Ancaman Islamophobia Inggris: Akan Ada Darah Tertumpah, dengan Gas, Dipenggal, atau Diledakkan

3 Juli 2017
Ancaman Islamophobia Inggris: Akan Ada Darah Tertumpah, dengan Gas, Dipenggal, atau Diledakkan

LONDON (Jurnalislam.com) – Saat kejahatan kebencian anti-Muslim di Inggris melonjak banyak Muslim Inggris hidup dengan menghadapi ancaman, pelecehan dan penyerangan yang meningkat, lansir World Bulletin, Ahad (2/7/2017).

Serangkaian serangan – bahkan termasuk penggunaan asam korosif – telah terjadi, termasuk serangan teroris 19 Juni yang mematikan terhadap jamaah shalat terawih di dekat sebuah masjid di London utara.

Masjid Finsbury Park ternyata menjadi fokus kebencian anti-Muslim setelah terungkap bahwa surat-surat anonim dikirim dalam dua pekan setelah serangan 19 Juni yang menewaskan satu orang Makram Ali, 51 tahun, mengancam umat Islam dengan lebih banyak kekerasan, menurut Mohammed Kozbar, ketua DKM masjid.

Kozbar mengatakan kepada Vice News bahwa dia khawatir serangan lain mungkin akan segera terjadi, seperti yang tertulis dalam satu surat: “Serangan dengan menggunakan van itu hanyalah permulaan.”

Surat tersebut secara terbuka mengancam umat Islam, mengklaim “kesenangan akan berlanjut pada bulan Agustus ini”.

“Akan ada aliran darah yang mengalir deras – saya akan memastikannya. Tak satu pun dari kamu yang akan bertahan. Maksudku siapa yang bisa bertahan hidup dengan gas, atau dipenggal, atau diledakkan,” isi surat itu.

Kozbar mengatakan bahwa ancaman tersebut telah dilaporkan ke polisi.

TellMama, sebuah organisasi yang mengukur kejahatan anti-Muslim, mendesak masjid untuk melaporkan surat kebencian di tengah laporan tempat ibadah Islam lainnya juga menerima surat-surat serupa.

“Kami ingin meyakinkan kembali kepada masjid bahwa ketika kami menemukan materi semacam itu, dan ketika dilaporkan kepada kami, kami menghubungi mitra polisi dan memberi tahu mereka tentang kegiatan tersebut,” katanya.