Akui Ada Tarian Erotis, Karaoke Bima Sukoharjo Janji Tak Akan Tampilkan Lagi

Akui Ada Tarian Erotis, Karaoke Bima Sukoharjo Janji Tak Akan Tampilkan Lagi

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Manajemen Karaoke Bima, Madegondo, Solo Baru, Sukoharjo, Diki mengaku telah menggelar tarian striptis atau setengah telanjang di tempat hiburan karaoke tersebut.

 

Hal itu ia katakan di Mapolsek Grogol Sukoharjo saat melakukan audensi dengan Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) dan Kapolsek Grogol Didiek Noer TJ, Kesbangpol Sopyan dan Kasi Trantib kecamatan Grogol Joko pada rabu, (4/9/2019).

 

“Saya pribadi mewakili perusahan saya sangat mengapresiasi apa yang sudah kita lakukan hari ini, dan pertemuan ini,” katanya.

 

“Buat saya ini masukan yang sangat baik sekali dan untuk kedepan saya pastikan bahwa ini tidak akan terulang, dan operasional akan sesuai dan tidak akan terulang kembali,” imbuh Diki yang mengaku belum lama menjadi manajer Bima Karaoke tersebut.

 

Sementara itu, Sekjen LUIS ustaz Yusuf Suparno berharap pihak karaoke Bima untuk bisa mentaati peraturan dan ijin yang berlaku untuk tempat hiburan tersebut.

 

“Kita berharap mas Diki untuk ikut peduli dengan nasib generasi muda kita, mari kita bangun bersama generasi bangsa kita,” ungkapnya.

 

Pihak pemerintah melalui kasi trantib kecamatan Grogol Joko berharap pihak Karaoke Bima untuk mentaati peraturan dan ijin yang berlaku.

 

“Aturannya tutup jam sekian ya jam sekian, kalau ndak boleh miras ya jangan pakai miras, mari kita ikuti dan aturan yang ada karena ini melanggar,” katanya.

 

Kapolsek Grogol Didiek Noer TJ pun mengapresiasi atas audensi tersebut, ia berharap kedua pihak untuk bisa berkomunikasi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

 

Dalam hasil audensi tersebut, pihak Karaoke Bima berjanji akan membuat surat pernyataan dan berjanji tidak akan menggelar tarian erotis.

 

LUIS juga membawa bukti adanya tarian erotis di Karaoke Bima berupa poster hasil srenshoot video di salah satu akun instagram dan juga file video dalam satu keping VCD.

 

Karaoke Bima sendiri sebelumnya pernah mendapatkan protes atas kasus serupa dari elemen umat Islam pada tahun 2016 yang lalu.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X