Habib Rizieq Dipolisikan, FMI Ajak Elemen Mahasiswa Islam Bersatu Bela Ulama

TANGERANG SELATAN (Jurnalislam.com) – Front Mahasiswa Islam (FMI) mengajak elemen mahasiswa muslim menggalang persatuan dan kekuatan untuk membela ulama menyusul dipolisikannya Habib Rizieq Syihab oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

“Mengajak semua elemen mahasiswa, khususnya mahasiswa Islam menggalang kekuatan dan menggalang persatuan antar organisasi mahasiswa Islam se-Indonesia, sebagai bentuk pembelaan terhadap ulama,” kata Ketua Front Mahasiswa Islam (FMI) Banten Luthfi Hasbi Hasbullah dalam pernyataan tertulis, Selasa (27/12).

Luthfi juga mengajak semua elemen mahasisiwa Islam antara lain HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), PII (Pelajar Islam Indonesia) untuk ikut mengawal pelaporan yang dilakukan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Di samping itu dia juga mengimbau agar mahasiswa tetap menjaga persatuan NKRI.

“Mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk ikut serta dalam membela kehormatan ulama, habaib, ustadz dan seluruh tokoh agama Islam,” tandas Luthfi.

PMKRI melaporkan Habib Rizieq Syihab ke Polda Metro Jaya pada Senin (26/12). Imam Besar Front Pembela Islam itu dilaporkan atas tuduhan penistaan agama Kristen.

Menurut Katua PMKRI Angelius Wake Kako laporan itu dibuat berdasarkan pernyataan Habib Rizieq saat ceramah di Pondok Kelapa pada tanggal 25 Desember 2016. Dalam kesempatan itu Habib Rizieq mengatakan ‘Kalau tuhan itu beranak, terus bidannya siapa?’

PMKRI melaporkan Habib Rizieq dengan pasal 156 dan 156a KUHP, sama dengan pasal yang dilanggar Ahok. Habib Rizieq juga dilaporakan dengan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Sumber: Kiblat.net

Ketua MPR RI: Hidayatullah Majukan Bangsa

BATAM (Jurnalislam.com) – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengapresiasi organisasi massa Hidayatullah yang telah memajukan bangsa dengan beragam kerjanya dan mengingatkan generasi muda Hidayatullah terus melanjutkan kiprah tersebut.

“Saya optimis pemimpin masa depan Indonesia dari Hidayatullah. Penampilannya santai, ceria, dan memancarkan aura kebersahajaan,” kata Zulkifli Hasan ketika berpidato membuka Musyawarah Nasional VI Syabab Hidayatullah di Kampus II Hidayatullah Jl Brigjen Katamso, Tanjung Uncang, Kota Batam, Selasa (27/12/2016).

Pada kesempatan tersebut Zulkifli memuji Hidayatullah yang berkiprah dakwah menebarkan Islam dengan prinsip rahmatan lil ‘aalamiin.

Zulkifli menerangkan, martabat bangsa tidak akan tercapai apabila umat masih meributkan perbedaan dalam masalah yang sebenarnya bukan menjadi persoalan utama. Karena itu ia mendorong semangat dakwah yang merangkul terus menjadi ciri khas Hidayatullah.

“Saya sepakat kita umat Islam meninggalkan perbedaan-perbedaan yang tidak mendasar yang hanya akan menguras energi kita. Jangan sesama muslim tawuran,” imbuhnya.

Zulkifli menambahkan, kalau dengan umat beragama lain saja kita bisa bersatu, dia yakin antar elemen ummat Islam juga bisa saling bersatu dan menepikan perbedaan-perbedaan yang ada. Ia mecontohkan, pada aksi 212 umat Islam bisa menampilkan aksi indah bermartabat karena diantara mereka saling mengedepankan saling penghargaan dan penerimaan.

Lebih lanjut Zulkifli mengatakan umat Islam harus terlibat memasuki alam demokrasi yang memungkinkan siapapun menjadi apapun yang diatur dalam konstitusi.

Sejalan dengan itu, sejatinya demokrasi melahirkan kesejahteraan bagi rakyat. Namun sayangnya, sebut Zulkifli, umumnya lahan tanah di Indonesia hanya dikuasi segelintir orang.

“Padahal dalam UUD 45 bahwa tanah dan kekayaan alam yang terkandung di negeri kita harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Inilah esensi demokrasi Pancasila,” tegasnya.

Dia mengingatkan pemuda Hidayatullah dapat mengambil peran lebih luas dalam membangun bangsa ke depan dengan memasuki ceruk yang lebih luas seperti kewirausahaan.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan umat Islam harus mandiri dengan ekonomi yang kuat. Kalau ekonomi kuat, umat akan maju. Lanjut dia, apabila pemuda tidak siap berkompetisi, maka ia bisa menjadi kuli di negeri sendiri.

“Syabab Hidayatullah harus mengerti entrepreneuer. Kejayaan Islam mudah-mudahan dari Indonesia, dan kejayaan Indonesia tercinta ini dari Hidayatullah,” harapnya di hadapan ratusan hadirin.

Pembukaan Munas VI Syabab Hidayatullah ini turut dihadiri Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Naspi Arsyad dan sejumlah tokoh diantaranya Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq, Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro, sejumlah anggota DPRD, Ketua Hidayatullah Batam KH Jamaluddin Nur dan anggota DPD RI Muhammad Asri Anas yang juga mengisi acara sosialisasi empat pilar kebangsaan dalam rangkaian acara Munas tersebut.

Sumber: Pers Rilis Hidayatullah

Sinergi Foundation Tegaskan Bantuan Diterima Pengungsi Suriah

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Sinergi Foundation (SF) tegaskan bantuan yang dikirim bersama Indonesia Humanitarian Relief (IHR) dan IHH (İnsan Hak ve Hürriyetleri İnsani Yardım Vakfı), diterima pengungsi Suriah. Demikian yang disampaikan Ketua Dewan Pembina SF, KH. Prof. Miftah Faridl atas tudingan yang beredar di dunia maya.

“Tidak benar bahwa penyaluran bantuan tidak sampai kepada sasaran,” ucap KH. Prof. Miftah Faridl kepada Islamic News Agency (INA) di Bandung, Senin (27/12/2016).

“Amanah kemanusiaan untuk rakyat Suriah dilakukan bersama IHH, lembaga kemanusiaan yang sangat kredibel di Turki,” lanjutnya.

Ketua MUI Bandung ini menjelaskan bantuan tersebut dikirimkan di tiga pos layanan yatim kamp pengungsian wilayah Reihanly, Turki, Kamis (30/6/2016) waktu setempat.

Pertama, Pos Layanan Yatim Shafa, yang terdiri dari anak-anak yatim usia pra sekolah dan sekolah dasar. Kedua, Pos Layanan Yatim Halimah Sa’diyyah, yang berisi anak-anak balita sekira 40 orang, dan diasuh oleh 14 halimah. Kemudian, Pos Layanan Yatim Ikrimah, yang hanya berisi anak-anak perempuan, mulai usia balita sampai remaja 15 tahun. Pos Ikrimah diasuh oleh 20 pengasuh.

“Pos-pos layanan yatim ini, selain dijadikan tempat tinggal, juga difungsikan sebagai tempat belajar. Pengajaran dikhususkan pada kajian keagamaan dan Al Qur’an,” terang guru besar ITB ini.

Prof. KH. Miftah Faridl berpendapat, penyebarluasan informasi di dunia maya hanya berdasar sepenggal informasi, tidak melakukan proses konfirmasi dan verifikasi merupakan bagian dari teror terhadap kemanusiaan.

“Upaya teror ini, dilakukan dengan mendiskreditkan, bahkan cenderung menargetkan pembunuhan karakter lembaga kemanusiaan yang selama ini bersama-sama ormas Islam, ulama, dan aktivis kemanusiaan menggalang semangat berbagi,” kata KH. Prof. Miftah.

“Teror ini dilakukan oleh pihak-pihak yang bersuka cita di atas penderitaan rakyat Suriah. Mereka tak ingin, air mata rakyat Suriah mengetuk nurani kemanusiaan kita,” pungkasnya.

Reporter : Aghniya Ilma Hasan/INA

Pernyataan Sikap IHR Terkait Fitnah dari Media dan Aktivis Pro Syiah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sehubungan dengan beredarnya fitnah yang dialamatkan kepada Indonesian Humanitarian Relief Foundation (IHR) bahwa bantuan kami tidak diberikan kepada rakyat Aleppo, maka kami menilai tuduhan ini adalah tudingan serius. Dengan ini, IHR menyatakan sikap:

1. Melihat polanya, arus fitnah ini tampaknya bukan barang baru. Upaya propaganda ini dilakukan oleh pihak-pihak yang memang sejak awal tidak ingin nestapa warga Suriah terdengar mengetuk hati nurani warga Indonesia.
Caranya dilakukan dengan berbagai pola, salah satunya adalah membunuh karakter NGO-NGO kemanusiaan yang selama ini bersama-sama ormas Islam, ulama, dan aktivis kemanusiaan menggalang semangat berbagi.

2. Tuduhan IHR tidak menyalurkan untuk warga Suriah jelas tuduhan fitnah dan tidak benar. Pihak-pihak yang melakukan propaganda ini hanya menyandarkan kepada satu potongan berita, tanpa mau melihat informasi secara utuh. Padahal bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Suriah kami lakukan dengan bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan yang sangat kredibel di Turki, yakni İnsan Hak ve Hürriyetleri İnsani Yardım Vakfı atau dikenal dengan nama IHH. IHH adalah organisasi lembaga kemanusiaan internasional yang telah diakui oleh PBB. Dalam kiprahnya, IHH pernah menjadi inisiator konvoi kemanusiaan Freedom Flotilla menuju Gaza, Palestina, yang diikuti lembaga dan aktivis kemanusiaan dunia.

3. Adalah kewajiban semua kaum Muslim membantu saudaranya di dunia yang sedang menderita dan pengalami penindasan. Sebab adalah wujud kemanusiaan Universal dalam Islam. Kami menilai tudingan ini adalah bagian dari upaya melemahkan semangat kemanusiaan masyarakat Indonesia untuk membantu sesama saudaranya di Suriah.
Namun tidak semua usaha kemanusiaan masyarakat Indonesia terhadap masyarakat Suriah ini disukai oleh pihak-pihak tertentu yang memang sejak lama berupaya menutup-nutupi fakta krisis kemanusiaan dan kekejaman yang terjadi di Suriah.

4. IHR adalah lembaga yang didirikan para aktivis kemanusiaan dari banyak elemen umat. Dengan membawa-bawa nama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), kelompok penfitnah – yang diduga jejaring gerakan Pro Rezim Bashar al Assad di Indonesia ini – ingin berusaha melakukan usaha memecah ukhuwah umat Islam yang saat ini sedang solid.

5. Jika pihak-pihak penebar fitnah tersebut tidak menghentikan tuduhannya setelah pernyataan resmi kami ini, maka kami akan ambil langkah hukum terhadap para penebar fitnah tersebut.[]

Bantuan Suriah Difitnah, Sinergi Foundation: Teror Dunia Maya dan Ujian Kemanusiaan Kita

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Air mata rakyat Aleppo belum juga surut, beredar fitnah terhadap Lembaga- Lembaga Kemanusiaan yang selama ini giat menggalang kepeduliaan atas derita rakyat sipil korban perang di tanah lahir para nabi itu.

Kabar yang beredar di dunia maya itu, menuding bantuan kemanusiaan tidak sampai ke sasaran, korban perang.

Sinergi Foundation (SF) dan Indonesia Humanitarian Relief (IHR) di antara Lembaga Kemanusiaan yang disebut-sebut dalam fitnah itu. Karenanya, sebagai lembaga milik publik, penting kiranya bagi SF untuk mengklarifikasi sekaligus menyampaikan pernyataan sikap, sebagai berikut:

1. Adalah benar bahwa dalam hal penyaluran kepedulian untuk Suriah, SF menggandeng Indonesia Humanitarian Relief (IHR) pimpinan Ustadz Bachtiar Nasir, yang bermitra dengan IHH (Insani Yakdim Vakhfi) NGO kemanusiaan terbesar di Turki.

Proses pemberangkatan tim kemanusiaan pun digelar secara transparan dalam sebuah gelaran konferensi pers bersama, yang mengundang media massa, pada Jumat 24 Juni 2016, di AQL Center, Tebet, Jakarta Selatan.

2. Adalah tidak benar bahwa penyaluran bantuan tidak sampai kepada sasaran. Amanah kemanusiaan untuk rakyat Suriah dilakukan bekerjasama dengan IHH (İnsan Hak ve Hürriyetleri İnsani Yardım Vakfı), lembaga kemanusiaan yang sangat kredibel di Turki. IHH adalah organisasi lembaga kemanusiaan internasional yang telah diakui oleh PBB. Dalam kiprahnya, IHH pernah menjadi inisiator konvoi kemanusiaan Freedom Flotilla menuju Gaza, Palestina, yang diikuti lembaga dan aktivis kemanusiaan dunia.

Bersama dengan Indonesia Humanitarian Relief (IHR) yang menggandeng IHH, Sinergi Foundation salurkan bantuan di kamp pengungsian wilayah Reihanly, Turki, Kamis (30/6/2016) waktu setempat.

Bantuan terdistribusi di 3 Pos Layanan Yatim di Reihanly yang menampung anak-anak, mulai dari balita sampai remaja usia 15 tahun di Reihanly. Pertama, Pos Layanan Yatim Shafa, yang terdiri dari anak-anak yatim usia pra sekolah dan sekolah dasar.

Kedua, Pos Layanan Yatim Halimah Sa’diyyah, yang berisi anak-anak balita sekira 40 orang, dan diasuh oleh 14 halimah. Kemudian, Pos Layanan Yatim Ikrimah, yang hanya berisi anak-anak perempuan, mulai usia balita sampai remaja 15 tahun.

Pos Ikrimah diasuh oleh 20 pengasuh. Pos-pos layanan yatim ini, selain dijadikan tempat tinggal, juga difungsikan sebagai tempat belajar. Pengajaran dikhususkan pada kajian keagamaan dan Al Qur’an.

3. Penyebarluasan informasi di dunia maya yang hanya berdasar sepenggal informasi, dengan tidak melakukan proses konfirmasi dan verifikasi adalah bagian dari teror terhadap kemanusiaan. Upaya teror ini, dilakukan dengan mendiskreditkan, bahkan cenderung menargetkan pembunuhan karakter lembaga kemanusiaan yang selama ini bersama-sama ormas Islam, ulama, dan aktivis kemanusiaan menggalang semangat berbagi. Teror ini dilakukan oleh pihak-pihak yang bersuka cita di atas penderitaan rakyat Suriah. Mereka tak ingin, air mata rakyat Suriah mengetuk nurani kemanusiaan kita.

4. Kemanusiaan adalah panggilan nurani berlandas iman yang kokoh. Yang tak mudah goyah oleh teror dalam bentuk apapun. Bahwa kewajiban kaum beriman membantu sesamanya di sudut-sudut dunia yang terdera nestapa. Maka kami mengajak segenap insan peduli, untuk merapatkan barisan, melawan “Teror Kemanusiaan” yang tengah terjadi, dengan mencermati dan menelaah arus informasi yang silih berganti datang, sebelum kemudian menjadikannya sebagai rujukan kebenaran. Sehingga daya dan semangat berbagi, tak akan lekang tergerus fitnah teroris kemanusiaan.

5. Sinergi Foundation (SF) sendiri adalah Lembaga Pengelola Wakaf, Zakat dan Infak-Sedekah yang concern di ranah Sosial – Pemberdayaan masyarakat lemah, termasuk isu-ius kemanusiaan. Berkiprah sejak tahun 2002, beberapa program masterpiece SF yang telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat antara lain: Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC), Taman Wakaf Pemakaman Muslim “Firdaus Memorial Park” (FMP), Lumbung Desa (LD), Green Kurban dan beberapa lainnya.

RBC misalnya. 12 Tahun berkiprah (2004-2016), RBC telah menjadi saksi kelahiran hampir 7000 bayi dari keluarga kalangan dhuafa.

Adapun Firdaus Memorial Park, adalah salah satu inovasi program Wakaf di bidang layanan pemakaman, yang menjawab masalah keterbatasan lahan, serta mahalnya biaya pemakaman di perkotaan. Mengusung tagline “Asri, Nyaman, Ramah Lingkungan dan Sesuai Syariah”, hingga kini sudah 70 Jenazah dari kalangan Wakif (Pewakaf) dan kalangan dhuafa yang dimakamkan Taman Wakaf Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park.

Di ranah kemanusiaan, SF turut serta menggalang kepedulian, antara lain: Tsunami Aceh (2004), Gempa Jogja (2006), Tsunami Pantai Selatan (2006), Gempa Nepal, Banjir Pantura, Derita Muslim Rohingya, Palestina, Suriah dan belahan dunia Islam lainnya.

Demikian klarifikasi cum pernyataan sikap kami, Sinergi Foundation. Semoga Allahu Ta’ala berkenan melindungi kita dari fitnah keji teroris kemanusiaan.

Wassalamualaikum warahmatullah
Prof. Dr. KH. Miftah Faridl
(Ketua Dewan Pembina)

Fitnah Lembaga Kemanusiaan, KH. Ahmad Fauzi Tijani: Syiah Lakukan Teror

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemberitaan sejumlah media dan aktivis pro Syiah terhadap lembaga kemanusiaan Indonesian Humanitarian Relief (IHR) Foundation mulai mendapat perhatian kalangan ulama.

Ulama Madura, KH. Ahmad Fauzi Tijani, menyatakan, tudingan IHR tidak memberikan bantuan kepada teroris adalah fitnah.

“Dengan adanya Kelompok syiah di Indonesia yang mulai menyebar fitnah setelah jatuhnya Aleppo ke tangan Rezim Tirani Bassar Assad, mereka memfitnah bahwa bantuan kemanusiaan yang diberikan lembaga-lembaga kemanusiaan Indonesia diberikan kepada teroris,” ujar pengasuh pondok pesantren Al Amien, Prenduan, Madura ini seperti dilansir Islamic News Agency, Selasa (27/12/2016).

Lebih lanjut Kyai kesohor di Madura ini menyoroti subjektifitas kalangan Syiah dalam mendefinisikan istilah teroris. Menurutnya, Syiah akan selalu menyematkan gelar teroris bagi kelompok yang kontra dengan Rezim Syiah Nushairiyyah di Suriah.

“Maka menurut saya justru sikap memfitnah dari kelompok Syiah itu yang dikategorikan sebagai sikap teror terhadap kemanusiaan dan tidak berkemanusiaan. Bahkan dalam perang sekalipun ada hukum positif internasional dan hukum Islam yang melindungi golongan yang lemah dan memiliki hak mendapatkan bantuan kemanusiaan,” terang Kyai yang juga Ketua Akselerasi Pegiat Ekonomi Syariah ini.

Seperti diketahui, sejumlah media dan akun pro Syiah menerangkan IHR telah memberikan bantuan kemanusiaan kepada teroris, bukan pada rakyat.

Sementara itu, dalam pemberitaan Euronews yang menjadi sandaran situs yang melakukan fitnah tersebut, disebutkan, bantuan kemanusiaan tersebut hendak diberikan kepada warga sipil namun diduga masih disita faksi Jaysul.

Masih dilansir Euronews, menurut kantor HAM PBB distrik al-Kalasa adalah salah satu wilayah di mana pasukan rezim Suriah dituntut karena dengan sengaja menembak mati rakyat sipil.

Reporter: PZ/IslamicNewsAgency (INA)

‘Penolakan Eksepsi Ahok Untungkan Umat Islam’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Salah seorang hadirin dari Forum Umat Islam (FUI) Jakarta, Ahmad Sofyan yang mengikuti sidang ketiga terdakwa kasus penistaan agama menyatakan, penolakan eksepsi Ahok jelas menguntungkan umat Islam sebagai pelapor.

“Dari sudut pandang umat Islam yang melaporkan Ahok, jelas menguntungkan,” katanya kepada Jurniscom seusai persidangan di PN Jakut, Selasa (27/12/2016).

Yang jelas, kata Sofyan, secara telak majelis menyatakan menolak eksepsi dari terdakwa dan kuasa hukumnya.

“Dan menerima Jublik dari penuntut umum untuk melanjutkan ketahap selanjutnya, yakni pemeriksaan saksi-saksi,” ujar pria paruh bayah itu.

Lebih dari itu, pria dengan ikat kepala merah bertuliskan FUI itu berharap Ahok segera dihukum 5 tahun penjara.

“Saya berharap dia dihukum, selama-lamanya 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar

Jawara Betawi: Saksi Kasus Ahok Harus Berikan Keterangan Murni, Tidak Direkayasa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Panglima Jawara Betawi, KH Basyir Bustomi mengimbau kepada saksi-saksi yang akan dipanggil, Selasa (3/1/2017) di Gedung Tani, Pasar Minggu, Jaksel nanti untuk memberikan keterangan yang sebenarnya dan tidak merekayasa keterangan.

“Berikan keterangan sebenar-benarnya yang sesuai dengan hukum agama, pidana dan semuanya dalam kapasitas masing-masing,” terang Abah Basyir kepada Jurniscom di depan Plaza Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016).

“Tidak boleh ada rekayasa,” cetusnya lagi.

Dengan itu, kata Abah, aparat penegak hukum dapat mengambil sikap dengan adil, sesuai keterangan murni dari para saksi.

“Kita kan mencari keadilan, walaupun keadilan itu semu. Sehingga penegak hukum dapat mengambil sikap dengan adil,” tuturnya.

Sementara itu, Jawara Betawi akan terus mengawal perkara Ahok ini dengan mengamankan jalannya sidang.

“Kami dari Jawara Betawi bertugas untuk mengawal mengamankan sidang, supaya tidak ada kerusuhan, aman semuanya,” papar pria dengan cincin akik itu.

Lebih lanjut ia tetap optimis, aparat penegak hukum akan mempertimbangkan hati nuraninya dalam memutuskan perkara Ahok ini. Sehingga, keputusan adil akan tercapai.

“Saya husnudzon saja dan berharap banyak dengan aparat hukum yang memimpin sidang,” tutup pria berbaju merah khas betawi.

Reporter: Muhammad Fajar

FPI Jakarta: Saya Bersyukur Eksepsi Ahok Ditolak

JAKARTA (Jurnalislam.com) -Sekjen DPP FPI DKI Jakarta, Novel Bamukmin mengungkapkan rasa syukurnya atas ditolaknya nota keberatan (eksepsi) terdakwa kasus penisataan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Seluruh eksepsi Ahok ditolak Majelis Hakim pada lanjutan sidang yang digelar di PN Jakarta Utara, Selasa (27/12/2016) pagi ini.

“Saya bersyukur dan mengapresiasi keputusan Majelis Hakim,” katanya kepada wartawan seusai persidangan ketiga di PN Jakut ditutup.

Ia menilai, itu adalah keputusan tepat dari Majelis Hakim. Sebab, semua bukti sudah tersedia.

Meski begitu, keputusan Majelis Hakim yang akan menggelar persidangan selanjutnya di Gedung Pertanian, Pasar Baru, Jakarta Selatan pekan depan dinilai berlebihan.

“Hanya kasus Ahok yang diistimewakan, yang lain tidak,” imbuhnya.

Sebelumnya, ada empat keputusan Majelis Hakim hari ini. Keberatan terdakwa tidak dapat diterima, surat dakwaan penuntut umum sah menurut hukum, melanjutkan pemeriksaan kasus dakwaan penistaan agama dan menangguhkan biaya perkara sampai menanti putusan hakim.

Reporter: Muhammad Fajar

Lemah Secara Hukum, Eksepsi Ahok Ditolak

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah resmi menolak nota keberatan (eksepsi) terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Dengan itu kami memutuskan menolak esepsi atau nota keberatan yang dimohonkan terdakwa beserta kuasa hukumnya,” tegas Ketua Majelis Hakim, Dwiarso Budi Santiarto di PN Jakarta Utara, pagi ini, Selasa (27/12/2016).

Keputusan itu dipilih oleh 5 anggota majelis hakim karena nota keberatan yang ditujukan lemah hukum dan dapat dibantah langsung oleh penuntut umum.

Namun, Majelis Hakim tetap menangguhkan peradilan dan akan melanjutkan persidangan pada 3 Januari 2017 mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Terdakwa Ahok diberikan kesempatan dengan Majelis Hakim untuk mengajukan keberatan atau penyampaian pendapat. Meski begitu, Ahok terlihat terdiam dan pasrah beserta pasukan kuasa hukum pimpinan Tri
Moeljadi itu.

Sementara itu, pihak penuntut umum mengapresiasi keputusan yang dirumbukkan majelis hakim sejak Kamis (22/12/2016) itu.

“Kami mengapresiasi keputusan hakim dan akan melanjutkan ke tahap pemeriksaan saksi,” ujar salah perwakilan penuntut umum.

Reporter: Muhammad Fajar