Sinergi Pelayanan Masyarakat Sampaikan Layanan Kesehatan Hingga ke Pelosok

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Perjalanan yang cukup lelah dan menegangkan, menaiki perbukitan di sisi jurang, sampai beberapa mobil relawan tak kuat menanjak. Tapi segala jerih payah itu terbayarkan dengan antusiasme para warga yang menyambut kedatangan tim pemeriksaan kesehatan Sinergi Pelayanan Masyarakat (SPM) di Kampung Babakan Cinunuk, Desa Ibun Majalaya.

Sekira 100 orang mengantri untuk berkonsultasi kepada para dokter mengenai keluhan masalah kesehatan mereka. Ada yang hanya sakit ringan seperti batuk dan flu. Ada pula yang mengeluhkan penyakit cukup berat seperti; gejala stroke atau kencing manis, bahkan adapula kelumpuhan yang menimpa seluruh anggota keluarga.

Kurangnya tenaga dokter dan fasilitas kesehatan di kampung tersebut bisa menjadi salah satu pemicunya. Gejala penyakit yang awalnya ringan, berkembang menjadi mematikan karena tidak segera ditangani.

Pun hal itu diperparah dengan jauhnya fasilitas yang menyediakan sarana kesehatan bagi warga desa. Tak tanggung-tanggung, jarak klinik terdekat ke kampung ini berkilo-kilo meter dan hanya bisa ditempuh dengan ojek karena tidak ada angkutan umum.

Dengan hadirnya baksos kesehatan ini di Kampung Babakan Cinunuk, warga sangat bersyukur dapat merasakan layanan kesehatan yang selama ini sulit didapatkan.

“Semoga Allah membalas dengan berlipat-lipat kebaikan!” kata seorang warga.

Tak lupa, usai bakti sosial dilakukan, warga haturkan ucapan terima kasih, tak hanya kepada para donatur dan para relawan juga kepada Percikan Iman, Yayasan Ghiat Indonesia, Komunitas Ibu Berbagi, Sinergi Pelayanan Masyarakat (SPM), Ikatan Apoteker Indonesia, Klinik Rancajigang Medika, dan Pesantren Alam Khoiroummah.

Siaran Pers

Sukmawati: Saya Memohon Maaf Lahir Batin kepada Umat Islam Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Setelah puisinya yang dinilai telah menghina Syariat Islam menuai protes keras, Sukmawati Soekarnoputri akhirnya menyampaikan permohonan maaf. Sukmawati mengaku tidak berniat menghina umat Islam dengan puisinya.

Puisi berjudul Ibu Indonesia itu, kata dia, adalah murni karya sastra dan merupakan pandangan pribadinya sebagai seniman yang telah sesuai dengan tema acara saat itu.

“Tidak ada niatan untuk menghina umat Islam Indonesia dengan puisi Ibu Indonesia,” kata dia dalam konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

“Saya adalah muslimah yang bersyukur dan bangga dengan keislaman saya,” sambungnya.

Ia menjelaskan, puisi yang ditulis pada tahun 2006 dan menjadi bagian dalam buku Kumpulan Puisi Ibu Indonesia itu adalah refleksi dari keprihatinannya tentang rasa wawasan kebangsaan dan semata-mata untuk menarik perhatian anak-anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia asli.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa tersinggung dengan puisi tersebut. “Dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf lahir dan batin kepada umat Islam Indonesia,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Sukmawati didampingi putri proklamator Muhammad Hatta, Halida Nuriah Hatta.

Seperti diketahui, puisi Ibu Indonesia yang dibacakan Sukmawati dalam acara Indonesian Fashion Week 2018 dinilai telah melecehkan Islam. Dalam salah satu bagian puisi tersebut Sukmawati menuliskan, “Aku tak tahu syariat Islam. Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok. Lebih merdu dari alunan azan mu.”

Soal Sukmawati, Ansharusyariah Minta Aparat Adil Tanpa Pandang Bulu

SOLO (Jurnalislam.com) – Juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah Abdul Rachim Ba’asyir menegaskan puisi Sukmawati Soekarnoputri adalah pelecehan dan penghinaan terhadap Syariat Islam. Ustadz Iim, sapaanya, mendesak kepolisian untuk mengusut kasus tersebut dengan adil tanpa pandang bulu.

“Jamaah menolak perlakuan Sukmawati terhadap Syariat Islam. Itu adalah bentuk penghinaan dan pelecehan terhadap Syariat Islam dan kita tidak rido dengan itu,” katanya kepada Jurnalislam.com, Rabu (4/4/2018).

Baca juga: PWNU Jatim: Puisi Sukmawati Ancaman Bagi Kerukunan Bangsa

Ia menilai, tindakan Sukmawati adalah provokasi yang disengaja. Sebab, kata dia, tokoh sekelas Sukmawati memahami betul akan reaksi yang ditimbulkan ketika menyerang agama Islam yang merupakan mayoritas di negeri ini.

“Ini adalah bentuk provokasi yang harus diwaspadai, ini sangat SARA dan sangat berbahaya,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya berharap aparat segera mengusut kasus tersebut sebelum terjadi gejolak yang lebih besar di tengah-tengah masyarakat.

“Kita berharap pemerintah tetap bersikap adil dalam kasus ini, tidak melihat dia (Sukmawati-red) siapa. Kita meminta pemerintah mengadili Sukmawati sebab kalau tidak itu akan mengancam kerukunan,” tegasnya.

Baca juga: Puisi Sukmawati Berbalas Felix Siauw: Kamu Tak Tahu Syariat

Kendati demikian, ia tetap meminta umat Islam tidak terprovokasi. Menurutnya, ada kemungkinan kasus ini sengaja digulirkan untuk pengalihan isu.

“Karena saat ini pemerintah begitu terpojok dengan berbagai kegagalan dan Saya mengajak kepada umat Islam untuk tetap kritis dan tidak teralihkan perhatianya dengan adanya kasus ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi berjudul Ibu Indonesia dalam acara Indonesian Fashion Week 2018 di Jakarta beberapa waktu lalu. Beberapa kalimat dalam puisinya dinilai telah melecehkan syariat Islam.

Berikut puisi yang dibacakan Sukmawati:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam

Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu

Gerai tekukan rambutnya suci

Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka

Menyatu dengan kodrat alam sekitar

Jari jemarinya berbau getah hutan

Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia

Saat penglihatanmu semakin asing

Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu

Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif

Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam

Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azan mu

Gemulai gerak tarinya adalah ibadah

Semurni irama puja kepada Illahi

Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun

Lelehan demi lelehan damar mengalun

Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia

Saat pandanganmu semakin pudar

Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

Protes Sukmawati, Budayawan Muslim Solo Gelar Aksi Baca Puisi di Patung Soekarno

SOLO (Jurnalislam.com) – Budayawan Muslim Soloraya melakukan ‘Malam Keprihatinan Budaya dan Doa Bersama’ di depan Patung Ir Soekarno Komplek Stadiun Manahan, Solo, Selasa, (3/4/2018) malam. Aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ dari Sukmawati Soekarnoputri.

Secara bergantian, sekitar 50 budayawan dalam acara tersebut membacakan puisi tentang kekecewaan mereka atas putri proklamator RI itu.

“Dan ternyata isinya, banyak hal yang menyinggung dan bisa kita katakan mengandung SARA karena terkait dengan akidah dan budaya dari salah satu agama,” kata Korlap Aksi Dadyo Hasto kepada Jurnalislam.com di sela-sela aksi.

Menurutnya, budaya adalah hasil karya manusia yang seharusnya tidak dijadikan untuk menyerang kelompok, golongan, Ras, Suku maupun agama tertentu.

“Budaya apapun itu, keindahan apabila sudah menyinggung sebuah agama maupun norma sosial saya kira itu sebuah budaya yang kurang tepat,” paparnya.

Oleh sebab itu, Hasto berharap apa yang disampaikan ibu Sukmawati menjadi pelajaran buat kita semua bahwa ajaran agama manapun harusnya kita hormati dan hargai.

“Bukan kemudian malah dibandingkan dengan sebuah budaya tradisi yang semata mata bisa kita ibaratkan merendahkan arti sebuah ajaran agama,” tandasnya.

Hina Syariat, GUIB Jatim Akan Laporkan Sukmawati

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur, Ustadz Muhammad Yunus menegaskan pihaknya akan melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke polisi. Putri proklamator RI itu dinilai telah menistakan Syariat Islam dalam puisi berjudul Ibu Indonesia yang dibacanya dalam acara Indonesia Fashion Week 2018.

“Puisi ini sangat melukai perasaan umat Islam di Indonesia dan ini sudah masuk wilayah penistaan/penodaan agama yang harus disikapi oleh umat Islam dan para penegak hukum. Ini berdasarkan UU No.1 PNPS ’65 dan KUHP 156a,” kata Ustadz Yunus kepada Jurnalislam, Selasa (3/4/2018).

Baca juga: Pasca Puisi Sukmawati, Akun Instagram Anne Avantie Hilang dari Pencarian

Ia menjelaskan, GUIB terlebih dahulu akan berkondolidasi dengan elemen umat Islam di Jawa Timur untuk menyampaikan langkah tepat dalam menyikapi kasus ini. Pihaknya berharap, aparat segera menindaklanjuti kasus tersebut untuk menghindari semakin meluasnya gejolak di masyarakat.

“Alhamdulillah sudah ada sebagian umat yg sudah melakukan proses hukum dan melaporkan kepada kepolisian. GUIB Jatim dalam waktu dekat akan melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Sebelumnya, PWNU Jawa Timur telah memerintahkan badan otonom yaitu Anshor untuk menyampaikan surat aduan ke Polda terkait puisi Sukmawati tersebut. PWNU menilai puisi Sukmawati sebagai ancaman bagi kebersamaan dan kerukunan berbangsa.

PWNU Jatim: Puisi Sukmawati Ancaman Bagi Kerukunan Bangsa

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menilai puisi Ibu Indonesia karya Sukmawati Soekarno Putri mengancam kerukunan bangsa Indonesia. Puisi tersebut dibacakan sendiri oleh Sukmawati dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkaraya di Indonesia Fashion Week 2018 beberapa waktu lalu.

“Substansi puisi yang dibacakan oleh Sukmawati berpotensi mengancam kebersamaan bangsa dan warga Indonesia yang lama terbangun dalam kerukunan, kedamaian dan ketenangan,” kata Ketua PWNU Jatim Hasan Mutawakkil Alallah dalam keterangan tertulis, Rabu (3/4/2018).

Hasan mendesak aparat untuk mengusut tuntas kasus tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi.

Selain itu, PWNU Jatim juga memerintahkan badan otonom yaitu Anshor untuk menyampaikan surat aduan ke Polda terkait puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018. PWNU mengadukan Sukmawati lantaran puisi yang dibacakannya tersebut dianggap tidak menghormati agama Islam.

“Yang sangat kami sayangkan substansi daripada puisi itu. Di mana di situ menyebut idiom-idiom agama Islam seperti syariat, cadar, dan azan yang dibandingkan dengan budaya, terutama budaya Jawa. Dan isi daripada puisi itu tidak menghormati agama Islam,” kata Hasan.

Siaran Pers

Sinergi Foundation Tanam 947 Bibit Bambu di Selaawi Garut

GARUT (Jurnalislam.com) – Sebanyak 947 bibit bambu ditanam dalam gelaran Aksi Penanaman Pohon oleh Sinergi Foundation di Gunung Pabeasan Desa Putrajawa Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut, Rabu (28/3/2017). Menurut CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia, acara ini merupakan ikhtiar memelihara bumi yang digerakkan melalui integrasi program Lumbung Desa, Green Kurban, dan Green Akikah.

Green Kurban dan Green Akikah sendiri merupakan sebuah program, di mana setiap kurban atau akikah yang dikeluarkan, sekaligus pula ditanam 1 pohon. Ima memaparkan, penanaman ini adalah untuk menyalurkan amanah para donatur yang tergabung dalam program tersebut. Sinergi Foundation pun sengaja memilih bambu, sebab tanaman tersebut salah satu alternatif menyelamatkan bumi.

“Bambu mampu mencegah erosi tanah, yang menyebabkan bencana alam. Bambu juga sangat bermanfaat sebagai filter air ketika sebagai tanaman hidup maupun ketika bambu dibuat arang untuk memfilter air menjadi jernih,” kata Ima.

Sementara itu, arsitek sekaligus pakar bambu Ir. Pon Purajatnika berharap aksi penanaman bibit bambu ini bisa mewujudkan ketahanan air, dan bisa menampung air meski kemarau tiba. Pon menerangkan, Selaawi adalah tanah yang begitu hijau, namun saat musim kemarau tiba, ada sejumlah titik yang tak memiliki sumber mata air.

“Nah penanaman bambu ini semoga menjadi solusi. Kita tak bisa sendiri, harus saling bahu membahu agar hasilnya bisa berbuah manfaat, semoga Allah meridhai langkah kita,” kata Pon yang sekaligus diamini para pendengarnya.

Namun, Sinergi Foundation sendiri mengaku tak ingin berhenti sampai di sana. Diakui Ima Rachmalia ingin budidaya bambu ini menjadi sumber pendapatan warga sekitar dengan konsep pemberdayaan.

“Setelah penanaman ini, pengolahan bambu harus terus dikembangkan, agar masyarakat bisa merasakan nilai tambah dari bambu. Mereka bisa membuat produk dari bambu seperti aneka produk souvenir, kerajinan tangan, bungkus makanan, bahkan pangan rebung di rumah makan,” pungkasnya.

Siaran Pers

MUI Imbau Umat Pilih Pemimpin Muslim yang Paling Saleh

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Tengku Zulkarnaen mengimbau umat Islam untuk memilih pemimpin muslim yang paling soleh. Hal itu disampaikan menjelang tahun politik yang akan dihadapi umat Islam Indonesia.

“Kalau semua calonnya muslim, nah pilihlah pemimpin yang paling saleh. Yang jelas membela agama, tidak menista agama, tidak membela penista agama, mau berjuang untuk kepentingan kaum muslimin,” katanya kepada wartawan di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Rabu (28/3/2018).

Selain itu, umat Islam juga harus melihat sepak terjang dan komitmen calon pemimpin tersebut dalam memerjuangkaan kaum muslimin di Indonesia yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Hal ini merujuk pada Hasil Ijtima Ilama Komisi Fatwa MUI pada tahun 2012 di Ponpes Cipasung Tasikmalaya tentang masalah strategis kebangsaan. Dalam nomor dua poin B dijelaskan, pemimpin harus memiliki kemampuan, ketahanan fisik dan mental dengan landasan iman dan taqwa yang membuatnya mampu untuk menyelesaikan berbagai krisis dan menetapkan hukum serta kebijakan secara benar (al-ijtihâd fî al- nawâzil wa al-ahkâm).

“Kita lihat sepak terjangnya di masyarakat, kemampuannya menguasai agama, bacaan Qurannya. Kalau ngaku Islam tapi nyebut nama Allah saja salah, baca shalawat aja keliru, ini kan palsu. tidak teruji,” ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, umat Islam jangan tertipu dengan calon-calon pemimpin yang tiba-tiba mendekat ke umat atau mendadak islami.

“Orang kalau cinta agama itu dari kecil udah kelihatan kok. Tidak tiba-tiba karena mau pilkada berubah jadi kaya kyai. Kalau ini kan mendadak islami, jadi kita gak boleh tertipu,” tegasnya.

“Yang jelas, komitmennya memperjuangkan kaum muslimin di NKRI yang berdasarkan Ketuhanan YME,” tutupnya.

KH Tengku Zulkarnaen menjadi pemateri dalam Majelis Taklim Masjid Agung (MTMA) di Masjid Agung Kota Tasikmalaya. MTMA adalah kajian resmi DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya yang dilaksanakan setiap bulan.

SD Luqman al Hakim Surabaya & BMH Gelar Sedekah Darah Untuk Kemanusiaan

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Sekolah Dasar (SD) Luqman al Hakim Surabaya bersama Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jatim gelar sedekah darah untuk kemanusiaan. Sabtu, (24/3)

Acara yang berlangsung sangat meriah tersebut diadakan di Komplek Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya. Event yang diisi dengan berbagi kegiatan ini menghadirkan ketrampilan dan aksi kemanusian. Mulai dari donor darah, bazar murah yang menjual berbagai macam kerajinan tangan, pentas seni, penggalangan dana kemanusiaan untuk Ghouta, Suriah, hingga pelepasan balon kemanusiaan oleh siswa-siswi SD Luqman al Hakim.

Dalam kegiatan Sedekah darah untuk kemanusiaan tersebut, banyak wali murid SD Luqman al Hakim yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Pria dan wanita antri daftar agar bisa mendonasikan darahnya kepada mereka yang membutuhkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) yang ada di acara tersebut.

Manager Program BMH Jatim, Abdan Syakura menjelaskan,

“Kegiatan sedekah darah untuk kemanusiaan ini merupakan hasil kerja sama antara Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah Surabaya, yakni SD Luqman al Hakim Surabaya bersama BMH Jatim. Lewat kegiatan sedekah darah yakni donor darah ini kami ingin mengajak masyarakat untuk gemar menolong sesama. Semoga darah yang didonorkan tersebut menjadi manfaat untuk mereka yang membutuhkan, dan menjadi pahala sedekah bagi mereka yang sudah menyumbangkan darahnya.”ujarnya.

Hampir 20 orang yang sudah mulai mendaftar dan antri untuk dipanggil petugas medis. Dan ada juga yang menyesal tidak bisa ikut donor darah karena setelah dicek tim medis tetapi belom diizinkan karena kondisi yang tidak memungkinkan.

“Saya senang bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan sedekah darah atau donor darah ini. Semoga setetes darah yang kami berikan bisa menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan,”ungkap Sahrawi, salah satu peserta donor darah dengan penuh semangat.

Dalam kegiatan tersebut juga diadakan pelepasan balon kemanusian & penggalangan dana untuk Ghouta, Suriah, dan alhamdulillah terkumpul Rp 6.310.000. Rencana dana tersebut akan disetor ke BMH Pusat yang ada di Jakarta.

Siaran Pers

IMS dan Komunitas Sahabat Hijrah Solo Gelar Hapus Tato Gratis

SOLO (Jurnalislam.com) – Komunitas Sahabat Hijrah (KSH) Solo menggelar layanan hapus tato gratis di Masjid MUI Surakarta, Sabtu-Ahad (24-25/3/2018). Kegiatan yang bekerja-sama dengan Islamic Medical Servis (IMS) ini, merupakan program perdana sekaligus Soft Lounching ‘Komunitas Sahabat Hijrah’ di Kota Surakarta.

Dalam aksi perdana tersebut, masyarakat tampak antusias untuk menjadikan hapus tato gratis ini sebagai sarana awal untuk berhijrah.

“Kita melihat tato ini adalah permasalahan bersama, kita harus pikirkan bareng-bareng, kami melihat siapa yang mau memanfaatkan ini silahkan,” kata Founder Komunitas Sahabat Hijrah (KSH) Helmi Yusuf kepada Jurnalislam.com.

“Dan luar biasa di Solo, yang daftar lebih dari 1000 yang kita tangani sekitar 200 orang,” sambungnya.

Lebih lanjut, Helmi juga melakukan pembinaan terhadap para peserta yang mengikuti program hapus tato gratis itu, selain pengajian, katanya, KSH juga melakukan aksi-aksi sosial kepada masyarakat luas.

“Kita ajak teman teman ini untuk berhijrah ke arah yang lebih baik, mengadakan pengajian pengajian atau aksi sosial yang berdampak positif,” ungkapnya.

Helmi mengaku, bahwa Tato akan menjadi permasalahan seseorang di dunia pekerjaan maupun stigma negatif dari masyarakat, dalam aksi kali ini, Helmi mengatakan ada berbagai kalangan yang ikut menghapuskan tatonya agar bisa melakukan hijrah dengan lebih baik.

“Usia 13 sampai 40 tahun lebih, dari Pelajar, mahasiswa, PNS, TNI, Kepolisian semua ada, laki laki dan perempuan dan Tato ini menjadi masalah di dunia kerja, pendidikan dan kepegawaian lainnya,” tandasnya.

Sementara itu, Seno (43) warga Baturono, Solo yang ikut program hapus Tato Gratis ini mengaku senang dengan munculnya KSH ini, menurutnya, program hapus Tato ini sangat membantu bagi muslim yang mempunyai Tato untuk dapat Hijrah secara kaffah dan lebih baik lagi.

“Saya sebenarnya sudah mulai hijrah 10 tahun yang lalu, dan baru saat ini ada kesempatan hapus tato, dan adanya ini sangat senang sekali, dan hijrah itu bagus. Semoga teman-teman untuk bisa ikut seperti kita hijrah secara sempurna,” ungkapnya.