TEL AVIV (jurnalislam.com)— Pemimpin oposisi Israel Gadi Eisenkot mengkritik kondisi keamanan dalam negeri Israel setelah warga permukiman Givot Bar di Negev utara melaporkan suara tembakan pada Sabtu (26/9/2026).
Eisenkot menilai insiden tersebut kembali memunculkan kekhawatiran yang mengingatkan pada serangan 7 Oktober 2023. Ia menyebut kondisi keamanan dalam negeri Israel telah mencapai titik terendah dalam sejarah dan mengaitkannya dengan kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.
“Di bawah kepemimpinan Netanyahu yang gagal dan menteri Ben-Gvir yang gagal, keamanan dalam negeri Israel telah mencapai titik terendah dalam sejarah,” kata Eisenkot melalui platform X, Minggu (27/9).
Pernyataan tersebut disampaikan Eisenkot setelah warga Givot Bar melaporkan mendengar suara tembakan, termasuk tembakan senjata otomatis. Dalam pernyataannya, pemimpin Partai Yashar itu juga menyoroti persoalan kejahatan terorganisasi di wilayah Negev.
Menurut Eisenkot, pemerintah belum berhasil menegakkan hukum secara efektif di wilayah tersebut. Ia menuding organisasi kriminal masih beroperasi di berbagai kawasan Negev dan menyebut pemerintah belum berhasil memulihkan kendali negara secara penuh.
Eisenkot juga mengkritik Ben-Gvir. Ia menuduh menteri tersebut lebih banyak berfokus pada “populisme murahan” dan perhatian media daripada penguatan pemolisian serta penegakan hukum.
Sebagai alternatif, Eisenkot menyebut Partai Yashar memiliki rencana keamanan dalam negeri yang mencakup pembentukan badan setingkat kabinet untuk menangani kejahatan terorganisasi.
Rencana tersebut juga mencakup penguatan kemampuan kepolisian dan intelijen, serta penambahan sumber daya untuk membongkar organisasi kriminal dan menangani praktik pemerasan di wilayah selatan Israel.
Kritik Eisenkot muncul menjelang pemilihan anggota Knesset yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026. Institut Demokrasi Israel mencatat pemilu tersebut akan memilih anggota Knesset ke-26 setelah Knesset ke-25 dibubarkan pada Juli 2026.
Dengan demikian, isu keamanan dalam negeri menjadi salah satu bagian dari perdebatan politik menjelang pemilu, dengan Eisenkot menawarkan penguatan institusi kepolisian dan intelijen serta penanganan kejahatan terorganisasi sebagai bagian dari agenda keamanan Partai Yashar.