frustrasi atas apa yang terjadi pada kami dan atas keberhasilan kelompok di Gaza dalam menendang kita,” ungkapnya.

“Kami gagal menghentikan tembakan roket dan merugikan pimpinan kelompok-kelompok ini, jadi kami menghancurkan menaranya,” tambahnya.

Selama 11 hari agresi Israel di Jalur Gaza, Israel menghancurkan sembilan bangunan bertingkat, dan mengklaim bahwa menara itu digunakan sebagai “infrastruktur militer” (Hamas).

Pada 15 Mei, serangan udara Israel meratakan menara al-Jalaa, sebuah gedung 11 lantai yang menjadi kantor Al Jazeera dan Associated Press di Jalur Gaza.

Pengeboman menara ini menuai kritik dari organisasi internasional, kelompok hak asasi dan beberapa pemerintah, termasuk sekutu Israel.

Pada 17 Mei, kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengutuk serangan berkelanjutan Israel di Gaza, mengatakan bahwa militer Israel telah “menunjukkan pengabaian yang mengejutkan terhadap kehidupan warga sipil Palestina dengan melakukan sejumlah serangan udara yang menargetkan bangunan tempat tinggal dalam beberapa kasus menewaskan seluruh keluarga – termasuk anak-anak – dan menyebabkan perusakan sewenang-wenang terhadap properti sipil, dalam serangan yang merupakan kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan ”.

Gideon Levy, seorang kolumnis di harian Israel Haaretz, mengatakan pemboman gedung-gedung tinggi, khususnya, membuat pertunjukan spektakuler di televisi, mengangkat opini publik Israel yang sudah sangat mendukung serangan di Gaza.

“Menara yang dibom adalah pertunjukan yang bagus. Ini adalah satu-satunya adegan yang disiarkan saluran televisi Israel berulang kali,” kata Levy kepada Al Jazeera.

“Runtuhnya menara adalah sesuatu yang sangat fotogenik,” imbuhnya. “Ini menunjukkan betapa kuatnya Israel, dan betapa pilot Israel begitu canggih dengan menjatuhkan seluruh menara dengan satu atau dua rudal.”

Setidaknya 279 warga Palestina tewas, termasuk 69 anak-anak dan 40 wanita, dan 1.910 lainnya terluka dalam serangan Israel baru-baru ini di Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Bagi Levy, menampilkan kehancuran seperti itu merupakan “tanda kelemahan”.

“Ini kehilangan kekuatan, Israel selalu bangga bisa menargetkan kamar tertentu di apartemen tertentu di lantai tertentu dan mengebomnya. Tapi Israel melakukannya karena bisa, dan tidak ada yang menghentikannya,” katanya.

Orang ‘Israel’ hanya tahu sedikit tentang Gaza, lanjutnya, dan sangat senang karena tidak tahu apa-apa tentang itu.

“Gambar dan laporan yang mereka lihat dari Gaza tidak menyertakan penderitaan,” jelas Levy.

“Ini dilakukan dengan sengaja, bukan karena sensor. Semua orang memiliki penyangkalan yang sama. Kami semua tidak ingin melihatnya dan media membantu kami untuk tidak melihatnya dengan tidak menunjukkannya kepada kami.”

Warga Tasik Kumpulkan Rp 170 Juta untuk Palestina, Bikers Subuhan Sumbang Berlian

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Dalam aksi solidaritas Palestina yang digelar Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) pada Jumat (21/5/2021), berhasil terkumpul dana sebesar Rp. 170 juta lebih.

“Untuk sementara sudah terkumpul Rp 170 juta, karena donasi masih masuk dan belum semua dihitung,” kata Sekjen Almumtaz, Abu Hazmi kepada Jurnis.

Penggalangan dana dilakukan dengan cara lelang yang dimulai dari nilai Rp. 20 juta.

Dalam penawaran pertama, komunitas Bikers Subuhan Priangan Timur berdonasi sebesar Rp 30 juta dalam bentuk berlian senilai Rp 20juta dan uang tunai Rp 10 juta.

Penggalangan dana juga dilakukan dengan cara menyebar kotak infaq dan melalui rekening.

Donasi akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Hilmi, dan World Humanitarian Care (WHC).

Selain penggalangan dana, Abu Hazmi juga mengajak warga Tasikmalaya untuk melakukan aksi boikot produk Israel sebagai bentuk perlawanan terhadap Zionist Israel.

“Kami menyeru untuk memboikot produk-produk Yahudi dan persatuan umat sera perlawanan sebagai salah satu solusi kemerdekaan dan pembebasan Palestina dan Al-Quds,” tegasnya.

Aksi solidaritas warga Tasikmalaya untuk Palestina bertajuk #TasikUsik2 “Dari Tasikmalaya untuk Palestina ini diikuti oleh puluhan ribu massa. Dalam aksinya mereka juga menggelar longmarch mengelilingi pusat Kota Tasikmalaya dan doa bersama.

Ribuan Massa Ikuti Aksi #TasikUsik2 Dari Tasikmalaya untuk Palestina

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ribuan warga Tasikmalaya menggelar aksi solidaritas untuk Palestina di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat (21/5/2021). Aksi yang dikoordinatori oleh Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) ini bertajuk “Tasik Usik 2: From Tasikmalaya For Palestine”.

Koordinator lapangan aksi tersebut, Ustaz Hilmi Afwan mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas umat Islam di Tasikmalaya kepada Palestina. Sedikitnya, kata dia, terdapat 65 organisasi yang mengkuti aksi tersebut, dengan estimasi massa lebih dari 10 ribu orang.

Selain melalukan orasi di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, para peserta aksi itu juga melakukan long march keliling Kota Tasikmalaya. Sepanjang rute longmarch, warga tampak antusias menyaksikan. Mereka membagikan makanan dan minuman kepada peserta aksi. Tak sedikit juga yang berdonasi untuk Palestina melalui kotak-kotak amal yang dibawa oleh panitia.

“Kita ingin memberi dukungan moril kepada para pejuang di sana. Karena Al Aqsa bukan hanya milik umat Islam di sana, tapi juga milik seluruh umat Islam dunia,” kata ustaz Hilmi.

Menurut nya, saat ini umat Muslim dunia sudah mulai bersatu mengutuk penjajahan yang dilakukan Israel kepada Palestina. Buktinya, kata dia, Israel mulai melakukan gencatan senjata.

Sementara itu, Pembina Almumtaz, KH Aminudin Bustomi mengatakan, aksi dukungan kepada Palestina bukan hanya urusan umat Islam. Menurut dia, tak perlu menjadi Muslim untuk memberikan dukungan kepada Palestina.

“Kita sebagai manusia cukup untuk mendukung Palestina. Sebab yang terjadi kepada Palestina adalah bentuk kezaliman. Apapun bentuk kezaliman, kita tak boleh diam,” ujar lelaki yang juga menjabat sebagai Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya itu.

Salah satu bentuk dukungan kepada Palestina yang bisa dilakukan di Tasikmalaya adalah melakukan aksi solidaritas. Selain itu, dukungan juga bisa dilakukan dengan melakukan sedekah untuk warga Palestina.

Ia menyayangkan, saat ini banyak informasi yang melemahkan semangat juang warga Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Padahal dalam konstitusi Indonesia sudah jelas disebutkan, kemerdekaan hak segala bangsa.

Menurut kiai Aminudin, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, sudah seharusnya masyarakat mendukung kemerdekaan Palestina. Apalagi, hubungan antara Indonesia dan Palestina sudah terjalin dengan lama. Bahkan, Palestina disebut memiliki jasa besar terhadap kemerdekaan Indonesia.

“Bangsa ini mesti disadarkan, hubungan Indonesia dan Palestina sudah ada sejak jauh hari. Bahkan ada saudagar Palestina ketika itu yang mewakafkan uangnya membantu kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Di penghujung aksi, panitia mengumumkan total donasi yang berhasil dikumpulkan senilai Rp. 161 juta. Donasi tersebut akan disalurkan kepada masyarakat Palestina melalui lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT).