Aliansi Merah Putih Minta Pemerintah RI Fasilitasi Penyaluran Bantuan Untuk Suriah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aliansi Merah Putih Peduli Suriah mendatangi Kedutaan Besar Suriah untuk Indonesia di Kuningan, Jakarta, Jumat (7/4/2017). Mereka mengutuk serangan gas beracun oleh rezim Syiah Bashar Assad kepada rakyat Idlib beberap waktu lalu.

Dalam kesempatan itu mereka menyampaikan pernyataan sikap, diantaranya mendesak Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan pernyatan sikap mengutuk tragedi HAM berat di Suriah.

“Mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Suriah yang menjadi korban kekerasan Basyar Assad,” tegas koordinator Aksi, Nurdin.

Aliansi Merah Putih juga menyeru masyarakat Indonesia untuk memanjatkan doa dan mengulurkan bantuan kemanusiaan untuk meringankan penderitaan warga Suriah.

Selanjutya, merka meminta PBB untuk segera melakukan tindakan nyata menghentikan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan rezim Basyar Asad dan negara-negara lain yang terlibat dalam pembantaian rakyat sipil di Suriah.

“Menuntut PBB segera memberikan sanksi kepada rezim Basyar Asad dan negara-negara yang terlibat dalam pembantaian rakyat sipil Suriah sekalipun negara-negara tersebut anggota Dewan Keamanan PBB,” tegas Nurdin.

Akibat serangan gas beracun itu ratusan orang tewas dan lima ratusan lainnya terluka, termasuk anak-anak akibat serangan biadab ini. Serangan gas klorin yang dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur milik Rezim Bashar ini dinilai sebagai yang serangan terburuk dalam perang enam tahun di wilayah Idlib.

Menurut Kepala Direktorat Kesehatan Idlib, Munzir Khalil, hampir semua instalasi kesehatan diserang. Bahkan rumah sakit pusat yang telah mengobati 30.000 warga Suriah setiap bulan juga dihancurkan oleh rezim.

Reporter: Zuhal

Warga Jogja Antusias Ikuti Bincang Buku JIB Perjuangan yang Dilupakan

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Ratusan orang memadati acara bincang buku bertajuk sejarah yang digelar Penerbit Pro U Media pada acara Jogja Islamic Fair Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) baru-baru ini. Acara ini menghadirkan penulis buku ‘Perjuangan yang Dilupakan’, Rizki Lesus dan pembedah anggota Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Yogyakarta Dr. Okrisal Eka Putra.

Penulis buku ‘Perjuangan yang Dilupakan’ Rizki Lesus menjelaskan latar belakang buku tersebut lahir, termasuk ada segelintir tudingan seperti umat Islam anti NKRI, Pancasila bahkan berbuat makar. “Padahal, sejarah berkata bahwa salah satu pihak yang berjuang menegakkan agama dan juga kemerdekaan adalah umat Islam yang dipimpin para ulama,” kata pendiri komunitas Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) ini.

Karenanya, Rizki bersama kawan-kawannya di komunitas JIB dengan laman jejakislam.net terus menyuarakan peran umat Islam yang terkesan terlupakan dalam penulisan sejarah nasional. Sedangkan Dr. Okrisal mengapresiasi buku Perjuangan yang DIlupakan sebagai ikhtiar untuk merawat ingatan perjuangan umat Islam.

“Karena kalau tidak kita tulis pasti hilang dan terlupa. Seperti kasus Supersemar, itu sampai sekarang tidak jelas. Kita harus belajar dari sejarah, pun dengan sejarah sekarang seperti Aksi-aksi Bela Islam itu harus ditulis, karena akan menjadi sejarah di masa yang akan datang,” tegasnya.

Dalam sesi tanya jawab, hadirin terlihat sangat antusias dengan banyaknya penanya dalam bincang buku ini. “Buku ini menjadi pengingat kita bahwa sangat besar peran umat Islam, dan sekarang bagaimana kita melanjutkan perjuangan mereka,” kata Dr. Okrisal.

Sumber: Rilis JIB

Soal Tuduhan Makar, MUI Masih Menunggu Penjelasan Kepolisian

CILEGON (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ma’ruf Amin meminta kepolisian untuk segera menjelaskan dasar tuduhan makar terhadap Sekjen Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad Al Khaththath.

“MUI sekarang menunggu alasan kepolisian menangkap itu apa? Yang dituduhkan makar itu buktinya mana? Apa saja?” katanya kepada wartawan di kampus Al Khairiyah, Cilegon, Jumat (7/4/2017).

Tuduhan Makar Dinilai Sebagai Bukti Buruknya Kondisi Pemerintahan Saat Ini

“Tanggapan para ahli bagaimana? Sesuai ketentuan hukum di Indonesia bagaimana terkait makar ini,” sambungnya.

Ia menegaskan, jika para aktivis Islam yang ditangkap terkait tuduhan makar itu terbukti, Kiayi Ma’ruf akan menerima sesuai ketentuan yang berlaku.

“Tapi jika tidak, baru kita minta tanggapan ahli dan memberikan pernyataan sikap,” tegasnya.

Kendati demikian, ia tetap mengimbau kepada umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Sebab, hal itu dapat memicu tindakan pelanggaran yang dapat menjerat umat.

Reporter: Muhammad Fajar

MUI Minta Pemerintah Indonesia Desak PBB Hukum Bashar Assad

CILEGON (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ma’ruf Amin mengecam tindakan keji rezim Suriah yang menyerang warga sipil dengan senjata kimia. Menurutnya, serangan itu adalah pembunuhan massal, layaknya membombardir ikan di lautan.

“Ini bentuk pembunuhan massal, senjata kimia kan dilarang, ini merusak. Kaya ikan ditangkep pakai bom, abis semua. Anak kecil, perempuan, dewasa, semua kena,” katanya kepada Jurniscom di kampus Al Khairiyah Cilegon, Jumat (7/4/2017).

Oleh sebab itu, ia mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah strategis, mendesak PBB untuk menghukum dan mengambil tindakan.

Kecam Serangan Kimia, DPR Desak Pemerintah Galang Dukungan Hentikan Konflik Suriah

”Kami juga mendesak pemerintah Indonesia untuk melakukan pembelaannya di kancah PBB, memberikan usulan melalui birokrasinya untuk segera PBB menindak dan menghukum rezim Suriah ini,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pada Selasa (4/4/2017) rezim Syiah Bashar Assad menyerang warga pedesaan Kefrayah dan Fouah daerah Idlib dengan gas beracun. Ratusan orang meninggal kebanyakan anak-anak. Dunia pun mengecam serangan terlarang itu.

Reporter: Muhammad Fajar

Diskusi Arab Indonesia dalam Zaman

Yuk hadir diskusi

Arab Indonesia Dalam Zaman

Lokasi :

? Masjid Abubakar Ash Shiddiq – Otista Raya, Cawang, Jakarta Timur

? Minggu, 9 April 2017

⌚ 8.30 WIB s/d 12:00 WIB
Pembicara :

? Nabiel Hayaze’ نبيل هيازع
Penulis dan pemerhati sejarah Hadharim

? Abdallah Batarfie
Pemerhati sejarah dan Tokoh pemuda Al-Irsyad

Narahubung :

☎ Abdullah Elly :
081288805494 (WA)
089622998522 (Call Only)

Penyelenggara :

STUDY & RESEARCH CENTER OF ARAB DESCENTS IN INDONESIA

www.menaracenter.org

GRATIS!!!

Let’s join us !

Dituding Radikal, Puluhan Orang Tolak Rencana Kedatangan HRS di Masjid Sunan Ampel Surabaya

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 30 orang yang menamakan diri Solidaritas Aktivis Surabaya (SAS) mendatangi Kapolsek Semampir, Kota Surabaya, Jumat (7/4/2017). Mereka menyampaikan penolakannya atas rencana kedatangan Habib Rizieq Syihab (HRS) ke Masjid Sunan Ampel Surabaya 11 April mendatang.

SAS menilai, kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam itu akan mengganggu kondusifitas Kota Surabaya.

“Masjid Ampel merupakan salah satu wisata religi jangan di jadikan sebagai ajang penyampaian ajaran radikalisme,” katanya Koordinator SAS, Udin di Kantor Polsek Semampir.

Udin juga menuding Habib Rizieq sebagai tokoh radikal yang telah memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat Surabaya.

“Sebagai warga Surabaya harus menyelematkan Ampel sebagai wisata religi bukan tempat radikalisme. Kami tidak anarkis akan tetapi menolak Habib Rizieq Syihab karena track recordnya sudah diketahui sehingga kami komunitas aktivis surabaya menolak kedatangan Habib Rizieq,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Semampir, Kompol Ketut Madya mengatakan, pihaknya akan menyampaikan keberatan yang disampaikan SAS ke Polres Tanjung Perak.

“Surat keberatan kami terima dan akan kami sampaikan ke Kapolres Tanjung perak untuk menindaklanjutinya,” ujarnya.

Habib Rizieq dijadwalkan mengisi Tabligh Akbar ‘Merajut Ukhuwah, Menegakkan Syariah Dalam Bingkai NKRI’ di Masjid Ampel Surabaya pada 11 April mendatang. Tabligh Akbar itu sendiri digagas oleh FPI Kota Surabaya dan Yayasan Masjid Sunan Ampel Surabaya.

Reporter: Yan Aditya

Dipaksa Masuk Kristen oleh Sang Ayah, Wanita Ini Mantap Bersyahadat Dibawah Bimbingan Dr. Dzakir

PONOROGO (Jurnalislam.com) – Seorang wanita peserta ceramah Dzakir Naik di kampus Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor bulat untuk mengucapkan bersyahadat, Selasa (4/4/2017). Keputusan itu diambil setelah pertanyaannya terkait keraguannya atas agama yang ia anut saat itu dijawab dengan tegas dan jelas oleh Dzakir Naik.

Meskipun dia terlahir sebagai seorang muslim, akan tetapi pada saat ia berusia 8 tahun sang ayah memaksanya untuk masuk kristen. Meski telah dibaptis, wanita itu mengaku tidak pernah ke Gereja sebab iya masih meyakini bahwa dia adalah muslim.

“Saya tidak pernah ke gereja juga belum pernah shalat. Saya tidak tahu apakah saya ini seorang Kristen atau Muslim,” tuturnya.

Wanita itu juga mengungkapkan semua keraguannya tentang agama dan tujuan Allah menciptakan manusia. Setelah dijawab dengan panjang lebar oleh Dzakir Naik, wanita itu pun mantap mengucapkan dua kalimat syahadat dibawah arahan langsung Dr. Dzakir Naik.

Sebelumya, Dr. Dzakir Naik merasa prihatin atas kondisi yang dialami oleh wanita itu. Ia mengatakan, umat Islam Indonesia yang mayoritas harusnya merasa malu karena tidak bisa berbuat apa-apa terhadap seorang wanita muslim yang dipaksa masuk Kristen.

“Ashamed on you,” katanya.

Sedikitnya sebanyak 20.000 peserta yang menghadiri dalam acara kuliah internasional Dr. Zakir Naik. Baik dari Ummat Islam itu sendiri maupun dari mereka para pemeluk agama lain diluar Islam.

Reporter: Yan Aditya

Allah SWT Akan Menghancurkan dan Mencabut Berkah dari Negeri yang Dipenuhi Kedzaliman

SOLO (Jurnalislam.com) – Sudah menjadi sunnatullah (ketentuan Allah SWT) bahwa kedzaliman hanya akan melahirkan kehancuran. Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Jama’ah Ansharusy Syari’ah, Abdul Rochim Ba’asyir menanggapi berbagai kedzaliman penguasa terhadap umat Islam.

“Semakin besar kedzalimannya semakin dekat pula kehancurannya. Sebab itu sudah menjadi sunatullah bahwa kedzaliman hanya akan membawa kehancuran,” kata pria yang karib disapa Ustadz Iim ini kepada Jurniscom, Kamis (6/4/2017) seraya mengutip sebuah ayat dalam Al Qur’an surat Al Isra ayat ke 16.

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta’ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

Selain itu, Ustadz Iim menjelaskan bahwa Allah SWT akan mencabut berkah dari sebuah negeri yang sudah terlalu banyak melakukan kedzaliman.

“Maka terjadilah kepada negeri tersebut sunatullah, bahwa negeri yang sudah terlalu banyak kedzaliman di dalamnya, terlalu banyak maksiat di dalamnya, terlalu banyak kerusakan di dalamnya, Allah SWT akan menghancurkan negeri tersebut dan mencabut berkah dari negeri tersebut,” tegasnya.

Ustadz Iim menyinggung kedzaliman yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap umat Islam yang menuntut keadilan. Ia mengatakan, umat Islam Indonesia harus waspada fenomena kedzaliman yang ditunjukkan oleh penguasa saat ini.

“Umat Islam juga tidak boleh banyak berharap pada pemerintah model seperti ini. Kita tidak akan mendapatkan pembelaan apapun dari mereka. Mereka justru akan semakin mendzalimi umat Islam. Umat Islam hanya akan digunakan pada saat mereka butuh saja. Maka jangan sampai tertipu,” imbuhnya.

Kembali kepada Syariat Allah dan para ulama

Oleh sebab itu, Ustadz Iim mengajak umat Islam untuk bermuhasabah diri dan meningkatkan keimanannya dengan mendekati para ulama.

‘Umat Islam harus kembali kepada syariat-Nya, kembali kepada Al Qur’an, kepada sunnah Rasulullah. Umat Islam harus muhasabah dan dekatilah para ulama, belalah mereka, maka dengan itu kekuatan umat Islam pasti akan kembali,” tegasnya.

Ia mengutip perkataan Umar Bin Khattab, radhiyallahu anhu, kepada pasukannya yang sedang berhadapang dengan pasuka Romawi yang dikenal kuat.

“Umar berkata, kemenangan kalian ada pada iman kalian dan ada pada kedekatan kalian kepada Allah. Jika kalian jauh dari Allah dan syariatNya maka kalian akan kalah oleh kekuatan mereka, kekuatan jumlah mereka, kekuatan ekonomi mereka,” pungkasnya.

Reporter: Ibnu Fariid

Kecam Serangan Kimia, DPR Desak Pemerintah Galang Dukungan Hentikan Konflik Suriah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Anggota DPR-RI Komisi 1, Dr. Sukamta mengecam keras serangan senjata kimia rezim Syiah Bashar Assad di daerah Khan Sheikhoun, Idlib, Suriah.

“Ini jelas serangan biadab yang secara sengaja menyasar rakyat sipil terlebih dilakukan dengan senjata kimia,” kata Sukamta dalam pernyataan tertulis kepada Jurniscom, Kamis (6/4/2017).

Menurutnya, kehadiran Rusia dan beberapa negara lainnya dalam perang Suriah membuat keadaan semakin buram. Oleh sebab itu, Sukamta memandang PBB perlu menggelar sidang DK PBB untuk mengambil langkah-langkah darurat melakukan investigasi terhadap penggunaan senjata kimia tersebut.

“Perlu diungkap secara jelas siapa pelaku kekejian dengan senjata kimia ini dan dihadapkan ke mahkamah internasional,” ujarnya.

Selain itu, sidang Majelis Umum PBB juga penting dilakukan untuk membuat resolusi penghentian konflik di Suriah. Sebab, dengan korban jiwa lebih dari 200 ribu jiwa dan lebih dari 4,5 juta menjadi pengungsi, Suriah merupakan tragedi kemanusiaan terburuk dalam era modern.

“Jika konflik tidak dihentikan, maka pelanggaran demi pelanggaran akan terus dilakukan dengan korban sipil terus berjatuhan,” jelas Sukamta.

Sukamta juga berharap pemerintah Indonesia dapat berperan lebih aktif menggalang dukungan berbagai negara untuk untuk penghentian konflik di Suriah dan secara khusus ikut mendesak PBB untuk selenggarakan Sidang Umum dengan agenda penghentian konflik di Suriah.

Reporter: Ibnu Fariid

DDII Jateng Bantu Gerakan Dakwah Keluarga Almarhum Siyono

KLATEN (Jurnalislam.com) – Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Jawa Tengah dan Lembaga Koordinasi Gerakan Taman Pendidikan Al Qur’an (LKG TPQ) Soloraya mendatangi keluarga almarhum Siyono di desa Brengkungan, Pogung, Cawas, Klaten, Rabu (5/4/2017). Kedatangan mereka untuk mendukung gerakan dakwah yang dirintis Siyono bersama sang istri, Suratmi.

Dalam kesempatan itu, perwakilan DDII Jateng, Abdul Wahab menyampaikan bahwa DDII ingin membersihkan stigma negatif masyarakat terhadap desa Brengkungan dan keluarga Siyono.

“Kita ingin memberi dukungan pada keluarga almarhum Siyono dan kampung Brengkungan agar stigma negatif hilang dan kami juga ingin berbagi sosial dengan warga,” jelasnya.

Hal itu pun disambut baik oleh Suratmi dan keluarga. Pasca kejadian yang merenggut nyawa suaminya, Suratmi merasa sebagian masyarakat sekitar mulai menjaga jarak dengan keluarganya. Kendati demikian, tak sedikit para pemuda di kampungnya menjadi lebih memakmurkan masjid.

“Kami ucapkan jazakumullohu khoiron karena mau berdakwah di wilayah kami, setelah kejadian itu kita juga merasa semakin dijauhi, namun alhamdulillah pasca kejadian justru para pemuda semakin sregep (giat) ke masjid, Masjid Muniroh ini kadang dipakai buat mabit,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Wagiyono yang juga ketua RT itu mengapresiasi upaya DDII. Dia mengatakan, dukungan DDII yang mewakili umat Islam Solo itu bisa menjadi obat bagi warga yang saat ini membutuhkan dukungan moril dan pendidikan agama lebih dalam.

“Sebenarnya warga sini butuh sekali santapan rohani dan tausyiah agama, karena kejadian kemarin ada sebagian warga yang masih ragu dan takut untuk ke masjid. Kita senang dan sangat menerima agenda ini, istilahnya dapat obat karena warga sini saya lihat sedang sakit,” terangnya.

Rencananya, DDII dan LKG TPQ akan mengadakan serangkaian kegiatan pada tanggal 24 April mendatang. Acara diawali dari gerakan subuh berjamaah, pembagian sembako, paket alat tulis, dan pengobatan gratis serta pengajian umum. DDII juga akan menghibur anak-anak desa Brengkungan dengan mendatangkan pendongeng.

Siyono adalah seorang guru agama yang menjadi korban tindakan represif Densus 88. Ia ditangkap pada 8 Maret tahun lalu atas tuduhan terlibat jaringan teroris dan dipulangkan dalam keadaan meninggal dunia keesokan harinya.

Hasil autopsi tim dokter Muhammadiyah menjelaskan penyebab kematian Siyono. Penyiksaan yang dialami Siyono membuat tulang di dadanya patah dan menusuk ke jantung. Kepolisian telah menetapkan salah seorang anggotanya. Tersangka hanya didemosi dari Densus 88 untuk ditugaskan di satuan lain minimal 4 tahun.

Reporter: Arie Ristyan