Responsive image
Responsive image
Responsive image

Amerika Serikat Jadi Negara Paling Banyak Insiden Penembakan

Amerika Serikat Jadi Negara Paling Banyak Insiden Penembakan

WASHINGTON(Jurnalislam.com) — Biro Investigasi Federal (FBI) menyatakan, Amerika Serikat (AS) mengalami 61 insiden penembak aktif tahun lalu. Jumlah itu naik tajam dari segi jumlah serangan, korban, dan distribusi geografis sejak 2021 dan penghitungan tertinggi dalam lebih dari 20 tahun.

Total penembakan 2021 yang tersebar di 30 negara bagian, 52 persen lebih tinggi dari 2020. Jumlah kenaikan ini, menurut FBI, sekitar dua kali lipat masing-masing dari tiga tahun sebelumnya. Badan tersebut mendefinisikan penembak aktif sebagai seseorang yang terlibat dalam pembunuhan atau mencoba membunuh orang di ruang publik dengan cara yang tampaknya acak.

Bisnis komersial menyumbang lebih dari setengah dari semua insiden yang sama pada tahun lalu. FBI mengungkapkan, tren yang muncul dari “penembak aktif keliling” yang melepaskan tembakan di beberapa lokasi, seperti halnya dengan seorang pria bersenjata yang menyerang beberapa spa sehari di daerah Atlanta.

Pembantaian penembak aktif tahun lalu menewaskan 103 orang dan melukai 140 orang. Sebaliknya, FBI menghitung 40 serangan penembak aktif di 19 negara bagian yang menewaskan 38 orang dan melukai 126 pada 2020, tahun yang bertepatan dengan puncak pembatasan kehidupan sosial dan ekonomi akibat pandemi virus korona.

Perbandingan dengan tahun-tahun terakhir sangat dipengaruhi oleh data dari 2017, tahun ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke festival musik luar ruangan di Las Vegas dari jendela hotel bertingkat tinggi. Peristiwa ini menewaskan 56 orang dan melukai ratusan lainnya dalam satu insiden.

Serangan Las Vegas saja membantu mendorong jumlah korban tahunan 2017 ke rekor tertinggi meskipun hanya ada 31 insiden penembakan aktif tahun itu, sekitar setengah dari jumlah pada 2021. Pada peristiwa penembakan Las Vegas itu 143 meninggal dunia dan 591 terluka.

Jumlah yang tinggi untuk korban tewas tahun lalu hanya menempati urutan ketujuh tahun paling mematikan dalam insiden penembakan aktif sejak 2000, tahun pertama FBI menyediakan data. Namun, itu menandai jumlah terbesar dari serangan semacam itu dalam catatan, hanya melebihi 40 yang tercatat pada 2020

Sumber: republika.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close X